Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENELITIAN KUALITATIF STUDI KASUS

KARIER PENJAHIT RUMAHAN MENURUT


TEORI MINNESOTA

Makalah ini di susun untuk memenuhi mata kuliah BK Karier


Dosen pengampu : Sesya Dias Mumpuni,M.Pd

Oleh :
Intan Fajarsari (1115500041)

PROGAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2016

BAB II
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sesuai dengan tema yang penulis pilih yaitu profesi seorang penjahit rumahan di daerah
pedesaan, tepatnya desa limbangan kab. Pemalang dari Teori Minnesota Penyesuaian Kerja.
Bahwa ada beberapa pengertian menjahit menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
1. Penjahit merupakan Pekerjaan menyambung kain untuk di jadikan sebuah karya
kreatif manusia (Hidayatus sadyah,S.Pd.)
2. Menjahit merupakan sebuah proses menghubungkan kain yang terpisah untuk di
jadikan sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia seperti Pakaian,tas dll (Antun
Atikasari,S.Pd.)
3. Menjahit adalah Penyambungan bahan-bahan yang terpisah dengan menggunakan
jarum tangan dan mesin jahit (Diyah Novi riyanti,S.Pd.)
( Antun Atika Sari, 2009. Modul Busana Butik SMK N 1 AMPELGADING, Pemalang, Cipta
Gading. )
Jadi dapat di simpulkan bahwa Menjahit merupakan sebuah pekerjaan menyambung kain
dan bahan-bahan lain yang bisa di lakukan dengan memakai jarum tangan maupun dengan
mesin jahit. Tidak semua orang bisa menjahit. Karena menjahit perlu Bakat/keahlian yang
sangat tinggi dan juga kreativ. Menjahit juga perlu adanya pelatihan untuk membuat pola dan
memotong kain agar menjadi sebuah pakaian yang bisa di pakai oleh seseorang. Menurut
teori Minnesota Penjahit Merupakan suatu bidang keahlian (profesi) yang di landasi
keterampilan dan di miliki oleh orang-orang yang mempunyai bakat kreativ yang tinggi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Bagaimana deskripsi pekerjaan Seorang penjahit Rumahan menurut teori Minnesota
Penyesuaian Kerja.?

1.3 TUJUAN
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai profesi Penjahit Rumahan yang sesuai dengan
teori Minnesota penyesuaian Kerja.

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 DEFINISI VARIABEL/DESKRIPSI TEORETIK


Sesuai hasil pengamatan melalui wawancara dapat di peroleh beberapa informasi mengenai
profesi sebagai seorang penjahit, bahwa penjahit merupakan Seorang pekerja yang mampu
menciptakan sebuah pakaian. Produk jahit-menjahit dapat berupa pakaian, tirai, kasur, seprai,
taplak, kain pelapis mebel, dan kain pelapis jok. Benda-benda lain yang dijahit misalnya
layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku.Karena pada pembahasan makalah ini
yaitu Penjahit Pakaian. Menjahit merupakan Proses penyambungan kain atau bahan-bahan
lain menggunakan jarum tangan atau Mesin jahit. Menjahit juga perlu adanya
pelatihan/pendidikan karena menjadi seorang penjahit yang handal bukanlah hal yang mudah,
ada tata cara untuk membuat design, membuat pola dan ada tata cara untuk memotong kain
yang baik dan benar. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah
mode.Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut
tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste.
Ciri-ciri menjadi seorang penjahit yaitu :
1. Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Mempunyai kesabaran yang tinggi
3. Memiliki kekreativan yang sangat spektacular
4. Mempunyai rasa empati yang sangat akurat
5. Mempunyai intelegensi yang tinggi karena mampu menciptakan karya karya yang
baik.
Bentuk-bentuk atau Faktor-faktor variabel dari seorang Penjahit Rumahan
Pekerjaan jahit menjahit dapat dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu pertama adalah tahap
pembuatan pola, kedua tahap pemotongan bahan dan terakhir adalah tahap menjahit bagianbagian kain yang telah dipotong-potong tersebut.
Tahap pertama: pembuatan pola
Sebelum menjahit pakaian, seorang penjahit perlu memiliki gambaran tentang pakaian yang
akan dibuatnya dan ia juga perlu mengetahui berapa ukuran yang akan dibuat untuk pakaian
tersebut maka disebut sebagai pola pakaian.Pola pakaian merupakan bagian-bagian pakaian
yang digambar di atas selembar karton ataupun kertas untuk kemudian dijiplak di atas kain
yang akan digunakan sebagai bahan yang akan dijahit menjadi pakaian.

