Anda di halaman 1dari 18

TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN

ANALISA PEMASARAN GO-JEK INDONESIA

Disusun Oleh :
DONA SAPUTRA
F0214035

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

KATA PENGANTAR

Pertama tama saya ucapkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat
menyelesaikan paper ini dengan lancar. Tugas ini bertujuan untuk memenuhi
tugas akhir manajemen pemasaran II fakultas ekonomi dan bisnis universitas
sebelas maret Surakarta

Tidak lupa saya juga mengucapkan terimakasih kepada :


1.Seluruh teman teman jurusan manajemen kelas B universitas sebelas maret
yang telah memberikan kritik, masukan dan saran terhadap tugas ini
2. Prof., Dr.Tulus Haryono, M.Ek selaku dosen manajemen pemasaran yang telah
memberikan materi tentang pemasaran

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan paper ini jauh dari sempurna,
baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu Saya
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, agar kedepan saya
dapat membuat lebih baik lagi.

Surakarta,1 Juni 2016

Dona Saputra

DAFTAR ISI
Halaman Judul ........................................................................................................ 1
Kata Pengantar ....................................................................................................... 2
Daftar Isi ..................................................................................................................3
Abstract ...................................................................................................................4
Bab I Pendahuluan
1.1 Landasan Teori .....................................................................................5
1.2 Latar Belakang .................................................................................... 6
1.3 Profil Perusahaan .................................................................................6
Bab II Pembahasan
2.1 Analisa SWOT ....................................................................................8
2.2 Segmentasi,Targeting,Positioning .......................................................9
2.3 Saluran Distribusi.................................................................................12
2.4 Penetapan Harga...................................................................................13
2.5 Strategi Promosi Jasa...........................................................................15
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan .........................................................................................17
Daftar Pustaka .......................................................................................................18
Lampiran................................................................................................................19

ABSTRACT
Go-Jek Indonesia adalah suatu jasa transportasi yang ada di Jakarta yang
beroperasi sejak tahun 2011, Go-Jek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek
profesional. Berusaha menawarkan faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan
bagi para pelanggannya, Go-Jek tumbuh sebagai startup yang menjanjikan di
Ibukota. Untuk mengurangi permasalahan penyediaan uang tunai, Go-Jek
menawarkan solusi e-wallet Go-Jek Credit. Bisa dibilang Go-Jek laksana Uber
versi ojek yang cocok dimanfaatkan untuk mengantarkan barang, sarana
transportasi, dan bahkan membantu kegiatan berbelanja di belantara Ibu Kota
Pemasaran merupakan aspek penting bagi perusahaan ini dalam menggaet
banyak konsumen. Maraknya iklan diberbagi media mulai dari cetak maupun
elektronik membuat masyarakat tertarik mencoba layanan perusahaan ini. Go-Jek
memiliki banyak layanan yang dapat diandalkan dan kelebihan maupun
kekurangan masing masing dalam layanannya. Tetap saja pilihan terakhir jatuh
ketangan konsumen untuk memilih layanan Go-Jek atau layanan transportasi yang
lain.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Landasan Teori
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan
oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk
mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan
karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana
secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan
pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung
dalam kaitannya dengan pasar.
Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini,
setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan
pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi pemasaran yang
dijalankannya . Produk produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu
proses yang berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang
mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan produk
tersebut.
Dengan demikian pelanggan mau dan rela untuk kembali
menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan
yang setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan
kualitas dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu,
dalam proses pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian
penuh dari manajemen pemasaran paling atas hingga karyawan level
bawah

.
Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran

adalah banyaknya saingan didalam pasar itu sendiri baik dari produk
sejenis maupun dari produk lain. Hal tersebut merupakan tanggung jawab
besar yang harus dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin tetap eksis
didalam persaingan bisnis. Persaingan yang semakin tajam dan perubahanperubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh
manajemen pemasaran agar dapat secara proaktif mengantisipasi
5

perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan akan


datang.

1.2

Latar Belakang
. Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata
jasa itu sendiri mempunya banyak arti, dari mulai pelayanan pribadi
sampai jasa sebagai suatu produk. (Rambat Lupiyoadi:2013). Sebenarnya
bangyak pakar mengemukakan mengenai apaitu jasa, seperti yang
dikemukakan oleh kotler (2004) dalam Rambat Lupianto (2013)
mendefinisikan jasa adalah setiap tindakan dan kegiatan yang ditawarkan
oleh suatu pihak ke pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin
berkaitan dengan produk fisik atau tidak.
Banyak sekali contoh dari usaha jasa itu sendiri seperti: Jasa
Reparasi, Salon, Rumah Sakit, sekolah dan juga transportasi yang pada
kesempatan ini saya pilih untuk saya angkat dalam pembahasan paper ini
Dengan didukung banyaknya jumlah warga di Ibu Kota Jakarta
yang membutuhkan transportasi yang murah,cepat,dan nyaman disitulah
Go-Jek Indonesia memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka
usahanya. Tidak hanya Jakarta, Go-Jek Indonesia juga mengembangkan
sayapnya ke Kota besar lainnya seperti Yogyakarta,Malang,Surabaya dan
rencananya juga akan merambah ke Kota Solo.

1.3

Profil Perusahaan
PT. Gojek Indonesia (Go-jek), pertama kali didirikan oleh Nadiem
Makarim pada tahun 2011. Go-Jek adalah perusahaan berjiwa sosial yang
memimpin revolusi industri transportasi Ojek. Go-Jek bermitra dengan
para pengendara Ojek berpengalaman di Jakarta, Bandung, Bali &
Surabaya dan menjadi solusi utama dalam pengiriman barang, pesan antar
makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan. Tukang ojek
yang bernaung di GoJek juga sudah mencapai 7.500 driver di area
Jabodetabek saja. Dengan perkembangannya yang pesat ini, kabarnya Go-

Jek telah menuai prestasi sebagai Juara 1 dalam kompetisi bisnis Gobal
Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) di Bali. Selain itu, Go-Jek
telah memperoleh berbagai penghargaan dari komunitas bisnis maupun
sosial.
Di situs resminya disebutkan Go-Jek memberikan layanan jasa
kurir (90 minute delivery anywhere in the city), Jasa transportasi
(transparent pricing, free shower cap and masker), Jasa delivery makanan
(delivering your favorite food under 60 minutes in Jabodetabek) dan Jasa
belanja dengan nominal dibawah 1 juta rupiah (shop for food, ticket,
medicine, anything under RP 1.000.000. we`ll pay for it first). Go-Jek
dapat dipesan melalui Go-Jek App yang bisa diunduh melalui Play Store
maupun App store. Dalam waktu 1 bulan aplikasi ini sudah berhasil
mencapai 150 ribu download, dengan rating 4,4 dari 5 bintang. Untuk
pembayarannya pun memiliki 2 cara yaitu cash atau menggunakan Go-Jek
Credit. Go-Jek Credit adalah metode pembayaran GO-Jek yang dibuat
cashless dan dapat digunakan untuk membayar semua layanan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Analisa SWOT


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang
digunakan

untuk

mengevaluasi

kekuatan

(strengths),

kelemahan

(weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu


proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk
akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses
ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan
memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian
menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah
bagaimana

kekuatan

(strengths)

mampu

mengambil

keuntungan

(advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara


mengatasi

kelemahan

(weaknesses)

yang

mencegah

keuntungan

(advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana


kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan
terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang
mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan
sebuah ancaman baru.
Analisa pada Go-Jek Indonesia
1. Sthrenghts
Kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh Go-jek adalah satu-satunya
model alat transportasi umum yang menawarkan berbagai macam
kemudahan Selain menyediakan jasa antar jemput penumpang, Go-Jek
juga menyediakan jasa lain yang cukup membantu seperti kurir instan, dan
personal shopping tercepat, selain itu keunggulan dari go-jek ini adalah
menggunakan layanan sms, telephon dan aplikasi mobile jadi penumpang
tidak perlu menghampiri tukang ojek cukup telephon atau mengirim pesan
Go-jek akan menghampiri anda.
2. Weakness

Kelemahan dari Go-jek ini adalah ketika pelanggan menggunakan


layanan personal shopping mungkin barang yang di inginkan kurang
sesuai dengan yang di inginkan ketika kurang lengkap menjelaskan barang
apa yang ingin dibeli dan saat ini go-jek masih menyediakan credit untuk
pembelian barang tidak lebih dari satu juta rupiah.
3. Oportunities
Peluang yang yang dimiliki Go-jek ini adalah Go-jek dapat
memperluas jangkauan nya sampai ke kota-kota besar di indonesia bukan
hanya di Jakarka karena dengan adanya Go-jek Indonesia ini dapat juga
membantu Tukang Ojek lainnya dalam hal beroperasi sehingga struktur
tranportasi umum di Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.
4. Threaths
Ancaman yang akan dihadapi go-jek saat ini adalah munculnya
pesaing baru yang bergerak di bidang yang sama.

2.2 Segmentasi,Targeting, dan Positioning


A.SEGMENTASI
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang
dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik atau tingkah laku yang
mungkin membutuhkan produk yang berbeda (Lupiyoadi, R. & Hamdani,
A : 2006:44).
Pada dasarnya ada 2 pendekatan segmentasi yaitu berdasarkan
karakteristik konsumen dan berdasarkan respons konsumen. Berikut ini
adalah pendekatan segmentasi yang dilakukan oleh Go-Jek Indonesia.

1. Segmentasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen


a. Demografi dan Sosioekonomi : Dalam segmentasi ini Go-jek membagi
pasar

menjadi

beberapa

kelompok

yaitu

segmentasi

Karyawan,

Masyarakat umum dan Mahasiswa juga Pelajar.

b. Psikografis : Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar dalam


kelompok gaya hidup masyarakat kota malang dimana tempat beroperasi
Go-jek. Menengah kebawah dan menengah ke atas.
c.

Geografi : Dalam hal segmentasi ini Go-jek menentukan tempat

beroperasi Go-jek ini Di kawasan Kota Jakarta. Karena merujuk awal


adanya Go-jek itu di Kota Jakarta dan untuk rilis di kota lain kita juga
akan menfokuskan terlebih dahulu di dalam kota Jakarta dan mungkin
nantinya ketika bisa dibilang efektif akan kami perluas sampai Kota
lainnya.
2. Segmentasi Berdasarkan Respons Konsumen
a. Segmentasi Manfaat : Awalnya konsumen berfikir mencari alat
transportasi yang memberikan banyak kemudahan dan manfaat maka dari
itu Go-jek datang untuk menjawab itu semua bukan hanya menyediakan
jasa antar jemput tetapi juga personal shopping dan kurir isntan.
b. Segmentasi Pengguna : Dalam hal ini Go-jek membagi pasar
berdasarkan pengguna, dimana akan mengidentifikasi mana yang termasuk
pengguna berat, menengah dan ringan.
c. Respon Promosional : Go-jek memasarkan produknya menggunakan
iklan di Radio dan awal akan membuat ivent saat pembukaan Go-jek.
Setelah itu akan mengidentifikasikan konsumen berdasarkan bagaimana
konsumen merespon bentuk-bentuk promosi yang dilakukan Go-jek.
d. Loyalitas : Dalam hal segmentasi ini Go-jek akan membagai konsumen
dalam 2 kelompok yaitu konsumen Loyal dan kurang Loyal.
Setelah mengidentifikasikan macam-macam segmentasi yang mungkin
akan dipakai maka sekarang adalah memilih dasar terbaik untuk
segmentasi dari berbagai macam kelebihan dankelemahan yang telah
didapatkan maka saya memilih dasar segmentasi untuk Go-jek ini adalah
sebagai berikut:

10

1.

Demografi

2.

Geograsi

3.

Manfaat

4.

dan Loyalitas.

B. TARGETING
Setelah mengevaluasi berbagai macam segmen pasar yang ada, Go-jek
memutuskan melakukan pasar target dengan melakukan strategi
pemasaran tanpa perbedaan yaitu mengabaikan perbedaan segmen pasar
daan menawarkan satu macam produk kepada seluruh pasar, karena jasa
yang ditawarkan oleh Go-jek ini dirasa bisa di nikmati atau dipakai untuk
semua kalangan.
C. POSITIONING
Positioning mencakup perancangan dan penawaran citra perusahaan agar
target pasar mengetahui dan menganggap penting posisi perusahaan
dimata pesaing. (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:58)
Menurut kotler sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus
memenuhi

kriteria:

penting,

berbeda,

Lebih

unggul,

dapat

dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau dan menguntungkan.


(Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:59)
Saya rasa Go-jek sudah memenuhi semua kriteria diatas karena Go-jek
dianggap penting karena menjawab persoalan yang dirasakan oleh
masyarakat kota karena Go-jek hadir dengan berbagai macam kemudahan,
Berbeda dalam hal ini jelas berbeda karena Go-jek ini menawarkan
berbagai macam keunggulan yang tidak dimiliki pesaing, Superior jasa
yang ditawarkan oleh Go-jek ini banyak memiliki keunggulan karena
pesaing belum memiliki layanan jasa yang ditawarkan oleh Go-jek seperti
Personal Shopping dan juga Kurir, da juga jasa yang ditawarkan ini dapat
dikomunikasikan dengan mudah kepada konsumen karena Go-jek adalah

11

Pelopor jasa transportasi umum yang menawarkan keprofesionalan yang


pasti terjangkau karena disesuaikan dengan konsumen. Secara otomatis
perusahaan akan mendapat laba dari semua keunggulan yang ditawarkan
tersebut. Oleh karena itu Go-Jek Indonesia hadir dengan keunggulan
sebagai berikut:
1. Satu-satunya Jasa transportasi umum yang menawarkan jasa kurir dan
personal shopping.
2. Satu-satunya Jasa transportasi umum yang menggunakan teknologi
Mobile.
3. Aman, Cepat dan menyenangkan.
4. Proses transaksi yang mudah
5. Harga Terjangkau.

2.3 Saluran Distribusi


Saluran distribusi menggerakkan barang dan jasa dari produsen
kepada konsumen. Mereka memecahkan kesenjangan utama seperti waktu,
tempat, pemilikan yang memisahkan barang dan jasa dari mereka yang
ingin menggunakannya. Anggota saluran distribusi melakukan beberapa
fungsi kunci. Sebagian membantu dalam melengkapi transaksi seperti
Informasi dan juga Promosi produk jasa yang di jual.

Saluran Distribusi Jasa yang Go-jek gunakan adalah saluran


langsung karena jasa yang kamilakukan adalah jasa murni (Pure
Service) merupakan jasa yang tergolong High Contact jadi jasa ini tidak
memerlukan saluran distribusi yang sampai memerlukan saluran satu
tingkat ataupun saluran dua tingkat, karena jasa yang kami tawarkan ini
sangat memberikan kemudahan kepada konsumen mulai dari jasa antar

12

jemput, kurir

instan,

dan

personal

shopping.

Pelanggan

tinggal

memesannya lewat handphone maka kami akan datang menghampiri


konsumen/pelanggan tersebut dan langsung dapat menikmati jasa yang
kami tawarkan.

2.4 Penetapan Harga


Kegiatan penentuan harga memainkan peranan penting dalam
proses bauran pemasaran, karena penentuan harga terkait langsung
nantinya dengan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Keputusan
penetapan harga juga sedemikian penting dalam menentukan seberapa
jauh sebuah layanan jasa dinilai oleh konsumen dan proses membangun
citra. Penentuan harga

juga memberikan persepsi tertentu dalam hal

kualitas.
(Lupiyoadi, Rambat & Hamdani. A, 2006:100) Dalam menentukan sebuah
harga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:
1 Elastisitas permintaan
2 Strutur biaya
3.Persaingan
4,Positioning dari jasa yang ditawarkan
5.Sasaran yang ingin dicapai perusahaan
6.Siklus hidup jasa
7 Sumber daya yang digunakan
8 Kondisi ekonomi
Dari faktor diatas maka Penetapan harga yang diambil oleh Go-Jek
indonesia juga mempertimbangkan faktor diatas utamanya persaingan,
siklus hidup jasa dan kondisi ekonomi. Meskipun Go-Jek Indonesia
adalah layanan jasa tranportasi modern pertama dan bekerja sama dengan
tukang ojek pesaingnya bukan hanya tukang ojek yang tidak bergabung di
13

go-jek saja, tetapi layanan transportasi yang lain juga merupakan pesaing
go-jek, selain itu jasa kurir instan yang ditawarkan juga punya pesaing
yaitu jasa kurir yang ada di berbagai kota. Siklus hidup jasa ini juga
menjadi acuan dalam penentuan harga, karena Go-jek di dalam produk life
cycle mempunyai strategi tersendiri dalam penentuan harga apalagi Go-jek
ini merupakan jasa transportasi baru jadi masih dalam tataran perkenalan
dan penentuan harganya harus tinggi tetapi masih dalam tataran harga
yang bersaing atau rata-rata pesaing di kots tertentu, karena untuk
mengembalikan modal awal yang pasti banyak di keluarkan. Tetapi seiring
berjalannya waktu dan ketika produk ini dalam tahap kedewasaan strategi
penetapan harga jugaakan berubah.
Kondisi ekonomi, ketika menetapkan harga kami juga melihat
pendapatan warga dan juga kemampuan daya beli konsumen yang kami
bidik dan juga penetapan harga ini disesuaikan dengan jarak tempuh yang
dituju konsumen. Maka dapat di simpulkan bahwasannya taktik penetapan
harga yang di Gunakan oleh Go-jek indonesia adalah Penetapan Harga
Biaya-plus (Cost-plus Pricing). Yaitu penetapan harga dilakukan dengan
menaikkan harga sekian persen dari total biayanya. Selain itu juga
mempertimbangkan pesaing atau bisa dikatakan juga menggunakan harga
paritas pesaing dimana penetapan harga ditentukan berdasarkan harga
yang ditentukan oleh pemimpin pasar atau harga rata-rata yang ditetapkan
oleh pasar.
Contoh Misalnya ada pelanggan dari tempat A ingin pergi ke
tempat B dan ketika di estimasikan biaya perjalnan kesana menghabiskan
bensin 1 liter dengan harga -+ Rp. 7.500 maka kita menaikkan harga 50%
atau bisa sampai 60% dari biaya yang kita keluarkan. Tetapi kenaikan
harga itu tidak jauh diatas harga yang ditetapkan oleh pesaing kita.
Jadi perhitungannya 7.500 X 50% = 3.750
Maka 7.500 + 3.750 = 11.250.

14

Dapat disimpulkan bahwa harga yang kami tawarkan adalah 11.250


dengan laba yang kita dapatkan sebesar 3.750 setiap pempesangkatan
dengan jarak tempuh yang menghabiskan biaya sekitar 7.500.
Dapat juga menaikkan harga sampai 100% asalkan sesui dengan
kemampuan ekonomi pelanggan yang kita bidik atau target market kita.
Sehingga tidak membebani konsumen kita

2.5 Strategi Promosi Jasa


Periklanan menurut Philip kotler dan Gary Armstrong adalah
Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi
dan promosi non pribadi dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa.

Media pemasaran antara lain:


Media
Televisi

Kelebihan
Liputan pemasaran yang baik;
biaya
rendah
perpaparan;
menggabungkan
pandangan,
suara dan gerakan; menarik

Kekurangan
Biaya absolute tinggi;
kerumunan tinggi; paparan
hanya sekilas; selektivitas
pemirsa kurang.
15

Surat Kabar

terhadap indra.
Fleksibelitas; ketepatan waktu;
liputan pasar local yang baik;
penerimaan
luas;
tingkat
kepercayaan tinggi.

Umur pendek; kualitas


reproduksi buruk,sedikit
pembaca
selain
pembelinya.

Surat
Langsung

Selektivitas
pemirsa
tinggi; Biaya perpaparan relatif
fleksibelitas; tidak ada kompetisi tinggi, citra surat sampah.
iklan dalam media yang sama;
memungkinkan personalisasi

Majalah

Selektivitas
geografis
dan Jangkauan waktu membeli
demografis tinggi; kredibititas iklan lama; tinggi biaya;
dan prestise; reproduksi kualitas tidak ada jaminan posisi.
tinggi; umur panjang dan banyak
pembaca selain pembelinya.

Radio

Penerimaan
local
baik; Audio saja; paparan hanya
selektivitas
geografis
dan sekilas; perhatian rendah;
demografis tinggi; Biaya rendah. pemirsa tefragmentasi.

Luar Ruang

Fleksibelitas;
pengulangan Seleletivitas pemirsa kecil;
paparan tinggi; biaya rendah; keterbatasan kreatif.
kompetisi
pesan
rendah;
selektivitas posisi baik.

Internet

Selektivitas tinggi; biaya rendah; Pemirsa tercakup secara


segera; kemampuan intekratif.
demografis; dampak relatif
rendah;
pemirsa
mengendalikan paparan.

Bab III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
16

Perusahaan Go-Jek merupakan perusahaan transportasi pertama


yang mengusung e-commerce dalam pemasarannya. Selain transportasi
perusahaan ini juga menyediakan berbagai layanan seperti kurir dan pesan
antar makanan ( food delivery ) . Sebagai perusahaan yang memiliki
sedikit pesaing membuat Go-jek mampu mengembangkan usahanya ke
berbagai kota di Indonesia. Kesuksesan Go-jek tentunya didukung oleh
gencarnya iklan pemasaran yang mereka lakukan lewat berbagai media
cetak maupun elektronik. Untuk mampu mempertahankan eksistensinya di
pasaran, Go-Jek harus senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pelayanan jasanya agar tidak kehilangan konsumennya da tentunya
pemasaran yang baik akan mampu membawa Go-jek menjadi perusahaan
yang maju di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Kotler. Philip and Gary Amstrong.Prinsip-Prinsip Pemasaran edisi 12. 2009.
Jakarta : Penerbit Erlangga

17

Lupiyoadi,Rambat. Manajemen Pemasaran Jasa Berbasis Kompetensi. 2013


Jakarta : Salemba Empat

18