Anda di halaman 1dari 79

Makalah

Monitoring Kualitas
Udara
115090801111002
Fisika / Instrumentasi

MONITORING KUALITAS UDARA
PENDAHULUAN
Udara merupakan suatu komponen yang paling utama untuk mempertahankan
kehidupan. Karena metabolisme dalam tubuh suatu makhluk hidup tidak mungkin bisa terjadi
tanpa oksigen dalam udara. Kelompok mikroorganisme yang paling banyak ditemukan
sebagai jasad hidup yang tidak diharapkan kehadirannya melalui udara, umumnya disebut
jasad kontaminan. Adapun kelompok jamur yang termasuk dalam jasad kontaminan antara
lain adalah: Aspergillus, Mucor, Rhizopus, Penicillium, dan Trichoderma. (Suryawiria, 1985).
Masalah

pencemaran

udara

dikota-kota

besar,

sangat

dipengaruhi

dan

berbeda oleh berbagai faktor yaitu: tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta tingkat
atau angka perkembangan sosio ekonomi dan industrialisasi. Masalah-masalah ini akan
meningkat keadaannya, jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat yang
mengakibatkan jumlah penduduk yang terpapar polusi udara juga meningkat.
Polusi udara perkotaan diperkirakan memberi kontribusi bagi 800.000 kematian tiap
tahun (WHO/UNEP). Saat ini banyak negara berkembang menghadapi masalah polusi udara
yang jauh lebih serius dibandingkan negara maju. Oleh sebab itu polusi udara juga
merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cukup penting.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 70 persen penduduk kota di
dunia pernah sesekali menghirup udara tercemar, sedangkan 10 persen lain menghirup udara
yang bersifat “marjinal”. Bahkan di Amerika Serikat yang tingkat pencemaran udaranya
cenderung jauh lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota di negara berkembang, hasil
studi para peneliti di Universitas Harvard menunjukkan bahwa kematian akibat pencemaran
udara berjumlah antara 50.000 dan 100.000 per tahun.
Dari studi tersebut diketahui bahwa penderita penyakit akibat pencemaran udara
paling banyak dialami oleh anak-anak. Studi juga membuktikan bahwa bahwa anak-anak
yang tinggal di kota dengan tingkat pencemaran udara lebih tinggi cenderung mempunyai
berat badan yang rendah dan mempunyai paru-paru lebih kecil. Rendahnya berat badan anak
anak dan kecilnya organ-organ pertumbuhan mereka memberi risiko yang lebih tinggi pula
bagi mereka.

Mengingat besarnya dampak pencemaran udara ini terhadap kehidupan manusia,
maka masalah penanggulangan terjadinya pencemaran udara harus menjadi perhatian yang
serius, kususnya untuk kota-kota besar.
Menyadari besarnya dampak pencemaran secara umum, pada tahun 1982 Pemerintah
RI Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok

telah menetapkan Undang-undang

Nomor 4 Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang kemudian pada tahun 1997 telah direvisi
menjadi Undang- undang no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-undang tersebut telah menandai

awal pengembangan perangkat hukum

sebagai dasar bagi upaya pengelolaan lingkungan hidup Indonesia sebagai bagian integral
dari upaya pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. Sejak
diundangkannya Undang-undang Nomor 4

Tahun 1982, kesadaran lingkungan hidup

masyarakat telah meningkat dengan pesat, yang ditandai antara lain oleh makin banyaknya
ragam organisasi masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan hidup selain lembaga
swadaya masyarakat.
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemara Udara
yang merupakan pelaksanaan undang-undang

Nomor 23 Tahun 1997 tersebut,

mendifinisikan pencemaran udara sebagai masuknya atau lain ke dalam udara ambien oleh
kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.
Diantara bahan pencemar yang sangat berpengaruh terhada penurunan kualitas udara
adalah sulfur dioksida, disamping bahan-bahan lain yaitu, debu, NH3, Pb, CO, hidrokarbon,
NOX, dan H2S, yang secara bersamaan maupun sendiri-sendiri memiliki potensi bahaya bagi
lingkungan, yang meliputi tanaman maupun bagi material (benda) seperti dampak bagi
kesehatan masyarakat, hewan, bangunan, logam dll.
Emisi sulfur dioksida terutama timbul dari pembakaran bahan bakar fosil yang
mengandung sulfur terutama batubara digunakan untuk pembangkit tenaga listrik atau
pemanasan rumah tangga. Sistem pemantauan lingkungan global yang disponsori PBB
memperkirakan bahwa pada 1987 dua pertiga penduduk kota hidup di kota yang konsentrasi
sulfur dioksida di udara sekitarnya di atas atau tepat pada ambang batas yang ditetapkan
WHO. Gas yang berbau tajam tapi tak bewarna ini dapat menimbulkan serangan asma dan,

Partikel-partikel nitrat ini pula. . Setelah bereaksi di nitrat amat halus yang menembus bagian atmosfer. bereaksi dan membentuk partikel-partikel halus dan zat asam. Nitrogen oksida terjadi ketika panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara memberikan berbagai ancaman bahaya. zat ini membentuk partikel-partikel terdalam paru-paru. Akhirnya zat-zat oksida ini bereaksi dengan asap bensin yang tidak matahari dan membentuk ozon rendah atau" smog" kabut berwarna coklat kemerahan yang menyelimuti sebagian besar kota di dunia.karena gas ini menetap di udara. Zat nitrogen oksida ini sendiri menyebabkan kerusakan paru-paru. jika bergabung dengan air baik air di paru-paru atau uap air di awan akan membentuk asam.

PM100 / TSP (Total Suspended Particulate) (≤100 µm) Sifat kimia masing-masing partikulat berbeda-beda. 1972) menunjukkan bahwa kenaikan diameter sebanyak 10. Umur partikulat tersebut dipengaruhi oleh kecepatan pengendapan yang ditentukan dari ukuran dan densitas partikulat serta aliran (turbulensi) udara.000 akan menyebabkan kecepatan pengendapan sebesar 6 juta kalinya.5 µm) 2. Secara umum kenaikan diamter akan meningkatkan kecepatan pengendapan. Partikulat terdiri dari beberapa jenis berdasarkan distribusi partikelnya.METODE PENGUKURAN PARTIKULIT Karakteristik Partikulat adalah bentuk dari padatan atau cairan dengan ukuran molekul tunggal yang lebih besar dari 0. PM2. dari hasil studi (Stoker dan Seager. akan tetapi secara fisik ukuran partikulat berkisar antara 0. debu dan uap yang dapat tinggal di atmosfer dalam waktu yang lama. Partikulat dapat berupa asap. Partikulat merupakan jenis pencemar yang bisa bersifat primer ataupun sekunder tergantung dari aerosolnya.0002 – 500 mikron. Pada kisaran tersebut partikulat mempunyai umum dalam bentuk tersuspensi di udara antara beberapa detik sampai beberapa bulan.002 µm tetapi lebih kecil dari 500 µm yang tersuspensi di atmosfer dalam keadaan normal.5 (2. PM10 (10 µm) 3. . antara lain: 1.

(BPLHD Jabar. Sifat partikulat lainnnya yang penting adalah kemampuannya sebagai tempat absorbsi (sorbsi secara fisik ) atau kimisorbsi (sorbsi disertai dengan interaksi kimia). Partikulat juga dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung . Partikulat yang mempunyai diameter kurang dari 0.1 mikron berukuran sedemikian kecilnya dibandingkan dengan panjang gelombang sinar sehingga partikulat-partikulat tersebut mempengaruhi sinar seperti halnya molekul-molekul dan menyebabkan refraksi. uap air laut. 2009) Partikulat yang berukuran 2 – 40 mikron (tergantung densitasnya) tidak bertahan terus di udara dan akan segera mengendap. Sifat partikulat lainnya adalah sifat optiknya. proses vulkanis yang berasal dari letusan gunung berapi. partikulat dapat dihasilkan dari debu tanah kering yang terbawa oleh angin. 2009) Sumber Secara alamiah.Gambar 2. Jenis sorbsi tersebut sangat menentukan tingkat bahaya dari partikulat.1 Proses Photocatalysis (Sumber: BPLHD Jabar. Sifat ini merupakan fungsi dari luas permukaan. Partikulat yang berukuran lebih besar dari 1 mikron ukurannya jauh lebih besar dari panjang gelombang sinar tampak dan merupakan objek makroskopik yang menyebarkan sinar sesuai denganpenampang melintang partikulat tersebut. Sifat optik ini penting dalam menentukan pengaruh partikulat atmosfer terhadap radiasi dan visibilitas solar energy. tetapi partikulat-partikulat tersebut tetap di udara karena gerakan udara. Jika molekul terosorbsi tersebut larut di dalam partikulat. Partikulat yang tersuspensi secara permanen di udara juga mempunyai kecepatan pengendapan. maka keadaannya disebut absorbsi.

1 .1 – 1 mikron terutama merupakan produk-produk pembakaran dan aerosol fotokimia. pembakaran dari kendaraan bermotor. Jika dibandingkan dengan pembakaraan batu bara. terutama dari pembakaran bahan bakar fosil. seperti halnya penggunaan mesin diesel yang tidak terpelihara dengan baik dan pembakaran batu bara yang tidak sempurna sehingga terbentuk aerosol kompleks dari butir-butiran tar. Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia.2 Sumber-sumber partikulat: proses vulkanis gunung berapi. dan sumber-sumber non industri.senyawa karbon murni atau bercampur dengan gas-gas organik. dan produk-produk pembakaran dari industri lokal dan pada tempat-tempat tertentu juga terdapat garam laut. Partikulat yang berdiameter lebih besar dari 10 mikron dihasilkan dari proses-proses mekanis seperti erosi angin. (Sumber: Alfiah. (Yusra. pembakaran minyak dan gas pada umunya menghasilkan partikulat dalam jumlah yang lebih sedikit. uap air laut. Partikulat yang berukuran diameter 1 – 10 mikron biasanya termasuk tanah. pembakaran di industri. misalnya pembakaran sampah baik domestik ataupun komersial. debu. 2010) Gambar 2. debu yang terbawa angin. industri berupa proses (penggilingan dan penyemprotan) dan bahan bakar industri. dan pelindasan benda-benda oleh kendaraan atau pejalan kaki. Partikulat yang mempunyai diameter kurang dari 0. penghancuran dan penyemprotan. kebakaran. 2009) Terdapat hubungan antara ukuran partikulat polutan dengan sumbernya. seperti transportasi kendaraan bermotor. Partikulat yang berukuran antara 0.

mikron belum diidentifikasi secara kimia. karena ukuran partikulat yangmenentukan seberapa jauh penetrasi partikulat ke dalam sistem pernafasan. 2009) Dampak Dampak terhadap Kesehatan Keberadaan partikulat di udara secara potensial menyebabkan kerugian. sehingga molekul-molekul gas tersebut dapat mencapai dan tertinggal di bagian paru-paru yang sensitif. (BPLHD Jabar. seperti pembakaran bahan bakar fosil. Besarnya efek yang ditimbulkan oleh partikulat bergantung pada besar kecilnya ukuran partikulat. oleh karena itu pengaruh yang merugikan langsung terutama terjadi pada sistem pernafasan. » Partikulat mungkin bersifat toksik karena sifat fisik atau kimianya » Partikulat mungkin bersifat inert (tidak bereaksi) tetapi jika tertinggal di dalam saluran pernafasan dapat mengganggu pembersihan bahan-bahan lain yang berbahaya » Partikulat mungkin membawa substansi toksik / gas-gas berbahaya melalui absorpsi. seperti pada kesehatan paru-paru dan dapat mereduksi jarak penglihatan (visibilitas). dan komposisi fisik-kimia di udara. Polutan partikulat masuk ke dalam tubuh manusia terutama melalui sistem pernapasan. . Faktor yang paling berpengaruh terhadap sistem pernafasan terutama adalah ukuran partikulat. konsentrasi. tetapi diduga berasal dari sumber-sumber pembakaran. Partikulat dapat memberikan efek berbahaya terhadap kesehatan manusia melalui mekanisme sebagai berikut.

Pada beberapa bagian sistem pernafasan terdapat bulu-bulu halus (silia) yang bergerak ke depan dan ke belakang bersama-sama mukosa sehingga membentuk aliran yang membawa partikulat yang ditangkapnya keluar dari sistem pernafasan ke tenggorokan. Partikulat yang berukuran diameter kurang dari 0. Bulu-bulu hidung akan mencegah masuknya partikulat-partikulat berukuran besar.5. dan hanya sebagian kecil yang sampai pada alveoli.0 mikron dapar terkumpul di dalam paru-paru sampai pada bronchioli. Diameter partikel ≤ 0. 40% partikel dengan diameter 1-2 µm tertahan dalam bronkheoli dan alveoli 2. Meskipun partikulat tersebut sebagian dapat masuk ke dalam paru-paru tetapi tidak pernah lebih jauh dari kantung-kantung udara atau bronchi. baik berbentuk padat maupun cair.25-1 µm retensi dalam saluran pernafasan turun karena dapat dibuang atau dihembuskan saat bernafas 3. 2009) Mekanisme pertahanan saluran terhadap partikulat secara garis besar adalah sebagai berikut.5 . 1. dimana partikulat tersebut tertelan. Sebagian besar partikulat yang terkumpul di dalam bronchioli akan dikeluarkan oleh silia dalam 2 jam.3 Proses masuknya partikulat ke dalam saluran pernafasan (Sumber: Alfiah.5 mikron dapat mencapai dan tinggal di dalam alveoli.Gambar 2.0 mikron akan berhenti dan terkumpul terutama di dalam hidung dan tenggorokan. sedangkan partrikelpartikulat yang lebih kecil akan dicegah masuk oleh membran mukosa yang terdapat di sepanjang sistem pernafasan dan merupakan permukaan tempat partikulat menempel. bahkan segera dapat dikeluarkan oleh gerakan silia.25 µm retensinya menurun karena adanya gerak brown . Partikulat yang berukuran diameter 0. Pembersihan partikulat-partikulat yang sangat kecil tersebut dari alveoli sangat lambat dan tidak sempurna dibandingkan dengan di dalam saluran yang lebih besar. Partikel dengan diameter 0. ke dalam paru-paru. (Sumber : BPLHD Jabar. Beberapa partikulat yang tetap tertinggal di dalam alveoli dapat terabsorpsi ke dalam darah. 2009) Sistem pernafasan mempunyai beberapa sistem pertahanan yang mencegah masuknya partikulat-partikulat. Partikulat yang mempunyai diameter lebih besar dari pada 5.

(Sumber : Alfiah. misalnya pada waktu mengendarai kendaraan atau kapal terbang. Sinar yang melalui objek ke pengamat akan diabsorbsi dan disebarkan oleh partikulat sebelum mencapai pengamat. Tabel Mekanisme pertahanan organ pernafasan terhadap partikulat. Pada musim gugur dan salju. Penurunan visibilitas ini dapat membahayakan. Jumlah polutan partikulat bervariasi dengan manusia atau iklim. sistem pemanas didalam rumah-rumah dan gedung meningkat sehingga dibutuhkan tenaga yang lebih tinggi yang mengakibatkan terbentuknya lebih banyak partikulat. Pengaruh ini disebabkan oleh penyebaran dan absorbsi sinar oleh partikulat. Iklim dapat dipengaruhi oleh polusi partikulat dalam dua cara. 2009) Tabel 1.Gambar 4. hujan dan salju dengan cara berfungsi sebagai inti . Mekanisme pertahanan organ pernafasan berdasarkan distribusi ukuran partikulat. Salah satu pengaruh utama adalah penurunan visibilitas. Partikulat di dalam atmosfer dapat mempengaruhi pembentukan awan. Partikulat yang terdapat di atmosfer berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi sinar matahari yang dapat mencapai permukaan bumi. Dampak terhadap Ekosistem dan Lingkungan Keberadaan partikulat di udara dapat mereduksi radiasi matahari dan meningkatkan kemungkinan presipitasi. sehingga intensitas yang diterima dari objek dan dari latar belakangnya akan berkurang. Akibatnya perbedaan antara kedua intensitas intensitas sinar tersebut hilang sehingga keduanya (objek dan latar belakang) menjadi kurang kontras atau kabur.

