Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH

(Penanganan dan Pemerosesan Material)


EXTRACTION AND LEACHING

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sabdo Agung Darmawan


Siska Oktorina Simbolon
Siti Fatimah Isfrianti
Syafira Eka Gestya
Titi Suryani
Tri Wiranti
Usi Nur Pamiliani

Mata kuliah
Dosen

(1415041055)
(1415041057)
(1415041058)
(1415041059)
(1415041062)
(1415041063)
(1415041064)

: Penanganan dan Pemrosesan Material


: Dr. Lilis Hermida,S.T.,M.Sc

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan karuniaNya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Ekstraksi dan
Leaching.
Makalah

ini

disusun

untuk

Penanganan dan Pemrosesan material.

memenuhi

tugas

mata

kuliah

Makalah ini berisi tentang penjelasan

mengenai Definisi ekstraksi dan leaching serta alat-alat yang digunakan dalam
proses ekstraksi dan leaching. Selain itu didalam makalah ini juga terdapat
aplikasi dari proses ekstraksi dan leaching yang ada di industri. Kesulitan dalam
penyusunan makalah ini adalah mencari literatur yang berkaitan dengan
prinsip kerja alat ekstraksi dan leaching.
Akhir kata, tiada gading yang tak retak. Untuk itu, kami mohon maaf atas
kesalahan

dalam

penulisan

makalah

ini.

Semoga

makalah

ini

dapat

bermanfaat untuk kita semua.

Bandar Lampung, 23 April 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................

Kata Pengantar................................................................................

ii

Daftar Isi...........................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................

1.1 Latar Belakang.................................................................

1.2 Tujuan...............................................................................

BAB II ISI.........................................................................................

2.1 Definisi.............................................................................

2.1.1 Ekstraksi Cair-cair....................................................

2.1.2 Ekstraksi Cair-padat (Leaching)...............................

2.2 Jenis-jenis Peralatan.........................................................

11

2.2.1 Peralatan Ekstraksi Cair-cair....................................

11

2.2.2 Proses Leaching dan Peralatan.................................

17

2.3 Aplikasi Ekstraksi di Industri...........................................

26

BAB III PENUTUP..........................................................................

32

3.1 Kesimpulan........................................................................

32

Daftar Pustaka..................................................................................

33

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena
kebanyakan materi yang terdapat di alam berupa campuran.Untuk
memperoleh materi murni dari suatu campuran, kita harus melakukan
pemisahan.Berbagai

teknik

pemisahan

dapat

diterapkan

untuk

memisahkan campuran.
Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen zat padat atau zat cair
dengan menggunakan bantuan pelarut. Ekstraksi ada 2 macam, yaitu
ekstraksi

padat-cair

dan

ekstraksi

cair-cair.

Ekstraksi

padat-cair

didefinisikan sebagai operasi pemisahan zat padat yang dapat larut melalui
kontak dengan pelarut. Setelah terjadi kontak padatan dengan pelarut maka
perbedaan konsentrasi aktivitas kimia solute di dalam fasa padatan dengan
fasa pelarut menjadi gaya pendorong berlangsungnya perpindahan massa
solute dari fasa padatan ke fasa pelarut.Ekstraksi padat-cair merupakan
operasi yang melibatkan perpindahan massa antar fasa. Perbedaan
aktivitas kimia antara fasa padatan dan fasa pelarut mencerminkan
sebarapa jauh sistem berada dari kesetimbangan, sehingga akan
menentukan pula laju solute antar fasa.
Yang dimaksudkan dengan ekstraksi adalah pemisahan satu atau
beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut.
Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang bebeda dari

komponen-komponen dalam campuran. Ekstraksi padat cair, yang sering


disebut leaching, adalah proses pemisahan zat yang dapat melarut (solut)
dari suatu campurannya dengan padatan yang tidak dapat larut (innert)
dengan menggunakan pelarut cair. Operasi ini sering dijumpai di dalam
industri metalurgi dan farmasi, misalnya pada pemisahan biji emas,
tembaga dari biji-bijian logam, produk-produk farmasi dari akar atau daun
tumbuhan tertentu. Hingga kini, teori tentang leaching masih sangat
kurang, misalnya mengenai laju operasinya sendiri belum banyak
diketahui orang, sehingga untuk merancang peralatannya sering hanya
didasarkan pada hasil percobaan saja.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar pembaca mengetahui
pengertian dari Ekstraksi dan leaching serta mengetahui jenis-jenis alat
yang digunakan dalam proses tersebut dan aplikasi proses tersebut dalam
industri.

