Anda di halaman 1dari 4

Kajian Antidiabetik mengenai Efek Ekstrak Aloe vera pada Alloxan

yang di Induksikan ke Tikus Diabetes.

Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antidiabetes dari Ekstrak air Aloe
vera pada tikus normal dan tikus diabetes yang diinduksi dengan alloxan. Untuk
mengetahui pengaruh Aloe vera 40 tikus albino dilibatkan dalam penelitian ini dibagi
menjadi empat kelompok dari sepuluh tikus dalam setiap kelompok. Kelompok tikus A
dan B normal sedangkan tikus yang diinduksi diabetes berada pada grup C dan D tikus
dengan injeksi intraperitonea,l aloksan dilarutkan dalam 1 mL air suling dengan dosis
125mg/kg berat badan. Ekstrak air Aloe vera diberikan secara oral dengan dosis
150mg/kg berat badan. Data diambil setelah tujuh hari pemberian aloksan. Setelah
induksi diabetes kelompok B dan D tikus diobati dengan Aloe vera ekstrak air pada
dosis 150mg/kg berat badan. Grup A dan C tikus yang tidak diobati dengan Aloe vera
ekstrak air. Sampel darah diambil dari vena coccygial dari masing-masing tikus untuk
perkiraan kadar glukosa pada waktu yang berbeda periode yaitu 30 dan 45 hari setelah
perawatan. Setelah 30 hari pengobatan dengan ekstrak tumbuhan 5 hewan dari
masing-masing kelompok dekapitasi. 5 hewan lain dipelihara selama 15 hari tanpa
pengobatan tambahan sebagai periode pemulihan. Semua sampel dianalisis untuk
kadar glukosa darah dengan menggunakan peralatan enzimatik. Tingkat glukosa darah
pada kelompok tikus yang diberi perlakuan (pengobatan) menunjukkan penurunan yang
signifikan setelah 30 hari pengobatan dengan Aloe vera ekstrak air. Dengan analisis
statistik hasil ditemukan bahwa Aloe vera ekstrak air memiliki efek antidiabetes di
normal dan tikus diabetes aloksan diinduksi.

Pendahuluan
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme karbohidrat sehingga gula yang
terdapat didalam tubuh tidak mengalami proses oksidasi untuk memproduksi energi
karena kurangnya hormon pankreas yaitu insulin . Diabetes tipe I dimulai pada masa
kanak-kanak atau remaja yang lebih parah daripada tipe II yaitu yang berkembang pada
anak-anak yang lebih muda. Diabetes tipe I merupakan gangguan heterogen dan
poligenik , dengan sejumlah non - HLA lokus yang memberikan kerentanan pada
penyakit tersebut. Tipe diabetes I berjumlah 5 sampai 10 % dari semua kasus belum
ada zat yang diidentifikasi secara substansial mampu mencegah tipe diabetes ini.
Diabetes tipe II berjumlah 90 sampai 95 % dari semua pasien diabetes dan
pengobatannya rumit karena disertai dengan beberapa penyakit lain yang timbul,
biasanya resistensi insulin, hiperinsulinemia, gangguan sekresi insulin, pengurangan
pemecahan glukosa oleh insulin dan pemanfaatannya. Pengobatan diabetes mellitus
telah diupayakan dengan berbagai tanaman dan formulasi polyherbal. Hasil yang bagus
telah diperoleh dari ekstrak tumbuhan sehubungan dengan aktivitas antidiabetes,
namun baru sedikit jumlah tanaman yang telah dieksplorasi.
Tanaman obat seperti Trigonella foenum graceum, Allium sativum, Gymnema
slyvestre, Syzigium cumini, dan Aloe vera telah diteliti untuk pengobatan diabetes
mellitus. Ekstrak herbal telah diakui memiliki efek hipoglikemia pada manusia dan
hewan untuk diabetes tipe II. Aloe vera berbentuk seperti kaktus yang hijau, daun
berbentuk belati yang berdaging, lonjong, pinggirannya berduri dan diisi dengan gel
kental yang bening. Ekstrak karet Aloe vera dapat meningkat toleransi glukosa di kedua
tikus normal dan diabetes dan getah Aloe vera diambil selama 4-14 minggu telah
menunjukkan efek hipoglikemik yang signifikan baik secara klinis dan eksperimental.
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh antidiabetes ekstrak A. vera pada
model tikus sehat dan diabetes.
Material dan Metode
Tempat penelitian : Seluruh penelitian dilakukan di Institut Molekular Biologi dan
Bioteknologi, di Universitas Lahore, Lahore.
Aloe vera (Lidah Buaya) : Spesimen Aloe vera di ambil dari pasar lokal. Daun dari
tanaman yang segar digunakan dalam penelitian ini.

