Anda di halaman 1dari 6

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL

DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
KABUPATEN MANGGARAI
KECAMATAN CIBAL BARAT
Nomor
Lampiran
Perihal

: 01/LAP. INDIVIDU/PLD/CIBAR/V/2016
: I (satu) Berkas
: Laporan Individu PLD. Kecamatan Cibal Barat
Bulan Mei Tahun 2016

Kepada Yth.
Kepala BPMPD Provinsi Nusa Tenggara Timur
DiKupang
Dengan Hormat,
Sesuai perihal tersebut diatas maka bersama ini disampaikan kepada
bapak, Laporan Perkembangan kegiatan individu Bulanan Pendamping Lokal
Desa, Desa Golowoi,Waecodi, Timbu dan Bangkaara periode Bulan Mei Tahun
2016, dalam pendampingan Desa dalam wilayah Kecamatan Cibal Barat yang
meliputi Desa Golowoi,Waecodi, Timbu dan Bangkaara sebagai mana terlampir :
Demikian laporan ini, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapan terima
kasih
Hormat Saya
Pendamping Lokal Desa
Heri Anto Darmo
PLD-Desa Golowoi,Waecodi,Timbu dan Bangkaara
Tembusan : Disampaikan dengan hormat kepada :
1. PD Kec. Cibal Barat di Golowoi
2. TA Kab-Kabupaten Manggarai di Ruteng
3. Arsip

LAPORAN INDIVIDU
PENDAMPING LOKAL DESA
TAHUN ANGGARAN 2016
Nama
: Heri Anto Darmo
Posisi
: PLD
Lokasi Tugas : Desa Golowoi,Waecodi,Timbu,Bangkaara

Laporan Bulan: Mei 2016


I. PENDAHULUAN
Implementasi Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang
Desa merupakan salah satu program pemerintah Pusat dan pemerintah
daerah dalam rangka penanggulangan dan pengurangan kemiskinan bagi
masyarakat dengan memberi wewenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan
berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, desa perlu dilindungi
dan diberdayakan menjadi kuat, mampu, mandiri dan demokratis agar
dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan
dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
Di tahun 2015 yang lalu, semua mekanisme pengelolaan dana
diatur oleh desa itu sendiri dengan mengedepankan asas kebersamaan dan
kepentingan masyarakat. Peran Pendamping Desa belum terlalu
nampak.penggunaan serta dilanjutkan dengan pertanggungjawaban, yang
mana sekarang bersamaan dengan audit pengelolaan yang dilakukan oleh
Badan Inspektorat Daerah Kabupaten Manggarai.
Mulai awal tahun 2016 ini, dengan tugas sebagai Pendamping Lokal
Desa diberi wewenang untuk melanjutkan proses perencanaan dan dan
proses LPJ Kades, dimana ada desa yang sudah dilakukan tetapi ada juga
desa yang masih dalam tahap pembuatan serta mefasilitasi proses
perencanaan selanjutnya.
Di Kecamatan Cibal Barat terdiri dari Sepuluh Desa (10 Desa)
Antara lain Desa (Golo Woi, Wae Codi, Timbu, Golo Lanak, Latung, Wae
Renca, Bangka Ara, Compang Cibal, Lenda dan Bere) dan semua desa
berada pada topografi serta ketinggian dengan berada pada topografi
sekitar 500 meter diatas permukaan laut. Dari semua desa ini pada tahun
2015 dan 2016 berturut-turut, mendapat alokasi Dana Desa dengan rincian
sebagai berikut :

Untuk Tahun 2015 :


Sumber Dana
Perimbang
BHPRD
an
17.587.66
375.132.120
0
20.928.16
389.322.562
1

N
o

Nama
Desa

Golo Woi

279.287.320

Wae Codi

289.852.158

Timbu

280.303.911

376.497.581

Bangka
Ara

271.098.862

364.133.578

Dana Desa

8.785.635

Jumlah
Banprov
2.250.00
0
2.250.00
0
2.250.00
0

14.897.59
5
J u m l a h

674.257.100
702.352.881
667.837.127
650.130.035
6.802.698.0
08

Dengan total Rp. 2.694.578.143,- (Dua Milyar, Enam Ratus Sembilan Juta
Lima Ratus Tuju Puluh Delapan Ribu, Seratus Empat Puluh Tiga Rupiah),
dengan dari tahun ke tahun akan terus bertambah besar alokasi setiap
desanya.
Untuk Tahun 2016 :
N
o

