Anda di halaman 1dari 7

makalah Tablet Effervescent.

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah.Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat
limpahan karunia-Nya, Penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tentang Tablet
Effervescent.
Tak lupa Penulis haturkan terima kasih kepada Dr. rer.nat.Mardiyanto, Apt selaku Dosen
Pembimbing pada mata kuliah Teknologi Farmasi yang dengan senantiasa membimbing serta
membagi ilmunya kepada Penulis, dan juga teman-teman yang telah membantu dalam penulisan
makalah ini. karena atas pengarahan dan bimbingannya Penulis dapat menyelesaikan laporan
ini.
Oleh karena itu, pastinya dalam penulisan laporan ini tidak luput dari kesalahan. Penulis
harap pada rekan seperjuangan dapat memberikan kritik dan saran kepada Penulis dalam rangka
mencapai kesempurnaan. Agar nantinya dapat bermanfaat bagi Penulis dan rekan-rekan kita
lainnya.
Palembang, 6 Mei 2014
Muhammad rizky
Daftar isi
PENDAHULUAN
Latar belakang............................................................................................3
Rumusan masalah......................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA
Tablet effervescent....................................................................................4
Kelebihan tablet effervescent....................................................................4
Kekurangan tablet effervescent.................................................................5
PEMBAHASAN
Bahan bahan yang perlu dipakai pada tablet effervescent.......................7
Proses pembuatan tablet effervescent........................................................7
Metode pembuatan tablet effervescent......................................................7
Analisis bahan yang dipakai.......................................................................8
PENUTUP
Kesimpulan...........................................................................13
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas
sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon
dioksida sehingga dapat memberikan efek sparkling

Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan bahan aktif dengan campuran
bahan bahan organik seperti asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Bila tablet
dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan memecah tablet
sehingga tablet dapat melarut dengan cepat. Tablet effervescent memiliki rasa yang enak karena
adanya karbonat yang dapat memperbaiki rasa dari si tablet effervescent tersebut sehinggan
dapat memberikan rasa yang baik ketika konsumen menggunakannya.
Rumusan masalah :
Apa itu tablet effervescent ?
Apa kelebihan dan kekurangan tablet effervescent ?
Apa saja bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tablet effervescentt ?
Bagaimana cara pembuatan tablet effervescent ?
Bagaimana cara mengevauasi tablet effervescent ?
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Tablet Effervescent
Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas
sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon
dioksida sehingga dapat memberikan efek sparkling
Tablet Effervescent dibuat dengan cara mengempa formulasi sari buah dan bahan-bahan
aktif berupa sumber asam dan sumber karbonat. Bila tablet effervescent dimasukkan ke dalam
air, akan terjadi reaksi kimia antara sumber asam dan sumber karbonat tersebut sehingga
membentuk garam natrium dari asam kemudian menghasilkan larutan gas dalam bentuk karbon
dioksida (CO2). Reaksinya berjalan cukup cepat dan biasanya dalam waktu kurang dari satu
menit. Di samping menghasilkan larutan yang jernih, tablet juga memberikan rasa yang enak
karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasang (rasa seperti air soda)
Reaksi di atas tidak dikehendaki terjadi sebelum effervescent dilarutkan, oleh karena itu
kadar air bahan baku dan kelembaban lingkungan perlu dikendalikan tetap rendah untuk
mencegah ketidakstabilan produk. Pengendalian akan berlangsung terus secara cepat karena hasil
reaksi adalah air. Kelarutan dari bahan baku merupakan salah satu hal yang penting dalam
pembuatan tablet effervescent jika kelarutannya kurang baik, maka reaksi tidak akan terjadi dan
tablet tidak larut dengan cepat.
Kelebihan Tablet Effervescent
Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan dalam waktu seketika yang
mengandung dosis obat yang tepat. Selain itu tablet effervescent dapat menghasilkan gas
karbondioksida yang memberikan rasa yang enak karena ada karbonat yang membantu
memperbaiki rasa pada beberapa obat tertentu.
Selain praktis dan mudah dibawa, cara penyajiannya lebih menarik bila dibandingkan
dengan dengan tablet konvensional, dapat diberikan kepada pasien yang mengalami kesulitan
dalam menelan tablet atau kapsul, pada saat dikonsumsi zat aktif dalam keadaan terlarut
sehingga absorpsinya lebih mudah, dan berguna untuk obat-obat yang tidak stabil apabila
disimpan dalam bentuk larutan, jadi obat dapat dibuat dalam bentuk sediaan tablet effervescent
agar stabil.

Kekurangan Tablet Effervescent


Disamping mempunyai beberapa keuntungan, tablet effervescent juga memiliki
beberapa kekurangan, baik dalam produksi maupun dalam pengemasannya. Ditinjau dari segi
produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam ruangan khusus yang mempunyai kelembaban
relatif 20-25% jadi sulit untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia. Kelembaban udara
selama proses pembuatan sudah cukup memulai reaktivitas effervescent, dengan demikian
seluruh peralatan termasuk mesin cetak tablet harus berada dalam ruangan khusus. Sedangkan
dalam segi pengemasannya, tablet effervescent harus dikemas dalam wadah yang kedap udara
sehingga dapat melindungi tablet tersebut dari kelembaban, kelembaban udara di sekitar tablet
sesudah wadahnya terbuka juga dapat menyebabkan penurunan kualitas produk, setelah sampai
di tangan konsumen, harga yang relatif mahal.
BAB 3
PEMBAHASAN
Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan bahan aktif dengan campuran
bahan bahan organik seperti asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Bila tablet
dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan memecah tablet
sehingga tablet dapat melarut dengan cepat. Tablet effervescent memiliki rasa yang enak karena
adanya karbonat yang dapat memperbaiki rasa dari si tablet effervescent tersebut sehinggan
dapat memberikan rasa yang baik ketika konsumen menggunakannya.
Sediaan effervescent biasanya dibuat dan diolah dari suatu kombinasi asam sitrat dan
asam tartrat, karena pemakaian asam tunggal saja akan menimbulkan kesulitan pada
pembentukkan granul. Bila asam sitrat saja yang digunakan maka akan menghasilkan campuran
lekat dan sukar menjadi granul. Perbandingan asam sitrat,asam tartrat dan natrium bikarbonat
yang digunakan yang biasa digunakan adalah 1 : 2 : 3,4.
Bahan-bahan yang dipakai umunya harus tahan panas, mudah dikempa, dan larut dalam
air. Bahan baku yang dipakai seperti
1. Sumber asam meliputi bahan bahan yang mengandung asam atau yang dapat membuat
suasana menjadi asam seperti asam sitrat, asam tartrat, asam karbonat, asam malat, asam fumarat
, dan asam suksinat. Garam asam merupakan sumber asam tetapi hanya sebagai pengganti bahan
asam bila ternyata sediaan tidak dapat dibuat dengan asam saja, seperti natrium dihidrogen
fosfat. Sedangkan asam anhidrat merupakan asam lain yang merupakan asam yang tidak
mengandung air seperti suksinat anhidrat dan sitrat anhidrat.
2. Senyawa karbonat dibutuhkan dalam pembuatan sediaan effervescent untuk menimbulkan gas
karbondioksida bila direaksikan dengan asam. Bentuk karbonat maupun bikarbonat keduanya
diperlukan untuk menimbulkan reaksi yang menghasilkan karbondioksida seperti natrium
karbonat, natrium bikarbonat, dan kalium bikarbonat.
3. Bahan pengisi, biasanya dibutuhkan sedikit dalam pembuatan tablet effervescent ini karena
tablet telah mengandung effervesent mix ( bahan bahan tambahan lain sebagai bahan baku
pembuatan tablet effervesent. Bahan pengisi yang umum yang dipakai antara lain, glukosa,
laktosa, dan maltodekstrin. Namun natrium bikarbonat dapat pula sebagai [engisi yang baik.
Syarat yang harus dipenuhi bahan pengisi dalam sediaan tablet effervescent adalah mudah larut
dalam air sehingga dapat membentuk larutan yang jernih.
4. Bahan tambahan lain, meliputi bahan obat, bahan pewarna, lubrikan serta bahan perisa. Bahan
bahan tambahan lain seperti pemanis , pewarna dll digunakan untuk memberikan penampilan

tablet yang menarik dan memberikan rasa nyaman ketika dikonsumsi. Namun syaratnya bahan
bahan tersebut larut dalam air.
Secara sederhana proses pembuatan tablet effervescent dibagi menjadi dua
tahap yaitu :
1. Proses pencampuran
Proses pencampuran ini bertujuan untuk mendapatkan massa tablet yang homogen.
Tujuan ini dapat dicapai bila sifat partikel penyusun campuran dan faktor lainnya yang
mempengaruhi proses pencampuran adalah sama. Sifat fisisdari partikel yang mempengaruhi
proses pencampuran adalah ukuran, bentuk, densitas dan kelembaban partikel, sedangkan faktor
lainnya adalah kadar partikel. Pada proses pencampuran ini bahan-bahan yang dicampurkan
meliputi sumber karbonat, sumber asam, bahan pengikat, bahan pengisi, bahan pelincir, bahan
cita rasa dan bila perlu ditambahkan pewarna.
2. Proses pencetakan tablet
Pada prinsipnya, tablet dapat dibuat melalui kempa langsung atau granulasi, baik
granulasi basah atau granulasi kering. Untuk menentukan metoda pembuatannya apakah dibuat
kempa langsung atau granulasi sangat tergantung pada dosis dan sifat zat aktifnya. Dibandingkan
dengan metoda granulasi, metoda kempa langsung dinilai lebih menguntungkan dalam hal
penghematan waktu, peralatan, ruangan maupun energi yang dibutuhkan. Namun demikian,
untuk metoda kempa langsung ini semua komponen tablet baik zat aktif, bahan pengisi, pengikat
dan penghancur harus memiliki sifat alir dann kompresibilitas yang baik. Pada proses
pengempaan untuk zat aktif dengan dosis kecil hal ini tidak akan menjadi masalah selama
homogenitasnya diperhatikan. Tetapi untuk zat aktif dengan dosis besar, jika sifat alir dan
kompresibilitasnya tidak baik diperlukan bahan tambahan yang efektif untuk mengatasi sifat alir
dan kompresibilitas.
Pada pembuatan tablet effervescent suhu dan RH (relative humidity) merupakan salah
satu faktor yang sangat penting. RH yang rendah dan suhu yang rendah (cool) sangat penting
untuk mencegah proses granulasi dan pembentukan tablet dari penyerapan uap air, yang
menyebabkan ketidakstabilan tablet. Ruangan ber-RH maksimal 25% dan bersuhu 25oC,
merupakan kondisi yang baik untuk proses pembuatan tablet effervescent.
Metode pembuatan tablet effervescent terbagi atas dua yaitu
1. Metode kering
Umumnya digunakan untuk zat zat yang tak tahan lembap atau panas serta rusak bila
berinteraksi dengan air. Metode ini meliputi metode pembuatan secra kempa langsung dan
granulasi kering yang dilakukan sama seperti pembuatan tablet biasa.
2. Metode basah
Yang termasuk metode ini adalah metode granulasi basah. Metode ini biasa digunakan untuk
bahan bahan yang tahan air. Metode granulasi basah juga digunakan untuk bahan bahan
pembuatan tablet yang tidak dapat dikempa langsung. Prinsip dari metode ini adalah membasahi
masaa tablet dengan larutan pengikat sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu, kemudia
massa basah digranulasi kemudian granul yang dihasilkan barulah dicetak.
Prosesnya:
1.
Cara Pemanasan.
Biasanya komponen asam yang dipanaskan. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit
dikendalikan jarang digunakan.

2.
Granulasi dengan Cairan Reaktif.
Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0,10,5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. Granul
yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam
oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil.
3.
Granulasi dengan Cairan Non Reaktif.
Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol. Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke
dalam campuran pada mesin pencampur. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering
seperti PVP. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Kemudian
dihaluskan lagi baru dicetak.
Pada proses pembuatan tablet effervescent ini dibutuhkan kondisi khusus dimana nilai RH
maksimum yang memenuhi persyaratan yaitu 25 % pada suhu 25 derajat celsius. Hal ini
diperlukan untuk menghindari masalah setelah proses pembuatan akibat pengaruh kelembapan.
Kondisi tersebut diatas juga diperlukan pada penyimpanan hasil produksi karena hasil yang
lembap dapat menginisiasi CO2.
1. Instan jahe merah
Pada pembuatan tablet effervescent ini digunakan sebagai bahan aktif. Jahe merupakan
sumber antioksidan dan obat tradisional yang sudah banyak tersebar di Indonesia dan berpotensi
untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman, jenis rempah ini telah
terbukti berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, rempah ini juga
digunakan sebagai obat antiin amasi dan penamba nafsu makan
2. Asam sitrat
Sumber asam yang paling umum digunakan dalam pembuatan tablet effervescent adalah
asam sitrat dan asam tartarat. Asam sitrat terdapat dalam bentuk serbuk hablur, anhidrat, dan
bentuk monohidrat. Asam sitrat bersifat higroskopis sehingga harus dijaga dari masuknya udara
terutama bila disimpan dalam ruang dengan kelembaban udara yang tinggi.
Asam sitrat merupakan asam yang umum digunakan sebagai asam makanan dan harganya
relatif murah. Asam ini memiliki kelarutan yang tinggi, mempunyai kekuatan asam yang tinggi
dan tersedia dalam bentuk granular, anhidrat dan bentuk monohidrat. Selain itu, tersedia juga
dalam bentuk serbuk. Asam ini sangat higroskopis, oleh karena itu penanganan dan
penyimpanannya memerlukan perhatian khusus.
3. Natrium bikarbonat
Natrium bikarbonat merupakan sumber utama karbondioksida dalam sistem effervescent.
Senyawa ini larut sempurna dalam air, tidak higroskopis, tidak mahal, banyak tersedia di
pasaran dalam lima tingkat ukuran partikel (mulai dari serbuk halus sampai granula seragam
yang mengalir bebas), dapat dimakan dan digunakan secara luas dalam produk makanan sebagai
soda kue. Natrium bikarbonat merupakan alkali natrium yang paling lemah, mempunyai pH 8,3
dalam larutan air dalam konsentrasi 0,85%. Zat ini menghasilkan kira-kira 52% karbondioksida.
Sumber karbonat, digunakan sebagai bahan penghancur dan sumber
timbulnya gas yang berupa CO2 pada tablet effervescent. Sumber karbonat yang biasa digunakan
dalam pembuatan tablet effervescent adalah natrium karbonat dan natrium bikarbonat. Keduanya
adalah yang paling reaktif. Dalam tablet effervescent, sodium bikarbonat merupakan sumber

karbon yang paling utama yang dapat larut sempurna, nonhigroskopik, murah, banyak, dan
tersedia secara komersial mulai dari bentuk bubuk sampai bentuk granul. Sehingga natrium
bikarbonat lebih banyak dipakai dalam pembuatan tablet effervescent.
4. Asam tartrat
Memiliki bentuk hablur, tidak berwarna, tidak berbau, berasa asam, stabil di udara, serta
memiliki daya larut yang tinggi dalam air.
5. Mannitol
Manitol dengan rumus kimia C6H14O6 atau D-mannitol; 1,2,3,4,5,6 hexane hexol
merupakan monosakarida poliol dengan nama kimia manitol berbentuk kristal berwarna putih,
tidak berbau, larut dalam air, sangat sukar larut dalam alkohol dan tidak larut hampir dalam
semua pelarut organik.
Meskipun manitol memiliki gula alkohol yang relatif rendah yang mempunyai efek
pendingin yang biasanya ditemukan dalam permen mint. Namun, ketika manitol benar-benar di
larutkan dalam produk menginduksi efek pendinginan yang kuat. Selain itu mempunyai sifat
higroskopis yang sangat rendah yang tidak akan mengambil air dari udara sampai tingkat
kelembaban 98%. Rasa yang menyenangkan dan mouthfeel dari manitol juga membuatnya
menjadi populer untuk tablet kunyah.
6. Polietilenglikol 8000
PEG 8000 merupakan suatu lubrikan tablet effervescent yang paling efisien karena dapat
terdispersi dengan air sehingga menghasilkan larutan effervescent yang jernih saat dilarutkan ke
air. Konsentrasi yang dipakai berkisar 1,5 %. Mempunyai pemerian serbuk putih hablur , larut
dalam air, dam memounyai tingkat ke-higroskopisan yang rendah dibandng jenis PEG lain.
7. Polyvinil Alkohol ( PVA )
Pada formulasi tablet banyak dipakai sebagai bahan matriks tablet lepas lambat, pengikat, dan
sebagai bahan salut film pada tablet. Konsentrasi yang dipakai antara 5-7 % .
Evaluasi sediaan
Beberapa evaluasi perlu dilakukan untuk menguji tablet yang telah diproduksi demi
mengetahui kualitasnya sebelum dijual dan sampai ke tangan konsumen.
Evaluasi yang dilakukan terbagi atas dua tahap yaitu saat fase granul dan saat fase tablet.
Prosedur yang dilakukan dan ketentuannya sama persis dengan pembuatan tablet biasa.
1. Evaluasi massa tablet
a. Waktu alir ( ideal 10 gram/s )
b. Sudut diam ( ideal 20-40 derajat )
c. Bobot jenis
d. Uji kompresibilitas ( Dengan mengukur tap dan bulk density )
e. Uji kadar air ( Maksimum 10 % untuk tablet effervescent )
2. Evaluasi tablet
a. Pemeriksaan organoleptis

b. Waktu hancur ( ideal 5 menit pada suhu 25 derajt celcius untuk tablet effervescent )
c. Keseragaman ukuran ( Menggunakan jangka sorong )
d. Keseragaman bobot ( Dengan menimbang bobot 20 tablet )
e. Kekerasan tablet ( Dengan alat Hardness tester )
f. Uji friabilitas ( Dengan alt Friability tester )
g. Uji pH ( pH harus mendekati netral untuk tablet effervescent )
h. Uji kadar air ( maksimum 10 % untuk tablet effervescent )
BAB 4
PENUTUP
Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas
sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon
dioksida sehingga dapat memberikan efek sparkling.
Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan bahan aktif dengan campuran
bahan bahan organik seperti asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat dan juga bahan
bahan pendukung tablet lainnya seperti lubrikan, disintegran, dan lain-lain. Bila tablet dilarutkan
di dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan memecah tablet sehingga
tablet dapat melarut dengan cepat.
Metode pembuatan tablet effervescent terbagi atas dua yaitu metode kering dan metode
basah. Metode kering terdiri atas kempa langsung dan granulasi kering, sementara metode basah
yaitu dengan granulasi basah.
Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan dalam waktu seketika yang
mengandung dosis obat yang tepat. Selain itu tablet effervescent dapat menghasilkan gas
karbondioksida yang memberikan rasa yang enak karena ada karbonat yang membantu
memperbaiki rasa pada beberapa obat tertentu. Disamping mempunyai beberapa keuntungan,
tablet effervescent juga memiliki beberapa kekurangan, baik dalam produksi maupun dalam
pengemasannya. Ditinjau dari segi produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam ruangan
khusus yang mempunyai kelembaban relatif 20-25% jadi sulit untuk menghasilkan produk yang
stabil secara kimia
DAFTAR PUSTAKA
Ansel, H., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi ke 4. UI Press. Jakarta
Harler. 1997. Tea Manufacturing. Oxford University Press. London
Hui, Y.H., 1992. Encyclopedia of Food Science and Technology. Jhon Wiley and Sons Inc. New
York
Voight, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi Kedua. Penerjemah Soendari. Gajah
Mada University Pers. Yogyakarta