Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sungai merupakan salah satu sumber air bagi kehidupan yang ada di bumi.Baik
manusia, hewan dan tumbuhan semua makhluk hidup memerlukan air untuk dapat
mempertahankan kelangsungan hidupnya.Sungai mengalir dari hulu ke hilir bergerak
dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.Air sungai berakhir di laut sehingga
air yang tadinya terasa tawar menjadi asin terkena zat garam di laut luas.
Air yang berada di permukaan dataran, baik air itu berasal dari air hujan, mata
air, maupun cairan gletser, akan mengalir melalui sebuah saluran menuju ke tempat
yang lebih rendah. Mula-mula saluran yang dilalui ini berukuran relative sempit dan
pendek.Namun, secara alamiah aliran air ini mengikis daerah-daerah yang dilaluinya.
Akibatnya, saluran ini semakin lama semakin lebar dan panjang, dan terjadilah apa
yang disebut sungai.
Akibat aliran air ini, maka akan menimbulkan dampak berupa erosi
(pengikisan), pengangkutan (transportasi), dan penimbunan atau pengendapan
(sedimentasi). Ketiga aktifitas tersebut tergantung pada factor-faktor kemiringan
daerah aliran sungai, volume air sungai, dan kecepatan aliran air.Makin besar
kemiringan aliran sungai, makin besar pula aktifitas pengikisan dan pengangkutan.
Sebaliknya, penimbunan akan semakin intensif pada daerah dataran, dimana aliran
mengalir lambat sehingga air mempunyai kesempatan untuk mendapatkan material
yang dibawahnya.

B. Rumusan Masalah
1

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apa yang dimaksud dengan sungai?
Apa saja bagian-bagian sungai serta karakteristiknya?
Bagaimana proses terjadinya sungai?
Bagaimana bentuk pola aliran sungai beserta arusnya?
Apa yang dimaksud dengan erosi dan jenis-jenisnya?
Apa penyebab terjadinya serta dampak dari erosi tersebut?
Bagaimana cara menanggulangi erosi?

C. Batasan Masalah
Dalam makalah ini kami sebagai penulis hanya membahas tentang defenisi
sungai, jenis-jenis sungai, bagian dan karakteristik sungai, pola aliran sungai beserta
arusnya.Kemudian kami juga membahas tentang Erosi, penyebabnya, jenis-jenisnya,
dampaknya serta penanggulangannya.
D. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Fisika kebumian
serta memberikan informasi kepada pembaca mengenai Sungai dan Erosi.
E. Manfaat
Dengan adanya makalah ini pembaca bisa menjadikan referensi tentang Sungai
dan Erosi serta memberikan informasi kepada pembacanya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sungai
Sungai adalah bagian bumi yang menjadi tempat berakumulasinya air yang
mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Air yang berada di permukaan dataran,
baik air itu berasal dari air hujan, mata air, maupun cairan gletser, akan mengalir

2

Sungai juga salah satu bagian dari siklus hidrologi. Jenis-Jenis Sungai a. atau ke sungai yang lain. Aliran sungai seringkali berliku-liku karena terjadinya proses pengikisan dan pengendapan di sepanjang sungai. secara alamiah aliran air ini mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Sungai terdiri dari beberapa bagian. Arus air di bagian hulu sungai (umumnya terletak di daerah pegunungan) biasanya lebih deras dibandingkan dengan arus sungai di bagian hilir. saluran ini semakin lama semakin lebar dan panjang. Danau atau laut. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Akibatnya. Dengan melalui Sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai merupakan jalan air alami. dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. seperti hujan.melalui sebuah saluran menuju ke tempat yang lebih rendah. Aliran air biasanya berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Mula-mula saluran yang dilalui ini berukuran relative sempit dan pendek. Air dalam Sungai umumnya terkumpul dari presipitasi. mata air. Menurut Jumlah Air 1) Sungai Permanen 3 .Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai. limpasan bawah tanah. dan terjadilah apa yang disebut sungai.embun. danau atau sungai yang lebih besar. bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. 1. Sungai adalah air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut.mengalir menuju Samudera.Namun.

