Anda di halaman 1dari 28

Pengembangan Formulasi Expanding

Agent Material Semen Pengeboran
dengan Memanfaatkan Dolomit Alami
Oleh : Budi Saroyo1), Isa Soeyatmo2), dan Supriyadi2)
1)

Pengkaji Teknologi, 2)Perekayasa Muda, pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
“LEMIGAS” Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Tromol Pos : 6022/KBYB-Jakarta 12120, Telepon : 62-21-7394422, Faksimile : 62-21-7246150
Teregistrasi I Tanggal 5 Maret 2010; Diterima setelah perbaikan tanggal 23 Juni 2010

Disetujui terbit tanggal: 31 Agustus 2010

SARI
Masalah penyekatan zona yang tidak sempurna sering terjadi dan sangat mempengaruhi
produksi suatu sumur. Masalah yang sering dijumpai pada suatu penyemenan adalah kurang
bagusnya kekuatan dan daya ikat semen, terutama dalam menahan tekanan dan beban. Pada
sumur-sumur yang bertemperatur dan bertekanan tinggi diperlukan suatu campuran semen yang
dapat terus bertahan selama masa operasi produksi berlangsung. Dengan melakukan penyekatan
yang baik maka diharapkan dapat diperoleh produksi sumur yang optimal.

Pengaruh pemanfaatan Magnesium Oksida (MgO) sebagai bahan aditif expanding
agent dengan variasi penambahan komposisi, temperatur, dan waktu pengkondisian
terhadap semen kelas G (Oil Well Cement), adalah sifat kimia aditif dan sifat fisik bubur
semen, terutama kuat tekan, daya ikat semen serta permeabilitas.
Sasaran utama penelitian ini adalah memanfaatkan batuan dolomit lokal yang
merupakan sumber daya alam yang banyak terdapat di Indonesia sebagai bahan
aditif expanding agent pada semen pengeboran. Tujuannya adalah dapat
memecahkan masalah penanganan penyekatan lubang sumur yang kurang bagus.
Metodologi yang digunakan adalah uji laboratorium mengacu prosedur yang dipersyaratkan
oleh API Spec. 10 (Specification for Materials and Testing for Well Cements) dan SNI-BSN.

Kata kunci: expanding agent, kuat tekan, daya ikat, dolomit
ABSTRACT
Insulation problems of imperfect zones often occur and greatly affect the
production of a well. A common problem in a good cementation is less binding power
and cement, espe-cially in holding the pressure and burden. The existence of wells
that temperature and high pressure needs a mixture of cement that can continue to
survive during the period of pro-duction operations take place. By doing a good
insulation it is expected that the optimum production wells can be obtained.
The influence of the use of Magnesium Oxide (MgO) as additives an expanding
agent with the addition of variations of composition, temperature and conditioning
time on the class G cement (Oil Well Cement), among others chemical additives and
physical proper-ties of cement slurry, particularly a compressive strength, shear bond
strength and the permeability of cement.
The main target is utilizing local dolomite rocks which are natural resources which are
common in Indonesia, which are used as additives in expanding agent drilling cement.
The goal is to solve the problem of handling insulation hole wells that are less good.
The methodology used is based on laboratory test procedures required by the API
Spec. 10 (Specification for Material and Testing for Well Cement) and SNI-BSN.
Key words: expanding agent, compressive strength, shear bond strength, dolomite
18
5

PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDINGAGENT

LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS

BUDI SAROYO, DKK.

I. PENDAHULUAN

VOL. 44. NO. 2, AGUSTUS 2010: 185 - 197

A. Semen
Mengembang
(Expanding Cement)

Telah banyak upaya yang dilakukan untuk dapat
Selama bertahunmemperbaiki sistem penyekatan dari suspensi semen.
tahun
industri kontruksi
Di antaranya dengan pemakaian semen mengembang
keras
dengan penambahan zat aditif tertentu guna berusaha
memperbaiki nilai shear bond strength suspensi se-men menghadapi masalah
pada
yang telah mengeras. Namun demikian, usaha penyusutan
semen
yang
telah
peningkatan nilai shear bond strength ternyata disisi
mengering.
Semen
lain akan menyebabkan penurunan nilai compressive
mengalami
strength semen tersebut.

penyusutan

volume

Berdasarkan latar belakang di atas maka diidentifikasi
setelah
mengering
masalah, perlunya komposisi semen yang tepat dalam
melewati
waktu
menghadapi kondisi khusus penyemenan, sampai
setting-nya.
seberapa jauh proses penyemenan dapat disempurnakan
Penurunan ini akan
memanfaatkan perbaikan penyekatan suspensinya pada
menyebabkan rekahan
sistem semen mengembang dan adakah zat aditif lain
pada
semen
saat
yang dapat diterapkan dalam usaha memperbaiki sistem
terjadinya
penyekatan semen, dengan menaikkan shear bond
pengembangan tensile
strength tanpa menurunkan nilai compressive strengthnya.

strength.

