Anda di halaman 1dari 4

XI.

Jawaban Pertanyaan
1. Tulislah secara lengkap reaksi pembuatan sabun!

2. Jelaskan perbedaan produk sabun antara sabun dengan menggunakan


alkali NaOH dan KOH!
Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun
padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang
digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun yang dihasilkan dari
alkali berupa NaOH adalah sabun padat sedangkan jika menggunakan
alkali KOH akan menghasilkan sabun cair. Selain itu, jenis minyak yang
digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Minyak
kelapa akan menghasilkan sabun yang lebih keras daripada minyak
kedelai, minyak kacang, dan minyak biji katun.
Sabun Padat
Sabun padat dibuat melalui proses saponifikasi dengan menggunakan
minyak sawit serta menggunakan alkali (NaOH). Untuk memadatkan
sabun dapat digunakan asam stearat.
Sabun Cair
Sabun cair dibuat melalui proses saponifikasi dengan menggunakan
minyak jarak serta menggunakan alkali (KOH). Untuk meningkatkan
kejernihan sabun, dapat ditambahkan gliserin atau alcohol.

3. Jelaskan bagaimana proses terjadinya emulsi sabun!


Emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu cairan lain
yang kedua tidak saling melarutkan. Supaya terbentuk emulsi yang stabil
diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau emulsifying

agent yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase


cairan. Cara kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya
yang dapat terikat baik pada minyak maupun air. Emulsifier akan
membentuk lapisan di sekeliling minyak sebagai akibat menurunnya
tegangan permukaan, sehingga mengurangi kemungkinan bersatunya
butir-butir minyak satu sama lainnya. Bahan emulsifier dapat berupa :
protein, gum, sabun, atau garam empedu. Air dan minyak merupakan
cairan yang tidak saling berbaur, tetapi saling ingin terpisah karena
mempunyai berat jenis yang berbeda.
Pada suatu emulsi biasanya terdapat tiga bagian utama yaitu bagian
yang terdispersi yang terdiri dari lemak, bagian kedua disebut media
pendispersi yang juga dikenal dengan continous phase, yang biasanya
terdiri dari air, dan bagian ketiga adalah emulsifier yang berfungsi
menjaga agar butir minyak tadi tetap tersuspensi dalam air. Senyawa ini
molekul-molekulnya mempunyai afinitas terdapat kedua cairan tersebut.
Daya afinitasnya harus parsial dan tidak sama terhadap kedua cairan itu.
Emulsi temporer terjadi bila minyak dan air saja yang dikocok
bersamasama, akan berbentuk butir-butir lemak dan terbentuklah suatu
emulsi, tetapi bila dibiarkan partikel-partikel minyak akan bergabung lagi
dan memisahkan diri dari molekul-molekul air. Karena itu harus cepat
digunakan, atau harus dikocok lagi sebelum waktu pemakaian. Berbeda
dengan emulsi sementara, emulsi yang mantap (permanent emulsion)
memerlukan bahan ketiga yang mampu membentuk sebuah selaput (filen)
disekeliling butiran yang terdispersi, sehingga mencegah bersatunya
kembali butir-butir tersebut. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk
bahan ketiga diantaranya adalah emulsifier, stabilizer atau emulsifying
agent. Beberapa bahan yang dapat berfungsi sebagai emulsifier adalah
kuning telur, telur utuh, gelatin, pasta kanji, kasein, albumin, atau
beberapa tepung yang sangat halus seperti tepung paprica atau mustard.
French dressing yang biasanya tidak begitu stabil dibuat menjadi lebih
stabil dengan penambahan dalam banyak tepung paprika yang dapat
membentuk lapisan tipis disekeliling butir-butir lemak yang terdispersi.

Daya kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya


yang dapat terikat baik pada minyak maupun air. Bila emulsifier tersebut
lebih terikat pada air atau lebih larut dalam air (polar). Maka dapat lebih
membatu terjadinya dispersi minyak dalam air sehingga terjadilah emulsi
minyak dalam air (o/w). Sebagai contoh adalah susu. Sebaliknya bila
emulsifier lebih larut dalam minyak (nonpolar) terjadilah emulsi air dalam
minyak (w/o). Contohnya mentega dan margarin. Cara kerja emulsifier
dapat terilustrasikan bila butir-butir lemak telah terpisah karena adanya
tenaga mekanik (pengocokan), maka butir-butir lemak yang terdispersi
tersebut segera terselubungi oleh selaput tipis emulsifier. Bagian molekul
emulsifier yang nonpolar larut dalam lapisan luar butir-butir lemak.
Sedangkan bagian yang polar menghadap ke pelarut (air, continous phase).
Molekul sabun mempunyai rantai hidrogen CH3(CH2)+16 sebagai kepala
yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air. yang bertindak
sebagai ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat
organic sedangkan COONa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yang
termasuk non-polar : CH3(CH2)16 (larut dalam minyak dan hidrofobik),
dan polar : COONa+

(larut dalam air, hidrofilik, dan memisahkan

kotoran).

4. Jelaskan perbedaan antara bilangan asam dan bilangan penyabunan pada


minyak atau lemak!
-

Bilangan asam : jumlah milligram KOH yang dibutuhkan untuk


menetralkan asam-asam lemak dari 1 gram minyak/ lemak. Semakin
tinggi bilangan asam, maka kualitas suatu minyak semakin menurun.

Bilangan penyabunan : jumlah milligram KOH yang dibutuhkan untuk


penyabunan secara sempurna 1 gram minyak/ lemak. Semakin tinggi
bilangan penyabunan, maka kualitas suatu minyak semakin tinggi.

5. Jelaskan hubungan antara bilangan asam atau bilangan penyabunan


dengan kualitas minyak atau lemak!
Bilangan asam besar menunjukan asam lemak bebas yang besar
yang berasal dari hidrolisa minyak ataupun karena proses pengolahan yang

kurang baik. Jika bilangan asam yang dihasilkan semakin besar atau
semakin tinggi, maka kualitas minyak tersebut semakin rendah. Bilangan
asam berbanding terbalik dengan kualitas minyak atau lemak.
Semakin besar bilangan penyabunan maka semakin kecil
molekul dari minyak tersebut. Ini juga menunjukkan banyak molekul dari
minyak setiap gramnya yang mempunyai nilai berbanding lurus
dengan bilangan penyabunan atau berbanding terbalik dengan besar
molekulnya. Artinya, semakin besar molekul suatu minyak maka bilangan
penyabunan dan jumlah molekulnya semakin kecil.
Sehingga dapat disimpulkan, semakin tinggi bilangan asam dan
bilangan penyabunan maka kualitas minyak atau lemak tersebut semakin
rendah. Dapat terlihat urutan besarnya bilangan peyabunan dari minyak
curah>minyak kelapa sawit> minyak barco.