Anda di halaman 1dari 29

BATUAN BEKU

Pengertian batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang
mendingin dan mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi baik di bawah permukaan
sebagai batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku
dalam bahasa latin dinamakan igneus (dibaca ignis) yang artinya api.
Batuan beku insteusif atau instrusi atau plutonik adalah batuan beku yang telah menjadi
kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan Bumi. Magma yang membeku
di bawah tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton.
Nama Pluto diambil dari nama Dewa Romawi dunia bawah tanah. Batuan dari jenis ini juga
disebut sebagai batuan beku plutonik atau batuan beku intrusif.
Sedangkan batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya
magma ke permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer dan
jatuh kembali ke bumi sebagai batuan.

Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada,
baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan dapat terjadi karena salah
satu dari proses-proses berikut ini ; penurunan tekanan, kenaikan temperatur, atau
perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, dan
sebagian besar batuan beku tersebut terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak Turner dan Verhoogen tahun 1960,
Bapak F.F Groun Tahun 1947, Bapak Takeda Tahun 1970, Magma didefinisikan atau
diartikan sebagai cairan silikat kental pijar yang terbentuk secara alami, memiliki temperatur
yang sangat tinggi yaitu antara 1.500 sampai dengan 2.500 derajat celcius serta memiliki sifat
yang dapat bergerak dan terletak di kerak bumi bagian bawah. Dalam magma terdapat
bahan-bahan yang terlarut di dalamnya yang bersifat volatile / gas (antara lain air, co2,
chlorine, fluorine, iro, sulphur dan bahan lainnya) yang magma dapat bergerak, dan nonvolatile / non gas yang merupakan pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan
beku.
Dalam perjalanan menuju bumi magma mengalami penurunan suhu, sehingga mineralmineral pun akan terbentuk. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran

TEKSTUR BATUAN BEKU


Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal utama, yaitu kritalinitas,
Granularitas dan Bentuk Kristal. Mari kita bahas ketiga hal penting tersebut satu persatu.
1. Kristalinitas
Kristalinitas merupakan derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu
terbentuknya batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan
berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal, selain itu juga dapat
mencerminkan kecepatan pembekuan magma. Apabila magma dalam pembekuannya
berlangsung lambat maka kristalnya kasar. Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat
maka kristalnya akan halus, akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat
sekali maka kristalnya berbentuk amorf. Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat
kristalisasi, yaitu:
Holokristalin, Holokristalin adalah batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal.
Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik, yaitu mikrokristalin yang telah
membeku di dekat permukaan.
Hipokristalin, Hipokristalin adalah apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan
sebagian lagi terdiri dari massa kristal.
Holohialin, Holohialin adalah batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas.

Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dike dan sill, atau sebagai fasies
yang lebih kecil dari tubuh batuan.
2, Granularitas
Granularitas dapat diartikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. Pada
umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
a. Fanerik atau fanerokristalin, Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu
sama lain secara megaskopis dengan mata telanjang. Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat
dibedakan menjadi:
Halus (fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.
Sedang (medium), apabila ukuran diameter butir antara 1 5 mm.
Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir antara 5 30 mm.
Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.
b. Afanitik, Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan mata
telanjang sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur afanitik dapat
tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. Dalam analisis mikroskopis dibedakan menjadi
tiga yaitu :
Mikrokristalin, Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan
mikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0,1 0,01 mm.
Kriptokristalin, jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati
meskipun dengan bantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0,01 0,002 mm.
Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.