Semen

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan mengembang
dibuat
kualitas penyekatan semen yang baik untuk suspensi untuk
menghadapi
semen yang tepat dengan pemakaian expanding agent masalah penyusutan
yang dapat menaikkan shear bond strength tanpa volume
dengan
menurunkan harga compressive strengthnya sampai membuat
semen
melewati batas yang perlu dikhawatirkan.
mengembang selama

penyemenan
primer.
Peningkatan
penyekatan dihasilkan
dari adanya ketahanan
mekanik
atau
pengetatan
semen
terhadap
pipa
dan
formasi. Ikatan yang
baik dapat diperoleh
bahkan
pada
saat
lumpur masih berada di
casing atau permukaan
formasi.

B. Expanding
Agent
Pengembangan
suatu
semen,
yaitu
penambahan
ukuran
bagian luar semen,
menurut Danjushevsky
(1980) dapat terjadi
melalui
beberapa
proses:

1- Pada

saat
suspensi
semen
masih
mampu
mengalir,
yang
diakibatkan
efek
kontraksi
negatif
secara
kimiawi,
artinya
melalui
pembentukan hasil
hidrat lain yang
akan menambah
volume,
seperti
terlepasnya garamgaram
saat
kristalisasi
pada
temperatur tinggi.

Hasil penelitian ini adalah, suatu komposisi se-men periode kritik ini.
alternatif berbasis sistem semen mengembang, dan
Secara
kimia
pengaruh penambahan zat aditif berbasis oksida, semen mengembang
dalam hal ini MgO bakar, terhadap sistem penyekatan hampir sama dengan
semen pada tekanan dan temperatur tinggi. Hasil ini semen portland biasa,
diharapkan menjadi solusi alternatif dalam proses kecuali
adanya
penyemenan sumur minyak, gas, dan panas bumi kandungan
material
dalam dunia industri perminyakan.
anhydrous
kalsium

sulfoaluminat
(4CaO,3Al2O3.SO3).
Penyemenan adalah suatu proses pendorongan Sehingga keuntungan
sejumlah suspensi semen ke dalam casing, kemudian dari adanya semen
akan
melalui bagian bawah sepatu casing mengalir naik ke mengembang
ikatan
annulus antara casing dan formasi. Kemudian suspensi menghasilkan
semen ini akan mengeras sehingga akan mengikat antara yang lebih baik antara
casing dengan formasi (dinding lubang bor) atau casing casing dengan semen
dan semen dengan
dengan casing.
formasi.
Tujuan utama dari operasi penyemenan adalah
Sistem semen yang
sebagai pengisolasi zona-zona pada sumur
mengembang
pemboran untuk mencegah masuknya atau dapat
setelah
waktu
setting
merembesnya fluida formasi yang tidak diinginkan
disimpulkan
dapat
kedalam sumur pengeboran sekaligus sebagai
mengurangi
munculnya
material penyekat antara casing dan formasi.

II. SISTEM SEMEN MENGEMBANG

mikroannulus
meningkatkan

dan
hasil

2-

Pada saat semen
mengeras melalui
kristal asing

seperti
CaO,
MgO dan CaSO4
dalam
matriks
semen.

3-

Masuknya
fluida
formasi ke dalam
kolom semen.

Yang
dimaksud
dengan expanding agent

186 . mengatur pengembangan matriks semen akibat adanya temperatur bakar.adalah aditif yang dapat mengakibatkan proses memilih bahan. dan pengembangan kristal asing yang dikandungnya. Reaksi tingkat kehalusan pengembangan yang terjadi dapat diatur dengan cara material yang digunakan.

