Anda di halaman 1dari 42

FARMAKOTERAPI

HIPERLIPIDEMIA DAN OBESITAS

Disusun Oleh
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Annisa Mayangsari 260110130144


Yudisia Ausi
260110130146
Moses Prasetio 260110130147
Theresia Ratnadevi 260110130148
Henny Aryani
260110130149
Avani Chairunnisa
260110130150

Pengertian

Kasus

Patofisiologi

Obesitas dan
Hiperlipidemi
a

Manifestasi
Klinis

Hasil Terapi

Terapi

Diagnosa

HIPERLIPIDEMIA
Hiperlipidemia adalah peningkatan salah
satu atau lebih kolesterol, kolesterol ester,
fosfolipid atau trigliserid.

Hiperlipidemia
Primer

Hiperlipidemia
Sekunder

OBESITAS
Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai
suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang
tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa
sehingga dapat mengganggu kesehatan

PATOFISIOLOGI HIPERLIPIDEMIA
Makanan
rendah lemak

Kolesterol
disintesis dibawa
LDL ke hati

Produksi dan
konsentrasi
LDL
meningkat
dalam plasma

Meningkatnya
kolesterol intaselular
sebagai akibat dari
katabolisme LDL
menghambat aktivitas
3-hydroxy-3methylglutaryl
koenzim A (HMG-CoA)
reduktase

Katabolisme
(Interaksi pada
Reseptor Permukaan
sel yang ditemukan
di hati, adrenal, dan
periferal

Jumlah enzim
yang berperan
dalam
biosintesis
kolesterol
intraselular
menurun

Degradasi LDL

Kolesterol
intraselular
meningkat,
sintesis
reseptor LDL
menurun

Mengkonsumsi
kolesterol dan
asam lemak jenuh
yang tinggi

Terbatasnya
pengambilan
kolesterol
dalam plasma

Aktivitas
reseptor LDL
berkurang

Terjadi percepatan
aktivitas acylcoenzyme A :
cholesterol acyltransferase
(ACAT) yang dapat
memfasilatasi
penyimpanan kolesterol
dalam sel

PATOFISIOLOGI OBESITAS
Apabila asupan energi melebihi
dari yang dibutuhkan, maka
jaringan adiposa meningkat
disertai dengan peningkatan
kadar leptin dalam peredaran
darah.

Leptin merangsang anorexigenic


center di hipotalamus agar
menurunkan produksi Neuro
Peptida Y (NPY) sehingga terjadi
penurunan nafsu makan

Bila kebutuhan energi lebih


besar dari asupan energi, maka
jaringan adiposa berkurang dan
terjadi rangsangan pada
orexigenic center di hipotalamus

Peningkatan nafsu makan.

Resistensi leptin

Tingginya kadar leptin tidak


menyebabkan penurunan nafsu
makan

MANIFESTASI KLINIS

MANIFES
-TASI
KLINIS
HIPERLIPIDEMIA

Sebagian besar pasien tidak merasakan gejala hiperlipidemia


selama beberapa tahun hingga penyakit tersebut sudah terbukti
secara klinis.
Pasien dengan sindrom metabolik mempunyai tiga atau lebih
tanda berikut ini:

tekanan darah tinggi,


atherogenic dyslipidemia,
resistensi insulin dengan atau tanpa intoleransi glukosa dan
perut membesar.

Berikut ini merupakan


hiperlipidemia:

nyeri abdominal,
nyeri dada,
palpitasi,
nafas pendek,
berkeringat,
cemas,
kehilangan kesadaran,
kulit berbicara / bergerak

tanda

dan

gejala

pada

pasien

Bentuk wajah tidak proporsional, Wajah bulat dengan pipi tembem,


hidung dan mulut terlihat kecil, serta dagu rangkap (double chin).

MANIFES
-TASI
KLINIS
OBESITA
S

Leher relatif pendek

Dada membusung dengan payudara membesar.

