Anda di halaman 1dari 7

ADHOCRACY

1. Pengertian
Adhocracy di cirikan oleh diferensiasi horizontal yang tinggi , diferensiasi
vertical yang rendah , formalisasi yang rendah, desentralisasi, fleksibilitas dan
daya tanggap yang tinggi . Diferensiasi horizontal besar karena adhocracy pada
umumnya diisi oleh profesional dengan tingkat keahlian yang tinggi. Diferensiasi
vertikal rendah karena tingkatan administrasi yang banyak akan membatasi
organisasi untuk melakukan penyesuaian. Juga, kebutuhan akan pengawasan
adalah minimal karena para profesional telah menghayati perilaku yang
diinginkan manajemen.
Kita telah mengetahui bahwa profesionalitas dan formalitas adalah
berbanding terbalik. Adhocracy bukanlah suatu perkecualian. Peraturan hanya
sedikit. Yang ada kecenderungan untuk tidak mengikat dan tidak tertulis.
Peraturan ini akan efektif jika adanya standarisasi perilaku dicari. Dalam konteks
ini mungkin berharga jika kita membandingkan antara birokrasi profesional
dengan adhocracy yang mana sama-sama mengerjakan para profesional.
Perbedaan yang utama dalah bahwa pada birokrasi profesional adalah jika
dihadapkan dengan suatu masalah akan segera mengklasifikasinya dalam suatu
program yang distandarisasi, sehingga para profesional dapat memperlakukannya
dengan cara yang seragam. Pada suatu adhocracy, sebuah pemecahan baru
dibutuhkan sehingga standarisasi dan formalisasi adalah tidaklah tepat.
Pengambilan keputusan pada adhocracy didesentralisasi. Hal ini perlu bagi
kecepatan dan fleksibilitas dan karena manajemen senior tidak dapat diharapkan
memiliki kealian yang dibutuhkan untuk membuat semua keputusan.
Karena adhocracy tersebut mempunyai standarisasi dan formalisasi yang
sedikit, technostrukture-nya hampir tidak ada. Hasilnya adalah sebuah kumpulan
dari talenta keahlian yang dapat digunakan untuk melakukan inovasi,
memecahkan masalah yang unik dan melaksanakan aktifitas yang fleksibel.

Kekuasaan mengalir kepada semua orang yang mempunyai keahlian didalam


adhocracy, tanpa memperhatikan kedudukan.
Kelebihan

Kelemahan

kemampuanya dengan cepat untuk konflik merupakan hal yang biasa dari
menanggapi perubahan serta inovasi adhocracy.
dan memungkinkan koordinasi dari
berbagai spesialis.
2. Birokrasi (Pandangan yang Lebih Mendalam)
Birokrasi Weber
Tema sentral dari birokrasi weber adalah standarisasi. Perilaku orang
dalam birokrasi ditentukan sebelumnya oleh struktur dan proses yang
distandarisasi. Model wber memperinci suatu hiraki kedudukan, dengan setiap
kedudukan berada dibawah kedudukan yang lebih tinggi. Masing-masing
kedudukan didiferensiasi secara horizontal oleh pembagian kerja. Pembagian
kerja tersebut menciptakan unit-unit

yang menguasai bidang-bidang tertentu,

menentukan daerah diman dilakukan kegiatan yang konsisten dengan kemampuan


anggita unit, memberi tanggung jawab bagi pelaksanaan tindakan tersebut, dan
mengalokasikan wewenang yang sebanding untuk melakukan tanggung jawab
tersebut pada saat yang sama, peraturan tertulis mengatur prestasi tugas para
anggota. Pembebanan struktur dan fungsi-funsi tersebut memberikan keahlian
tingkat tinggi tertentu, kooordinasi peran, dan control dari anggota melalui
standarisasi.
Birokrasi weber bisa di sebut juga organisasi yang ideal . karakteristikkarakteristik dibawah ini adalah esensi weber :
1. Pembagian

kerja.

Pekerjaan

setiap

orang

dipecah-pecah

sampai

kepekerjaan-pekerjaan yang sederhana, rutin, dan ditetapkan dengan jelas.


2. Hierarki kewenangan yang jelas. Sebuah struktur multi tingkat yang
formal, dengan posisi hirarki atau jabatan, yang memastikan bahwa setiap

jabatan yang lebih rendah berada dibawah supervise dan control dari yang
lebih tinggi.
3. Formalisasi yang tinggi. Ketergantungan kepada peratuan dan prosedur
yang formal untuk memastikan adanya keseragaman dan untuk mengatur
perilaku pemegang pekerjaan
4. Bersifat tidak pribadi (impersonal). Sanksi-sanksi diterapkan secara
seragam dan tanpa perasaan pribadi untuk menghindari keterlibatan
dengan kepribadian individual dan preverensipribadi para anggota
5. Pengambilan keputusan yang di ambil didasarkan atas kemampuan.
Keputusan tentang seleksi dan promosi didasarkan atas kualifikasi teknis,
kemampuan, dan prestaasi para calon.
6. Jejak karir bagi para pegawai. Para anggota diharapkan mengejar karier
dalam organisasi. Sebagai imbalan atas komitmen terhadap karier tersebut,
para

