Anda di halaman 1dari 13

Keselamatan & Kesehatan Kerja (LK3)

A. Keselamatan Kerja :
1. Filosofi jaminan keutuhan atau kesejahteraan
2. Keilmuan penanggulangan kecelakaan
3. Praktis / Teknis orang aman menghasilkan proses
produksi lancar
B. Kesehatan Kerja :
Kesehatan fisik maupun psikis pekerja sehubungan
dgn pekerjaannya yang mencakup metode kerja,
kondisi kerja dan lingkungan kerja yang mungkin dapat
menyebabkan
kecelakaan,
penyakit
maupun
perubahan kesehatan pekerja (WHO 95)

TUJUAN KESEHATAN KERJA ILO -WHO


1. Promosi dan pemeliharaan kesehatan fisik, mental
dan sosial dari pekerja.
2. Pencegahan gangguan kesehatan disebabkan oleh
kondisi kerja.
3. Perlindungan pekerja dari resiko faktor-faktor yang
mengganggu kesehatan.
4. Penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam
lingkungan kerja yang sesuai kemampuan fisik dan
psikologisnya.
5. Penyesuaian setiap orang kepada pekerjaannya.

KECELAKAAN KERJA
PENGERTIAN :
Suatu hal yang merugikan pada pekerja terjadi mulai
saat berangkat ke tempat kerja, bekerja di tempat kerja
hingga pulang kembali ke rumah (UU No. 1 tahun 1970)
PENYEBAB KECELAKAAN KERJA Teori Henrich:
a. Unsafe Condition ( kondisi yang tidak aman/ berbahaya)
: bisa dari alat kerja, bahan kerja, Lingkungan kerja
(kebisingan, penerangan, iklim kerja, getaran).
b. Unsafe act (tindakan/ perilaku yang tidak aman): bisa
karena kurang trampil/ahli, cara kerja, kelelahan, cacat
tubuh, sembrono tingkah laku.

Upaya Pencegahan Kebakaran


1. Mengendalikan setiap energi panas, dengan cara
mengadakan pengawasan,pemeriksan dan pengujian
secara teratur
2. Mengendalikan keamanan setiap penanganan dan
penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar dan
meledak
3. Mengatur ruangan untuk mengendalikan
penyebaran/penjalaran api, panas, asap dan gas, pintu
dan jendela jangan sampai berhadap-hadapan
4. Mengatur lay out proses, letak jarak antara bangunan,
pembagian zone menurut jenis dan tingkat bahaya
5. Menerapkan deteksi dini dan alarm
6. Menyediakan sarana pemadam kebakaran yang handal

7. Menyediakan sarana evakuasi yang aman


8. Membentuk regu/petugas penanggulangan kebakaran
9. Melaksanakan latihan-latihan penanggulangan
kebakaran
10.Pemasang Poster tanda-tanda bahaya terhadap
kebakaran.

Sebab-Sebab Terjadinya kebakaran


1. Merokok
2. Listrik
3.Gesekan Mekanik
4.Pemanasan lebih / Overheated Material
5.Api terbuka
6.Permukaan panas/Hot surface
7.Lentikan bara pembakaran
8.Mekanical spark/gerinda
9.Pengelasan
10.Listrik Statis
11.Sambaran petir
12.Reaksi kimia
13. Radiasi

PENANGANAN BILA TERJADI KONDISI


EMERGENCY KEBAKARAN

1. Lakukan pemadaman (APAR, APAT), jika


memungkinkan
2. Jika api terlihat membesar dan susah ditangani
sebaiknya menyelamatkan diri dengan mengikuti jalur
evakuasi dan berkumpul di assembly point
3. Jangan meninggalkan assembly point, sebelum
mendapatkan instruksi dari fire warden

Jenis Pemadam Yang Ada


1. Hidran berfungsi memadamkan api yang berasal dari
sumber non minyak maupun listrik
Jumlah hidran yang terdapat di PLTU tidore ada 8 unit di
luar area dan 4 unit di lokal. 2 di kondensor dan 2 di turbin

Hidran di luar
Hidran di
lokal

2. Apar : alat pemadam api ringan


Di PLTU tidore ada 2 jenis apar dari powder dan CO2. Apar
ini biasanya digunakan untuk memadamkan api yang
bersumber dari listrik.Apar powder terdapat di CCR dan
MCC. Apar C02 berada di MCC

Apar Powder

Apar C02

Alat Pelindung Diri


Pelindung Diri (APD)
Adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga
kerja dari bahaya di tempat kerja
Kelemahan Penggunaan APD :
Kemampuan perlindungan yang tidak sempurna
Sering APD tidak dipakai karena kurang nyaman

Jenis APD :
Alat Pelindung Kepala
Alat Pelindung Muka dan Mata
Alat Pelindung Telinga
Alat Pelindung Pernapasan
Pakaian Kerja
Syarat-syarat APD :
Enak dipakai
Sarung Tangan
Tidak mengganggu kerja
Alat Pelindung Kaki
Memberikan perlindungan
yang efektif sesuai dengan
jenis bahaya di tempat kerja

13