Pada anak laki-laki : Burried penis (Penis


kecil,

oleh

karena

sebagian

organ

pada

anak

laki-laki

terlihat

tersebut tersembunyi dalam

jaringan lemak pubis)

Periode menstruasi yang tidak normal pada wanita

Perut membuncit (pendulous abdomen)

Pubertas dinigenu valgum (tungkai berbentuk X) dengan kedua pangkal


paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan yang dapat
menyebabkan laserasi kulit

Terjadi gangguan pernafasan dan sesak nafas

DIAGNOSA

Pemeriksaan

Kisaran yg ideal

laboratorium

(mg/dL darah)

Kolesterol total
Kilomikron

Diagnosa

hiperlipidemia

berdasarkan pada peningkatan

120-200

kadar trigliserida dalam darah.

Negatif (setelah
berpuasa selama

Dilakukan pemeriksaan darah

VLDL

12 jam)
1-30

untuk

LDL

60-160

kolesterol

HDL

35-65

mengukur kadar kolesterol LDL,

Perbandingan

< 3,5

LDL dengan HDL


Trigliserida

10-160

mengukur
total.

kadar
Untuk

HDL dan trigliserida, sebaiknya


penderita

berpuasa

minimal selama 12 jam

dulu

DIAGNOS
A
HIPERLIPIDEMIA

Untuk menentukan obesitas diperlukan kriteria berdasarkan


pengukuran antropometri, pada umumnya digunakan:
Pengukuran berat badan (BB) dan hasilnya dibandingkan
dengan standar.
Ket: obesitas bila BB > 120% BB standar, sedangkan disebut overweight bila
BB antara 110-120%

Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengukuran IMT yaitu berat badan


dibagi tinggi badan kwadrat (dalam kilogram per meter
persegi).
Ket: obesitas bila BB/TB2 Kategori IMT berdasarkan umur dan jenis kelamin >
persentile ke 95 atau > 120%. Dikatakan overweight jika IMT persentile 85

DIAGNOS
A
OBESITAS

TERAPI FARMAKOLOGI

TERAPI
FARMAKOLOGI
ANTI
HIPERLIPIDEMIA

1. Simvastatin
. Merupakan senyawa yang diisolasi dari jamur Penicillium citrinum
. Memiliki struktur yang mirip dengan HMG-CoA reduktase
. Bekerja

dengan

cara

menghambat

HMG-CoA

reduktase

secara

kompetitif pada proses sintesis kolesterol di hati. Simvastatin akan


menghambat HMG-CoA reduktase mengubah asetil-CoA menjadi asam
mevalonat.
(Witztum, 1996).
. Menginduksi suatu peningkatan reseptor LDL dengan afinitas tinggi.
Efek tersebut meningkatkan kecepatan ekstraksi LDL oleh hati,
sehingga mengurangi simpanan LDL plasma
(Katzung, 2002)

TERAPI
FARMAKOLOGI
ANTI
HIPERLIPIDEMIA

2. Ezetimibe
Merupakan obat

yang bekerja pada usus halus dengan cara

menghambat secara selektif mekanisme transport pada sel epitel


usus halus. Karena jumlah kolesterol yang masuk melalui usus halus
turun, maka hati meningkatkan asupan kolesterolnya dari sirkulasi
darah, sehingga kadar kolesterol serum akan turun.
Sebagai terapi tunggal, efek utama ezetimib adalah menurunkan
kadar kolesterol LDL sampai 18%, dengan sedikit efek pada
trigliserida dan HDL.
Jika dikombinasi denga statin, bisa menghasilkan penurunan kadar
LDL serum 20% lagi dibanding statin saja; disertai penurunan kadar
trigliserida (~9%), dan peningkatan kolesterol HDL (~3%).
Ezetimib 10 mg/hari digunakan untuk hiperkolesterolemia primer.
(Canon, et al.,2005)

