Anda di halaman 1dari 25

FLUIDA DINAMIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2015

Satuan Pendidikan: SMA


Kelas /Semester : XI
Kompetensi Inti :
KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI. 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI. 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan

Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur
alam jagad raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan
pengukurannya
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi
3.7 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi
4.7 Memodifikasi ide/gagasan proyek sederhana yang
menerapkan prinsip dinamika fluida

Materi Pokok

Fluida Dinamik
Fluida Ideal
Azas Kontinuitas
Azas Bernouli
Penerapan Azas Bernouli dalam Kehidupan

Fluida Dinamik
Fluida dinamis adalah fluida yang bergerak.

Fluida Ideal
Fluida bersifat
non viskos
Pada fluida
yang sifatnya
non viskos,
gesekan
internalantar
partikel fluida
diabaikan,
sehingga kita
menganggap
tidak ada gaya
gesekan pada
aliran yang
sifatnya non
viskos

Aliran fluida
bersifat tunak
(streamline)
Pada fluida
yang sifatnya
tunak,
kecepatan
masing-masing
partikel fluida
pada setiap
titik cenderung
konstan

Fluida bersifat
inkompresibel
Fluida yang
bersifat
inkompresibel
dianggap
memiliki
kerapatan yang
cenderung
konstan.

Aliran fluida
bersifat
irrotasional
Partikel fluida
ideal dianggap
tidak berotasi
(tidak memiliki
momentum
sudut)

Mengapa saat kalian


menutup sebagian mulut
selang tersebut
dengan jari, aliran air
menjadi semakin deras????

Azaz Kontinuitas
Fluida
mengalir
melalui
sebuah penampang seluas
A1 dengan kelajuan v1.
Ketika melalui penampang
seluas
A2,
kelajuannya
berubah menjadi v2.
Untuk fluida ideal

Massa fluida yang masuk ke salah satu ujung pipa sama dengan massa
fluida yang keluar dari ujung lain :

m1 m 2
1V1 2V2
1 A1 x1 2 A2 x 2

1 A1 v1t1 2 A2 v2 t2

1 2

t1 t2

= massa jenis fluida


= selang waktu alir fluida

Maka didapat :

A1v1 A2v2

Persamaan
KONTINUITAS

Dari persamaan kontinuitas dapai disimpulkan :


Kelajuan fluida yang termampatkan berbanding terbalik dengan luas
Luas penampang pipa dimana fluida mengalir
Perkalian antara luas penampang pipa (A) dengan laju aliran fluida (v) sama dengan debit (Q)
yang juga menyatakan besar volume fluida yang mengalir persatuan waktu :

V
Av
Q
t
Dengan satuan : m3/s

PHYSIC

Azas Bernouli

Besar usaha untuk


memindahkan fluida
sejauh x1 :

Besar usaha untuk


memindahkan fluida
sejauh x2 :

PADA PIPA BERPENAMPANG A1

W1 F1.x1 P1 A1 x1
dimana

A1 x1 V

Sehingga :

W1 P1V

PADA PIPA BERPENAMPANG A2

W2 F2 .x2 P2 A2 x2
volume fluida

dimana

A2 x2 V

Sehingga :

W2 P2V

volume fluida

Jadi usaha total yang dilakukan fluida dari ujung kiri ke ujung kanan adalah :

W P1V P2V

karena

m
V

Maka didapat :

m
W P1 P2

Perubahan energi mekanik saat fluida bergerak dari ujung kiri ke ujung kanan adalah :

1
2
2
EM mg h2 h1 m v2 v1
2

Karena Usaha merupakan perubahan energi : W EM Maka :

m
1
P1 P2 mg h2 h1 m v22 v12

2
1

2
2
P1 P2 mg h2 h1 m v2 v1
2

m
P1 P2 g h2 h1 1 v22 v12
2
1
1
P1 P2 gh2 gh1 v22 v12
2
2
1
1
P1 gh1 v12 P2 gh2 v22

1 2
P gh v kons tan
2

Kasus Istimewa
UNTUK FLUIDA TAK MENGALIR

v1 v2 0

1 2
1
v1 P2 gh2 v22
2
2
1
1
P1 gh1 0 P2 gh2 0
2
2
P1 gh1 P2 gh2

P1 gh1

P1 P2 g h2 h1
UNTUK FLUIDA YANG MENGALIR PADA PIPA HORIZONTAL

h1 h2 h

P1 P2

P1 gh

1
v22 v12
2

1 2
1
v1 P2 gh v22
2
2

Teorema Torricelli
Venturimeter
Tabung Pitot
Alat Penyemprot
Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang

Teorema Torricelli
Teori Torricelli menyatakan bahwa
kecepatan aliran zat cair pada lubang
sama dengan kecepatan benda yang
jatuh bebas dari ketinggian yang
sama.

