Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI

ALAT UNTUK MENILAI KINERJA


KEUANGAN

Disusun Oleh:
Nurul Aini
Wiladatika
Raudhatul Jannah
Cut Bella Paramitha
Intan Zahratul Muhairah

: 1301103010009
: 1301103010034
: 1301103010037
: 1301103010067
: 1301103010083

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan
hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat meyelesaikan makalah yang
berjudul LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI
KINERJA KEUANGAN
Dalam penyusunan ini tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak baik
langsung maupun tidak langsung. Untuk itu penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Tujuan penyusunan makalah ini adalaah untuk membantu kita memahami
tentang Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Menilai Kinerja Keuangan.
Penulis menyadari bahwa makalh ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat diperbaiki
untuk pembuatan makalah selanjutnya.

Darussalam, 3 juni
2016
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1
1.2
1.3

Latar Belakang Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5


Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6
Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6

BAB II PEMBAHASAN
2.1

Kinerja Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7

2.1.1

Definisi Kinerja Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7

2.1.2

Tujuan Penilaian Kinerja Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7

2.2

Laporan Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

8
2.2.1

Definisi Laporan Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

8
2.2.2

Tujuan Laporan Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

9
2.2.3

Kegunaan Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

10
2.2.4

Keterbatasan Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

10
2.2.5

Karakteristik Laporan Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

11
2.2.6

Bentuk Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12
2.3

Analisis Laporan Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

14
2.3.1

Definisi Analisis Laporan Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

14
2.3.2

Sifat Analisis Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

15

2.3.3

Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

15
2.3.4

Prosedur Analisis Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

16
2.3.5

Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .16

2.4

Analisis Rasio Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

17
2.4.1

Definisi Rasio Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

17
2.4.2

Hubungan Rasio Keuangan dan Kinerja Perusahaan . . . . . . . . . . . . . . . . .

18
2.4.3

Manfaat Analisis Rasio Keuangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

19
2.4.4

Jenis-jenis Rasio Keuangan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

20
BAB III PENUTUP
3.1

Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

21
3.2

Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 21

DAFTAR PUSTAKA. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .22

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Tujuan utama dari sebuah entitas bisnis adalah meningkatkan nilai entitas

tersebut. Peningkatan nilai suatu entitas harus dibarengi dengan peningkatan


kinerja perusahaan pula. Salah satu aspek yang dapat dilihat dalam rangka
penilaian kinerja adalah dengan meningkatnya penjualan. Dan semua hal tersebut
dapat direfleksikan dalam suatu laporan. Laporan yang menggambarkan
perkembangan finansial perusahaan dari suatu periode tertentu. Laporan tersebut
biasa disebut dengan laporan keuangan.
Laporan keuangan merupakan salah satu sarana penting untuk
mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.
Esensi laporan keuangan sangat penting mengingat dari laporan keuangan

berbagai keputusan penting mengenai kelangsungan hidup dari entitas bisnis


terjadi.
Tujuan utama dari laporan keuangan adalah penyedia informasi yang
penting bagi users of information. Dalam Statement of Financial Accounting
Concepts (SFAC) No. 1 dijelaskan bahwa tujuan utama dari laporan keuangan
adalah untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan
bisnis dan ekonomi. Agar dapat memberikan informasi yang berguna, maka
laporan keuangan harus berkualitas. Menyediakan informasi yang berkualitas
tinggi adalah penting karena hal tersebut akan secara positif memengaruhi
penyedia modal dan pemegang kepentingan lainnya dalam membuat keputusan
investasi, kredit, dan keputusan alokasi sumber daya lainnya yang akan
meningkatkan efisensi pasar secara keseluruhan.
Laporan keuangan dapat berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan
maka perlu mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos-pos dalam suatu
laporan keuangan yang sering disebut analisis laporan keuangan. Dalam hal ini
analisa rasio dapat dipakai dalam memberikan gambaran kinerja keuangan
mengenai perkembangan perusahaan dan keberlanjutan perusahaan tersebut
melakukan usahanya. Analisa rasio adalah menggambarkan suatu perbandingan
antara jumlah tertentu (dari neraca atau rekening rugi laba) dengan jumlah yang
lain. Dengan menggunakan analisa rasio dimungkinkan untuk dapat menentukan
tingkat likuiditas, rentabilitas, aktivitas suatu badan usaha.
1.2
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah laporan keuangan itu dapat menilai kinerja
keuangan perusahaaan.
2. Apakah analisis rasio keuangan dapat meningkatkan kinerja
keuangan perusahaan.
3. Bagaimanakah hubungan antara laporan keuangan terhadap kinerja
1.3