Kesehatan hewan mungkin menurun ketika hewan memakan tanaman yang ditutupi oleh partikulat beracun tersebut. meskipun pada beberapa abad terakhir ini terjadi kenaikan kandungan CO2 di atmosfer yang seharusnya mengakibatkan kenaikan suhu atmosfer. Necrosis .dimana debu tersebut jika bergabung dengan uap air atau air hujan gerimis akan membentuk kerak yang tebal pada permukaan daun. yaitu keracunan arsen karena mengonsumsi vegetasi yang terkontaminasi partikulat yang mengandung arsen. Dampak terhadap Tumbuhan Pengaruh partikulat terhadap tanaman terutama adalah dalam bentuk debunya. Selain itu penurunan jumlah radiasi solar yang mencapai permukaan bumi karena adanya partikulat dapat mengganggu keseimbangan panas pada atmosfer bumi. (Sumber : BPLHD Jabar. 2009) Dampak terhadap Hewan Partikulat yang mengandung fluorida dapat menyebabkan beberapa kerusakan tanaman. Tanda-tanda kerusakan daun akibat partikulat. tepatnya hewan yang memakan tanaman tersebut. Fluorosis pada hewan telah dikaitkan dengan mengonsumsi vegetasi yang ditutupi dengan partikulat yang mengandung fluorida. Suhu atmosfer bumi ternyata menurun sedikit sejak tahun 1940. Selain itu partikulat yang mengandung magnesium oksida dan jatuh pada tanah pertanian juga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang buruk. Senyawa beracun tersebut dapat diserap ke dalam jaringan tanaman atau mungkin tetap sebagai kontaminan di permukaan tanaman.dimana air dapat mengalami kondensasi. 1981) Penjelasan di atas juga didukung oleh BPLHD Jabar (2009) yang menyebutkan bahwa bahaya yang ditimbulkan bagi hewan berasal dari pengumpulan partikulat pada tanaman yang kemungkinan mengandung komponen kimia yang berbahaya. Sapi dan domba juga mengalami keracunan. 2009). Akibatnya petumbuhan tanaman menjadi terganggu (Sumber : BPLHD Jabar. dan tidak dapat tercuci dengan air hujan kecuali dengan menggosoknya. Peningkatan refleksi radiasi solar oleh partikulat mungkin berperan dalam penurunan suhu atmosfer tersebut. (Wark and Warner. Lapisan kerak tersebut akan mengganggu proses fotosintesis pada tanaman karena menghambat masuknya sinar matahari dan mencegah pertukaran CO2 dengan atmosfer. Selain itu penurunan jumlah radiasi solar yang mencapai permukaan bumi karena adanya partikulat dapat mengalami kondensasi. yaitu: 1.

Teknik pengumpulan secara impaksi . Jenis dan tingkat kerusakan yang dihasilkan oleh partikulat dipengaruhi oleh komposisi kimia dansifat fisik partikulat tersebut. Se-tiap teknik pengumpulan mempunyai kemampuan mengumpulkan range ukuran partikulat yang tertentu. Untuk pengumpulan partikulat /debu dari udara berbeda dengan pengum-pulan gas. Ukuran partikulat di dalam matrik gas /udara bervariasi dari ukuran lebih besar dari ukuran molekul (0. Kerusakan kimia terjadi jika partikulat yang menempel bersifat korosif atau partikulat tersebut membawa komponen lain yang bersifat korosif. Kerusakan pasif terjadi jika partikulat menempel atau mengendap pada bahan-bahan yang terbuat dari tanah sehingga harus sering dibersihkan. (Sumber : Wark and Warner. 2009) Dampak terhadap Material Partikulat-partikulat yang terdapat di udara dapat mengakibatkan berbagai kerusakan padaberbagai bahan.Necrosis adalah hilangnya warna pada daun. Partikulat dapat merangsang korosi. 2. Chlorosis Chlorosis adalah hilangnya klorofil. Chlorosis merupakan gejala umum pada tumbuhan yang umumnya disebabkan kekurangan beberapa nutrien. Proses pembersihan sering mengakibatkan cacat pada permukaan benda-benda dari tanah tersebut. Bercak pada permukaan atas daun (Sumber : Alfiah. Chlorosis ini ditandai dengan adanya warna hijau pucat atau kuning pada struktur daun. Logam biasanya tahan terhadap korosi di dalam udara kering atau di udara bersih yang hanya mengandung sedikit air. 1981) Metode Pengujian Partikulat Di Udara Metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama sepert titrasi atau gravimetri yang digunakan untuk mengukur kadar debu di lingkungan tempat kerja. Necrosis menandakan adanya jaringan yang mati pada struktur daun.0002 mikron) sampai mencapai ukuran 500 μm. 3. dan tekstil. cat. Teknik pengumpulan yang umum digunakan adalah : a. Fungsi partikulat dalam merangsang kecepatan korosi adalah karena partikulat dapat berungsi sebagai inti dimana uap air dapat mengalami kondensasi. sehingga gas yang diserap oleh partikulat akan terlarut di dalam droplet air yang terbentuk. Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan partikulat adalah ukuran diameter dari partikulat tersebut. Polutan partikulat juga dapat merusak bahan bangunan yang terbuat dari tanah. terutama dengan adanya komponen yang mengandung partikel hidroskopik atau sulfur.

Filter fiber glass merupakan filter yang paling banyak digunakan untuk pengukuran SPM (suspended particu-late mater) atau TSP (Total Suspended Particulate.Gas atau udara yang mengandung partikulat di hisap/ditarik melalui nozzle dengan laju aliran udara tertentu. yaitu mempunyai efisensi pengumpulan partikulat dengan diameter 0. Mekanisme pengumpulan debu dengan impaksi diperlihatkan pada Gambar 2.4 Gambar.8. Mekanisme pengumpulan debu dengan impaksi b. . Teknik Filtrasi Pengumpulan partikulat/debu dengan teknik filtrasi merupakan teknik yang paling populer. yaitu partikulat dengan diameter ≤ 100 m.5. Setiap jenis filter mempunyai karateristik tertentu yang cocok untuk penggunaan tertentu. Dengan demikian terjadi pemisahan debu berdasarkan ukuran partikel . SPM). dengan prinsip dasar udara dihisap dengan flowrate 40-60 cfm.2. 4.3 μm. polyurthen foam. terbuat dari mikro fiber gelas dengan porositas < 0. 4. Jenis filter yang digunakan adalah filter fiber glass. yang selanjutnya akan terperangkap dalam plate yang berikutnya. kemudian ditumbukan ke permukaan plate . maka partikel dengan diameter tertentu tidak bisa mengikuti aliran gas yang dibelokkan ( karena gaya inertia).3 μm. Tetapi kelemahannya.5.1. cellu lose. maka sus-pended particulate matter (debu) dengan ukuran < 100 m akan terhisap dan terta-han pada permukaan filter microfiber dengan porositas< 0. Filter ini tahan korosif dan dapat digunakan pad temperatur 540oC. HVS (High Volume Sampler) Metode High Volume Sampling Metode ini digunakan untuk pengukuran to-tal suspended partikulat matter (TSP. Metode Analisa Banyak metode analisa yang dapat digunakan untuk pengukuran partikulat di atmosfer dengan kisaran diameter partikulat tertentu 4. sehingga partikel debu tersebut tertahan pada permukaan plate . filter ini mu-dah sobek.1.3 μm sebesar 95%. Sedangkan untuk partikel debu yang lebih kecil akan mempunyai kemampuan mengikuti aliran gas masuk kedalam plate berikutnya.

mencatat angka flow ratenya (laju alir udaranya). dengan neraca analitik pada suhu 105 oC dengan menggunakan vinset (Hati-hati jangan sampai banyak tersentuh tangan) 3. sedangkan volume udara dihitung berdasarkan waktu sampling dan flowrate. panaskan pada oven listrik pada suhu Timbang kertas saringnya. High Volume Sampler Pengukuran berdasarkan metoda ini untuk penentuan sebagai TSP (Total Suspended Partikulate).9. 4.9.1. Kemudian dipasangkan kembali atapnya. Cara operasional alat ini adalah sebagai berikut : 1. Ambil kertasnya.5 mikron . Simpan alat HVS tersebut pada tempat yang sudah ditentukan sebe-lumnya. 7. Pengertian PM10 dan PM 2. Operasikan alat dengan cara. Alat ini dapat digunakan selama 24 jam setiap pengambilan contoh udara ambien. Pada Gambar. 4. menghiduo (pada posisi ”On” ) pompa hisap dan 6. 9. Pasangkan pada alat TSP. terhadap pm 10 atau pun dilanjutkan pada pengukuran parameter logam.5. 8. Gambar. Panaskan kertas saring pada suhu 105 oC. Matikan alat sampai batas waktu yang telah ditetapkan. 2. selama 30 menit. Timbang kertas saring.5. 5. 4.Partikulat yang tertahan di permukaan filter ditimbang secara gravimetrik. dengan membuka atap alat TSP.5 adalah partikulat atau debu dengan diameter ≤ 10 mikron dan ≤ 2. Untuk pengukuran partikulat dengan diameter tersebut di atas diperlukan teknik . Pengukuran PM 10 dan PM 2. 4.2. diperlihatkan alat high volume sampler. Hitung kadar TSP nya sebagai mg/NM3 Metoda penggunaan alat ini bisa juga dilakukam.

sedang MVS ukuran bulat diameter 12 cm.45 μm. semakin ke bawah.1.4 LVS (Low Volume Sampler) Cara ini menggunakan filter berbentuk lingkaran (Bulat) dengan porositas 0. HVS ukuran A 4 persegi panjang. debu-debu yang terkumpul pada masing-masing stage ditimbang.5. kecepatan pompa yang dipakai untuk pengangkapan Suspensi Partikulate Mat-ter ini adalah 10 – 30 lpm.10). Prinsip pengukuran Kertas saring yang telah ditimbang.3 .0.1. 4.5. maka semakin kecil diameter yang dapat terkumpulkan permukaan stage .0. dengan metode tersebut dimung-kinkan untuk memisahkan debu berdasarkan diameternya .3 . Setiap Cascade Impactor terdiri dari beberapa stage. 4. Selanjutnya udara dilewatkan ke dalam Cascade Impactor flow rate tertentu dan dibiarkan selama 24 jam atau lebih tergantung kepada konsentrasi debu di udara ambient . 4. Diameter yang lebih besar akan tertahan pada stage paling atas.10. Alat LVS dapat dilihat pada. kecepatan pompa yang dipakai untuk pengangkapan suspensi Particulate Mat-ter ini adalah 50 – 500 lpm. hanya yang mem-bedakan dari ukuran filter membrannya. MVS (Middle Volume Sampler). Setelah sampling selesai. disimpan di mas-ing-masing stage (plate) yang terdapat pada alat Cascade Impactor . Graseby Anderson Cascade Impactor 4. 5.pengumpulan impaksi. Gambar. ada yang 3.45 μm. 5 sampai 9 stage (plate) tergantung kepad keperluaannya. Salah jenis Cascade Impactor yang terdiri dari 9 stage adalah Cascade Impactor buatan Graseby Andeson (Gambar.11 . Operasional alat ini sama dengan High Volume Sampler. Cara ini menggunakan filter berbentuk lingkaran (Bulat) dengan porositas 0.3. Gambar. menggunakan neraca analitik .

Gambar. Middle Volume Sampler . 4.11.

Teknik Adsorpsi Teknik adsorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar terabsorpsi/bereaksi dengan larutan pereaksi spesifik (larutan absorben). Untuk menangkap kadar gas-gas berbahaya secara konvensional. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan di analisis. pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler). Efisiensi pengumpulan nya sangat dipengaruhi oleh : » Karakteristik dari gas pencemar. » Mengukur kontaminan yang tertangkap atau bereaksi dengan larutan pe-nangkap baik dengan metoda konvensional maupun instrumental.2) yang langkah –langkah kerjanya yaitu: » Menarik udara dengan pompa hisap ke dalam tabung impinger yang berisi larutan penangkap. » Menghitung kadar kontaminan dalam udara berdasarkan jumlah udara yang dipompa dan hasil pengukuran.METODE PENGUKURAN GAS METODE ANALISA Teknik Adsorpsi dan Desorbsi Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas pencemar di udara adalah dengan teknik adsorpsi. desorbsi. yaitu kemampuan/kecepatan absorpsi zat pencemar pada larutan spesifik » Waktu kontak antara gas pencemar dengan pereaksi spesifik » Luas permukaan bidang kontak/ukuran gelembung. Gambar. menggunakan sampling udara dengan impinger (Gambar 4. Peralatan impinger .

flowmeter dan pompa vacuum. Gambar. Ke-cepatan hisap stabil dan dapat diatur dengan potensiometer » Tabung impinger : tempat reaksi antara kontaminan udara dengan larutan penangkap. yaitu alat pengukur kecepatan aliran udara dengan metoda bub-ble flow. Susunan Peralatan Pengumpulan Gas/Debu Untuk pengumpulan contoh gas pencemar atau debu diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pa-da umumnya terdiri dari collector. perlu diperhatikan efisiensi pengumpulan gas pencemar. » Flow meter. » Moisture adsorber : tabung berisi bahan penyerap uap air (desikan) untuk melindungi pompa dari korosi.Peralatan impinger secara keseluruhan terdiri dari : » Pompa vakum : dibuat dengan sistem vibrasi ganda yang tahan korosi. Tabung dan peralatan impinger Peralatan yang lazim digunakan dalam sampling kualitas udara adalah peralatan impinger untuk sampling gas-gas diudara. Alat absorber seperti diperlihatkan pada Gambar. Dapat lebih dari satu tabung. Dalam melakukan pengumpulan gas pencemar dengan metode ini . Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas/debu yang tertangkap contohnya » Kertas filter untuk menangkap debu » Tabung impinger. Untuk melakukan pengumpulann gas pencemar tersebut diperlukan alat absorber. dalam pelaksanaann-ya harus digunakan alat absorber. pereaksi kimia. Untuk itu. waktu sampling dan laju aliran yang sesuai dengan prosedur standar yang ditetapkan. fritted bubbler untuk mengumpulkan gas dengan metode ab-sorpsi .

Biasanya digunakn bahan dari gelas atau plastik atau tubing dari silikon atau jenis tubing lainnya. oleh sebab itu teknik ini jarang digunakan untuk pengumpulan gas pencemar dari sumber emisi (cerobong) dengan temperatur gas yang ting-gi. Temperatur. semakin kecil diameter adsorben semakin luas permukaannya. TENAX-GC atau Amberlite XAD).» Tube adsorbent karbon aktif untuk mengumpulkan gas hidrokarbon dengan metode adsorpsi. toluene dan berbagai jenis senyawa organik yang mampu terserap pada permukaan adsorben yang digunakan (Gambar dibawah) Efisiensi pengumpulan gas analit/gas pencemar pada adsorbent tergantung: 1. Konsentrasi gas pencemar disekitar permukaan adsorben. 6. sehingga volume gas /udara yang dikumpulkan dapat diketahui Pompa vacuum : berfungsi untuk menarik gas /udara dari luar masuk ke dalam colletor dan flowmeter. semakin banyak gas analit yang teradsorpsi. 3. Semakin tinggi temperatur semakin rendah efisiensi pengumpulan gas analit. 5. Teknik ini digunakan untuk pengumpulan gas-gas organik seperti senyawa hidrokarbon. Semakin tinggi konsentasi gas pencemar semakin tinggi efisiensi pengumpulan. 4. Kompetisi dari gas organik lain. Luas permukaan adsorben. perlu diperhatikan bahwa tidak terjadi kebocoran dalam rangkaian peralatan sam-pling tersebut Teknik desorbsi Teknik desorbsi berdasarkan kemampuan gas pencemar terdesorbsi pada per-mukaan padat adsorbent . Konfigurasi susunan peralatan sampling gas yang umum adalah sebagai berikut: Untuk menghubungkan collector dengan flowmeter ( rotameter) dan pompa digunakan connector yang terbuat dari bahan yang innert. Jenis adsorben yang umum digunakan adalah karbon aktif. Flowmeter (rotameter ) : berfungsi untuk mengetahui laju aliran udara ambien yang terkumpul. 2. benzene. yang tidak akan bereaksi dengan gas pencemar atau akan mengotori sampel gas. Selain itu. .

atau digunakan jarum suntik ( gas syringe). memerlukan alat penampung gas yaitu berupa botol yang inert yang telah divakumkan atau dengan kantong udara yang terbuat dari bahan tedlar atau Teflon. Karbon aktif yang bersifat non polar cocok untuk gas or-ganik yang polaritasnya rendah seperti senyawa hidrokarbon Gambar.7. Sifat/karateristik dari adsorben yang digunakan Harus digunakan jenis adsorben yang cocok/sesuai dengan jenis gas analit yang akan diukur. Alat ini menggunkan sistem sensor berdasarkan dari sifat kimia dan fisik dari kontaminan . Contoh tabung adsorber berisi karbon aktif Teknik evacuated Teknik pengumpulan contoh gas dengan evacuated . Senyawa organik yang lain akan ikut terdesorbsi peda permukaan padat sehingga efisiensi pengumpulan semakin berkurang. Teknik ini sering digunakan untuk gas pencemar dengan konsentrasi yang tinggi dan tidak memerlukan pemekatan contoh udara. 8. Teknik Direct Reading Alat ini dapat digunakan untuk mengetahui secara lansung kosntrasi kontaminan di udara.