Nama
Desa

Dana Desa

Sumber Dana
Perimbanga
BHPRD
n

Banpro
v

Jumlah

1
2
3
4

Golo Woi
Wae Codi
Timbu
Bangka
Ara

J u m l a h

626.500.754
651.189.890
628.876.441

403.598.579
418.865.845
405.067.656

20.016.692
25.160.155
23.466.004

1.050.116.025
1.095.215.890
1.057.410.100

607.365.019

391.765.424

14.923.052

1.014.053.495

91.552.519.
000

58.960.787.
800

2.644.424.
147

153.157.730.
947

Dengan total Rp. 4.216.795.510,- (Empat Milyar,Dua Ratus Enam


Belas Juta,Tujuh Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu,Lima Ratus Sepuluh
Rupiah), dengan dari tahun ke tahun akan terus bertambah besar alokasi
setiap desanya.
Kehadiran Dana Desa ini bagi masyarakat secara umumnya dan di
Kecamatan Cibal Barat khususnya, merupakan suatu hal yang sangat
membantu dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan
kemandirian secara ekonomi dan penataan kelembagaan yang ada di
masyarakat/desa untuk berperan secara aktif dalam perencanaan
partisipatif dan pembangunan desanya. Lebih jauh bagi masyarakat agar
dapat mensejahterakan dan memberikan peluang lapangan kerja bagi
masyarakat yang kesulitan mengakses lapangan pekerjaan sesuai dengan
latar belakang diluncurkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di
Kecamatan Cibal Barat.
A. Gambaran Umum Desa Golowoi
a. Letak Geografis
Desa Golowoi terletak diibu kota kecamatan Cibal Barat Kecamatan,
yakni :
Utara
: Desa Waecodi
Timur
: Desa Timbu
Selatan
: Desa Gololanak
Barat
: Desa Manong,Kec.Rahong Utara
Desa Golowoi dengan posisi pada ketinggian rata-rata 500-750 m di
atas permukaan laut dengan sebagian besar merupakan wilayah
pertanian yang subur. Dengan hasil pertanian adalah, kemiri, pisang,
kopi dan tanaman perdagangan lainnya.
b. Demografi
Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani,
selebihnya adalah pegawai negeri sipil dan swasta.
Dari angkatan kerja yang ada terdapat cukup banyak angkatan kerja
produktif (pemuda) yang keluar wilayah, baik sebagai TKI maupun
menjadi pedagang asongan. Hal ini cukup berpengaruh terhadap
ketersediaan tenaga kerja terutama pada saat kegiatan-kegiatan
seperti pengelolaan Dana Desa sekarang ini.

c. Tata Pemerintahan

Desa Golowoi terdiri atas 4 Dusun defenitif, antara lain :


1. Dusun Golo Woi,
2.
Dusun Golomunta
3.
Dusun Meda
4.
Dusun Golonembung.
Dengan pembagian struktur pemerintahan ini diharapkan pelayanan
terhadap masyarakat semakin efektif dan efisien.
B. Gambaran Umum Desa Waecodi
a. Letak Geografis

Desa Waecodii terletak di antara Beberapa Desa kecamatan Cibal


Barat, yakni :
Utara
: Desa Lenda
Timur
: Desa Timbu,Compang Cibal
Selatan
: Desa Gololanak
Barat
: Desa Waemantang,Kec.Rahong Utara
Desa Waecodi dengan posisi pada ketinggian rata-rata 500-750 m di
atas permukaan laut dengan sebagian besar merupakan wilayah
pertanian yang subur. Dengan hasil pertanian adalah, kemiri, pisang,
kopi dan tanaman perdagangan lainnya.
b. Demografi
Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani,
selebihnya adalah pegawai negeri sipil dan swasta.
Dari angkatan kerja yang ada terdapat cukup banyak angkatan kerja
produktif (pemuda) yang keluar wilayah, baik sebagai TKI maupun
menjadi pedagang asongan. Hal ini cukup berpengaruh terhadap
ketersediaan tenaga kerja terutama pada saat kegiatan-kegiatan
seperti pengelolaan Dana Desa sekarang ini.

c. Tata Pemerintahan
6.
7.
8.

Desa Waecodii terdiri atas 4 Dusun defenitif, antara lain :


5. Dusun Cekok
Dusun Copu
Dusun Cia
Dusun Raci
Dengan pembagian struktur pemerintahan ini diharapkan pelayanan
terhadap masyarakat semakin efektif dan efisien.

C. Gambaran Umum Desa Timbu


a. Letak Geografis
Desa Timbu terletak di antara Beberapa Desa di kecamatan Cibal
Barat, yakni :
Utara
: Desa waerenca,Latung
Timur
: Desa Kentol,Riung Kec. Cibal
Selatan
: Desa Bangkaara
Barat
: Desa Waecodi,Golowoi
Desa Timbu dengan posisi pada ketinggian rata-rata 500-750 m di atas
permukaan laut dengan sebagian besar merupakan wilayah pertanian
yang subur. Dengan hasil pertanian adalah, kemiri, pisang, kopi dan
tanaman perdagangan lainnya.
b. Demografi
Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani,
selebihnya adalah pegawai negeri sipil dan swasta.
Dari angkatan kerja yang ada terdapat cukup banyak angkatan kerja
produktif (pemuda) yang keluar wilayah, baik sebagai TKI maupun
menjadi pedagang asongan. Hal ini cukup berpengaruh terhadap
ketersediaan tenaga kerja terutama pada saat kegiatan-kegiatan
seperti pengelolaan Dana Desa sekarang ini.

c. Tata Pemerintahan

Desa Waecodii terdiri atas 4 Dusun defenitif, antara lain :


9. Dusun Lamba

10.
11.
12.

