Anda di halaman 1dari 22

PT.

PLN (Persero)
Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULAWESI SELATAN,


TENGGARA, DAN BARAT
AREA PENGATUR DISTRIBUSI (APD) MAKASSAR

ADRI PAUNDANAN
D411 12 280

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :
NO

NAMA

NIM

PROGRAM STUDI

1.

ADRI PAUNDANAN

D411 12 280

TEKNIK ELEKTRO

2.

FAISAL NAHRIR

D411 12 107

TEKNIK ELEKTRO

3.

RULI ADI LESTARI

D411 12 270

TEKNIK ELEKTRO

Benar adalah mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar yang telah


melaksanakan Kerja Praktek pada PT. PLN (PERSERO) AREA PENGATUR
DISTRIBUSI (APD) MAKASSAR pada bagian DISTRIBUTION CONTROL
CENTER (DCC) UTARA dari tanggal 13 April s/d 30 Mei 2016.
Demikian Lembar Pengesahan ini dibuat dengan sebenarbenarnya untuk dipergunakan dengan seperlunya.
Makassar, 26 Mei 2016

Mengetahui,

Supervisor Operasi DCC Utara

TONI THEO

Pembimbing Lapangan

MUH. AHSAN ZAMZAMI

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan kerja praktek ini dengan
baik. Dalam laporan ini, berisi tentang hasil kerja praktek yang dilaksanakan pada
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR AREA
PENGATUR DISTRIBUSI MAKASSAR selama 1 bulan yang merupakan syarat
kelulusan mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar khususnya bagi jurusan
teknik elektro program studi teknik elektro.
Pada penulisan laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan banak terima kasih yang sebesarbesarnya kepada :
1. Bapak Dr. Ir. H. Andani Ahmad, MT.selaku ketua jurusan teknik elektro
Universitas Hasanuddin Makassar
2. Bapak Dr. Yusri Syam Akil ST, MT selaku dosen pembimbing kerja
praktek.
3. Bapak Ahsan sebagai pembimbing kerja praktek di PT. PLN APD
MAKASSAR
4. Segenap karyawan di PT.PLN APD MAKASSAR khususnya bagian
Distribution Control Center (DCC).
5. Segenap karyawan di PT. PLN APD MAKASSAR yang tidak dapat kami
sebut namanya satu per satu dan telah banyak membantu dan membimbing
kami selama melaksanakan kerja praktek ini.
6. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan motivasi dan dukungan
berupa moril maupun materil
7. Seluruh teman dan kerabat yang secara tidak langsung membantu kami
dalam hal informasi.
Kami menyadari bahwa laporan kerja praktek ini jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan
demi kesempurnaan laporan kami di masa yang akan datang.
Makassar, 24 Juni 2016
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

Penyusun

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan ...................................................................................... i
Kata Pengantar .............................................................................................. ii
Daftar Isi ......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Tujuan Kerja Praktek ........................................................................ 2
1.3 Waktu dan Lokasi Kerja Praktek ...................................................... 4

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

1.5 Sistematika Penulisan Laporan ........................................................ 4


BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan............................................................. 5
2.2 Daerah Pengaturan yang Dilayani..................................................... 6
2.3 Sarana Penunjang............................................................................. 7
BAB III PEMBAHASAN
4.1 Mekanisme Kerja Pengaturan Distribusi ...................................... 12
4.2 Operasional Harian ........................................................................ 17
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan..................................................................................... 19
5.2 Saran-saran...................................................................................... 20

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Memasuki era persaingan bebas saat ini, diperlukan suatu strategi
pengembangan bidang teknologi pembangkitan energi listrik dalam menciptakan
pembangunan yang berkesinambungan secara terus-menerus dan diaplikasikan
dalam berbagai bidang indutstri besar, menengah, hingga rumah tangga. Dengan
fokus terhadap pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan diperlukannya
penguasaan terhadap teknologi pembangkitan yang diaplikasikan dan juga
penyiapan sumber daya manusia yang ada, diharapkan akan menghasilkan
manusia Indonesia yang berkualitas.
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan yang ada di Universitas
Hasanuddin (UNHAS)