Pembuatan suspensi semen 5.Persiapan material semen dan aditif 4.Pengujian kualitas semen. karena 18027) adalah: sangat menentukan keberhasilan peningkatan 1. Sedikitnya pengetahuan akan kinerja semen jenis mengembang ini pada kondisi sebenarnya dilapangan.197 Pengaturan saat pengembangan dimulai (Beirute. Persiapan semen mengeras. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini. temperatur.Pengujian free water. 3- Proses pengerasan semen belum selesai atau masih bisa membuat ikatan antar-butir. shear bond strength dan permeabilitas untuk semen mengeras.Tegangan yang dihasilkan dari kumpulan tekanan kristal asing tersebut tersebar ke segala arah. PENELITIAN Dalam kasus suspensi semen mengisi lubang annulus sumur pengeboran yang volumenya terbatas. Bila pengembangan matriks semen terjadi pada saat suspensi semen mulai mengeras. fluid loss dan thickening time untuk suspensi semen 3. bila ada ikatan yang terlepas oleh dorongan tekanan kristal asing tersebut. Peningkatan temperatur juga akan menurunkan pengembangan. pengujian di Penggunaan semen mengembang pada industri laboratorium meliputi perminyakan saat ini menurun.Keterbatasan shear bond strength. AGUSTUS 2010: 185 .Prosedur pengujian 3. 2. NO. Bila pengembangan terjadi terlalu cepat. 44. berkenaan dengan penggunaan semen mengembang yaitu: 1. Sebaliknya bila terlalu lambat dibandingkan dengan kecepatan pengerasan semen akan memungkinkan III.. semen mengembang sangat sulit untuk diperlambat. . sehingga2memungkinkan pengikatan kembali antar-butir se-men dalam matriks. shear bond strength yang meningkat tidak akan terjadi. DKK. SPE sangatlah penting untuk diperhatikan.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDING AGENT LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS BUDI SAROYO. meliputi: 1.Pengkondisian suspensi semen 6. Retarder konvensional (lignosulfonat) tidak bekerja dengan baik pada semen jenis ini. dkk. VOL. supaya tidak terjadi retakan-retakan. Akibat lain adalah mengecilnya pori-pori matriks memperoleh yang yang menjadi penyebab menurunnya permeabilitas semen diharapkan. Pengujian maka tekanan-tekanan hasil pengembangan matriks laboratorium terhadap berubah menjadi peningkatan shear bond strength suatu komposisi semen antara semen dan casing dan semen dengan dinding sangat diperlukan untuk kualitas lubang. maka kemungkinan diperoleh pengembangan matriks yang nyata. tidak hanya pada satu arah saja. Beberapa masalah beberapa tahapan kerja. 2.Persiapan peralatan 2. Persiapan peralatan dan material merupakan langkah awal yang harus dikerjakan sebelum dimulainya suatu penelitian atau riset.Pengujian compressive strength.Pengujian komposisi kimia material aditif 2. METODOLOGI terjadi retakan-retakan. bila memenuhi beberapa syarat sebagai berikut: 1- Peningkatan tekanan kristal asing tidak terlalu besar atau tidak lebih besar dari kekuatan matriks itu sendiri.

MgO Murni .Gambar 1 Material Slurry Semen (Semen G Class Silika Flour .Dolomit) .

187 .

Kemudian hasil penelitian meliputi: pembakaran tersebut 1. 44. Pengujian Kualitas Magnesium Oksida (MgO) Pengujian kualitas dari magnesium oksida yang berasal dari industri dan batuan dolomit perlu dilakukan. kemudian digiling dengan waktu pembakaran ukuran kehalusan 325 mesh. Pembakaran pada material mempunyai tujuan . Pada pengujian kimiawi unsur utamanya yang paling besar kandungannya adalah Magnesium Oksida (MgO) dan Calcium Oksida (CaO) dan hampir semuanya merupakan unsur yang dominan dalam kandungan material tersebut. adapun IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 1.Semen klasifikasi API kelas G produksi PT. terhitung sejak temperatur yang B.Timbangan elektrik digiling hingga mencapai yang 2. seperti pada Gambar 1.197 A. Bahan Penelitian spesifikasi peralatan dan prosedur pengujian Bahan-bahan yang digunakan dalam dilakukan berdasarkan penelitian.proses hidrasi semen. Prosedur Pengujian dan Persiapan Aditif Pembuatan suspensi semen dimulai dengan persiapan peralatan dan material semen. 1. tertentu (dalam penelitian 4. pencampur dan pengkondisian.Bubuk aditif MgO murni dan batuan dolomit dengan sesuai temperatur yang alam yang telah dibakar pada temperatur 1000 diinginkan dengan lama 0C selama 6 jam. 10. Graha murni Nusa Trada dolomite alam dilakukan membakar 3. NO. terutama kandungan oksidaoksida yang ada akan berpengaruh terhadap. dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas dari magnesium oksida tersebut. DKK. VOL. AGUSTUS 2010: 185 . selama 6 jam). 2.Aquadest yang digunakan sebagai fluida ini. 1.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDINGAGENT LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS BUDI SAROYO. 34567- HTHP curing chamber API Consistometer HTHP Consistometer API Compressive strength tester HTHP Fluid loss test C. antara lain: API Spec.Sedangkan persiapan Indocement Tunggal Prakarsa aditif untuk bahan MgO dan batuan 2. Peralatan Penelitian diinginkan tersebut Adapun peralatan yang digunakan pada tercapai.Mixer dengan dua kecepatan tipe propeller kehalusan dikehendaki. Pengujian Kimiawi Pada Tabel 1 ditunjukkan hasil dari pengujian komposisi kimia untuk batuan dolomit dan MgO murni.Bubuk aditif Silika Flour produksi PT.

