Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

Hubungan Antara Teori Produksi dengan Biaya


Produksi

Disusun oleh:
Nama

: Romi Setiawan

NIM

: 14440007

Nama Dosen Pembimbing :


Nama

: Vetty Kartikasari, S.T.,MT.

Universitas Merdeka Malang


Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Industri
2016
Kata Pengantar

Alhamdulillah Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya, makalah yang berjudul Hubungan antara teori produksi dengan biaya
produksi ini dapat diselesaikan sesuai dengan batasan waktunya. Dan semoga kita selalu
berada
dalam
lindungan
Allah
SWT,
Amiin
Tersusunnya makalah ini adalah berkat dorongan, bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang
terhormat:
Semua pihak yang turut membantu menyelesaikan makalah ini baik secara
langsung maupun tidak langsung berupa masukan dan kritikan yang bersifat penyempurnaan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan karena manusia tidak
pernah luput dari kesalahan dan jauh dari kata sempurna meskipun penulis telah berusaha
dengan segenap kemampuan. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman
penulis.
Oleh
karena
itu
dengan
senang
hati
penulis
mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
Sebagai akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk
proses pembelajaran khususnya dan bagi para pembaca umumnya.

Malang, 14 April 2016

Penulis,

Daftar Isi

Kata Pengantar ................................................................................................... ii


Cover ................................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan ............................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1
1.3 Tujuan ................................................................................................ 1
BAB II Landassan Teori ..................................................................................... 2
2.1 Teori Produksi ................................................................................... 2
2.2 Faktor Teori Produksi ..................................................................... 2
2.3 Pengertian Biaya Produksi ............................................................... 4
2.4 Hubungan Teori Produksi dengam Biaya Produksi ...................... 8
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 9

BAB 1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produksi merupakan hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan
memanfaatkan beberapa masukan atau input. Dengan pengertian ini dapat dipahami bahwa
kegiatan produksi adalah mengkombinasikan berbagai input atau masukan yang juga disebut
faktor-faktor produksi menjadi keluaran (output) sehingga nilai barang tersebut bertambah.
Beberapa faktor produksi atau input yang digunakan akan menghasilkan output (keluaran).
Jumlah output juga dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan. Hubungan antara jumlah
penggunaan input dan jumlah output yang dihasilkan, dengan teknologi tertentu, disebut
fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan
hubungan antara tingkat (dan kombinasi) penggunaan input dan tingkat output per satuan
waktu. Proses produksi bisa didefinisikan sebagai setiap kegiatan nan meningkatkan
kecenderungan antara pola permintaan barang dan jasa, dan kuantitas, bentuk, ukuran,
panjang dan distribusi barang dan jasa tersedia bagi pasar. Sama seperti teori konsumen, teori
produksi berfungsi sebagai teori dasar di sisi permintaan dalam teori mikroekonomi.
Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Biaya produksi adalah
beban yang harus ditanggung oleh produsen dalam bentuk uang untuk menghasilkan suatu
barang / jasa. Menetapkan biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan
kecermatan karena ada yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit
diidentifikasikan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa dampak pengaruh faktor pengubah teori produksi?
2. Apa pengertian dan jenis-jenis biaya produksi?
3. Bagaimana hubungan antara teori produksi dan biaya produksi?

1.3. Tujan
1. Agar mahasiswa dapat memahami konssep teori poduksi dan biaya produksi
2. Untuk memenuhi Ujian Tengah Semester mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomika

BAB 2.
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Produksi
Teori produksi ialah studi tentang produksi atau proses ekonomi buat mengubah input
menjadi output . Produksi menggunakan sumber daya buat menciptakan barang atau jasa nan
sinkron buat digunakan. Pemberian hadiah dalam ekonomi hadiah atau pertukaran dalam
ekonomi pasar. Hal ini bisa mencakup manufaktur, penyimpanan, pengiriman, dan kemasan.
Beberapa ekonom mendefinisikan produksi secara luas sebagai semua kegiatan ekonomi
selain konsumsi. Mereka melihat setiap kegiatan komersial selain pembelian akhir sebagai
suatu bentuk produksi. Dalam teori produksi , produksi ialah proses nan terjadi melalui waktu
dan ruang. Produksi diukur sebagai "tingkat output per periode waktu" sebab merupakan
konsep genre .
Ada tiga aspek buat proses produksi, antara lain :
1. kuantitas barang atau jasa dihasilkan;
2. bentuk barang atau jasa diciptakan; dan
3. distribusi temporal dan spasial dari barang atau jasa nan dihasilkan.
Proses produksi bisa didefinisikan sebagai setiap kegiatan nan meningkatkan
kecenderungan antara pola permintaan barang dan jasa, dan kuantitas, bentuk, ukuran,
panjang dan distribusi barang dan jasa tersedia bagi pasar. Sama seperti teori konsumen, teori
produksi berfungsi sebagai teori dasar di sisi permintaan dalam teori mikroekonomi.
Teori ini berfungsi buat menjelaskan konduite perusahaan di sisi penawaran. Dalam
teori ini konsumen memaksimalkan nilai atau kegunaan nan diperoleh sedangkan produsen
dan pemasok memaksimalkan kekayaan mereka diperoleh dari penjualan.