Batanghari dan Indragiri di Sumatera. Barito dan Mahakam di Kalimantan.Sungai Permanen adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Sungai Musi. Kahayan. Contoh :   Sungai Kapuas. 2) Sungai Periodik 4 .

3) Sungai Episodik Sungai Episodik adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Sungai Brantas di Jawa Timur. Menurut Pola Alirannya 5 . Contoh : Sungai Kalada di Pulau Sumba. sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. b. Contoh :    Sungai Bengawan Solo dan Sungai Opak di Jawa Tengah.Sungai Periodik adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak. Sungai Progo dan Sungai Code di DI Yogyakarta.

6) Pola Aliran Sentripetal 6 .1) Pola Aliran Radial (Menjari) Pola aliran ini berbentuk seperti jari. 3) Pola Aliran Trelis Pola aliran sungai ini menyerupai sirip.Sungai semacam ini terdapat di daerah pegunungan lipatan. dan resekuen. sungai obsekuen. biasanya terdapat di daerah dataran atau daerah pantai. pada daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya berbeda. selanjutnya muncul sungai subsekuen yang sejajar. 4) Pola Aliran Rectanguler Pola aliran sungai ini saling membentuk sudut siku. Pola aliran ini terdapat di daerah dome stadium dewasa. 2) Pola Aliran Dendritik Pola aliran ini tidak teratur. dibedakan menjadi dua yaitu radial sentrifugal dan radial sentripetal. 5) Pola Aliran Anular Pola aliran ini merupakan pola aliran yang semula merupakan aliran radial sentrifugal.

c. dan paralel.Pola aliran paralel kadangkala mengindikasikan adanya suatu patahan besar yang memotong daerah yang batuan dasarnya terlipat dan kemiringan yang curam.Dataran garam terbentuk ketika air danau mengering. apabila curah hujan yang jatuh terlebih dahulu mengalami peresapan ke dalam tanah (infiltrasi). Menurut Terbentuk/Sumber Airnya 1) Sungai Hujan Sungai Hujanyaitu sungai yang airnya berasal dari air hujan baik secara langsung maupun tidak langsung. mengingat sungaisungai yang ada mengalir ke suatu cekungan. dendritik. Sungai hujan yang airnya secara tidak langsung berasal dari air hujan. di mana pada musim basah cekungan menjadi danau dan mengering ketika musin kering. Dikarenakan morfologi lereng yang terjal maka bentuk aliran-aliran sungainya akan berbentuk lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang-cabang sungainya yang sangat sedikit. Pola aliran sentripetal merupakan pola aliran yang umum dijumpai di bagian barat dan barat laut Amerika. Pola aliran paralel terbentuk pada morfologi lereng dengan kemiringan lereng yang seragam.Sungai hujan yang airnya secara langsung berasal dan air hujan. di mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi).Semua bentuk dari transisi dapat terjadi antara pola aliran trellis.Pola aliran sentripetal merupakan ola aliran yang berlawanan dengan pola radial. 7) Pola Aliran Paralel (Pola Aliran Sejajar) Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam/terjal. dan pada tempat-tempat yang lebih rendah air hujan 7 . apabila curah hujan yang jatuh langsung mengalir di permukaan bumi dan masuk ke dalam aliran sungai.

Bagian-Bagian Sungai 8 . 2) Sungai Gletser Sungai Gletser yaitu sungai yang airnya berasal dari gletsyer atau saiju yang telah mencair.yang meresap tadi muncul kembali ke permukaan bumi sebagai mata air. Pada umumnya. kecuali beberapa sungai di Provinsi Papua tergolong sungai campuran. kedua sungai tersebut hulunya berada disekitar Puncak Jayawijaya yang puncaknya selalu tertutup saiju abadi. Sungai yang asal airnya berasal dari gletser yang mencair dan juga air hujan disebut sungai campuran. Sungai gletsyer banyak terdapat di daerah-daerah beriklim dingin dan sekitar kutub. kemudian membentuk aliran sungai. Contoh sungai campuran di Indonesia ialah sungai: Digul dan Memberamo di Provinsi Papua. karena daerah tersebut juga mempunyai presipitasi yang cukup tinggi maka air hujan di daerah itu juga masuk ke dalam palung-palung sungai. 3) Sungai Campuran Sungai Campuran yaitu sungai yang airnya berasal dari air hujan dan gletsyer yang mencair. Gletsyer adalah lapisan es yang bergerak secara perlahan melalui lembah menuruni pegunungan-pegunungan karena gaya beratnya. saiju dan gletsyer sewaktu-waktu dapat mencair dan mengisi lembah-lembah sungai di sekitarnya. dan banyak gletsyer menuruni lereng melalui lembah tersebut. sungai-sungai di Indonesia tergolong jenis sungai hujan. 2. Disamping itu. Karena perubahan suhu.Di daerah lintang sedang. pegunungan-pegunungan sangat tinggi umumnya tertutup oleh saiju.

