Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS TOKSIKOLOGI METODE EKSTRAKSI SENYAWA BENZODIAZEPIN

ANALISIS TOKSIKOLOGI METODE EKSTRAKSI SENYAWA BENZODIAZEPIN Oleh : 1. Agnes Anggita Permatasari 2. Made Wulan Kesumasari

Oleh :

  • 1. Agnes Anggita Permatasari

  • 2. Made Wulan Kesumasari

  • 3. Kadek Prandingga Sugama Putra

  • 4. I Kadek Hardyawan

  • 5. Isma Dewi Nur Ayati

  • 6. Dwi Sri Yani Purwanti

P07134014024

P07134014028

P07134014030

P07134014032

P07134014036

P07134014038

JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR TAHUN 2016

I.

PENDAHULUAN

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan – golongan. Sedangkan psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Narkotika dan psikotropika dapat dianalisis kandungannya dalam sampel urine atau darah. Pada praktikum sebelumnya dilakukan uji screening narkotika/psikotropika pada sampel urine dengan metode immunoassay. Metode ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya golongan – golongan narkotika/psikotropika di dalam sampel urine. Berdasarkan uji screening tersebut diketahui bahwa dalam sampel yang diuji mengandung obat – obatan golongan opiate dan benzodiazepine. Opiate adalah obat – obatan yang mempengaruhi kerja otak. Yangtermasuk golongan opiat ialah : (1) obat yang berasal dari opium-morfin ; (2)senyawa semisintetik morfin ; (3) senyawa sintetik yang berefek seperti morfin. Secara klinik opiate dapat digolongkan menjadi lemah (kodein) dan kuat (morfin). Obat – obatan golongan opiate yang positif pada uji screening sebelumnya adalah morfin. Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Sedangkan benzodiazepine adalah obat hipnotik-sedatif terpenting. Semua struktur yang ada pada benzodiazepine menunjukkan 1,4-benzodiazepin. Kebanyakan mengandung gugusan karboksamid dalam dalam struktur cincin heterosiklik beranggota 7. Substituen pada posisi 7 ini sangat penting dalam aktivitas hipnotik-sedatif. Hasil dari uji screening adanya obat – obatan golongan opiate dan benzodiazepine dalam uji harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan lanjutan. Untuk itu perlu dilakukan proses ekstraksi untuk mendapatkan senyawa murni dari obat – obatan tersebut dalam sampel urine. Ekstraksi adalah

suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.

1.2 Tujuan

  • A. Tujuan Umum Mahasiswa mampu melakukan pemisahan obat – obatan golongan bezodiazepin dalam sampel urine.

  • B. Tujuan Khusus

  • a. Mahasiswa mampu melakukan penyiapan sampel untuk ekstraksi cair – cair dan ekstraksi fase padat.

  • b. Mahasiswa mampu memisahkan obat – obatan golongan benzodiazepine dalam sampel urine dengan ekstraksi cair – cair dan ekstraksi fase padat.

II.

DASAR TEORI

2.1 Benzodiazepin

Benzodiazepin adalah obat hipnotik-sedatif terpenting. Semua

struktur pada benzodiazepine menunjukkan 1,4-benzodiazepin.

Kebanyakan mengandung gugusan karboksamid dalam dalam struktur cincin heterosiklik beranggota 7. Substituen pada posisi 7 ini sangat penting dalam aktivitas hipnotik-sedatif. Pada umumnya, semua senyawa benzodiazepine memiliki empat daya kerja seperti efek anxiolitas, hipnotik-sedatif, antikonvulsan, dan relaksan otot. Setiap efek berbeda-beda tergantung pada derivatnya dan berdasarkan pengaruh GABA pada SSP. Benzodiazepine menimbulkan efek hasrat tidur bila diberi dalam dosis tinggi pada malam hari. Beberapa turunan benzodiazepine yaitu :

a.

Flurazepam

Flurazepam diindikasikan sebagai obat untuk mengatasi insomnia.