Makassar dalam lingkungan Fakultas Teknik (FT)

bersama dengan Jurusan Teknik Informatika. Dalam Jurusan Teknik Elektro


Fakultas Teknik UNHAS Makassar, terdapat tiga jenis bidang konsentrasi yang
dipelajari oleh mahasiswa. Bidang konsentrasi itu adalah :
1. Bidang Teknik Energi Listrik (TEL)
2. Bidang Teknik Telekomunikasi (TT)
3. Bidang Teknik Komputer, Kendali, dan Elektronika (TKKE)
dimana setiap mahasiswa hanya diperbolehkan mengambil salah satu bidang
konsentrasi sesuai yang diminati.
Dikarenakan kemajuan teknologi khususnya untuk bidang pembangkitan
energi listrik berkembang pesat maka sebagai konsekuensinya dituntut suatu
masyarakat yang siap dan mampu menyikapi kemajuan tersebut. Hal ini perlu
diperhatikan sehingga nantinya Indonesia yang kaya dengan potensi sumber daya
energi dan mineral

mampu memanfaatkan kekayaannya dalam persaingan

teknologi pembangkitan energi listrik. Di sini sumber daya manusia Indonesia


khususnya yang berkepentingan dalam pembangunan dan aplikasi teknologi
diharapkan mampu terlibat lebih jauh, baik melalui penelitian, eksperimeneksperimen,

ataupun

dengan

memberikan

iklim

yang

kondusif

bagi

berkembangnya teknologi. Diharapkan melalui usaha-usaha tersebut nantinya


kreatifitas dan inovasi teknologi akan muncul dan mampu memberi nilai tambah
bagi bangsa dan negara.
Dunia industri dan civitas akademika sebagai pihak yang paling
berkepentingan dalam perkembangan dan aplikasi teknologi harus sejalan dan
saling mendukung untuk mencapai tujuan tersebut. Mahasiswa sebagai subjek
dalam proses ini merupakan elemen yang mempunyai lingkungan akademik,
berkemampuan tinggi dan mempunyai semangat intelektual, diharapkan mampu
memberikan sumbangan yang besar bagi perkembangan teknologi pembangkitan
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

energy listrik

di berbagai bidang industri. Untuk mewujudkan hal tersebut

penerapan di bidang industri sangat diperlukan untuk melatih kemampuan analisa


mahasiswa.
Kerja praktek di lapangan secara langsung merupakan sarana bagi mahasiswa
untuk memahami bagaimana ilmu yang selama ini didapat di bangku kuliah
diaplikasikan di industri dan mampu menganalisa sistem untuk mencari alternatif
proses pemecahan masalah yang ada dengan lebih efisien, serta sebagai langkah
awal untuk membentuk etos kerja dan profesionalisme sebelum terlibat dalam
dunia kerja.

I.2 Tujuan dan Manfaat


Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kerja praktek ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan / implementasi dari
ilmu atau teori yang selama ini diperoleh melalui bangku kuliah dan
membandingkannya dengan kondisi nyata yang ada di lapangan.
2. Untuk memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman yang akan
membuka cakrawala berpikir yang

lebih luas mengenai

disiplin ilmu yang

ditekuni selama ini.


3. Berkaitan dengan point ke-2, maka diharapkan melalui kerja praktek ini dapat
memperkaya perbendaharaan pengetahuan dan referensi data-data yang dapat
digunakan untuk membantu penyusunan Tugas Akhir sesuai dengan bidang
konsentrasi yang dipilih.
4. Untuk melatih mahasiswa berpikir secara praktis dan sistematis dalam
menghadapi suatu persoalan di lapangan yang sebenarnya.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kerja praktek ini
adalah sebagai berikut:
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

1. Bagi Perguruan Tinggi


Sebagai tambahan referensi khususnya mengenai perkembangan teknologi
pembangkitan energi listrik dengan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan
dan industri di Indonesia yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang
memerlukan serta

mampu menghasilkan sarjana-sarjana yang handal dan

memiliki pengalaman di bidangnya dan dapat membina kerja sama yang baik
antara lingkungan akademis dengan lingkungan kerja.
2. Bagi perusahaan
Hasil analisa dan penelitian yang dilakukan selama kerja praktek dapat menjadi
bahan masukan bagi perusahaan untuk menentukan kebijakasanaan perusahaan di
masa yang akan datang.
3. Bagi mahasiswa
Mahasiswa dapat mengetahui secara lebih mendalam gambaran tentang kondisi
nyata dunia kerja sehingga nantinya diharapkan mampu menerapkan ilmu yang
telah didapat dalam aktivitas industri.
I.3 Waktu dan tempat pelaksanaan
Berdasarkan Kalender akademik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar
Semester Genap tahun ajaran 2015/2016, maka kerja praktek ini diusulkan akan
dilaksanakan mulai tanggal 13 April 2016 hingga 30 Mei 2016.
Adapun tempat Kerja Praktek dilaksanakan di :
Nama Instansi/Perusahaan

: PT. PLN (PERSERO) AREA PENGATUR


DISTRIBUSI MAKASSAR

Alamat Perusahaan

: Jl. Serui No.5A, Pattunuang, Wajo, Kota


Makassar, Sulawesi Selatan

I.4 Sistematika Penulisan Laporan


Sistematika penulisan laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

BAB I

PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang penguraian secara singkat latar belakang, tujuan
dan manfaat, waktu dan tempat pelaksanaan, dan sistematika penulisan.