Bentuk kristal
Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuan
secara keseluruhan. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:
- Euhedral, jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal.
Subhedral, jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.
- Anhedral, jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
Equidimensional, jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
Tabular, jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain.
Prismitik, jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain.
- Irregular, jika bentuk kristal tidak teratur.
Hubungan Antar Kristal
Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi diartikan sebagai hubungan antara
kristal atau mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. hubungan antar kritak
dapat dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut :
Equigranular, yaitu jika secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan
berukuran sama besar. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi

menjadi tiga, yaitu:


Panidiomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang euhedral.
Hipidiomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang subhedral.
Allotriomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang anhedral.
Inequigranular, yaitu jika ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama
besar. Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik
yang bisa berupa mineral atau gelas.
STRUKTUR BATUAN BEKU
Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja, misalnya:
Pillow lava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut,
membentuk struktur seperti bantal.
Joint struktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun
secara teratur tegak lurus arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contohcontoh batuan (hand speciment sample), yaitu:
Masif, yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak menunjukkan
adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam
tubuh batuan beku.
Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas
pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur.
Skoria, yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar
dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral
sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat.
Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang
masuk dalam batuan yang mengintrusi.
Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkan struktur-struktur yang
ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan (fracture) dan pembekuan
magma, misalnya: columnar joint (kekar tiang), dan sheeting joint (kekar berlembar).
KOMPOSISI MINERAL BATUAN BEKU
Cara menentukan kandungan mineral pada batuan beku, dapat dilakukan dengan
menggunakan indeks warna dari batuan kristal. Berdasarkan warna mineral sebagai
penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu mineral Felsik dan Mineral
Mafik.
Mineral felsik, merupakan mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineral
kwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
Mineral mafik, merupakan mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen,
amphibol dan olivin.
Berdasarkan cara terjadinya, kadungan SiO2 dan indeks warna batuan beku dapat
diklasifikan. Sehingga dapat ditentukan nama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam
jenis batuan yang sama.

Menurut Rosenbusch (1877-1976) Klasifikasi batuan beku berdasarkan cara terjadinya dapat
dibagi menjadi sebagai berikut :
Effusive rock, merupakan batuan beku yang terbentuk di permukaan.
Dike rock, merupakan batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
Deep seated rock, merupakan batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang
(1962), jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuan vulkanik.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962), antara lain :
- Batuan beku asam, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya
adalah riolit.
Batuan beku intermediate, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 antara 52% 66%.
Contohnya adalah dasit.
Batuan beku basa, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 antara 45% 52%.
Contohnya adalah andesit.
Batuan beku ultra basa, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 kurang dari 45%.
Contohnya adalah basalt.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Shand, 1943, antara lain :
Batuan beku Leucoctaris rock, jika mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
Batuan beku Mesococtik rock, jika mengandung 30% 60% mineral mafik.
Batuan beku Melanocractik rock, jika mengandung lebih dari 60% mineral mafik.
Sedangkan klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Ellis (1948)
antara lain sebagai berikut :
Batuan beku Holofelsic, batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
Batuan beku Felsic, batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
Batuan beku Mafelsic, batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
Batuan Beku Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

. Batuan Intrusif
Intrusi merupakan suatu proses yang terjadi akibat suatu adanya aktivitas magma
(plutonisme) yang berada dibawah permukaan bumi yang berusaha keluar namun
tidak muncul kepermukaan yang di akibat adanya tekanan dan temperature yang
sangat tinggi dari dalam bumi, yaitu dengan cara menerobos batuan yang
sebelumnnya sudah terbentuk atau ada, sehingga menghasilkan beberapa bentuk
tubuh dari batuan beku.
Batuan ini secara genesa terjadi dan terbentuk disuatu tempat yang berada
dibawah permukaan bumi yang membeku dengan lambat, sehingga menghasilkan
perbedaan dari komposisi mineral, susunan kimia, struktur, tekstur yang tidak
beraturan, ebrbentuk tabular, bentuk pipas sehingga menhasilkan tubuh batuan
beku dengan jenis yang berbeda- beda.
Dimana kontak batuan intrusi dengan batuan yang diintrusi atau daerah batuan,
bila sejajar dengan lapisan batuan maka tubuh intrusi ini disebut konkordan. Bila
batuan yang mengintrusi memotong dari lapisan massa batuan yang diintrusi maka
disebut dengan diskordan.
Macam-macam bentuk tubuh Batuan Beku intrisif :
1. Batholit
2. Dyke
3. Sill
4. Lakolit
5. Stock