Setelah

pemberian sekitar 15 hingga 30 mg secara oral pada orang dewasa, efek hipnotiknya akan timbul dalam 15 hingga 25 menit lalu bertahan selama 7 sampai 8 jam. Metabolit utama flurazepam adalah desalkylflurazepam. Metabolit ini

secara farmakologis cukup aktif dan memiliki waktu paruh eliminasi yang sangat panjang, sehingga dapat bermanifestasi dalam bentuk sedasi sepanjang hari

(hangover). Selain itu, pengulangan dosis flurazepam dapat menyebabkan akumulasi metabolit, yang menimbulkan sedasi kumulatif. (Anonim, 2012).
(hangover).
Selain
itu,
pengulangan
dosis
flurazepam
dapat
menyebabkan
akumulasi metabolit, yang
menimbulkan
sedasi
kumulatif.
(Anonim,
2012).
Adapun
struktur
kimia
flurazepam sebagai berikut:
 

Nama

: 7-Chloro-1- [2- (diethylamino) etil] -5 (2- fluorophenyl)–1,3-dihidro-2 H -1,4-

 

Benzodiazepin-2-one

 

Bobot molekul

: 387,88 g / mol

Rumus molekul

: C 21 H 23 Cl F N 3 O

Titik lebur

: 79,5 ° C (175,1 ° F)

Pemerian

: Serbuk hablur, agak putih sampai kuning, tidak

Kelarutan

berbau atau sedikit bau : Mudah larut dalam air dan dalam etanol; sukar

pKa

larut dalam isopropanol dan dalam kloroform : 1,9

b.

Diazepam

Diazepam

adalah obat penenang di kelas benzodiazepin dan diperkenalkan

pada tahun 1963. Diazepam termasuk dalam golongan psikotropika, nama dagangnya antara lain Valium. Indikasinya sebagai obat anti-ansietas, sedatif- hipnotic, dan obat anti-kejang. Efek sampingnya, menimbulkan rasa kantuk, berkurangnya daya konsentrasi dan waktu reaksi. Diazepam mempunyai waktu paruh yang panjang (24 s/d 200 jam). Adapun struktur kimia dari diazepam yaitu :

(hangover). Selain itu, pengulangan dosis flurazepam dapat menyebabkan akumulasi metabolit, yang menimbulkan sedasi kumulatif. (Anonim, 2012).

Sifat fisikokimia :

Nama

: 7-Kloro-1,3-dihidro-1-metil-5-fenil-2H-1.4-

 

benzodiazepin-2-on

Bobot Molekul

: 284,75

:

Pemerian

: Serbuk hablur, hampir putih sampai kuning;

Kelarutan

praktis tidak berbau. Praktis tidak larut dalam air. Kelarutan dalam air 0,29%; mudah larut dalam kloroform; larut dalam etanol.

Suhu lebur

:130⁰C-134⁰C

Suhu didih

: 497⁰C

Stabilitas

: Sensitif terhadap cahaya, stabil pada suhu dan tekanan normal, diazepam dalam larutan relative stabil pada ph 4 dan maksimum stabilitas pada ph 5, pH diazepam netral (yaitu ph =7,0)

pKa

: 3,4

Ph

: Diazepam dalam larutan relative stabil pada ph 4 dan maksimum stabilitas pada ph 5. (Ari, 2011)

c.

Nitrazepam

Nitrazepam adalah obat hipnosis dari kelas benzodiazepine, diindikasikan untuk melumpuhkan kecemasan dan insomnia, obat penenang, amnestik, antikonvulsan, dan relaksasi otot skeletal. Adapun rumus kimia nitrazepam yaitu :

Sifat fisikokimia :  Nama : 7-Kloro-1,3-dihidro-1-metil-5-fenil-2H-1.4- benzodiazepin-2-on  Bobot Molekul : 284,75 :  Pemerian

Sifat fisikokimia:

Nama

:

7-nitro-5-phenyl-1H-benzo[e][1,4]diazepin-2(3H)-

Rumus molekul

one : C15H11N3O3

Berat molekul

: 281,3 gr/mol

Pemerian

: Tidak berbau, tidak berasa, serbuk hablur, kristal

kuning

Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air; sukar larut dalam

pKa

etanol dan dalam eter; agak sukar larut dalam kloroform : 3,2

Titik lebur

: 225 0 C

  • 2.1 Ekstraksi

Ekstraksi merupakan suatu proses pemisahan sampel yang berada pada suatu fase ke fase lainnya (Harvey 2000). Pemisahanini didasarkan pada perbedaan distribusi zat terlarut diantara dua pelarut yang tidak saling bercampur (Khopkar 2007). Ekstraksi cair-cair memiliki tiga metode dasar, yaitu ekstraksi bertahap, ekstraksi kontinyu dan ekstraksi arus balik. Metode ekstraksi bertahap merupakan metode ekstraksi yang paling sederhana, sehingga metode ini paling banyak diaplikasikan untuk pemisahan analitik. Ekstraksi kontinyu digunakan apabila perbandingan distribusi relatif kecil sehingga untuk analisis kuantitatif diperlukan beberapa tahap reaksi. Sementara pada ekstraksi arus balik, fas cair pengekstrak dialirkan dengan arahyang berlawanan dengan larutan yang mengandung zat yanng ingin diekstraksi. Umumnya metode ini digunakan untuk pemisahan zat, isolasi ataupun pemurnian (Khopkar

2007)

  • 2.2 Rumus Handerson Hassellbach Rumus Handerson Hassellbach untuk senyawa asam lemah yaitu :

pH = pKa + log ([A- ]/[HA])

Keterangan :

pKa

= logaritma negatif dari Ka

[A-]

= konsentrasi dalam molar basa konjugasi asam lemah HA

[HA]

= konsentrasi asam lemah

  • a. Ionisasi Obat

 pKa etanol dan dalam eter; agak sukar larut dalam kloroform : 3,2  Titik lebur
 pKa etanol dan dalam eter; agak sukar larut dalam kloroform : 3,2  Titik lebur

Dengan penyusunan ulang,

Dengan penyusunan ulang, sehingga sehingga fraksi yang terion adalah Jika obat yang bersifat asam lemah atau

sehingga

Dengan penyusunan ulang, sehingga sehingga fraksi yang terion adalah Jika obat yang bersifat asam lemah atau

sehingga fraksi yang terion adalah

Dengan penyusunan ulang, sehingga sehingga fraksi yang terion adalah Jika obat yang bersifat asam lemah atau

Jika obat yang bersifat asam lemah atau basa lemah diberikan ke dalam tubuh obat tersebut akan mengion sedikit atau banyak, bergantung pada nilai pKa dan pH cairan tubuh tempat obat tersebut terlarut. pH tubuh memiliki variasi yang luas, tetapi larutan biologi yang terpenting adalah darah, dan seperti yang dinyatakan sebelumnya, darah biasanya memiliki pH 7,1. Suatu persamaan dapat diturunkan untuk memperkirakan tingkat ionisasi obat, dan seperti biasanya titik tolak penurunan persamaan ini adalah persamaan Henderson Hasselbach

 

% Terion =

100

 

1 + antilog (pKa – pH)

Diazepam

 

pKa

= 3,4

% Terion

=

100

1

+ Antilog (pKa - pH)

 

99

=

100

1

+ Antilog (pKa - pH)

 

1 + Antilog X

=

100

 

99

Antilog (pKa-pH)

= 1,01 – 1

 

Antilog (pKa-pH) pKa- pH pKa- pH

= 0,01 = log 0,01 = - 2

3,4 – pH pH

 

= -2 = 3,4 + 2 = 5,4

Flurazepam

 

pKa

= 1,9

% Terion

=

100

 

1 + Antilog (1,9 – 5,4)

%

=

100

 

1 + Antilog (-3,5)

 

%

=

100

 

1+ 0,000316

%

=

100

 

