Anda di halaman 1dari 36

PETUNJUK PELAKSANAAN

PENANGANAN
RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH)
PROVINSI JAWA TENGAH
Nomor : 425.2/ 1494

BUKU
IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI

DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG


PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2016
i

KATA PENGANTAR
Upaya untuk meningkatkan prakarsa dan swadaya masyarakat
dalam mewujudkan Rumah Layak Huni, perlu melibatkan
masyarakat sejak proses pengusulan, perencanaan dan
pelaksanaan. Dalam rangka usaha untuk mempercepat terwujudnya
rumah layak huni, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya
membantu melalui dana Bantuan Sosial terhadap rumah yang tidak
layak huni. Dana Bantuan Sosial tersebut bersifat stimulan yang
memerlukan peran serta masyarakat untuk swadaya dan gotong
royong.
Sebagai tindak lanjut dari penyaluran Dana Bansos RTLH
tersebut di atas, diperlukan Petunjuk Pelaksanaan Penanganan
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah guna
menjabarkan pokokpokok upaya di lapangan bagi para pelaksana.
Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni
(RTLH) Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi acuan
dalam melaksanakan identifikasi dan verifikasi calon penerima
Bansos RTLH, yang pada akhirnya akan didapat sasaran penerima
Bansos RTLH sesuai kriteria yang disyaratkan.
Harapan kami dengan tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan
Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Provinsi Jawa
Tengah ini dapat bermanfaat dan membantu dalam pelaksanaan
Program Penanggulangan Kemiskinan. Petunjuk Pelaksanaan ini
bersifat garis besar dan hanya bersifat pengarahan, apabila terdapat
kekeliruan akan dilakukan pembetulan.
Selanjutnya atas perhatian, bantuan dan peran serta semua
pihak yang terkait, disampaikan terima kasih.
Semarang, April 2016
Kepala Dinas
Cipta Karya Dan Tata Ruang
Provinsi Jawa Tengah
Ir. MALADIYANTO, M.T
Pembina Utama Madya
NIP. 19580520 198603 1 011

DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar ..................................................................... i


2. Daftar Isi ............................................................................... ii
3. Daftar Lampiran ................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ............................................................... 1
B. DASAR HUKUM ..................................................................... 2
C. MAKSUD DAN TUJUAN ........................................................ 3
D. RUANG LINGKUP .................................................................. 4
E. PENGERTIAN ........................................................................ 4
BAB II. KEBIJAKAN DAN STRATEGI
A. KEBIJAKAN ........................................................................... 6
B. STRATEGI ............................................................................. 8
BAB III. POKOK-POKOK KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN
VERIFIKASI BANTUAN SOSIAL RTLH
A. IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI LAPANGAN .....................12
B. SOSIALISASI/ MUSYAWARAH ............................................12
C. PEMBENTUKAN POKMAS ...................................................12
D. PENYUSUNAN PROPOSAL .................................................13
BAB IV. PENGORGANISASIAN DAN PELAKSANAAN
A. PENGORGANISASIAN .........................................................14
B. PELAKSANAAN ....................................................................17
BAB V. PENUTUP

ii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Persentase Penduduk Miskin Kabupaten/ Kota Di


Provinsi Jawa Tengah (September 2011)

Lampiran 2

Mekanisme Bantuan Sosial Stimulan Pemugaran


Rumah Tidak Layak Huni

Lampiran 3

Formulir Rencana Penggunaan Dana (RPD) Bansos


RTLH

Lampiran 4

Contoh Gambar Teknis Sederhana

Lampiran 5

Posisi Foto Nol Persen

Lampiran 6

Lembar Identifikasi RTLH Tahun 2016

Lampiran 7

Lembar Identifikasi RTLH Tahun 2017

Lampiran 8

Hasil Verifikasi RTLH

Lampiran 9

Rekap RTLH Yang Lulus Verifikasi

Lampiran 10 Daftar Penerima Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak


Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah
Lampiran 11 Lampiran Peraturan Gubernur

