Anda di halaman 1dari 5

A Reader In

Planning
Theory
Mariyatul Qibtiyah

Contents
Chapter I
What Is Planning
Theory?

Chapter II
The Idea Of
Planning
Chapter III

Towards
Comprehensive
Planning

Chapter IV
Bureaucrats,
Advocates, Innovators

Chapter V
Positive Theories Of
Planning

Perbedaan Theory of Planning dan


Theory in Planning

Theory of Planning :
menjelaskan prinsip-prinsip, prosedur dan langkah-langkah normatif yang
seharusnya/sebaiknya dijalankan dalam proses perencanaan untuk menghasilkan outputs
dan outcomes yang efektif.
Theory in Planning :
merupakan teori substantif dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan bidang
perencanaan.Teori atau substansi apa yang perlu diketahui oleh perencana untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini perencana mencari konsep dan metode
yang tepat atau semacam formula untuk menemukan solusi-solusi.

Rangkuman Buku A Reader In


Planning Theory (Andreas Faludi)
Planning adalah sebuah penerapan dari metode ilmiah, tetapi mentah dalam pembuatan kebijakan
(policy making), maksudnya adalah planning ini digunakan untuk mengantisipasi kaitannya dengan validitas
kebijakan di masa sekarang dan masa depan, namun tanpa mengambil alih peran politik yang bermain di
dalamnya.
Validitas adalah komponen pada proses pembuatan keputusan. Di dalamnya meliputi advisers
(penasehat) dan decision maker (pembuat kebijakan).
Perencanaan komprehensif yang tradisional tidak berjalan secara efektif karena kurangnya relevansi dan
pengarahan terhadap para decision-maker yang berkaitan langsung dengan implikasi rencana jangka panjang.
Peran politik dan pasar menjadi sangat penting dan perlu untuk diperhatikan. Decision-maker membutuhkan
informasi yang dimana planning dianggap mampu menyediakan; atau dengan kata lain planning dianggap
sebagai pelumas dalam market atau pasar.
Dengan membuat perencanaan komprehensif sangat berarti dalam panduan yang ditawarkan kepada pembuat
keputusan agar hasilnya lebih aktual.
Blueprint planning adalah sebuah bentuk perencanaan yang menemukan setiap detail dari sebuah
permasalahan, dan kemudian hanya diproses berdasarkan implementasi dari rencana.
Teori perencanaan normatif dan teori perencanaan positif memiliki relevansi, seperti memberikan sanksi
apabila perencanaan yang sudah dirancanakan gagal atau tidak bisa diraih.

Rangkuman Buku A Reader In


Planning Theory (Andreas Faludi)
Mixed scanning merupakan hal penting yang terjadi di dalam teori perencanaan pada masa
lalu, dan planners maupun planning theorist harus mampu mencurahkan perhatiannya tidak hanya
pada konsepnya, namun juga keseluruhan kerangkanya.
Planners harus menjadi sebuah alat untuk kekuasaan, dan planning adalah kegiatan yang bermoral,
yang merefleksikan sebuah pandangan berdasarkan apa yang sudah dilakukan secara konsisten di
beberapa tahun sebelumnya.
Orientasi dari perencanaan positif adalah terhadap ketelitian dari konsep dan perhitungan. Namun
bertujuan melebihi dari hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Kelebihan dari perencanaan positif adalah mampu menemukan perencanaan lain yang
lebih baik namun tidak terlalu berpengaruh secara besar terhadap perencanaan yang sudah diteliti
sebelumnya.
Pertanyaan dari perencanaan positif adalah apakah masih relevan terhadap permasalahan
dimasa yang akan datang dengan berdasarkan temuan-temuan yang sudah diperoleh sebelumnya.