3. Cholestyramine

TERAPI
FARMATERAPI
FARMAKOLOGI
KOLOGI
ANTI
HIPERLIPIDEMIA

Mekanisme kerjanya ada dua :


a. meningkatkan

bersihan

(klirens)

kolesterol

dan

menurunkan

resirkulasi asam empedu. Mulamula obat ini mengikat asam


empedu pada usus halus sehingga mencegah resirkulasinya ke
dalam sistem entrohepatik. Dengan demikian ekskresi asam
empedu meningkat hingga 10 kali lipat, dan karena asam empedu
berkurang, hati berespon meningkatkan produksi asam empedu
dengan cara menecah kolesterol.
b. Reseptor LDL juga meningkat untuk mengikat kolesterol, sehingga
kadar kolesterol yang ada dalam sirkulasi darah makin menurun.
Sekuestran asam empedu menurunkan kolesterol LDL 1530%,
dan meningkatkan HDL sampai 5%.
(Gotta, 2001)

TERAPI
FARMATERAPI
FARMAKOLOGI
KOLOGI
ANTI
HIPERLIPIDEMIA

4. Niacin
Merupakan obat antihiperlipidemia golongan asam nikotinik.
Golongan ini bekerja menghambat penglepasan asam lemak
bebas dari jaringan adipos, menurunkan jumlah yang tersedia
untuk pembentukan trigliserida, very lowdensitylipoprotein
(VLDL) dan LDL pada hati. Dengan demikian trigliserida dan LDL
plasma berkurang, dan HDL meningkat.
(Taylor, el al.,2004)

1. Orlistat
. Orlistat merupakan obat antiobesitas yang merupakan turunan

TERAPI
TERAPI
FARMAFARMAKOLOGI
KOLOGI
ANTI
OBESITA
S

dari lovastatin.
. Orlistat tidak diserap oleh saluran pencernaan dan mengikat
lipase usus untuk mencegah sekitar 30% dari penyerapan lemak
dari makanan.
(Finer,et al.,2000)
. Efek samping yang dimiliki yaitu efek gastrointestinal seperti
steatorea. Kasus ini dapat terjadi jika makanan tinggi lemak (>
20 g lemak) yang dikonsumsi.
(Haupman,et al.,2000)
. Terapi dengan menggunakan orlistat ini efektif pada lansia
(Haupman,et al.,2000)

2. Sibutramine
Sibutramine merupakan obat antiobesitas yang bekerja secara
terpusat, sebagai penghambat reuptake monoamine, menghambat

TERAPI
FARMAKOLOGI
ANTI
OBESITA
S

reuptake

serotonin

dan

nonadrenalin

yang

mengacu

pada

meningkatnya kejenuhan.
(Lean,2001)
Obat ini bekerja dengan cara menghambatreuptake norepinefrin,
serotonin, dan dopamin di sistem saraf pusat; dengan inhibisi yang
terjadi padareuptake norepinefrin dan serotonin 3 kali lebih besar
dibandingkan pada dopamin.
Dua

molekul

metabolit

aktif

sibutramin

(M1dan

M2)

juga

merupakan inhibitorreuptakenorepinefrin dan serotonin.


(EFF Health Care,1997)

3. Lorcaserine
Lorcaserin merupakan obat antidiabetes yang biasa digunakan

TERAPI
FARMAKOLOGI
ANTI
OBESITA
S

sebagai tambahan untuk diet rendah kalori dan olahraga untuk


manajemen berat badan jangka panjang
( FDA,2012)
Lorcaserin

akan

menurunkan

konsumsi

makanan

dan

mempromosikan kenyang dengan selektif mengaktifkan reseptor


5-HT2C

pada

neuron

proopiomelanocortin

anorexigenic

di

hipotalamus.
(Smith,et al.,2010)
4. Liraglutide
Liraglutide adalah glukagon like peptide-1 (GLP-1) analog. GLP-1
adalah regulator fisiologis asupan nafsu makan dan kalori yang
berada di otak.
(FDA,2012)

TERAPI NON FARMAKOLOGI

Terapi non-farmakologi yang memungkinkan adalah modifikasi gaya


hidup yaitu untuk memilih gaya hidup yang kondusif untuk menjaga
banyaknya penurunan berat badan dengan menyeimbangkan dengan
diet gizi sehat.

