Anda di halaman 1dari 26

DERMATITIS

Liza Amanda Saphira


112014289
Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit Kelamin
Fakultas Kedokteran Ukrida

O Reaksi peradangan dapat bersifat

akut maupun kronis terhadap bahan


atau substansi yang menempel pada
kulit
O Dibagi menjadi :
O Dermatitis Kontak Iritan (DKI)
O Dermatitis Kontak Alergi (DKA)

Akut
Dermatitis Kontak Iritan
Kronik

DKI Akut
O Rasa terbakar,
tersengat, nyeri
(immediate-type
stinging & delayedtype stinging)
O Eritema
vesikulasi erosi
krusta Scaling
O Distribusi :
terlokalisasi
O Durasi : tergantung
beratnya kerusakan
jaringan

DKI Kronik
O Rasa tersengat,

terbakar, nyeri,
gatal
O Kering kasar
eritema
hiperkeratosis
dan scaling
fisura & krusta
likenifikasi
O Distribusi : regional
O Durasi : bulan tahun

O Pemeriksaan Laboratorium
O Histopatologi
O Akut : nekrosis sel epidermis, neutrofil,

vesikulasi
O Kronik : akantosis, hiperkeratosis,
infiltrasi limfosit
O Patch test : --

Diagnosis banding : DKA

Penatalaksanaan
O Hindari bahan iritan, misal APD
O Jika terkena kontak cuci
O Pertimbangkan mengganti pekerjaan
O Akut :
O Kortikosteroid topikal : hidrokortison
O Sistemik : prednison 60 mg, tappering off selama 2

minggu
O Subakut dan kronik :
O Identifikasi dan singkirkan faktor penyebab
O Kortikosteroid topikal poten : betametason

dipropionat atau klobetasol propionat


O Sembuh pelembab/krim pelindung

Dermatitis Kontak
Alergi

Alergen

O Gejala : Keluhan gatal terus menerus


O Lesi kulit :
O Akut : eritema berbatas jelas, edema,

vesikel dan / papul, bula, erosi, eksudasi


O Subakut : eritema ringan, plak dan
skuama kering, papul kemerahan
O Kronik : kulit kering, plak likenifikasi,
skuama
O Lokasi : awalnya pada daerah yang

terpapar alergen (daun telinga,


tangan/pergelangan, wajah, leher, dll)
dapat menyebar
O Durasi : berbeda tiap individu, dapat
berlanjut atau sembuh dalam 1-2minggu

Patch Test

Penatalaksanaan
O Topikal
O Hidrasi kulit : krim hidrofilik urea 1% + hidrokortison

1%
O KS :
O Bayi potensi rendah (hidrokortison 1%-2.5%)
O Wajah, daerah intertriginosa, genital potensi rendah
O Lesi akut : kompres larutan permanganas kalikus 1:500

sebelum penggunaan KS
O Imunomodulator
O Tacrolimus salep 0.03% (usia 2-15 th) dewasa 0.03%-

0.1%
O Pimecrolimus : krim SDZ ASM981 1% 2xsehari maks 4
minggu
O Preparat ter : antipruritus dan antiinflamasi kulit,

pada lesi kronis, crude coal tar 1%-5%


O Antihistamin topikal : doksepin 50% (1 minggu)

O Sistemik
O KS : untuk mengendalikan eksaserbasi akut
O Antihistamin : efek sedatif (hidroksizin/

difenhidramin)
O Anti infeksi :
O Bakteri : eritromisin, dikloksasilin, sefalosporin

gen 1
O Virus : asiklovir oral 400mg 3x10 hari

O Phototherapy
O Kombinasi UVA dan UVB
O UVA bekerja pada sel langerhans dan eosinofil
O UVB berefek imunosupresif dgn cara blokade

fungsi sel langerhans dan mengubah produksi


sitokin keratinosit