Prinsip Dasar SO2 di udara diserap/diabsoprsi oleh larutan kalium tetra kloromercurate (absorbent) dengan laju flowrate 1 liter/menit. Prinsip dasar pengukuran gas SO2 dengan sinar ultra violet adalah berdasarkan kemampuan molekul SO2 berinteraksi dengan cahaya pada pan-jang gelombang 190 –230 nm.1. SO2 bereaksi dengan kalium tetra kloromercurate membentuk komplek diklorosulfitomercurate . 4. menyebabkan elektron terluar dari molekul gas SO2 akan tereksitasi pada tingkat energi yang lebih tinggi (excited state). Intensitas warna diukur dengan spectrofotometer pada panjang gelombang 560 nm. Metode ini praktis mudah dioperasikan. Elektron pada posisi tereksitasi akan kembali ke posisi ground state dengan melepaskan energi dalam bentuk panjang gelombang tertentu . Dasar pengukuran gas SO2 dengan UV-spectrofotometri. 3. Metode Metode yang digunakan untuk pengujian kadar SO2 di udara memakai metode pararosaniline-spectrofotometri. Dengan penambahan pararosaniline dan formaldehide akan membentuk senyawa pararosaniline metil sulfonat yang berwarna ungu kemerahan. Dengan mengukur intensitas cahaya tersebut maka dapat ditentukan kon-sentrasi gas SO2. 2. stabil dan akurat. Alat Sensor Direct Reading METODE PENGUKURAN ZAT PENCEMAR DI UDARA Sulfur dioksida (SO2) 1. Perlu diketahui bahwa ketelitian .Tabel. metode ini metode yang dipakai untuk alat pemantauan kualitas udara scara automatik dan kontinyu.

Pada gambar dibawah. sangat dipengarhui oleh sistem kalibrasi alat tersebut . Prinsip Dasar Absorber untuk penangkapan NO2 adalah absorber dengan desain khusus dan porositas frittednya berukuran 60 μm. Cr2O3) . Intensitas cahaya yang diemisikan diukur dengan photo. 3. NO2 yang tereksitasi akan kembali pada posisi ground state dengan melepaskan energi berupa cahaya pada panjang gelombang 600 . sample gas harus dilewatkan ke dalam oxidator terlebih dahulu ( seperti KMnO4. menit Sk = suhu udara kering pada saat pengambilan sampel (oC) P = tekanan udara pada saat pengambilan sampel (cmHg) Nitrogen dioksida 1.sampel yang dianalisa x (273+25)oK x P Volume Udara (L) = f x t Keterangan : f = kecepatan aliran udara (L/menit) t = waktu pengambilan contoh uji/(sampel). Perhitungan Kadar SO2 Hitung kadar SO2 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kadar SO2 (mg/m3) = Hasil analisa (ul)xVolume sampel (ml)x(Sk+273)oK x76 Vol. Untuk pengukuran NO. 2.udara (L)xVol. NO2 di udara direaksikan dengan pereaksi Griess Saltman (absorbent) membentuk senyawa yang berwarna ungu. Intensitas warna yang terjadi diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 520 nm. diperlihatkan skema alat SO2 analyzer. Metode Metode Griess-Saltman-Spectrofotometri. Intensitas yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi .875 nm. Gas NO diudara direaksikan dengan gas ozon membentuk nitrogen di-oksida tereksitasi. Metode chemiluminescence .mulltifier .dan keaku-ratan metode ini.

Nondispersive Infrared Analyzer disingkatkan NDIR. Skema Chemiluminescent NOx Analyzer Untuk reagensia. Banyaknya intensitas sinar yang diserap sebanding dengan konsentrasi CO di udara. Gas dalam alat dapat menyerap energi infra merah sebanding dengan konsentrasinya.6. pengukuran terhadap gas dilakukan tanpa menguraikan berkas infra merah. sebagai contoh mengukur kandungan gas CO. Sedangkan gas NO2 sebelum direaksikan dengan gas ozon terlebih dahulu direduksi dengan katalitik konventor (Gambar dibawah) Gambar. detektor dan rekorder. Pengukuran ini berdasarkan kemampuan gas CO menyerap sinar infra merah pada panjang 4.6 µm . Metode Nondispersive infrared (NDIR). Prinsip Infrared Analyzer Secara garis besar instrument analitik yang menggunakan pancaran infra merah dapat dibagi atas dua bagian: .2 Karbonmonoksida 1. dan tata cara analisis dibahas pada bagian 4. tabung sampel dan reference. sebagai pengganti digunakan filter hanya melewat gelombang tertentu. kalibrasi larutan baku. contoh uji sampel. yang sesuai dengan spectrum zat yang akan diukur.NO di udara. Analyzer ini terdiri dari sumber cahaya inframerah.

com 2. Selanjutnya CO2 tersebut diabsorpsi dengan larutan Ba(OH)2 berlebih. Pembacaan dilakukan pada panjang gelombang 352 nm Perhitungan Kadar CO Hitung kadar CO dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kadar CO (ppm) = Hasil analisa (ul)xVolume sampel (ml)x(Sk+273)oK x76 Vol.1968 Gas CO di udara akan bereaksi dengan Iodin Pentoksida pada suhu 135 .1500C. specktrofotmeter (Lteratur.» Instrument dispersif (dispersive analyzer) » Instrument tidak dispersif (nondispersive analyzer) www. Kelebihan Ba(OH) dititrasi asam oxalat menggunakan indikator phenol phthalin . 3. Air Pulution Actur C.alibaba. vol II. 2 nd edition. Metode Lain Metode lain yang juga digunakan adalah metode oksidasi CO dengan cam-puran CuOMnO2 dalam suasana panas membentuk gas CO2.. Metode Iodine Pentoxide. Senyawa yang terbentuk akan ditangkap oleh larutan potassium iodide. Kadar gas CO di udara dapat ditentukan dengan menganalisis kadar gas CO2 atau Iodin yang dihasilkan dengan cara analisis menggunakan alat specktrofotmeter. membentu gas CO2.Stren. dan uap Iodin.sampel yang dianalisa x (273+25)oK x P Volume Udara (L) = f x t .udara (L)xVol.

yang selanjutnya akan melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Metode Metode Neutral Buffer Potassium Iodine (NBKI) –spectrofotometri. yang ber-banding lurus dengan konsentrasi ozon. Panjang gelombang cahaya yang diemisikan pada panjang gelombang 300 – 600 nm.8). maka bentuknya akan semakin padat. Hidrokarbon yang berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya. Bentuk fisik dari komponen ini dapat berupa gas. membebaskan Iodium. Gas /udara yang mengandung ozon dilewatkan dalam pereaksi kalium iodida pada buffer pH netral (pH 6. Hidrokarbon Hidrokarbon merupakan senyawa yang terdiri atas unsur Hidrogen dan karbon. Hidrokarbon yang menimbulkan masalah di udara merupakan hidrokarbon yang berbentuk gas pada suhu normal dan berbentuk cair yang bersifat volatile/ mudah menguap pada suhu tersebut. Gas ozon direaksikan dengan gas asetilin membentuk aldehide yang tidak stabil . menit Sk = suhu udara kering pada saat pengambilan sampel (oC) P = tekanan udara pada saat pengambilan sampel (cmHg) Ozon/Oksidan 1. bila berbentuk padatan akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu. In-tensitas cahaya yang diemisikan diukur dengan fotomultiplier. Pengukuran secara langsung dengan Kromatograf Gas Hidrokarbon diukur sebagai total hidrokarbon (THC) dan Non Methanic Hydrocarbon (NMHC). cair. Metode yang digunakan adalah kromatografi gas dengan . Sedangkan bila berupa cair maka hidrokarbon akan membentuk semacam kabut minyak. Metode Chemiluminescence. dan padat berdasarkan banyaknya unsur karbon yang terkandung didalamnya. Berikut ini adalah beberapa metode analisis hidrokarbon di udara: a. Hidrokarbon yang mengandung 1-4 unsur karbon memiliki ciri berbentuk gas karena semakin besar jumlah unsure karbon yang dikandung.Keterangan : f = kecepatan aliran udara (L/menit) t = waktu pengambilan contoh uji/(sampel). Selanjutnya Iodium yang dibebaskan diukur intensitasnya pada panjang gelombang 350 nm 2.

Prinsip utama pemisahan dalam kromatografi gas adalah berdasarkan perbedaan laju migrasi masing-masing komponen dalam melalui kolom. Komponen. Puncak konsentrasi yang diperoleh menggambarkan arus detektor terhadap waktu. Argon atau Nitrogen) dengan tekanan tertentu dialirkan secara konstan melalui kolom yang berisi fase diam.komponen dalam sampel akan segera menjadi uap dan akan dibawa oleh aliran gas pembawa menuju kolom. Fase gerak yang berupa gas akan mengelusi solute dari ujung kolom lalu menghantarkannya ke detector. Gas pembawa (biasanya digunakan Helium. Banyaknya arus ion yang terbentuk menunjukkan konsentrasi hidrokarbon Prinsip Kerja Kromatografi Gas Kromatografi gas mempunyai prinsip yang sama dengan kromatografi lainnya. Salah satu fase ialah fase diam yang permukaannya nisbi luas dan fase yang lain yaitu gas yang mengelusi fase diam.masing komponen sehingga terjadi pemisahan. Hidrokarbon dari udara dibakar pada flame yang berasal dari gas hidrogen membentuk ion-ion. Komponenkomponen yang terelusi dikenali (analisa kualitatif) dari nilai waktu retensinya (Tr). Komponen. Metode ini menggunakan kolom dengan absorbent padat berlapis senyawa cair pada tekanan uap rendah. . Ion yang terbentuk pada flame akan ditangkap oleh elektrode negatif. Pemisahan pada kromatografi gas didasarkan pada titik didih suatu senyawa dikurangi dengan semua interaksi yang mungkin terjadi antara solute dengan fase diam. Selain itu juga penyebaran cuplikan diantara dua fase. tapi memiliki beberapa perbedaan misalnya proses pemisahan campuran dilakukan antara stasionary fase cair dan gas fase gerak dan pada oven temperur gas dapat dikontrol sedangkan pada kromatografi kolom hanya pada tahap fase cair dan temperatur tidak dimiliki. Kromatografi gas merupakan teknik pemisahan yang mana solut-solut yang mudah menguap (dan stabil terhadap panas) bermigrasi melalui kolom yang mengandung fase diam dengan suatu kecepatan yang tergantung pada rasio distribusinya. Komponen yang terpisah menuju detektor dan akan terbakar menghasilkan sinyal listrik yang besarnya proporsional dengan komponen tersebut. Sinyal lau diperkuat oleh amplifier dan selanjutnya oleh pencatat (recorder) dituliskan sebagai kromatogram berupa puncak. Selanjutnya sampel di injeksikan kedalam injektor (Injection Port) yang suhunya dapat diatur.detektor Flame Ionisasi (FID).komponen akan teradopsi oleh fase diam pada kolom kemudian akan merambat dengan kecepatan berbeda sesuai dengan nilai Kd masing.

(4). Tabung gas pembawa 2.Secara sederhana prinsip kromatografi gas adalah udara dilewatkan melalui nyala hydrogen (hydrogen flame) selanjutnya uap organik tersebut akan terionisasi dan menginduksi terjadinya aliran listrik pada detektor. Rekorder (pencatat) 7. Komponen Utama Kromatografi Gas Sistem peralatan dari kromatografi gas terdiri dari 7 bagian utama diantaranya 1. (5) . Injection port (tempat injeksi cuplikan) 4. kuantitas aliran listrik sebanding dengan ion. Pengontrolan aliran dan regulator tekanan 3. Kolom 5. Sistem termostat untuk (3). Detektor 6.

Waktu sampling tergantung kepada konsentrasi hidrokarbon dan banyaknya adsorben karbon aktif yang digunakan. . karbon aktif dilarutkan dalam pelarut tertentu ( seperti CS2). cuplikan yang akan dipisahkan diinjeksikan kedalam injektor. kemudian disuntikan ke dalam GC. kemudian dialirkan /disuntikan ke dalam GC. aliran gas pembawa yang inert akan membawa uap cuplikan kedalam kolom. atau He. Untuk melepaskan hidrokarbon . Kolom akan memisahkan komponen-komponen cuplikan tersebut. 3 liter/menit). Metode adsorpsi dengan adsorbent karbon aktif Sample gas dilewatkan ke dalam tube karbon aktif dengan laju alir gas tertentu ( ± 0. Komponen-komponen yang telah terpisah tadi dapat dideteksi oleh detektor sehingga memberikan sinyal yang kemudian dicatat pada rekorder dan berupa puncakpuncak (kromatogram). Atau karbon aktif di “purging“ dengan gas inert seperti N2. b.Cara pemisahan dari sistem ini sangat sederhana sekali.

phenanthrene (tiga cincin benzene). yaitu pirolisis. dan sumber diagenetik yang berlangsung dalam jangka waktu pendek. yang hanya terdiri dari dua cincin benzene. enam cincin.POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON (PAH) Pengertian dan Karakteristik PAH PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons) merupakan salah satu bahan polutan yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil yang tidak terbakar secara sempurna dan biasanya menghasilkan ikatan aromatik dari hidrokarbon (Killops dan Killops. Proses deposisi dan volatilisasi ulang dapat mendistribusikan senyawaan ini dalam udara. Alternant PAH tertentu disebut ”benzoid” PAH. Pyrolisis dari bahan organik pada temperatur serendah 100-150 °C bisa menyebabkan produksi PAH (Blumer. Sifat fisis-kimia dari senyawaan PAH yang paling umum ialah semi-volatil. 1979). PAH dengan 3 cincin dihasilkan oleh proses petrogenik. tanah dan aliran air. benzopyrene (pentacyclic hydrocarbon).enam ataupun tujuh cincin. sedangkan PAH dengan 4 dan 5-6 cincin oleh proses pirolisis (Muri dan Wakeham. pyrene. Senyawa PAH dapat memiliki beberapa cincin aromatik mulai dari empat. dan 5-6 cincin PAH. PAH dapat terbentuk selama temperatur lingkungannya tinggi minimal 700°C. 1993). . aromatik hidrokarbon dengantunggal. 1976 in Neff. nama ini berasal dari benzena. sehingga menyebabkan senyawaan ini dapat termobilisasi dan menyebabkan problem antar-lingkungan karena proses transport jarak jauh secara atmosferik. petrogenik (pembentukan batuan). Pirolisis dan petrogenik menghasilkan PAH yang memiliki 3. Antar cincin benzena dihubungkan dengan ikatan karbon-karbon(wikipedia. PAH dengan enam cincin aromatik disebut alternant PAH. 4. PAH berasal dari 3 proses. sedangkan bentuk PAH lainnya adalah anthracene (terdiri dari tiga cincin benzene). dibenzanthracene (C22H14). Bentuk paling sederhana dari PAH adalah naphthalene. PAH terbagi menjadi dua bentuk fase. benzanthracene (C18H14). 2009). (empat cincin benzene) and perylene (C20H12). lima. tetapi yang paling banyak dengan lima atau enam cincin. yaitu fase padat atau partikulat (bila tekanan atmosferik lebih dari 1x 10-5 Kpa) dan fase gas (bila tekanan atmosfer di bawah 1x 10-9 Kpa). benzofluoranthene (pentacyclic hydrocarbon). 2007).

benzo[b]fluoranthene. EPA) sebagai pencemar prioritas berdasarkan keberadaannya di atmosfir dan karsinogenitasnya. karena dapat membentuk kompleks dengan DNA secara permanen dan menyebabkan mutasi pada gen. Bentuk PAH sederhana Ada 15 jenis senyawa PAH yang diumumkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan di Amerika Serikat (U.2. Environmental Protection Agency. Beberapa contohnya ialah pyren. anthracene. fenantrene.3-c. Senyawa PAH yang pertama ditemukan bersifat karsinogen dan kemudian paling umum digunakan dalam penelitian dan dipelajari secara mendalam ialah benzo[a] pyrene.S. naphtalene. fluoranthene. dan indeno[l. 2008) . (Dewi. benzo[a]pyrene.d]pyrene.Gambar. chrysene.

2000).Tabel Senyawa Polisiklik Aromatik Hidrokarbon yang bersifat Karsinogenik dan Faktor Potensi Relatif Karsinogenitasnya Keterangan : • B2 dan 2A : Karsinogenik bagi manusia (terbukti secara in vivo) • 2B : Dapat bersifat karsinogenik bagi manusia • D dan 3 : Belum diklasifikasikan • NA : Data tidak tersedia (Elisabeth. .