BAB II

TINJAUAN UMUM
Pada bab ini akan dijelaskan tentang gambaran umum perusahaan.

BAB III PEMBAHASAN


Pada bab ini membahas tentang kegiatan operasional harian dari APD
PLN Makassar.
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari pembahasan
permasalahan.

BAB II
TINJAUAN UMUM
II. 1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT. PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Makassar dibangun untuk
merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi serta membuat laporan atas
kegiatan operasi pengaturan jaringan distribusi di daerah kerjanya secara efisien
dengan mutu dan keandalannya yang baik untuk mencapai kinerja unit.
Mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelayanan
pelanggan, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit dan jaringan distribusi
tenaga listrik di wilayah kerjanya secara efisien sesuai tata kelola yang baik
berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan pendapatan perusahaan
yang didukung dengan pelayanan, mutu dan keandalan pasokan yang memenuhi
kebutuhan pelanggan, serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan untuk
asuhan di bawahnya. PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra & Sulbar memiliki
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

daerah kerja yang mencakup 3 wilayah propinsi yaitu Sulawesi Selatan, Tenggara
dan Barat.
APD (Area Pengatur Distribusi) Makassar adalah unit tugas PT. PLN (Persero)
Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang bertugas untuk mengatur
jaringan distribusi wilayah Makassar dan sekitarnya. APD (Area Pengatur
Distribusi) Makassar ini didirikan berdasarkan keputusan General Manager PT
PLN (Persero) Unit Bisnis Sulawesi Selatan & Tenggara nomor: 1231.K / 021 /
GM / 2001, tanggal 26 Nopember 2001.
Adapun beberapa yang melatar-belakangi pendirian APD ini adalah:
Kondisi di mana dirasakan perlunya koordinasi antara pusat pembangkit,
transmisi dan distribusi agar didapat efisiensi system tanpa mengabaikan mutu
keandalan.
Kebutuhan beban yang senantiasa berubah, sehingga diperlukan pemantauan
secara real time.
Perlu adanya pemantauan kondisi jaringan listrik agar diperoleh keamanan dan
keandalan distribusi.
Perlunya usaha untuk menjaga kontinuitas, mempercepat lokalisir titik gangguan
dan pemulihan system distribusi.
Luasnya daerah pelayanan distribusi, dengan lokasi LBS yang pada waktu
tertentu sulit dijangkau, serta lokasi LBS yang berjauhan dari kantor unit
pelayanan.
Dari sini dapat dilihat bahwa APD Makassar ini dibangun dengan tugas pokok
sebagai pelaksana tugas operatif yang mengatur pendistribusian tenaga listrik
secara terpadu. Dan dari situ dapat dijabarkan, fungsi APD Makassar ialah
meliputi :
1. Perencanaan dan pengendalian operasi sarana pendistribusian tenaga listrik
secara terpadu untuk mengoptimalkan operasi jaringan distribusi 20 kV.
2. Pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan pemeliharaan sarana pengolahan data
dan informasi pendistribusian tenaga listrik.
II. 2 Daerah Pengaturan yang Dilayani
Seperti telah disebutkan pada bagian sebelumnya, bahwa terdapat gardu Induk
yang berada dalam lingkup pengaturan APD Makassar dimana wilayah kerjanya
terbagi atas dua bagian yaitu wilayah utara dan wilayah selatan. Ini berarti daerah
pengaturan yang dilayani ialah seluruh daerah yang jaringan tegangan
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

menengahnya disuplai dari GI-GI tersebut. Adapun Gardu Induk yang dimaksud
ialah:
Wilayah Utara
Gardu Induk Bakaru
Gardu Induk Barru
Gardu Induk Bone
Gardu Induk Bulukumba
Gardu Induk Jeneponto
Gardu Induk Majene
Gardu Induk Makale
Gardu Induk Mamuju
Gardu Induk Palopo
Gardu Induk Pare
Gardu Induk Pinrang
Gardu Induk Polmas
Gardu Induk Sengkang
Gardu Induk Sidrap
Gardu Induk Sinjai
Gardu Induk Soppeng
Gardu Induk Tallasa