2.2 Faktor Teori Produksi


Faktor-faktor produksi antara lain adalah manusia (tenaga kerja = TK), modal (uang
atau alat modal seperti mesin = M), SDA (tanah = T) dan skill (teknologi =T). Bila faktor
produksi tidak ada maka tidak ada juga produksi. Produksi yang dihasilkan tanpa penggunaan
teknologi, modal dan manusia disebut produksi alami, yaitu produksi yang dilakukan oleh
proses alam, sedangkan produksi yang dilakukan dengan menggunakan modal, teknologi dan
manusia disebut produksi rekayasa.
Produksi alami bersifat eksternal, efisiensi dan efektifitasnya tidak dapat dikontrol
oleh manusia, sehingga kelebihan atau kekurangan adalah merupakan hal yang harus diterima
oleh pemakai. Namun produksi yang paling utama adalah manusia dan tanah (SDA).
Kebutuhan produsen adalah bagaimana menghasilkan barang dengan menggunakan
biaya yang relatife kecil untuk mendapatkan output yang relatife besar (memuaskan).

Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Untuk menghasilkan jumlah output tertentu, perusahaan menentukan kombinasi


pemakaian input yang sesuai. Jangka waktu analisis terhadap perusahaan yang melakukan
kegiatan produksi dapat dibedakan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Analisis
terhadap kegiatan produksi perusahaan dikatakan berada dalam jangka pendek apabila
sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya (fixed input).1[2]
Dalam jangka pendek tersebut perusahaaan tidak dapat menambah jumlah faktor
produksi yang dianggap tetap. Faktor produksi yang dianggap tetap misalnya modal seperti
mesin dan peralatannya,bangunan perusahaan dll. Sedangkan dalam jangka penjang semua
faktor produksi dapat mengalami perubahan. Berarti dalam jangka panjang setiap faktor
produksi dapat ditambah jumlahnya kalau memang diperlukan. Dalam jangka panjang
perusahaan dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di
pasar.2[3]
Dalam ekonomi, konsep jangka pendek mengacu pada kondisi dimana minimal
terdapat satu input yang bersifat tetap jumlahnya. Jangka panjang adalah periode waktu
dimana seluruh input bersifat variabel. Jangka waktu ini tidak ada hubungannya dengan
periode waktu yang biasa kita kenal (tahun,bulan, hari) namun berkaitan dengan perusahaan
dan sumber daya yang dibicarakan. Dalam suatu industri mungkin jangka pendek berarti satu
bulan namun industri lain mungkin satu tahun.3[4]
1. Produksi Dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek perusahaan memiliki input tetap dan menentukan berapa
banyaknya input variabel yang harus dipergunakan. Untuk membuat keputusan, pengusaha
akan memperhitungkan seberapa besar dampak penambahan input variabel terhadap produksi
total. Misalnya input variabelnya adalah tenaga kerja dan input tetapnya adalah modal.
Apabila tenaga kerja yang dipergunakan sebanyak 0, produksi juga nol. Ini berarti proses
produksi tidak akan menghasilkan output apabila hanya mempergunakan satu macam input.
Apabila jumlah tenaga kerja yang dipergunakan semakin banyak, makan output meningkat.
2. Produksi Dalam Jangka Panjang
Jangka panjang suatu proses produksi tidak bisa diukur dengan waktu tertentu,
misalnya 10 tahun, 5 tahun, 15 tahun dan seterusnya. Jangka panjang suatu proses produksi
adalah jangka waktu di mana semua input atau faktor produksi yang dipergunakan untuk
proses produksi bersifat variabel. Dengan kata lain, dalam jangka panjang tidak ada input
tetap.
1
2
3
3