Sumber-sumber utama PAH dalam lingkungan antara lain : • Industrial Contohnya : Proyek penyulingan minyak mentah dan gas alam • Agrikultural Contohnya : Proses pembakaran gabah/ jerami setelah musim panen • Alamiah Contonya : Kebakaran hutan. Aktifitas vulkanisme. .Sumber dan Produksi PAH di Lingkungan PAH yang ditemukan di lingkungan bersumber dari berbagai aktivitas alam maupun manusia.

dan dalam beberapa kasus mengandung senyawa penyebab kanker seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) yang terbentuk selama daging diproses atau dimasak. lemak jenuh. pengeboran minyak atau area penyimpanan minyak. antara lain : » PAH yang terkandung dalam makanan Daging mengandung protein hewani. yang selanjutnya akan terminum oleh konsumen. air larian dan air hujan yang menyerap PAH dari udara dan mengekstrak PAH dari tanah. dan buangan limbah industri. kandungan lemak tinggi dari daging dan produk hewani lainnya meningkatkan produksi hormon. dan sisanya berasal dari sumber-sumber lain. (Dewi. Sumber pencemaran PAH di perairan adalah tumpahan minyak mentah atau produk minyak dari kapal tanker. Selain itu. Dampak Negatif PAH Bagi Kehidupan Manusia Ada beberapa dampak negatif yang timbul yang disebabkan oleh PAH bagi kehidupan manusia. HCA. sehingga meningkatkan risiko kanker yang berhubungan dengan hormon seperti kanker payudara dan prostat. 2008) Sumber pencemaran di setiap negara berbeda. emisi kendaraan bermotor. Menggoreng atau membakar daging di atas kobaran api langsung .• Aktifitas Sehari – Hari Manusia Contohnya : Asap rokok. penyimpanan batubara. Sebagai tambahan. misalnya di Belanda diketahui 40% pencemaran PAH berasal dari industri kayu terimpregnasi. Asap pembakaran sampah. pelapis pipa jaringan distribusi air minum yang terbuat dari material berbasis tar dan batu bara dapat terkikis dan larut dalam air. terbentuk ketika daging dimasak pada suhu tinggi dan PAH terbentuk selama pembakaran bahan organik yang dipercaya meningkatkan risiko kanker. 10% dari sektor domestik.

mengakibatkan hilangnya lemak di api yang panas dan memproduksi kobaran yang mengandung polycyclic aromatic hydrocarbon. Kanker yang paling umum terbentuk ialah kanker paru-paru dan kanker kulit pada manusia. dan semakin besar panasnya maka semakin muncul PAHnya. Tindak lanjut penelitian menunjukkan tingkat yang lebih tinggi keterlambatan perkembangan pada usia tiga. Polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) melekat pada permukaan makanan. skor rendah pada tes IQ dan masalah behaviorial meningkat pada usia enam dan delapan. dimana target utama PAH ialah paru-paru. . persalinan prematur. » PAH pada anak PAH pada pralahir dikaitkan dengan IQ yang lebih rendah dan menyebabkan asma anak . Pusat studi Lingkungan Kesehatan Anak menunjukkan bahwa paparan polusi PAH selama kehamilan berkaitan dengan hasil kelahiran yang merugikan termasuk berat badan lahir rendah. dan jantung malformasi. Efek yang sering terjadi ialah » » » » Gangguan sistem respirasi Batuk Iritasi Sakit pada paru-paru diikuti sesak Penelitian telah membuktikan bahwa PAH baik dalam bentuk campurannya maupun masing-masing ialah berupa senyawa karsinogenik. Hubungan yang cukup konsisten antara konsumsi daging yang dibakar atau dipanggang oven tetapi tidak digoreng dengan kanker perut menyiratkan bahwa makanan yang terkena PAH mungkin memainkan peranan dalam pengembangan kanker perut pada manusia. Darah tali pusat bayi yang terkena menunjukkan kerusakan DNA yang telah dikaitkan dengan kanker. » Efek PAH terhadap kesehatan manusia Senyawaan PAH yang volatil dan berada pada fasa partikulat atau gas menyebabkan suatu efek yang buruk pada tubuh manusia melalui jalur Studi benzo[a]pyrene paparan melalui inhalasi atau respirasi. Hal itu dipercaya secara luas memainkan peranan penting dalam kanker pada manusia.

atau tembakau.World Health Organization (WHO) meregulasi kandungan PAH. bahwa kandungan PAH (benzo-a-pyrene) tidak boleh lebih dari 10 μg/kg. 3. ikan asap. Untuk pencegahan terkena dampak negatif dari PAH yang berasal dari asap rokok adalah dengan tidak merokok atau menjauhi asap rokok karena PAH terdapat pada asap rokok. Untuk penanganan masalah PAH pada kendaraan pembakaran bahan bakar di kendaraan bermotor bisa menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik (polycyclic aromatic hydrocarbon) yang merupakan senyawa karsinogenik (dapat mengakibatkan penyakit kanker). Untuk mengantisipasi bahaya PAH yang terkandung di dalam makanan maka perlu pembahasan mengenai persyaratan mutu PAH pada produk pangan khususnya produk asap. PAH dengan dosis yang tinggi juga dipercaya dapat menurunkan sistem fungsi imun tubuh dengan mengurangi kadar serum immunoglobin. fat. Dengan melakukan pembakaran yang sempurna pada bahan bakar yang mengandung karbon seperti kayu. Dapat untuk meminimasi dapat dilakukan: a) Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap berfungsi baik b) Melakukan pengujian emisi dan KIR kendaraan secara berkala c) Memasang filter pada knalpot . perlu pengawasan dan tidak lanjut terhadap perlakuan proses bahan pangan yang dapat memaparkan PAH. 2. » Alternatif Pencegahan Dampak PAH Beberapa alternatif yang dapat dilakukan terkait dengan pencegahan terkena dampak dari PAH antara lain : 1. diesel. batu-bara. 4. daging asap dan lain sebagainya serta produk minyak dan margarin.Senyawa PAH pertama kali ditemukan oleh Potts (1775) memiliki efek penyebab kanker skrotum. Oleh karena itu. Beberapa data lain menunjukkan bahwa senyawa benzo[a] pyrene dan benz[a]anthracene telah diketahui bersifat karsinogen genotoksik yang menyebabkan efek mutasi kromosomal pada manusia yang terpapar.

HPLC juga memiliki kelemahan yakni sering mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dengan tepat seluruh puncak kromatogram pada pemisahan.High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Gambar. Selain itu untuk mendeteksi senyawa PAH lebih banyak dilakukan dengan menggunakan instrumen HPLC dibandingkan dengan kromatografi gas (GC). Hal ini terjadi terutama untuk kromatogram senyawa PAH yang puncaknya saling . kromatografi merupakan metode pemisahan yang sering digunakan dan luas dalam aplikasinya. diantaranya kebanyakan PAH akan mengalami degradasi saat terkena suhu tinggi pada analisis dengan GC dan instrumen GC sulit digunakan untuk memisahkan PAH yang berbentuk isomer. Prinsip kerja HPLC adalah molekul yang berbeda akan tertahan pada waktu yang berbeda dalam kolom kromatografi sesuai dengan polaritas struktur molekulnya. Hal ini karena GC memiliki beberapa kelemahan. Di antara berbagai teknik pemisahan yang tersedia. Teknologi analisis dengan kromatografi banyak digunakan untuk menganalisis senyawa organik. Analisis dengan HPLC ini mempunyai beberapa kelebihan seperti mudah dioperasikan dan mempunyai kapasitas pemisahan yang tinggi sehingga metode analisis ini dijadikan sebagai preferensi dalam hal identifikasi molekul senyawa organik. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Analisis senyawa PAH melibatkan sejumlah komponen asing yang dapat mengganggu dalam analisis. salah satunya adalah pemisahan dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC). sehingga komponen pengganggu tersebut perlu dihilangkan sebelum senyawa diidentifikasi. Di samping kelebihan yang ada.

./High-performance_liquid_ch. Pompa pemasuk solven pada tekanan konstan hingga tekanan kurang lebih 4500 psi dengan laju alir rendah.. Tekanan solven di atur dengan pengatur dan pengukur tekanan.org/. Hal ini terutama sering dilakukan untuk analisis senyawa-senyawa hidrokarbon aromatic polisiklik (PAH) atau residu pestisida dalam makanan. Dengan pertolongan mikrosiring. Blok Diagram High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Mula-mula solven diambil melalui pompa. sampel dimasukan ke dalam sampel loop yang kemudian bersama-sama dengan solven masuk ke dalam kolom.wikipedia. yakni beberapa milliliter per menit . Gambar. . Rekorder menghasilkan kromatogram zat-zat yang dipisahkan dari suatu sampel... 2006). yang penampakannya ditunjukan oleh perekam (pencatat = recorder). en. Solven ini kemudian masuk ke dalam katup injeksi yang dipasang tepat pada sampel loop. Hasil pemisahan dideteksi oleh detector.tumpang tindih satu dengan lainnya sehingga memungkinkan hasil keseluruhannya berupa kekeliruan identifikasi molekul (Ghosh et al. Tahap pemekatan dengan ekstraksi solven dan penguapan untuk memperkecil volum sering kali diperlukan sebelum pengerjaan sampel dengan HPLC.

maka disebut mobile phase (fasa bergerak). Ketika mobile phase membawa sample melewati stationary phase. sehingga masing-masing komponen akan keluar dari stationary phase pada saat yang berbeda. Kedua alat dihubungkan dengan satu interfase.Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) Perkembangan teknologi instrumen menghasilkan alat yang merupakan gabungan dari dua sistem dan prinsip dasar yang berbeda satu sama lain tetapi dapat saling melengkapi. . Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) Secara umum. chromatography merupakan suatu istilah yang menggambarkan teknik yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari suatu campuran/sample. Dari kromatografi GC-MS akan diperoleh informasi struktur senyawa yang terdeteksi. sebaliknya lapisan material yang diam disebut stationary phase (fasa diam). sedangkan spektrometer massa berfungsi untuk mendeteksi masing-masing molekul komponen yang telah dipisahkan pada sistem kromatografi gas. gas (yang biasa disebut carrier gas) digunakan untuk membawa sample melewati lapisan (bed) material. Karena gas yang bergerak. yaitu gabungan antara kromatografi gas dan spektrometer massa (GC-MS). Gambar. Dengan cara ini komponen-komponen sample dipisahkan. Dalam gas chromatography (GC). sebagian komponen sample akan lebih cenderung menempel ke stationary phase dan bergerak lebih lama dari komponen lainnya. Kromatografi gas disini berfungsi sebagai alat pemisah berbagai komponen campuran dalam sampel.

Secara umum. Packed column injector Umumnya digunakan dengan package column atau capillary column dengan diameter yang agak besar. Ada beberapa jenis injection system: 1. » Injection system Digunakan untuk memasukkan/menyemprot gas dan sample kedalam column. Detector 6. 2. injeksi dilakukan secara langsung (direct injection). 3. Data Acquisition System. Oven 3. Control System 4. Column 5. Split/Splitless capillary injector Digunakan dengan capillary column. peralatan GC terdiri dari: 1. Injection System 2. sebagian gas/sample dibuang melalui split valve. Temperature programmable cool on-column .

Packed column Umumnya terbuat dari glass atau stainless steel coil dengan panjang 1 – 5 m dan diameter kira-kira 5 mm. Beberapa jenis stationary phase yang sering digunakan: a) Polysiloxanes untuk nonpolar analytes/sample. injeksi dilakukan secara langsung.Digunakan dengan cool capillary column. Column Berisi stationary phase dimana mobile phase akan lewat didalamnya sambil membawa sample. Umumnya terbuat dari purified silicate glass dengan panjang 10-100 m dan diameter kira-kira 250 mm. 2. . Secara umum terdapat 2 jenis column. Capillary column. b) Polyethylene glycol untuk polar analytes/sample. Berfungsi untuk mengontrol pressure dan flow dari mobile phase yang masuk ke column. yaitu: 1. 2) Mengontrol temperature oven. » Control system. » Oven Digunakan untuk memanaskan column pada temperature tertentu sehingga mempermudah proses pemisahan komponen sample. c) Inorganic atau polymer packing untuk sample bersifat small gaseous species.

» Detector. 4. Measurement range untuk menyatakan kemampuan rentang pengukuran GC. Graphics & Reporting. Quantification limit (detectability) untuk menyatakan kemampuan deteksi terkecil. phase. » Data Aquisition Berfungsi sebagai: 1. Interface & Communication). power). » Technical Specification Beberapa parameter yang menjadi ukuran spesifikasi teknis GC. Detector Mass Spectrometry (MS) digunakan mengukur perbedaan mass-to-charge ratio (m/e) dari ionisasi atom atau molekul untuk menentukan kuantitasi atom atau molekul tersebut. 5. Data aquisition merupakan perangkat gabungan dari Software dan Hardware (PC. Communication Port merupakan digital port untuk komunikasi dengan PC atau perangkat digital lainnya. Control automatic calibration. 3. 2. frequency. dinyatakan dalam persen. . Analytes untuk menyatakan komponen-komponen yang akan dianalisa/dideteksi. Electrical Power Supply (voltage. Gas analysis. antara lain: 1. 3. Berfungsi mendeteksi adanya komponen yang keluar dari column. 2.

2.4-trichlorobenzene ) 119 129 132 144 145 156 173 179 213 didih(°C) 80 102 111 115 116 153 159 162 169 Sifat fisik dan kimia dari VOC membuatnya mudah tersebar.wikipedia.org/wiki/Gas_chromatography Volatile Organik Compound (VOC) Pengertian dan Karakteristik Senyawa volatile organik compound ( VOC ) adalah senyawa organik yang memiliki tekanan uap yang sangat tinggi dan sangat mudah menguap pada temperatur dan tekanan ruang ( Sumber : Anonim. Paparan VOC terutama dikhawatirkan terjadi di dalam ruangan. Senyawa-senyawa organik yang dikategorikan dalam VOC di antaranya adalah : Senyawa Benzene 2-pentanone Toluene Pyridine 4-methyl-2-pentanone isopropylbenzene n-propylbenzene 2-and4-chlorotoluene 1. diantaranya : . Hal ini perlu diwaspadai karena VOC yang mudah menguap tidak akan bisa keluar (terperangkap) atau mungkin sulit untuk keluar dari udara di dalam ruangan.4-dichloromethane 1.en. Sumber dari VOC sangat banyak.3-and1.2.2-dichlorobenzene 1.4-trimethylbenzene Titik Titik Senyawa Dididh(°C ethylmethacrylate 2-picoline Chlorobenzene ortho-xylene Styrene Bromobenzene 1. 1994).

ginjal. Cat 3. reaksi kulit alergi. Air yang terkontaminasi 6. muntah. sakit kepala. kelelahan. kerusakan hati. Furnitur 2. Lem 4. Produk Permbersih 10. dan sistem saraf pusat. mual. misalnya tidak membiarkan bahan terbuka . Pelarut 5. Karpet 7. Kaleng semprot 8. Spidol /pulpen 11. Tipe-X Dampak Pencemaran udara akibat VOC • Efek kesehatan dari VOC diantaranya adalah iritasi pada mata. kehilangan koordinasi. • Tanda-tanda kunci atau gejala yang berhubungan dengan paparan VOC adalah ketidaknyaman hidung dan tenggorokan. hidung dan tenggorokkan. Solusi Penanggulangan VOC Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan dari VOC terhadap diri kita : • Mengurangi bahan bahan yang mengandung VOC di sekitar kita • Membeli bahan bangunan yang tersertifikasi mengemisi tingkat VOC yang rendah • Meningkatkan ventilasi ketika memiliki banyak bahan yang mengandung VOC • Mengikuti petunjuk label kemasan sesuai dengan prosedur. mual. sakit kepala atau pusing.1. dan pusing. Pakaian 9.

wolfsense. Photoinosation Detector (PID) . Photoionization terjadi saat atom atau molekul menyerap energy cahaya untuk melepaskan electron dan membentuk ion positif.com) Gambar.Alat Monitoring Volatile Organic Compounds (VOC) Photoinosation Detector (PID) Photoionization Detector atau PID merupakan deterktor pada kromatografi gas yang dapat mendeteksi berbagai macam senyawa organic. (http://www.

toluene. Senyawa yang keluar dari kolom akan mengionisasi ketika menyerap sinar ultraviolet. dan o-xylene . Sinar UV menyebabkan electron dalam molekul tereksitasi atau melepaskan electron (ionisasi). Setelah ion-ion melewati detector tersebut. m-xylene. Arus yang dihasilkan akan diperkuat oleh amplifier. sebagai contoh yaitu benzene. ion-ion itu akan kembali membentuk senyawa awal sehingga detector ini disebut detector non-destruktif. terdapat sebuah lampu ultraviolet yang memancarkan foton berenergi tinggi. ethyl benzene.Pada Photoionization Detector. Prinsip Kerja Photoinosation Detector (PID) — Sampel yang terionisasi ini dikumpulkan pada elektroda sehingga menghasilkan arus listrik yang keluar dari detector. — Senyawa-senyawa yang dapat dideteksi oleh Photoionization Detector ini adalah senyawa aromatic hidrokarbon atau organo-heteroataom. Semakin besar konsentrasi komponen sampel maka semakin banyak ion yang dihasilkan dan semakin besar arus yang dihasilkan.

