Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Batuk merupakan simptom umum bagi penyakit respiratori dan nonrespiratori. Batuk akut merupakan salah satu simptom yang utama yang
dikeluhkan penderita di praktik dokter. Mayoritas dari kasus batuk akut ini
disebabkan oleh infeksi virus saluran pernafasan atas yang merupakan satu
self-limiting disease). Batuk kronis merupakan kondisi umum yang
menyebabkan morbiditas fisik dan psikologi yang tinggi.
Obat batuk terdapat banyak jenisnya yaitu antitusif sebagai obat
menekan refleks batuk, ekspektoran untuk merangsang dahak dikeluarkan
dari saluran pernafasan, dan mukolitik untuk mengencerkan dahak. Antitusif
akan diberikan kepada penderita batuk yang tidak berdahak, sedangkan
ekspektoran dan mukolitik akan diberikan kepada penderita batuk yang
berdahak.
Obat batuk banyak diiklankan dan bisa diperoleh tanpa resep dokter.
Diketahui bahwa obat batuk tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis
batuk. Oleh sebab itu, perlu dicapai pengetahuan yang benar mengenai
penggunaan jenis-jenis obat batuk terhadap jenis batuk yang diderita.
Masyarakat seharusnya mendapat edukasi tentang jenis obat batuk yang
diambil, supaya penanganan sendiri simptom batuk yang diderita dapat
diobati dengan baik.
Batuk itu sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, tetapi merupakan
gejala atau tanda dari adanya gangguan pada saluran pernapasan. Disisi Lain,
batuk juga merupakan salah satu jalan menyebarkan infeksi.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan beberapa rumusan
masalah. Adapun beberapa rumusan masalah tersebut seperti berikut ini.
1. Apakah yang dimaksud dengan batuk?

1

Bagaimanakah etiologi dari batuk? 3. Mengetahui klasifikasi dari batuk 4. Mengetahui patofisiologi dari batuk 5. Mengetahui penatalaksanaan dari batuk 2 .3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah seperti berikut ini. Bagaimanakah penatalaksanaan dari batuk? 1.2. Mengetahui etiologi dari batuk 3. Bagaimanakah patofisiologi dari batuk? 5. Mengetahui pengertian batuk 2. 1. pasajakah klasifikasi dari batuk? 4.

2 Etiologi Batuk Batuk secara garis besarnya dapat disebabkan oleh rangsangan seperti inflamasi atau edema mukosa dengan sekret trakeobronkial yang banyak. sakit kepala. mekanisme batuk timbul oleh karena paru-paru mendapatkan agen pembawa penyakit masuk ke dalamnya sehingga menimbulkan batuk untuk mengeluarkan agen tersebut. Batuk dapat juga menimbulkan berbagai macam komplikasi seperti pneumotoraks. Sebagai reflek pertahanan diri batuk dipengaruhi oleh jalur saraf eferen dan aferen. relaksasi diafragma dan kontraksi otot melawan glottis yang menutup. 2006). retensi sekret bronkopulmoner. dan inkontinensia urin. inhalasi gas. Batuk juga merupakan mekanisme pertahanan paru yang alamiah untuk menjaga agar jalan nafas tetap bersih dan terbuka dengan jalan mencegah masuknya benda asing ke saluran nafas dan mengeluarkan benda asing atau sekret yang abnormal dari dalam saluran nafas. perdarahan subkonjungtiva. 2. herniasi diskus. pneumomediastinum. Rangsang mekanik seperti benda asing pada saluran nafas seperti benda asing dalam saluran nafas.BAB II PEMBAHASAN 2. post nasal drip.1 Definisi Batuk Batuk bukanlah merupakan penyakit. udara panas atau dingin. Rangsang suhu seperti asap rokok (merupakan oksidan). 3 . kimia dan suhu. pingsan. Batuk diawali dengan inspirasi dalam diikuti dengan penutupan glottis. Hasilnya akan terjadi tekanan positif pada intratoraks yang menyebabkan penyempitan trakea (Canning. hernia inguinalis. Batuk dapat dipicu secara refluk atau sengaja. Batuk merupakan refleks fisiologis kompleks yang melindungi paru dari trauma mekanik.

