Anda di halaman 1dari 5

BAB I

DEFINISI

A. LATAR BELAKANG
Dalam setiap diri seorang perawat harus memiliki didiplin profesi yang tinggi dalam
melakukan asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan dan menerapkan etika profesi dalam
praktiknya,seperti yang diamanatkan Permenkes no 49 tahun 2013.profesionalisme tenaga
perawatan dapat ditinggkatkan dengan melakukan pembinaan dan penegaandisiplin profesi
serta menguatkan nilai-nilai etik dalam kehidupan profesi.
Nilai etik sangat diperlukan bagi tenaga keperawatan sebagai landasan dalam
memberikan pelayanan yang tepat aman dan terpercaya. Beberapa factor mempengaruhi
timbulnya masalah etik antara lain tingginya beban kerja tenaga keperawatan,,ketidakjelasan
kewenangan klinis,menghadapi keadaan pasien gawat/kritis dengan kompetensi yang rendah
serta pelayanan yang sudah berorientasi pada bisnis.
Berdasarkan hal tersebut,penegaan disiplin profesi dan pembinaan etika profesi perlu
dilakukan secara terencana,terarah dan dengan semangat yang tinggi sehingga pelayanan
keperawatan dan kebidanan yang diberikan benar-benar menjamin pasien akan aman dan
memberikan kepuasan.
B. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Memberikan pelayanan keperawatan yang professional yang tepat,aman,dan
dapat memberikan kepuasan.
2. TUJUAN KHUSUS
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan.
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan.
c. Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan masalah
etik dalam kehidupan profesi dan pelayanan asuhan keperawatan dan
kebidanan.

C. DEFINISI

1. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian


integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan

ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun
sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

2. Asuhan keperawatan adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan
baik secara langsung atau tidak langsung diberikan kepada sistem klien di sarana dan
tatanan kesehatan lainnya, dengan menggunakan pendekatan ilmiah keperawatan
berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan.

3. Komite keperawatan adalah perangkat rumah sakit untuk menerapkan tata kelola
klinis (clinical governance) agar staf keperawatan di rumah sakit terjaga
profesionalismenya

melalui

mekanisme

kredensial, penjagaan mutu

profesi

keperawatan, dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi keperawatan.

4. Staf keperawatan adalah perawat dan bidan di rumah sakit.


5. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,
rawat jalan, dan gawat darurat.

6. Peraturan internal nursing by laws adalah aturan dasar yang mengatur tata cara
penyelenggaraan rumah sakit meliputi peraturan internal korporasi dan peraturan
internal staf keperawatan.

7. Sub Komite Etik dan disiplin keperawatan adalah organisasi / kelompok kerja
dibawah komite medis terdiri atas ketua wakil ketua dan anggota, yang dipilih dari
anggota kelompok staf medis yang berperan melakukan pembinaan terhadap para
professional medis dalam hal etika profesi dan disiplin profes

8. Nilai etik sangat diperlukan bagi tenaga keperawatan sebagai landasan dalam
memberikan pelayanan yang manusiawi berpusat pada pasien.

Prinsip caring

merupakan inti pelayanan yang diberikan oleh tenaga keperawatan. Pelanggaran


terhadap standar pelayanan, disiplin profesi keperawatan dan kebidanan hampir selalu
dimulai dari pelanggaran nilai moral-etik yang akhirnya akan merugikan pasien dan
masyarakat.

BAB II
RUANG LINGKUP
2

A. KEBIJAKAN
1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Undang-undang No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.
4. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
5.

Keputusan Menteri Kesehatan No. 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar


Profesi Bidan.

6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Ijin


dan Penyelenggaraan Praktek Perawat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Kesehatan No. 17 tahun 2013.
7.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang


Registrasi Tenaga Kesehatan.

8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2013 Tentang


Komite Keperawatan Rumah Sakit.

B. UNIT TERKAIT
1. Unit Pengembangan Keperawatan
2. Unit Personalia dan Umum

BAB III
TATA LAKSANA

Tata Laksana (mekanisme kerja) Sub Komite Etik Keperawatan


1. Melakukan prosedur penegakan disiplin profesi dengan tahapan:

mengidentifikasi sumber laporan kejadian pelanggaran etik dan disiplin di dalam rumah
sakit;

melakukan telaah atas laporan kejadian pelanggaran etik dan disiplin profesi.

2. Membuat keputusan. Pengambilan keputusan pelanggaran etik profesi dilakukan dengan


melibatkan panitia Adhoc.
3. Melakukan tindak lanjut keputusan berupa:

pelanggaran etik direkomendasikan kepada organisasi profesi keperawatan dan


kebidanan di Rumah Sakit melalui Ketua Komite;

pelanggaran disiplin profesi diteruskan kepada direktur medik dan keperawatan/direktur


keperawatan melalui Ketua Komite Keperawatan;

rekomendasi pencabutan Kewenangan Klinis diusulkan kepada Ketua Komite


Keperawatan untuk diteruskan kepada kepala/direktur Rumah Sakit.

4. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan, meliputi:

pembinaan ini dilakukan secara terus menerus melekat dalam pelaksanaan praktik
keperawatan dan kebidanan sehari-hari.

Menyusun program pembinaan, mencakup jadwal, materi/topik dan metode serta


evaluasi.

metode pembinaan dapat berupa diskusi, ceramah, lokakarya, coaching, simposium,


bedside teaching, diskusi refleksi kasus dan lain-lain disesuaikan dengan lingkup
pembinaan dan sumber yang tersedia.

5. Menyusun laporan kegiatan sub komite untuk disampaikan kepada Ketua Komite
Keperawatan.

BAB IV
DOKUMENTASI
4

1.
2.
3.

Dokumentasi berkas perawat disimpan dalam arsip kepegawaian.


Absensi tenaga perawatan
Daftar hadir di setiap kegiatan unit keperawatan