Carapella. 1973) (Sukar.com. 2009).terselubung. Penjelasannya sebagai berikut: Arsen Inorganik Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Nama arsenik sendiri pertama kali berasal dari bahasa Persia zarnig dan bahasa Yunani arsenikon yang artinya kuning (www. Pada suhu di atas 1. Arsen merupakan bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik.2% pada suhu 98°C. Arsen trioksida mempunyai titik didih 465°C dan akan menyublim pada suhu lebih rendah. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan dapat terpapar pada manusia. Sedikit larut dalam asam membentuk asam arsenide (H3As03). yaitu kuning. Klasifikasi Arsen Arsen di alam berada dalam bentuk Inorganik dan organik.org. terutama kanker (www.wikipedia. 2009). Arsen berwujud bubuk putih. hitam dan abu-abu (www. tanpa warna dan bau. Arsen trioksida (As2O3 atau As4O6) dan arsenat/arsenit merupakan bentuk arsen inorganik berbahaya bagi kesehatan manusia. klorin atau belerang dikenal sebagai arsen inorganik.blogspot.INORGANIK COMPOUND Pengertian Arsen Arsen (As) adalah suatu unsur kimia metaloid (semilogam) golongan VA dengan nomor atom 33. 2003). Arsen trioksida sangat cepat larut dalam asam khlorida dan alkalis (Durrant & Durrant. 2009). kira-kira 2% pada suhu 25°C dan 8. Senyawa Arsen dengan oksigen.bluefame. .com. Kelarutan arsen trioksida dalam air rendah.073°C senyawa arsen trioksida dapat dihasilkan dari hasil samping produksi tembaga dan pembakaran batubara. arsen inorganik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis. 1966. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975).

berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Pada tingkat siklus asam sitrat. Gangguan metabolik ini menyebabkan kematian dari sistem organ. D.wikipedia. dengan berat jenis 1.97 dan 5. 2009). Ketika dipanaskan.org. Arsen merupakan salah satu hasil sampingan dari proses pengolahan bijih logam nonbesi terutama emas. tapi juga dapat mengganggu metabolisme dalam tubuh. arsen akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsen. Arsen mengganggu produksi ATP melalui beberapa mekanisme.Mekanisme Masuknya Arsen dalam Tubuh Pemajanan Arsen ke dalam tubuh manusia umumnya melalui oral. arsenik menghambat piruvat dehidrogenase dan bersaing dengan fosfat dalam proses fosforilasi oksidatif. terkait pengurangan NAD+.Karakteristik Arsen Arsen berwarna abu-abu. Sebuah pemeriksaan mayat berwarna merah bata mengungkapkan mukosa yang mengalami perdarahan yang parah (www. namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. Bahaya pencemaran lingkungan ini terbentuk jika tailing yang mengandung unsur tersebut tidak ditangani secara tepat. 2005). Sumber Pencemaran Arsen dalam Lingkungan Pembakaran batubara dan pelelehan logam merupakan sumber utama pencemaran arsen dalam udara. menghambat respirasi mitokondria dan sintesis ATP. Produksi hidrogen peroksida juga meningkat. Ketika tailing dari suatu kegiatan pertambangan dibuang di dataran atau badan air. dari makanan/minuman. yang mempunyai sifat sangat beracun. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah (Wijanto. Pencemaran arsen terdapat di sekitar pelelehan logam (tembaga dan timah hitam). Patofisiologi Arsen dapat bermanfaat bagi tubuh. Arsen secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor. Arsen dan beberapa senyawa arsen juga dapat langsung tersublimasi. dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain (Wijanto. sehingga menghambat energy. . limbah unsur pencemar kemungkinan tersebar di sekitar wilayah tersebut dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.73. 2005). yang berbau seperti bau bawang putih. Zat dasar arsen ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik.

Z. mual. Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih. Selanjutnya dapat memasuki sistem air permukaan atau merembes ke dalam akifer-akifer air tanah setempat. Gejala keracunan kronis yang ditimbulkannya pada tubuh manusia berupa iritasi usus. 3. kelainan kulit atau melanoma serta kanker usus. dapat menaikkan kadar arsen di udara. kerusakan syaraf dan sel. Sumber pencemaran arsen juga dapat berasal dari: 1.wikipedia. 3. Bila melalui mulut. Darah . Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Dampak Arsen Terhadap Kesehatan Manusia WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen dalam air tanah sebesar 50 ppb (www.Tingginya tingkat pelapukan kimiawi dan aktivitas biokimia pada wilayah tropis. 2006). gangguan fungsi jantung. yang dapat mengakibatkan kematian. muntah dan diare. 2. yaitu bila kadarnya melebihi 100 ppb dalam air minum. 2005). 2009). timbul seperti bubul (clavus). D. infeksi kulit (dermatitis) dan mempunyai efek pencetus kanker (carcinogenic).( Wijanto. Kulit Adanya kulit yang berwarna gelap (hiperpigmentasi). Berikut ini adalah implikasi klinik akibat tercemar oleh arsen: 1.org. pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan. akan menunjang percepatan mobilisasi unsur-unsur berpotensi racun. Mata Efek Arsenic terhadap mata adalah gangguan penglihatan dan kontraksi mata pada bagian perifer sehingga mengganggu daya pandang (visual fields) mata. Pusat listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang dapat menyebabkan kontaminasi arsen pada udara ambient. penebalan kulit (hiperkeratosis). Pupuk yang di dalamnya mengandung arsen. kerusakan pembuluh darah. Pembakaran kayu yang diawetkan oleh senyawa arsen pentavalen. Salah satu akibat yang merugikan dari arsen adalah apabila dalam air minum mengandung unsur arsen melebihi nilai ambang batas. 2. Ini terjadi di negara-negara yang memproduksi emas dan logam dasar (Herman. luka di hati dan ginjal. nyeri. Air tanah biasa digunakan sebagai sumber air minum bagi kelangsungan hidup manusia.

Sistem Reproduksi Efek arsen terhadap fungsi reproduksi biasanya fatal dan dapat pula berupa cacat bayi waktu dilahirkan. ichterus (penyakit kuning). portal hypertention (hipertensi oleh karena faktor pembuluh darah potal). Sistem Sel Efek terhadap sel mengakibatkan rusaknya mitokondria dalam inti sel sehingga menyebabkan turunnya energi sel dan sel dapat mati. Sistem Immunologi Efek pada sistem immunologi. berupa meningkatnya aktifitas enzim pada liver (enzim SGOT. liver cirrhosis (jaringan hati berubah menjadi jaringan ikat dan ascites (tertimbunnya cairan dalam ruang perut). lazim disebut effek malformasi. 8. gamma GT). terjadi penurunan daya tahan tubuh/ penurunan kekebalan. akibatnya peka terhadap bahan karsinogen (pencetus kanker) dan infeksi virus. 4. serta nyeri perut. 9. sehingga dapat mengakibatkan penyakit arteriosclerosis (rusaknya pembuluh darah). bronchitis (infeksi bronchus) dan dapat pula menyebabkan kanker paru. Pembuluh darah Logam berat Arsen dapat menganggu fungsi pembuluh darah. 11. oedema paru dan penyakit pembuluh darah perifer (varises. penyakit bu rger). 10. Ginjal Arsen akan menyebabkan kerusakan ginjal berupa renal damage (terjadi ichemia dan kerusakan jaringan). Saluran pernapasan Paparan arsen pada saluran pernafasan akan menyebabkan timbulnya laryngitis (infeksi laryng). . 5.Efeknya menyebabkan kegagalan fungsi sungsum tulang dan terjadinya pancytopenia (yaitu menurunnya jumlah sel darah perifer). Gastrointestinal (Saluran Pencernaan) Arsen akan menyebabkan perasaan mual dan muntah. SGPT. mual (nausea) dan muntah (vomiting). 6. Liver Paparan arsen yang cukup lama (paparan kronis) pada liver akan menyebabkan efek yang signifikan. 7.

Cara Mengatasi Keracunan Arsenik Pertolongan pertama (standart treatment) bila kulit kita terpapar arsenik: cuci permukaan kulit dengan air mengalir secara kontinu kurang lebih 10 menit. Baju yang terkontaminasi harus dilepaskan. James Marsh menemukan cara mendeteksi adanya arsenik dalam suatu sampel. Tetapi. Cara mengatasi keracunan arsenik berbeda antara keracunan akut dan kronik. minum kurang lebih 250 ml air dan jangan memaksakan muntah. Bila perlu. uji deteksi arsenik ini dinamakan Uji Marsh. Metode kimia dan sintetik saat ini digunakan untuk mengobati keracunan arsenik. atau sampai tidak ada kandungan bahan kimia di atas kulit. Segera cari pertolongan medis. sebaiknya diberi antidotumnya. masukkan air dalam jumlah yang cukup besar ke dalam mulut untuk mencuci. Dapat juga dilakukan bilas lambung apabila ia tidak dapat minum. yaitu suntikan intramuskuler dimerkaprol 3-5 mg/kgBB 4-6 kali sehari selama 2 hari. Kemudian segera ke dokter untuk mendapat pertolongan medis. Pemberian katartik atau karboaktif dapat bermanfaat. korban diberi ipekak untuk merangsangnya muntah. air jangan tertelan. gunakan sabun. penipuan merebut harta warisan menggunakan racun arsenik sulit dilakukan. Untuk keracunan akut yang belum berlangsung 4 jam. Berikut gambar alat Uji Marsh dan prosedur kerjanya .blogspot. 2009). Dimercaprol dan asam dimercaptosuccinic adalah agen chelating yang mengambil arsenik dari protein darah dan digunakan untuk mengobati keracunan arsenik akut. Pendeteksian Arsen Uji Marsh Pada tahun 1832.com. Kalau bahan kimianya sudah tertelan. Pengobatan dilanjutkan 2-3 kali sehari selama 8 hari ( www. Dimercaprol jauh lebih beracun daripada succimer.terselubung. Sedangkan untuk keracunan yang sudah berlangsung lebih lama (termasuk juga keracunan kronik). Sementara bila racun masuk ke pencernaan. Untuk menghargai jasa James Marsh. Sejak itu.

Hamilton Smith mempublikasikan cara baru mendeteksi arsenik dalam sampel rambut menggunakan teknik neutron activation analysis (NAA). arsen oksida akan bereaksi dengan gas hidrogen membentuk suatu gas yang sangat beracun yang bernama gas arsina (AsH3). Ketika dipanaskan. Penemuan yang dimuat dalam Journal Analytical Chemistry itu merupakan awal terungkapnya kematian Napoleon. Campuran antara larutan asam sulfat dan padatan logam seng akan menghasilkan gas hidrogen (H2). Hasilnya . Kilauan khas tersebut dikenal dengan cermin arsenik (arsenic mirror). NAA merupakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif yang dapat digunakan untuk menentukan komponenen utama atau elemen suatu bahan dengan ketelitian tinggi yang di dasarkan pada reaksi antara neutron dengan inti target atau inti sampel. akan timbul kilauan cahaya khas logam arsenik. gas arsin akan terurai menjadi uap arsenik dan gas hidrogen. seorang dokter gigi dari Swedia yang telah lama menyelidiki kematian Napoleon.Dalam Uji Marsh ini diperlukan larutan asam sulfat (H 2SO4) dan padatan seng (Zn). Jika arsen oksida terdapat dalam sampel. Neutron Activation Analysis (NAA) Pada sekitar tahun 1960-an. Ketika uap arsenik menyentuh “cincin logam” pada daerah dingin di tabung. Smith menganalisis sampel rambut Napoleon. Bekerja sama dengan Sten Forshufvud.

9 oC dan mendidih pada temperatur 357oC. umumnya semikonduktor germaniumn yang telah terhubung ke komputer. Pengertian Merkuri Raksa (nama lama: air raksa) atau merkuri atau hydrargyrum (bahasa Latin: Hydrargyrum. air/cairan perak) adalah unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80. NAA ditemukan pada tahun 1936 ketika Hevesy dan Levi menemukan bahwa sampel yang mengandung unsur tanah jarang menjadi sangat radioaktif setelah terkena sinar neutron. 1. tetapi sebaliknya memiliki sifat konduktor panas yang kurang baik. Setelah iradiasi dan peluruhan radioaktif. Memiliki sifat konduktor listrik yang cukup baik. Merkuri membeku pada temperatur –38.mencengangkan dunia karena hasil analisis menunjukkan bahwa dalam sampel rambut Napoleon terdapat arsenik dalam jumlah di atas batas normal. . Setiap unsur mempunyai spektrum sinar gamma yang khas sehingga dapat diketahui jenis unsur dalam sample beserta kadarnya. NAA mengukur karakter sinar gamma yang dipancarkan oleh isotop pada sampel melalui iradiasi termal. spektrum sinar gamma dideteksi oleh detektor semikonduktor resolusi tinggi.

serta mudah menguap. Kelarutan rendah 2. Sifat kimia yang stabil terutama di lingkungan sedimen 3. dimasukkan kedalam golongan logam berat. Larut dalam asam nitrat. Tidak larut dalam air. merkuri monovalen (Hg1+). Di alam. tidak berbau dengan berat molekul 200. merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (Hg0). bahan-bahan yang mudah terbakar. Berdasarkan daya hantar panas dan listriknya. dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar. halogen. termometer. Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi. Tidak tercampurkan dengan oksidator. fransium. asam. atau termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya. dan peralatan ilmiah lain. merkuri (Hg) dimasukkan dalam golongan logam. hidrogen bromida dan hidrogen iodide. Kelimpahan Hg di bumi menempati di urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi.59. logam carbide dan amine. walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol. logam.640 Atm. digital. eter. Sedangkan berdasarkan densitasnya. Merkuri memiliki sifat-sifat : 1. Mempunyai sifat yang mengikat protein . Sifat Kimia dan Fisika Merkuri Merkuri merupakan logam yang dalam keadaan normal berbentuk cairan berwarna abu-abu. Hg akan memadat pada tekanan 7. barometer. alkohol. asam hidroklorida. galium. dan bivalen (Hg2+). Unsur ini diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar mineral.Unsur golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium. asam sulfurik panas dan lipid.

sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri bersifat toksis pada sistim syaraf pusat. tensimeter air raksa. Merkuri organik: terdapat dalam beberapa bentuk. Dalam . Uap merkuri di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga) tahun sedangkan bentuk yang melarut dalam air hanya bertahan beberapa minggu Toksisitas merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya. yaitu: 1. Menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap merkuri beracun walaupun pada suhu ruang 5. Pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak 7. 2. Dikenal 3 bentuk merkuri. alat elektrik. misalnya merkuri inorganik bersifat toksik pada ginjal. Misalnya memakan ikan yang tercemar zat tsb. makanan. batu batere dan cat.4. Toksisitas Merkuri Masuk kedalam Tubuh Manusia Keracunan kronis oleh merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit. Juga digunakan sebagai katalisator dalam produksi soda kaustik dan desinfektan serta untuk produksi klorin dari sodium klorida. Apabila masuk ke dalam perairan. - Merkuri dalam bentuk alkil dan aryl rantai panjang dijumpai sebagai antiseptik dan fungisida. Merkuri elemental (Hg): terdapat dalam gelas termometer. merkuri mudah berkaitan dengan klor yang ada dalam air laut dan membentuk ikatan HgCl. Logam merkuri merupakan satu-satunya unsure logam berbentuk cair pada suhu ruang 25oC 6. pencemaran Hg berasal dari kegiatan gunung api atau rembesan air tanah yang melewati deposit Hg. 3. minuman. dan pernafasan. dapat menyebabkan gangguan neurologis dan kongenital. antara lain : - Metil merkuri dan etil merkuri yang keduanya termasuk bentuk alkil rantai pendek dijumpai sebagai kontaminan logam di lingkungan. amalgam gigi. Merkuri inorganik: dalam bentuk Hg++ (Mercuric) dan Hg+ (Mercurous) Misalnya: - HgCl2 termasuk bentuk Hg inorganic yang sangat toksik dan digunakan sebagai desinfektan - HgCl yang digunakan untuk teething powder dan laknasia - Mercurous fulminate yang bersifat mudah terbakar. Secara alamiah.