Hal ini di karenakan karena leteknya yang di daerah pegunungan yang memiliki kemiringan cukup curam. Bagian Hulu Bagian hulu merupakan bagian awal dari sebuah sungai. sehingga lembah sungai ini membentuk huruf V. melainkan landai. Karena air tidak terlalu deras.Hal ini mengakibatkan aliran air tidak begitu deras. sungai sungai dibagian hulu memiliki aliran yang sangat deras dan sungai sungainya lumayan dalam. Karena aliran ini juga lah. Proses erosi sendiri diakibatkan oleh aliran yang sangat deras tadi. Ciri cirinya adalah. Masih ada proses erosi. dan kadang terdapat air terjun.Pada bagian ini. b. dangkal. Hal ini dikarenakan kondisi lokasinya yang tidak curam lagi. sempit. Proses yang terjadi disini adalah proses erosi. air akan menggerus sungai dengan sangat cepat. Bagian Tengah Bagian tengah adalah lanjutan dari bagian hulu tadi. lembah sungai memiliki bentuk menyerupai huruf V. maka proses erosi disini sidah tidak begitu dominan.a.Biasanya bagian ini terletak di pegunungan. Sehingga air akan sangat cepat untuk mengalir ke bawah. Proses yang dominan terjadi di daerah ini adalah 9 . karakteristik :Ciri-ciri sungai yang berada di hulu yaitu. banyak sekali batu-batu.Bagian tengah biasanya memiliki cirri lembah sungai membentuk huruf U. tetapi itu kecil sekali.

batu-batu yang berada di sengai tidak membahayakan. yang akhirnya bagian ini akan mengantar sungai itu ke laut (muara). creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi. daerah peralihan inilah yang cocok untuk melakukan pengarungan. Artikel partikel hasil erosi di bagian hulu. yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik.transportasi. atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang. lebar dan arusnya tenang. Dengan ciri tersebut. air atau es. EROSI Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen. B. Jika sungai bermuara di laut yang permukaan bawah lautnya landai. Maksudnya adalah. Karakteristik :Ciri daerah peralihan adalah agak dalam. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca. batuan. maka kemungkinan akan terbentuk delta. yang kemudian di transportasi di bagian tengah. seperti 10 . Di daerah ini proses yang dominan adalah sedimentasi. tanah. Bagian Hilir Bagian hilir adalah bagian sungai terakhir. kedalaman sungainya sangat dalam. dalam hal ini disebut bio-erosi. dan arus / gelombangnya tidak besar.Sungai di daerah hilir ini biasanya sudah ber-meander (Berliku liku). c. Karakteristik :Cirinya. dan partikel lainnya) akibat transportasi angin. dibawa oleh air menuju ke daerah bawahnya. hasil dari erosi yang terjasi di bagian hulu tadi. Ciri cirri bagian ini adalah. kearah hulu. akan di endapkan di bagian hilir ini. tetapi lebih menyerupai huruf U yang lebar.Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak. banyak jeram. karakteristik hujan. lembah sungai disini tidak berbentuk V atau U lagi. atau gabungan keduanya. Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan).

