Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi sering menjadi suatu fenomena yang
dapat dipandang sebagai sebuah trend. Sadar ataupun tidak dalam mengikuti dan
menggunakannya, setiap orang, setiap industri, setiap kantor telah merasa perlu
untuk mengikuti trend teknologi informasi. Semua berusaha menggunakan
jaringan komputer di rumah, di dalam kantor, maupun di perusahaan. Selain itu,
semua merasa harus menggunakan internet untuk mengikuti trend perkembangan
teknologi informasi hanya sekedar tidak dikatakan ketinggalan jaman.
Teknologi informasi secara nyata telah menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat di Indonesia maupun di dunia. Hal ini terutama didorong oleh
pertumbuhan

teknologi

komunikasi

yang

berbasis

internet.

Misalnya

perkembangan internet di Indonesia yang bergerak sangat cepat. Pada tahun 1994
tercatat hanya ada dua buah Internet Service Provider (ISP), yaitu IPTEK-NET
dan IndoNet dengan kecepatan total ke internet hanya sebesar 128 Kbps. Tetapi
pada akhir tahun 1995 tercatat bahwa kecepatan internet telah mencapai 640
Kbps. Pada tahun 1996, kecepatan total internet di Indonesia sudah mencapai 5
Mbps. Akhirnya deregulasi yang telah dilakukan oleh pihak Parpostel telah
membuahkan lebih dari 22 ISP memungkinkan untuk beroperasi di Indonesia
(Purbo, 2000).
Tak dapat dipungkiri lagi bahwa perkembangan internet membawa
pengaruh besar bagi perkembangan teknologi komunikasi, yang dimaksud dalam
hal ini adalah jaringan tanpa kabel yang dikenal sebagai W-LAN (Wireless Local
Area Network). Secara garis besar terdapat dua macam standarisasi W-LAN, yaitu
standar IEEE 802.11 (khususnya standar IEEE 802.11b lebih umum disebut
sebagai Wi-Fi dengan kecepatan data 11 Mbps) dan standar yang dibangun oleh
negara-negara Eropa dikenal sebagai HIPERLAN (High Performance Radio Local
Area Network) (Jusak: 2013, 9).

2
Wi-Fi merupakan singkatan dari wireless fidelity,sebuah teknologi yang
menyediakan akses internet nirkabel di zona terbatas yang dikenan dengan istilah
hotspot. Sejarah Wi-Fi berasal dari istilah Hi-Fi yang terdiri dari dua jenis output
yang dihasilkan oleh kualitas Sound System.
Jaringan Wi-Fi bekerja dengan menggunakan gelombang radio dengan
menggunakan wireless LAN dari komputer. Router nirkabel memainkan peran
penting pada sistem kerja Wi-Fi. Kemudian adaptor menerima data dari komputer
dalam bentuk digital. Setelah data dikonversi ke bentuk gelombang radio maka
dikirim ke router melalui antenna. Sinyal decode router mengirimkan ke internet.
Proses ini dikembalikan ketika informasi yang dikirimkan dari internet ke
komputer.
Segala sesuatu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan
teknologi yang canggih seperti Wi-Fi ini. Kelebihan dari teknologi Wi-Fi ini
banyak sekali antara lain:
Pertama, Wi-Fi dikembangkan tanpa kabel dan menggunakan gelombang radio
dengan frekuensi 2,4 GHz. Selain itu Wi-Fi dapat mengirim foto dan menerima
kapasitas sampai 54 Mbps. Kedua, Wi-Fi menggunakan jalur akses jaringan atau
hot spot, dapat berkomunikasi ke semua komputer dan laptop. Ketiga, Wi-Fi
tersebar luas di tempat umum, jutaan rumah, caf, kantor, perusahaan, universitas
dan masih banyak tempat-tempat yang lain. Keempat, Wi-Fi jaringan dukungan
roaming, dimana sebuah stasiun klien mobile seperti komputer laptop dapat
berpindah dari satu jalur akses ke jalur akses yang lainnya. Kelima, Wi-Fi adalah
perangkat standar global. Tidak seperti operator selular, klien Wi-Fi yang sama
bekerja di berbagai negara di seluruh dunia.
(http://raytkj.blogspot.com/2012/11/kelebihan-dan-kekurangan-jaringanwifi.html)
Selain memiliki kelebihan, teknologi Wi-Fi ini juga memiliki kekurangan,
antara lain sebagai berikut:
Pertama, adanya kelemahan yang terletak pada konfigurasi dan jenis enkripsi.
Kelemahan tersebut diakibatkan karena terlalu mudahnya membangun sebuah
jaringan wireless. Kedua, Wired Equivalent Privacy (WEP) yang menjadi standar