Wilayah Selatan
* Gardu Induk Bontoala
* GIS Bontoala
* Gardu Induk Borongloe
* Gardu Induk Daya
* Gardu Induk Kima
* Gardu Induk Mandai
* Gardu Induk Maros
* Gardu Induk Panakukkang
* Gardu Induk Pangkep
* Gardu Induk Sungguminasa
* Gardu Induk Tallasa
* Gardu Induk Tallo Lama
* Gardu Induk Tello 30
* Gardu Induk Tello 150
* Gardu Induk Tanjung Bunga

II. 3 Sarana Penunjang Pengoperasian


Dalam melaksanakan tugasnya mengendalikan distribsi tegangan menengah di
Makassar, Pelaksana Operasi (Dispatcher) harus mengetahui atau memperoleh
informasi setiap saat mengenai kondisi system. Maka di ruang Dispatcher
dilengkapi dengan system SCADA dan Telekomunikasi.
1. Sistem SCADA

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

MASTER STATION

MEDIA
TRANSMISI

GI, GH, LBS

TELEKOMUNIKAS

Gambar : 2.1 Sistem SCADA APD


I Makassar
SCADA (Supervisory Control And Data Aquitition) mentpakan suatu sistem
pengontrolan sistem tenaga listrik dengan suatu Control Center. Fungsi-fungsi
utama dari system ini ialah :
1. Akuisisi data yang merupakan proses penerimaan data dari peralatan
dilapangan.
2. Konversi data, yang merupakan proses konversi data-data dari lapangan
ke dalam format standar.
3. Pemrosesan data, yang menganalisa data yang diterima untuk
dilaporkan kepada operator.
4. Supervisory control, yang memungkinkan operator untuk melakukan
pengendalian pada peralatan-peralatan di lapangan.
5. Tagging, yang memungkinkan operator untuk meletakkan informasi
tertentu pada peralatan tertentu, sebagai alat bertukar informasi sesama
operator.
6. Pemrosesan alarm don event, yang menginformasikan kepada operator
apabila ada perubahan di dalam system.
7. Post mortem review, yang membantu menentukan akibat pada system
jika ada gangguan besar pada jaringan.

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

Dengan teknologi berbasis SCADA operator dari suatu Control Center dapat
membaca situasi kelistrikan jaringan distribusi di lapangan, don dengan ditunjang
peralatan server dapat menyimpan laporan kondisi tersebut ke dalam bentuk datadata. Peralatan ini juga sangat berguna bila terjadi gangguan di lapangan, karena
dapat dengan segera melakukan tindakan-tindakan preventif untuk melokalisir
daerah gangguan dengan tujuan memperkecil daerah pemadaman, don
mempersingkat waktu pemadaman. Fungsi ini tersedia karena adanya kemampuan
remote SCADA dengan menggunakan sarana komunikasi dan RTU sebagai
interface untuk mengeksekusi perintah remote.
Dari fungsi-fungsi sistem SCADA yang disebutkan diatas, dapat diketahui
bahwa system SCADA memberikan tiga kemampuan penting bagi APD Makassar,
yakni:
1. Telemetering
Telemetering adalah kemampuan APD untuk mengetahui besaran- besaran
dari daya aktif dan reaktif, arus, tegangan dan frekuensi yang ada di setiap
GI dan penyulang. Sehingga data-data real time dari parameter-parameter
tersebut dapat diketahui hanya dart ruang kontrol APD.
2. Telesignal
Telesignaling adalah fasilitas di mana APD terus mendapatkan laporan
kondisi dari seluruh PMT dan LBS, atau dapat juga berupa alarm.
3. TeleControl
Seperti telah disinggung sebelumnya, komponen utama dart sistem
SCADA ini terletak pada server, jaringan komunikasi, Master Station /
Komputer, dan RTU.
a. Server
Server biasanya berjalan dengan menggunakan Personal Computer yang
mempunyai tampilan grafis, tugasnya adalah mengendalikan dan bertanggung
jawab atas semua hubungan masukan dan keluaran, seperti dalam hal membuat
window-window di layar tampilan, teks-teks, grafik-grafik dan mengendalikan
perangkat-perangkat masukan seperti mouse ataupun keyboard jika ada.
b. Master Station / Komputer
Sistem pengendalian tenaga listrik dengan SCADA pada APD Makassar
dilengkapi dengan sebuah interface ke komputer, yang memungkinkan para
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

Dispatcher memanfaatkan data-data real time, dan memantau serta mengendalikan


keadaan system di lapangan. Adapun master station yang digunakan di APD
Makassar ini adalah dengan spesifikasi sebagai berikut:

