Anda di halaman 1dari 26

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
TARI SAMAN (SATU HARI SATU HALAMAN)
SEBUAH TEROBOSAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA
SISWA-SISWI SDN 7 PEMENANG BARAT
BIDANG KEGIATAN:
PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Diusulkan oleh:
Irmayani

E1A011025

(2011)

Nova Fitriani Wahdah

E1A011043

(2011)

Muhammad Arifin

E1A011039

(2011)

Atikah

E1R011007

(2011)

UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM
2013

HALAMAN PENGESAHAN

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN............................................................

ii

DAFTAR ISI.......................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR..........................................................................

iv

DAFTAR TABEL...............................................................................

RINGKASAN.....................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..........................................................
B. Tujuan......................................................................................
C. Manfaat...................................................................................

2
3
3

Bab 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN...........

Bab 3 METODE PELAKSANAAN............................................

Bab 4 ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN............

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................

10

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota serta
Biodata Dosen Pendamping.......................................................

11

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan.................................

17

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan


dan Pembagian Tugas..................................................................

18

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana..........................

19

Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama


dari Mitra Sekolah.......................................................................

20

Lampiran 6. Buku Kontrol Perkembangan Membaca Anak.......

21

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Gambaran skematis permainan mitos atau fakta?.............

Gambar 2. Gambaran skematis permainan melatih daya ingat...

Gambar 3. Gambaran skematis permainan serah terima bola.

Gambar 4. Gambaran skematis permainan tebak kata.

iv

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Anggaran Biaya.

Tabel 2. Jadwal Kegiatan.

RINGKASAN
Kawasan Pemenang Barat, KLU, merupakan kawasan yang sedang
berkembang. Hal ini ditandai dengan perkembangan pariwisata dan juga perluasan
daerah pembangunannya. Namun, di tengah hiruk pikuk Desa Pemenang, satu hal
yang kurang mendapat perhatian adalah kegiatan membaca. Anak-anak di desa ini
kadang-kadang mendapatkan motivasi dari keluarganya untuk membaca.
Padahal, kegiatan membaca itu penting sekali untuk perkembangan anak baik dari
segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Kurangnya kegiatan membaca ini
juga bisa disebabkan oleh ketidakberadaan perpustakaan di desa tersebut.
Melalui program kami yang berjudul Tari Saman (Satu Hari Satu
Halaman) Sebuah Terobosan untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-Anak
Sekolah Dasar SDN 7 Pemenang Barat ini, kami ingin memberikan sedikit
bantuan jasa kepada para orang tua untuk memotivasi anak-anak mereka sehingga
mereka tertarik untuk membaca. Kami berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak
cinta membaca dan menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan setiap hari,
bukan untuk mengerjakan tugas dan bukan pula menjadi suatu beban. Dan satu
harapan terbesar kami adalah berdirinya perpustakaan kecil di Desa Pemenang
Barat ini, dimana anak-anak bisa membaca tanpa harus merogoh rupiah.
Sebagai awal mula pergerakan, kami menjadikan siswa-siswi SDN 7
Pemenang Barat sebagai sasaran kegiatan pengabdian ini, khususnya kelas 4 dan
kelas 5. Kapasitas yang ditentukan adalah tidak melebihi 40 anak. Dengan
menggunakan pendekatan yang berpusat pada anak, kami menjadikan konsep
membaca lalu bermain sebagai metode yang dirasa cukup efektif untuk
diterapkan pada anak-anak yang berada dalam masa bermain seperti mereka.
Tekhnik yang kami gunakan ada tiga macam yaitu pemberian motivasi (BeMo),
membaca dan diskusi (BaKu), dan aplikasi bacaan kedalam suatu permainan (Aba
Super). Ada 4 jenis permainan yang akan digunakan sebagai sarana tempat anak
mengaplikasikan bacaan yang sebelumnya dibaca. Permainan-permainan tersebut
meliputi: permainan mitos atau fakta?, permainan melatih daya ingat, permainan
serah terima bola, dan permainan tebak kata. Semua permainan itu dirancang
untuk melatih kognitif, afektif dan sekaligus psikomotorik anak. Selain itu, untuk
mengontrol perkembangan membaca anak dalam setiap hari, kami menyediakan
buku kontrol yang nantinya akan diisi oleh anak-anak tersebut.

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pemenang merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di
Kabupaten Lombok Utara. Potensi wisata di kecamatan ini bisa dikatakan
cukup memuaskan. Keberadaan pantai bangsal sebagai salah satu jalan
menembus kawasan tiga pulau (Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan)
membuat Pemenang banyak dikunjungi wisatawan Indonesia bahkan juga
wisatawan mancanegara. Semenjak Kabupaten Lombok Utara diresmikan pda
tanggal 30 Desember 2008, Pemenang mulai menampakkan kemajuannya
sedikit demi sedikit. Jalan-jalan yang dulunya sepi kini ramai dengan
pertokoan. Perluasan daerah pun mulai terjadi, sawah-sawah yang dulunya
luas membentang, sekarang hampir sebagian dari sawah tersebut telah
ditransformasi menjadi bangunan-bangunan. Kemajuan potensi fisik daerah
ini alangkah baiknya jika diimbangi dengan kemajuan anak-anak, terutama
dari segi pengetahuan. Namun ternyata, di sini, perhatian anak-anak dan
orang tua terhadap kegiatan membaca masih sangat minim. Ketidakberadaan
perpustakaan daerah mungkin saja merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan hal tersebut.
Peran orang tua, seperti ketegasan dalam mendidik sangat diperlukan
untuk memotivasi anak dalam membaca. Dalam artikelnya, Supriadi, dkk
(2012) menyebutkan , berdasarkan

hasil

wawancara

dengan

pihak

sekolah menjelaskan mestinya orangtua juga melakukan pembinaan yang


maksimal

untuk memotivasi anak. Berdasarkan hasil pantauan kami

(dalam bentuk kuisioner), ternyata motivasi yang diberikan oleh keluarga


cukup minim. Dari 43 peserta didik, 44% siswa menjawab sering dan 56%
menjawab kadang-kadang.
Oleh karena itu, melalui program pengabdian yang berjudul Tari
Saman (Satu Hari Satu Halaman) Sebuah Terobosan untuk Meningkatkan
2

Minat Baca Anak-Anak Sekolah Dasar SDN 7 Pemenang Barat, kami


berharap bisa membantu orang tua dan anak-anak di SDN 7 Pemenang Barat
untuk meningkatkan minat baca anak-anak tersebut. Satu hari satu halaman di
sini bukan kami maksudkan untuk satu buku, tetapi untuk berberapa buku
tertentu seperti buku pelajaran dan buku nonpelajaran. Hal ini semata-mata
untuk membuat anak-anak tersebut memperoeh pengetahuan kolaboratif yang
nantinya akan memenuhi kebutuhan mereka dari segi kognitif, afektif dan
psikomotorik. Keinginan untuk mengadakan program tersebut semakin
diperkuat dengan hasil pantauan kami dimana dari 43 peserta didik, 88%
ingin mengikuti kegiatan pembinaan ini, 9% tidak dan 3% tidak menjawab.
B. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Meningkatkan minat baca siswa-siswi SDN 7 Pemenang Barat.
2. Menciptakan generasi yang mandiri dalam belajar.
3. Melatih daya ingat, percaya diri, dan sikap aktif bertanya pada diri
anak.
C. Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari kegiatan pembinaan ini adalah:
1. Terciptanya sekelompok anak yang gemar membaca.
2. Anak-anak memiliki asumsi baru yaitu membaca adalah suatu
kebutuhan.
3. Berdirinya perpustakaan kecil di kawasan Pemenang Barat.
D. Manfaat Kegiatan
Manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
1. Meningkatnya minat baca anak.
2. Pengalihfungsian waktu ke hal-hal yang lebih bermanfaat.
3. Anak-anak dapat membaca buku-buku tanpa harus merogoh rupiah.
4. Membantu ibu-ibu dalam hal pemberian motivasi untuk meningkatkan
minat baca anak-anak mereka.

BAB 2
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Sebagian besar anak-anak di desa Pemenang, terutama yang masih duduk
di bangku Sekolah Dasar, umumnya tergolong kurang memanfaatkan waktu
dengan baik. Hari-hari mereka disibukkan dengan bermain. Merupakan sesuatu
hal yang tidak perlu dikritisi jika mereka menggunakan waktunya untuk bermain.
Tetapi, akan menjadi masalah jika kuantitas bermain tidak diimbangi dengan
membaca walau hanya dimulai dari satu halaman dalam sehari.
Karena kurangnya wahana untuk menemukan sumber bacaan, sebagian
besar anak-anak di desa ini pun seolah terisolasi dari perkembangan ilmu
pengetahuan yang sangat pesat. Berdasarkan hasil pantauan kami (dalam bentuk
angket) pada hari Sabtu, 12 Oktober 2013 terhadap siswa-siswi di SDN 7
Pemenang Barat, kami mendapatkan bahwa dari 43 peserta didik, 39% siswa
menggunakan waktunya setiap hari untuk membaca buku pelajaran sedangkan
45% tidak setiap hari, dan 16% tidak menjawab. Disamping itu, persentase siswa
yang membaca buku bacaan lain adalah 21% untuk yang setiap hari, 67% tidak
setiap hari, 2% tidak pernah, dan 11% tidak menjawab.
Anak-anak di desa ini bukanlah tipe anak-anak yang menutup diri dari halhal yang baru. Mereka justru menyambutnya dengan mimik ceria dan cukup
bersemangat. Komunikasi mereka, sopan santun mereka, dan rasa menghormati
mereka cukup bagus.
Dari hasil kuisioner, peninjau mendapatkan bahwa sebagian besar anakanak tertarik pada buku baru dan ingin segera membacanya. Buku yang mereka
sukai adalah buku yang bergambar, berwarna dan mudah dimengerti. Tujuan
membaca dari kebanyakan anak-anak tersebut adalah untuk memperoleh
informasi dan menambah pengetahuan. Pola pemikiran yang sudah terancang ini
(terutama dari konsep tujuan yang benar) akan sangat memudahkan kami untuk
mempersiapkan diri dalam rangka melakukan pengabdian.
4

BAB 3
METODE PELAKSANAAN
Untuk menghindarkan sifat alamiah manusia yang cepat bosan, terutama
pada diri anak-anak, kami menggunakan konsep membaca lalu bermain. Hal ini
berhubungan erat dengan karakter usia anak yang masih berada dalam masa
bermain. Metode yang kami gunakan cukup fleksibel, dalam artian, kegiatan
membaca yang akan dilakukan tidak hanya terpaku pada membaca tulisan di atas
kertas saja, tetapi anak-anak nantinya akan diarahkan untuk memperoleh motivasi
membaca dengan menonton tayangan video atau film, mendengarkan langsung
dari motivator, atau melalui permainan yang akan dimainkan.
Pembelajaran

membaca sangat tepat digunakan sebagai sarana untuk

membimbing siswa menjadi pembaca yang mandiri dan menumbuhkan minat


baca siswa. Guru dapat memberikan contoh cara membaca dengan kecepatan,
irama, dan suara yang tepat. Selain itu guru dapat mengajak siswa untuk
memasuki

dunia

buku,

menjadikan siswa lebih dekat dengan bahasa tulis

(Halidjah, 2011:38). Berdasarkan pernyataan di atas, kami mengambil sebuah


pernyataan bahwa metode pengajaran membaca sebaiknya dilakukan secara
fleksibel, motivatif, kreatif, dan inovatif. Pembina harus pintar-pintar membaca
situasi dan kondisi sehingga tekhnik yang dirancang tepat dan bisa berjalan
dengan baik sehingga tujuan yang diinginkan pun bisa tercapai.
Tekhnik yang akan kami gunakan ada 3, kami beri nama BeMo
(pemberian motivasi), BaKu (membaca dan diskusi),danAba SuPer (Aplikasi
bacaan kedalam suatu permainan), sehingga anak-anak merasakan bahwa
membaca itu menarik, membaca itu penting, dan membaca itu merupakan suatu
kebutuhan. Adapun rincian dari setiap tekhnik itu akan dijelaskan sebagai berikut.
1. BeMo (Pemberian Motivasi)
Kegiatan pada minggu pertama dan ketiga pada setiap bulan
pengabdian akan didominasi oleh kegiatan BeMo. Pada tahap ini, anak-anak
diberikan motivasi melalui metode ceramah yang diselingi dengan
5

penayangan film/video, brain game, dan simulasi. Sedangkan pada minggu


kedua dan keempat pada setiap bulannya difokuskan untuk kegiatan BaKu
dan Aba SuPer. Pada tahap BeMo ini, anak-anak lebih difokuskan pada
pembiasaan membaca, yakni dengan memberikan mereka buku-buku bacaan
bergambar dan berwarna.
2. BaKu (Membaca dan Diskusi)
Pada tahap kegiatan BaKu, sebelum anak-anak diarahkan pada
kegiatan membaca, terlebih dahulu mereka diberikan suatu media (audio,
visual, atau audio-visual) yang harus mereka amati. Dari hasil pengamatan
itu, anak diharapkan mengajukan suatu pertanyaan. Ketika pertanyaan
muncul, barulah mereka diarahkan untuk membaca dalam rangka
memecahkan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh siswa maupun
oleh kelompok pengabdi.
BaKu merupakan kegiatan yang sengaja dirancang untuk melatih
kemampuan anak-anak dalam membaca dan memahami bacaan secara cepat,
menumbuhkan kepercayaan diri anak untuk berbicara di depan umum,
memberikan media sebagai tempat tumbuh kembangnya budaya kritis dan
kreativitas anak dalam memberikan suatu pertanyaan atau pernyataan.
Kegiatan membaca dilakukan secara mandiri. Sementara itu, kegiatan diskusi
dapat dilakukan satu arah (antara anak yang satu dengan lainnya) ataupun
multiarah (anak dengan teman dan anak dengan kelompok pengabdi). Dan
untuk melatih jiwa sosialisasi dengan teman lainnya, anak-anak juga akan
diarahkan untuk memecahkan masalah secara berkelompok.
3. Aba SuPer (Aplikasi Bacaan kedalam Suatu Permainan)
Aba Super merupakan kegiatan dimana anak-anak mengaplikasikan
bacaan yang sudah mereka baca ke dalam suatu permainan, atau mereka juga
bermain sebelum pengarahan kepada kegiatan membaca. Beberapa contoh
permainan yang akan digunakan untuk kegiatan ini adalah permainan mitos
atau fakta?, permainan melatih daya ingat, permainan serah terima bola, dan
permainan tebak kata. Penjelasan mengenai permainan-permainan tersebut
adalah sebagai berikut.
6

a. Permainan mitos atau fakta?

Gambar 1. Gambaran skematis permainan mitos atau fakta?

Pada permainan ini, anak-anak akan diberikan suatu pernyataan


yang berkaitan dengan pengetahuan, terutama pengetahuan yang ada
kaitannya dengan pengetahuan yang beredar di lingkungan masyarakat.
Sebagai contoh, ada masyarakat Pemenang yang menganggap bahwa usus
buntu itu disebabkan karena terlalu banyak memakan jambu biji. Bentuk
aplikasinya dalam permainan adalah sebagai berikut:
Pembina

bertanya:

Terlalu

banyak

memakan

jambu

biji

dapat

menyebabkan usus buntu. Mitos atau fakta?


Setiap selesai menjawab satu pertanyaan, beberapa anak akan diminta
untuk memberikan alasan atas jawaban yang dipilihnya. Dan setelah itu,
mereka akan diarahkan untuk membaca suatu artikel lalu memperhatikan
penjelasan pengabdi yang disampaikan dengan bantuan powerpoint.
b. Permainan melatih daya ingat
A

Gambar 2. Gambaran skematis permainan melatih daya ingat

Pada permainan ini, anak-anak dalam satu tim dikelompokkan


untuk berjejer. Satu orang yang ada di bagian depan diberikan sebuah teks
yang nantinya akan disampaikan ke teman selanjutnya hingga sampai di
teman terakhir. Setelah itu, masing-masing anggota akan diminta untuk
menyebutkan pernyataan yang didapatkan dan atau menuliskannya di
papan tulis.
c. Permainan serah terima bola

Gambar 3. Gambaran skematis permainan serah terima bola

Pengabdi/instruktur akan berdiri di depan anak-anak untuk


mengistruksikan permainan. Pertama-tama, bola dilemparkan ke satu
orang. Setelah itu siswa diminta untuk menyerahkan bola yang
diterimanya ke teman lain sembari diiringi suatu musik. Ketika instruktur
mengatakan berhenti/stop, kegiatan serah-terima tersebut diberhentikan.
Dan anak yang memegang bola tersebut harus maju ke depan dan
diberikan suatu pertanyaan.
d. Permainan tebak kata
A

Gambar 4. Gambaran skematis permainan tebak kata

Pada permainan ini, 2 orang anak akan diminta maju ke depan.


Kata-kata yang akan ditebak diletakkan pada bagian kepala anak yang
akan menebak (penebak). Penebak boleh menyebutkan kata-kata kunci
yang akan menuntunnya pada jawaban yang benar. Sedangkan temannya
hanya akan memberikan jawaban ia, tidak, bisa jadi, terus, mungkin,
terhadap kata kunci yang disampaikan oleh si penebak.
Selain itu, terdapat buku kontrol perkembangan membaca anak yang harus
diisi oleh masing-masing anak setiap hari. Buku kontrol perkembangan tersebut
diserahkan ketika kegiatan pembinaan diadakan.

BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
A. Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran

Biaya

Peralatan Penunjang

Rp. 3.000.000

Bahan habis pakai

Rp. 3.353.000

Perjalanan dari Mataram ke Desa

Rp. 1.440.000

Pemenang Barat dalam rangka kegiatan


pengabdian. Ada 3 motor yang digunakan
selama 12 kali bolak balik ke dan dari desa
tersebut. Satu kali bolak balik ditaksir
menghabiskan Rp. 20.000 untuk 1 motor.
4

Lain-lain

Rp. 500.000

Total anggaran biaya

Rp. 8.293.000

B. Jadwal Kegiatan

No

Jenis

Bulan ke-1

Bulan ke-2

Bulan ke-3

kegiatan

Minggu ke-

Minggu ke-

Minggu ke-

1
1

BeMo

BaKu

Aba

2 3

Super

DAFTAR PUSTAKA
Halidjah, Siti (Maret 2011). Pemberian Motivasi Untuk Meningkatkan Kegiatan
Membaca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Kependidikan 9 (1)
:5
Supriadi, dkk (2012). Peranan Keluarga dalam meningkatkan Motivasi Belajar
Siswa (Studi di SD Negeri 22 Mengkudu Kecamatan Teluk Keramat
Kabupaten Sambas. Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSS -: 6

10

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota serta Biodata Dosen Pendamping


1. Identitas Ketua

11

2. Identitas anggota 1

12

3. Identitas anggota 2

13

4. Identitas anggota 3

14

5. Biodata Dosen Pendamping

15

16

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan penunjang
Material
Justifikasi Kuantitas Harga satuan
pemakaian
LCD
12 kali
1
Rp. 3.000.000
projector
Subtotal
2. Bahan Habis Pakai
Material
Justifikasi
pemakaian
Buku
12 kali
bacaan
Kertas
12 kali
karton
Kertas HVS 12 kali
Kertas
1 kali
laminating
Tinta warna 12 kali
Alat tulis
12 kali
Subtotal
3. Perjalanan
Material
Justifikasi
pemakaian
Transportasi 12 kali
pemateri
(Mataram
Pemenang
Subtotal
4. Publikasi/Seminar
Material
Justifikasi
pemakaian
Publikasi
1 kali
Seminar
1 kali
Subtotal

Keterangan
(Jumlah)
Rp. 3.000.000
Rp. 3.000.000

Kuantitas Harga
satuan
100
Rp. 30.000

Keterangan
(Jumlah)
Rp. 3.000.000

12

Rp. 1.500

Rp. 18.000

1 rim
50

Rp. 35.000
Rp. 2.000

Rp. 35.000
Rp. 100.000

2
1 unit

Rp. 25.000 Rp. 50.000


Rp. 150.000 Rp. 150.000
Rp. 3.353.000

Kuantitas Harga
satuan
3 unit
Rp. 20.000
sepeda
motor

Keterangan
(Jumlah)
Rp. 1.440.000

Rp. 1.440.000

Kuantitas Harga
Keterangan
satuan
1
Rp. 200.000 Rp. 200.000
1
Rp. 300.000 Rp. 300.000
Rp. 500.000

Total keseluruhan : Subtotal 1+ Subtotal 2+ Subtotal 3+ Subtotal 4


=Rp. 8.293.000,- (Delapan juta dua ratus sembilan puluh
tiga rupiah)

17

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No Nama/NIM
1

Program
studi
Irmayani/E1A011025 Pendidikan
biologi

Nova Fitriani
Wahdah/E1A011043

Muhammad
Arifin/E1A011039

Atikah/E1R011007

Bidang
ilmu
Ilmu
pendidikan
dan ilmu
biologi

Alokasi Uraian tugas


waktu
2 jam
Pendesain
acara/kegiatan,
motivator,
pendamping,
dan evaluator.
Pendidikan Ilmu
2 jam
Bagian
biologi
pendidikan
perlengkapan,
dan ilmu
motivator,
biologi
pendamping,
dan evaluator.
Pendidikan Ilmu
2 jam
Dokumenter,
biologi
pendidikan
motivator,
dan ilmu
pendamping,
biologi
dan evaluator.
Pendidikan Ilmu
2 jam
Bagian
matematika pendidikan
perlengkapan,
dan ilmu
motivator,
matematika
pendamping,
dan evaluator

18

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

19

Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama dari Mitra Sekolah

20

Lampiran 6. Buku Kontrol Perkembangan Membaca Anak


Hari/Tgl

Nama Buku
yang Dibaca

Senin/.................

1.
2.
3.
Dst.

Selasa/................

1.
2.
3.
Dst.

Rabu/.................

1.
2.
3.
Dst.

Kamis/.................

1.
2.
3.
Dst.

Jumlah
Halaman
yang
Dibaca

Ringkasan isi

Jumat/................. 1.
2.
3.
Dst.
Sabtu/.................

1.
2.
3.
Dst.

Catatan dari pembina:

Nilai
21