Batholit
Batholit berasal dari bahasa Yunani (greek); dari kata Bathos (ukuran) dan lithos
(batuan) yang artinya merupakan suatu tempat, rongga atau ruang dengan ukuran

besar sebagai tempat sekaligus hasil dari intrusi batuan beku (plutonic) yang
terbentuk akibat dari pembekuan magma didalam kulit bumi. Batholit sering juga
diartikan sebagai batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai
akibat penurunan suhu yang sangat lambat.
Batholit umumnya berbentuk ruang besar yang tidak beraturan dan biasanya
memiliki bentuk yang jelas dipermukaan bumi dengan penampang melintang dari
tubuh pluton (intrusi dengan tubuh tidak beraturan) memperlihatkan yang sangat
besar dan kedalaman yang tidak diketahui batasnya. Luas area batholit baik yang
ada didalam kulit bumi maupun suatu Singkapan batholit yang muncul
kepermukaan memiliki luas sampai 100 km2
Batholit biasanya selalu tersusun atas senyawa-senyawa felsik (asam) sampai
intermediet (menengah), itu artinya batholit sebagian besar terdiri dari batuan beku
asam sampai batuan beku intermediet, misalnya granite, diorite, dan quartz
monzonite.Meskipun terlihat tak beraturan, batholit merupakan suatu ruang yang
memiliki komposisi mineral yang komplek.
Singkapan batholit akan muncul kepermukaan setelah banyak mengalami proses
pengangkatan (up lift) dan proses erosi selama jutaan tahun. Contoh singkapan
baholit yang ada di Indonesia misalnya singkpan felsik batholit di kepulauan
sumatra, Riau, dan Kalimantan, sedangkan yang terkenal adalah intrusi granit yang
terdapat dipulau karimun (Riau).

Dike atau Dyke


Dalam ilmu geologi Dyke adalah suatu jenis intrusi batuan beku berbentuk lembar
yang mengenai lapisan tanah dan memotong secara bersebrangan Dyke, disebut

juga gang, merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batholit,
berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar,
memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya. Kadang-kadang kontak
hampir sejajar tapi perbandingan antara panjang dan lebar tidak sebanding.
Kenampakan di lapangan dyke dapat berukuran sangat kecil dan dapat pula
berukuran sangat besar.

-planar struktur dri dinding batuan, seperti selimut atau foliasi


-formasi batuan berbentuk masive, seperti intrusi igneous/magmatic dan garam
diapirs.
oleh karena itu dike dapat mempengaruhi atau mengganggubatuan sediment atau
produk sediment aslinya.

Sill
Sill atau Intrusi datar (lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua
lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut
Sill, adalah intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan
batuan yang diterobosnya dengan ketebalan dari beberapa mm sampai bebebrapa
kilometer. Penyebaran ke arah lateral sangat luas sedangkan penyebaran ke arah
vertical sangat kecil. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar.

Dalam ilmu geologi, sill merupakan suatu batuan beku plutonik yang berbentuk
tabel serta mengintrusi suatu lapisan batuan sediment yang lebih tua atau
mengintrusi lapisan batuan sediment yang sudah terlebih dahulu terbentuk, alas
lahar volkanik atau tuff, atau bahkan sepanjang arah foliasi di dalam batuan
metamorf. Istilah sill berarti lembar intrusi. Maksudnya adalah sill tidak memotong
ke seberang batuan atau lapisan sedimen yang telah ada sebelumnya, akan tetapi
berlawanan dengan dike, dimana intrusi magma memotong ke seberang batuan
yang lebih tua.
Sills selalu paralel ke daerah tuff. Pada umumnya intrusi yang dibentuk oleh sill
adalah didalam suatu orientasi horisontal, walaupun proses tektonis dapat
menyebabkan perputaran sill ke dalam dekat orientasi vertikal. sill dapat
dikacaukan dengan arus lahar. Ambang yang dipengaruhi oleh arus lahar akan
menunjukkan peleburan yang parsial dan menyatu.
Salisbury Sebuah batuan curam di Edinburgh, Scotlandia, merupakan suatu sill yang
secara parsial yang ultramafic mengarahkan intrusi batuan beku sepanjang es
agesCertain. layered mafic adalah berbagai sill yang sering berisi deposit bijih
penting. Contoh Precambrian meliputi Bushveld, Insizwa, dan Dyke Yang
mengintrusi kompleks selatan Afrika, Duluth yang mengintrusi kompleks dari Atasan
Daerah, dan Stillwater kompleks gunung berapi di Amerika Serikat. Contoh
Phanerozoic pada umumnya lebih kecil dan meliputi Rm peridotite yang kompleks
Scotland dan Skaergaard yang berapi-api untuk kompleks timur Greenland. Intrusi
batuan beku ini sering berisi konsentrasi emas, platina, unsur logam pelapis kran,
dan unsur-unsur jarang lain.