rhinitis alergi atau rhinitis karena iritan (Irwin dan Madison. benda asing dalam saluran nafas. pengalaman klinik menunjukkan bahwa penyebab utama batuk akut adalah infeksi saluran napas atas. Untuk mendiagnosis terjadinya batuk jenis ini. 4 . Psikogenik 2. penyakit kolagen. batuk sub akut (batuk yang terjadi selama 3-8 minggu) dan batuk kronis (yang berlangsung lebih dari 8 minggu). SO2. tumor paru) g. asap. Infeksi (laringitis akut. perikarditis) f.3 Klasifikasi Batuk Mengklasifikasikan batuk berdasarkan durasinya dapat membantu mengarahkan diagnosis.1 Batuk Akut Batuk akut adalah batuk yang terjadi dan berakhir kurang dari 3 minggu. emfisema. penyakit granulomatosa) e. Iritan (rokok. Meskipun belum ada studi tentang spectrum dan frekuensi penyebab batuk akut. Penyakit paru restriktif (pneumokoniosis. bronkiektasis) d. Mekanik (retensi sekret bronkopulmoner. pneumonia. sedangkan lamanya batuk dapat membantu menentukan spectrum penyebabnya.Beberapa penyebab batuk antara lain sebagai berikut: a. pertusis. batuk digolongkan menjadi 3 kategori. Penyakit paru obstruktif (bronkitis kronis. post nasal drip) c. firbrosis kistik. 2. gas di tempat kerja) b. Tumor (tumor laring. Menurut Irwin dan Madison (2000). eksaserbasi akut PPOK.3. 2. sinusitis bakteri akut. asma. pleuritis.2 Batuk Sub Akut Batuk yang terjadi selama 3-8 minggu dikelompokkan pada batuk sub akut. yaitu batuk akut (batuk yang terjadi kurang dari 3 minggu). seperti selesma. 2000).3. brokitis akut.

direkomendasikan adanya pendekatan klinik berdasarkan terapi empiric dan uji lab terbatas.3 Batuk Kronis Meskipun batuk yang terjadi lebih dari 8 minggu dapat disebabkan oleh banyak penyakit yang berbeda. Karena itu perlu ada evaluasi secara sistematik untuk mempelajari penyebab utama dengan cara percobaan terapi empiric. Jika batuk pasien disertai suara-suara pernapasan seperti mengi. dengan dibantu data-data laboratorium seperti rontgen dada atau uji metakolin atau uji lain yang sesuai. penyebab paling utama adalah batuk pasca infeksi. tidak dimaksudkan untuk membersihkan saluran nafas. sinusitis bakteri atau asma. Untuk batuk yang dimulai bersamaan dengan adanya infeksi pernapasan dan berakhir 3-8 minggu. Diagnosis yang pasti untuk batuk kronis didasarkan pada observasi terhadap terapi spesifik yang bisa mengurangi batuk. tetapi pada banyak kasus biasanya mengarah pada satu atau hanya sedikit diagnosis. 2. maka perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk dugaan asma. yaitu: a. percobaan menghindari iritan dan obat yang diduga menyebabkan batuk. dan umumnya dapat sembuh tanpa pengobatan. Batuk Kering Yaitu batuk yang seringkali sangat menganggu. pada kondisi tertentu berbahaya (pasca operasi) perlu ditekan. Batuk pasca infeksi didefinisikan sebagai batuk yang dimulai bersamaan dengan ispa yang tidak berkomplikasi dengan pneumonia (dengan rontgen dada normal). 5 . Jika batuk tidak terkait dengan infeksi saluran pernapasan. pasien harus di evaluasi dengan cara yang sama seperti pada batuk kronis.3. Klasifikasi batuk berdasarkan tanda klinis ada 2.

sehingga bisa diterapi sesuai dengan penyebabnya (kastelik. Komplikasi batuk terjadi karena symptoms of insomnia. 2.4 Patofisiologi Batuk Patofisiologi batuk melibatkan suatu kompleks rangkaian refleks yang bermula dari stimulasi terhadap reseptor iritan. et al. sedangkan pusat batuk diduga berada di medulla. Sebagian besar reseptor diduga berlokasi di system pernafasan. sehingga meningkatkan proses pembersihan mukus pada saluran nafas.1 Algoritma Algoritma tata laksanaan diagnosis dan terapi batuk kronis.b. Batuk Berdahak Yaitu mekanisme pengeluaran secret atau benda asing di saluran nafas dan sebaiknya tidak ditekan.5 Penatalaksanaan Batuk 2. exhaustion. 2005). musculoskeletal pain. hoarseness. 2.5. 6 . and urinary dan incontinence. Pada batuk kronis sangat penting untuk menentukan penyebabnya. Batuk yang efektif tergantung pada kemampuan untuk mencapai aliran udara yang tinggi dan tekanan intrathoraks. sweating.

7 . Obat-obat ini merupakan derivate opioid.2. sehingga juga memiliki efek samping seperti senyawa opiate. dan lain sebagainya. Contohnya adalah dekstrometorpan.5. meliputi konstipasi.2 Terapi Non Farmakologi Untuk batuk akut dan sub akut umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. dapat diatasi dengan penghentian atau penggantian obat tersebut. makan makanan berminyak. Antitusif Antitusif bekerja untuk menekan reflek batuk. seperti merokok. dll. karena dahak yang tertahan pada cabang trakeobronkial dapat menggangu ventilasi dan bisa meningkatkan infeksi. sedative. misalnya penyakit bronchitis kronis dan bronkiektasis. maka dilakukan penghindaran penyebabnya. Minum air banyak-banyak cukup mambantu agar membantu kerongkongan tidak kering yang kadang dapat memicu batuk. noskapin. 2. Misalnya batuk yang disebabkan oleh penggunaan obat golongan ACE inhibitor. Untuk batuk kronis jika penyebabnya diketahui dan dapat dihindarkan.3 Terapi Farmakologi a. terapi non farmakologi dilakukan dengan carta menghindari pemicu/perangsang batuk yang dapat dikenali. Antitusif sebaiknya tidak digunakan pada batuk berdahak. etilmorfin dan kodein.5.

Obat bebas yang paling sering digunakan adalah gliseril guaikolat atau guafenesin. karbosistein. bromheksin dan mesistein. bronkiektasis dan sistik fibrosis. c. ambroksol. mukolitik sehingga bekerja memudahkan menurunkan viskositas ekspektorasi. Terapi Pada Batuk Kronis Pada batuk kronis. seperti pada penyakit PPOK. Beberapa contoh mukolitik adalah N-asetilsistein. asma. Mukolitik Golongan mucus/dahak. d. 8 . Biasanya digunakan pada kondisi dimana dahak cukup kental dan banyak. Ekspektoran Ekspektoran ditujukan untuk merangsang batuk sehingga memudahkan pengeluaran dahak/ekspektorasi. Namun dalam beberapa studi efektifitas ekspektoran ini masih dipertanyakan (IONI. 2000).b. disamping obat-obat diatas maka penatalaksanaannya disesuaikan dengan penyebabnya.

terapi non farmakologi dilakukan dengan carta menghindari 9 . Untuk batuk akut dan sub akut umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. pneumomediastinum. herniasi diskus. Batuk secara garis besarnya dapat disebabkan oleh rangsangan seperti inflamasi atau edema mukosa dengan sekret trakeobronkial yang banyak. mekanisme batuk timbul oleh karena paru-paru mendapatkan agen pembawa penyakit masuk ke dalamnya sehingga menimbulkan batuk untuk mengeluarkan agen tersebut. Mengklasifikasikan batuk berdasarkan durasinya dapat membantu mengarahkan diagnosis. sedangkan lamanya batuk dapat membantu menentukan spectrum penyebabnya.BAB III PENUTUP 3. Batuk yang efektif tergantung pada kemampuan untuk mencapai aliran udara yang tinggi dan tekanan intrathoraks. post nasal drip. sehingga meningkatkan proses pembersihan mukus pada saluran nafas. batuk digolongkan menjadi 3 kategori. sakit kepala. Batuk dapat juga menimbulkan berbagai macam komplikasi seperti pneumotoraks. dan inkontinensia urin. Sebagian besar reseptor diduga berlokasi di system pernafasan. udara panas atau dingin. hernia inguinalis. Menurut Irwin dan Madison (2000). Rangsang suhu seperti asap rokok (merupakan oksidan). Rangsang mekanik seperti benda asing pada saluran nafas seperti benda asing dalam saluran nafas.1 Kesimpulan Batuk bukanlah merupakan penyakit. yaitu batuk akut (batuk yang terjadi kurang dari 3 minggu). batuk sub akut (batuk yang terjadi selama 3-8 minggu) dan batuk kronis (yang berlangsung lebih dari 8 minggu). retensi sekret bronkopulmoner. pingsan. Patofisiologi batuk melibatkan suatu kompleks rangkaian refleks yang bermula dari stimulasi terhadap reseptor iritan. perdarahan subkonjungtiva. inhalasi gas. sedangkan pusat batuk diduga berada di medulla.

Untuk batuk kronis jika penyebabnya diketahui dan dapat dihindarkan. seperti merokok.pemicu/perangsang batuk yang dapat dikenali. dapat diatasi dengan penghentian atau penggantian obat tersebut. Minum air banyak-banyak cukup mambantu agar membantu kerongkongan tidak kering yang kadang dapat memicu batuk. makan makanan berminyak. dan lain sebagainya. Misalnya batuk yang disebabkan oleh penggunaan obat golongan ACE inhibitor. maka dilakukan penghindaran penyebabnya. 1 0 .

Ikawati. New Engl J Med. 33S-47S. Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernafasan. R.S dan Madison. Informatorium Obat Nasional Indonesia. IONI. J. 2000. 2000. Pustaka Adipura: Yogyakarta 1 1 . Anatomy And Neurophysiology Of The Cough Reflex: ACCP Evidence-Based Clinical Practice Guidelines.J. Zullies. The Diagnosis and Treatment of Cough.M. 343: 1715-1721. 2009. B. Chest:129(suppl). Dirjrn POM Depkes RI : Jakarta Irwin. 2006.DAFTAR PUSTAKA Canning.