Berikut adalah beberapa contoh erosi yang dilakukan oleh air secara urut adalah sebagai berikut: 1.Gerakan air tidak hanya mengalir saja.Erosi percikan ini terjadi karena tenaga tetesan air hujan yang memecahkan tanah atau batuan 11 .Erosi Akibat gaya berat. tetapi juga air jatuh dari atas atau menetes. a.Macam Erosi Proses erosi yang terjadi di alam sangat banyak dan jenisnya ada bermacam macam. erosi gletser. Macam . Erosi gletser (glasial)’. erosi ombak laut. erosi angin. Erosi angin (deflasi). Erosi Permukaan (Sheet erosion). erosi dibedakan menjadi bermacam macam. 1. atau gletser. Berdasarkan tenaga yang pembawa dan mengendapnya. gelombang laut. Erosi Air Erosi air adalahproses terkikis dan terangkutnya lapisan tanah yang disebabkan oleh aktivitas atau gerakan air. angin. dan erosi lainya.air sungai. Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ). Selanjutnya berikut adalah pengertian dari macam macam erosi tersebut.Erosi Permukaan adalah erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan yang bergerak menururni lereng dan mengikis serta mengangkut partikel 2. yaitu: erosi air. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air. partikel tanah. Erosi Percikan (Spash erosion).

Erosi parit ini penampangnya membentuk huruf V atau huruf U. Erosi air terjun adalah erosi yang disebabkan oleh air terjun pada lereng lereng yang terjal erosi yang terjadi pada daerah air terjun ini termasuk erosi vertikal dan bergerak mundur sangat cepat. Daerah alur adalah tempat berkumpulnya aliran air permukaan yang membentuk 5. Erosi Alur (Rill Erosion). Erosi alur yaitu erosi yang terjadi di daerah daerah alur air atau di sungai. yaitu dari tetesan air hujan. Erosi Angin (Deflasi) Erosi angin adalah proses terkikis dan terangkutnya batuan atau tanah oleh tenaga angin. Erosi parit ini mempunyai ukuran yang lebih dalam dan lebih lebar dari pada erosi alur.dan menghempaskannya. Erosi Air Terjun (Water fall erosion). b. Erosi angin ini juga disebut dengan istilah Deflasi. yaitu di daerah gurun pasir dan pantai berpasir. Erosi Parit (Gully erosion). Erosi parit yaitu erosi yang terjadi di parit parit. Erosi percikan ini merupakan erosi 3. tetapi 4. air awal. Erosi angin yang terjadi di daerah 12 . Parit adalah aliran air yang dibentuk oleh alur alur air. kebanyakan membentuk huruf V. alur alur atau sungai. Proses erosi oleh angin hanya terjadi di daerah yang kering.

berpasir mengakibatkan terbentuknya bukit bukit pasir yang disebut dengan nama sand dunes. Erosi Gletser (Eksarasi) Erosi gletser adalah proses terkikisnya tanah atau batuan oleh tenaga cairan gletser atau es. c. Erosi gletser ini hanya terjadi di daerah iklim sedang. daerah iklim dingin dan di pegunungan tinggi. Bahan hasil erosi biasanya di endapkan di bawah lereng. Erosi ombak/Gelombang (Abrasi) 13 .Bahan endapan erosi gletser baik yang halus maupun kasar disebut morena. Pegunungan Rocky. Beberapa daerah yang sering terjadi erosi gletser adalah : Pegunungan himalaya. Angin yang bertiup kencang dan mengandung pasir bisa mengakibatkan batuan batuan tersebut terkikis dan membentuk batu cendawan. Proses erosi oleh angin yang membentuk batuan cendawan ini disebut korasi. Puncak jaya Wijaya dan daerah beriklim sedang dan dingin. d.Erosi oleh tenaga gletser atau es yang mengalir menuruni lereng ini disebur eksarasi. Pegunungan Alpen.

Erosi oleh ombak juga akan membentuk pantai yang berdinding cekung yangg disebut dengan relung. Abrasi atau erosi ombak akan menyebabkan terbentuknya cliff. Erosi Akibat Gaya Berat Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat massa.Erosi ombak adalah proses terkikisnya batuan di daerah pantai terjal yang disebabkan oleh terpaan ombak atau gelombang laut. Proses erosi yang dilakukan oleh ombak atau gelombang laut ini di sebut Abrasi. Ketika massa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah maka 14 . e.Cliff adalah lereng dengan dinding bagian atas menggantung karena dinding bagian bawah terkikis ke dalam. Apa yang dimaksud dengan Cliff ?.