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Rumah termasuk kebutuhan pokok di dalam urutan
prioritas kebutuhan manusia/ masyarakat. Setiap bagian
dari rumah berperan dan saling berkaitan untuk bersamasama memenuhi fungsi sebenarnya sesuai kebutuhan
penghuninya. Sesuai Pasal 129 huruf a Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Permukiman bahwa dalam penyelenggaraan perumahan
dan kawasan permukiman, setiap orang berhak
menempati, menikmati, dan/ atau memiliki/ memperoleh
rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman,
serasi, dan teratur.
Pemerintah
beranggapan
bahwa
masalah
perumahan merupakan tanggung jawab bersama, namun
kewajiban untuk pemenuhan kebutuhan rumah tersebut
pada hakekatnya merupakan tanggung jawab individual
dalam hal ini dilaksanakan secara swadaya oleh masingmasing rumah tangga.
Upaya untuk meningkatkan prakarsa dan swadaya
masyarakat dalam mewujudkan Rumah Layak Huni, perlu
melibatkan masyarakat sejak proses pengusulan,
perencanaan dan pelaksanaan. Dalam rangka usaha
untuk mempercepat terwujudnya rumah layak huni, maka
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya membantu
melalui dana Bantuan Sosial terhadap rumah yang tidak
layak huni. Dana Bantuan Sosial tersebut bersifat
stimulan yang memerlukan peran serta masyarakat untuk
swadaya dan gotong-royong.

Di Provinsi Jawa Tengah sebagaimana Data PPLS


Tahun 2011 terdapat 1.723.500 unit Rumah Tidak Layak
Huni (RTLH) yang terdiri dari 5.066 unit Prioritas 1,
474.889 unit Prioritas 2 dan 1.243.545 unit Prioritas 3.
Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak
masyarakat yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
yang perlu mendapatkan bantuan untuk memperbaiki
rumah mereka. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah melalui kegiatan Bantuan Sosial Rumah Tidak
Layak Huni (Bansos RTLH) memberikan bantuan
stimulant untuk pemugaran rumah bagi masyarakat yang
memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Dengan Bansos
RTLH diharapkan jumlah RTLH di Provinsi Jawa Tengah
akan berkurang.
B.

DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 32
Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 1
Tahun 2011 tentang Perumahan Dan Kawasan
Permukiman.
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah jo Undang-Undang Nomor 9
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor :
105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan
Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah sebagaimana diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman


Pengelolaan Keuangan Daerah.
6. Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang
Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial
yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah.
7. Permendagri Nomor 39 Tahun 2012 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomr 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian
Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
8. Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011
tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan
Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah.
9. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 55 Tahun
2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur
Jawa Tengah Nomor 70 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pengelolaan Pemberian Hibah dan
Bantuan Sosial yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa
Tengah.
10. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 69 Tahun
2015
tentang
Pedoman
Penatausahaan
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran
berjalan.
C.

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Rumah Tidak
Layak Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah
dimaksudkan sebagai landasan pemberian bantuan
dalam melakukan identifikasidan verifikasi.

2.

Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Rumah Tidak


Layak Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah bertujuan
sebagai dasar penentuan sasaran penerima dana
Bansos RTLH.

D.

RUANG LINGKUP
Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Rumah Tidak Layak
Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah mempunyai ruang
lingkup untuk peningkatan kualitas rumah/ pemugaran
rumah.

E.

PENGERTIAN
Dalam Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Rumah Tidak
Layak Huni (RTLH) Provinsi Jawa Tengah ini yang
dimaksud dengan :
a. Rumah Layak Huni adalah rumah yang memenuhi
persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan
minimal bangunan.
b. Rumah Swadaya adalah rumah yang dibangun atas
prakarsa dan upaya masyarakat.
c. Pendanaan adalah penyediaan sumber daya
keuangan yang berasal dari anggaran pendapatan
dan belanja Negara, anggaran pendapatan dan
belanja daerah, dan/ atau sumber dana lain yang
dibelanjakan untuk penyelenggaraan perumahan
dan kawasan permukiman sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
d. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati/
Walikota dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan daerah.
e. Pemugaran
rumah
adalah
kegiatan
tanpa
perombakan yang mendasar, bersifat parsial dan
memerlukan peran serta masyarakat yang
dilaksanakan secara bertahap.

f.

g.

Bansos RTLH adalah pemberian bantuan stimulan


berupa uang untuk pembelian bahan bangunan
guna pemugaran Rumah Tidak Layak Huni dari
pemerintah daerah kepada individu, keluarga,
kelompok dan/ atau masyarakat yang sifatnya tidak
secara terus menerus dan selektif yang bertujuan
untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko
sosial.
Penyedia Jasa adalah Badan Usaha atau orang
perseorangan yang menyediakan barang/ pekerjaan/
jasa lainnya.