Tahap kedua: pemotongan bahan kain


Setelah proses pembuatan pola selesai, akan di lakukan penjiplakan pada selembar kain yang
sesuai dengan baju yang akan di buat, dengan menyematkan jarum pentul di atas kain.
Setelah itu langsung di lakukan proses pemotongan.
Tahap ketiga: menjahit
Setelah melewati tahap kedua diatas, maka kini Langsung saja memegang mesin jahit dan
memulai untuk menjahit sesuai dengan tahap dan potongan-potongan kainnya.
Tahap-tahap ini merupakan urutan sederhana dalam sebuah proses jahit menjahit di dalam
industri konveksi. Ada juga faktor-faktor lain yang menentukan kualitas pekerjaan sebuah
usaha konveksi, seperti pemilihan bahan yang tepat untuk menghasilkan pakaian dengan
kegunaan tertentu. Faktor quality control untuk memastikan bahwa semua produk konveksi
telah dibuat secara benar dan sesuai dengan keinginan konsumen dan faktor-faktor lainnya.
( Elbi Jungking, 2013 .Ciri-ciri Menjahit Dasar https://prezi.com/bex5ikmjsrlm/copy-ofmenjahit-dasar/ )
Tugas seorang penjahit adalah menyatukan potongan-potongan kain tersebut sehingga
menjadi bentuk pakaian yang siap digunakan. Ada berbagai macam teknik menjahit yang
dikenal hingga saat ini, namun bagian tersebut akan kami bicarakan dalam postingan lain.
Keseelamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa di sebut K3 merupakan hal yang tidak terpisahkan
dalam sistem ketenaga kerjaan dan sumber daya manusia. K3 tidak saja sangat penting dalam sebuah
pekerjaan menjahit tetapi K3 akan berdampak positif atas berkelanjutan produktivitas sebuah
pekerjaan.

Dalam melakukan suatu pekerjaan tentu saja harus memperhatikan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja sebagai tukang jahit merupakan salah satu
aspek penting di lingkungan kerja.

2.2 PENELITIAN TERDAHULU


Jurnal Di Lampirkan
Dari hasil penelitian yang di buat oleh penulis yaitu mengenai Pekerjaan seorang penjahit
rumahan, dimana penjahit tersebut mempunyai karya-karya yang menarik pelanggan,
sehingga patut untuk di jadikan penelitian. Sedangkan dari hasil wawancara, penulis
menemukan salah satu permasalahan yaitu : Menjadi seorang penjahit perlu adanya
pendidikan/pelatihan khusus agar supaya sang penjahit mampu menciptakan karya-karya
yang modern secara baik dan benar. Sesuai dengan Topik pembicaraan di dalam jurnal yang
penulis temukan yaitu mengenai Program Pelatihan Menjahit Tingkat Dasar Pada anak Putus
Sekolah di Balai Latihan Kerja (BLK). Permasalahan dalam penelitian ini yaitu:
(1) Bagaimanakah pengelolaan program pelatihan menjahit tingkat dasar pada anak putus
sekolah di Balai Latihan Kerja (BLK)
(2) Faktor yang menjadi penghambat dalam pengelolaan program
(3) Faktor yang menjadi pendorong dalam pengelolaan program
(4) Bagaimanakah manfaat hasil pelatihan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dan data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian berjumlah 4 orang, yang terdiri
dari Penulis, Narasumber/subyek, Tetangga, Keluarga.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 PENDEKATAN PENELITIAN
Pengertian studi kasus menurut para ahli yaitu :
Studi kasus Merupakan suatu metode untuk memahami individu yang dilakukan secara
integrative dan komprehensif agar diperoleh pemahaman yang mendalam tentang
individu tersebut beserta masalah yang dihadapinya dengan tujuan masalahnya dapat
terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik. Menurut Susilo Rahardjo &
Gudnanto (2011: 250)
Studi kasus merupakan suatu metode untuk menyelidiki atau mempelajari suatu kejadian
mengenai perseorangan (riwayat hidup). Pada metode studi kasus ini diperlukan banyak
informasi guna mendapatkan bahan-bahan yang agak luas.Metode ini merupakan
integrasi dari data yang diperoleh dengan metode lain. Menurut Bimo Walgito (2010: 92)
Sedangkan Menurut W.S Winkel & Sri Hastuti (2006: 311) menyatakan bahwa studi
kasus dalam rangka pelayanan bimbingan merupakan metode untuk mempelajari
keadaan dan perkembangan siswa secara lengkap dan mendalam, dengan tujuan
memahami individualitas siswa dengan baik dan membantunya dalam perkembangan
selanjutnya.
( Lisa Putriani, http://bknpsikologi.blogspot.co.id ,2011/06/studi-kasus,html,2011)
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa studi kasus merupakan metode
pengumpulan data secara komprehensif yang meliputi aspek fisik dan psikologi individu,
dengan tujuan memperoleh pemahaman secara mendalam.
Lalu mengenai Riset yang penulis buat. Penulis akan memfokuskan pada pembahasan karir
seorang penjahit dimana ia mempunyai tujuan menjadi penjahit handal dan profesional,
sesuai dengan Teori Penyesuaian Kerja (TWA) penjahit merupakan pekerjaan yang termasuk
dalam kelas teori P dan E. Dimana P merupakan Individu pekerja/karyawan sedangkan E
merupakan lingkungan kerja/organisasi.