Tanah yang gundul tanpa ada tanaman pohon atau rumput akan rawan terhadap erosi. misalnya pasir serta letak tanahnya juga agak curam menimbulkan tingkat erosi yang tinggi. Intensitas curah hujan yang tinggi di suatu lokasi yang tekstur tanahnya adalah sedimen. komponen iklim yaitu curah hujan dapat mempengaruhi laju erosifitas secara terus menerus sesuai intensitas hujan yang terjadi. air laut dan es. Proses pembungan massa terjadi terus menerus baik secara perlahan maupun secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan bencana tanah longsor. tekstur tanah. 2. tingkat kemiringan dan tutupan tanah. Erosi juga dapat disebabkan oleh angin. Selain faktor curah hujan. 2) Tanah 15 . Penyebab Terjadinya Erosi Erosi merupakan proses alam yang terjadi di banyak lokasi yang biasanya semakin diperparah oleh ulah manusia. Dalam proses terjadinya erosi. tutupan tanah juga mempengaruhi tingkat erosi.Selain itu. pembuangan massa memiliki peranan penting karena arus air dapat memindahkan material ke tempat-tempat yang jauh lebih rendah. tekstur tanah dan kemiringannya. Proses alam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah karena faktor curah hujan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya erosi diantaranya adalah: 1) Iklim Iklim dapat mempengaruhi erosi oleh karena menentukan indeks erosifitas hujan.terjadilah apa yang disebut dengan pembuangan massa.

danau. yakni: 1. erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. 3) Topografi Kemampuan tanah terbawa air erosi dipengaruhi oleh topografi suatu wilayah. di dalam sungai. waduk. Hal ini dikarenakan lapisan atas tanah setebal 15 sampai 30 cm mempunyai sifat– sifat kimia dan fisik lebih baik dibandingkan lapisan lebih bawah.Sedang tanah dengan sifat-sifatnya itu dapat menentukan besar kecilnya laju pengikisan (erosi) dan dinyatakan sebagai faktor erodibilitas tanah (kepekaan tanah terhadap erosi atau ketahanan tanah terhadap adanya erosi). 4. Tanah bisa mengalami kerusakan. menahan air. Kehilangan unsur hara dan bahan organik. Tanah yang terangkut tersebut diendapkan di tempat lain yaitu. Menurunnya kapasitas infiltrasi dan kemampuan tanah 3. 2. saluran irigasi dan di atas tanah pertanian. Meningkatnya kepadatan dan ketahanan penetrasi tanah. Di tempat lain.Erosi tanah adalah tanah yang lapuk dan mudah mengalami penghancuran.Salah satu contoh kerusakan tanah adalah erosi tanah. bahkan tanah termasuk wujud alam yang mudah mengalami kerusakan. Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi disebabkan oleh kemunduran sifat – sifat kimia dan fisik tanah. Banyaknya unsur hara yang hilang bergantung pada besarnya kandungan unsur hara yang terbawa oleh sedimen dan besarnya erosi yang terjadi. Serta berkurangnya kemantapan struktur tanah yang pada akhirnya menyebabkan memburuknya pertumbuhan tanaman dan menurunnya produktivitas.Kondisi wilayah yang dapat menghanyutkan tanah sebagai sedimen erosi secara cepat adalah wilayah yang memiliki kemiringan 16 .

pengerukan tanah.lereng yang cukup besar. dan lain sebagainya.Peristiwa erosi mempengaruhi 17 . 5) Manusia Manusia dapat berperan sebagai penyebab cepatnya laju erosi maupun menekan laju erosi. manusia banyak melakukan kesalahan dalam pengelolaan lingkungan.Hal ini berdampak pada kehilangan produksi peningkatan penggunaan pupuk dan kehilangan lapisan olah tanah yang akhirnya menimbulkan terjadinya tanah kritis. pembuatan terasering pada areal pertanian. karena lebih cenderung untuk terjadi penggenangan.dan lain-lain.Selain melindungi dari timpaan titik-titik hujan. 3. vegetasi juga berfungsi untuk memperbaiki susunan tanah dengan bantuan akar-akar yang menyebar. eksploitasi hutan. Dampak erosi tanah di tapak (on-site) merupakan dampak yang dapat terlihat langsung kepada pengelola lahan yaitu berupa penurunan produktifitas. Sedangkan pada wilayah yang landai akan kurang intensif laju erosifitasnya. seperti penambangan. 4) Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (vegetasi) berperan untuk menjaga agar tanah lebih aman dari percikan-percikan yang terjadi akibat jatuhnya air hujan ke permukaan tanah. Dalam proses mempercepat erosi. manusia dapat melakukan evaluasi konservasi lahan dengan cara reboisasi. Sedangkan dalam penanggulangan laju erosi. Dampak Erosi Dampak erosi dibagi menjadi dampak ditempat asal terjadinya erosi (on site) dan dampak pada daerah diluarnya (off site). 1) Dampak erosi on site.

usaha pencegahan erosi seyogyanya diperhatikan pemerintah secara serius.Sedimen hasil erosi tanah dan kontaminan yang terbawa bersama sedimen menimbulkan kerugian dan biaya yang sangat besar dalam kehidupan. perubahan struktur tanah. daya tamping tanah menurun. Tanah yang dikatakan rusak kalau lapisan bagian atasnya atau top soil (ketebalan 15 – 35 cm) memang telah banyak terkikis dan atau dihanyutkan oleh arus air hujan.Penyebab erosi harus dilihat dalam lingkup preventif bukan refresif.K2O 729 kg per hektar.G Kartasapoetra. Sedangkan pengaruh pada kesuburan kimia tanah menurut Goeswono Soepardi dalam bukunya “Sifat dan Ciri Tanah” adalah kehilangan unsur hara karena erosi selama rata-rata 2 tahun yang diperoleh dari percobaan di Missouri yaitu N 66 kg per hektar. dan 4. 18 .1986:45). Kerugian ekosistem perairan Mengingat dampak serius tersebut. MgO 145 per kg per hektar. Arsyad (1989) mengemukakan bentuk dampak off-site antara lain: 1. kemudian P2O5 41 kg per hektar. Dampak erosi tanah diluar lahan pertanian (off-site) merupakan dampak sangt besar pengaruhnya.dan SO4 sebanyak 42 kg per hektar per tahun. serta perubahan profil tanah. Tertimbunnya lahan pertanian dan bangunan 3. penurunan kapasitas infiltrasi dan penampungan.kesuburan tanah sebab erosi menyebabkan pertikel dalam tanah hilang. sehingga lapisan tersebut menjadi tipis atau bahkan hilang (A. tanah kehilangan unsur hara juga senyawa organiknya serta masih banyak lagi lainnya. Pelumpuran dan pendangkalan waduk 2. Pengaruh erosi pada kesuburan fisik tanah diantaranya adalah terjadinya penghanyutan partikel-partikel tanah. struktur tanah rusak. 2) Dampak off-site atau dampak luaran. Memburuknya kualitas air.

Topografi.4.Yang bersifat preventif tentunya kalau keadaan tanah yang tererosi belum begitu parah. sehingga lajunya aliran permukaan 3. 19 . dapat dikurangi Mengurangi lajunya aliran.butir air hujan Memperbesar kapasitas infiltrasi tanah. Memperbesar resistensi permukaan tanah sehingga lapisan permukaan 2. Tanah. tanah tahan terhadap pengaruh tumbukan butir. Dan kalau kerusakan tanah telah parah. terhadap tanah yang dilaluinya dapat diperkecil Memperbesar resistensi tanah sehingga daya rusak tanah dan daya hanyut aliran permukaan terhadap partikel.bahan pemantap tanah Cara. haruslah ditangani oleh pemerintah dengan partisipasi para petani itu sendiri.partikel tanah dapat diperkecil Dengan adanya prinsip. dan 3) Cara Kimiawi yaitu dengan memanfaatkan bahan.prinsip diatas maka usaha pengendalian erosi dapat dilaksanakan dengan teknologi: 1) Cara vegetatif atau biologi 2) Cara mekanik. Vegetasi penutup tanah dan kegiatan manusia. Pengendalian Atau Pencegahan Erosi Dalam usaha untuk mencegah dan atau mengendalikan erosi ini hendaknya diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya erosi yaitu: Iklim.cara tersebut ada yang bersifat preventif dan ada pula yang bersifat represif. maka kita dapat menentukan bahwa usaha pengendalian erosi ini seharusnya didasarkan pada prinsipprinsip: 1.aliran air permukaan agar daya kikisnya 4. serta ada pula yang harus dilaksanakan oleh para petani atau pengguna tanah itu sendiri. preventif artinya pencegahan.

20 . yaitu tindakan.Tindakan pencegahan ini akan melibatkan pihak PPL pertanian yang akan melakukan penyuluhan dan bimbingan kepada para petani. ranting dan daun.tanaman itu sebagai bahan yang mempunyai peranan untuk mengurangi erosi.akar yang tersebar pada lapisan permukaan tanah.daunnya berperan menghalangi tumbukan.butir hujan pada 2. berperan mengurangi kecepatan 3.tinadakan yang perlu dilakukan oleh pihak pemerintah. aliran air permukaan.tanah kritis pada DAS. Yang bersifat represif.daun penutup tanah serta akar.tanggul yang permanen dan biayabiaya lainnya sehubungan dengan proyek.proyek padat karya yang melibatkan tenaga kerja dipedesaan dalam rangka penanggulangn banjir. tentang pengolahan tanah yang baik. Daun.akar tanaman berperan memperbesar kapasitas infiltrasi tanah. permukaan tanah.usaha pemerintah dalam hal ini adalah dengan cara menyediakan bibit tanaman terpilih yang demikian banyak untuk pelaksanaan reboisasi dan penghijauan. Semua usaha preventif dan represif hendaknya disertai dengan tindakan yang tegas terhadap mereka yang melakukan perusakan hutan. sejumlah biaya untuk pembangunan tanggul. pendangkalan sungai dan lain sebagainya. tanah.tumbukan langsung butir. tanah dan air. dimana tanaman. Batang. Usaha. yaitu dalam hal: 1. mengingat demikian parahnya kerusakan tanah yang terjadi. 1) Cara Vegetatif Cara ini didasarkan pada peranan tanaman.Misalnya bukit yang menjadi gundul. Akar.

4. Akar. Penanaman tanaman penutup tanah 3. seperti: 1.selokan dan parit pada tempat. Penanaman tanaman secara garis kontur 4. karena menyangkut pembuatan prasaranan. Penanaman tanaman secara bergilir 6.tempat tertentu Melakukan pengolahan tanah sedemikian rupa yang sejajar dengan garis kontur Walaupun dengan cara ini memerlukan biaya yang cukup besar.sengkedan agar aliran air 3.4. Pemanfaatan serasah tanaman 2) Cara Mekanik Cara ini membutuhkan pembiayaan yang besar di banding dengan cara vegetatif. hendaknya cara ini perlu diperhatikan. Penanaman tanaman dalam strip 5.tempat 2. tertentu ketempat pembuangan Pembuatan teras.teras atau sengkedan. dapat terhambat sehingga daya angkut/ daya hanyutnya berkurang Pembuatan selokan.jalur bagi pengaliran air dari tempat. Penghutanan kembali (Reboisasi) dan penghijauan 2. 3) Cara Kimiawi 21 .akar tanaman berperan dalam pengambilan/ pengisapan air bagi keperluan tumbuhnya tanaman Cara Vegetatif dalam pelaksanaannya dapat meliputi kegiatankegiatan sebaagai berikut: 1. Pembuatan jalur.