Alloxan : Aloksan hiperglikemia yang diinduksi digambarkan sebagai model


eksperimental yang berguna untuk mengevaluasi aktivitas hipoglikemik. Diabetes
aloksan yang diinduksi dengan injeksi intra-peritoneal tunggal disiapkan dalam 0.1mol /
L buffer sitrat dengan dosis 100 mg / Kg berat badan . Diabetes yang telah dipastikan
berada di dalam aloksan diberikan pada tikus dengan mengukur konsentrasi glukosa
darah puasa 8-10 hari pasca injeksi.
Peralatan Enzimatik : Perusahaan yang memiliki peralatan, Jerman yang digunakan
untuk menentukan kadar serum glukosa pada tikus albino dengan spektrofotometer.
Hewan : Empat puluh tikus albino jantan dewasa (berat 200-300 g) digunakan dan
ditempatkan di kandang stainless steel dengan kawat lantai mash.
Induksi Diabetes : Hewan-hewan dibagi menjadi empat kelompok dan masing-masing
kelompok terdiri dari sepuluh tikus. Diabetes mellitus diinduksi pada hewan yang
berpuasa semalaman dengan injeksi aloksan subkutan tunggal dengan dosis berat
badan 120mg/kg dilarutkan dalam 0.5ml buffer asetat (pH 5,5) yang disiapkan segera
sebelum digunakan. Setelah 7 hari injeksi aloksan, tingkat glukosa diukur. Tikus dengan
kadar glukosa serum, berkisar antara 150 mg/dl atau di atas dianggap memiliki penyakit
diabetes.
Persiapan Ekstrak : Ekstrak air dibuat dengan merebus 100 gram tanaman dengan
200 ml aqua destilata selama 10 menit. Setelah pendinginan sampai suhu kamar,
ekstrak disaring dan disimpan dalam lemari es.
Pengaturan pemakaian sampel : Dosis ( ml/100 gram berat badan) adalah oral
selama 30 hari setiap hari. Setelah 30 hari pengobatan dengan ekstrak tumbuhan 5
hewan dari masing-masing kelompok didekapitasi. 5 hewan lain dipelihara selama 15
hari tanpa pengobatan tambahan sebagai periode pemulihan.
Pengumpulan data dan analisis : 1ml darah diambil dari vena coccygial dari setiap
ekor tikus dan di transfer ke tube sampel untuk di analisis. Serum didapat dengan
menggunakan metode sentrifugasi dari setiap sampel darah dengan kecepatan
3000rpm selama 10menit. Peratalan enzimatik yang spesifik digunakan untuk menilai
tingkat atau level serum glukosa pada tikus dengan menggunakan spektrofotometer.
Estimasi Glukosa Darah : Glukosa ditentukan setelah oksidasi enzimatik dengan
adanya oksidase glukosa. Hidrogen peroksida yang terbentuk bereaksi, di bawah
katalisis peroksidase dengan fenol dan 4-aminophenazone untuk membentuk warna
merah-violet quinoneimine dye sebagai indikator.

Prosedur : Total 42 tube yang akan dites di ambil. 40 tabung diberi label, 1,2,3,4,5.40
untuk setiap sampel tikus dipisahkan menjadi, ( tikus normal + pakan normal ), ( tikus
normal + ekstrak Aloe vera ), ( tikus diabetes + pakan normal ) , ( tikus diabetes +
ekstrak Aloe vera ). 2 tabung lainnya diberikan label kosong dan standar. 2ml reagen
diambil dari semua tube dengan menggunakan pipet. 20 l aqua destilata di
masukan kedalam tabung yang diberi label ksosong, 20 l
dimasukkan ke dalam tabung berlabel standard dan 20 l

larutan standar

dari setiap sampel serum

diambil dari tube berlabel 1,2,3.40. Kemudian semua isi tabung diaduk dan di
inkubasi selama 10 menit pada suhu 37 oC. Kemudian absorbansi standar (Abs Std) dan
sampel (AbsS) diukur pada panjang gelombang 546nm dan dibandingkan dengan
absorbansi kosong (AbsRB).
Perhitungan : Konsentrasi glukosa (mg/dl) = (Abs test : Abs Standar) x 100.