Dusun Pelas
Dusun Rengket
Dusun Ndoso

D. Gambaran Umum Desa Bangkaara


a. Letak Geografis
Desa Bangkaara terletak di antara Beberapa Desa kecamatan Cibal
Barat, yakni :
Utara
: Desa Timbu
Timur
: Desa Gapong,Kec. Cibal
Selatan
: Desa Compang Cibal
Barat
: Desa Waecodi
Desa Bangkaara dengan posisi pada ketinggian rata-rata 500-750 m di
atas permukaan laut dengan sebagian besar merupakan wilayah
pertanian yang subur. Dengan hasil pertanian adalah, kemiri, pisang,
kopi dan tanaman perdagangan lainnya.
b. Demografi
Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani,
selebihnya adalah pegawai negeri sipil dan swasta.
Dari angkatan kerja yang ada terdapat cukup banyak angkatan kerja
produktif (pemuda) yang keluar wilayah, baik sebagai TKI maupun
menjadi pedagang asongan. Hal ini cukup berpengaruh terhadap
ketersediaan tenaga kerja terutama pada saat kegiatan-kegiatan
seperti pengelolaan Dana Desa sekarang ini.

c. Tata Pemerintahan

Desa Waecodii terdiri atas 3 Dusun defenitif, antara lain :


1. Dusun Munta
2. Dusun Golowoing
3. Dusun Luwu
Dengan pembagian struktur pemerintahan ini diharapkan pelayanan
terhadap masyarakat semakin efektif dan efisien.
B . TUJUAN
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan
kegiatan dan pengelolaan Dana Desa pada masing-masing desa di
Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai dengan :
1. Memberi informasi secara detail tentang pelaksanaan kegiatan dan
pengelolaan Dana Desa di lokasi tugas PLD selama satu bulan berjalan
kepada Satker Propinsi.
2. Menginformasikan hasil kegiatan PLD selama satu bulan berjalan
sebagai bahan untuk mengukur kinerja Pendamping Lokal Desa
3. Menginformasikan
permasalahan
lapangan
dan
tindakan
penanganannya
C. GAMBARAN KEMAJUAN TAHAPAN KEGIATAN
Proses pelaksanaan dan pengelolaan Dana Desa di Kecamatan
Cibal Barat sampai dengan Akhir bulan Mei 2016 ini adalah penuntasan
Pertanggungjawaban akhir pengelolaan kegiatan 2015 serta tahap
penuntasan APBDes tahun 2016.

Untuk Kecamatan Cibal Barat, secara keseluruhan dokumen


perencanaan masih dalam tahap penuntasan APBDes secara keseluruhan
serta survey dan Desain kegiatan fisik. Sebetulnya, keterlambatan ini
disebabkan karena rata-rata desa terkecoh dengan arahan pihak BPMPD
Kabupaten Manggarai agar penuntasan pembuatan Desain dan Rab harus
dilakukan oleh PU atau konsultan.
Sementara arahan Kaban BPMPD pada rakorkab tanggal 17 Maret
2016 agar penyelesaian Rab dan Desain dilakukan Pendamping Desa.
Tahun 2015 lalu sengaja diarahkan ke pihak PU karena pendamping desa
belum aktif. Namun dilain pihak, oknum lain staf BPMPD agar bisa
dilakukan oleh PD namun dengan beberapa syarat dengan hal yang
sengaja mempersulit PD.
II. PERMASALAHAN
Kegiatan Pendamping Lokal Desa dalam bulan Mei tahun 2016 di
Kecamatan Cibal Barat dalam pelaksanaannya di Kecamatan dan desa
dampingan masing-masing, adalah masih dalam tahap lapor diri baik
dikecamatan maupun desa dampingan,serta mendampingi perangakat desa
dalam merancang atau desain dan penuntasan Rab dalam rangka
penyelesaian APBDes dan pengajuan dana tahap I.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Di luncurkannya UU nomor 6 Tahun 2014 merupakan salah
satu upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan
dan kesempatan kerja masyarakat miskin, serta diberi kesempatan
kepada masyarakat desa untuk mengatur dan mengurus desanya, agar
desa menjadi mandiri, maju dan berdemokratis.
Kehadiran UU Nomor 6 Tahun 2016 ini memberikan wewenang
yang seluas-luasnya bagi desa agar dapat mengatur dan mengelola
pola perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan dalam
sistem pembangunan partisipatif dalam rangka mewujudkan cita-cita
bangsa menurut Undang-Undang Dasar 1945.
B. Saran.
Dalam kegiatan yang akan dilaksanakan, koordinasi perlu
ditingkatkan antara semua pelaku dan elemen, baik di desa, kecamatan
maupun di kabupaten agar tidak terjadi kesenjangan dalam semua
proses pelaksanaan kegiatan. Pertemuan-pertemuan secara periodik
perlu digalakkan dan ditingkatkan agar setiap kendala dan masalah
dapat diatasi secara bersama.
Golo Woi, 30
Mei 2016
Heri Anto Darmo

PLD