Anda di halaman 1dari 11

kali adalah dari penampilannya.

Senyuman, hal kecil tapi dampaknya sangat besar terhadap penampilan secara
memegang peranan penting dalam mempengaruhi indahnya suatu senyuman, yaitu gigi.
n gigi putih cemerlang adalah idaman semua orang. Dengan gigi yang sehat dan putih membuat si pemilik gigi
diri. Perubahan warna gigi dapat menimbulkan persoalan estetika yang dapat memberikan dampak psikologi
ada gigi anterior (depan). Tuntutan estetika inilah yang sering membuat seseorang melakukan perawatan pada

terjadi seiring dengan bertambahnya umur, karena dentin (lapisan keras yang melindungi saraf gigi) dapat
ekunder dan dentin reparatik, sehingga menghasilkan perubahan warna pada gigi.
sifat ekstrinsik (dari luar) dan intrinsik (dari dalam).

ari luar tubuh yang terjadi pada permukaan email gigi.


kanan, minuman, ataupun nikotin dan tar yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan stain yang gelap
er gigi di bagian permukaan dalam, yang terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang.

au perubahan warna yang terjadi semasa pembentukkan struktur gigi. Disebabkan oleh faktor dari dalam
darah gigi). Contohnya adalah warna gigi yang keabu-abuan pada gigi yang terkena antibitotik tetrasiklin yang
Hal ini paling rentan terjadi pada saat trimester kedua dalam kandungan hingga anak berusia 8 tahun.
kanak saat masa pembentukkan email dapat menyebabkan terjadinya gangguan mineralisasi gigi, sehingga
gigi (dental fluorosis).
pulpa terjadi karena luka trauma (injury traumatic) pada gigi yang menyebabkan putusnya pembuluh darah pada
olisis akan melepaskan hemoglobin dan darah terdifusi ke dalam tubuli dentin (rongga gigi). Zat besi dalam
fide yang diproduksi oleh bakteri, dan membentuk iron sulfide. Zat ini adalah pigmen yang berwarna sangat
emerahan.
gisian saluran akar dan juga bahan tambalan yang sering menyebabkan perubahan warna.

n gigi putih dan sehat secara alami. Beberapa tips sederhana berikut ini dapat dilakukan untuk mendapatkan gigi

t gigi minimal 2 kali sehari


ut, pilih ujung sikat yg sedekat mungkin dengan gigi geraham ujung (mengecil di ujung sikat)
ng tepat. Yaitu sehabis makan, 30 menit sesudah makan, menunggu keasaman mulut kembali normal, dan

ntuk mencegah terjadinya karies (gigi berlubang) dan penumpukan karang gigi. Karang gigi dapat pula
ah satunya sering menyebabkan gusi berdarah.
peran memutihkan gig secara alami, seperti apel, strawberry, wortel, seledri, brokoli, bayam, daun selada yang
noda pada gigi.
sedap dipandang. Bila perawatan rutin dan alamiah dirasa kurang, ada cara lain memutihkan kembali gigi, yaitu

indakan untuk menghilangkan pewarnaan pada gigi secara kimiawi dengan menggunakan bahan oksidator atau

mia, yang paling sering digunakan adalah peroksida (karbamid peroksida dan hydrogen peroksida). Karbamid
si, mulai dari 3% hingga 15%. Dari hasil beberapa penelitian diketahui bahwa yang paling aman sekaligus

uksi, dimana peroksida bertindak sebagai agen peng-oksidasi (oksidator). Karbamid peroksida akan terurai
ogen peroksida inilah yang akan menghasilkan radikal bebas, yang akan bereaksi dengan molekul organik dalam
ul organik yang berukuran besar dan berpigmentasi tinggi akan menjadi molekul berukuran lebih kecil dan lebih
it merefleksikan cahaya. Hasil akhirnya gigi tampak lebih putih.