Modifikasi gaya hidup disertai dengan


Penyertaan rencana diet. Diet dapat berupa mengurangi
asupan karbohidrat dengan cara mengganti makanan utama dari
karbohidrat seperti nasi.
Olah

raga.

Kegemukan

ketidakseimbangan

antara

merupakan
asupan

proses

makanan

dari
dengan

pengeluaran makanan. Maka penurunan berat badan melalui


olahraga sangat penting.
Pembedahan
permukaaan

dapat

mengurangi

absorpsi

dari

volume

saluran

dari

perut

pencernaan

menghasilkan interfensi yang efektif untuk obesitas.

atau
yang

TERAPI
NON
FARMAKOLOGI

Terapi non-farmakologi hiperlipidemia dan obesitas didasarkan


pada prinsip-prinsip berikut:
Merupakan

diet

yang

wajar

yang

dianjurkan

pada

masyarakat umum.
Menurunkan secara progresif jumlah kolesterol dari diet.
Memfasilitasi penurunan berat badan dengan makanan
berkalori tinggi.
Keahlian dalam pemilihan bahan makanan dan kebiasaan
dalam belanja bahan makanan juga menentukan
keberhasilan diet.
(Marti A., 2004)

TERAPI
NON
FARMAKOLOGI

HASIL TERAPI

Hasil yang diinginkan dari terapi hiperlipidemia dan obesitas adalah penurunan
kadar kolesterol, trigliserida, LDL-kolesterol serta peningkatan HDLkolesterol (Pekkanen, 1987).
Penurunan kadar kolesterol total sebesar 20% akan menurunkan resiko koroner
sebesar 10% (Davey, 2005).
Karena kadar lemak yang abnormal dalam sirkulasi darah (terutama kolesterol) bisa
menyebabkan risiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit arteri koroner atau
penyakit arteri karotis meningkat pada seseorang yang memiliki kadar kolesterol
total yang tinggi (LIPI, 2009)
Target terapi kolesterol LDL bagi pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi
adalah 70 mg/dL atau penurunan 50% dari konsentrasi awal. Bagi pasien dengan
risiko tinggi, target terapinya adalah 100 mg/dL atau penurunan 30% dari
konsentrasi awal. Target terapi kolesterol LDL bagi pasien berisiko menengah
adalah 115 mg/Dl (Reiner, 2011).

KASUS DAN SOLUSI OBESITAS DAN


HIPERLIPIDEMIA PADA PASIEN
GERIATRI
Judul kasus:
Farmakoterapi Jangka Panjang untuk
Obesitas pada Pasien Geriatri
Evaluasi Retrospektif Rekam Medis dari
Klinik Spesialis Obesitas Rawat Jalan

Latar Belakang
Obesitas dan hiperlipidemia merupakan penyakit kronis yang serius.
Prevalensi meningkat pada pasien geriatri.
Di Brazil, obat-obat anti-obesitas digunakan untuk meningkatkan
penurunan berat badan.
Sibutramin, Orlistat, Amfepramone (Dietilpropion) telah dievaluasi
secara klinis penggunaannya selama lebih dari 2 tahun pada orang
dewasa untuk mempelajari keamanan dan efikasi.

Kasus dan Solusi


Obat-obat anti-obesitas belum diketahui efikasi dan
keamanannya pada pasien geriatri, baik obat digunakan
secara sendiri ataupun dengan kombinasi.
Solusi: dilakukan percobaan kepada pasien geriatri yang
menderita obesitas selama 2 tahun dengan metode
tertentu

Tujuan Percobaan
Mendeskripsikan

hasil

farmakoterapi

pada pasien geriatri yang menderita


obesitas dalam jangka panjang.

Metode

Pengamatan dilakukan di pelayanan kesehatan khusus obesitas di Brazil.