Merk : Alpha Server Compaq

Type : DS 20 E

RAM : 2 GB

Processor
: 500 MHz

Memori
: 4 x 9 GB SCSI

Operating system
: LAN 4 UNIX

Software
: TRU64 UNIX ver.4.OF, Habitat, EMS

Protocol
: IEC 870 - 5 101

Jumlah : 2 Unit
c. RTU (Remote Terminal Unit)
Remote terminal unit atau yang biasa disingkat RTU adalah suatu komponen
dari suatu sistem pengendalian tenaga listrik, merupakan perangkat elektronik
yang dapat diklasifikasikan sebagai perangkat pintar. Biasanya RTU ini
ditempatkan di gardu-gardu induk maupun pusat-pusat pembangkit sebagai
peralatan yang diperlukan oleh Control Center untuk mengawasi kondisi jaringan
lewat data-data yang terkirim. Selain itu, RTU memberikan kemampuan pada
Control Center untuk melakukan remote control, teleindikasi, dan telemetering.
Jadi RTU ini dapat dikatakan sebagai alat Control Center untuk melihat, dan juga
sebagai tangan untuk melakukan beberapa perintah eksekusi. Spesifikasi RTU
yang digunakan untuk keperluan pengendalian tersebut adalah :

Merk : RTUS 900 Alstom


Speed Channel : 600 baud.

2. Telekomunikasi
Telekomunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan operasi
pengaturan di APD Makassar. Sebab segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang
Dispatcher, selain harus mengkonfirmasikan dengan pihak terkait di lapangan,
juga harus senantiasa berkomunikasi dengan AP2B Makassar dan OPDIS Cabang
Makassar sebelum atau sesudah melakukan tindakan khusus yang berkaitan
dengan sistem di wilayah kerjanya. Adapun telekomunikasi yang digunakan di
APD Makassar ialah :
1.
PLC (Power Line Carrier)
2.
Pilot Cable
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

3.
4.

Radio
Fiber optic

Namun, dari ketiga system telekomunikasi yang ada tersebut, yang paling sering
digunakan ialah komunikasi radio.

BAB III
PEMBAHASAN
III.1 Mekanismme Kerja Pengaturan Distribusi
Secara garis besar, ada tiga kondisi yang harus dihadapi dalam pelaksanaan
pengaturan distribusi tenaga listrik, yakni Kondisi Normal, Kondisi Abnormal /
Gangguan, dan Kondisi Pemulihan.
1. Kondisi Normal
Kondisi normal adalah suatu keadaan operasional dimana pembangkitan dapat
memenuhi semua kebutuhan beban, keandalan dan keamanan penyaluran daya
dapat dipenu hi dan konfigurasi sistem yang menyatakan posisi keluar / masuknya
PMT, PMS atau peralatan

lainnya

yang

berhubungan dengan sistem

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

ketenagalistrikan, beroperasi sesuai dengan konfigurasi seperti yang telah


ditetapkan dan dalam keadaan normal.
Dalam kondisi seperti ini, berarti di setiap gardu induk akan memiliki
konfigurasi seperti yang telah ditetapkan, dan setiap penyulang akan diset pada
tegangan menengah 20 - 20,5 kV.
Adapun konfigurasi untuk tiap-tiap gardu induk yang dibawahi APD Makassar
untuk kondisi normal ialah masing-masing sebagai berikut:
1.
Gardu Induk Bontoala
Trafo menyuplai beban di penyulang Matoangin, Andalas, Ahmad Yani,
2.

JBD, Pelamonia, Polda, Akademis, Mesjid Raya, Bawakaraeng.


Gardu Induk-Borongloe
Trafo menyuplai beban di penyulang Rindam, Mawang, Kampili,

3.

Palangga.
Gardu Induk Daya
Trafo menyuplai beban di penyulang Badoka, Paccerakkang, KIMA,

4.

Kapasa, EFFEM, Lapangan Golf


Gardu Induk Mandai
Trafo menyuplai beban di penyulang AURI, Bandara, Palisi, Maros,

5.

Bandara Baru dan penyulang Ujung Pandang.


Gardu Induk Panakkukang
Trafo menyuplai beban di penyulang Todopuli, Alaudin, Adiyaksa, AP2B,

6.

Ikip, Latanete, Perumnas, Boulevard, Veteran, Kakatua, Pabaeng-baeng


Gardu Induk Pangkep
Trafo menyuplai beban di penyulang Gunung Mas, Pangkep, Segeri,

7.

Siloro, Minasa Tene


Gardu Induk Sungguminasa
Trafo menyuplai beban di penyulang GMTDC, GHSM, Barombong,

8.