Lacolith
Lacolith, sejenis dengan sill. Yang membedakan adalah bentuk bagian atasnya,
batuan yang diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah

landai. Sedangkan, bagian bawahnya mirip dengan Sill. Akibat proses-proses


geologi, baik oleh gaya endogen, maupun gaya eksogen, batuan beku dapt
tersingka di permukaan.
Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan
lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung,
sementara permukaan atasnya tetap rata.
Lakolit pada umumnya merupakan suatu variasi khusus dari sill, yang artinya
bentuk batuan beku yang menyerupai sill akan tetapi perbandingan ketebalan jauh
lebih besar dibandingkan dengan lebarnya dan bagian atasnya melengkung,
membentuk seperti kubah atau magma yang menerobos di antara lapisan bumi
paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi
Selain lakolit ada juga lapolit yang bentuknya merupakan kebalikan dari lakolit,
yang artinya bentuk batuan beku yang luas, dengan bentuk seperti lensa dimana
bagian tengahnya melengkung karena batuan dibawahnya bersifat lentur.
Pada dasarnya, sebagian besar batuan beku ini memiliki kandungan silica lebih
besar dari 66%, yang artinya batuan beku ini adalah batuan asam (felsik), misalnya
granit, diorite, synit, tonalit, dan lain-lain

Stock
Stock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil
dibandingkan dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta
suatu tubuh batholit atau bagian atas batholit
Jenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan
magma ke kepundan. Kemudian setelah batuan yang menutupi di sekitarnya
tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari

topografi disekitarnya. Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan di


sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit. Lopolit,
bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke
atas
.Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga terdapat
jenis batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuanbatuan beku luar secara tekstur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku
fanerik

Proses Pembentukan Minyak Bumi (Materi Lengkap)


Follow @HediSasrawan
Artikel ini merupakan bagian dari Materi Pelajaran kimia SMA kelas X semester 2
Minyak Bumi.

Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa-senyawa organik dari jasad


mikroorganisme jutaan tahun yang lalu di dasar laut atau di darat. Sisa-sisa
tumbuhan dan hewan tersebut tertimbun oleh endapan pasir, lumpur, dan
zat-zat lain selama jutaan tahun dan mendapat tekanan serta panas bumi
secara alami. Bersamaan dengan proses tersebut, bakteri pengurai
merombak senyawa-senyawa kompleks dalam jasad organik menjadi
senyawa-senyawa hidrokarbon. Proses penguraian ini berlangsung sangat
lamban sehingga untuk membentuk minyak bumi dibutuhkan waktu yang
sangat lama. Itulah sebabnya minyak bumi termasuk sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui, sehingga dibutuhkan kebijaksanaan dalam
eksplorasi dan pemakaiannya.
Hasil peruraian yang berbentuk cair akan menjadi minyak bumi dan yang
berwujud gas menjadi gas alam. Untuk mendapatkan minyak bumi ini dapat
dilakukan dengan pengeboran. Beberapa bagian jasad renik mengandung
minyak dan lilin. Minyak dan lilin ini dapat bertahan lama di dalam perut
bumi. Bagian-bagian tersebut akan membentuk bintik-bintik, warnanya pun
berubah menjadi cokelat tua. Bintink-bintik itu akan tersimpan di dalam
lumpur dan mengeras karena terkena tekanan bumi. Lumpur tersebut
berubah menjadi batuan dan terkubur semakin dalam di dalam perut bumi.
Tekanan dan panas bumi secara alami akan mengenai batuan lumpur
sehingga mengakibatkan batuan lumpur menjadi panas dan bintin-bintik di
dalam batuan mulai mengeluarkan minyak kental yang pekat. Semakin
dalam batuan terkabur di perut bumi, minyak yang dihasilkan akan semakin
banyak. Pada saat batuan lumpur mendidih, minyak yang dikeluarkan berupa
minyak cair yang bersifat encer, dan saat suhunya sangat tinggi akan
dihasilkan gas alam. Gas alam ini sebagian besar berupa metana.
II.5. Determinasi Batuan Beku

