Anda di halaman 1dari 2

BAB II

PEMBAHASAN
INTERNAL AUDIT
Pengertian Internal Audit
Internal audit adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit
perusahaan terhadap laporan keuangan dan catatan akuntnasi perusahaan
maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen puncak yang telah
ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan ketentuan
ketentuan dari ikatan profesi yang berlaku. Peraturan pemeritah misalnya
peraturan dibidang perpajakan, pasar modal,lingkungan hidup, perbankan,
perindustrian, investasi dan lain lain.
Ketentuan dari ikatan profesi misalnya standar akuntansi keuangan. Internal
audit yang modern tidak lagi terbatas fungsinya dalam bidang pemeriksaan
keuangan tetapi sudah meluas ke bidang lainnya seperti audit manajemen,
audit lingkungan hidup, audit social, dan lain lain. Bahkan mulai tahun 200an kegiatan internal audit sudah mencakup konsultasi yang didesain untuk
menambah nilai dan meningkatkan kegiatan operasi suatu organisasi.
Milton Stevens Fonorow dalam bukunya Internal Audit Manual (1989)
mengatakan :
internal auditing adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai
perusahaan yang terlatih, mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi
dan kegunaan dari catatan catatan (akuntansi) perusahaan dan
pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan.
Karena yang melakukan internal audit (internal auditor) adalah pegawai
perusahaan sendiri (orang dalam perusahaan), maka banyak pihak yang
menganggap bahwa internal auditor tidak independen.
Hal yang pasti bahwa untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari
kegiatan usahanya. Suatu perusahaan sangat memerlukan adanya internal
audit departemen yang efektif, terutama diperusahaan menengah dan besar
termasuk BUMN. Berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh kantor
akuntan public, yang tujuannya adalah memberikan pendapat ats kewajaran
laporan keuangan yang disusun manajemen, maka tujuan pemeriksaan yang
dilakukan oleh internal audit adalah untuk membantu semua pimpinan
perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan

memberikan analisi, penilaian, saran dan komentar mengenai kegiatan yang


diperiksanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, internal audit harus melakukan kegiatan
kegiatan berikut :
1. Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan
dari system pengendalian manajemen, pengendalian intern dan
pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan
pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal.
2. Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedur
prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.
3. Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggung jawabkan
dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian,
kecurangan dan penyalah gunaan.
4. Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam
organisasi dapat dipercaya.
5. Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang
diberikan oleh manajemen.
6. Menyarankan perbaikan pernaikan operasional dalam rangka
meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Pedoman kerja internal auditor menurut Institute of Journal Auditor (IIA) :
1. Code Ethic
Tujuan dari kode etik IIA adalah untuk memperkenalkan budaya etis
dalamprofesi internal auditing.
Kode etik ini mencakup dua komponen penting yaitu :
a. Principles, yang berkaitan dengan profesi dan praktik internal
auditing. Internal auditor diharapkan untuk menerapkan dan
menegakkan prinsip prinsip : intregity, objectivity,confidentiality
dan competency.
b. Rules of conduct yang menjelaskan norma perilaku yang diharapkan
dari seorang internal auditor. Rules merupakan alat bantu untuk
menginterpretasikan principles ke dalam penerapan praktik dan
dimaksudkan sebagai pedoman perilaku etis internal auditor.