Anda di halaman 1dari 5

Distrib

usi
Barang
dan
Perizin
an
Usaha
Kelompok 3:
Yanti Mirabel (1450300101)
Mely Fitriani (1450300100)
Rosalia Chandra (1450300066)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan YME


yang telah memberikan rahmatdan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan dengan baik
makalah atau tugas ini.Ada pun tujuan dari penulisan
makalah atau tugas ini adalah sebagai materi
pembahasan matakuliah Pengantar Hukum Bisnis
mengenai Distribusi Barang dan Perizinan
Usaha.Dengan melaksanakan makalah atau tugas ini,
mahasiswa mendapat
serangkaian pemahaman yang berkenaan dengan pemb
ayaran, penyerahan barang, pengangkutan dan pengiri
man serta perizinan di bidang kegiatan usaha.Akhir
kata kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telahmembantu, semoga Tuhan YME
berkenan membalas segala kebaikan semua pihak,
amin, dansemoga makalah atau tugas ini membawa
manfaat bagi pengembangan ilmu.

Jakarta,7 Mei 2016


Tim Penulis

DAFTAR ISI
Judul .................................................................................................. 1
Kata Pengantar ................................................................................ 2
Daftar Isi .........................................................................................
3
Distribusi Barang dan Perizinan Usaha ..................................... 4
I. Pembayaran,Penyerahan Barang.................................
II. Pengangkutan dan Pengiriman.....................................
III. Perizinan dibidang kegiatan usaha.............................
Daftar Pustaka ...............................................................................

DISTRIBUSI BARANG DAN PERIZINAN USAHA


I . Pembayaran,Penyerahan Barang
a. Peyerahan Barang
Dalam konteks umum:
Secara hukum, penyerahan dapat diartikan sebagai suatu perbuatan
hukumyang memindahkan hak milik. Syarat agar
suatu penyerahan dikatakan sah berdasarkan pasal 584 KUH Perdata
harus memenuhi 2 syarat, yaitu:
1.Penyerahan harus didasarkan atas sesuatu peristiwa
perdata (rechtstilel) untuk memindahkan hak milik. Dengan kata lain
penyerahan harus mempunyai sebab atau causa yang sah. Pada
umumnya sebab dari penyerahan ialah perjanjian jual- beli. Tetapi
sebab atau peristiwa itu bisa juga perjanjian hibah, perjanjian
tukarmenukar, suatu hibah wasiat atau suatu perbuatan
melawan hukum (pasal1365)
2.Penyerahan harus dilakukan oleh orang yg berhak berbuat bebas
terhadap benda.
Dalam konteks jual-beli:
KUH Perdata mengatur mengenai penyerahan barang pada beberapa
pasal didalam Bab Jual-Beli. Dalam pasal 1475 KUH Perdata
Penyerahan mendefinisikan penyerahan sebagai pemindahan barang
yang telah dijual ke dalam kekuasaan dan hakmilik si pembeli.
Penyerahan juga merupakan kewajiban utama penjual kepada pembeli
(Pasal 1474). Dalam pasal 1457 KUH Perdata disebutkan bahwa jualbeli adalah
suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya
untuk menyerahkan suatu kebendaan,dan pihak yang satu lain untuk
membayar harga yang telah dijanjikan. Jadi penyerahan merupakan
komponen dalam proses jual-beli meskipun sebagaimana dinyatakan
dalam pasal berikutnya yaitu pasal 1458, bahwa
meskipun belum ada peenyerahan barang, jual-beli itu sendiri sudah d
ianggap terjadi apabila penjual dan pembeli telah mencapai kesepakat

an tentang barang tersebut beserta harganya meskipun barang itu


belum diserahkan dan harganya belum dibayar.