Evaluasi retrospektif rekap medis pasien klinik khusus terapi obesitas.

Pasien yang termasuk dalam pengamatan:

pasien yang setidaknya melakukan konsultasi sebanyak 1 kali antara Januari Desember 2007
usia 60 tahun pada awal terapi
melakukan penindak-lanjutan 6 bulan.

Hasil percobaan dicatat (dilakukan setelah 6, 12, 18, dan 24 bulan, dan saat kunjungan
terakhir):

diagnosis yang dilaporkan


Usia
berat badan awal
Tinggi
BMI
Obat yang diresepkan: dosis, durasi pemakaian, efek samping, alasan penghentian penggunaan obat.

Catatan
Catatan

Pemberian obat dilakukan dengan dosis rendah terlebih dahulu kemudian dievaluasi respon dan
efek samping yang ditimbulkan pada konsultasi berikutnya jika:
Terjadi pengurangan berat badan tanpa atau dengan beberapa efek samping, pengobatan dilanjutkan.
Tidak terdapat respon, dosis ditingkatkan atau obat diganti.
Respon awalnya menunjukkan kenaikan berat badan, dosis ditingkatkan hingga berat badan kembali
turun, dan dosis selanjutnya dijaga.
Jika pasien berhenti memberikan respon terhadap obat, setelah penyesuaian dosis dan setelah
ditelusuri penyebab kegagalan, obat diberhentikan atau diganti atau dikombinasikan dengan obat lain.

Tidak ada batas waktu dalam pengobatan, obat dilanjutkan jika meningkatkan penurunan berat
badan atau mencegah kenaikan berat badan, atau diberhentikan bila terjadi efek samping
mayor atau kehilangan respon dari pasien.

Hasil
Percobaan
Hasil Percobaan

Pasien yang termasuk dalam percobaan: 44 orang wanita (86%), dan 7 pria (14%) dengan umur rata-rata
65,2 tahun, berat badan 95 kg, BMI 38,5 kg/m2.

Waktu penindaklanjutan rata-rata 39,3 bulan

Rata-rata penurunan berat badan 6,65 kg (p<0,01).

6 bulan pertama, rata-rata penurunan berat badan 5,7 kg (p<0,0001).

Penurunan berat badan lebih sedikit terjadi pada bulan ke 6 dan ke 12, dengan perubahan yang tidak
signifikan secara statistika.

Obat yang diresepkan: Sibutramin, Orlistat, Fluoksetin, Setralin, Topiramat, Fenproporeks, Mazindol, dan
Amfepramon dengan atau tanpa kombinasi, bersamaan atau berurutan.

Terjadi penghentian penggunaan obat: respon kurang (n=13), kehilangan respon (terjadi toleransi) [n=11],
kurang kepatuhan pasien (n=14), dan terjadi efek samping (n=14).

Hasil Percobaan

Penurunan
Berat
Badan
Penurunan Berat Badan

Tingkat
PenggunaanObat
Obat
Tingkat Penggunaan

Hasil
Pengobatan
Hasil Pengobatan

penghentian penggunaan obat karena efek samping rendah, terlepas


dari fakta bahwa obat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Tidak ada pasien yang mengalami penghentian penggunaan obat


karena terjadi peningkatan tekanan darah.

Terdapat 4 pasien yang mengalami penghentian pengobatan karena


mengalami insomnia (3 menggunakan obat simpatomimetik, dan 1
menggunakan sibutramin).

Selama percobaan tidak ada pasien yang membutuhkan obat


hipnotik.

Kombinasi
Obat
Efektif
Kombinasi Obat Efektif
Percobaan

menunjukkan

hasil

pengobatan yang efektif pada pasien


yang

diberikan

kombinasi

Topiramat dan Orlistat.

SSRIs,

Kesimpulan
Kesimpulan
Kesimpulan:

farmakoterapi

jangka

panjang untuk pasien obesitas geriatri


dapat

dikatakan

efektif

ditoleransi dengan baik

dan

dapat

DAFTAR PUSTAKA

Darmansjah, Iwan, Prof. 1994.Jurnal Ilmiah : Polifarmasi pada Usia Lanjut.