dilakukan dengan dua cara, yaitu :


n-vital (bleaching intra corona)
dahulu harus dilakukan perawatan saluran akar (endodontik). Bahan bleaching yang umumnya digunakan
35%) dan sodium perborat. Dokter gigi akan memasukkan bahan bleaching ini ke dalam mahkota gigi, ditutup
s kembali setelah 3 sampai 7 hari.

ital

di rumah di sebut sebagai at home bleaching. Teknik at home bleaching yang banyak dilakukan adalah dengan
etak untuk mendapatkan tray yang sesuai dengan rahanganya. Warna gigi pasien sebelum dilakukan perawatan
ikasi dapat dibandingkan.
ching hanya terfokus mengenai gigi saja, dan tidak mengenai jaringan lunak (gusi dan sekitarnya).
asi, tergantung petunjuk pabrik pembuatnya. Biasanya aplikasinya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu

eaching juga dapat dilakukan dengan menggunakan kuas dan biasa disebut paint-on bleaching. Namun biasanya
dah, jadi hasilnya juga kurang memuaskan.

ahan hidrogen peroksida 35 %, dan dapat dilakukan dengan bantuan penyinaran atau dengan bantuan laser.
jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida yang digunakan di rumah (at-home bleaching) namun harus
nsi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.
ksi reduksi oksidasi dapat lebih cepat terjadi. Prosedur perawatan menjadi relatif singkat, yaitu rata-rata 1-2 jam
memuaskan.

lah perawatan bleaching adalah sensitivitas gigi dan iritasi pada jaringan lunak seperti gusi. Hidrogen peroksida
ail dan dentin, dan menyebabkan rasa ngilu. Oleh karena itu dianjurkan untuk dilakukan aplikasi fluor paska
ngilu.
ya tidak dilakukan
h dan syaraf masih sangat besar, yaitu pada usia muda. Oleh karena itu bleaching tidak disarankan untuk anak-

perti pada keadaan fluorosis yang berat atau pada kasus hipoplasia email dan amelogenesis imperfekta.
au restorasi, terutama pada daerah gigi depan
eroksida.
g dalam menentukan boleh atau tidaknya bleaching dilakukan. Keadaan rongga mulut perlu diperiksa terlebih
gigi) dan karies.

han maka akan mencapai titik saturasi. Bila titik ini terlampaui, maka yang terjadi bukannya gigi bertambah

manjur untuk semua kasus. Tidak semua perubahan warna pada gigi dapat diperbaiki dengan prosedur bleaching.
n warnanya bisa lebih terang tapi garis khas yang terlihat di permukaan gigi yang berubah warna akibat antibiotik
n fluorosis berat juga tidak dapat diperbaiki dengan bleaching. Pada keadaan tersebut dokter gigi seharusnya
a dengan hasil perawatan, dan memberi alternatif perawatan lain seperti pembuatan mahkota tiruan atau dengan

sementara. Gigi mungkin kembali kuning, meski lamanya ketahanan efek dari perawatan ini masih
penjagaan kebersihan mulut sangat mempengaruhi efek jangka panjang dari perawatan bleaching. Setelah
embali dilakukan.
Pantangan Setelah Bleaching (Pemutihan Gigi)

Membuat gigi selalu terlihat putih dan sehat adalah dambaan setiap orang, dengan kemajuan teknologi
dalam perkembangan teknologi dunia sistem atau cara untuk membuat gigi menjadi putih bukanlah hal
yang sulit untuk masa sekarang. Semua orang pasti tahu tentang bleaching gigi atau proses pemutihan
gigi. Proses pemutihan gigi atau bleaching dapat dilakukan sendiri di rumah dengan memberikan obat
pemutih gigi yang berkadar rendah, sedangkan proses pemutihan gigi atau bleaching gigi yang ditangani
langsung oleh dokter gigi di dalam klinik yaitu dengan menggunakan obat pemutih gigi yang berkadar
sangat tinggi dan memerlukan penyinaran. Namun obat pemutih gigi yang berkadar tinggi tidak boleh
digunakan sendiri oleh pasien di rumah, Karena dapat menyebabkan gusi dan gigi menjadi terasa sangat
ngilu.