Produksi dengan Menggunakan Satu (1) Variabel

Hubungan produksi dimana terdapat satu variabel, dan lainnya tetap biasanya berlaku
hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila faktor variabel itu ditambah
terus, maka output semakin lama akan semakin menurun secara rata-rata, dikarenakan
semakin besarnya faktor pembagi sementara faktor yang dibagi tetap. Dan bila hal ini
dilakukan terus, maka produksi totalpun akan semakin menurun, dikarenakan faktor produksi
tetap semakin jenuh atau kehabisan nilainya, misalnya tanah yang kehabisan unsur haranya
sehingga mengurangi kesuburannya bila ditanami dan digarap secara terus menerus.
Dalam teori ini input atau sumber daya digunakan dalam proses produksi disebut faktorfaktor produksi. Banyak sekali masukan dan biasanya dikelompokkan ke dalam lima
kategori. Faktor-faktor ini adalah:
1. Bahan standar
2. Mesin-mesin
3. Buruh jasa
4. Barang kapital
5. Tanah

Fungsi Produksi dalam Teori produksi


Total Produk ( Q ) = f ( L, K, T ) Sangat berjangka panjang
Total Produk ( Q ) = f ( L, K ) Jangka panjang
Total Produk ( Q ) = f ( L ) Jangka pendek

2.3 Pengertian Biaya Produksi


Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.
Biaya dalam pengertian Ekonomi adalah semua beban yang harus ditanggung untuk
menyediakan suatu barang agar siap dipakai oleh konsumen. Biaya dalam pengertian
Produksi adalah Semua beban yang harus ditanggung oleh Produsen untuk menghasilkan
suatu Produksi.
Biaya produksi adalah beban yang harus ditanggung oleh produsen dalam bentuk uang
untuk menghasilkan suatu barang / jasa. Menetapkan biaya produksi berdasarkan pengertian

tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga
yang sulit diidentifikasikan.
Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
a. Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi.
b. Bahan-bahan pembantu atau penolong
c. Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
d. Penyusutan peralatan produksi.
e. Uang modal, sewa.
f. Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik,
biaya keamanan dan asuransi
g. Biaya pemasaran seperti biaya iklan
h. Pajak
1. Jenis-jenis Biaya Produksi
Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung
harga pokok produk jadi dan harga pokok produk pada akhir periode akuntansi masih dalam
proses. Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang juga merupakan elemen-elemen
utama dari biaya produksi, meliputi:
a. Biaya bahan baku (direct material cost)
Merupakan bahan secara langsung digunakan dalam produksi untuk mewujudkan
suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan.
b. Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost)
Merupakan biaya-biaya bagi para tenaga kerja langsung ditempatkan dan
didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses produk jadi secara
langsung diterjunkan dalam kegiatan produksi menangani segala peralatan produksi
dan usaha itu dapat terwujud.
c. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)
Umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung
dan biaya pabrik lainnya, seperti ; biaya pemeliharaan pabrik, yang tidak secara
mudah didefinisikan atau dibebankan pada suatu pekerjaan.
Biaya produksi yang di keluarkan setiap perusahaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
Biaya Eksplisit : Semua pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan
input lain yang dibayar melalui pasaran (pembayaran berupa uang)
Biaya Implisit : Biaya Implisit daah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya
biaya penyusutan barang modal.
Teori Biaya produksi menurut jangka waktunya, dibedakan menjadi 2 yakni:
1. Jangka Waktu Pendek
Dalam jangka pendek perusahan adalah jangka waktu di mana sebagian faktor produksi
tidak dapat di tambah jumlahnya. Teori teori biaya produksi dalam jangka pendek, yakni:
a. Biaya Total dan Jenis-jenis Biaya Total

Biaya total (Total Cost/TC) yaitu biaya yang meliputi keseluruhan jumlah biaya
produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendanai aktivitas produksi.
Rumus : TC=TFC+TVC

Biaya tetap total (Total Vixed Cost/TFC) yaitu biaya yang meliputi perbelanjaan
untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang tetap jumlahnya, artinya biaya
ini besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah Output yang dihasilkan. Contoh:
biaya telepon, Biaya Pemeliharaan Bangunan, biaya penyusutan, adalah contoh
dari faktor produksi yang dianggap tidak mengalami perubahan dalam jangka
pendek
TFC = TC-TVC
Biaya berubah total (Total Variabel Cost/TVC) yaitu keseluruhan biaya yang
dikeluarkan perusahaan dalam faktor produksi dan bersifat Variabel atau dapat
berubah ubah sesuai dengan hasil produksi yang akan dihasilkan. Semakin
banyak produk yang dhasilkan, maka semakin besar pula biaya yang harus
dikeluarkan. Contoh : Biaya bahan baku , upah tenaga kerja, bahan bakar,dll.
TVC = TC-TFC
Persamaan tersebut jika digambarkan kedalam kurva akan tampak seperti Kurva 1. berikut.