Tabel 1 Pengujian Komposisi Kimia untuk Material Expanding Agent .

28 %wt %wt %wt 8 9 10 Magnesium Carbonat (MgCO3) Calcium Carbonat (CaCO3) Loss of Ignition 29.00 32.55 Satuan 1 2 Magnesium Oxide (MgO) Calsium Oxide (CaO) 3 4 Sodium Oxide (Na2O) Kalium Oxide (K2O) 0.25 %wt %wt %wt 188 %wt %wt .01 0.52 MgO Murni Bakar Murni 6 Jam 88.54 0.57 1.00 0.75 0. Oksida Dolomit Bakar Murni 6 Jam 0.00 0.44 0.00 2.30 0.33 0.12 1.13 1.24 0.20 0.95 %wt %wt 5 6 7 Irone Trioxide (Fe2O3) Alumunium Trioxide (Al2O3) Barium Sulphate (BaSO4) 1.00 17.48 1.74 0.00 18.06 0.36 5.03 0.26 17.03 0.54 0.00 1.00 3.00 92.No.05 0.52 0.00 51.00 0.00 0.47 0.00 0.

25%. tinggi yaitu loss of ignition. 10. mengacu pada API Dari hasil ini untuk magnesium oksida murni dari Spec. sehingga akan menghasilkan BWOC) berdasarkan dari berat semen. Pengujian kehilangan atau berkurang akibat bereaksi dengan dilakukan dengan udara karena adanya perubahan temperatur. 2. sedangkan untuk penambahan silika flour kita ambil standar umum yang dipakai sebesar 35% BWOC. penambahan komposisi expand-ing agent diujikan untuk mencari kelakuan semen terutama pada kondisi temperatur dan tekanan tinggi. Begitu pula kemurnian kandungan magnesium oksida. Untuk batuan 3. penyemenan sumur migas) produk PT. Sedangkan pengujian ini untuk dolomit alam kita buat ukuran butiran yang magnesium oksida dan berukuran 325 mesh yang menyamai ukuran semen semen kelas G pengeboran. Untuk semen kelas G (semen batuan dolomit alam dan magnesium oksida industri dasar untuk nilainya hampir sama 17.50% dan 18. permeabilitas. Pengujian dolomit alam peningkatan kemurnian bisa Kelakuan Khusus mencapai 75%.komposisi 2. Dari pengujian yang telah dilakukan di laboratorium diperoleh hasil pengujian compressive strength. Padadengan bahan aditif bubuk lainya yaitu penelitian ini pembakaran dilakukan padabubuk silika. fluid loss dan thickening time. 44. Karena dengan perbandingan komposisi ukuran butiran yang sama diharapkan reaksi yang yang optimum (5-10% terjadi bisa seragam. sebelum dilakukan pembakaran maupun dicampur dengan sesudah dilakukan pembakaran.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDING AGENT LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS dengan variasi BUDI SAROYO. VOL. meliputi pengujian Sedangkan untuk pengujian pengeringan dan utama yaitu kuat tekan pemanasan metode yang diujikan untuk temperatur (compressive strength). AGUSTUSjumlah 2010: 185 . Indocement sebagai Pada pengujian ukuran butiran magnesium pengontrolan oksida secara kering menggunakan saringanstandar dalam pengujian yang standar amerika berukuran 325 mesh atau 45 schedule dan prosedur mikron (screen analy-sis). free water con-tent. NO. temperatur 1000OC selama 6 jam. Metode ini bertujuan daya ikat (shear bond untuk mengetahui sejauh mana kandungan unsurstrength). DKK. sedangkan untuk magnesium Pengujian ini oksida industri bisa bertambah 5%. . Dalam industri berkisar 95% lolos dari saringan.kelakuan yang lebih oksida yang ada. jumlah air yang dipakai adalah disesuaikan dengan densitas slurry yang dicoba di laboratorium yaitu 15 ppg. Pengujian Formulasi Semen dengan Expanding Agent Pada pengujian ini metodenya yaitu dengan menambahkan expanding agent ke dalam semen dasar yaitu 5% dan 10% BWOC. shear bond strength.197 berat yaitu untuk memurnikan kandungan dari oksida. terutama untuk meningkatkanbaik. Pengujian Fisikal 2. dan unsur yang ada dalam material mengalami proses permeabilitas.