Takalar, RRI, Parambanua


Gardu Induk Tallasa (Takalar)
Trafo menyuplai beban di penyulang Jeneponto, Lengkese, Paleko, Pabrik

9.

Gula, Galesong
Gardu Induk Tallo Lama
Trafo menyuplai beban di penyulang Rantemario, Barawaja, Caraka,

10.

Teuku Umar, Sunu, Paotere, Indofood, Pelindo, TOL


Gardu Induk Tello
Trafo menyuplai beban di penyulang Tamalanrea, Racing Center, Bukit

11.

Baruga, Kodam, Paropo, Unhas, Kassi, PAM


Gardu Induk Tanjung Bunga
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

12.
13.

Trafo menyuplai beban di penyulang Hartaco, GTC, Gontang, Akkarena


Gardu Induk Maros
Trafo menyuplai beban di penyulang Lempangan, Tambua, Bosowa
Gardu Induk Bili-Bili
Trafo menyuplai beban di penyulang Lanna, Pakatto

2. Kondisi Abnormal/Gangguan
Kondisi abnormal adalah suatu keadaan operasional dimana keandalan dan
keamanan penyaluran daya tidak dapat dipenuhi diakibatkan berubahnya
konfigurasi system yang menyatakan posisi keluar/rnasuknya PMT, PMS atau
peralatan lainnya yang berhubungan dengan sistem ketenagalistrikan, sehingga
tidak beroperasi sesuai dengan konfigurasi seperti yang telah ditetapkan. Untuk
kondisi gangguan itu sendiri dibedakan lagi menjadi gangguan pembangkit,
gangguan transmisi, gangguan trafo GI, dan gangguan penyulang. Untuk masingmasing gangguan tersebut, maka yang harus dilakukan oleh seorang Dispatcher
ialah sebagai berikut:
a. Gangguan Penyulang
1. Bila penyulang Trip, periksa relay yang bekerja.
2. Tunggu Recloser bekerja (20 detik).
3. Bila yang Trip adalah penyulang dengan kabel tanah (JBD, Kakatua)
dan menimbulkan shock yang keras, jangan dicoba sebelum penyebab
gangguan diperiksa dan diisolir.
4. Bila masuk kembali dengan aman, catat jam trip/close, beban Ampere,
beritahukan piket OPDIS Makassar.
5. Bila gagal, lepas LBS remote terdekat ntuk memotong Penyulang.
6. Masukkan PMT Penyulang secara remote control.
7. Bila berhasil, tambah beban penyulang dengan memasukkan LBS
remote control.
8. Bila gagal, beritahu OPDIS Makassar untuk memeriksa jaringannya,
dan

lakukan

manuver

untuk

mengurangi

pemadaman

bila

memungkinkan (lihat single line).


9. Bila sudah aman (gagguan teratasi), masukkan kembali PMT.
10. Catat jam Trip, Close, dan penyebab gangguan.
b. Gangguan Trafo pada Gardu Induk
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

1. Bila terjadi ganggaun di trafo GI, lepas PMT incoming trafo sisi 20 kV.
2. Beritahu operator GI bahwa sisi 20 kV sudah lepas.
3. Sementara operator GI melakukan pemeriksaan, lepas sehuuh PMT
penyulang.
4. Bila operator GI menyatakan trafo permanen, beritahukan operator GI
agar melepas PMS incoming trafo sisi 20 kV.
5. Lakukan manuver sesuai dengan SOP manuver gangguan GI.
6. Masukkan beban penyulang menurut urutan prioritas.
7. Bila dalam point 4, trafo yang lepas hanya gangguan temporer (trafo
aman), mints operator GI agar meng-energize trafo.
8. Masukkan PMT incoming trafo sisi 20 KV.
9. Masukkan PMT penyulang memuut urutan prioritas.
10. Catat jam Trip, Close.
11. Kirim informasi gangguan ke pihak terkait melalui SMS Manager
12. Setelah normal, kirim melalui fax data penyulang yang lepas serfs
energi tak tersalur ke pihak AP2B dan OPDIS Cabang Makassar.
c. Gangguan Transmisi
1. Bila terjadi gangguan transmisi, kemungkinan pemadaman lebih sering,
terutama bila terjadi gangguan pads jalur utama.
2. Lepas semua PMT penyulang pada GI-GI yang padam.
3. Bila gangguan permanen diperkirakan lama tapi hanya menyangkut satu
jurusan transmisi

/ GI raja, lakukan manuver menurut SOP manuver

gangguan gardu induk.