1. Bassalt
Batuan basalt berwarna gelap, berat, kaya akan besi dan sedikit akan kandungan
mineral silika batuan vulkanik, yang biasanya membentuk lempeng samudera di dunia.
Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral tidak terlihat.
Ditemukan di sukadana,Lampung. Perusahaan penambang PT. Putra

Gambar 2.1. batu bassalt


2. Andesit
Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi antara dan tekstur
spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan
lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang
tinggi seperti Indonesia.

Gambar 2.2. batu andesit


Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik,

candi dan piramida.

Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini, misalnya:
sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dll. Ditemukan di gunung Masigit,
JABAR.
3.
Obsidian
Obsidian adalah mineral -seperti, tetapi tidak mineral benar karena sebagai kaca tidak
kristal , selain komposisinya terlalu rumit untuk terdiri dari mineral tunggal. Kadang-kadang
diklasifikasikan sebagai mineraloid .

Gambar 2.3. batu obsidian


Meskipun obsidian berwarna gelap mirip dengan mafik batuan seperti basal ,'s komposisi
obsidian sangat felsic . Obsidian terutama terdiri dari SiO 2 ( dioksida silikon ), biasanya 70%
atau lebih. batu Kristal dengan itu komposisi obsidian termasuk granit dan riolit . Karena
obsidian adalah metastabil di permukaan bumi (lebih dari waktu kaca mineral kristal menjadi
berbutir-halus), tidak ada obsidian telah ditemukan yang lebih tua dari Kapur usia. Ini rincian
obsidian dipercepat dengan adanya air. Obsidian memiliki kadar air rendah jika segar, kurang
dari 1% air biasanya menurut beratnya,tetapi menjadi semakin terhidrasi saat berhubungan
dengan

air

tanah,

membentuk

perlite

Ditemukan

di

nagggrek,Bandung.

4. Dasit
Merupakan intrusi batuan beku yang menerobos andesit. Hasil pelapukan berupa lanau
lempingan, berwarna coklat kehitaman, palstisitas sedang, lunak.. ditemukan di karangsambung,
kebumen.
Gambar 2.4. batu dasit
5.
Diorit
Batu diorit merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang
membentuk morfologi pembuktian berelief kasar dengan elevasi dari beberapa ratus meter
hingga mencapai lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut (dpal).
Gambar 2.5. batu diorit
Batuan ini umumnya mempunyai warna yang bervariasi, yaitu coklat, coklat
kehitaman, abu-abu kehitaman, abu-abu dengan bercak-bercak hitam, hitam kecoklatan atau abu