ARDS. keram perut. paru-paru dan kulit. Metil-merkuri di dalam air dan sedimen dimakan oleh bakteri. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perjalanan metil-merkuri dari air hingga masuk ke dalam tubuh manusia dan binatang : 1. Kontak pada kulit akibat penggunaan krem yang mengandung . Metil Hg memiliki kelarutan tinggi dalam tubuh hewan air sehingga Hg terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam jaringan tubuh hewan air. Merkuri dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa organo-merkuri. hematokhezia. Mikroorganisme kemudian termakan oleh ikan sehingga konsentrasi merkuri dalam ikan meningkat. hipersalivasi. hematuri dan glikosuri. Merkuri anorganik (HgCl) akan berubah menjadi merkuri organik (metil merkuri) oleh peran mikroorganisme yang terjadi pada sedimen dasar perairan. rasa logam. Sumber Pencemaran dan Dampak Merkuri Terhadap Kesehatan Merkuri inorganik sering diabsorpsi melalui gastrointestinal. edema laring. 3. dikarenakan pengambilan Hg oleh organisme air yang lebih cepat dibandingkan proses ekskresi.bentuk ini. rasa panas. mual. erosi oesofagus. binatang kecil dan tumbuhan kecil yang dikenal sebagai plankton. Ikan tersebut kemudian ditangkap dan dimakan oleh manusia dan binatang. Gagal ginjal akut dapat terjadi dalam 24 jam. muntah. menyebabkan metil-merkuri berakumulasi di dalam jaringannya. shock dan gangguan ginjal berupa proteinuri. dan terjadilah akumulasi metilmerkuri di dalam jaringan. hematemesis. Merkuri Inorganik Pemaparan akut Setelah menelan zat ini timbul gejala iritasi mukosa berupa stomatitis. Ikan yang lebih tua dan besar mempunyai potensi yang lebih besar untuk terjadinya akumulasi kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya 4. sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan imunologis. Senyawa organo-merkuri yang paling umum adalah metil merkuri yang dihasilkan oleh mikroorganisme dalam air dan tanah. Perdarahan gastrointestinal dapat menyebabkan anemia dan syok hipovolemi. 2. Pemaparan akut dan kadar tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan pada pemaparan kronis dengan dosis rendah dapat menyebabkan proteinuri. Hg mudah masuk ke dalam plankton dan bisa berpindah ke biota laut lain. Ikan besar kemudian memakan ikan kecil tersebut. Ikan kecil dan sedang kemudian memakan bakteri dan plankton tersebut dalam jumlah yang sangat besar sepanjang waktu.

iritabilitas dan hipotonia. 2000: 146-147). seperti susu atau putih telur. X. dithioglycerol) atau D-penicillamine sebagai antidot bagi manusia. febris. Cara Penanganan Keracunan Merkuri Hingga saat ini belum ditemukan antidote maupun obat untuk menangani keracunan kronis Hg. Untuk keracunan kronis Hg. karena setiap unsur atau senyawa memiliki pola tertentu. Pada analisis ini pola difraksi unsur diketahui. Hewan yang keracunan Hgbisa diberi BAL (dimercaptopropanol. atau Ca-EDTA (kalsium etilendiamin tetra asetat) dan NAP (N-Asetil-d. Peristiwa pembentukan sinar-x dapat dijelaskan yaitu pada saat menumbuk logam. Teknik X-Ray Diffraction (XRD) adalah metode karakterisasi lapisan yang digunakan untuk analisis struktur kristal. splenomegali.Ray Diffraction (XRD) Teknik X-Ray Diffraction (XRD) berperan penting dalam proses analisis padatan kristal maupun amorf. Senyawa tersebut akan membentuk kompleks dengan Hg serta meningkatkan ekskresi Hg melalui urin. sedangkan sebagai pertolongan pertama bisa diberikan pencuci alat pencernaan berupa larutan yang mengandung protein. Metode difraksi sinar-x merupakan metode analisis kualitatif yang sangat penting karena kristalinitas dari material pola difraksi serbuk yang karakteristik. maka unsur tersebut dapat ditentukan.garam merkuri dapat menimbulkan pigmentasi. HgCl2 dapat menyebabkan iritasi kulit sedangkan merkuri fulminat dan merkuri sulfida menyebabkan dermatitis kontak. Hamburan sinar ini dihasilkan bila suatu elektron logam ditembak dengan elektronelektron berkecepatan tinggi dalam tabung hampa udara. Penyebab utama yang menghasilkan bentuk pola-pola difraksi serbuk tersebut.-penicilamin). rasa terbakar dan dapat menyebabkan toksisitas sistemik. yaitu: (a) Ukuran dan bentuk dari setiap selnya. Hasil dari penembakan logam dengan elektron energi tertinggi dengan karakterisasi tersebut sinar-x mampu menembus zat padat sehingga dapat digunakan untuk menentukan struktur kristal. oleh karena itu metode ini disebut juga metode sidik jari serbuk (powder fingerprint method). senyawa yang mengandung 2. elektron yang berasal dari katoda (elektron datang) menembus kulit atom dan mendekati kulit . dimercaprol.3-merkaptopropanol (H2SC-CSH-CH2OH). bisa diberikan BAL (British Anti Lewisite). Untuk keracunan akut. Penggunaan calomel (HgCl) dapat menyebabkan Pink’s disease pada anak-anak yang ditandai: rash eritematosus. (b) Nomor atom dan posisi atom-atom di dalam sel (Smallman.

Proses ini terkenal sebagai proses bremstrahlung. Gambar 22.inti atom. Karena perlambatan ini. sehingga lintasan elektron berbelok dan kecepatan elektron berkurang atau diperlambat. detektor akan mencatat puncak intensitas yang bersesuaian dengan orde-n yang divisualisasikan dan difraktogram. Pada waktu mendekati inti atom. Energi yang hilang ini dipancarkan dalam bentuk sinar-X. 1992: 62) Rancangan skematik spektrometer sinar-x yang didasarkan pada analisis Bragg ditunjukkan pada Gambar diatas. 1992: 68) . Ketika θ diubah. Seberkas sinar-x terarah jatuh pada kristal dengan sudut θ dan sebuah detektor diletakkan untuk mencatat sinar yang sudut hamburnya sebesar θ. 1992: 74) Gambar 23. Gambar. (Arthur Beiser. maka energi elektron berkurang. elektron ditarik mendekati inti atom yang bermuatan positif.Skema dasar XRD (Sumber: Arthur Beiser. Difraksi Bragg (Sumber: Arthur Beiser. Diagram sinar x.

2.2. dan gol unsure transisi). 3. Sumber radiasi: HCL (Hollow Cathode Lamp). Sedangkan beda jarak lintasan kedua berkas adalah 2d sin θ. sehingga dapat dinyatakan: nλ = 2d sin θ Persamaan ini dikenal dengan hukum Bragg. Dengan absorpsi energi. 4. Bekas-berkas tersebut mempunyai panjang gelombang λ. Jarak antara bidang kisi adalah d. Interferensi kontruktif terjadi jika beda jalan sinar adalah kelipatan bulat panjang gelombang λ. AAS (ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY) Suatu instrument dalam ilmu kimia analitik yang digunakan untuk menentukan kadar suatu unsur dalam senyawa berdasarkan serapan atomnya. Sumber sinar Sistem pengatoman (Atomizer) Monokromator Detektor Sistem pembacaan Prinsip Kerja : Metode AAS berprinsip pada absorbsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu. atau logam (gol alkali tanah.3…). Cara Kerja AAS : Setiap alat AAS terdiri atas tiga komponen berikut : . Spectrum yang diukur di daerah UV-Vis. Dikembangkan oleh Walsh 1953. Membutuhkan bahan pembentuk nyala api terdiri dari fuel dan oxidant. dengan n adalah bilangan bulat (1. Bagian. 5. sedangkan adalah sudut difraksi. tergantung pada sifat unsurnya. suatu atom pada keadaan dasar dinaikan tingkat energinya ketingkat eksitasi. Pemantulan Bragg dapat terjadi jika . berarti memperoleh lebih banyak energi. Digunakan untuk analisis senyawa anorganik. Syarat utama sampel yang diukur adalah larutan jernih.bagian dari AAS : 1. Keberhasilan analisis ini tergantung pada proses eksitasi dan memperoleh garis resonansi yang tepat.Seberkas sinar mengenai kisi pada bidang pertama dan pada bidang berikutnya seperti yang ditunjukkan pada Gambar diatas. dan jatuh pada bidang kristal dengan jarak d dan sudut θAgar mengalami interferensi yang konstruktif maka kedua berkas tersebut harus memiliki beda jarak nλ.

. Dengan pemberiaan tegangan pada arus tertentu. Seperangkat sumber yang dapat memberikan garis emisi yang tajam dari suatu unsure yang spesifik tertentu dikenal sebagai lampu pijar hallow cathode. Di samping itu sistem dengan penguraian optis yang sempurna diperlukan untuk memperoleh sumber sinar dengan garis absorpsi yang semonokromator mungkin. AAS dapat digunakan sampai 61 logam. untuk menguapkan dan sekaligus mendisosiasikan senyawa yang dianalisis. tdak memerlukan pemisahan pendahuluan.1. Temperatur harus benar-benar terkendali dengan sangat hati-hati agar proses atomisasinya sempurna. haruslah bersifat sumber yang kontinyu. Unit atomisasi 2. Sumber radiasi 3. logam mulai memijar. . Kelebihan kedua adalah kemungkinannya untuk menentukan konsentrasi semua unsure pada konsentrasi runut. ketelitiannya sampai tingkat runut. Biasanya temperatur dinaikkan secara bertahap. Ini disebabkan diantaranya oleh kecepatan analisisnya. Pemakaian Analitis AAS : Teknik AAS menjadi alat yang canggih dalam anlisis. Sistem pengukur fotometrik Atomisasi dapat dilakukan dengan baik dengan nyala maupun dengan tungku. Bila ditinjau dari sumber radiasi. Atom akan tereksitasi kemudian mengemisikan radiasi pada panjang gelombang tertentu. Ketiga. sebelum pengukuran tidak selalu memerlukan pemisahan unsur yang ditentukan karena kemungkinan penentuan satu unsure dengan kehadiran unsure lain dapat dilakukan asalkan katoda berongga yang diperlukan tersedia. Untuk mengubah unsure metalik menjadi uap atau hasil disosiasi diperlukan energi panas. dan atom-atom logam katodenya akan teruapkan dengan pemercikkan.

XRF dapat . Sensitivitas didefinisikan sebagai konsentrasi suatu unsure dalam larutan air (μg/ ml) yang mengabsorpsi 1 % dari intensitas radiasi yang datang.Sensitivitas dan batas deteksi merupakan 2 parameter yang sering digunakan dalam AAS. Secara umum. Karena metode ini cepat dan tidak merusak sampel. XRF mampu mengukur elemen dari berilium (Be) hingga Uranium pada level trace element. XRF (X-ray fluorescence spectrometry) XRF (X-ray fluorescence spectrometry) merupakan teknik analisa non-destruktif yang digunakan untuk identifikasi serta penentuan konsentrasi elemen yang ada pada padatan. Tergantung pada penggunaannya. XRF spektrometer mengukur panjang gelombang komponen material secara individu dari emisi flourosensi yang dihasilkan sampel saat diradiasi dengan sinar-X (PANalytical. metode ini dipilih untuk aplikasi di lapangan dan industri untuk kontrol material. Sedangkan batasan deteksi adalah konsentrasi suatu unsure dalam larutan yang memberikan sinyal setara dengtan 2 kali deviasi standar dari suatu seri pengukuran standar yang konsentrasinya mendekati blangko atau sinyal latar belakang. bahkan dibawah level ppm. bubuk ataupun sample cair. 2009). Pembagian panjang gelombang Metode XRF secara luas digunakan untuk menentukan komposisi unsur suatu material.

2008). Sehingga sering terdapat istilah Kα dan Kβ serta Lα dan Lβ pada XRF. Proses deteksi dan analisa emisi sinar-X disebut analisa XRF. Emisi sinar-X dihasilkan dari proses yang disebut X Ray Fluorescence (XRF).dihasilkan tidak hanya oleh sinar-X tetapi juga sumber eksitasi primer yang lain seperti partikel alfa. Berikut gambar yang menjelaskan nomenclature yang terdapat pada XRF (Stephenon. elektron dari kulit luar pindah ke kulit yang lebih dalam dan proses ini menghasilkan energi sinar-X yang tertentu dan berbeda antara dua energi ikatan pada kulit tersebut. Kekosongan ini menghasilkan keadaan atom yang tidak stabil. Pada umumnya kulit K dan L terlibat pada deteksi XRF. Selama proses ini. Prinsip kerja XRF Apabila terjadi eksitasi sinar-X primer yang berasal dari tabung X ray atau sumber radioaktif mengenai sampel. sinar-X dapat diabsorpsi atau dihamburkan oleh material. a.2008). Jenis spektrum X ray dari sampel yang diradiasi akan menggambarkan puncak-puncak pada intensitas yang berbeda (Viklund.2009) : . Proses dimana sinar-X diabsorpsi oleh atom dengan mentransfer energinya pada elektron yang terdapat pada kulit yang lebih dalam disebut efek fotolistrik. elektron pindah dari kulit yang di dalam menimbulkan kekosongan. Apabila atom kembali pada keadaan stabil. bila sinar-X primer memiliki cukup energi. proton atau sumber elektron dengan energi yang tinggi (Viklund.

2009. • Analisa yang sangat bagus untuk elemen berat. Jenis XRF Jenis XRF yang pertama adalah WDXRF (Wavelength-dispersive X-ray Fluorescence) dimana dispersi sinar-X didapat dari difraksi dengan menggunakan analyzer yang berupa cristal yang berperan sebagai grid. 2009): • aplikasinya luas dan beragam. • Sensitivitas yang sangat tinggi dan limit deteksi yang sangat rendah Gambar berikut menggambarkan prinsip kerja WDXRF(Gosseau.) . • Kondisi pengukuran yang optimal dari tiap – tiap elemen dapat diprogram.) b. 2009). Kisi kristal yang spesifik memilih panjang gelombang yang sesuai dengan hukum bragg (PANalytical.Prinsip Kerja XRF Gambar diatas menggambarkan prinsip pengukuran dengan menggunaan XRF (Gosseau.2009. Dengan menggunakan WDXRF spektrometer (PANalytical.

(Gosseau. namun keakuratan berkurang. Gambar berikut mengilustrasikan prinsip kerja EDXRF (Gosseau.2009). Pada XRF jenis ini. Jenis XRF yang kedua adalah EDXRF.2009): . Radiasi dengan dengan arah yang spesifik yang dapat mencapai colimator. Impuls kemudian menuju sebuah perangkat yang dinamakan MCA (Multi-Channel Analyzer) yang akan memproses impuls tersebut. Detektor menangkap foton – foton tersebut dan dikonversikan menjadi impuls elektrik.Sampel yang terkena radiasi sinar-X akan mengemisikan radiasi ke segala arah. Radiasi Emisi dari sample yang dikenai sinar-X akan langsung ditangkap oleh detektor. namun menggunakan software yang mengatur seluruh radiasi dari sampel kedetektor (PANalytical. membutuhkan biaya yang relatif rendah. Sehingga akan terbaca dalam memori komputer sebagai channel. 2009). Maka hanya panjang gelombang yang sesuai akan terukur oleh detektor. Karena sudut refleksi spesifik bergantung panjang gelombang. EDXRF (Energy-dispersive X-ray Fluorescence) spektrometri bekerja tanpa menggunakan kristal.2009). panjang gelombang yang diradiasikan sesuai dengan sudut θ dan sudut 2θ dari kisi kristal. maka untuk pengukuran elemen yang berbeda. Amplitudo dari impuls elektrik tersebut bersesuaian dengan energi dari foton – foton yang diterima detektor. Sudut ini akan terbentuk jika. Sehingga refleksi sinar radiasi dari kristal kedetektor akan memberikan sudut θ. Channel tersebut yang akan memberikan nilai spesifik terhadap sampel yang dianalisa. kristal serta detektor (Gosseau. perlu dilakukan pengaturan posisi colimator.

Al. beberapa kelebihan dari XRF : • Cukup mudah. Sr. murah dan analisanya cepat • Jangkauan elemen Hasil analisa akurat • Membutuhan sedikit sampel pada tahap preparasinya(untuk Trace elemen) • Dapat digunakan untuk analisa elemen mayor (Si. Rb. Nb. Zr. Cr. La. V. Mg. Zn) Beberapa kekurangan dari XRF : • Tidak cocok untuk analisa element yang ringan seperti H dan He • Analisa sampel cair membutuhkan Volume gas helium yang cukup besar • Preparasi sampel biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama dan memebutuhkan perlakuan yang banyak Direct Mercury Analizer . Co. Ti. Ca. K. Sc. Y. Ni. P) maupun tace elemen (>1 ppm. Cu. Mn.Alat deteksi mercury untuk sampel solid dan liquid . U. Ba. Rh. Fe. Na. Ga. Ce.Ilustrasi prinsip kerja EDXRF c. Kelebihan dan kekurangan XRF Setiap teknik analisa memiliki kelebihan serta kekurangan.

Milestone merkuri analyzer menentukan kadar merkuri sampel padat dan cair. Sampel
ditempatkan dalam perahu kuarsa atau nikel dan dimasukkan ke dalam penganalisa 40-posisi
autosampler. Setiap sampel kemudian dikeringkan dan dibakar, dan produk-produk
pembakaran lebih lanjut didekomposisi menggunakan katalis panas. Sebuah amalgamator
emas digunakan untuk menjebak uap merkuri, setelah sistem memerah dengan oksigen untuk
menghilangkan gas berlebih. Amalgamator tersebut kemudian dipanaskan dengan cepat untuk
melepaskan uap merkuri, yang melewati jalan cahaya dari built-in Spektrofotometer Serapan
Atom pada panjang gelombang 254 nm. Terminal kontrol memungkinkan operasi manual
atau otomatis instrumen, dan dapat mengimpor hasil analisis ke spreadsheet. Jangkauan
deteksi adalah 0 sampai 1.000 ng merkuri.
3.