Gambar 2 ngth Semen vs Komposisi Aditif Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 930C selama 1 Hari .

189 .

menunjukkan yang berarti. maka terjadi di bawah 120 C belum kinerja perubahan pada semen dasar (lemah dan porous). 2. VOL.197 Gambar 3 Grafik Strength Semen vs Komposisi Aditif Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 1500C selama 1 Hari Gambar 4 Grafik Strength Semen vs Komposisi Aditif Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 2000C selama 1 Hari flour pada semen dasar memberikan kestabilan Fenomena yang terjadi pada semen dasar dan pada semen akibat mineral semen silika flour sebagai pembanding kelakuan dan terbentuknya Tobermorite pada kinerja dari semen mengembang yang digunakan kondisi temperatur terlihat bahwa semakin bertambah temperatur compressive strength semen dasar semakin rendah dantinggi dan permeabilitas berbeda dengan semen silica flour di mana semakinyang rendah. 44.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDINGAGENT LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS BUDI SAROYO. bahkan Sedangkan adanya penambahan silica harga compressive strength di bawah semen dasar. hal ini disebabkan oleh terbentuknya min-eral dan bahan expanding α -C2SH gel yang lebih padat sehingga mengakibatkanagent pada temperatur 1. DKK. NO. Tetapi tinggi temperatur semakin tinggi harga compressivepenambahan silica flour strength. AGUSTUS 2010: 185 . Pada Gambar 2 bisa dikatakan bahwa penambahan bahan expanding agent belum efektif. dengan bertambahnya . Bahan tersebut efektif mulai bekerja pada temperatur 1500C dan 2000C. seperti pada Gambar 3 dan 4. Untuk semen mengembang pada penambahan aditif MgO murni dan dolomit. Pengujian Compressive Strength 0 volume suspensi semen menyusut.

temperatur memberikan peningkatan pada besar .

dan fenomena yang ada menunjukkan bahwa horisontal di dalam harga compressive strength akibat dari penambahan kemampuan suspensi bahan tersebut mulai berfungsi dalam kondisi semen pada saat temperatur yang lebih tinggi. daya kuat tekannya lebih besar dari semen dasar maupun semen silika yaitu berkisar antara 30% . bahkan kenaikkan bisa setting lebih baik lagi. hal inimemberikan diakibatkan masih kecilnya proses pengembangan yang pengembangan terjadi pada konsentrasi tersebut sehingga memberikanvolume yang maksimal tingkat kerapatan yang lebih baik dibanding darisehingga memberikan tambahan efek penambahan aditif 10%. 2. untuk baik dari bahan dolomit dikarenakan tingkat kandungan melihat sejauh mana dan kemurnian yang lebih bagus dari bahan aditif perkembangan batuan tersebut. 44. tetapi untuk bahanpengkondisian curing aditif MgO murni ini hasil dan performance-nya lebihjuga dilakukan. LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL. pengaruh adanya silica flour pada suspensidikondisikan semen akan memberikan tingkat ketahanan dan kestabilantemperatur tinggi. kenaikan bisa mencapai 130% dibandingkan . 1500C. semen silica flour dan semen dengan expand-ing agent harga compressive strengthnya mengalami penurunan. DKK. mencapai 145 %. terutama dengan bahan yang dibakar. tetapi untuk semen silica flour dan semen expanding compressive strength yang dimiliki lebih besar. terhadap Pengaruh penambahan bahan silica flour dantekanan semen expanding agent bisa dilihat pada Gambar 3 dan 4. semen setelah pada Selain itu. hal ini disebabkan kandungan MgO dengan ditambahkan 5%. pada penelitian ini diuji pada yang lebih baik pada temperatur tinggi. tetapi untuk pengkondisian 1 hari harga compressive strength dengan penambahan MgO maupun dolomit. Perbandingan pengukuran MgO murni 10000C dan dolomit bakar 10000C dengan compressive strength bertambahnya temperatur akan mengalami kenaikan selama 1 hari dan 3 hari harga compressive strengthnya. NO. Komposisi optimum diperoleh pada penambahan temperatur konsentrasi aditif yang 5%. strength tersebut dalam kenaikkan harga compressive strength sudah bisa menahan gaya dilihat.197 harga compressive strength tersebut tetapi kenaikan yangpenambahan tersebut signifikan terjadi pada penambahan bahan aditif 5%. AGUSTUS 2010: 185 .100%. Sedangkan untuk pengujian selama 3 hari semen dasar mengalami penurunan harga compressive strengthnya sekitar 19%. Begitu pula yang terjadi pada penambahan aditif Dari hasil pengujian terlihat bahwa pada umumnya dengan bertambahnya waktu pengkondisian semen dasar.190 PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDING AGENT BUDI SAROYO.

Gambar 5 Compressive Strength Semen vs Komposisi Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 1500C selama 1 dan 3 Hari 191 .

Fenomena yang terjadi pada semen dasar dan Pengaruh semen silica flour sebagai pembanding kelakuan dan kinerja dari semen mengembang yang digunakan penambahan bahan flour dan terlihat bahwa semakin bertambah temperatur shearsilica bond strength semen dasar semakin rendah dan expanding agent bisa berbeda dengan semen silica flour di mana semakin dilihat pada Gambar tinggi temperatur semakin tinggi harga shear bond3 dan 4. disebabkan oleh tingkat kemurnian bahan tersebut sebelum maupun sesudah pembakaran lebih rendah dari bahan MgO murni.197 semen tanpa expanding agent. kenaikkan strength. walaupun memberikan kecenderungan yang sama seperti MgO murni. 44. Komposisi optimum diperoleh pada penambahan 10%. dikarenakan mencapai 1500 %. bahkan kenaikan bisa Harga shear bond strength yang signifikan terjadi pada konsentrasi 10% penambahan. proses pengembangan semen mulai op-timal terjadi Untuk bahan sedangkan untuk konsentrasi 5% harga shear bond dolomit baik alami strength-nya tidak berbeda begitu jauh. VOL. NO. DKK. hal ini disebabkan kandungan MgO dengan penambahan tersebut memberikan pengembangan volume yang maksimal sehingga memberikan tambahan efek tekanan terhadap bonding semen tersebut dalam menahan gaya vertikal di dalam kemampuan rekat suspensi semen pada saat setting lebih baik lagi. yang lebih tinggi. Kondisi tersebutdimurnikan bisa dilihat pada Gambar 5. menunjukkan hasil yang lebih baik pada 2. Kondisi tersebut di atas berhasil harga shear bond diperoleh dalam penelitian ini. di mana dengan bertambahnya temperatur akan memberikan kenaikan harga shear bond strength tersebut. Pengujian Shear Bond Strength pembakaran 1000 0 C selama 6 jam. Tetapi hargamaupun dibakar 1000 0 shear bond strength pada bahan yang C selama 6 jam kurang memberikan kenaikkan harga shear bond strength yang signifikan. AGUSTUS 2010: 185 . harga shear bond Pada semen mengembang dengan penambahanstrength sudah bisa MgO murni dan dolomit diharapkan mampu dilihat. .PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDINGAGENT LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS BUDI SAROYO. 2. dan fenomena ada memberikan nilai shear bond strength yang besar tanpayang mengurangi harga compressive strength yang sesuaimenunjukkan bahwa dengan standar API. di mana untuk strength akibat dari penambahan aditif MgO dan dolomit murni maupun penambahan bahan mulai bakar memperlihatkan adanya peningkatan harga tersebut dalam shear bond strength dengan bertambahnya temperaturberfungsi seiring dengan peningkatan konsentrasi penambahan kondisi temperatur aditif tersebut.

mbar 6 Shear Bond Strength Semen vs Komposisi Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 1500C Selama Ga 1 dan 3 Hari 192 .

165% dari semen yang ditambah dengan aditif expanding. 2. pada penelitian ini diuji pada temperatur 150 0C.197 Gambar 7 Grafik Permeabilitas Batuan Semen vs Komposisi Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 1200C selama 1 Hari Gambar 8 Grafik Permeabilitas Batuan Semen vs Komposisi Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 1500C selama 1 Hari Perbandingan pengukuran shear bond strength selama 1 hari dan 3 hari pengkondisian curing juga dilakukan. konsentrasi aditif yang ditambahkan 5%. untuk semen dasar daya kuat ikatnya berkisar 65% . AGUSTUS 2010: 185 . Dari hasil pengujian terlihat bahwa semen dasar dan semen silica flour harga shear bond strength-nya untuk pengkondisian 1 hari di bawah harga dengan penambahan MgO maupun dolomit.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDING AGENT BUDI SAROYO. LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL. DKK. 44. Sedangkan untuk pengujian selama 3 hari . untuk melihat sejauh mana perkembangan batuan semen setelah dikondisikan pada temperatur tinggi. NO.

semen dasar mengalami penurunan harga shear bondsignifikan. kenaikan bisa mencapai 600% dibandingkan dengan 193 . terutama strengthnya sekitar 35%. tetapi untuk semen silica flour dengan bahan yang dan semen expanding mengalami kenaikan yangdibakar.