3.2 FOKUS PENELITIAN


Penulis memilih penelitian yang berjudul Penjahit Rumahan karena penulis sangat salut
dan tertarik dengan karya-karya seorang penjahit yang mampu menciptakan pakaian dengan

model-model terbaru. Penjahit juga mampu mencontohkan suatu rasa tanggung jawab yang
sangat tinggi serta mampu untuk meniti karirnya dari nol sampai angka seratus seperti
sekarang ini. Penulis juga sangat tertarik pada bidang jahit-menjahit karena bagi penulis,
menjahit bukanlah hal yang mudah dan hanya orang-orang yang mempunyai kekreativas
yang tinggi serta kesabaran yang panjang saja yang mampu melakukan pekerjaan sebagai
penjahit yang profesional . Penjahit memang bukan hal yang asing lagi bagi semua orang
karena penjahit jaman sekarang sudah ada yang keliling dan menetap di salah satu tempat.
Bagi penulis penjahit merupakan bagian dari hidup manusia karena tanpa adanya penjahit,
manusia tidak akan mempunyai pakaian seperti sekarang ini.

3.3SUBJEK DAN LOKASI PENELITIAN


1. Identitas Narasumber
Nama
= Siti Janariyah
Alamat
= Ds.Limbangan Kec.ulujami Kab.Pemalang
Tempat tanggal lahir = Pemalang, 11 Januari 1967
Umur
= 49 tahun
Anak ke
=5
Saudara
=6
Nama anggota keluarga :
Suami : Rusnoto
Anak
: 1. Akhwan Gunawan,S.Pd
2. Retnowati,S.Pd
3. Intan Fajarsari
Menantu : Sriyatun
Cucu
: Arkharega Guntur Saputra
Jumlah Penghasilan = Rp.150.000/hari
2. Identitas Tetangga
Nama
= Herniyah
Alamat
= Ds.Limbangan Kec.ulujami Kab.Pemalang
Tempat tanggal lahhir = Pemalang, 20 Maret 1981
Umur
= 35 tahun
Status
= Sudah Menikah
3. Identitas Keluarga
Nama
= Rusnoto
Alamat
= ds. Limbangan Kec.Ulujami Kab.Pemalang
Tempat tanggal lahir = Pemalang 6 januari 1965
Umur
= 51 tahun
Status
= Sudah menikah
Nama
= Akhwan Gunawan
Alamat
= ds.Limbangan Kec.Ulujami Kab.Pemalang
Tempat tanggal lahir = Pemalang, 20 November 1988
Umur
= 28 tahun
Status
= Sudah menikah
Nama
= Retnowati
Alamat
= ds.Limbangan Kec.Ulujami Kab.Pemalang
Tempat tanggal lahir = Pemalang, 24 Agustus 1992
Umur
= 24 tahun

Status
Nama
Alamat
Tempat tanggal lahir
Umur
Status

= Belum menikah
= Intan Fajarsari
= ds.Limbangan Kec.Ulujami Kab.Pemalang
= Pemalang,30 Mei 1997
= 19 tahun
= Belum Menikah

Lokasi penelitian di lakukan di Ruko Jahit Milik ibu siti yaitu terletak di desa
Limbangan, kecamatan ulujami, Kab. Pemalang Pada hari Minggu 24 april 2016
pukul 14:50.
Berikut merupakan denah lokasi Ruko jahit milik ibu siti janariyah.