BAB II
ISI

2.1. Definisi
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair
dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak
substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Ekstraksi
merupakan proses pemisahan suatu bahan dari campurannya dengan
menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen terhadap
komponen lain dalam campuran (Suyitno, 1989).
Operasi ekstraksi

sering dijumpai didalam industri

seperti

proses

hydrometallic , industri farmasi ( memproduksi bahan aktif ) , industri minyak


bumi ( produksi monomer dan aromates ) dan pembersihan air limbah .
Tahap-tahap ekstraksi
Mencampur bahan ekstraksi dengan pelarut dan membiarkannya saling
berkontak.

Dalam hal ini terjadi perpindahan massa dengan cara difusi

pada bidang antarmuka bahan ekstraksi dan pelarut. Dengan demikian


terjadi ekstraksi yang sebenarnya, yaitu pelarutan ekstrak.
Memisahkan larutan ekstrak dari rafinat, kebanyakan dengan cara
penjernihan atau filtrasi.
Mengisolasi ekstrak dari larutan dan mendapatkan kembali pelarut,
umumnya dilakukan dengan menguapkan pelarut. Dalam hal-hal tertentu,
larutan ekstrak dapat langsung diolah lebih lanjut atau dioalh setelah
dipekatkan.

Hal yang perlu diperhatikan ada 4 faktor:


1.Ukuran partikel
Ukuran partikel mempengaruhi laju ekstraksi dalam beberapa hal.
Semakin kecil ukurannya, semakin besar lusa permukaan antara padat dan
cair; sehingga laju perpindahannya menjadi semakin besar. Dengan kata
lain, jarak untuk berdifusi yang dialami oleh zat terlarut dalam padatan
adalah kecil.
2.Zat pelarut
Larutan yang akan dipakai sebagai zat pelarut seharusnya
merupakan pelarut pilihan yang terbaik dan viskositasnya harus cukup
rendah agar dapat dapat bersikulasi dengan mudah. Biasanya, zat pelarut
murni akan diapaki pada awalnya, tetapi setelah proses ekstraksi berakhir,
konsentrasi zat terlarut akan naik dan laju ekstraksinya turun, pertama
karena gradien konsentrasi akan berkurang dan kedua zat terlarutnya
menjadi lebih kental.
3.Temperatur
Dalam banyak hal, kelarutan zat terlarut (pada partikel yang
diekstraksi) di dalam pelarut akan naik bersamaan dengan kenaikan
temperatur untuk memberikan laju ekstraksi yang lebih tinggi.
4.Pengadukan fluida
Pengadukan pada zat pelarut adalah penting karena akan
menaikkan proses difusi, sehingga menaikkan perpindahan material dari
permukaan partikel ke zat pelarut. Pemilihan juga diperlukan tahap-tahap
lainnya. pada ektraksi padat-cair misalnya, dapat dilakukan pra-

pengolahan (pengecilan) bahan ekstraksi atau pengolahan lanjut dari


rafinat (dengan tujuan mendapatkan kembali sisa-sisa pelarut).

Kriteria pemilihan pelarut (solvent) untuk ekstraksi yaitu :.

Selektivitas
Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan, bukan
komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi. Dalam praktek, terutama
pada ekstraksi bahan-bahan alami, sering juga bahan lain (misalnya lemak,
resin) ikut dibebaskan bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan.
Dalam hal itu larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus dibersihkan,
yaitu misalnya di ekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua.

Kelarutan
Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang
besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit).

Kemampuan tidak saling bercampur


Pada ekstraksi cair-cair pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas)
larut dalam bahan ekstraksi.

Kerapatan
Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin terdapat perbedaaan
kerapatan yaitu besar amtara pelarut dan bahan ekstraksi. Hal ini
dimaksudkan agar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali
setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Bila beda kerapatan
kecil, seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya
sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal).

Reaktifitas
Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia
pada komponen-komponen bahan ekstraksi. Sebaliknya dalam hal-hal
tertentu diperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam)
untuk mendapatkan selektivitas yang tinggi. Seringkali ekstraksi juga
disertai dengan reaksi kimia. Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan
mutlak harus berada dalam bentuk larutan.

Titik didih
Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara
penguapan, destilasi atau rektifikasi, maka titik didih kedua bahan it tidak
boleh terlalu dekat, dan keduanya tidak membentuk aseotrop. ditinjau dari
segi ekonomi, akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih
pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan
yang rendah).

Kriteria yang lain


Pelarut sedapat mungkin harus
1. murah
2. tersedia dalam jumlah besar
3. tidak beracun
4. tidak dapat terbakar
5. tidak eksplosif bila bercampur dengan udara
6. tidak korosif
7. tidak menyebabkan terbentuknya emulsi
8. memilliki viskositas yang rendah

9. stabil secara kimia dan termis.


