Anda di halaman 1dari 2

Tugas Ujian

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Anak RSUD Tarakan


Periode 21 Maret 2016 28 Mei 2016

Nama

: Elcha

NIM

: 11 2014 172

Dokter Penguji

: dr. Edi Pasaribu, Sp.A, M.Kes

1. Jelaskan patofisiologi mengenai keadaan diare sekretorik menyebabkan terjadinya diare


osmotik?
- Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih lunak atau lebih
cair dari pada keadaan normal dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam.
Berdasarkan patofisiologinya diare dapat dibagi menjadi diare yang bersifat
sekretorik, osmotic dan invasive.
Diare sekretorik terjadi oleh karena adanya hambatan absorbs Na + oleh virus enterosit
serta peningkatan sekresi Cl- oleh kripta. Na+ akan masuk ke dalam sel saluran cerna
dengan 2 mekanisme pompa Na yang memungkinkan terjadinya pertukaran Na
glukosa, Na+ - asam amino, Na+ - H dan proses elektrogenik melalui Na Channel.
Peningkatan sekresi intestinal diperantarai oleh hormone (vasoactive intestinal
polypeptide VIP), toksin dari bakteri (E. coli, Cholera) dan obat-obatan yang dapat
mengaktivasi enzim adenil siklase melalui ransangan pada protein G enterosit
sehingga terjadi peningkatan cAMP dan cGMP. Peningkatan cAMP dan cGMP
kemudian akan bekerja menstimulasi sekresi cairan dan elektrolit, diantaranya dengan
meningkatkan sekresi klorida dan kalsium ke dalam lumen usus.
Diare osmotic terjadi karena adanya substansi atau bahan intraluminal yang tidak
dapat diabsorbsi oleh usus, sehingga bahan tersebut akan difermentasi oleh bakteri
yang terdapat pada usus. Hasil fermentasi dari bakteri usus tersebut akan
menyebabkan peningkatan tekanan osmotik di lumen usus yang akan menginduksi

sekresi cairan intraluminal sehingga konsistensi tinja menjadi lebih lunak atau lebih
cair dan frekuensi defekasi meningkat.
Pada diare sekretorik dimana baik infeksi virus yang mask ke dalam tubuh anak
maupun enterotoksin yang dilepaskan oleh infeksi bakteri akan sampai kepada
enterosit serta menyebabkan kerusakan usus halus. Enterosit yang telah mengalami
kerusakan akan digantikan fungsinya oleh tubuh dengan enterosit baru yang
fungsinya belum sempurna dan belum matang. Vili usus kemudian akan mengalami
atrofi dan tidak dapat mengabsorbsi cairan dan makanan dengan baik sehingga terjadi
peningkatan tekanan koloid osmotik usus, dan meningkatkan motilitas usus sehingga
diare yang awalnya bersifat sekretorik dapat menjadi bersifat diare osmotik.