3.4 ALAT PENGUMPULAN DATA


Di Lampirkan
3.5 ANALISIS DATA
Di Lampirkan

DAFTAR PUSTAKA
Brown, Steven D, and Robert W. Lent. 2005. Career Development and Counseling, USA :
John Wiley & Sons, Inc.
Rozano, Dino. 2014. Bimbingan Karir di Sekolah. Universitas Pancasakti Tegal.
Sari, Atika, Antun. 2009. Modul Busana Butik SMK N 1 AMPELGADING, Pemalang, Cipta
Gading.
Ahriani, Eka, Nini. 2010. Penelitian Profesi Karier, Madiun : Media cipta.
Taswin, Winarsih , 2001. Aspek K3 pada penjahit, Kudus : Litta media
Rahardjo, Gudnanto & Susilo, 2011. Pemahaman Individu Teknik Non Tes, Kudus : Nora
media Enterprice
Putriani,Lisa , 2011. Definisi studi-kasus http://bknpsikologi.blogspot.co.id

Puspadewi, Dian ,2009. Definisi Menjahit, https://id.wikipedia.org


Wahyuningtiyas , 2013. Pengelolahan Program Pelatihan Menjahit
http://lib.unnes.ac.id/17153/1/1201408017.pdf
Elbi Jungking, 2013 .Ciri-ciri Menjahit Dasar https://prezi.com/bex5ikmjsrlm/copy-ofmenjahit-dasar/

LAMPIRAN
1.Alat pengumpulan data di sini ialah sebuah pertanyaan-pertanyaan yang
merupakan sebuah modal utama atas jalannya penelitian. Berikut merupakan
pertanyaan-pertanyaan untuk obyek yang di jadikan sebuah penelitian.
1) Pertanyaan untuk narasumber
1. Siapa nama ibu ?
2. Mengapa ibu memilih pekerjaan sebagai penjahit ?
3. Sudah berapa lama ibu menjadi seorang penjahit ?
4. Apakah dulu ibu mempunyai cita-cita lain selain menjadi penjahit ?
5. Apakah ibu pernah mengalami penurunan / bangkrut ?
6. Darimana dan Bagaimana ibu memiliki keahlian menjadi seorang
penjahit ?
7. Bagaimana cara ibu mengatasi pelanggan yang kecewa dengan pekerjaan
ibu ?
8. Darimana Modal yang ibu dapatkan, hingga bisa membuka Ruko jahit
seperti ini bu ?
9. Apa saja hasil jahitan yang ibu terima ?
10. Menurut ibu, Ruko jahit ini akan ramai pada saat moment apa saja ?
11. Apakah ibu mempunyai karyawan untuk membantu ibu menjahit ?
12. Apakah rencana ibu untuk kedepannya ?
13.Apakah pendidikan terakhir ibu ?
14.Apakah ibu pernah melakukan pelatihan atau semacam kursus menjahit ?
15.Lalu berapa tahun ibu kursus, dan dimana lokasi LPK tersebut ?
16.Apakah ibu sering mengikuti seminar tentang fashion ?
17.Apakah ibu pernah mengikuti lomba menjahit dan memenangkan juara ?
18.Apa kendalanya menjadi seorang penjahit ?
19. Apa yang menarik menjadi seorang penjahit ?
20. Waktu menjahit ibu dari jam berapa sampai jam berapa ?
21. Bagaimana cara ibu membagi waktu menjahit dengan pekerjaan rumah ?
22. Bagaimana suka duka menjadi seorang penjahit ?
23. Apakah ibu selalu mendaur ulang kain-kain yang sisa ?
24. Selain pakaian, apakah ibu bisa menjahit sesuatu yg lain, apa saja ?
25. Bagaimana pengalaman-pengalaman ibu dan perjuangan ibu sampai
menjadi penjahit profesional seperti sekarang ini ?

1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

2) Pertanyaan untuk Tetangga


Siapa nama ibu ?
Apakah ibu siti suka meminta bantuan ibu harny ?
Bagaimana peran ibu Harny sebagai tetangga ibu siti ?
Apakah ibu pernah Menjahit di ibu siti ?
Bagaimana perasaan ibu ketika melihat hasil jahitan ibu siti ?
Apakah ibu pernah membantu menjahit pekerjaan ibu siti ?
3) Pertanyaan untuk Keluarga
Siapa nama anda ?
Apakah status anda di dalam keluarga ibu siti ?
Apakah anda merasa bangga mempunyai ibu seorang penjahit ?
Apakah anda suka membantu pekerjaan ibu anda menjahit ?
Bagaimana menurut anda tentang pembagian jam kerja ibu anda dengan
mengurus rumah tangga ?
Sejak kapan ibu anda menjadi seorang penjahit ?
Lalu jelaskan perasaan anda mempunyai ibu seorang penjahit ?

2.Jurnal penelitian pelatihan menjahit.