kehitaman, bersifat pejal (massif) dan kompak dengan tekstur porfiro granitik dengan nilai kuat
tekan berkisar antara 970-1.260 kg / cm2; ketahanan terhadap keausan 0,072-0,083 mm/menit;
berat isi asli 2,66-2,78 ton/m3 dan penyerapan terhadap air 0,73-1,10 %. Sehingga batu diorit ini
dapat dijadikan sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung atau untuk batu
belah untuk pondasi bangunan / jalan raya. Ditemukan di Bayat, Klaten. Perusahaan penambang
PT. Aneka Tambang.
6.
Peridot
Peridot pada umumnya terdiri hanya dari satu warna yaitu hijau olive, dan yang paling
dicari adalah yang warnanya agak gelap atau yang susunan besinya tidak lebih dari 15% dan
terdapat campuran nickel dan chromium karena campuran tersebut memberi pengaruh pada

warnanya.
Gambar 2.6. batu peridot
Warnanya yang hijau disebabkan oleh adanya zat besi di dalamnya dan kadang jika
warnanya agak kecoklat-coklatan itu dikarenakan campuran besinya terlalu banyak di dalam
susunan kimia tersebut. Ditemukan di karangsambunng, Kebumen.
7.

Granit
Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan.
Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan
untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm dengan jangkauan antara 1,74
dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum. Meja granit sebagai bidang acuan dalam
proses pengukuran. Dalam bidang industri dan rekayasa, granit banyak dipakai sebagai bidang
acuan dalam berbagai pengukuran dan alat pengukur.

Gambar 2.7. batu granit

Hal ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis dan memiliki
koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Salah satu penerapannya adalah pada mesin
pengukur koordinat (Coordinate Measuring Machine).

8. Gabro
Batuan gabro merupakan endapan batuan yang lebih muda dibandingkan batuan onix
dan marmer. Teksturnya yang berbutir kasar membuat batuan ini mudah dibentuk dengan alat
sederhana, balk dengan pahat atau baji maupun dengan teknik semprotan air bertekanan tinggi.
Ditemukan di pegununngan jiwo,Klaten
Gambar 2.8. batu gabro

9.

Diabas
Batuan diabas diinterpretasikan merupakan batuan intrusi, dan menunjukan struktur
kekar tiang (collumnar joint) yang mana merupakan hasil gaya kontraksi pada saat pembekuan
magma. Pada daerah ini telah dilakukan konservasi sebagian dan sebagian lagi telah dilakukan
penambangan. Ditemukan di karangsambung, kebumen.
Perusahaan penambangnya adalah PT.INCO.

Gambar 2.9. batu diabas

<< DETERMINASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK DAN NON KLASTIK >>


1.Nomor Urut

: 01

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen klastik

3.Nama Batuan

: Konglomerat

4.Warna

: Coklat bercak bercak

5.Struktur

: Non stratifield

6.Tekstur
Ukuran butir

: Pebble ( 4 64 )

Derajat pemilahan

: Moderately Sorted

Derajat pembundaran
7.Komposisi

: Sub rounded
: Cobble,Granula,Karbonat

8.Kegunaan

: Pondasi bangunan

9.Perusahaan yang menambang

:-

0.Gambar

1.Nomor Urut

: 02

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen klastik

3.Nama Batuan

: Breksi

4.Warna

: Coklat bercak bercak

5.Struktur

: Unstratifield

6.Tekstur
Ukuran butir

: Pebble ( 4 - 64 )

Derajat pemilahan

: Moderately sorted
Derajat pembundaran

: Angular

7.Komposisi

: Granular,Oksida besi

8.Kegunaan

: Bahan bangunan

9.Perusahaan yang menambang

: PT.Mulya Tanjung Seruway

10.Gambar

1.Nomor Urut

: 03

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen klastik

3.Nama Batuan

: Batu Pasir

4.Warna

: coklat bercak putih

5.Struktur

: Unstratified

6.Tekstur
Ukuran butir

: Sand (1/16 - 2 )

Derajat pemilahan

: Well sorted Derajat pembundaran : Sub rounded

7.Komposisi

: Silika,Pasir tanah

8.Kegunaan

: Bahan bangunan

9.Perusahaan yang menambang

: PT.Aneka Tambang

10.Gambar

10.Gambar

1.Nomor Urut

: 04

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen klastik

3.Nama Batuan

: Batu lempung

4.Warna

: Putih abu abu

5.Struktur

: Stratifield

6.Tekstur
Ukuran butir
Derajat pemilahan

: Clay ( lebih kecil dari 1/256 )