Karena hampir tidak ada pelarut yang memenuhi syarat di atas, maka
untuk setiap proses ekstraksi harus dicari pelarut yang paling sesuai.
Beberapa pelarut yang terpenting adalah : air, asam-asam organik dan
anorganik, hidrokarbon jenuh, toluen, karbon disulfit, eter, aseton, hidrokarbon
yang mengandung khlor, isopropanol, etanol.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ekstraksi yaitu:
Gaya dorong pada ekstraksi : Perbedaan konsentrasi antara umpan
dengan solvent.
Luas permukaan : dimana luas permukaan agen harus besar agar
terjadi perpindahan massa
Tahanan : dimana tahanan yang menghambat terjadinya proses
kelarutan solute dalam solvent harus kecil.
Disamping itu faktor penting lainnya adalah suhu, dimana semakin besar
suhu, maka solvent semakin encer dan mudah melarutkan solute.

Proses ekstraksi (Pemisahan) itu sendiri dibagi menjadi bermacammacam menurut asal dan bahan yang akan dipisah. Secara garis besar, ada
dua macam pemisahan.
1. Ekstraksi cair-cair adalah proses pemisahan cairan dari suatu larutan
dengan menggunakan cairan sebagai bahan pelarutnya.
2. Ekstraksi padat-cair (leaching) adalah proses pemisahan cairan dari
padatan dengan menggunakan cairan sebagai bahan pelarutnya.

2.1.1 Ekstraksi Cair-Cair


Berbagai jenis metode pemisahan yang ada, ekstraksi pelarut atau
juga disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling
baik dan populer.pemisahan ini dilakukan baik dalam tingkat makro
maupun mikro. Prinsip distribusi ini didasarkan pada distribusi zat terlarut
dengan perbandingan tertentu antara dua zat pelarut yang tidak saling
bercampur. Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang
berbeda dalam kedua fase terlarut. Teknik ini dapat digunakan untuk
kegunaan prepratif, pemurnian, pemisahan serta analisis pada semua kerja.
Berbeda dengan proses retrifikasi, pada ekstraksi tidak terjadi pemisahan
segera dari bahan-bahan yang akan diperoleh (ekstrak), melainkan mulamula hanya terjadi pengumpulan ekstrak ( dalam pelarut).
2.1.1 Ekstraksi Cair-Padat (Leaching)
Ektraksi padat cair , yang sering di sebut Leaching adalah proses
pemisahan zat yang dapet melarut (soluet) dari suatu campurannya dengan
padatan yang tidak dapat larut (Inner) dengan menggunakan pelarut cair.
Operasi ini sering di jumpai di dalam industri metalurgi dan farmasi,
misalnya pada pemisahan biji emas, tembaga dari biji-bijian logam,
produk-produk farmasi dari akar atau daun tumbuhan tertentu.
Pelarut yang digunakan dipilih pelarut yang dapat melarutkan komponen
yang akan d ekstrak, tetapi tidak dapat bercampur dengan campuran
tersebut. Peralatan pengurasan menyerupai bagian pencucian pada filtrasi.
Ekstraksi padat-cair didefinisikan sebagai operasi pemisahan zat
padat yang dapat larut melalui kontak dengan pelarut. Setelah terjadi

kontak padatan dengan pelarut maka perbedaan konsentrasi aktivitas kimia


solute di dalam fasa padatan dengan fasa pelarut menjadi gaya pendorong
berlangsungnya perpindahan massa solute dari fasa padatan ke fasa
pelarut.
Ekstraksi

padat-cair

merupakan

operasi

yang

melibatkan

perpindahan massa antar fase. Perbedaan aktivitas kimia antara fase


padatan dan fase pelarut mencerminkan sebarapa jauh sistem berada dari
kesetimbangan, sehingga akan menentukan pula laju solute antar fase.
Operasi leaching bisa dilakukan dengan sistem batch, semi batch
ataupun continue. Operasi ini biasanya dilakukan pada suhu tinggi untuk
meningkatkan kelarutan solut di dalam pelarut.Untuk meningkatkan
performance, sistem aliran dapat dibuat secara co-current ataupun counter
current. Setelah operasi leaching selesai, pemisahan fasa padat dari fasa
cair dapat dilakukan dengan operasi sedimentasi, filtrasi atau sentrifugasi.
Pemisahan sempurna hampir tidak mungkin dilakukan karena adanya
kesetimbangan

fasa,

di

samping

secara

mekanis

sangat

sulit

untukmencapainya. Oleh karena itu akan selalu ada bagian yang basah
atau air yang terperangkap di dalam padatan.Perhitungan dalam operasi ini
melibatkan 3 komponen, yaitu padatan, pelarut dan solut.Asupan
umumnya berupa padatan yang terdiri dari bahan pembawa tak larut dan
senyawadapat larut. senyawa dapat larut inilah yang biasanya merupakan
bahan atau mengandung bahan yang diinginkan.Bahan yang diinginkan
akan larut sampai titik tertentu dan keluar dari ekstraktor pada aliranatas,
sementara padatan keluar pada aliran bawah. Sebagaimana disebutkan di

atas, aliran bawah biasanya basah karena campuran pelarut/solut masih


terbawa juga. Bagian atau persentase solut yang dapat dipisahkan dari
padatan basah/kering disebut sebagai rendemen.