Pengertian Timbal (Pb)
Timbal atau dalam keseharian lebih dikenal dengan nama timah hitam. Dalam bahasa
ilmiahnya dinamakan Plumbum, dan logam ini disimbolkan dengan Pb. Logam ini termasuk
kedalam kelompok logam-logam golongan IV-A pada tabel periodik unsur kimia.
Mempunyai unsur atom (NA)82 dengan bobot atau berat atom (BA)207,2 (Anonim a, 2013).

Timbal merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Timbal (Pb)
dimanfaatkan manusia untuk bahan pembuat baterai, membuat amunisi, produk logam
(logam lembaran, solder, dan pipa), perlengkapan medis (penangkal radiasi dan alat bedah),
cat, keramik, peralatan kegiatan ilmiah/praktek (papan sirkuit (CB) untuk computer) untuk
campuran minyak bahan-bakar untuk meningkatkan nilai oktan (Wardhayani, 2006)
Berikut merupakan ciri-ciri dari timbal ialah ( Anonim a, 2013):
a. Merupakan logam yang lunak, sehingga dapat dipotong dengan menggunakan pisau atau
tangan dan dapat dibentuk dengan mudah.

b. Bersifat anorganik dan umumnya dalam bentuk garam anorganik yang umumnya kurang
larut dalam air.
c. Tahan terhadap korosi atau karat, sehingga logam timbal sering digunakan sebagai
coating
d. Titik lebur rendah, hanya 327,5 derajat C.
e. Merupakan penghantar listrik yang tidak baik.
f. Mempunyai kerapatan yang lebih besar dibandingkan dengan logam-logam biasa, kecuali
emas dan mercuri.
g. Tidak mengalami degradasi (penguraian) dan tidak dapat dihancurkan
h. Tidak mengalami penguapan namun dapat ditemukan di udara sebagai partikel
Efek Pb terhadap kesehatan terutama terhadap sistem haemotopoetic (sistem
pembentukan darah), adalah menghambat sintesis hemoglobin dan memperpendek umur sel
darah merah sehingga akan menyebabkan anemia. Pb juga menyebabkan gangguan
metabolisme Fe dan sintesis globin dalam sel darah merah dan menghambat aktivitas
berbagai enzim yang diperlukan untuk sintesis heme (Anonim a, 2013).
Anak yang terpapar Pb akan mengalami degradasi kecerdasan alias idiot. Pada orang
dewasa Pb mengurangi kesuburan, bahkan menyebabkan kemandulan atau keguguran pada
wanita hamil, kalaupun tidak keguguran, sel otak tidak bisa berkembang. Dampak Pb pada
ibu hamil selain berpengaruh pada ibu juga pada embrio/ janin yang dikandungnya. Selain
penyakit yang diderita ibu sangat menentukan kualitas janin dan bayi yang akan dilahirkan
juga bahan kimia atau obat-obatan, misalnya keracunan Pb organik dapat meningkatkan
angka keguguran, kelahiran mati atau kelahiran premature (Anonim a, 2013).
Timbal (Plumbum) beracun baik dalam bentuk logam maupun garamnya. Garamnya
yang beracun adalah : timbal karbonat ( timbal putih ); timbal tetraoksida ( timbal merah );
timbal monoksida; timbal sulfida; timbal asetat ( merupakan penyebab keracunan yang
paling sering terjadi ). Ada beberapa bentuk keracunan timbal, yaitu keracunan akut, subakut
dan kronis. Nilai ambang toksisitas timbal ( total limit values atau TLV ) adalah 0,2
miligram/m3. Berikut tipe keracunan timbal yang terjadi ialah (Anonim b, 2013):
a. Keracunan akut
Keracunan timbal akut jarang terjadi. Keracunan timbal akut secara tidak sengaja
yang pernah terjadi adalah karena timbal asetat. Gejala keracunan akut mulai timbul 30 menit
setelah meminum racun. Berat ringannya gejala yang timbul tergantung pada dosisnya.
Keracunan biasanya terjadi karena masuknya senyawa timbal yang larut dalam asam atau
inhalasi uap timbal. Efek adstringen menimbulkan rasa haus dan rasa logam disertai rasa

terbakar pada mulut. Gejala lain yang sering muncul ialah mual, muntah dengan muntahan
yang berwarna putih seperti susu karena Pb Chlorida dan rasa sakit perut yang hebat. Lidah
berlapis dan nafas mengeluarkan bau yang menyengat. Pada gusi terdapat garis biru yang
merupakan hasil dekomposisi protein karena bereaksi dengan gas Hidrogn Sulfida. Tinja
penderita berwarna hitam karena mengandung Pb Sulfida, dapat disertai diare atau
konstipasi. Sistem syaraf pusat juga dipengaruhi, dapat ditemukan gejala ringan berupa
kebas dan vertigo. Gejala yang berat mencakup paralisis beberapa kelompok otot sehingga
menyebabkan pergelangan tangan terkulai ( wrist drop ) dan pergelangan kaki terkulai (foot
drop).
b. Keracunan subakut
Keracunan sub akut terjadi bila seseorang berulang kali terpapar racun dalam dosis
kecil, misalnya timbal asetat yang menyebabkan gejala-gejala pada sistem syaraf yang lebih
menonjol, seperti rasa kebas, kaku otot, vertigo dan paralisis flaksid pada tungkai. Keadaan
ini kemudian akan diikuti dengan kejang-kejang dan koma. Gejala umum meliputi
penampilan yang gelisah, lemas dan depresi. Penderita sering mengalami gangguan sistem
pencernaan, pengeluaran urin sangat sedikit, berwarna merah. Dosis fatal : 20 - 30 gram.
Periode fatal : 1-3 hari.
c.

Keracunan kronis
Keracunan timbal dalam bentuk kronis lebih sering terjadi dibandingkan keracunan
akut. Keracunan timbal kronis lebih sering dialami para pekerja yang terpapar timbal dalam
bentuk garam pada berbagai industri, karena itu keracunan ini dianggap sebagai penyakit
industri. seperti penyusun huruf pada percetakan, pengatur komposisi media cetak, pembuat
huruf mesin cetak, pabrik cat yang menggunakan timbal, petugas pemasang pipa gas. Bahaya
dan resiko pekerjaan itu ditandai dengan TLV 0,15 mikrogram/m3, atau 0,007 mikrogram/m3
bila sebagai aerosol. Keracunan kronis juga dapat terjadi pada orang yang minum air yang
dialirkan melalui pipa timbal, juga pada orang yang mempunyai kebiasaan menyimpan Ghee
(sejenis makanan di India) dalam bungkusan timbal. Keracunan kronis dapat mempengaruhi
system syaraf dan ginjal, sehingga menyebabkan anemia dan kolik, mempengaruhi fertilitas,
menghambat pertumbuhan janin atau memberikan efek kumulatif yang dapat muncul
kemudian.
Risiko Timbal (Pb) Pada Organ Tubuh
Timbal (Pb) adalah logam toksik yang bersifat komulatif sehingga mekanisme
toksisitasnya dibedakan menurut organ yang dipengaruhi yaitu (Wardhayani, 2006):

memperlihatkan peningkatan tekanan osmosis dan kelemahan pergerakan. Enzim-enzim tertentu memiliki gugus sulfihidril (. dan pada hakekatnya tidak mengkatalisis reaksi lain. dengan cara menghambat enzim delta aminolevulinik asid dehidratase (delta ALAD) dan feroketalase yang akhirnya meningkatkan ekskresi koproporfirin dalam urin dan delta ALA serta mensintesis Hb.Enzim-enzim yang mempunyai gugus sulfihidril ini merupakan kelompok enzim yang paling mudah terhalang daya kerjanya . Ikatan itu dapat terjadi karena logam berat mempunyai kemampuan untuk menggantikan gugus logam yang berfungsi sebagai ko-faktor enzim. Risiko timbal (Pb) pada sistem hemopoietik. Memperlambat pematangan normal sel darah merah (eritrosit) dalam sumsum tulang yang menyebabkan terjadinya anemi. Selain itu juga memperlihatkan penghambatan Na-K-ATP ase yang meningkatkan kehilangan kalium intraseluler.SH) sebagai pusat aktifnya . Sel darah merah muda (retikulosit) dan sel stipel kemudian . Pada umumnya semua reaksi biokimia dikatalisasi oleh enzim. Timbal (Pb) mempengaruhi sistem darah dengan cara: a. Logam berat mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan enzim. daya kerja yang dimiliki oleh enzim menjadi sangat berkurang atau sama sekali tidak bekerja . Sifat enzim yang paling bermakna adalah kesanggupannya untuk mengkatalisis suatu reaksi spesifik. c. Keberadaan suatu zat racun dapat mempengaruhi aktifitas enzim fisiologis tubuh. Hal ini membuktikan bahwa kejadian anemi karena keracunan timbal (Pb) disertai dengan penyusutan waktu hidup eritrosit. Mempengaruhi kelangsungan hidup sel darah merah. Timbal (Pb) mengganggu sistem sintesis Hb dengan cara menghambat konversi delta aminolevulinik acid (delta ALAD) menjadi forfobilinogen dan menghambat korporasi dari Fe ke protoporfirin IX untuk membentuk Hb. b. Keadaan ini disebabkan gugus sulfihidril dengan mudah berikatan dengan ion-ion logam berat. Enzim adalah katalisator protein (zat yang mempercepat reaksi biokimia dalam sistem biologis). Pembentukan senyawa porfirin seperti pada skema di bawah ini Kompensasi penurunan sintesis Hb karena terhambat timbal (Pb) adalah peningkatan produksi erithrofoesis. Menghambat biosintesis hemoglobin dengan cara menghambat aktivitas enzim deltaALAD dan enzim ferroketalase 15 Proses kehidupan organisme merupakan rangkain proses fisiologis. maka dibutuhkan enzim-enzim untuk kelancaran rangkaian-rangkaian reaksi yang dibentuknya.1. Akibat dari ikatan yang dibentuk antara gugus sulfihidril dengan ion logam berat. Eritrosit yang diberi perlakuan dengan timbal (Pb).

dapat terjadi ensefalopati. Sistem saraf yang kena pengaruh timbal (Pb) dengan konsentrasi timbal dalam darah diatas 80 μg / 100 ml. gejala-gejala tersebut meliputi kurangnya nafsu makan. yaitu sejenis penyakit gula. kerusakan pada otak besar dan delirium. kebutaan dan epilepsi dengan atrofi kortikal. gangguan epigastrik setelah makan. yaitu terjadinya kelebihan asam amino dalam urine. Hal ini terjadi karena adanya tanda-tanda keracunan Pb. Risiko dari keracunan keracunan timbal (Pb) dapat menimbulkan keruskan pada otak. Nefropatis (kerusakan nefron pada ginjal) dapat di deteksi dari ketidak seimbangnya fungsi renal dan sering diikuti hipertensi. Ditemukannya sel stipel basofil (basophilic stippling) merupakan gejala dari adanya gangguan metabolik dari pembentukan Hb. maka kecenderungan untuk munculnya gejala lebih parah lagi. Keracunan kandungan timbal (Pb) dapat merusak saraf mata pada anak-anak dan berakhir pada kebutaan. Centers for disease Control (CDC) menyatakan bahwa kandungan timbal (Pb) dalam darah 70 μg / 100 ml merupakan batas darurat medis akut pada pasien anak. Timbal (Pb) yang terlarut dalam darah akan berpindah ke sistem urinaria (ginjal) sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada ginjal.dibebaskan. sembelit dan diare. 2. Senyawa timbal (Pb) yang terlarut dalam darah dibawa ke seluruh system tubuh . Risiko Timbal (Pb) pada Sistem ginjal. yaitu bagian . 4. Jika kadar timbal (Pb) dalam darah melebihi 100 μg / 100 ml. Hal ini dapat dilihat melalui gejala seperti gangguan mental yang parah. penurunan intelegensia (IQ). halusinasi. atau jahat. 3. Glomerolus merupakan tempat proses pemisahan akhir dari semua bahan yang dibawa darah. gangguan pencernaaan. Kerusakan terjadi karena terbentuknya intranuclear inclusion bodies disertai dengan gejala aminociduria. akhirnya poliribosoma ireguler pada agregat RNA membentuk sel stipel. Sirkulasi darah masuk ke glomerolus merupakan bagian dari ginjal. Sistem saraf merupakan sistem yang paling sensitif terhadap daya racun . Kerusakan saraf motorik menyebabkan kelumpuhan saraf lanjutan dikenal dengan lead palsy. Risiko Timbal (Pb) pada Sistem Gastrointestinal Gejala awal muncul pada konsentrasi timbal (Pb) dalam darah sekitar 80 μg / 100 ml. atau dapat secara tidak langsung berkurangnya persepsi sensorik sehingga menyebabkan kurangnya kemampuan belajar. Risiko Timbal (Pb) pada Sistem Saraf. Penyakit-penyaakit yang berhubungan dengan otak sebagai akibat dari keracunan timbal (Pb) adalah epilepsi. Sel darah merah gagal untuk menjadi dewasa dan sel tersebut menyisakan organel yang biasanya menghilang pada proses kedewasaan sel. atau mengalami gangguan perilaku seperti sifat agresif. destruktif.

Konsentrasi timbal (Pb) dalam darah diatas 150 μg / 100 ml penderita menderita nyeri dan melakukan reaksi kaki ditarik-tarik kearah perut secara terus menerus dan menggeretakkan gigi. Patogenesis kanker otak akibat terpapar timbal (Pb) adalah sebagai berikut : timbal (Pb) masuk kedalam darah melalui makanan dan akan tersimpan dalam organ tubuh yang mengakibatkan gangguan sintesis DNA. Jika gejala ini tidak segera ditangani. Efek reproduktif meliputi berkurangnya tingkat kesuburan bagi wanita maupun pria yang terkontaminasi Timbal (Pb). Tahap akut keracuan timbal (Pb) khususnya pada pasien yang menderita kolik. gelombang T dan atau sudut QRS-T yang melebar secara tidak normal. maka pasien tersebut akan mengalami hipotonia. 6. proliferensi sel yang membentuk nodul selanjutnya berkembang menjadi tumor ganas.perut kolik terus menerus dan sembelit yang lebih parah. Temuan utama dari penelitian adalah takhikardia. maka kolik dapat terjadi selama beberapa hari. logam tersebut juga dapat melewati placenta sehingga dapat menyebabkan kelainan pada janin. . International Agency for Research on Center (IARC) menyatakan bahwa timbal (Pb) inorganic dan senyawanya termasuk dalam grup 2B. Risiko Timbal (Pb) pada Sistem Reproduksi dan Endokrin. Timbal (Pb) diperkirakan mempunyai sifat toksik pada gen sehingga dapat mempengaruhi terjadinya kerusakan DNA / mutasi gen dalam kultur sel mamalia. 7. Dapat menimbulkan berat badan lahir rendah dan prematur. Dalam penelitian ditemukan jenis kelainan perubahan elektrokardiografis pada 70 % dari total pasien yang ditangani. Risiko Timbal (Pb) pada Sistem Kardiovaskuler. diikuti keluarnya keringat pada kening. 5. Jika tidak dilakukan penanganan lebih lanjut. maka akan muncul kolik yang lebih spesifik. Kemungkinan kerusakan miokardial harus diperhatikan. atrial disritmia. Timbal (Pb) juga dapat menyebabkan kelainan pada fungsi tiroid dengan mencegah masuknya iodine. tekanan darah akan naik. Risiko Karsinogenik. Jika terjadi hal demikian. bahkan hingga satu minggu. kemungkinan menyebabkan kanker pada manusia. Tahap awal proses terjadinya kanker adanya kerusakan DNA yang menyebabkan peningkatan lesi genetik herediter yang menetap atau disebut mutasi.

partikel debu. Komponen penyusun udara mikroba. ilmu lingkungan dan pertanian serta cabang ilmu yang lainnya. (2003) mendefinisikan bioaerosol sebagai atau materi partikulat mikroba yang berasal dari manusia. Partikel halus yang dimaksud adalah bioaerosol. Jumlah dan tipe mikroba yang mengkontaminsai udara ditentukan oleh sumber kontaminan.5-30 µm. ukuran partikel pembawa mikroorganisme tersebut serta ciri-ciri mikroorganisme itu sendiri terutama ketahanan terhadap keadaan fisik di atmosfer. kelembaban. pollen. sidat dan taraf kegiatan orang yang menempati ruangan tersebut (Waluyo. baik yang bersifat patogenik atau nonpatogenik. ada sebagian yang mati dalam hitungan detik sedangkan yang lain dapat bertahan hidup lama. air. umumnya berbentuk spora. 2005). 2005). suhu. Organisme yang memasuki udara dapat terangkut sejauh beberapa meter atau beberapa kilometer. 1988). hal ini akan berpengaruh terhadap iklim global dan kehidupan kita (Dodi. baik kimia maupun fisik. tetesan air yang semua dapat sebagai tempat tumbuh mikroba (Waluyo. cahaya. Flora mikroba yang terdapat diudara bersifat sementara dan beragam. tetapi merupakan pembawa bahan partikulat. padatnya orang. Mikroba dapat tersuspensikan sementara dalam bahan partikulat tersebut atau terbawa oleh partikel debu dan tetesan cairan baik yang berukuran besar ataupun kecil. Bioaerosol mempunyai peranan yang sangat penting terhadap komposisi atmosfer baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketahanan hidup yang berbeda-beda dari suatu mikroba di dalam udara ditentukan oleh keadaan lingkungan seperti keadaan atmosfer.BIOAEROSOL Latar Belakang Atmosfer bumi kita mengandung partikel-partikel halus yang memiliki beragam sifat. debu. Mikroba dalam ruangan dipengaruhi oleh laju ventilasi. Menurut Irianto (2002). senyawa organik maupun senyawa anorganik. misalnya dari orang yang batuk atau bersin. . hewan ataupun tanaman. Douwes et al. partikel bioaerosol yang tersuspensi di udara memiliki kisaran ukuran sebesar 0. jamur dan mikro alga. Mikroorganisme yang paling banyak memenuhi komponen udara bebas adalah bakteri. Udara bukan merupakan medium tempat mikroba tumbuh. Mempelajari mikrobiologi udara sebagai cabang dari mikrobiologi erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan dan masyarakat. Kandungan udara dalam ruangan akan berbeda dengan luar ruangan. dalam bentuk vegetatif atau generatif. 2005). Beberapa metode penangkapan mikroba udara antara lain dengan cara sedimentasi dan alat penangkap udara (air sampler) (Pelczar dan Chan.

Sraphylococcus. Mucor. 2005). Streptococcus. 2005). Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara akan bervariasi sesuai dengan lokasi. Selain itu. sedangkan golongan bakteri dominan adalah dari genus Pseudomonas dan Bacillus (Waluyo. Bakteri dengan contoh spesiesnya adalah Bacillus. ukuran partikel pembawa mikroba. Rhizopus. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Kift (2005). Penicillium. Komponen-komponen penyusun bioaerosol di antaranya adalah jamur. mikroorganisme tersebut hanya tinggal sementara mengapung di udara dan terbawa bersama dengan debu. sifat mikroba dan kerentanan terhadap faktor fisik yang dimiliki setiap mikroba juga mempengaruhi bioaerosol. Menurut Irianto (2002) kelembaban udara. Trichoderma 3. kelompok mikroba yang paling banyak ditemukan antara lain jasadjasad kontaminan seperti : 1. Bioaerosol dalam dunia kesehatan memiliki dampak yang besar yaitu salah satunya Polyaromatic hydrocarbon (PAH) yang memiliki efek karsinogen (Dodi. bioaerosol yang berlebihan berdampak negatif terhadap kehidupan manusia. basillus gram positif. Golongan jamur dominan yang bisa didapati dalam suatu ruang adalah dari genus Trichosporon. polutan dan radiasi mempengaruhi gerak Brown di udara yang secara langsung mempengaruhi bioaerosol. coccus gram positif dan basillusgram negatif. Pseudomonas dan Sarcina 2. Disamping gejala kronis iritasi saluran pernafasan atau kanker paru-paru. Tipe-tipe bakteri yang hidup di udara meliputi bakteri pembentuk spora dan bukan pembentuk spora. Selain itu.Menurut Waluyo (2005). Trichoderma dan Aspergillus. Makhluk hidup terutama adalah jamur dan bakteri. Dampak yang sering ditimbulkan akan menyebabkan penyakit pada paru-paru manusia. Udara tidak mempunyai flora alami. Jumlah dan macam mikroorganisme dalam suatu volume udara bervariasi sesuai dengan lokasi. Bioaerosol adalah partikel debu yang terdiri atas makhluk hidup atau sisa yang berasal dari makhluk hidup. kondisi cuaca . bioaerosol dapat menyebabkan brochitis dan fibrosis pada paru-paru. Pengaruh kesehatan yang ditimbulkan oleh bioaerosol yaitu infeksi m alergi dan iritasi. kondisi dan jumlah orang yang ada. Paecylomyces dan sebagainya. virus dan bakteri. Saccharomyces. bronkitis dan lain-lain. Dampak buruk lain bagi kesehatan dapat berupa gejala akut seperti asma. monieliella. Kapang dengan contoh spesiesnya adalah Arpergillius. Khamir dengan contoh spesiesnya adalah Candida. medan elektromagnet.

463 kali lebih besar untuk dapat terjadinya iritasi hidung. Titik-titik air yang terhembuskan dari saluran penapasan mempunyai ukuran yang beragam dari mikrometer sampai milimeter. batuk dan bahkan saat bercakap-cakap. Solusi Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah bioaerosol di dalam ruangan. artinya semakin banyak jumlah koloni jamur dalam ruangan mempunyai resiko 16. dan jumlah ini semakin berkurang pada ketinggian (altitude) yang tinggi (Volk & Wheeler. padatnya orang. Bahaya dan Pengaruhnya Mikroba di udara bersifat sementara dan beragam. Daerah yang berdebu hampir selalu mempunyai populasi mikroorganisme atmosfer yang tinggi. Selain itu ada beberapa kasus juga yang mengeluhkan iritasi pada mata. yang kesemuanya ini mungkin dimuati mikroba. .dan jumlah orang yang ada. 1. Titik-titik air yang ukurannya jatuh dalam kisaran mikrometer yang rendah tinggal di udara sampai beberapa lama. Debu dari permukaan ini kadang-kadang akan berada dalam udara selama berlangsungnya kegiatan dalam ruangan tersebut.008 kali lebih besar untuk dapat terjadinya mual. Sebaliknya hujan. Udara bukanlah suatu medium tempat mikroorganisme tumbuh. salju atau hujan es akan cenderung mengurangi jumlah organisme di udara dengan membasuh partikel yang lebih berat dan mengendapkan debu. Jumlah mikroorganisme menurun secara menyolok di atas samudera. 2. 1989). kulit kering. Di dalam ruangan populasi mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti laju ventilasi. Mikroorganisme dapat terhembuskan dalam bentuk percikan dari hidung dan mulut misalnya selama bersin. artinya semakin banyak jumlah koloni kuman dalam ruangan mempunyai resiko 1. Akibat yang timbul dari mikroorganisme ini tidak dapat pula diremehkan. Kuman berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan berupa mual. tetapi yang berukuran besar segera jatuh ke lantai atau permukaan benda lain. tetapi merupakan pembawa bahan partikulat debu dan tetesan cairan. Jamur berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan berupa iritasi hidung. dan sifat serta taraf kegiatan orang-orang yang menempati ruangan tersebut. sakit kepala. dan bersin-bersin.

Memeriksakan kesehatan secara berkala ke dokter. Melakukan penyaringan udara masuk. Tidak melakukan aktifitas yang menimbulkan polusi lain semisal: merokok di ruangan tertutup ber AC dan memakai parfum yang berbau berlebihan. 5. Semakin rutin kita membersihkan ruangan. Pergunakan vacuum sentral di rumah atau dikantor untuk membersihkan kotoran/debu yang menempel. . 3.1. 4. Biasakan untuk membersihkan perangkat AC secara berkala (walaupun belum terlihat kotor) 2. maka semakin nyaman kita beraktifitas dalam ruangan itu.

Electronical Zone Sensing (EZS) 5. Metode ini baik digunakan untuk ukuran yang kasar. Metode sedimentasi 4. kepadatan partikel. metalurgi. Misalnya gear pada mesin sepeda motor atau mobil. para peneliti mulai menggunakan Laser Diffraction (LAS). kedokteran bahkan teknik sipil dan teknik mesin hampir semuanya didasari atas pemanfaatan karakteristik suatu partikel. Metode ayakan (Sieve analyses) 2. dimana hubungan antarpartikel lemah dan kemungkinan untuk beraglomerasi kecil. Metode ini dinilai lebih akurat untuk bila dibandingkan dengan metode analisa gambar maupun metode ayakan (sieve analyses). Metode yang paling umum digunakan adalah analisa gambar (mikrografi). Ukuran aerosol submikron dan perhitungan Sieve analyses (analisis ayakan) dalam dunia farmasi sering kali digunakan dalam bidang mikromeritik. Analisa gambar (mikrografi) 6. Contoh alat yang menggunakan metode LAS adalah particle size analyzer (PSA). Metode basah: metode ini menggunakan media pendispersi untukmendispersikan material uji. TEM dan AFM. Namun seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang lebih mengarah ke era nanoteknologi. paduan fase dan fase distribusi hingga ke kualitas pencampuran. 2. terutama untuk sample-sampel dalam orde nanometer maupun submikron. Teknik ini tidak bisa terlepas dari karakteristik serbuk itu sendiri. Misalnya ukuran partikel dan distribusi ukuran. Laser Diffraction (LAS) 3.Particle Size Analyzer (PSA) Penelitian-penelitian di bidang kimia. bentuk partikel. Yaitu ilmu yang mempelajari tentang ilmu dan teknologi partikel kecil. lingkungan. . Metode ini meliputi metode mikroskopi dan metode holografi. luas permukaan spesifik. Pembuatan gear sendiri sudah memanfaatkan teknik metalurgi serbuk. Metode kering: metode ini memanfaatkan udara atau aliran udara untuk melarutkan partikel dan membawanya ke sensing zone. material. Alat yang sering digunakan biasanya SEM. fisika. Metode LAS bisa dibagi dalam dua metode: 1. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui ukuran suatu partikel yaitu: 1. Metode kromatografi 7. farmasi.

antara lain: 1) Menganalisa ukuran partikel. Dimana hal ini akan berpengaruh pada struktur lapisan clay. Beberapa analisa yang dilakukan.Pengukuran partikel dengan menggunakan PSA biasanya menggunakan metode basah. Pengukuran partikel dengan menggunakan PSA lebih akurat jika dibandingkan dengan pengukuran partikel dengan alat lain seperti XRD ataupun SEM. Metode ini dinilai lebih akurat jika dibandingkan dengan metode kering ataupun pengukuran partikel dengan metode ayakan dan analisa gambar. Keunggulan penggunaan Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui ukuran partikel: 1) Lebih akurat. . 2) Hasil pengukuran dalam bentuk distribusi. Dengan demikian ukuran partikel yang terukur adalah ukuran dari single particle. Struktur lapisan clay ini sangat berpengaruh pada metode slip casting. 3) Mengukur tegangan permukaan dari partikel clay bagi industri keramik dan sejenisnya. 4) Mengetahui zeta potensial coagulant untuk proses coagulasi partikel pengotor bagi industri WTP (Water Treatment Plant) 5) Mengetahui ukuran partikel tegangan permukaan dari densitas pada emulsi yang digunakan pada produk-produk industri beverage. Hal ini dikarenakan partikel didispersikan ke dalam media sehingga ukuran partikel yang terukur adalah ukuran dari single particle. sehingga hasil pengukuran dapat diasumsikan sudah menggambarkan keseluruhan kondisi sampel. Terutama untuk sampel-sampel dalam orde nanometer dan submicron yang biasanya memliki kecenderungan aglomerasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan partikel didispersikan ke dalam media sehingga partikel tidak saling beraglomerasi (menggumpal). 3) Rentang pengukuran dari 0. 2) Menganalisa nilai zeta potensial dari suatu larutan sample.6 nanometer hingga 7 mikrometer. Selain itu hasil pengukuran dalam bentuk distribusi. sehingga dapat menggambarkan keseluruhan kondisi sample.

Volume-II.E. BPLHD Jabar.S. Studi Pemisahan Senyawa Hidrokarbon Poliaromatik Secara Kromatografi Gas Kolom Kapiler.com/2010/12/particulate-matter-pm-10-danlow-volume. A wiley-Interscience publication John Wiley &Sons. Tokyo.go.wikipedia. Majalah Farmasi Indonesia. Mais.html (diunduh pada tanggal tanggal 26 Desember 2014) POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON (PAH) Killops dan Killops.org/wiki/Gas_chromatography http://id. this volume dedicat-ed to Betty. Lukitaningsih. John-Willey & Sons.and Surveying. Symbolic Interactionism (Perspective and Method). Illinois: Scott Foresman Wark.blogspot. 2008. Prentice Hall Inc. http://el-andalucy. http://www.id/index. Air Pollution Its Origin and Control.wordpress. Cecil F. New Jersey. 2009. S. Kenneth and Warner. Studi Benzo[a]Pyrene – Hemoglobin Adduct Pada Polisi Lalulintas dan Pasien Kanker Paru-Paru yang Terpapar Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH). Yudy. New York Blumer. Febry. Analisis. UGM. Air Pollution. and Seager. Mary.org/wiki/Hidrokarbon_aromatik_polisiklik http://chromservis.DAFTAR PUSTAKA METODE PENGUKURAN PARTIKULAT Alfiah. Introduction to Organic Geochemistry. . Environmental Chemistry: Air and Water Pollution.com/2009/10/pu-bab-2-b. New York: Harper & Row Publishers Warner Peter O 1977.L. 2009. “ Fundamentals of Air Sampling” Lewis Publishers. University of California Press. Wight Gregory D.php/bidang-pengendalian/subidpemantauan-pencemaran/191-pencemaran-udara-oleh-partikulat (tanggal 26 Desember 2014 ) Stoker. Taty. 1994. 1969.pdf (diunduh pada tanggal 26 Desember 2014 ) Azthur C Stlenn 1970. Yusra..files. Dewi. S.cz/category/photoionization-pid. UI.bplhdjabar. http://tatyalfiah. Herbert. 2000. Yogyakarta. 1993. 2010. Depok en. Glenview. “ Analysis of Air Pollutants “ . 1972.wikipedia.Inc. 1981. H.& Noegrohati. New York. and Erci.Monitoring. Second Edition.

2004.depkes. Studi Benzo[a]Pyrene – Hemoglobin Adduct Pada Polisi Lalulintas dan Pasien Kanker Paru-Paru yang Terpapar Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH).net46. Sukar.wikipedia..php http://www.pdf http://www..D. Dewi. 2006. .co.net BIOARESOL Atlas.1_arsenic. Merkuri (Hg).& Noegrohati. PANalytical B.. 2009.E. The long-term trends and seasonal variation of the Aeroallergen Alternaria in Derby.who. Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) dari Sisa Pengolahan Bijih Logam. M. Microbial ecology : Fundamentals of Aplications. M. Mais. dkk.litbang. Studi Pemisahan Senyawa Hidrokarbon Poliaromatik Secara Kromatografi Gas Kolom Kapiler.org http://www.geoajeh. 2003.php http://www. M and R Bartha.id/data/vol%202/sukar22.Volatile Organik Compound (VOC) Lukitaningsih. Gas Chromatography’s Application with PID. Addison Wesley Publisshing Company Inc. 2008. D. 2009. Tallei.ekologi.cz/category/photoionization-pid. Yogyakarta.journal. Tinjauan terhadap Tailing Mengandung Unsur Pencemar Arsen (As). Mekanisme Detoksikasi Logam Berat dalam Tubuh Manusia Viklund. Herman.ac. Sumber dan Terjadinya Arsen di Lingkungan.unair.go. UGM.com/index. 2006.id.S.. 2001. Teknik Pemeriksaan Material Menggunakan XRF.2008. A. Philippines. Depok http://chromservis.Introduction to XRF Spectroscopy. Sudarmaji. UK.euro. 2000.. Corden.V. and Millington. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya terhadap Kesehatan.id/detail_jurnal. R.Z.int/document/aiq/6. Majalah Farmasi Indonesia.airproducts. T. X-ray Fluorescence Spectrometry. Aerobiologia 17: 127-136. XRD http://www. J.org/cgi/reprint/24/1/36 http://www.ajph. UI. Inorganic Compound Gosseau. 1981.pdf http://www. www.bluefame.

Universitas Indonesia Press.E. Kift. L. http://www. Mikrobiologi Lingkungan Edisi Ke 1. S.Dodi. Pelczar. E. J. Annals of Occupational Hygiene 47(3): 187-200. Bioaerosol Health Effects and Exposure Assessment: Progress and Prospects. Comparison of Indoor and Outdoor Bioaerosol Concentrations in Sheep Shearing Sheds in Eastern NSW.C. 1989. Waluyo.. 2005. R. Erlangga. L. Thorne. P. Volk. C. R. A. S. Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Malang..J. Wheeler. Jakarta. and Heederik. Aerosol. jakarta.. dan E. Jakarta. M. A dan M. Douwes.beritaiptek. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Davidson. C. 2005. D. Diakses Tanggal 21 Desember 2014. Reed. Berdampak pada Iklim Global. M. F.com. Pilanesberg : 1-9. Chan. 2002. G. . Mikrobiologi Dasar. Pearce. N. Irianto. Mulley. W.. and Cusbert.. 2003. 2005. Mikrobiologi Lingkungan. S.. 1988.