unsur 3. dimana penggunaan bahan pemantap tersebut dapat berupa bahan alami ataupun buatan teta[pi terbatas pada jumlahnya yang sedikit.lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanatanah perawan yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat 2. Lahan.pori atau ruang udara didalam tanah diantara agregat.bahan pemantap tanah bagi lahan. telah menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya lapisan Top Soil. Jenis.peralatan besar Jadi struktur tanah itu haruslah distabilkan dahulu dalam penstabilannya harus menggunakan bahan. Pemantap tanah dengan bahan pemantap ialah pembentukan struktur tanah dengan pori. hara yang terangkut Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan pertanian.tanaman yang dapat menunjang kesuburan tanah.jenis bahan pemantap tanah: 1.bahan pemantap dengan dikombinasikan dengan tanaman.Yang dimaksud dengan cara kimiawi dalam usaha pencegahan erosi yaitu dengan pemanfaatan bahan. Penggunaan bahan. Emulsi bitumen (Berbentuk cair) 22 .bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi. mengingat pekerjaan mempergunakan peralatan.agregatnya yang sekaligus mencapai kestabilan.lahan pertanian yang baru dibuka sesungguhnya sangat diperlukan mengingat: 1. didayagunakan dengan baik Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur.

maupun 23 . mata air.2. Polyurethane Polyacrylamide Polyacrylacid Polysachharide Polyvinylalcohol (Berbentuk cair) (Berbentuk cair) (Berbentuk cair) (Berbentuk cair) (Berbentuk cair) Cara pemakaiannya. 3. 5. 6. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sungai adalah bagian bumi yang menjadi tempat berakumulasinya air yang mengalir menuju tempat yang lebih rendah. baik air itu berasal dari air hujan. dengan cara disemprotkan pada permukaan tanah. Air yang berada dipermukaan dataran. 4.

Berdasarkan jumlah airnya jenis – jenis sungai terbagi menjadi . pola aliran trelis. Penulis menyadari bahwa di dalam penyajian makalah 24 . Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen. B. tengah dan hilir. Berdasarkanpola alirannyajenis – jenis sungai terbagi menjadi . Jenis – jenis sungai terbagi atas jumlah air. Bagian – bagian sungai terdiri dari hulu. creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi. Berdasarkansumber airnyajenis – jenis sungai terbagi menjadi . sungai periodik. atau gabungan keduanya. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca. pola aliran radial (menjari). dan partikel lainnya) akibat transportasi angin. Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan). sungai gletser dan sungai campuran. air atau es. yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik. karakteristik hujan. dan sungai episodik. Erosi gletser (glasial)’.Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak. Saran Demikianlah makalah ini penulis susun agar bermanfaat bagi pembaca dan diri penulis sendiri. dan pola aliran paralel (sejajar). pola aliran sentripetal.Erosi Akibat gaya berat. Erosi angin (deflasi). Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air. pola aliran anular. gelombang laut. pola alirannya dan sumber airnya. sungai hujan.cairan gletser. atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang. sungai permanen. akan mengalir melalui sebuah saluran menuju ke tempat yang lebih rendah. Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ). atau gletser. tanah. angin. batuan. dalam hal ini disebut bioerosi. pola aliran rectangular. pola aliran dendritik. seperti air sungai.

com/2013/05/karakteristik-sungai-bagian-hulu-tengah.html http://www.com/2012/03/pola-pengaliran-sungai. itu semua karena keterbatasan ilmu atau wawasan yang dimiliki penulis. DAFTAR PUSTAKA http://softilmu.blogspot. untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini dan dapat bermanfaat bagi masa yang datang.html http://fastrans22.com/2014/10/pengertian-sungai-jenis-sungai-macam-macamcontoh.blogspot.com/2012/11/karakteristik-hulu-sungai.ini masih banyak ditemukan kekeliruan dan kesalahan.html http://geografiupi2010.com/2014/07/pengertian-dan-jenis-jenis-sungai.blogspot.artikelsiana. karena penulis sebagai mahasiswa yang sedang dalam tahap belajar dan tentunya ilmu penulis sangat terbatas.html 25 .blogspot.html http://geografi-geografi.

com/2014/07/pengertian-dan-jenis-jenis-sungai.html http://www.blogspot.com/2014/07/pengertian-dan-macam-macam-erosi.mediapusat.com/2013/08/jenis-jenis-erosi-dan-dampaknya.com/2014/10/pengertian-sungai-jenis-sungai-macam-macamcontoh.com/2009/08/erosi-dampak-serta-upaya-mengurangi.html http://www.http://softilmu.html http://link-geo.blogspot.blogspot.html 26 .gerbangilmu.html http://echonr4.artikelsiana.html http://www.com/2009/11/pencegahan-erosi.