Kurva 1. Biaya Total (Total Cost), Biaya Variabel (Variable Cost), dan Biaya Tetap (Fixed
Cost)

Jumlah
pekerja

0
1
2
3
4

Tabel 1.1 Biaya Total (Ribuan Rupiah)


Jumlah
TFC
TVC
TC
produksi (Q)

0
2
6
12
20

50
50
50
50
50

0
50
100
150
200

50
100
150
200
250
6

5
27
50
250
300
6
33
50
300
350
7
38
50
350
400
8
42
50
400
450
9
45
50
450
500
10
47
50
500
550
Biaya total produksi atau lebih di kenal total cost (TC) merupakan keseluruhan biaya
yang harus dikeluarkan oleh produsen yang berkaitan dengan proses produksi, sebagai
aktivitas utama untuk menghasilkan suatu produk. Dalam jangka pendek, total cost sangat di
tentukan oleh input- input produksi baik secara kuantitas maupun kualitas. Dimana input
input produksi tersebut dapat memberikan konsekuensi pembiayaaan bersifat tetap dan
bersifat variabel.
Pembiaayaan bersifat tetap di sebut biaya tetap atau total fixed cost (TFC) Biaya tetap
total (total fixsed cost/TFC) dapat di katakan biaya yang sifatnya wajib di keluarkan oleh
produsen dimana ada atau tidak ada aktivitas produksi. Jika biaya tetap tersebut tidak di
keluarkan, maka konsekuensinya dapat menghambat jalannya proses produksi yang lainnya.
Membeli mesin, mendirikan bangunan pabrik adalah contoh dari faktor produksi yang
dianggap tidak mengalami perubahan dalam jangka pendek.
Sedangkan biaya variabel (variable cost) merupakan keseluruhan biaya yang harus
dikeluarkan ketika ada aktivitas proses produksi. Oleh sebab itu biaya berubah biasanya
merupakan perbelanjaan untuk membayar tenaga kerja yang digunakan.
Jadi besar kecilnya biaya veriabel yang dikeluarka produsen sesuai dan tergantung pada
skala proses produksi yang di lakukan. Dengan kata lain semakin besar skala proses produksi,
biaya variabel semakin besar. Tetapi jika skala proses produksi relatif kecil maka biaya
varibel yang di keluarkan menjadi relatif kecil juga.
2. Jangka Waktu Panjang
Sedangkan jangka waktu panjang merupakan segala faktor produksi yang masih dapat
berubah ubah. Teori teori biaya jangka panjang yakni diantaranya ialah : Biaya yang
dikeluarkan untuk menghasilkan seluruh output dan bersifat Variabel.
Biaya total sama dengan perubahan biaya Variabel. LTC=LVC
Dengan LTC= biaya total jangka panjang (Long Run Total Cost)
LVC= Perubahan Biaya Variabel jangka panjang
a. Biaya Marjinal jangka panjang
Tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak 1 unit.
Perubahan biaya total sama dengan perubahan biaya variable.
Maka, LMC=LTC/Q
Dengan LMC= Biaya marjinal jangka panjang (Long Run Marjinal Cost)
LTC= Perubahan Biaya Total jangka Panjang
Q= Perubahan Output

b. Biaya Rata rata


Biaya total dibagi Jumlah Output. LRAC=LTC/Q
Dengan LRAC=Biaya Rata Rata Jangka panjang (Long Run Average Cost)
Q = Jumlah output

2.4 Hubungan teori produksi dengan biaya produksi


Hubungan dari teori produksi dengan biaya produksi adalah bila biaya produksi yang
dimiliki oleh pabrik atau pengusaha, besar maka dari lini produksi akan besar atau tinggi,
karena dengan tingginya biaya produksi akan mempengaruhi penjualan dari hasil produksi
tersebut. Seperti bila biaya produksi dari sebuah produk tinggi maka produk tersebut bila
dijual ke pasar akan membuat harga jualnya menjadi tinggi pula. Sebaliknya bila produksi
turun maka biaya produksinya akan turun juga. Kenaikan serta penurunan produktivitas
banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya minat konsumen dan
lemahnya persaingan di pasaran. Oleh karena itu perusahaan wajib mengantisipasi hal
tersebut agar tidak berdampak pada produktivitas yang dihasilkan.

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/teoriproduksi
http://id.wikipedia.org/biayaproduksi
http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-biayaproduksi-komponen-jenis.html

Dikutip tanggal ( 13 April 2016)