: Well sorted

Derajat pembundaran

: Sub angular

7.Komposisi

: Tanah liat

8.Kegunaan
9.Perusahaan yang menambang
10. Gambar

: Bahan pembuat keramik

: PT.Bandung Marmer
:

1.Nomor Urut

: 05

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen klastik

3.Nama Batuan

: Batu serpih

4.Warna

: Coklat keputihan

5.Struktur

: Unstratifield

6.Tekstur
Ukuran butir

: Sand ( 1/16 - 2 )

Derajat pemilahan

: Well Sorted

Derajat pembundaran

: Sub Angular

7.Komposisi

: Dari tanah liat

8.Kegunaan

: Bahan bangunan

9.Perusahaan yang menambang

:-

DETERMINASI BATUAN SEDIMEN NON KLASTIK


1.Nomor Urut

: 01

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen non klastik

3.Nama Batuan

: Batu Gamping

4.Warna

: Putih keabuan

5.Struktur

: Oolitik

6.Tekstur

: Kristalin

7.Komposisi

: Kalsium karbonat

8.Kegunaan

: Bahan baku semen

9.Perusahaan yang menambang

: PT.Semen Padang

0.Gambar

1.Nomor Urut

: 02

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen non klastik

3.Nama Batuan

: Limestone

4.Warna

: Coklat keabua-abuan

5.Struktur

: Fosiliferaus

6.Tekstur

: Amorf

7.Komposisi

: Fosil

8.Kegunaan

: Hiasan dan pajangan

9.Perusahaan yang menambang

:-

10.Gambar

1.Nomor Urut

: 03

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen non klastik

3.Nama Batuan

: Batu Halit

4.Warna

: Putih mengkilap

5.Struktur

: Cone incone

6.Tekstur

: Kristalin

7.Komposisi

: Garam

8.Kegunaan

: Bahan baku dapur

9.Perusahaan yang menambang

: -

10.Gambar

1.Nomor Urut

: 04

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen non klastik

3.Nama Batuan

: Batu Gips

4.Warna

: Putih keabuan

5.Struktur

: Oolitik

6.Tekstur

: Amorf

7.Komposisi

: Gipsum

8.Kegunaan

: Bahan bangunan

9.Perusahaan yang menambang

: PT.Bukit Sanur

10.Gambar

1.Nomor Urut

: 05

2.Jenis Batuan

: Batuan sedimen non klastik

3.Nama Batuan

: Batubara

4.Warna

: Hitam

5.Struktur

: Bioherm

6.Tekstur

: Amorf

7.Komposisi

: Endapan bahan organis

8.Kegunaan

: Sumber energi

9.Perusahaan yang menambang

: PT.KPC dll

10.Gambar

Mengenai Saya

Windi Hilman
Lihat profil lengkapku

Translate
Powered by

Translate

Popular posts

Pola Aliran Sungai

Komponen Rangkaian Seri dan Paralel

Batuan Piroklastik

POLA ALIRAN SUNGAI

Titrasi Pengendapan (Penentuan Klorida) - 2

Keuntungan Dan kerugian Metode Tambang Bawah Tanah

SIFAT FISIK BATUAN (1)

Hubungi Kami

Formulir Kontak
Nama
Email *
Pesan *

Jadwal Sholat
Temukan juga disini
Pengunjung
Labels

Bahasa Inggris (3)

Dunia Tambang (1)

Elektronika Dasar (6)

Fisika Dasar (2)

Geologi (15)

K3 (1)

Kimia Analisa (7)

Kimia Umum (5)

Mekanika Batuan (4)

Pengantar Energi (6)

Pengantar Perbatubaraan (2)

Tutorial (2)

Read more: http://mataratu22.blogspot.com/2013/04/determinasi-batuan-sedimen-klastikdan_19.html#ixzz3Ix5D3DEG