Berikut adalah poin penting yang diperlukan dalam proses ekstraksi :


1. Unsur ekstraksi harus disiapkan dengan cara bahwa ekstrak dapat
diselesaikan dengan pelarut dalam waktu singkat, dapat dicapai dengan
menggiling, penggilingan atau bergulir.
2. Hanya ekstrak yang diinginkan yang harus diselesaikan dan diekstraksi
. ini dicapai oleh selektivitas pelarut dan suhu
3. Ekstrak seharusnya berisikan konsentrasi tinggi dari senyawa ekstrak.
Ini adalah alasan mengapa ekstraksi secara counter-current lebih
banyak disukai.
4. Pemisahan solvent dari sisa solution ekstrak menjadi lebih ekonomis.
Proses ektraksi padat-cair meliputi persiapan bahan ekstraksi, pemisahan dan
recovery pelarut dari ekstrak dan pemisahan dan pemulihan pelarut dari
ekstraksi residual.
Dasar untuk tingkat ekstraksi yang tinggi
1. Ekstraksi harus dilakukan pada suhu tinggi, karena dengan
meningkatnya suhu normal viskositas pelarut dan ekstrak menurun
dan di sisi lain kelarutan ekstrak dalam pelarut meningkat.
2. Cara kapiler harus pendek sehingga jarak pendek harus diatasi

10

dengan difusi. Ini adalah alasan mengapa biasanya bahan baku


digiling untuk metode perpindahan.
3. Kecepatan perkolasi harus cukup tinggi untuk membasuh larutan
ekstrak yang berdifusi ke permukaan partikel padat. Dengan cara
ini tinggi konsentrasi gradien antara larutan di kapiler dan padatan
sekitar partikel yang dihasilkan.
4. Untuk ekstraksi multistage efisiensi yang baik dari setiap langkah
dicapai jika jumlah miscella (= pelarut B ditambah zat diekstraksi
C) adalah serendah mungkin.

2.2. Jenis-jenis Peralatan


2.2.1. Peralatan Ekstraksi Cair-cair
1. Single Step Mixer Separator
Jenis peralatan ekstraksi sederhana yang dapat dioperasikan secara
terputus-putus atau terus menerus . Transfer zat aktif dari satu fase ke fase
yang lainnya terjadi di mixer dan pemisahan dua fase dilakukan di
separator oleh bantuan gaya gravitasi .
Keuntungan : efisiensi tinggi per langkah , daerah operasi yang tinggi ,
tingkat peralatan rendah , insensible untuk zat tersuspensi .
Kekurangan : luas tanah yang tinggi diperlukan , biaya pelarut tinggi (
karena volume tinggi ) , energi tinggi

11

Gambar 1 : single step mixer settler

2. Mixer - Settle Cascade


Pada tahap pencampuran pelarut tak larut dan pakan zat terlarut pembawa
dibawa ke dalam kontak, tetesan terbentuk dengan mencampur, dan zat
terlarut yang diinginkan (s) yang diambil oleh pelarut.
Keuntungan : Terpercaya meningkatkan teknik, dapat menangani tingkat
aliran tinggi, Ideal untuk proses transfer massa lambat, Intens
pencampuran, sehingga tetesan kecil untuk perpindahan massa baik
Kekurangan : sejumlah besar ruang lantai diperlukan, Hanya sistem
dengan beberapa tahapan yang ekonomis, sejumlah besar bahan berharga,
seperti pelarut, diikat selama proses tersebut, konservasi pelarut miskin.
Ada 2 jenis Mixer settle Cascade :

Untuk tipe kotak, pencampuran dan menetap zona dipisahkan oleh


pelat

12

Untuk tipe tower menggunakan single step yang berada satu


tingkat diatas yang lain sehingga membutuhkan sedikit luas area
tanah

Gambar 2 : Box type of a mixer settler cascade

Gambar 3 : tower type of a mixer settler cascade


3. Extractors Centrifugal
Ekstraktor

sentrifugal

ini

memanfaatkan

gaya

sentrifugal

untuk

memisahkan fasa dimana prinsip kerjaya dari drum berputar di mana fase
yang lebih berat diangkut ke pinggiran dan fase ringan diangkut ke pusat.
Dimana pelarut memiliki selektivitas yang tinggi dan hanya mempunyai
perbedaan kerapatan yang sangat kecil dengan bahan ekstraksi.