4. Bila ganggauan telah teratasi (system normal kembali), dengan
memperhatikan frekuensi system, normalkan system menurut urutan
prioritas.
5. Catat jam TriplClose, serfs KWH yang hilang.
6. Kirim informasi gangguan ke pihak terkait melalui SMS Manager.
7. Setelah normal, kirim melalui fax data penyulang yang lepas serfs
energi tak tersalur ke pihak AP2B dan OPDIS Cabang Makassar.
d. Gangguan Pembangkit
1. Gangguan pembangkit akan menyebabkan relay UFR bekerja dan
melepaskan beban secara otomatis mulai dari penyulang-penyulang
prioritas terendah.
2. Beritahu OPDIS Cabang Makassar
3. Kirim SMS dengan menggunakan SMS Manager ke pihak terkait.
4. Monitor ketersediaan daya / frekuensi system.
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

5. Bila gangguan telah teratasi / ketersediaan daya bertambah, masukkan


PMT penyulang-penyulang yang lepas menurut urutan prioritas.
6. Dalam melakukan point 5, lakukan koordinasi dengan AP2B.
7. Catat jam Trip/ Close.
8. Setelah normal, kirim melalui fax data penyulang yang lepas serta
energi tak tersalur ke pihak AP2B dan OPDIS Cabang Makassar.
Bila yang terjadi adalah salah satu dari tiga jenis gangguan yang pertama, maka
merupakan tugas dan tanggung jawab pihak Area Pengatur Distribusi Makassar
untuk melakukan manuver beban guna menghindari pemadaman yang terlalu bias
dan terlalu lama. Karenanya, dengan cepat Dispatcher harus mengambil tindakan
dengan melakukan manuver terhadap beban-beban yang mungkin, namun tentu
saja harus tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.
Adapun sebelum melakukan manuver, maka beberapa hal yang harus
diperhatikan oleh seorang Dispatcher ialah :
1. Memeriksa apakah sebelum dimanuver, kedua penyulang bisa diparalel
untuk menghindari pemadaman sesaat.
2. Memastikan titik Manuver (LBS, RC, ABS manual, MC), bisa berfungsi
dengan baik. Disini harus tetap mengutamakan keselamatan personil,
sistem dan lingkungan.
3. Menghitung dengan cermat besar beban yang akan dimanuver. Beban
dihitung berdasarkan Arus (Ampere), bukan Daya (MW).
4. Perhatikan batas maksimum (setting, kapasitas, bottle neck) dari
penyulang, Bus

Couple, Trafo, dan Trafo IBT yang akan menerima

pengalihan beban. Untuk keamanan, hares dicadangkan minimal 10


dibawah batas maksimal, agar tidak sampai Over Load.
5. Bila manuver terencana, manuver dilakukan pada scat jeda waktu yang
tepat (jam

05.00 - 06.30 WITA, atau jam 16.30 - 17.30 WITA), dan

hindari manuver saat beban puncak, jam kerja, atau saat ada momen
penting sedang berlangsung.
6. Berkomunikasi terhadap unit terkait dengan jelas, ringkas, tegas/pasti,
namun tetap menjaga etika kesetaraan.
Pada poin yang pertama, dikatakan bahwa sebelum melakukan manuver maka
harus dilihat apakah kedua penyulang tersebut dapat diparalel atau tidak.
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

Maksudnya ialah apakah kedua penyulang tersebut bisa langsung diparalelkan


tanpa melakukan pemadaman terlebih dahulu.
3. Kondisi Pemulihan
Kondisi ulihan yakni keadaan operasional iuituk mengembalikan konfigurasi
system kembali seperti keadaan normal pasca terjadinya gangguan. Kondisi
pemulihan disini misalnya ialah pemasukan kembali beban yang sempat dilepas
saat terjadinya gangguan, atau mengembalikan sebuah penyulang yang tadinya
dimanuver bebannya ke konfigurasi awal. Jadi, pada dasarnya kondisi pemulihan
ini ialah mengembalikan system ke keadaan operasional normal, sehingga dapat
memulihkan keamanan dan keandalan system setelah terjadinya suatu keadaan
abnormal
III.2 Operasional Harian
Adapun kegiatan operasional harian dari PT. PLN Area Pengatur Distribusi
(APD) Makassar Wilayah Sulseltrabar secara umum ialah sebagai berikut :
1) Mengatur konfigurasi JTM dalam kondisi normal maupun gangguan.
2) Mengatur pembebanan trafo distribusi di Gardu Induk.
3) Mengatur distribusi beban penyulang 20 kV.
4) Menjaga profil tegangan JTM sebesar 20-20.5 kV.
5) Menjaga profil frekuensi pada 50 Hz.
6) Mengumpulkan informasi / data yang berhubungan dengan operasi
sistem, untuk bahan analisa dan perencanaan selanjutnya.
7) Menyampaikan informasi real time tentang kondisi sistem, khususnya
JTM di wilayah Makassar dan sekitarnya.
8) Melaksanakan pemeliharaan dan rencana pengembangan JTM.
9) Mengendalikan mutu dan keandalan sistem.
Selain itu, APD Makassar juga bekerja untuk mengumpulkan dan mempelajari
data perkembangan sistem serta membuat laporan berkala mengenai sistem
distribusi tenaga listrik di wilayah Makassar dan sekitarnya, dalam hal ini laporan
harian tentang data beban penyulang, laporan gangguan, dan laporan tentang daya
tak tersalur pada saat terjadi pemadaman.

