Anda di halaman 1dari 21

BAHAN-BAHAN LISTRIK

ISOLATOR

KELOMPOK :
1.

FIQIH ANUGRAH FARIZ (KETUA)

2.

MUTIARA AYU ANNISA (ANGGOTA)

3.

I GUSTI NGURAH TOYA ARYANA (ANGGOTA)

4.

ZAKKY AZMY MAULANA (ANGGOTA)

5.

GANGSAR ZAENUROHMAN (ANGGOTA)

6.

YORDAN RAKA SIWI (ANGGOTA)

7.

WIDYANTORO TRI P.(ANGGOTA)

TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas berkat Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Isolator.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat terpisahkan dari alat-alat yang berhubungan
dengan listrik. Baik dari yang sederhana sampai yang lebih kompleks. Dari sifatnya sendiri kita
ketahui yaitu konduktor, semikonduktor dan isolator. Di dalam makalah ini sendiri akan
difokuskan pada pembahasan mengenai isolator. Secara sederhana isolator dapat diartikan
sebagai benda atau bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik. Jenis dan macamnya sangat
banyak. Namun hanya beberapa orang mengetahui lebih mendalam tentang isolator. Maka dari
itu, dalam makalah ini akan dijelaskan lebih jauh dan mendetail perihal isolator. Termasuk
bagaimana cara kerja isolator, bahan-bahan yang dipakai atau digunakan, bentuk isolator dan
lain-lain.
Dengan demikian kami berharap dengan membaca makalah ini akan membuat pembaca
yang masih awan tahu apa itu isolator dan hal-hal yang berhubungan dengan itu, menambah
wawasan bagi orang yang sudah paham mengenai isolator dan makin menguatkan pengetahuan
akan isolator.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih ada banyak kekurangan.
dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan dan wawasan serta pengalaman yang penulis miliki.
Untuk itu penulis mohon maaf atas segala kekurangan tersebut, kami mengharapkan segala saran
dan kritik serta masukan yang bersifat membangun bagi diri penulis.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
dalam penyelesaian makalah ini. Semoga dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, institusi
pendidikan dan masyarakat luas. Amiin

Semarang, 25 September 2014

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................2
DAFTAR ISI .........................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................4
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................................4
1.2 Manfaat ..............................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................................5
1. Pengertian Isolator..5
2. Bentuk-bentuk isolator...5
3. Isolator padat5
4. Isolator Cair...15
5. Isolator Gas16
6. Klasifikasi Bahan Islator..17
BAB III ........................................................................................................................................ 19
PENUTUP.19
1. Kesimpulan .....................................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...20

BAB I
PENDAHULUAN
3

1.1 Latar Belakang


Bahan-bahan listrik merupakan komponen yang penting dalam sistem kelistrikan terutama
dalam pendistribusian energi listrik. Bahan-bahan listrik tersbut meliputi isolator, semikonduktor,
konduktor, dan superkonduktor. Untuk superkonduktor, bahan tersebut masih dalam tahap
penelitian.
Di dalam makalah ini, penulis akan membahas bahan isolator. Isolator, atau yang biasa
disebut sebagai bahan penyekat merupakan bahan yang digunakan untuk menahan arus listrik
yang mengalir jika pada bahan penyekat diberi tegangan listrik. Isolator dapat berupa bahan
padat, cair, dan gas. Kebanyakan orang tahu isolator hanya terbuat dari bahan padat dan masih
asing terhadap isolator bahan cair dan gas. Oleh karena itu, penulis akan membahas lebih dalam
tentang isolator.
1.2 Manfaat Pembelajaran

Menambah wawasan masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya tentang

isolator.
Menambah wawasan tentang isolator padat, cair, dan gas.

BAB II
PEMBAHASAN
4

2.1 PENGERTIAN ISOLATOR


Isolator adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan
listrik, mempunyai sifat dapat mengisolir arus listrik. Memiliki tahanan listrik (resistansi)
yang besar sekali. Susunan atomnya sedemikian rupa sehingga elektron valensinya sulit
berpindah dari pita valensi ke pita konduksi, karena celah energinya (energy gap) besar
sekali. Jika terjadi perpindahan elektron dari pita valensi ke pita konduksi, dengan
perkataan lain terjadi tegangan tembus (breakdown voltage).

BENTUK-BENTUK ISOLATOR
Seperti keadaan umum benda, maka penyekat penyekat memiliki bentuk-bentuk yang
serupa yaitu padat, cair, dan gas.
A. PADAT
Berbentuk padat dibedakan menurut kelompok-kelompoknya yaitu :
1. BAHAN TAMBANG
a) BatuPualam
Kwalitas ditentukan oleh kepadatan dan penggosokannya. Semakin padat dan
semakin licin semakin kurang daya penyerapan airnya. Karenasifatnya mudah

pecah

dan

berat,

maka

sekarang

kurang

banyak

dipakai.

Gambar 1. Batu pualam


b) Asbes
Asbes merupakan bahan berserat, tidak kuat, dan mudah putus. Bukan
penyekat yang baik. Keistimewaannya adalah tidak dapat dibakar, jadi tahan
panas tinggi. Banyak digunakan pada peralatan listrik rumah tangga seperti

setrika

listrik,

kompor

listrik,

dan

alat-alat

pemanas

lainnya.

Gambar 2. Bahan pembuat asbes


c) Mika
Data teknisnya : Daya sekat listrik dan kekuatan mekanis sangat tinggi dan
elastis pula. Daya tahan panas tinggi (tidak sampai ratusan derajat) dan
penahan air yang baik. Sangat ringan, dan bening (transparan). Banyak
digunakan pada peralatan listrik rumah tangga seperti setrika listrik, kompor

listrik,

dan

alat-alat

pemanas

lainnya.

Gambar 3. Bahan pembuat mika


d) Mikanit
Mikanit adalah mika yang telah mendapat perubahan bentuk maupun susunan
bahannya.

Berbentuk

agak

padat.

Biasa

dipakai

pada

Komutator.

Gambar 4. Mikanit
8

e) Mikafolium
Semacam mikanit dan sebagai bahan digunakan di atas lapisan kertas tipis.
Mudah dibengkokkan dengan pemanas. Biasanya dipakai untuk membungkus
kawat atau batang lilitan sebagai penyekat pada mesin listrik tegangan tinggi.
f) Mikalek
Digunakan gelas dan plastic sebagai bahan dasar. Bubuk mika merupakan
bahan pengisi. Kekuatan mekanis tinggi dan sering dipakai pada penyearah
arus logam (air raksa), peralatan radio dan tenaga listrik. Mikalek merupakan
mika terbaik, sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diperlukan sebagai
penyekat.

Gambar 5. Mikalek
2. BAHAN BERSERAT
Sebenarnya bahan ini kurang baik karena sifat yang sangat menyerap air. Beberapa
contohnya:
a) Benang
Sebenarnya tidak semata-mata digunakan sebagai penyekat, tetapi lebih condong
digunakan sebagai pengisi kabel, terutama kabel tanah.

Gambar 6. Benang
b) Tekstil
Dari benang ditenun menjadi pita dan kain dengan berbagai corak, ukuran, dan
kwalitasnya. Bahan tekstil digunakan dalam bidang kelistrikan sebagai penyekat
kawat lilitan mesin listrik, pengikat, dsb. Karena bersifat menyerap cairan, untuk
perbaikan daya sekat dilapis atau dicelup ke dalam cairan lak penyekat.

Gambar 7. Tekstil
c) Ketas
Ketas adalah bahan penyekat dengan alkali memiliki harga yang mahal. Berwarna
kuning atau coklat muda. Kekuatan kertas tergantung dari kadar airnya. Untuk
mengatasinya kertas dilapisi lak penyekat. Biasa digunakan pada lilitan kawat,
kumparan, penyekat kabel, dan kondensator kertas. Biasanya memiliki ketebalan
tertentu.
d) Prespan
Dibanding dengan kertas, prespan lebih padat, jadi kurang menyerap air.
10

Gambar 8. Prespan
e) Kayu
Pada jaman dahulu sering digunakan untuk tiang listrik. Kayu dapat rusak karena
factor biologi, supaya tahan lama kayu harus diawetkan lebih dulu. Kayu juga harus
dimampatkan agar kadar airnya dapat berkurang.

Gambar 9. Kayu balok

3. GELAS DAN KERAMIK


a) Gelas
Merupakan penyekat yang baik untuk listrik, namun sangat rapuh. Biasanya dipakai
dalam pembuatan bola lampu pijar.

11

Gambar 10. Kaca, bahan pembuat gelas


b) Keramik
Keramik memiliki daya sekat yang tinggi. Biasanya dibuat menjadi porselin dan
steatite.

Gambar 11. Isolator keramik


c) Steatit
Bagian dari dalam saklar dan kotak tusuk. Biasanya juga pembuatan manik-manik
untuk menyekat kawat penghubung yang dapat melentur dan letaknya berdekatan
dengan alat pemanas listrik.

12

Gambar 12. Batu steatite


d) Porselin
Merupakan bahan yang penting dalam penyekatan karena memiliki kekukuhan
mekanis yang sangat besar.Untuk pembuatan bagian isolasi alat-alat listrik yang
harus menahan gaya tekan yang berat, bahan porselin baik sekali. Air tidak dapat
menyerap karena adanya email pada permukaan.

Gambar 13. Isolator porselen

13

4. PLASTIK
Sifat baik dari bahan plastic antara lain : ringan, daya hantar panas rendah, tahan air, dan
daya sekat tinggi. Untuk dipakai pada bahan yang lebih panas, plastic kurang baik. Ada 2
jenis plastic yaitu:
a) Thermoplastik.
Pada suhu 60 derajat sudah menjadi lunak. Pemanasan sampai mencair tidak
merubah struktur kimiawi.
b) Thermosetting plastic.
Bahan ini telah mengalami proses pencairan dan telah dicetak dan mengalami
perubahan struktur kimiawi sehingga tidak dapat lunak lagi walaupun dipanaskan.

Gambar 14. Thermoplastic


5. KARET DAN EBONIT
a) Karet
Bersifat elastis dan berguna untuk menahan tumbukan. Digunakan sebagai
penyekat hantaran listrik, penggunaan pipa karet untuk menyekat sepatu kabel, dan
pembungkus kabel.

Gambar 15. Karet gelang


b)

Ebonit
Dapat dibengkokan dalam air yang mendidih, dapat dikikir, dibor, dan dibubut.

14

Tahan terhadap asam dan dipakai sebagai bak akumulator. Tidak dapat menyerap
air. Tidak tahan panas.

Gambar 16. Bahan ebonit

6. BAHAN-BAHAN YANG DIPADATKAN


a) Lilin dan Parafin
Cepat mencair, mempunyai sifat tidak menyerap air dan hasilnya berlimpah,
dijadikan salah satu bahan yang berguna untuk penyekat listrik walaupun titik
leleh relative rendah. Biasa dipakai pada Kondensator atau pada bdang arus
lemah.

Gambar 17. Butiran parafin


B. CAIR

15

a)

Minyak Transformator
Diperlukan sebagai pendingin pada transformator yang di akibatkan lilitan kawat.
Tanpa pendinginan akan merusak penyekat inti, lilitan dan pada bagian tertentu.

Gambar 18. Minyak transformator


b)

Minyak kabel
Umumnya dibuat pekat dan untuk menambah pekat dapat dicampur dengan
dammar. Digunakan untuk memadatkan penyekat kertas pada kabel tenaga, kabel
tanah, terutama kabel tegangan tinggi.

C. GAS
a) Nitrogen
Digunakan sebagai pengontrol saluran kabel pengisi/distribusi untuk mengetahui
masih baik tidaknya penyekat kabel yang dipakai. Terutama pada kabel tanah yang
sering terjadi karat, goresan dan retak pada timah hitam.

16

Gambar 19. Nirtogen cair


b) Hidrogen
Hidrogen digunakan sebagai pendingin turbogenerator dan kondensor sinkron.
Walaupun sebagai pendingin juga merupakan penyekat panas dan listrik.
c) Carbon Dioksida
Digunakan dalam turbogenerator. Memiliki sifat mematikan api. Sebagai pengaman
untuk pencampuran hydrogen dan udara yang dapat mengakibatkan ledakan.

Gambar 20. Asap CO2 yang keluar dari cerobong


KLASIFIKASI BAHAN ISOLATOR
Klasifikasi bahan isolasi

berdasarkan suhu kerja maksimum:

Kelas Suhu kerja maksimum


Y
90 C
A
105 C
E
120 C
B
130 C
17

F
H
C

155 C
180 C
diatas 180 C
1. Kelas Y
Yang dapat digolongkan dalam kelas Y adalah : katun, sutera alam wol sintetis, rayon,
serat poliamid, kertas, prespan, kayu, poliakrit, polietilin, polivinil, karet.
2. Kelas A
Yang dapat digolongkan dalam kelas A adalah : bahan berserat dari kelas Y yang telah
dicelup dalam vernis, aspal, minyak trafo, email yang dicampur vernis dan poliamid.
3. Kelas E
Yang dapat digolongkan dalam kelas E adalah : penyekat kawat email yang memakai
bahan pengikat polivinil formal, poli urethan dan damar epoksi dan bahan pengikat lain
semacam itu dengan bahan pengisi selulose, pertinaks dan tekstolit, film triasetat, filem
serat polietilin tereftalat.
4. Kelas B
Yang dapat digolongkan dalam kelas B adalah : bahan nonorganik (mika, gelas, fiber,
asbes) dicelup atau direkat menjadi satu dengan pernis atau konpon, bitumen, sirlak,
bakelit dan sebagainya.
5. Kelas F
Yang dapat digolongkan dalam kelas F adalah : bahan bukan organik dicelup dan direkat
menjadi satu dengan epoksi, poliurethan, atau vernis yang tahan panas tinggi.
6. Kelas H
Yang dapat digolongkan dalam kelas H adalah : semua bahan komposisi dengan bahan
dasar mika, asbes dan gelas fiber yang dicelup dalam silikon tanpa campuran bahan
berserat (kertas, katun, dan sebagainya). Dalam kelas ini termasuk juga karet silikon dan
email kawat poliamid murni.
7. Kelas C
Yang dapat digolongkan dalam kelas C adalah : bahan onorganik yang tidak dicelup dan
tidak diikat dengan subtansi organik, misalnya mika, mikanit yang tahan panas
(menggunakan bahan pengikat anorganik), mikaleks, gelas, dan bahan keramik. Hanya
satu bahan organik saja yang termasuk kelas C yaitu polietra flouroetilin (teflon).

18

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan :
Isolator adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan listrik.
Dalam bahan isolator, elektron-elektron tidak bebas bergerak. Hal ini karena setiao atom dari
bahan isolator terikat dengan kuat. Pada isolator, setiap muatan elektron dipegang erat oleh inti
atomnya, sehingaa pada suhu ruangan/normal tidak mungkin adanya pengaliran arus listrik.
Isolator berguna pula sebagai penopang beban atau pemisah antara konduktor tanpa membuat
adanya arus mengalir ke luar atau antara konduktor.

19

DAFTAR PUSTAKA
http://elektro63.blogspot.com/2011/12/isolator-isolator-mempunyai-sifat-dapat.html
http://purisucisugesti.blogspot.com/2012/12/ilmu-bahan-listrik.html
adityaprinting.wordpress.com
ilmulistrik.com
kusenku.com
smart-pustaka.blogspot.com
www.angela-grosse.de
www.chemical-engineering.us
www.nikkoebonite.com
20

www.troserma.com

21