13

Keuntungan : melewati puts tinggi , jumlah biaya pelarut rendah dan


waktu yang dibutuhkan singkat dengan cepat mencapai kesetimbangan.
Kekurangan : biaya tinggi untuk investasi dan operasi Piring extractor (
gambar 4 ) ada dari zona pencampuran dan pemisahan terdapat banyak
plate coned yang terletak lubang-lubang di plate untuk cairan di atas
mengalir .
Penggunaan : industri farmasi ( ekstraksi antibiotik ) , ekstraksi esens dan
senyawa aroma

Gambar 4 : centrifugal extractor


4. Kolom Semprot (Spray Column)
Pada kolom semprot, fasa ringan hanya didistribusikan satu kali oleh suatu
perlengkapan pendistribusi (alat penyemprot) yang berada di ujung bawah
kolom. Tetes-tetes yang terbentuk bergelembung menerobos fasa berat dan
berkumpul menjadi satu pada ujung atas kolom.

14

Gambar 5 : spray column

5. Kolom Pelat Saringan (Seive Plate Column)


Dalam kolom pelat ayak, fasa ringan yang berkumpul dibawah setiap pelat
ayak didorong ke atas oleh fasa berat melalui lubang-lubang pelat dan
pada saat yang sama terpecah menjadi tetes-tetesan. Fasa berat akan
mengalir melalui pipa penyalur ke pelat dibawahnya.

Gambar 6 : kolom pelat saringan

15

6. Kolom Denyut (Pulsating Column)


Kolom denyut adalah kolom pelat ayak dan kolom benda pengisi, yang
seluruh cairannya dibuat berosilasi terus-menerus dengan bantuan pompa
torak atau pompa membran. pompa ini dihubungkan melalui dinding
dibagian bawah kolom. Sebagai efek denyut, fasa rinagan terdesak melalui
lubang-lubang pelat ayak pada saat torak bergerak maju sehingga fasa ini
terdistribusi dengan baik. Pada saat torak bergerak mundur, fasa berat
dihisap ke bawah melalui lubang-lubang tersebut. Oleh karena itu,
dibandingkan dengan kolom pelat ayak sederhana, kolom denyut
memungkinkan perpindahan masaa yang lebih baik. Cara kerja yang
serupa juga dimiliki oleh kolom getar. Dalam kolom ini bukan cairan yang
digerak-gerakan, melainkan pelat ayak yang digantungkan pada sebuah
batang yang berosilasi.

Gambar 7 : Kolom Denyut (Pulsating Column)

16

2.2.2 Proses Leaching dan Peralatan


2.2.2.1 Ekstraksi bertahap
Dalam hal yang paling sederhana, bahan ekstraksi yang cair dicampur
berulangkali dengan pelarut segar dalam sebuah tangki pengaduk (sebaiknya
dengan saluran keluar dibagian bawah). Larutan ekstrak yang dihasilkan setiap
kali dipisahkan dengan cara penjernihan (pengaruh gaya berat).
Yang konstruksinya lebih menguntungkan bagi proses pencampuran dan
pemisahan adalah tangki yang bagian bawahya runcing ( yang dilengkapi
dengan perkakas pengaduk, penyalur bawah, maupun kaca intip yang tersebar
pada seluruh ketinggiannya).
Untuk ekstraksi bertahap terdapat dua metode yang yang tersedia yaitu:
a. Proses penggantian:
Bahan ekstraksi dikontakkan dengan pelarut segar dan ekstraksi
berlangsung. Setelah itu underflow diselesaikan dan miscella ditarik.
Kemudian underflow dikontakkan lagi dengan pelarut segar dan
sebagainya.
Kerugian: dengan bertambahnya waktu ekstraksi konsentrasi miscella
menurun dan oleh karena itu daur ulang pelarut menjadi lebih dan biaya
lebih intensif.
Aplikasi : bahan ekstraksi tidak memungkinkan terjadi proses lain, seperti
lumpur dan serbuk yang tidak dapat pelletised.

17

b. Proses pengayaan:
Metode ini digunakan jika bahan baku menawarkan perkolasi properti.
Dalam kebanyakan kasus aliran pelarut melawan arus underflow yang
melalui peralatan dan dengan cara ini konsentrasi yang sangat tinggi dari
ekstrak di miscella yang dilakukan.
Keuntungan: biaya operasi yang lebih rendah dan lebih tinggi melalui put
dibandingkan dengan Proses penggantian.
Peralatan dalam ekstraksi bertahap meliputi :
1. Pot extractor
Ekstraktor memiliki volume 2 sampai 10 m3 dan mixer terpasang
diperlukan untuk menjamin pencampuran yang baik untuk pengobatan
bahan halus. untuk terstruktur bahan mixer hanya digunakan untuk
penguapan pelarut dan untuk mengosongkan ekstraktor.
2. Rotating extractor
Extractor diisi dengan bahan ekstraksi dan pelarut dan mulai kemudian
memutar. Instalasi cacing pemanasan dan penggunaan jaket ganda
memberikan kemungkinan untuk menguapkan pelarut pada akhir siklus
ekstraksi. Oleh menggunakan bentuk khusus dari cacing pemanasan
mereka dapat bertindak sebagai mixer selama periode ekstraksi.
Keuntungan dari extractors terputus adalah konstruksi sederhana dan kuat
aparat. Kekurangan adalah terbatasnya kapasitas dan output terputus
produk.