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

BAB IV
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
1. Area Pengatur Distribusi Makassar yang merupakan salah satu unit
kerja dari PT. PLN (Persero)

Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi

Tenggara bertugas untuk menunjang koordinasi antara pembangkitan daya


terhadap pemakaian beban pada sisi pelanggan sehingga diperoleh nilai
efisiensi sistem yang baik.
2. Wilayah kerja dari APD Makassar ialah sistem distribusi listrik tegangan
menengah di wilayah Makassar dan sekitarnya, yang meliputi 10 Gardu
Induk yang tersebar di Makassar dan sekitarnya.
3. Dalam operasionalnya, APD Makassar ditunjang oleh Sistem SCADA
(Supervisory Control And Data Aquitition), yakni system pengontrolan
system tenaga listrik dari sebuah Control Centre sehingga mampu
melakukan telemetering, tele control dan tele signaling dengan peralatan
yang ada di lapangan.
4. Keuntungan penggunaan SCADA pada system distribusi diantaranya
a. Mendapat informasi real-time / up to date dari kondisi system
b. Mengurangi kunjungan ke site untuk eksekusi dan monitoring
c. Mempermudah manuver jaringan
d. Memperpendek waktu Outages / menurunkan SAIDI
e. Permanent Record of Historical Data
f. Automated reporting dengan on-line data transfer
g. Distribution management: Load Management / Loss Minimalisation
h. Meminimalkan kWh tak tersalur akibat gangguan.
5. Selain operasional mengatur konfigurasi JTM wilayah Makassar dalam
kondisi normal maupun gangguan, APD Makassar juga mengumpulkan
Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek
i

PT. PLN (Persero)


Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar

informasi / data real time yang berhubungan dengan operasi system, untuk
bahan analisa dan perencanaan yang diperlukan PT. PLN (Persero).
6. Segala tindakan yang diambil oleh seorang Dispatcher APD haruslah
mengacu pada Standard
ditetapkan,

dan

dalam

Operation Procedure (SOP) yang telah


mengambil

suatu

keputusan

hares

tetap

berkoordinasi dengan pihak yang terkait, dalam hal ini Gardu Induk, AP2B
Makassar dan OPDIS Cabang Makassar.
7. Kinerja yang baik dari pihak APD Makassar akan sangat menentukan
tingkat keandalan dari

system distribusi di Makassar, terutama

menghadapi krisis energi di masa yang akan datang.


IV.2 Saran
1. Selain dispatcher, juga diperlukan seorang operator khusus untuk
menangani maintenance master station dan server yang standby 24 jam
guna mengantisipasi kemungkinan masalah dalam system SCADA. Atau
setidaknya seorang dispatcher juga diberi penguasaan tentang operating
system ataupun perangkat lunak SCADA.
2. Standard Operation Procedure (SOP) yang dibuat dalam bentuk buku
dan dijadikan pedoman dalam melakukan manuver beban, perlu direvisi
dan disesuaikan dengan kondisi system yang ada sekarang.
3. Security system untuk master station perlu ditingkatkan, yang
memungkinkan master station dapat memilih untuk hanya melaksanakan
perintah eksekusi dari dispatcher yang bertugas pada saat itu, dan tidak
dari operator lain.
4. Sesekali perlu diadakan perawatan berkala terhadap perangkat keras
master

station

(CPU

maupun

perangkat

keras

lain),

untuk

mempertahankan kinerjanya agar tetap baik.


5. Mengingat jaringan distribusi tegangan menengah di wilayah Makassar
yang semakin meluas, pengembangan perlu terus dilakukan, termasuk
penambahan jumlah LBS-remote di JTM perlu segera direalisasikan untuk
kemudahan pelaksanaan tugas dan APD Makassar.

Universitas Hasanuddin | Laporan Kerja Praktek


i

Anda mungkin juga menyukai