Anda di halaman 1dari 36

Pendamping : dr.

Ambrah Sri Atriadewi


Disusun oleh: dr. Anggia Dian P.S

PRESENTASI KASUS

CONGESTIVE HEART FAILURE

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. N
Umur : 74 tahun
Jenis Kelamin : Laki laki
Pekerjaan
: Pensiunan
Alamat : Cililitan
Status pernikahan : Menikah
Agama : Islam
Suku : Jawa
Tanggal Masuk RS : 21 Oktober 2015

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Sekarang

OS usia 74 tahun datang ke UGD RSAU dr. Esnawan Antariksa


dengan keluhan sesak napas sejak 1 jam SMRS. Sesak sebenarnya
sudah dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, namun biasanya
berkurang setelah OS menggunakan nebu yang memang sudah
tersedia dirumah. 1 hari SMRS OS mengalami sesak yang semakin
lama semakin memberat dan tidak berkurang dengan penggunaan
nebu hingga mengharuskan pasien ke UDG RS. Sesak napas
bertambah apabila sedang beraktifitas ringan seperti berjalan ke
warung dekat rumah yang berjarak sekitar 10 m, keluhan berkurang
dengan istirahat dan apabila tidur menggunakan 2 bantal, pasien
juga sering terbangun saat malam hari yang dikarenakan sesaknya.
Sesak dikatakan disertai dengan batuk berdahak warna putih kental.
OS juga mengatakan adanya demam, mual dan muntah sejak 2 hari
SMRS. BAB dan BAK tidak ada keluhan. Adanya riwayat kaki bengkak
disangkal oleh OS.

Riwayat
Kesehatan /
penyakit

Riwayat
Penyakit
Keluarga

Riwayat penyakit jantung dan


PPOK sejak tahun 2011.
Riwayat 4x dirawat di RS karena
penyakit jantung pada tahun
2011,2014,2015.
Riwayat HT, DM, Asma dan Ginjal
disangkal. Riwayat minum obat OAT
disangkal. Riwayat Alergi Obat juga
disangkal.
Riwayat HT, DM, asma, jantung
dan alergi dalam keluarga
disangkal.

Riwayat
Riwayat
Pengobatan
Pengobatan

Pasien biasa
kontrol di Poli
Jantung dan Paru
RSAU Esnawan
Antariksa.
Obat yang biasa dikonsumsi
adalah Furosemid,
Spironolakton, Futicasone,
Salbutamol, dan Terazosine.

Riwayat
Riwayat
kebiasaan
kebiasaan
Merokok sejak usia
20 tahun. Dalam 1
hari menghabiskan 1
bungkus rokok,
berhenti sejak terkena
penyakit jantung dan
paru ini tahun 2011.

tidak
mengkonsumsi
alkohol

Riwayat Pekerjaan : OS adalah


seorang pensiunan.
Kondisi Lingkungan : Os tinggal di
rumah dengan istri dan kedua anaknya.
Tetangga di sebelah rumah OS dikatakan
suka membakar sampah. Didepan rumah
OS terdapat lapangan berpasir.

Riwayat Makanan dan Minuman :


OS
makan 2-3x/hari. Menu
keluarga sehari-hari. OS suka
mengkonsumsi kopi dan teh.

PEMERIKSAAN FISIK
KU : sakit
sedang

Kesadaran
: compos
mentis

TD :
130/80
mmHg

HR :
104x
/menit

RR :
36x
/menit

Suhu :
36,5C

TB : 155 cm
BB : 40 kg

Spo2 : 93
%

STATUS GENERALIS

Kepala
Mata t.a.k
THT

Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat


Palpasi : iktus kordis teraba di sela iga V 2 jari lateral
linea
midklavikula kiri
Perkusi : batas jantung kanan di linea sternalis kanan,
batas jantung kiri di 2 jari lateral linea
midklavikula kiri,
batas atas jantung di sela iga III linea
parasternal kiri
Auskultasi: S1-S2 regular, murmur (-), gallop (-)

Inspeksi : pergerakan dada simetris kanan dan kiri


Palpasi
: fremitus taktil kanan dan kiri simetris
Perkusi
: sonor
Auskultasi : bunyi nafas vesikular +/+, rhonki +/+,
wheezing -/-

Inspeksi
: datar
Palpasi
: supel, nyeri tekan (-), hepar dan
limpa tidak
teraba
Perkusi
: shifting dullness (-), undulasi (-),
nyeri ketok
CVA -/ Auskultasi : bising usus (+)N

Ekstremitas : akral hangat (-/-), edema tungkai


(-/-), CRT
<2detik
Genitalia : dalam batas normal
Status neurologis : dalam batas normal
Kulit : sawo matang

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi 21 Oktober 2015
Hb : 12,2
Leukosit : 19.900
Hematokrit : 35
Trombosit : 195.000
Ureum : 30
Kreatinin : 1,2
Glukosa sewaktu : 78
LED : 80

Fungsi Hati 23 Oktober 2015


Albumin : 4,7

Analisa Gas Darah 21 Oktober 2015


Hb :
12,2
Suhu:
36,8
Ph :
7,449
PCO2:
35,3
O2:
52,7
Saturasi O2:
88,8
Konsentrasi O2:
12,8
Base Excess :
0,5
Buffer Base:
1,6
HCO3 :
24,8
TCO2:
25,9
SBC:
25,6
A:
271,9
A-a-Do2:
219,2
a/A:
0,2
Po2/FiO2:

121,5

Elektrolit 21 Oktober 2015


Na : 142
K : 3,6
Cl: 110

23 Oktober 2015
Na : 136
K : 3,4
Cl : 108

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS

Kesan : Bronkiektasis
kanan dan Kardiomegali
ringan.

EKG

Kesan EKG : Sinus Aritmia, 117x/menit, Left Atrial


Enlargement, T Inverted di lead II dan III.

DIAGNOSIS KERJA

Dyspnoe et causa CHF


NHYA Class III
PPOK

PLAN
Tatalaksana awal di UGD (21 Oktober 2015)
Konsul
o
o

Obat rutin dilanjutkan


Konsul Paru

Konsul
o

o
o
o
o
o
o

dr. Jusdiono, Sp.JP :

dr. Flora, Sp.P :

Aminofilin 1 ampul dan Lasal ampul dalam Infus


Asering 500cc/24 jam
Ceftriaxon 1x2 gr
Bisolvon 2x1/2 amp
Lesichol 2x1 tab
Ranitidin 2x1 ampul
Metil prednisolon 3x 1/4 ampul
Cek AGD

Tatalaksana R. Garuda (21 Oktober 2015)


o
o

o
o
o
o
o
o
o

O2 3L/mnt
Aminofilin 1 ampul dan Lasal ampul dalam Infus
Asering 500cc/24 jam
Ceftriaxon 1x2 gr
Bisolvon 2x1/2 amp
Ranitidin 2x1 ampul
Metil prednisolon 3x 1/4 ampul
Lesichol 300mg 2x1
Furosemide 1-0-0
Spironolakton 0-0-1

GAGAL JANTUNG KONGESTIF

DEFINISI

Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung


untuk mempertahankan curah jantung (cardiac
output = CO) dalam memenuhi kebutuhan
metabolisme tubuh.

EPIDEMIOLOGI
Menurut

data dari Kementerian Kesehtan RI, berdasarkan

diagnosis dokter prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia


tahun 2013 sebesar 0,13% atau diperkirakan sekitar 229.696 orang,
sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/ gejala sebesar 0,3% atau
diperkirakan sekitar 530.068 orang.
Jumlah

penderita penyakit gagal jantung terbanyak terdapat di

Provinsi Jawa Timur sebanyak 54.826 orang (0,19%), sedangkan


Provinsi Maluku Utara memiliki jumlah penderita paling sedikit,
yaitu sebanyak 144 orang (0,02%).

ISTILAH DALAM GAGAL


JANTUNG

Gagal
jantung
sistolik
Gagal
jantung
diastolik

Ketidakmampuan kontraksi jantung


memompa sehingga curah jantung
menurun dan menyebabkan kelemahan,
kemampuan aktivitas fisik menurun dan
gejala hipoperfusi lainnya.

Gangguan relaksasi dan


gangguan pengisian ventrikel.
Kedua jenis ini terjadi secara
tumpang tindih dan sulit dibedakan
dari pemeriksaan fisis, foto thoraks,
atau EKG dan hanya dapat
dibedakan dengan echocardiography

LOW OUTPUT DAN HIGH


OUTPUT HEART FAILURE
Low output heart
failure

High output heart


failure

Disebabkan oleh
hipertensi,
kardiomiopati
dilatasi, kelainan
katup dan
perikard.

ditemukan pada
penurunan
resistensi vaskular
sistemik seperti
hipertiroidisme,
anemia,
kehamilan, fistula
A V, beri-beri,
dan Penyakit
Paget.

GAGAL JANTUNG KIRI


DAN KANAN
Gagal jantung kiri

Gagal jantung kanan

Akibat kelemahan ventrikel,


meningkatkan tekanan vena
pulmonalis dan paru
menyebabkan pasien sesak
napas dan orthopnea.

Bila kelainannya
melemahkan ventrikel kanan
seperti pada hipertensi
pulmonal primer/sekunder,
tromboemboli paru kronik
sehingga terjadi kongesti
vena sistemik yang
menyebabkan edema
perifer, hepatomegali, dan
distensi vena jugularis.