Kebanyakan orang mengira bahwa hanya dengan melakukan proses bleaching gigi atau pemutihan gigi
setelah itu gigi akan tetap menjadi putih, padahal ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah
melakukan proses pemutihan gigi terutama tentang menjaga makanan dan minuman yang boleh ataupun
tidak boleh dikonsumsi setelah proses pemutihan gigi selama 7 hari. Dan untuk menjaga warna gigi agar
tetap putih, setelah 7 hari itu pun harus dipertahankan untuk tidak mengkonsumsi makanan dan
minuman yang dilarang dikonsumsi setelah proses pemutihan gigi.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan setelah melakukan proses pemutihan gigi atau bleaching gigi,
agar proses yang telah dijalani tersebut tidak sia-sia yaitu :
1.
Rutin memakai obat pemutih gigi yang dianjurkan oleh dokter gigi untuk pemakaian khusus di
rumah (berbentuk gel)
2.
Rutin memakai bleaching tray (lapisan seperti plastic yang bentuknya mirip dengan gigi asli dan
sesuai dengan ukuran gigi masing-masing pasien)

3.

Gel pemutih gigi yang berkadar rendah dipakai terutama pada saat malam hari menjelang tidur
sampai terbangun pada pagi hari, dengan syarat setelah gosok gigi malam dan tidak mengkonsumsi
makanan atau minuman lagi kecuali air mineral
4.
Selama 7 hari setelah melakukan proses pemutihan gigi, sangat dilarang untuk mengkonsumsi
makanan dan minuman yang berwarna-warni, seperti :

Minum kopi

Mengkonsumsi kopi setelah memutihkan gigi adalah salah satu hal yang sangat tidak boleh dilakukan,
karena meminum kopi dapat menyebabkan warna gigi menjadi kuning bahkan lambat laun akan berubah
menjadi berwarna kehitaman pada gigi. Contohnya saja pada orang tua atau kakek nenek zaman dahulu
yang sering sekali minum kopi, giginya akan terlihat lebih kuning bahkan menghitam dibandingkan
dengan orang yang jarang sekali bahkan tidak pernah meminum kopi.

Merokok

Merokok setelah melakukan proses pemutihan gigi adalah hal yang sangat tidak dianjurkan bahkan
dilarang. Karena di dalam rokok terdapat zat-zat yang dapat menyebabkan gigi menjadi rusak, bukan
hanya pada warna gigi tetapi juga kesehatan gigi itu sendiri yang menjadi sangat rusak.

Meminum alkohol atau anggur merah atau anggur putih

Meminum minuman yang beralkohol juga tidak diperbolehkan oleh para dokter gigi untuk pasien yang
telah melakukan proses pemutihan gigi, karena akan menyebabkan warna gigi menjadi kembali
menguning bahkan dapat membahayakan kesehatan gigi dan gusi.

Minum minuman bersoda

Seperti halnya meminum minuman beralkohol, meminum minuman yang bersoda terutama soda yang
berwarna-warni juga dapat merusak warna putih gigi setelah dibleaching.

Memakan makanan yang berwarna-warni

Ciri khas dari masakan Indonesia adalah makanan yang berkuah yang berwarna-warni dan yang
mengandung rempah-rempah yang sangat terasa. Contohnya saja seperti rawon dan soto. Namun, perlu
kita ketahui bahwa mengkonsumsi makanan yang berwarna-warni seperti rawon dan soto dapat
menyebabkan gigi menjadi kuning. Oleh karena itu, pada umumnya dokter gigi akan menyarankan pada
pasiennya setelah melakukan proses pemutihan gigi untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut agar
giginya tidak menguning kembali warnanya.

Memakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai

ng, sangat banyak dihasilkan makanan olahan yang terbuat dari kacang kedelai. Namun ternyata warna hitam
cap asin dan kecap manis dapat menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap