Anda di halaman 1dari 1

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Emergensi adalah serangkaian usaha pertama yang dapat dilakukan pada

kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian.


Pengelolaan pasien yang terluka parah memerlukaan penilaian yang cepat dan
pengelolaan yang tepat untuk menghindari kematian.1,2
Anestesi adalah cabang ilmu kedokteran yang mendasari berbagai
tindakan yang meliputi pemberian anestesia ataupun analgesia penjagaan
keselamatan penderita yang mengalami pembedahan atau tindakan lainnya,
bantuan resusitasi dan pengobatan intensive pasien yang gawat serta pemberian
terapi inhalasi dan penanggulangan nyeri menahun.3
Obat-obatan emergensi atau gawat darurat adalah obat-obat yang
digunakan untuk mengatasi situasi gawat darurat atau untuk resusitasi / life
support.2 Pengetahuan mengenai obat-obatan ini penting sekali untuk mengatasi
situasi gawat darurat yang mengancam nyawa dengan cepat dan tepat.
Obat-obat emergensi atau obat-obat yang dipakai pada gawat darurat
adalah sulfas atrofin, efedrin, ranitidin, ketorolak, metoklorpamid, aminofilin,
asam traneksamat, adrenalin, kalmethason, furosemid, lidokain, gentamisin,
oxitosin, methergin, serta adrenalin.
Adapun obat emergensi yang akan dibahas dalam referat ini adalah sulfas
atrofin.