ETIOLOGI
Penyebab
tersering
gagal
jantung
kiri
Penyebab
tersering
gagal
jantung
kanan

hipertensi
sistemik, penyakit
katup mitral atau
aorta, penyakit
jantung iskemik,
dan penyakit
miokardium
gagal
primer.ventrikel
kiri, yang
menyebabkan
kongesti paru dan
peningkatan
tekanan arteria

DIAGNOSIS
KRITERIA FRAMINGHAM
Mayor
Paroksismal
nokturnal dispnue
Distensi vena leher
Ronkhi paru
Kardiomegali
Edema paru akut
Gallop S3
Peninggian tekanan
vena jugularis
Refluks
hepatojugular

Minor
Edema ekstremitas
Batuk malam hari
Dipsnea deffort
Hepatomegali
Efusi pleura
Penurunan kapasitas
vital 1/3 dari normal
Takikardi
(>120x/menit)

Diagnosis
gagal jantung ditegakkan
adanya 2 kriteria mayor atau minimal
kriteria major dan 2 kriteria minor.

dengan
ada 1

Klasifikasi Fungsional NYHA


(Klasifikasi berdasarkan Gejala dan Aktivitas Fisik)
Kelas I

Tidak ada pembatasan aktivitas fisik. Aktivitas sehari hari


tidak menyebabkan kelelahan, palpitasi atau sesak nafas.

Kelas II

Sedikit

pembatasan

istirahat,
Kelas III

tetapi

aktivitas

aktivitas

fisik.

sehari

Berkurang
hari

dengan

menyebabkan

kelelahan, palpitasi atau sesak nafas.


Adanya pembatasan yang bermakna pada aktivitas fisik.
Berkurang dengan istirahat, tetapi aktivitas yang lebih
ringan dari aktivitas sehari hari menyebabkan kelelahan,
palpitasi atau sesak nafas.

Kelas IV

Tidak dapat melakukan aktivitas sehari hari tanpa adanya


kelelahan. Gejala terjadi pada saat istirahat. Jika melakukan
aktivitas fisik, keluhan akan semakin meningkat.

Patogenesis

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorium Rutin :


Pemeriksaan darah rutin lengkap, elektrolit,
blood urea nitrogen (BUN), kreatinin serum,
enzim hepatik, dan urinalisis. Juga dilakukan
pemeriksaan gula darah, profil lipid.
Elektrokardiogram (EKG)
Utama dari EKG adalah untuk menilai ritme,
menentukan adanya left ventrikel hypertrophy
(LVH) atau riwayat MI (ada atau tidak adanya Q
wave).

Radiologi
berguna mengenai ukuran jantung dan
bentuknya, distensi vena pulmonalis, dilatasi
aorta, dan kadang-kadang efusi pleura.
Penilaian fungsi LV
Pemeriksaan paling berguna adalah
echocardiogram 2D/ Doppler, dimana dapat
memberikan penilaian semikuantitatif
terhadap ukuran dan fungsi LV

PENATALAKSANAAN
Non Farmakalogi :
Edukasi : jelaskan mengenai
penyakitnya,pengobatan serta pertolongan
yang dapat dilakukan sendiri.
Aktivitas sosial dan pekerjaan diusahakan
agar dapat dilakukan seperti biasa. Sesuaikan
kemampuan fisik dengan profesi yang masih
bisa dilakukan.

Diet (hindarkan obesitas, pembatasan asupan


garam serta pembatasan asupan cairan).
Hentikan alkohol pada kardiomiopati.
Aktivitas fisik (latihan jasmani : jalan 3-5
kali/minggu selama 20-30 menit atau sepeda
statis 5 kali/minggu selama 20 menit.
Istirahat baring pada gagal jantung akut, berat
dan eksaserbasi akut.

PENATALAKSANAAN
Digitalisasi
Digoksin oral untuk
digitalisasi cepat 0,52 mg dalam 4-6 dosis
selama 24 jam dan
dilanjutkan dengan
2x0,5 mg selama 2-4
hari.
Digoksin iv 0,75-1 mg
dalam 4 dosis selama
24 jam.
Dosis penunjang
untuk gagal jantung;
digoksin 0,25 mg
sehari.
Untuk memeperbaiki
kontraktilitas
jantung.

Deuritic Loop
Furosemid 250-500
mg/hari.
Untuk mengurangi
beban awal jantung.

ACE Inhibitor
Captopril sebaiknya
dimulai dari dosis
kecil 6,25 mg. Untuk
itu perlu diperhatikan
efek samping
hipotensi yang harus
dimonitor selama 2
jam setelah
pemberian petama.
Jika tidak terlihat
tanda tanda efek
samping maka dosis
ditingkatkan secara
bertahap sampai 3 x
25-100 mg. captopril
dapat menimbulkan
hipoglikemia dan
gangguan fungsi
ginjal.

KOMPLIKASI

Tromboemboli
Fibrilasi atrium
Kegagalan pompa progresif
Aritmia ventrikel
Kegagalan jantung mendadak

PROGNOSIS

Klinis
Semakin buruk gejala pasien, kapasitas
aktivitas, dan gambaran klinis, semakin
buruk prognosis.
Hemodinamik
Semakin rendah indeks jantung, isi sekuncup,
dan fraksi ejeksi, semakin buruk prgnosis.