44. AGUSTUS 2010: 185 . 2. NO. sedangkan pada temperatur pengkondisian 200oC permeabilitas semen mengalami penurunan drastis. DKK.197 Gambar 9 Grafik Permeabilitas Batuan Semen vs Komposisi Expanding Agent pada Pengkondisian Temperatur 2000C selama 1 Hari Gambar 10 Pengujian Free Water Content Material Expanding Agent semen dasar tanpa expanding agent. Pengujian Permeabilitas Dalam penelitian ini juga diuji pengaruh penggunaan bahan expanding agent terhadap permeabilitas batuan semen. 3. LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL. dibandingkan dengan . 1500C.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDINGAGENT BUDI SAROYO. dan 2000C. pengujian dilakukan untuk temperatur 1200C. Kenaikan temperatur pengkondisian dari 120 oC hingga 200oC dengan penambahan MgO murni rela- tive memberikan penurunan hasil permeabilitas dari batuan semen. Kondisi tersebut bisa dilihat pada Gambar 6.

semen tanpa bahan expanding agent. Hal ini disebabkan naiknya tingkat pengembangan MgO untuk temperatur tinggi sehingga volume yang terjadi sangat besar yang akhirnya dapat menurunkan tingkat kerapatan butiran secara mikro. Kondisi .

194 .

sehingga tingkat keterlulusan terhadap fluida bisa diminimalisir. dikarenakan . 2. 4. 44. Penurunan permeabilitas diharapkan bisa mencapai harga yang sekecil mungkin. LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL. pengujian dilaboratorium untuk free water content bisa dilihat pada Gambar 10.197 Gambar 11 Pengujian Fluid Loss Material Expanding Agent Gambar 12 Pengujian Thickening Time Material Expanding Agent tersebut dapat dilihat pada Gambar 7. AGUSTUS 2010: 185 . Dari pengujian dapat dibahas dengan penambahan bahan expanding agent MgO murni untuk temperatur 930C maupun 1200C air yang terbebaskan cenderung berkurang.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDING AGENT BUDI SAROYO. NO. Pengujian Free Water Content Untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan expanding agent setelah dicampurkan kedalam suspensi semen. tetapi untuk bahan dari dolomit hasilnya lebih banyak. Gambar 8. DKK. dan Gambar 9.

bisa dikatakanjuga berpengaruh dalam lebih solid dalam campurannya. 195 proses hidrasi semen yang mempunyai efek terhadap proses .MgO murni lebih baik pengikatannya antara campuran Kemurnian bahan bubuk padatnya dengan fasa cairannya.

ditambahkan bahan Dari pengujian dapat dibahas dengan penambahan retarder yang berfungsi bahan expanding agent MgO murni dan dolomite alam untuk memperpanjang untuk temperatur pengujian 930C maupun 1200C fluida waktu yang diperlukan yang lolos akibat pengaruh temperatur dan tekanan oleh bubur semen. hal ini dikarenakan MgO murni spe-cific gravity bahannya lebih besar sekitar 3. Untuk temperatur hingga 120°C. Tetapi. kecepatan Fenomena yang terjadi diperlihatkan pada mengembang lebih penambahan bahan expanding agent ke dalam bubur cepat dibandingkan semen. sehingga diharapkan Untuk fenomena ini. ditambahkan suatu bahan dispersant yang Hal tersebut berfungsi untuk mengencerkan slurry atau bubur menunjukkan bahwa semen dan juga penambahan komposisi aditif dengan fluid loss-nya yang berfungsi mengikat padatan bertambahnya waktu dan cairan yang saling bereaksi.dispersant yang dikarenakan MgO murni lebih absorb dalam proses berfungsi hidrasinya sehingga tidak bisa bekerja dengan baik mengencerkan slurry. 3. 44. terutama untuk temperatur 120 0C. hasil yang diperoleh dalam pengujian di laboratorium untuk thickening kemurnian dari MgO bertambah sehingga time bisa dilihat pada Gambar 12. 5.50 dibandingkan 1. untuk mengatasi proses viskositas bisa dikurangi kehilangan fluida yang berlebihan bisa akibat pengaruh aging. pada temperatur 150°C sampai . Penambahan aditif bakar dapat meningkatkan compressive strength dan shear bond strength yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa dibakar. hasil yang diperoleh pengejalan yang dalam pengujian di laboratorium untuk fluid loss pendek bisa bisa dilihat pada Gambar 11. Pengujian Thickening Time Kemungkinan yang Untuk mengetahui pengaruh penambahan terjadi akibat lamanya pembakaran bahan expanding agent setelah dicampurkan ke waktu akan menyebabkan dalam suspensi semen. NO.197 Dari pengujian di laboratorium diperoleh penyerapan airnya. LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS VOL. 2. Compressive strength cenderung menurun apabila persentase komposisi expanding agent bertambah dalam suspensi semen.15. KESIMPULAN pendek. 6. bisa dikatakan pemisahan temperatur tinggi dalam campurannya. Sehingga lebih absorb dalam proses penyerapan dan hidrasinya sehingga pengikatan campuran antara bubuk padatnya dengan fase cairannya lebih cepat dalam proses pengejalannya. cenderung juga penambahan aditif bertambah. DKK. sehingga pembakaran belum diharapkan air tapisan bisa dikurangi akibat tentu memberikan pengaruh tekanan dan temperatur yang tinggi.PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDINGAGENT BUDI SAROYO. penambahan aditif menurunkan harga compressive strength. Dan yang tinggi yaitu sebesar 1000 psi. Komposisi dengan dolomite dan semen yaitu 3. AGUSTUS 2010: 185 . sebesar 2. pengikatannya antara campuran bubuk padatnya terutama untuk dengan fase cairannya. Pengujian Fluid Loss dasar. hasil yang lebih baik. diperoleh waktu yang men. 4. penambahan yang optimum untuk expanding agent dalam formulasi bubur semen adalah 5%. diperlukan untuk pengejalan bubur semen semakin V. dari pengujian waktu pengejalan semen dengan dengan kecepatan penambahan MgO murni dan dolomit alam untuk hidrasi suspensi setemperatur pengujian 930C. tetapi akan menaikkan harga shear bond strength. untuk bahan expanding agent setelah dicampurkan mengatasi proses kedalam suspensi semen. dari waktu semen 5. Pembakaran yang dikenakan pada bahan ex-panding additive akan memberikan kemurnian yang lebih baik sehingga diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih baik terhadap nilai compressive dan shear bond strength sesuai dengan batasan minimum API Spec. Dalam kasus Untuk mengetahui pengaruh penambahan fenomena ini. sehingga kantong-kantong waktu untuk MgO murni air yang terjadi bisa menyebabkan semen komposisi 10% separuh porous dan permeabel bisa dikurangi.

