Anda di halaman 1dari 18

SEJARAH HIDUP HAMKA (Haji Abdul Malik

Bin Haji
Abdul Karim Amarullah)
Nama: Irvan Haq Dzul Karoma

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Slide ini saya persembahkan kepada


teman2 semuanya yang ingin belajar
bersama dan mengembangkan
pengetahuannya serta mau berbagi
pengetahuan.

Terimakasih atas partisipasinya. Mari


galakan Prinsip Hidup Qu adalah
Belajar Qu…

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
‫السلم عليكم‬
Haji Abdul Malik Bin Haji
Abdul Karim
Amarullah ( HAMKA).

Lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat (16 Februari 1908).


Pada tanggal 24 Juli 1981 HAMKA telah pulang ke rahmatullah dalam
usia 73 tahun.
Sekilas tentang Keluarga
AYAH IBU
Abdul Karim Amrullah (Haji rosul). Siti Shafiyah Tanjung Binti
Seorang ulama’ yang pernah Gelanggar yang bergelar Bagindo
mendalami Islamdi Mekah dan nan Batuah
seorang pelopor gerakan
Muhammadiyah di Minangkabau.
Latar Belakang Ulama
Tuan Kisa-i (datuk Hamka) Haji Abdul Karim Amrullah
Datuk beliau adalah seorang ulama. seorang pelopor dan termasuk
Merupakan salah seorang yang tokoh besar Muhammadiyah. Beliau
mengamal Thariqat menolak amalan Thariqat
Naqsyabandiyah, istiqamah Naqsyabandiyah, sekaligus menolak
mengikut Mazhab Syafie. ikatan ‘taqlid’, tetapi lebih
cenderung kepada pemikiran
Syeikh Muhammad Abduh.
Semasa kecilnya Tatkala berusia 12
beliau tahun,
menimba ilmu kedua orang-tuanya
langsung bercerai.
dr ayahnya.
KISAH MASA
KECIL

7 tahun masuk ke
Ketika usia 6 tahun, ia
sekolah, meski
dibawa ayahnya ke
akhirnya
Padangpanjang
ia keluar dari sekolah
itu
catatan setelah 3 tahun
belajar

Sejak kecil, ia senang nonton film. Bahkan karena hobinya ini, ia pernah
diam-diam
‘mengicuh’ guru ngajinya karena ingin menonton Film Eddie Polo dan
Marie Walcamp.
Kebiasaan menonton film ini berlanjut terus, dan kerapkali ia mendapat
inspirasi menulis
karya-karya sastra dari menonton film ini.
Sekolah Rakyat /
Pendidikan Madrasah
Diniyah School
Formal Sumatera
(SD 3
Thawalib,
tahun)

catatan

Walaupun kemudian (1916 sampai 1923) tercatat sebagai siswa


Madrasah Sumatera
Thawalib, Padang Panjang dimana ayah beliau seorang pendirinya
tapi kenyataannya
Hamka tidak pernah masuk kelas.  Pelaksanaan pendidikan waktu itu
masih bersifat
tradisional dengan emnggunakan system halaqoh.
KEGIAT
A 1925: ikut mendirikan
KE- Muhammadiyah untuk melawan
AGAMA khurafat, bid’ah, tarekat dan
AN kebatinan sesat di Padang Panjang.

1928: Beliau
mengetuai cabang
Muhammadiyah di
Padang
Panjang.

1929: Hamka mendirikan


pusat latihan pendakwah
1946: terpilih menjadi Muhammadiyah dan dua
ketua tahun kemudian beliau
Majlis Pimpinan menjadi konsul
Muhammadiyah di Muhammadiyah di
Sumatera Makassar.
Barat oleh Konferensi
1950: Beliau menyusun
kembali pembangunan 1953: Hamka dipilih
dalam sebagai
Kongres Muhammadiyah penasihat pimpinan
ke Pusat
31 di Yogyakarta. Muhammadiah.

26 Juli 1977, Menteri Agama


Indonesia,
Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka
sebagai
ketua umum Majlis Ulama Indonesia
tetapi
beliau kemudiannya meletak jawatan
pada
tahun 1981 karena nasihatnya tidak
dipedulikan oleh pemerintah
Indonesia.
Kegiatan politik Hamka
bermula pada tahun
POLITIK
1925
ketika beliau menjadi
anggota
partai politik Sarekat
Islam.
1945, membantu
1947, Hamka menentang
diangkat usaha kembalinya
menjadi ketua penjajah
Barisan Belanda ke Indonesia
Pertahanan melalui
Nasional, pidato dan menyertai
Indonesiaanggota Konstituantekegiatan
1955 Beliau menjadi Masyumi dan menjadi
pemidato utama gerilya di dalam hutan di
dalam Pilihan Raya Umum Masyumi kemudiannya Medan. diharamkan oleh
pemerintah
Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966,
Hamka dipenjarakan
oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa
dipenjarakanlah maka
beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah
Bidang
lain Pada tahun 1928,
beliau menjadi
editor majalah
Kemajuan
1920-an: Hamka menjadi Masyarakat
wartawan beberapa buah
akhbar seperti Pelita Andalas
Seruan Islam, Bintang Islam
dan Seruan Muhammadiyah
Pada tahun 1932, beliau
menjadi editor
dan menerbitkan majalah al-
Aktifitas lainnya Mahdi di
Memimpin Majalah Pedoman Makasar. Hamka juga pernah
Masyarakat, 1936-1942 menjadi
Memimpin Majalah Panji editor majalah Pedoman
Masyarakat dari tahun 1956 Masyarakat, Panji
Memimpin Majalah Mimbar Masyarakat dan Gema Islam
Agama
(Departemen Agama), 1950-1953
Tafsir Al-Azhar On-Line
Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan
pengaruhnya masih
terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan saja
diterima sebagai
Daftar Karya Buya
Hamka
Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.
Si Sabariah. (1928)
Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.
Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).
Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).
Kepentingan melakukan tabligh (1929).
Hikmat Isra’ dan Mikraj.
Arkanul Islam (1932) di Makassar.
Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.
Majallah ‘Tentera’ (4 nomor) 1932, di Makassar.
Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.
Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.
Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai
Pustaka.
Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.
Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.
Tuan Direktur 1939.
Dijemput mamaknya,1939.
Keadilan Ilahy 1939.
Tashawwuf Modern 1939.
Falsafah Hidup 1939.
Lembaga Hidup 1940.
Lembaga Budi 1940.
Majallah ‘SEMANGAT ISLAM’ (Zaman Jepun 1943).
Majallah ‘MENARA’ (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.
Negara Islam (1946).
Islam dan Demokrasi,1946.
Revolusi Pikiran,1946.
Revolusi Agama,1946.
Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.
Dibantingkan ombak masyarakat,1946.
Didalam Lembah cita-cita,1946.
Sesudah naskah Renville,1947.
Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.
Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja
Bundar.
Ayahku,1950 di Jakarta.
Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.
Mengembara Dilembah Nyl. 1950.
Ditepi Sungai Dajlah. 1950.
Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun
1950.
Kenangan-kenangan hidup 2.
Kenangan-kenangan hidup 3.
Kenangan-kenangan hidup 4.
Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.
Sejarah Ummat Islam Jilid 2.
Sejarah Ummat Islam Jilid 3.
Sejarah Ummat Islam Jilid 4.
Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.
Pribadi,1950.
Agama dan perempuan,1939.
Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.
1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan
1950).
Pelajaran Agama Islam,1956.
Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.
Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.
Empat bulan di Amerika Jilid 2.
Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk
Honoris Causa.
Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.
Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982
oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.
Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.
Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.
Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.
Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.
Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.
Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.
Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).
Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).
Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan
1970.
Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.
Himpunan Khutbah-khutbah.
Urat Tunggang Pancasila.
Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.
Sejarah Islam di Sumatera.
Bohong di Dunia.
Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah
di Padang).
Pandangan Hidup Muslim,1960.
Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.
[Tafsir Al-Azhar] Juzu’ 1-30.
Sumber refrensi

 
Achmadi. 1992. paradigma Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Aditya Media.
Azra, Azyumardi. 1999. Esei-esei Intelektual Muslim Pendidikan Islam.
Ciputat: Logos.
Langgulung, Hasan. 1980. Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam.
Bandung: al-Ma`arif.
Muhaimin. 2004. Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan
Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya, Cet. Ke-3.
Nata, Abuddin. 2003. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam Seri Kajian
Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Nizar, Samsul. 2008. Memperbincangkan Dinamika Intelektual dan Pemikiran
HAMKA tentang Pendidikan Islam. Jakarta: Prenada Media Grip, Cet. Ke-1.
Ramayulis dan nizar, Samsul,. 2005..Ensinklopedi Tokoh Pendidikan Islam.
Ciputat: PT Ciputata Press Group.