18

Gambar 8 : Pot extractor (a) dan berputar extractor (b)

2.2.1.1 Ekstraksi Kontinue


Prinsip kerja ekstraksi teknik kontinue yaitu Di dalam soxhlet terjadi
aliran kontinue ( terus menerus ) dari pelarut melalui zat yang akan
diekstraksi dan Pelarut yang telah membawa zat yang terekstrak,
diuapkan, kemudian didinginkan, sehingga dapat digunakan lagi.
Cara kerja ekstraksi yaitu :
1. Labu alas bulat di hubungkan dengan ekstraktor soxhlet dan
dimasukkan ke dalam penangas air.
2. Sampel padat ( zat yang akan diekstraksi ) dihaluskan, dibungkus
dengan kertas saring, kemudian dimasukkan ke dalam ekstraktor soxhlet.
3. Tuang pelarut organik ke dalam ekstraktor soklet sampai penuh
sehingga pelarut akan mengalir turun ke dalam labu alas bulat (lakukan
2x).
4. Setelah selesai, hubungkan ekstraktor soxhlet dengan pendingin.
5. Kemudian dipanaskan. Ketika pelarut mendidih, uapnya akan naik.
6. ketika masuk ke pendingin , uap dari pelarut akan mengembun menjadi
cair dan menetes ke dalam soxhlet yang ada zat yang akan diekstrak.
7. Zat yang dinginkan akan larut.

19

8. Jika larutan pada alat soxhlet akan turun melalui pipa. Larutan akan
mengalir ke bawah dan masuk kembali ke labu alas bulat.
9. Proses tersebut terjadi secara berulang ulang.
10. Pemanasan dilakukan sampailarutan di dalam soxhlet terlihat bening.

Gambar 9 : Ekstraksi Kontinue

Peralatan ekstraksi kontinue yaitu :


1. Extractor horisontal kontinue (belt extractor)
Prinsip kerja : pada ekstraktor ini, bahan ekstraksi diumpankan secara
kontinu di atas sabuk ayak yang melingkar. Dimana di sepanjang sabuk
bahan dibasahi oleh pelarut atau larutan ekstrak dengan konsentrasi yang
meningkat dan arah aliran berlawanan dengan aliran material padatan.
Setelah itu bahan dikeluarkan dari ekstraktor.

20

Gambar 10 : Extractor horisontal kontinue (belt extractor)

2. Hildebrandt extractor

Gambar 11 : Hildebrandt extractor

Bahan padat diekstrak sesuai dengan metode perendaman. konveyor


sekrup yang dipasang di extractor untuk mengangkut material padat.
Aliran solvent berlawanan dengan material padatan yang melalui
ekstraktor.

21

3. Bonotto ekstraktor

Gambar 12 : Bonotto ekstraktor

Digunakan untuk ekstraksi dengan arah yang berlawanan saat mengikuti


perendaman method. Bahan padat diangkut oleh mixer pada baki sampai
mencapai bagian terbuka di mana bahan padat jatuh di nampan
berikutnya. conveyor sekrup pada outlet menarik bahan padat diekstrak
(underflow) dan mencegah keluarnya padatan dari ekstraktor.
4. Bollmann extractor
Pelarut segar yang ditambahkan selama gerakan ke atas dari keranjang
sehingga bahwa bagian ini beroperasi secara berlawanan. Padatan yang
sudah dimuat ditarik dari bagian bawah extractor dan memasuki bawah
bergerak keranjang sehingga ini bagian dari operasi ekstraktor secara
searah. Miscella penuh ditarik di bagian bawah extractor.

22

Gambar 13 : Bollmann extractor

5. Kennedy extractor
Bahan padat diangkut oleh dayung dari satu ruang ke yang berikutnya dan
ini cara berlawanan untuk menuju solvent. Ruangan di mana miscella
ditarik digunakan sebagai langkah filtrasi, di mana partikel halus yang
dipisahkan dari larutan ekstrak.

Gambar 14 : Kennedy extractor

23

6.

Rotocel (carousel extractor)


Extractor ini ada dari nampan tetap dan dari roda bintang berputar, yang
menghasilkan ruang ekstraksi tunggal. bahan padat diisi ruang pertama
dan menghubungi dengan pelarut preloaded menurut metode perkolasi.
Pada interval waktu tertentu input pelarut dihentikan selama interval
waktu tertentu miscella bisa drop down dari bahan padat, maka roda
bintang berputar ternyata posisi berikutnya dan masukan pelarut dimulai
lagi. aliran arus balik dari pelarut dicapai dengan memompa pelarut dari
satu

langkah

yang

bertentangan

sebelah

aliran

padat.

untuk

menghilangkan bahan padat dalam satu segmen tidak ada baki dipasang
sehingga padatan jatuh dan ditarik.

Gambar 15 : Rotocel (carousel extractor)

24

7.

Lurgi extractor
Extractor ini ada dari sabuk bingkai yang terletak pada bagian atas dan
bawah dari ekstraktor pada sabuk saringan. sabuk saringan adalah bagian
bawah ruang ekstraksi. saringan sabuk atas lebih pendek dari sabuk
bingkai sehingga pada bagian bawah untuk ruang ekstraksi ada dan bahan
padatan jatuh di ruang. bagian atas dan bawah dari ekstraktor dipisahkan
sehingga miscella dapat dikumpulkan secara terpisah dan diangkut ke
langkah sebelumnya, mewujudkan aliran arus counter.

Gambar 16 : Lurgi extractor

8. Desmet extractor
input dari bahan padat dilakukan dengan kunci tekanan dan bahan padat
terletak pada sabuk saringan. ketinggian lapisan padat diatur oleh
sepotong geser. setelah dropping zone underflow ditarik oleh kunci.
karena sistem tertutup itu adalah keuntungan dari extractor Desmet yang
dapat dioperasikan pada tekanan yang lebih tinggi dan oleh karena itu
pada suhu yang lebih tinggi.

25

Gambar 17 : Desmet extractor

2.3. Aplikasi Ekstraksi dan Leaching dalam Industri


2.3.1 Ekstraksi Pada Industri Sawit

Oil Clarifier

Minyak sawit yang didapatkan dari expeller masih berupa minyak kental
karena mengandung partikel padat yang berwujud seperti lumpur dan
susah dipisahkan dari minyak. Berbagai metoda telah digunakan oleh
banyak ilmuwan untuk memisahkan padatan dari minyak, tetapi cara yang
paling efektif adalah menambahkan banyak air pada minyak. Penambahan
ini akan memisahkan minyak bening ke atas dan air bersama kotoran ke
bawah.
Alat berupa dua silinder, dengan satu silinder lebih kecil berada di dalam
silinder yang lebih besar. Minyak dimasukkan kedalam silinder yang besar

26

melalui bagian bawahnya. Minyak beningan akan naik ketas, seiring


penambahan minyak ke dalam silinder besar. Minyak bening dari silinder
besar selanjutnya mengisi silinder kecil dan dikeluarkan melaui bagian
bawah silinder kecil. Minyak ini kemudian dipanaskan untuk mengurangi
kadar air dan didapatkan CPO.

Singgle/double Srew

Proses Ekstraksi Minyak dengan cara pengempaan menggunakan


single/double Screw pada tekanan 40-50 Bar. Fungsi dari alat ini adalah
untuk proses pengepresan buah sawit yang telah dilumatkan menjadi
minyak sawit kasar (minyak yang belum di murnikan).

27

Vakum Dryer

Vacum dryer adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan air dari
minyak dengan cara penguapan dalam kondisi hampa udara. Hasil yang
diharapkan dari proses ini adalah minyak dengan kadar air 0,1 0,15%
dan kadar kotoran 0,013 0,015%.
Melalui tangki apung (float tank) inilah yang mengatur jumlah minyak,
pertama minyak dialirkan ke vacum drayer.Minyak terhisap kedalam
tabung melalui pemercikan (nozzle) karena adanya hampa udara dan
minyak terpencar kedalam tabung hampa.
2.3.1 Ekstraksi Pada Industri Oleoresin dari Cassia Vera
Alat ekstraksi oleoresin ini merupakan alat yang praktis dan menggunakan
teknologi sederhana yang dapat diaplikasikan pada industri kecil dan
menengah dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk
cassia vera. Sistem yang digunakan pada unit ini yaitu mekanisme dengan
pemanasan

yang

diatur

menggunakan

thermostat

dan

pengadukan

menggunakan motor penggerak berpengaduk. Ekstraksi dilakukan didalam


silinder dengan volume 50 liter.Mekanisme penyaringan dilakukan dengan

28

pengaturan pemakuman melalui kran-kran dan vakum meter.Penyaringan


menggunakan kompressor yang dimodifikasi dari outletnya dengan meteran
vakum memakai motor penggerak. Hasil uji coba dari 4 kg bahan memerlukan
waktu penyaringan 50 menit, tekanan rata-rata 10 cm Hg dan dapat menyaring
sebanyak 560 ml.Sistem penyulingan vakum ini dilakukan dengan pengaturan
pemanasan memakai thermostat dan pemakukan memakai pompa vakum.
2.3.1 Ekstraksi Pada Industri Obat Obatan

Untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta menyediakan bahan


baku obat herbal berkualitas terbaik menggunakan 3 tahapan dalam proses
ekstraksi yaitu Perkolasi, Evaporasi dan Drying. Perkolasi bertujuan untuk
mengambil sari/kandungan bahan aktif dari rempah rempah dengan
menggunakan pelarut yang sesuai sehingga didapat ekstrak cair. Proses ini
dilakukan secara berkesinambungan sehingga menjamin kandungan bahan
aktifnya optimal. Kapasitas perkolasi ini adalah 4 x 2000 liter sehingga dapat
memproses 40 50 ton rempah kering per bulan.

29

2.3.1 Ekstraksi Pada Industri Kopi

Ekstraksi menggunakan pelarut air. Proses ektraksi pada industri kopi siap saji
menggunakan ekstraksi bach. Ekstraksi batch atau ekstraksi bertahap
merupakan cara yang paling sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan
pelarut pengekstrak yang tidak tercampur dengan pelarut semula kemudian
dilakukan pengontakkan sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi zat yang
akan di ektraksi pada kedua lapisan, setelah setelah ini di dapatkan lapisan
didiamkan dan di pisahkan.
Sistem ini terdiri dari beberapa unit pengontak bach yang disusun berderet
atau dalam lingkaran yang di kenal sebgai rangkaian ekstraksi (ektraction
batrrey). Di dalam sisitem ini, padatan dibiarkan stasioner dalam setiap tnagki
dan dikontakkan dengan beberapa

larutan yang konsentrasinya makin

menurun. Padatan yang hampir tidak mengandung solut meninggalkan


rangkaian setelah dikontakkan dnega pelarut baru, sedangkan larutan pekat

30

sbeelum keluar dari rangkaian terelebih dahulu dikontakkan dnegan padata


baru di dalam tangki yang lain. Prosesnya melalui dua tahap yaitu Perkolasi
(dingin) dan Ekstraksi ( panas).

Perlokasi (dingin)
Penyaringan zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk kopi dimaserasi
selama 3 jam, kemudian serbuk kopi di pindahkan ke dalam bejana
silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan pelarut (air)
dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk kopi tersebut, cairan penyari
akan melarutkan zat aktis dalam sel-sel serbuk kopi yang dilalui sampai
keadaan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena grafitasi,
kohesi, dan berat cairan diatas dikurangi gaya kapiler yang menahan
gerakan ke bawah perkolat yang di peroleh di kumpulkan lalu di pekatkan.

Ekstraksi (panas)
Ekstraksi bubuk kopi di lakukan secara bach dalam kolom dengan
sirkulasi pelarut air perbandingan 1/3,5 pada suhu 80oC, selama 45 menit.
sisa bubuk hasil pelarutan di kempa secara manual untuk mengekstrak
komponen kopi yang masih tertinggal. Kisaran rendemen ekstraksi antara
30-32 % (berat). Sisa bubuk kopi merupakan limbah untuk di olah menjadi
biogas.

31

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan zat yang dapat melarut (solut) dari suatu
campurannya dengan padatanyang tidak dapat larut (inert) dengan menggunakan
pelarut cair (solven). pelarut tidak hanya larut dengan parsialpadatan atau cairan
tetapi dapat melalui kontak intensif aktif transfer agent dari campuran padatan
atau cair (rafinat) ke dalam pelarut (ekstrak). Ekstraksi ada 2 macam, yaitu
ekstraksi padat-cair dan ekstraksi cair-cair. Proses ekstraksi biasa terjadi pada
industri sawit, industri oleoresin dari cassia vera, industri obat-obatan dan industri
kopi.

32

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

2015.

Alat-alat

ekstraksi

dan

prinsip

kerja.

http://duniagalery.blogspot.co.id/2015/06/alat-alat-ekstraksi-dan-prinsipkerja.html. diakses pada 21 April 2016


Gamse,Thomas.2002.Liquid-liquid Extraction and Solid-Liquid Extraction.
Institute of Thermal Process and Environm ental Engineering Graz
University of Technology, Austria.
Geankoplis, Christi J., 1983, Transport Procesesses and Unit Operations, Prentice
Hall International, Inc, New Jersey.
McCabe,Warren.L.1993.Operasi Teknik Kimia jilid 2.Erlangga:Jakarta
Sunardiyanto, Eko.2013. Teknik-teknik estraksi.
http://ekosunardiyanto.blogspot.co.id/2013/05/teknik-teknik-ekstraksi.html.
diakses pada 21 April 2016
Wiyo, Andri., dkk. 2011. Leaching, expander valve, and hidroteater unit.
University of Indonesia

33

Anda mungkin juga menyukai