Dolomit alami layak dipakai sebagai bahan 196 ex-panding agent untuk temperatur sampai 200 °C.dengan 200°C menaikkan harga compressive strength dan shear bond strength. dengan . 6.

April 1954 "Effect of High Pres-sure and Temperature on Strength of Oil-Well Cement".. Jour-nal Teknologi Minyak dan Gas Bumi. and Calvert... R. 1971 "The Real Story of Sumur Cement Expansion". 1993 "Penanggulang an Khusus Penyemenan Sumur (Bagian 2): Problem Penyemenan dan Penanggulanga nnya Secara Konvensional". Dowell Schlumberger.. 2. IATMI. 1995 Graham Trotman. VOL. 2. L... Journal Teknologi Minyak dan Gas Bumi. 4. No. Indonesia. H. Rubiandini. AGUSTUS 2010: 185 . 11. "Cementing nology". Minyak. Tech- R. 1992 "Penanggulangan Khusus ment yang Penyemenan Sumur. 2. American Petroleum Institute. SPE Paper 1235.. Specification 10A. International Petroleum Association. M. 1. and George C. IATMI. 1. 5. Twenty-third Edition. 3. "API Speci-fication for Cements and Materials for Well Ce-menting".10. R.. L. 1993. Pemboran: Expanding Ce8. Second Edition. G. G. Swayze.197 KEPUSTAKAAN 1. Gas dan Panas Bumi (Bagian 1)". 1988.ˇ 1 9 7 . Carter. No. Standar Nasional Indonesia. 12. Teknik Umum Penyemenan Cocok untuk Meningkatkan Shear Strength pada Anullus Lubang Pemboran Gas". No. D. 2002. 6. "SpesifikasiSemen dan Material untuk Penyemenan Pemboran". Halliburton Energy Services. 1985. Waggoner. American Petroleum Institute.. "Cementing Tech-nology Manual"..PENGEMBANGAN FORMULASI EXPANDING AGENT LEMBARAN PUBLIKASI LEMIGAS BUDI SAROYO. SNI 133044-88. IATMI. DKK. Nova Communication Ltd. F. "Penanggulang an Khusus Penyemenan 7. Journal Teknologi Minyak dan Gas Bumi. University of Newcastle Upon Tyne. 1984. R. 1984. Specification 10. Badan Standardisasi Nasional. London. Rubiandini. R. R. Halliburton Company.. Rubiandini. SPE Paper 3346. Oklahoma. R. "API Speci-fication for Materials and Testing for Well Ce-ments". Rabia. 44. "Oil Well Drilling Engineering Principles and Practice".. Root. H. 1966 "Expanding Cements for Primary Cement-ing".. A.9.. NO.