Anda di halaman 1dari 2

Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang tidak biasa (lebih dari 3 kali sehari), juga

perubahan dalam jumlah dan


konsistensinya (feses cair). Hal ini biasanya berkaitan dengan dorongan, rasa tak nyaman pada area perianal, inkontinensia, atau
kombinasi dari factor ini. Tiga factor yang menentukan keparahannya yaitu sekresi intestinal, perubahan penyerapan mukosa dan
peningkatan motilitas. Diare dapat akut atau kronis. Diare diklasifikasikan sebagai tinggi volume, rendah volume, sekresi, osmotic,
atau campuran. Daire dapat disebabkan oleh pengobatan tertentu, pemberian makan melalui selang, kelainan metabolic dan
endoktrin serta infeksi virus/bakteri. Penyebab lainnya adalah kelainan nutrisi dan malasorpsi, deficit sfingter ani, sindrom ZollingerEllison, ileus paralitik dan obstruksi usus.
Manifestasi Klinis Diare
- Peningkatan frekuensi dan kandungan cairan dalam feses
- Kram abdomen, distensi, bising usus (borborigmus), anoreksia dan rasa haus
- Kontraksi spasmodic yang sakit dari anus dan mengejan tak efektif (tenesmus) mungkin terjadi tak efektif (tenesmus) mungkin
terjadi setiap kali defekasi
- Sifat dan awitannya dapat eksplosif dan bertahap. Gejala yang berkaitan adalah dehidrasi dan kelemahan.
- Feses yang banyak mengandung air menandakan penyakit usus halus.
- Feses yang lunak, semipadat berkaitan dengan kelainan kolon.
- Feses berwarna keabu-abuan menandakan malabsorpsi usus.
- Mukus dari pus dalam feses menunjukkan enteritis inflamasi atau colitis.
- Bercak minyak pada air toilet merupakan diagnostic dari insufisiensi pancreas.
- Diare nocturnal mungkin merupakan manifestasi neuropati diabetic.

1.

Hackley. J. C., dan Baughman. D. C., 2000, Keperawatan Medikal-Bedah, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta;
Halaman 121.

Penyebab utama penyakit diare adalah infeksi bakteri atau virus. Jalur masuk utama infeksi tersebut melalui feses manusia atau
binatang, makanan, air, dan kontak dengan manusia. Kondisi lingkungan yang menjadi habitat atau penjamu untuk pathogen atau
peningkatan kemungkinan kontak dengan penyebab tersebut menjadi resiko utama penyakit ini. Sanitasi dan kebersihan rumah
tangga yang buruk, kurangnya air minum yang aman dan pajanan pada sampah yang padat (misalnya melalui pengambilan
sampah atau akumulasi sampah di lingkungan) yang kemudian mengakibatkan penyakit diare. Musim kemarau tampaknya juga
dapat menyebabkan wabah penyakit diare karena bertambahnya kekuatan pathogen di saluran air dan kebutuhan akan
penyimpanan air rumah tangga (sering terdapat dalam kondisi yang sangat tidak memadai).
Tindakan untuk mengurangi resiko penyakit diare secara nyata harus ditujukan pada lingkungan dan permasalahan social
mendasar yang menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya penyakit. Perbaikan dalam penyediaan air, sanitasi,
manajemen sampah dan kebersihan makanan harus didahulukan. Namun, pada jangka waktu yang singkat terdapat pula
kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Respon yang cepat dan efektif menjadi penting karena penyakit diare yang membunuh
secara cepat
Apriningsih, 2009, Indikator Perbaikan Kesehatan Lingkungan Anak, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 46.