3
keamanan wireless sebelumnya dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai
tools yang tersedia gratis di internet. Hal tersebut menyebabkan jalur akses dapat
digunakan untuk mencuri informasi pribadi dan rahasia yang ditransmisikan dari
konsumen Wi-Fi. Ketiga, konsumsi power yang cukup tinggi jika dibandingkan
dengan beberapa standar lainnya, membuat masa pakai baterai berkurang dan
panas. Keempat, jaringan Wi-Fi memiliki rentang yang terbatas. Sebuah router
Wi-Fi rumah mungkin memiliki kisaran 45 m di dalam dan 90 m di luar rumah.
Kelima, Wi-Fi menggunakan spektrum 2.4 GHz tanpa izin, dimana yang sering
bertabrakan dengan perangkat lain seperti Bluetooth, telepon tanpa kabel, atau
perangkat pengirim video, banyak lainnya. Hal ini dapat menyebabkan penurunan
kinerja. Keenam, intervensi pada jalur akses tertutup atau dienkripsi dengan jalur
akses terbuka yang lainnya pada saluran yang sama atau dekat dapat mencegah
akses ke jalur akses yang terbuka oleh orang lain di daerah tersebut. Ini
menimbulkan masalah tinggi di daerah kepadatan tinggi seperti blok apartemen
besar di mana banyak penduduk beroperasi akses point Wi-Fi. Ketujuh, jalur akses
gratis dapat digunakan oleh orang tak dikenal dan berbahaya untuk melakukan
serangan yang akan sangat sulit untuk melacak di luar jalur akses pemilik.
(http://www.pintarkomputer.com/2015/06/kelebihan-dankekurangan-mengguna
kan -jaringan-wireless-wi-fi.html)
Karena teknologi Wi-Fi yang menggunakan gelombang radio ini masih
terdapat

kekurangannya

maka

dibuatlah

suatu

terobosan

baru

yang

memungkinkan untuk surfing atau browsing di internet dengan kecepatan yang


lebih tinggi dan lebih aman. Salah satunya yaitu teknologi Li-Fi. Li-Fi merupakan
kependekan dari Light Fidelty dimana dalam teknologi ini menggunakan
gelombang elektromagnetik (cahaya) untuk transfer data. Cahaya yang dimaksud
disini merupakan cahaya yang dihasilkan oleh LED (Light Emitting Diode).
Penggunaan LED dalam Li-Fi ini memudahkan akses internet di berbagai
daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik, selain itu dapat
digunakan untuk memperluas jaringan nirkabel di rumah, sekolah, bahkan kantor.
Selain itu kecepatan data yang lebih tinggi 10 kali lebih tingi dibandingkan
dengan Wi-Fi sehingga layanan internet semakin memuaskan. Hal ini disebabkan

4
oleh jenis LED berbeda dari jenis lampu lain karena semikonduktor. Karakteristik
ini mengakibatkan kemampuan untuk beralih on dan off dalam beberapa
nanodetik, apabila dikonversi dalam hal kecepatan data, ini sesuai dengan 1
Gbits/s. Teknologi ini juga bisa mengurangi polusi elektromagnetik terhadap
kesehatan yang dihasilkan oleh gelombang radio.
B. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah diatas dapat diidentifikasikan masalah
sebagai berikut:
1. Pengguna internet semakin bertambah.
2. Kecepatan transmisi data dengan Wi-Fi masih belum memuaskan pengguna
internet.
3. Penggunaan gelombang radio dalam Wi-Fi yang mudah terganggu.
4. Teknologi Wi-Fi masih memiliki banyak kekurangan.
C. Pembatasan Masalah
Dalam penulisan makalah ini permasalahan dibatasi pada:
1. Light Fidelity (Li-Fi).
2. Karakteristik Light Emitting Diode (LED).
3. Penggunaan dari Light Emitting Diode (LED) dalam Light fidelity (Li-Fi).
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah dan
pembatasan masalah dapat dibuat perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan Light Fidelity (Li-Fi)?
2. Bagaimana karakteristik dari Light Emitting Diode (LED)?
3. Bagaimanakah penggunaan Light Emitting Diode (LED) dalam Light Fidelity
(Li-Fi)?

5
E. Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan penulisan makalah seminar ini adalah:
1. Menjelaskan tentang Light Fidelity (Li-Fi).
2. Menjelaskan karakteristik dari Light Emitting Diode (LED).
3. Menjelaskan penggunaan Light Emitting Diode (LED) dalam Light Fidelity
(Li-Fi).
F. Manfaat Penulisan Makalah
Makalah seminar fisika ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:
1. Menambah pengetahuan bagi penulis maupun pembaca mengenai penggunaan
Light Emitting Diode (LED) sebagai transmiter data dalam Light Fidelity (LiFi).
2. Menjadi bahan referensi untuk mata kuliah Elektronika Dasar dan Optik bagi
mahasiswa Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS.