Anda di halaman 1dari 11

UAS PEMBANGKITAN DAYA

ANALISIS ASAP CEROBONG PLTU HASIL PEMBAKARAN


BATUBARA

A. Penyebaran Asap Cerobong PLTU (Flue Gas Dispersion)


Pada PLTU, komposisi bahan bakar dan proses pembakarannya menentukan
kualitas asap yang keluar dari cerobong Boiler. Batubara, dengan komposisi C, H, N,
O, S dan abu, mengeluarkan sisa pembakaran yang berupa asap akan memiliki
kemungkinan sangat besar menjadi bahan polusi di udara. Oleh karena itu, dampak
polusi udara harus dikaji ulang agar dapat dicegah dan dikendalikan.
Penyebaran asap dapat diperhitungkan dengan memperkirakan jenis dan
jumlah dari komposisi gas asap (Flue Gas) yang keluar dari cerobong asap. Proses
pembakaran awalnya sesuai dengan Stochiometric pembakaran.
Penyebaran emisi asap memiliki konsentrasi gas yang berbeda-beda
tergantung dari jaraknya terhadap cerobong, tinggi dan diameternya. Peraturan
Kementerian Lingkungan Hidup No.Kep 13/MENKLH/1999 mengatur konsentrasi
emisi gas asap terhadap lingkungan seperti tabel berikut:
No
.
1
2
3
4

Parameters
Particulates Total
SO2
NO2
Opacity

Maximum Emission
Concetrate (mg/m3)
150
750
850
20%

Ambient
Concetration*) g/m3
(24 hrs)
260
260
92.5
< 5%

*) Ambient concetration, based on Minister Decree No. 02/MENLH/1988


Standard Quality for Emission from Coal Fired Steam Power Plant

B. Perhitungan PLTU ZUG INDUSTRY INDONESIA


Proses perhitungan pembakaran batu bara pada sebuah PLTU, yang memiliki komposisi
C, H, O, N, dan S, biasanya berlangsung berdasarkan proses pembakaran stoichiometric
yang mana proses pembakaran tersebut dapat dilihat di bawah ini:

O
( 2+3.76 N 2) bC O2+ dCO+ eS O 2 +f O2 + g N 2+ h H 2 O (1)
C
H
S
O
C+
H2+
S+
O +a
12
2
32
32 2

( ) ( ) ( ) ( )

Variable a, b, c, d, e, f, g dan h dapat dicari dengan menyelesaikan persamaan (1) dengan


menggunakan keseimbangan reaksi kimia dan panas yang terjadi. Namun secara
praktisnya dapat menggunakan software FIRECAD, sehingga perhitungan persamaan
pembakaran Stochiometric seperti di atas sesuai dengan komposisi batubara standar PLN
untuk PLTU PT. ZUG INDUSTRY INDONESIA.

Proses Pembakaran
Karakteristik batu bara pada proses pembakaran:
LHV
= 4678 kcal/kg = 19554 kJ/kg
Moisture = 23.6%
C
= 50%
S
= 0.5%
H
= 3.9%
N
= 0.9%

O
Ash

= 9.2%
= 7.8%

Persamaan proses pembakaran:


O

50
3.9
0.5
9.2
C+
H2+
S+
O +a
12
2
32
32 2

( ) ( ) ( ) ( )

Perkiraan pada Flue Gas mempunyai analisis ultimate volumetrik sebagai berikut:
CO2+SO2 = 12% , CO = 2% , O2 = 4% , N2 = 82%
CO 2+ SO 2=

O2=

b+e
=12
b+ d +e+ f + g

f
=4
b+d +e +f + g

CO=

d
=2
b+d +e +f + g

N 2=

g
=82
b+d +e +f +g

Hasil eliminasi tiap persamaan:


a = 5.77
b = 3.57
d = 0.597
f = 1.195
g = 21.68

Udara aktual yang dibutuhkan untuk pembakaran 1kg baru bara:


U v=

325.77
=6.17 m3 kg coal
0.2321001.29

Udara teoritis yang dibutuhkan untuk membakar 1 kg batu bara (U ov) dengan excess
air diketahui 15% dari FIRECAD adalah:
U
Excess Air= v
U ov

U ov =

3
Uv
6.17
m
=
=5.37
Excess Air 1.15
kg coal

Perhitungan Temperatur Pada Proses Pembakaran


Nilai dari Flue Gas (CO2+SO2 12%) dapat dijabarkan sebagai berikut:
(1.867 x 0.5) + (0.7 x 0.005) = 0.937 m3/kg coal
Dry Flue Gas: 0.937/0.12
= 7.81 m3/kg coal
(N2+O2) :
7.81 0.937
= 6.873 m3/kg coal
(H2O) :
0.236 + (0.039 x 9)
= 0.587 m3/kg coal
Untuk menghitung temperatur yang dihasilkan pembakaran, maka dilakukan
perhitungan sebagai berikut:
Diketahui,
o Spesific heat (Cp) dari (CO2+SO2) = 2.135 kJ/m3 oC pada Tav = 0-1000 oC
o Spesific heat (Cp) dari (N2+O2) = 1.382 kJ/m3 oC pada Tav = 0-1000 oC
o Spesific heat (Cp) dari (H2O) = 1.675 kJ/m3 oC pada Tav = 0-1000 oC
Penambahan temperatur dari Flue Gas:
(2.135 x 0.937) + (1.382 x 6.873) + (1.675 x 0.587) = 12.482 kJ/kg coal oC
Total heat loss pada boiler diketahui dari FIRECAD adalah 19.883%, sehingga dapat
diketahui Nett Heat:
Nett Heat = 0.80117 x 19554 = 15666.08 kJ/kg coal
Temperatur pembakaran = 15666.08/12.482 = 1255.09 oC
Misalkan temperatur udara yang masuk boiler adalah 30 oC, maka Total Temperatur
pada Boiler = 30 + 1255.09 = 1285.09 oC

Perhitungan Turbin
Berdasarkan data yang sudah disediakan pada heat balance diagram,
perhitungan efisiensi turbin untuk rancangan PLTU PT. ZUG INDUSTRY
INDONESIA bisa didapatkan dari perhitungan daya turbin dengan rincian sebagai
berikut:

PT ( gross )=18.204 ( 3364.22993.6 ) + ( 18.2041.448 )( 2993.62822.3 ) + ( 18.2041.4480.895 )( 28


Sehingga dengan nilai PT (nett) = 15 MW Didapatkan efisiensinya:
Efisiensi=

15
x 100 =93.5
16.038

Perhitungan Turbine Heat Rate (THR):


THR=

18.204 (3364.2964.8 )
x 3600
15000

10482.88

kJ
kWh

2503.793

kCal
kWh

Dengan efisiensi Boiler diketahui dari FIRECAD adalah 80.117%, maka Plant Heat
Rate:
PHR=

THR
2507.87
kCal
=
=3125.17
Eff . Boiler 0.80177
kWh

Diketahui bahwa LHV batu bara sebesar 4678

kCal
Kg , maka jumlah batubara yang

dibutuhkan adalah sebesar:


jumlah batubara=

jumlah batubara=2.788

18.204 ( ( 3364.2( 3364.22399.4 ) ) )


0.80117 x 4678 x 4.18

Kg
Kg
ton
=10037
=10.04
s
jam
jam

Kapasitas kondenser 1194.47 Kg/s ; 4673.96 kW dihitung dengan menjumlahkan


energi uap yang masuk kondenser dengan jumlah energi air kondensat seperti yang terlihat
pada heat balance diagram sehingga didapat perhitungan sebagai berikut:
Heat Transfer =14.995

Kg
kJ
kJ
2399.4
192.5
=33092.5 kW
s
Kg
Kg

Jumlah air pendingin yang dibutuhkan dengan perbedaan temperatur 7 0C adalah


sebagai berikut:
Kapasitas Kondenser=

33092.5 kW
Kg
ton
=1130.98
=4071.5
kJ
s
jam
7 0 C x 4.18
Kg

Pada heat balance diagram, Boiler Feed Water Pump mempunyai kapasitas sebesar
67515

Kg
jam

atau 18.754

Kg
s

dengan head = 72 bar 1 bar = 71 bar.

Daya fan untuk supply udara ke dalam boiler selama proses pembakaran didapat dari
perhitungan sebagai berikut:
Total Combustion Air=

Primary Air=17.076

75000 Kg jam
m3
=17.076
Kg
s
1.22 3 x 3600
m

m3
m3
x 70 =11.953
s
s
3

FD Fan Flow=120 x 11.953

m
m
=14.344
s
s

m3
x 2000 mm
s
0.8 x 75.8

14.344
Daya yang Dibutuhkan FD Fan=

473.087 HP=352.923 kW

Perhitungan Gas Asap (Flue Gas)


Parameter Emisi gas pada proses pembakaran batubara yang digunakan PLTU PT. ZUG
INDUSTRY INDONESIA dengan kapasitas 15 MW berdasarkan perhitungan hasil diagram
heat balance adalah sebagai berikut:
Jumlah masukan batubara

Kg
= 2.788 s

Jumlah aliran gas asap

Kg
Kg
= 8.817 x 2.788 s =24.582 s

Kg
dengan massa jenis asap 1.29 m3 , maka:
Kg
s
m3
=19.056
Kg
s
1.29 3
m

24.582
Aliran gas asap

Kecepatan aliran gas asap

m
= 5s

Konsentrasi SO 2 (0.052%)

Kg
gram
= 0.052 x 24.582 s =12.75 s

mg
s
mg
=669.32 3
3
m
m
19.056
s
12750

C. Penyebaran Konsentrasi Asap SO2 dan NO2, serta Partikulat pada Permukaan
Tanah (Ground Ambient)
Perhitungan gas atau partikel yang menyebar melalui cerobong menggunakan
persamaan Gaussian Dispersion sebagai berikut:
C=

g 1+ g 2+ g 3
Q
f
.
.
u y 2 z 2

= crosswind dispersion parameter

exp

[ ]
y 2
2
2( y )

= vertical dispersion parameter


=
g1

g1 +g 2+ g 3

= vertical dispersion with no reflection

= exp

g2

= vertical dispersion due to reflection from the ground

= exp

g3

2
( zH )
2 ( x )2

( z + H )
2
2( x )

= vertical dispersion due to reflection from inversion lid aloft

2
2
2
2
( zH2 mL )
( z+ H+ 2mL )
( z + H2 mL )
( z H+ 2mL )
+exp
+
exp
+exp
2
2
2
2
2 ( x )
2( x )
2 ( x )
2( x )

] [

] [

] [

m=1

= konsentrasi emisi

( gram
m )
3

, pada receptor yang bertempat:

x meter downwind dari titik sumber emisi


y meter crosswind dari emission plume centerline
z meter di atas tanah

( gram
s )

= laju emisi sumber polutan

= kecepatan angin sepanjang plume centerline

= ketinggian plume centerline dari tanah (m)

( ms )

= standard deviasi vertikal dari distribusi emisi (m)

= standard deviasi horizontal dari distribusi emisi (m)


= jarak dari tanah ke inversion aloft (m)

Skematik Diagram Penyebaran Gas Buang dalam Cerobong


Perhitungan penyebaran asap tersebut menggunakan beberapa data PLTU dan asumsi
sebagai berikut:

Flue gas temperature


Tinggi stack
Diameter stack

Wind speed as south direction= 10

= 125 0C
= 50 m
= 2.5 m
m
s

Coal characteristic: Fixed carbon


Sulfur
Nitrogen
Ash

= 50%
= 0.052%
= 0.082%
= 6%

D. Hasil Perhitungan Emisi Gas


Hasil perhitungan konsentrasi emisi gas dengan menggunakan Gaussian
formula software untuk kalkusasi konsentrasi gas pada stack(cerobong), dapat
diilustrasikan pada grafik berikut:

Grafik Pengaruh Jarak dari Stack terhadap Konsentasi Emisi Gas


Pada grafik di atas dapat dilihat konsentrasi emisi gas buang berbeda-beda
terhadap jarak dari stack. Konsentrasi emisi NO2 dan SO2 pada jarak 500 m sangat
kecil, di bawah 5

g
mol . Nilai konsentrasi terus meningkat dengan titik tertinggi

pada jarak 1500 m, dimana konsentrasi gas NO2 hampir mencapai 80

hampir mencapai 20

g
mol

g
mol . Setelah mencapai nilai tertinggi, konsentrasi mulai

menurun. Pada jarak 10000 m dari stack konsentrasi gas NO2 mencapai 20

dan 40

g
mol

dan SO2

g
mol

untuk SO2. Stack yang cukup tinggi diperlukan agar emisi gas tidak

mencemari lingkungan penduduk seiktar PLTU, terutama yang berada pada jarak
1500 m dari stack.

E. Kesimpulan

Tinggi Stack minimum untuk memenuhi standar yang diberikan KLH konsentrasi
NO2, SO2, dan partikulat sesuai dengan iterasi perhitungan ketinggian stack, adalah
sebesar 55 m.

m
Nilai konsentrasi maksimum terjadi pada kecepatan 9 s , tetapi nilai tersebut masih

jauh di bawah konsentrasi yang diizinkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.


Dari data Windrose yang diperoleh, arah angin dominan ke arah selatan dengan

kecepatan 5 - 10 knot (2.6

m
s

konsentrasi emisi yang lebih kecil.

m
5.2 s ), sehingga akan diperoleh nilai