BAB II
KEBIJAKAN DAN STRATEGI
A. KEBIJAKAN
Kebijakan pemberian Bantuan Sosial Stimulan untuk
Rumah Tidak Layak Huni Provinsi Jawa Tengah
diberikan kepada masyarakat/ kelompok masyarakat
sasaran pada lokasi-lokasi yang saling berdekatan (5-20
penerima bantuan) untuk mengoptimalkan proses
gotong-royong dan swadaya, diarahakan sebagai berikut:
1. Pemberian Bantuan Sosial RTLH untuk Tahun 2016
diberikan berdasarkan Basis Data PPLS 2011
dengan kriteria:
a. Prioritas Pemberian Bantuan diarahkan kepada
15 (lima belas) Kabupaten dengan tingkat
kemiskinan di atas rata-rata Provinsi Jawa
Tengah, disebut zona merah (Lampiran 1) yaitu:
a) Kabupaten Demak
b) Kabupaten Grobogan
c) Kabupaten Rembang
d) Kabupaten Klaten
e) Kabupaten Purworejo
f) Kabupaten Kebumen
g) Kabupaten Banyumas
h) Kabupaten Purbalingga
i) Kabupaten Wonosobo
j) Kabupaten Pemalang
k) Kabupaten Brebes
l) Kabupaten Sragen
m) Kabupaten Cilacap
n) Kabupaten Banjarnegara
o) Kabupaten Blora
b. Prioritas desa sasaran pada 15 (lima belas)
Kabupaten zona merah adalah desa yang

masuk dalam kategori desa miskin dengan


prioritas tinggi (desa merah);
c. Seluruh
data
yang
diusulkan
harus
mencantumkan by name by addres dan
diverifikasi lapangan;
d. Bantuan Sosial RTLH Tahun 2016 hanya
diarahkan pada 15 (lima belas) Kabupaten zona
merah.
2. Pemberian Bantuan Sosial RTLH untuk Tahun 2017
diberikan berdasarkan kriteria:
a. Seluruh data yang diusulkan adalah data by
name by addres yang diperoleh dari
Pemutahiran Basis Data Terpadu/ PBDT 2015;
b. Penetapan penerima Bansos RTLH dibuat
setelah data diverifikasi lapangan;
c. Sasaran desa/ kelurahan penerima Bansos
RTLH adalah desa/ kelurahan yang masuk
dalam kategori desa/ kelurahan miskin dengan
prioritas tinggi (desa/ kelurahan merah);
d. Pengecualian desa sasaran diluar desa
diberikan sesuai dengan kebijakan yang
berlaku, seperti desa berdikari atau ditentukan
lain;
3. Penerima Bantuan Sosial RTLH yang diusulkan
adalah nama-nama sesuai dengan kriteria yang
telah disetujui dan ditetapkan dalam Musyawarah
Desa (Musdes)/ Musyawarah Kelurahan dan
diketahui oleh Camat.
4. Pengecualian bagi Calon Penerima Bantuan yang
telah terverifikasi pada kegiatan Pembangunan
Stimulan Perumahan Swadaya Bagi Rumah Tangga
Miskin (RTM) Tahun 2015, apabila tidak masuk
dalam daftar PPLS 2011 dan PBDT 2015 tetap
mendapatkan Bansos RTLH selama memenuhi
kriteria yang telah ditentukan.