pegawai

mempunyai

masa

jabatan,

artinya

mereka

akan

dipertahankan meskipun mereka kehabisan tenaga atau jika kepandaiannya


tidak dipakai lagi.
7. Kehidupan organisasi yang dipisahkan dengan jelas dari kehidupan
pribadi. Kebutuhan dan minat pribadi dipisahkan sepenuhnya agar
keduanya tidak mencampuri sikap impersonal pada aktivitas organisasi
yang bersifat rasional.
Karakteristik-karakteristik tersebut menggambarkan ideal type dari Weber
mengenai organisasi yang rasional dan efisien tujuan-tujuannya jelas dan eksplisit.
Posisi diatur dalam suatu hirarki dalam bentuk piramida, dengan wewenang yang
makin meningkat saat begerser keatas dalam organisasi. Kewenangan terletak
pada posisi, bukan pada orang-orang yang menduduki posisi tersebut. Seleksi para
anggota didasarkan atas kualifikasi mereka daripada mengandalkan siapa yang
mereka kenal. Berikut ini adalah empat ancaman langsung terhadap birokrasi : 1)
Perubahan yang cepat dan tidak terduga, 2) Pertumbuhan besaran, 3) Perbedaan
yang meningkat, 4)Perbedaan perilaku manager.
3. Adhocracy ( Pandangan yang Lebih Mendalam)
MATRIKS

Matriks adalah : suatu desain struktur yang menugaskan para spesilis dari
departemen-depertemen fungsional tertenuuntuk bekerja pada satu atau lebih tim,
yang dipimpin oleh seorang pemimpin proyek.
3 kondisi yang menunjukkan matriks
1. Tekanan lingkungan dari dua sektor yang kritis atau lebih.
2. Saling ketergantungan diantara departemen
3. Economis of scale didalam penggunaan sumber daya internal

Kelemahan dan Kekuatan Matriks


Kekuatan matriks terletak pada kemampuannya untuk mengkoordinasikan
kegiatan jika dalam organisasi tersebut mempunyai banyak aktivitas kompleks
dan saling bergantung. Kontak langsung sering kali dapat menimbulkan
komunikasi dan fleksibilitas yang lebih baik diantara berbagi spesialisasi di dalam
matriks. Informasi terserap kedalam organisasi tersebut, dan lebih cepat sampai
kepada orang yang membutuhkan.
Matriks membantu pelokasian para spesialisasi secara efisien. Jika
individu yang mempunyai ketrampilan tinggi ditempatkan pada sebuah
departemen fungsional atau kelompok proyek, maka talenta mereka dimonopoli
dan tidak sepenuhnya digunakan.
Sedangkan kekurangan utama dari matriks tersebut terletak pada
kebingungan

yang

diciptakannya,

kecenderungannya

untuk

memperkuat

perebutan kekuasaan, dan tekanan yang ditimbulkannya pada individu.


TEORI Z
Teori Z merupakan perbandingan untuk mengklasifikasikan antara teori A
Amerika dan teori J Jepang. Organisai Teori Z adalah model jepang yang
disesuaikan agar cocok dengan budaya amerika.
Teori A Amerika

Teori J Jepang

Teori Z

Masa kerja jangka

pendek
Karir mengarah

ke spesialisasi
Pengambilan

Masa kerja jangka

pendek
Kerja

tidak

keputusan

kespesialisasi
Pengambilan

individual
Sering diadakan

konsensus
Tanggungjawab

penelitian
Pengertian

kolektif
Penilaian

diadakan
Peilaian implisit

dan informal
Promosi perlahan
Perhatian

dan

formal
Promosi cepat
Perhatian
orang

terbagi

keputusan

individual
Tanggungjawab

terhadap

panjang
Arah

terhadap
bersifat

karir

terspesialisasi

Masa kerja jangka

mengarah

eksplisit

atas

jarang

secara moderat
Pengambilan
keputusan

atas

dawar konsensus
Tanggungjawab

individu
Penilaian

sering dilakukan
Penilaian implisit,
informal

orang

tidak

dengan

ukuran

yang

eksplisit

dan

diformalisasi
Kenaikan pangkat

lambat
Perhatian

menyeluruh

terhadap

orang

bersifat
menyeluruh

BENTUK KOLATERAL
Bentuk koleteral merupakan anggota tambahan yang distruktur secara
bebas dan dirancang untuk hidup berdampingan dengan birokrasi atas dasar yang
relatif permanen. Kekuatan dari bentuk kolateral antaranya dapat mencapai

keunggulan yang berasal dari efesiensi yang tinggi dari birokrasi yang diperoleh
melalui standarisasi sementara, pada saat yang sama, memperoleh fleksibilitas
dari interpreneurship. Dengan menciptakan adhocracy dalam birokrasi, sebuah
perusahaan yang besar dapat mendorong kreatifitas dan inovasi, memotong waktu
untuk pengembangan produk, dan mempertahankan pegawai yang pintar dan
berorientasi pada prestasi yang kalau tidak mungkin akan meninggalkan
perusahaan untuk bekerja di tempat lain atau memulai usaha kecil mereka sendiri.