Davey, Patrick. 2006. At a Glance Medicine. Jakarta: Erlangga

Cannon CP, Braunwald E, McCabe CH, Rader DJ, Rouleau JL, Belder R, et al. Intensive versus moderate lipid
lowering with statins after acute coronary syndromes. New England Journal

Gotto AM, editor. Contemporery diagnosis and management of lipid disorders. Pennsylvania, USA: Handbooks
in Healthcare Compnay;2001

Katzung, B.G., Masters, S.B., Trevor, A.J. 2009. Basic & Clinical Pharmacology, 11th Ed. New York: McGraw-Hill

James WP, Astrup A, Finer N, et al. Effect of sibutramine on weight maintenance after weight loss: a
randomised trial. STORM Study Group. Sibutramine Trial of Obesity Reduction and
Maintenance.Lancet2000;356:211925.

Lean, M.J.2001.How Does Sibutramine Work?. International Journal of Obesity & Related Metabolic
Disorders . Dec2001 Supplement, Vol. 25, pS8. 1p.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 2009. Kolesterol Tinggi. Tersedia di:
http://www.bit.lipi.go.id/pangan-kesehatan/documents/artikel_kolesterol/kolesterol_tinggi.pdf [diakses pada
27 Februari 2016] .

Haupman, et all.2000. Orlistat in the Long-term Treatment of Obesity in Primary Care Settings. Arch Fam
Med.2000;9:160-167

Horie, et al. 2010. Long-Term Pharmacotherapy for Obesity in Elderly Patients: A Retrospective Evaluation of
Medical Records from a Specialized Obesity Outpatient Clinic. Drug Aging 2010; 27 (6): 497 506.

N Finer, WPT James , PG Kopelman , MEJ Lean and G Williams.2000. One-year treatment of obesity: a randomized, doubleblind, placebo-controlled, multicentre study of orlistat, a gastrointestinal lipase inhibitor.International Journal of Obesity
(2000) 24, 306313

NHS Centre for Reviews and Dissemination. University of York. Prevention and treatment of obesity.Eff Health
Care1997;3:112.

Pekkanen, J. 1987. Reduction of premature mortality by high physical activity. Lancet 1: 1473-1477

Reiner Z, Catapano AL, De Backer G, Graham I, Taskinen MR, Wiklund O, Agewall S, Alegria E, Chapman MJ, Durrington P,
Erdine S, Halcox J, Hobbs R, JKjekshus J, Filardi PP, Riccardi G, Storey RF, Wood D. 2011. The Task Force for the
management of dyslipidaemias of the European Society of Cardiology (ESC) and the European Atherosclerosis Society
(EAS). Eur Heart J 2011;32:1769-818.

Smith SR, Weissman NJ, Anderson CM, Sanchez M, Chuang E, Stubbe S, et al. Multicenter, placebo-controlled trial of
lorcaserin for weight management.N Engl J Med. 2010 Jul 15. 363(3):245-56

Taylor AJ, Sullenberger LE, Lee HJ, Lee JK, Grace KA. Arterial Biology for the Investigation of the Treatment Effects of
Reducing Cholesterol (ARBITER) 2: a doubleblind, placebocontrolled study of extended release niacin on atherosclerosis
progression in secondary prevention patients treated with statins. Circulation 2004;110:35127.

US Food and Drug Administration. FDA approves Belviq to treat some overweight or obese adults. June 27, 2012. Available
athttp://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm309993.htm. Accessed: February 26,2016

Witztum, J.L. (1996). Drugs Used in tha Treatment of Hyperlipoproteinemias. In: Molinoff, P.B., and Ruddon, R.W. (editor).
Goodman & Gilmans The Pharmacological Basic Of Therapeutics. Ninth Edition. New York : McGraw Hill, Inc. Page 887