B. STRATEGI
1. PRIORITAS PELAKSANAAN
Jumlah target sasaran RTLH Jawa Tengah baik
menurut PPLS 2011 (1.723.500 unit) ataupun data
PBDT 2015 (1.682.723 unit) merupakan jumlah yang
sangat besar. Diperlukan strategi dan upaya untuk
penanganan agar dapat dilaksanakan sesuai
dengan target sasaran.
Secara umum upaya untuk penanganan RTLH akan
dilaksanakan dengan mensinergikan program dari
Pusat, Pemerinatah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten/ Kota. Strategi tersebut meliputi:
a. Penanganan RTLH adalah penanganan dengan
prioritas 100.000/ tahun di Jawa Tengah;
b. Pembagian tugas dan tanggung jawab
penanganan tahunan diupayakan dengan
perbandingan 20% Pemerintah Pusat, 30%
Pemerintah Provinsi dan 50% Pemerinatah
Kabupaten Kota, sebagai berikut:
a) 20.000 unit oleh Pemerintah Pusat;
b) 30.000 unit oleh Pemerintah Provinsi;
c) 50.000 unit oleh Pemerintah Kabupaten/
Kota.
c. Penetapan Prioritas Penanganan Bansos RTLH
Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
Lokasi Prioritas adalah desa dengan tingkat
kemiskinan tinggi (zona merah) yang berada di
kecamatan dengan tingkat kemiskinan tinggi
(zona merah) dan berada di kabupaten dengan
tingkat kemiskinan tinggi (zona merah),
dikecualikan bagi kabupaten yang tidak memiliki
kecamatan dengan tingkat kemiskinan tinggi
(zona merah) dapat berada di kecamatan
dengan tingkat kemiskinan sedang (zona
kuning), antar lain :

a) Kabupaten Demak
b) Kabupaten Grobogan
c) Kabupaten Rembang
d) Kabupaten Klaten
e) Kabupaten Purworejo
f) Kabupaten Kebumen
g) Kabupaten Banyumas
h) Kabupaten Purbalingga
i) Kabupaten Wonosobo
j) Kabupaten Pemalang
k) Kabupaten Brebes
l) Kabupaten Sragen
m) Kabupaten Cilacap
n) Kabupaten Banjarnegara
o) Kabupaten Blora
d. Penanganan Bansos RTLH Tahun 2017
dilaksanakan menyebar dan bertahap sesuai
dengan tingkat kemiskinan:
a) Prioritas Pertama Desa/ Kelurahan Merah;
b) Prioritas Kedua Desa/ Kelurahan Kuning;
c) Prioritas Ketiga Desa/ Kelurahan Hijau.
2. KRITERIA PENERIMA BANTUAN
Penerima Bantuan Sosial RTLH harus memenuhi 3
(tiga) kriteria, yaitu:
a. KONDISI RUMAH
a) Bahan atap berupa daun/ rumbia dan
genteng yang sudah lapuk/rangka atap
kondisi lapuk (harus dibongkar).
b) Bahan lantai berupa tanah atau plesteran/
ubin yang sudah rusak ;
c) Bahan dinding berupa bilik bambu/ kayu
kualitas jelek/ rotan atau dinding bata yang
sudah
rapuh/
retak-retak
(harus

dibongkar),dinding bata luasan tidak


melebihi 25% dari luasan dinding luar.
b.

PEMILIK RUMAH
a) Berdomisili tetap (penduduk) dilokasi
kegiatan dan rumah ditempati sendiri;
b) Memiliki Kartu GAKIN atau Surat
Keterangan Miskin dari Kepala Desa/
Lurah;
c) Belum Pernah mendapatkan bantuan
pemugaran rumah;
d) Bersedia
untuk
berswadaya
dan
bergotong-royong;
e) Pengecualian bagi Janda Tua/ Duda Tua/
Hidup Sendiri tidak mampu berswadaya
maka diperbolehkan mengambil nilai
bantuan untuk ongkos tukang maksimal
15%.

c.

STATUS DAN LETAK RUMAH


a) Memiliki Bukti Kepemilikan Tanah berupa
Sertifikat Hak Atas tanah atau Surat
Keterangan Kepala Desa memiliki tanah;
b) Rumah milik sendiri, bukan kontrakan,
tidak dalam sengketa (misal tanah/
bangunan rumah warisan yang belum
dibagi), tidak berdiri di lahan milik orang
lain (yayasan pemerintah, perusahaan,
dsb);
c) Rumah calon terpugar bukan masuk dalam
asrama milik suatu instansi;
d) Rumah calon terpugar bukan termasuk
rumah
masih
dalam waktu
kredit
perbankan;

10

e) Rumah tidak berdiri pada kawasan


larangan pemerintah misal: bantaran/
tanggul, sungai, waduk, tanah kas desa,
pemakaman, trotoar, ruang milik jalan.
d.

PEMENUHAN KRITERIA
Dalam Pemenuhan Kriteria bagi Calon
Penerima Bansos RTLH adalah:
a) Kondisi Rumah minimal memenuhi 2 (dua)
kriteria;
b) Pemilik Rumah harus memenuhi semua
kriteria;
c) Status dan Letak Rumah harus memenuhi
semua kriteria.

11

BAB III
POKOK-POKOK KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI
BANTUAN SOSIAL RTLH
A.

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI LAPANGAN


Identifikasi dan Verifikasi lapangan dapat dilaksanakan oleh:
1. Penyedia Jasa;
2. Perangkat Desa/ Aparat Kelurahan;
3. Aparat Teknis Kecamatan;
4. Aparat Teknis Kabupaten/ Kota;
5. Aparat Teknis Provinsi.

B.

SOSIALISASI/ MUSYAWARAH
Sosialisasi/ Musyawarah dilakukan dalam rangka Rembug
Warga pembentukan pokmas, penetapan sasaran/ kelompok
sasaran penerima Bansos RTLH dan melengkapi dokumen
administrasi sesuai dengan ketentuan.

C.

PEMBENTUKAN POKMAS
Pokmas RTLH dibentuk dengan Surat Kepala Desa/ Lurah,
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Beranggotakan 5 (lima) sampai dengan 20 (dua puluh)
calon penerima;
2. Kepengurusan Pokmas RTLH berasal dari anggotaanggota warga terpugar atau dari tokoh masyarakat;
3. Susunan kepengurusan Pokmas RTLH sekurangkurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara;

12

4. Pembentukan Kepengurusan Pokmas RTLH berdasarkan


musyawarah melalui kegiatan rembug warga terpugar,
yang dilengkapi dengan :
a. Berita Acara Musyawarah
b. Daftar Hadir Kegiatan Musyawarah
5. Dalam hal terdapat jumlah Pokmas RTLH di suatu desa/
kelurahan lebih dari 1 (satu), maka diberikan penamaan
dengan penomoran sesuai jumlah Pokmas RTLH (misal
Pokmas RTLH -1, Pokmas RTLH - 2, dan seterusnya
atau nama lainnya).
D.

PENYUSUNAN PROPOSAL
Proposal disusun sebagai kelengkapan pengajuan Bansos
RTLH, dilengkapi dengan lampiran-lampiran yang ditentukan
sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 55
Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur
Jawa Tengah Nomor 70 Tahun 2014 tentang Pedoman
Pengelolaan Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Provinsi Jawa Tengah (Lampiran 2).

13

BAB IV
PENGORGANISASIAN DAN PELAKSANAAN
IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI
BANTUAN SOSIAL RTLH

A.

PENGORGANISASIAN
Pelaksanaan Identifikasi dan Verifikasi Tahun 2016
secara
umum pengorganisasiannya
dilaksanakan
berdasarkan dua pengelompokan yaitu sisi pemerintah,
sisi penyedia jasa dan sisi masyarakat.
1. Pemerintah
Pemerintah dalam pelaksanaan Kegiatan Identifikasi
dan Verifikasi meliputi:
a. Tim Teknis Provinsi
Tim Teknis Provinsi terdiri dari:
a) SKPD/ Badan yang membidangi perumahan;
b) SKPD/
Badan
yang
membidangi
perencanaan;
c) SKPD/
Badan
yang
membidangi
pemberdayaan.
Tugas/ peran Tim Teknis Provinsi antara lain:
a) Memonitor proses identifikasi dan verifikasi
calon penerima Bansos RTLH di Kabupaten/
Kota;
b) Melaporkan
hasil
monitoring
proses
identifikasi dan verifikasi kepada Gubernur.
b. Tim Teknis Kabupaten/ Kota

14

c.

Tim Teknis Kabupaten/ Kota didukung oleh


Lurah/ Kepala Desa serta Camat sebagi
pengampu wilayah. Tim Teknis Kabupaten/
Kota dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi
Jawa Tengah, beranggotakan :
a) SKPD/
Badan
yang
membidangi
perumahan;
b) SKPD/
Badan
yang
membidangi
perencanaan;
c) SKPD/
Badan
yang
membidangi
pemberdayaan;
Tugas/ peran Tim Teknis Kabupaten/ Kota
antara lain :
a) Memonitor proses identifikasi dan
verifikasi calon penerima Bansos RTLH
di wilayah Kabupaten/ Kota yang
bersangkutan;
b) Melaporkan hasil monitoring proses
identifikasi dan verifikasi kepada Dinas
Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi
Jawa Tengah.
c) Menghimpun dan
merekap hasil
Musyawarah
Desa/
Musyawarah
Kelurahan, terkait penetapan Usulan
Penerima bansos RTLH.
Perangkat Teknis Desa/ Aparat Teknis
Kelurahan dan Aparat Teknis Kecamatan
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
Perangkat Teknis Desa/ Aparat Teknis
Kelurahan dan Aparat Teknis Kecamatan yang
membidangi RTLH dapat melakukan Identifikasi
dan Verifikasi Calon Penerima Bansos RTLH.

2. Penyedia Jasa

15

Penyedia Jasa adalah Konsultan yang ditunjuk


untuk melaksanakan identifikasi dan verifikasi sesuai
dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Konsultan
dibantu oleh Koordinator Fasilitator dan Fasilitator.

a. Koordinator Fasilitator
Tugas dan peran Koordinator Fasilitator :
a) Melakukan koordinasi dengan Tim Teknis
Kabupaten/ Kota dalam pelaksanaan
identifikasi dan verifikasi calon penerima
Bansos RTLH;
b) Mengkoordinasikan
Fasilitator
sesuai
wilayah tugasnya;
c) Menandatangani hasil identifikasi dan
verifikasi setelah ditetapkan oleh musdes;
d) Melaporkan
progres
pelaksanaan
identifikasi dan verifikasi kepada Tim
Teknis Provinsi.
b. Fasilitator
Tugas dan peran Fasilitator :
a) Melakukan koordinasi dengan Kepala
Desa/ Lurah;
b) Melakukan identifikasi dan verifikasi
calon penerima Bansos RTLH;
c) Melakukan pendampingan kepada calon
penerima
Bansos
RTLH
dalam
pembentukan Pokmas RTLH;
d) Melakukan pendampingan kepada calon
penerima
Bansos
RTLH
dalam
menyusun Proposal;
e) Menandatangani hasil identifikasi dan
verifikasi.

16

3. Masyarakat
Masyarakat dalam pelaksanaan Kegiatan Identifikasi
dan Verifikasi meliputi:
a. Forum Musyawarah Desa (Musdes)/ Forum
Musyawarah Kelurahan adalah Musyawarah
yang dilaksanakan dalam penentuan calon
penerima Bansos RTLH sesuai kriteria yang
sudah ditentukan.
Peran Forum Musdes/ Muskel adalah:
Menetapkan usulan Calon Penerima Bansos
RTLH berdasarkan hasil verifikasi;
b. Kelompok
Masyarakat/
Pokmas
adalah
Kelompok yang beranggotakan Calon Penerima
Bansos RTLH yang dibentuk dengan Surat
Keputusan Kepala Desa/ Lurah.
Tugas dan Peran Pokmas adalah:
a) Membuat usulan permohonan Bansos
RTLH;
b) Mengkoordinir kelengkapan administrasi
calon penerima Bansos RTLH sesuai
ketentuan;
c) Menyusun Proposal permohonan Bansos
RTLH.
B.

PELAKSANAAN
Beberapa kegiatan yang harus dilakukan pada proses
Identifikasi dan Verifikasi RTLH meliputi:
1. Sosialisasi/ Koordinasi
Sosialisasi/
Koordinasi
dilaksanakan
secara
berjenjang meliputi Sosialisasi/ Koordinasi dengan
Kabupaten/ Kota, Sosialisasi/ Koordinasi dengan
Aparatus di tingkat Kecamatan dan Desa/ Kelurahan
serta kepada masyarakat Calon Penerima Bantuan.
Ditingkat Desa/ Kelurahan kegiatan Sosialisasi/
Koordinasi secara langsung akan melibatkan

17

Fasilitator yang merupakan bagian dari penugasan


Konsultan.
2. Identifikasi dan Verifikasi
Identifikasi dan Verifikasi Calon Penerima Bantuan
dilakukan dengan cara mendatangi rumah Calon
Penerima Bantuan, selanjutnya melakukan penilaian
apakah sesuai dengan kriteria penerima bantuan.
Identifikasi dan Verifikasi dilakukan oleh Tenaga
Fasilitator dapat dibantu Perangkat Desa/ Aparat
Kelurahan.
3. Musyawarah
Musyawarah adalah Rembug Warga Calon Penerima
Bantuan yang sudah ditetapkan dalam Musyawarah
Desa/ Musyawarah Kelurahan untuk membahas hal hal yang berkaitan dengan kebutuhan Pokmas,
dilengkapi dengan Berita Acara dan Daftar Hadir.
Rembug Warga dilakukan dalam rangka:
a. Pemilihan dan Penyusunan Pengurus Pokmas
RTLH
Pengurus Pokmas dipilih dan disepakati bersama
yang terdiri dari : Ketua, Sekretaris dan Bendahara
Pokmas. Diterbitkannya Surat Keputusan Kepala
Desa Pembentukan Pokmas RTLH;
b. Penyusunan RAB dan Swadaya Penerima Bansos
RTLH
Tersusunnya Kuantitas dan Kualitas bahan
bangunan yang dibiayai dengan Dana Bansos
RTLH dan yang dibiayai swadaya masyarakat.
c. Melengkapi Dokumen Administrasi calon penerima
Bansos RTLH yaitu :
a) Foto copy KTP dan Foto Copy KK
b) Foto copy Bukti Kepemilikan Tanah
c) Surat Keterangan Miskin dari Kepala Desa/
Kartu Kemiskinan

18

4. Penyusunan Proposal
Proposal disusun berdasarkan hasil identifikasi dan
verifikasi dan hasil sosialisasi rembug warga sebagai
dasar usulan calon penerima Dana Bansos RTLH
dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Proposal disertai surat permohonan yang ditujukan
kepada Gubernur Jawa Tengah Up. Dinas Cipta
Karya dan Tata Ruang Provinsi Jateng
ditandatangani oleh Ketua Pokmas dan diketahui
oleh Kepala Desa/ Lurah, Camat dan Badan/
Dinas/ Kantor yang membidangi RTLH dengan
tembusan Bupati/ Walikota.
b. Kelengkapan Proposal antara lain :
a) Daftar Penerima Dana Bansos RTLH
dilengkapi Foto Copy Kartu Tanda Penduduk
(KTP) dan Foto Copy Kartu Keluarga (KK);
b) Surat Keputusan pembentukan Pokmas RTLH
oleh Kepala Desa/ Lurah;
c) Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau
Rencana Penggunaan Dana (RPD) dan
dukungan swadaya gotong - royong;
d) Foto 0% rumah yang akan dipugar;
e) Foto copy KTP Ketua, Sekretaris dan
Bendahara Pokmas RTLH;
f) Berita Acara Hasil Musyawarah dilengkapi
Daftar Hadir;
g) Gambar Teknis Sederhana (denah rumah).

19

BAB V
PENUTUP
Pelaksanaan Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni
(RTLH) merupakan upaya Pemerintah untuk mengurangi tingkat
kemiskinan. Hal tersebut diupayakan salah satunya dengan
mengurangi biaya pengeluaran bagi masyarakat miskin khususnya
pengeluaran untuk rumah tinggal.
Provinsi Jawa Tengah memiliki komitmen yang kuat untuk
mengentaskan kemiskinan tersebut melalui sinergi antara
Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten/ Kota. Secara nyata upaya tersebut akan sulit untuk
dapat dilaksanakan karena jumlah keseluruhan Rumah Tidak
Layak Huni sangatlah besar.
Walaupun upaya tersebut sulit untuk direalisasikan,
Pemerintah Provinsi akan terus mendorong karena hal tersebut
merupakan kewajiban yang sudah diamanatkan dalam UndangUndang Dasar 1945 Pasal 28 (h) setiap orang berhak bertempat
tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat.
Komitmen tersebut menjadi kebijakan yang akan terus
dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih makmur.
Kondisi diatas akan dapat lebih mudah diwujudkan apabila
pengentasan kemiskinan tersebut disengkuyung tidak hanya oleh
Pemerintah tetapi melibatkan seluruh pemangku kepentingan
termasuk masyarakat.

20

21

Lampiran 1

Lampiran 2

22

Lampiran 3
FORMULIR
RENCANA PENGGUNAAN DANA (RPD) BANSOS RTLH
Nama Penerima Bantuan
Alamat
Desa/ Kelurahan
Kecamatan
Kabupaten/ Kota

NO

URAIAN PEKERJAAN

PEKERJAAN PERSIAPAN
Bongkar Rumah lama
PEKERJAAN ATAP
Asbes Gelombang
Bubungan Asbes
Kayu 5/ 10 - 3m
PEKERJAAN DINDING
Pondasi Batu Umpak
Besi 10
Semen
Batu Pecah
Pasir Beton
Batu Bata
Kayu 4/ 6 - 3m
Kalsiboard
Kusen Jendela Jadi
Daun Pintu/ Jendela
PEKERJAAN LANTAI
Semen
Pasir Pasang
UPAH KERJA
Tukang
Pembantu Tukang
Makan Siang dan Minum
LAIN-LAIN
Kloset Jongkok
Pipa Paralon

II

III

IV

VII

:
:
:
:
:

VOLUME

HARGA SATUAN
(Rp)

TOTAL HARGA
(Rp)

SUMBER DANA/ BAHAN


SWADAYA
MEMAKAI BAHAN
DANA TUNAI
BANGUNAN LAMA

BANSOS RTLH

ls

Gotong-royong

lembar
m'
batang
buah
batang
zak
m
m
buah
batang
lembar
buah
buah
zak
m
hari
hari
ls
buah
batang
JUMLAH

Rp

Rp

Rp

, . 20.
Diajukan Oleh,
Diketahui Oleh,
Kepala Desa/ Lurah

Ketua Pokmas RTLH

Penerima Bansos RTLH

( .. )

( .. )

( .. )

23

Lampiran 4

24

CONTOH GAMBAR TEKNIK SEDERHANA


(Denah Rumah)
Nama
Alamat :
Ukuran

:
:
: type 36 (4 x 9)

Lampiran 5
25

POSISI FOTO 0 (NOL) PERSEN


Nama
Alamat

:
:

Tampak Depan Samping Kanan (45 Derajat)

Tampak Depan Samping Kiri (45 Derajat)

Lampiran 6
26

Lampiran 7
27

Lampiran 8
28

HASIL VERIFIKASI RTLH


DESA

: ....................................................................

KECAMATAN

: ....................................................................

KABUPATEN

: ....................................................................
KRITERIA RTLH

REKOMENDASI

NO

NAMA

ALAMAT

KONDISI
RUMAH

PEMILIK
RUMAH

STATUS &
LETAK RUMAH

DAPAT

TIDAK

Mengetahui,
Kepala Desa/ Lurah

KETERANGAN
9

Yang Melakukan Verifikasi,


1. Fasilitator
Nama
: .......................................
Tanda Tangan :

( ...........................................)

.......................................
2. Koordinator Fasilitator
Nama
: .......................................
Tanda Tangan :

.......................................

Lampiran 9
29

REKAP RTLH YANG LULUS VERIFIKASI


DESA

: ....................................................................

KECAMATAN

: ....................................................................

KABUPATEN

: ....................................................................

NO

NAMA

ALAMAT

ANGGOTA POKMAS

KETERANGAN

Mengetahui,
Camat

Kepala Desa/ Lurah

( ...........................................)

( ...........................................)

Yang Melakukan Verifikasi,


1. Fasilitator
Nama
: .......................................
Tanda Tangan
:

.......................................
2. Koordinator Fasilitator
Nama
: .......................................
Tanda Tangan
:

.......................................

Lampiran 10
30

DAFTAR REKAP PENERIMA


BANTUAN SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH)
PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN .
NO

NAMA PENERIMA

NIK

ALAMAT PENERIMA

TITIK KOORDINAT

KETERANGAN

I. KABUPATEN : ..
1
2
3
4
5
II. KABUPATEN : ..
1
2
3
4
5
III. KABUPATEN : ..
1
2
3
4
5
dst..
JUMLAH TOTAL

Lampiran 11
31

LAMPIRAN ..
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH
NOMOR : . TAHUN
TENTANG PENJABARAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN .

DAFTAR REKAP PENERIMA


BANTUAN SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH)
NO

NAMA PENERIMA

NIK

ALAMAT PENERIMA

TITIK KOORDINAT

KETERANGAN

BANTUAN SOSIAL KEPADA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


I. BANTUAN SOSIAL KEPADA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT YANG DIRENCAKAN
I. KABUPATEN : ..
1
2
3
4
5
II. KABUPATEN : ..
1
2
3
4
5
III. KABUPATEN : ..
1
2
3
4
5
dst..
JUMLAH TOTAL
GUBERNUR JAWA TENGAH

..

32