1,000316

%

= 99,96

 

Nitrazepam

 

pKa

= 3,2

% Terion

=

100

 

1 + Antilog (3,2 – 5,4)

%

=

100

 

1 + Antilog (-2,2)

 

%

=

100

 

1+ 0,000631

%

=

100

 

1,000631

%

= 99,37

 
  • 3.1. Alat dan Bahan

BAB III PROSEDUR KERJA

Alat

 

-

Centrifuge

  • - Botol vial

-

Alat vortex

  • - Tabung reaksi

-

Gelas ukur

  • - Chamber

-

Pipet volume

  • - Bola hisap

-

Pipet tetes

  • - Camag Nanomat 4

-

Beaker glass

  • - Plat silica GF 254

-

Labu ukur

  • - Spektrofotodensitometer

Bahan

-

Benzodiazepin

-

Buffer fosfat pH

-

Metanol

-

Kloroform

-

Aquadest

-

Eluen : TAEA dan TB

3.2 Prosedur Kerja

- - Diambil ml sampel urin Diambil - ml sampel urin ditaruh pada tabung ditaruh pada
-
-
Diambil
ml sampel urin
Diambil
-
ml sampel urin
ditaruh pada tabung
ditaruh pada tabung
-
sentrifuge
sentrifuge
-
Setelah selesai divortex,
Setelah selesai divortex,
-
tabung disentrifuge dengan
tabung disentrifuge dengan
-
kecepatan 3000 rpm selama
-
kecepatan 3000 rpm selama
-
10 menit
10 menit
-
Fase khloroform diambil
Fase khloroform diambil
-
pada tabung dan
pada tabung dan
-
ditampung (fraksi A yang
ditampung (fraksi A yang
mengandung senyawa yg
mengandung senyawa yg
akan diuji)
akan diuji)

Ekstraksi sampel dengan menggunakan ekstraksi cair-cair

Dilanjutkan dengan penambahan ml buffer pH Dilanjutkan dengan penambahan ml buffer pH pada sampel dan ditambahkan
Dilanjutkan dengan penambahan
ml buffer pH
Dilanjutkan dengan penambahan
ml buffer pH
pada sampel dan ditambahkan
ml chloroform :
pada sampel dan ditambahkan
ml chloroform :
isopropanol = (4:1).
isopropanol = (4:1).

Kemudian tabung divortex dengan kecepatan

Kemudian tabung divortex dengan kecepatan

1000 rpm selama 5 menit hingga terbentuk

1000 rpm selama 5 menit hingga terbentuk

emulsi sempurna.

emulsi sempurna.

3.2 Prosedur Kerja - - Diambil ml sampel urin Diambil - ml sampel urin ditaruh pada
  • Fase Kloroform

Fase Kloroform

diuapkan pada suhu 60- diuapkan pada suhu 60- 0 70 C 0 70 C Residu dilarutkan
diuapkan pada suhu 60-
diuapkan pada suhu 60-
0
70 C
0
70 C
Residu dilarutkan
Residu dilarutkan
dalam 100 µl
dalam 100 µl
metanol

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,

2009. Farmakokinetik Obat. Diakses dari :http://ebie-bie-

Senin, 31 Mei 2016

Wirasuta, Gelgel. 2013. Penuntun Praktikum Toksikologi. Denpasar : Universitas

Udayana

Wirasuta,

gelgel.

2009.

Analisis

Toksikologi

Forensik.

http://gelgel-

wirasuta.blogspot.com/2009/12/analisis-toksikologi-forensik.html. diakses

31 Mei 2016.

Kenny. 2011. Analisis Kualitatif Amfetamin dan Benzodiazepin Secara EMIT.

Kualitatif-Amfetamin-dan-Benzodiazepin. Diakses pada : Senin, 11 Mei

2015

Takaichit,

Kenichi. _____.

Direct Extraction Of Benzodiazepine Metabolite With

Supercritical Fluid From Whole Blood. [online]. Tersedia :

HASIL PENGAMATAN