VENTURIMETER
Alat untuk mengukur kelajuan zat cair

TANPA MANOMETER

DENGAN MANOMETER

VENTURIMETER TANPA MANOMETER

h
P1
A1

v1

P2 v2 A2

Fluida yang diukur tidak memiliki perbedaan ketinggian :


Berdasarkan persamaan kontinuitas :

Maka :

v2

1 2
1 A1
2
P1 P2
v1 v1 v1
2
2 A2

Perbedaan tinggi zat cair pada tabung vertikal : h


Jadi :

A1
v1
A2

1 2 A1
1
gh v1
2
A2

P1 P2

1
v22 v12
2

A1

A2
2

Sehingga : P1 P2 gh

Maka kelajuan fluida pada bagian pipa berpenampang A1 adalah :

1 2
gh v1
2

A1

1
A

2
2

A 2
1
2 gh v12
A2

v1

2 gh
2

A1

1
A2

Sehingga debit fluida pada pipa senturi tanpa manometer adalah :

Q A1

2 gh
2

A1

1
A2

VENTURIMETERDENGAN MANOMETER
v1
P1
A1
y
Perbedaan tekanan :

P1 P2 P

P2
N

v2
A2

dapat diukur dengan manometer

'

dimana tekanan di kaki kiri PN = tekanan di kaki kanan PM

PN PM
P1 gy P2 g y h ' gh
P1 P2 gy gy gh ' gh

P ' gh gh

Dengan mensubtitusikan persamaan di atas ke


persamaan :
2

1
2
P v1
2

A1

1
A

Maka akan didapat :

v1

2 ' gh
A 2
1 1
A2

= Massa jenis fluida dlm venturi

' = Massa jenis fluida dlm manometer

TABUNG PITOT
a

Untuk mengukur kelajuan gas

Aliran gas

Kelajuan gas di a = va = v
Tekanan di kiri kaki manometer =
tekanan aliran gas (Pa)

'

Air raksa

Lubang kanan manometer tegak lurus


terhadap aliran gas, sehingga laju gas
di b = vb = 0

Tekanan di kaki kanan manometer = tekanan di b, sedangkan a dan b sama tinggi, sehingga :

Pa
Pa

1
1
2
2
va Pb vb
2
2
1
2
va Pb
2

Pb Pa

1 2
v
2

Beda tekanan di a dan b = tekanan hidrostatis air raksa setinggi h =

Pb Pa ' gh

Sehingga :

1 2
v ' gh
2
2 ' gh
v2

v = kelajuan gas

2 ' gh

' = massa jenis raksa dlm manometer

= massa jenis gas

h = perbedaan tinggi raksa dlm manometer

ALAT
PENYEMPROT

Ketika penghisap pompa ditekan, udara dari


tabung selinder dipaksa keluar melalui lubang sempit.
Udara yang keluar dari lubang sempit ini mempunyai
kecepatan tinggi sehingga menurunkan tekanan udara
dibagian atas nosel.
Karena tekanan udara di atas nosel lebih kecil
daripada tekanan udara pada permukaan caiaran di
dalam tabung, maka cairan akan menyemprot keluar
tekanan
melalui nosel.
rendah
lubang
tekanan atmosfer

GAYA ANGKAT
(Pengaruh bentuk pesawat)

GAYA GERAK
(Oleh mesin pesawat)

GAYA HAMBAT
(Gesekan antara badan
pesawat dengan udara)
GAYA BERAT
(Pengaruh gravitasi bumi)

GAYA GAYA PADA PESAWAT

PENAMPANGSAYAPPESAWAT
v1 = kelajuan udara bagian bawah
v2 = kelajuan udara bagian atas

V2

Menurut azas Bernoulli :

P2<P1

v2>v1

V1

Dengan persamaan :

P1 gh1

1 2
1
v1 P2 gh2 v22
2
2

Dengan ketinggian kedua permukaan sayap sama tinggi :

P1

1 2
1
2
v1 P2 v2
2
2

P1 P2

1
2
2
v2 v1
2

F1 F2 1
2
2

v2 v1
A A 2

1
2
2
F1 F2 A v2 v1 Gaya angkat Pesawat
2
F1-F2 = gaya angkat pesawat

= massa jenis udara

Syarat pesawat bisa


mengudara :
-Gaya

angkat pesawat > berat


pesawat
-Laju pesawat harus semakin besar
untuk memeperbesar gaya angkat
pesawat
-Ukuran pesawat harus besar
sehingga gaya angkat semakin
besar

TERIMA KASIH