keuangan.
Tujuan
1. Untuk mengtahui kinerja keuangan mnggunakan analisis rasio
likuiditas,solvaiitas,aktivitas,dan profitabilitas.
2. Untuk mengetahui hal-hal yang dapat meningkatkan kinerja
keuangan.
3. Untuk mengtahui hubungan antara laporan keuangan dan kinerja
keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kinerja Keuangan
2.1.1 Definisi Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diartikan sebagai prospek,
pertumbuhandan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Informasi
kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya
ekonomi, yang mungkin dikendalikan dimasa depan dan untuk memperkirakan
kapasitas produksi dari sumber daya yang telah ada (Yuli Orniati, 2009:206).
Menurut Jumingan, (2005:239) kinerja keuangan juga dapat diartikan
sebagai gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu yang
menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya
diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas.
Sedangkan Irham Fahmi (2011:2) mengungkapkan bahwa kinerja
keuangan merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana
suatu perusahaan telah membuat laporan keuangan dengan menggunakan aturanaturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat
suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standard dan ketentuan dalam SAK
(Standar Akuntansi Keuangan) atau GAAP (General Accepted Accounting
Principle), dan lainnya.

2.1.2 Tujuan Penilaian Kinerja Keuangan


Menurut Yuli Orniati, (2009:208) pengukuran kinerja keuangan memiliki
beberapa tujuan:
1. Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
2. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan
tersebut dilikuidasi, yang mencakup baik kewajiban jangka pendek
maupun kewajiban jangka panjang.
3. Untuk mengetahui tingkat profitabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk mendapatkan laba selama periode tertentu.
4. Untuk mengetahui stabilitas, yaitu kemampuan perusahaan untuk
melakukan

usahanya

dengan

stabil,

yang

diukur

dengan

mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar cicilan


secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan.
2.2 Laporan Keuangan
2.2.1 Definisi Laporan Keuangan
PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan (revisi 2009)
menyatakan laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi
keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.
Susilo (2009:10) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah hasil akhir
dari proses akuntansi yang memuat informasi dan memberikan keterangan
mengenai data ekonomi perusahaan yang terdiri dari daftar-daftar yang
menunjukan posisi keuangan dan hasil kegiatan perusahaan untuk satu periode
yang meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan keuangan.
Dalam

buku

Intermediate

Accounting,

Baridwan

(2004:17)

mendefinisikan laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses


pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang
terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Menurut Irham Fahmi, (2011:22) laporan keuangan merupakan suatu
informasi

yang

menggambarkan

kondisi

suatu

perusahaan,

juga

menggambarkankinerja perusahaan tersebut.

Menurut Kasmir, (2008:7) laporan keuangan adalah laporan yang


menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode
tertentu.
Sedangkan menurut Munawir dalam Irham Fahmi, (2011:22) mengatakan
bahwa laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh
informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai
oleh perusahaan yang bersangkutan. Dengan begitu laporan keuangan diharapkan
akan membantu bagi para penggunauntuk membuat keputusan ekonomi yang
bersifat finansial.
Begitu pula menurut Hery, (2012:4) menjelaskan bahwa laporan keuangan
merupakan alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak
yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan
dan kinerja perusahaan.
Harahap (2007:19) menyatakan bahwa laporan keuangan dalam suatu
perusahaan sebenarnya merupakan output dari proses atau siklus akuntansi dalam
suatu kesatuan akuntansi usaha, dimana proses akuntansi meliputi kegiatankegiatan:
1.
2.
3.
4.

Mengumpulkan bukti-bukti transaksi


Mencatat transaksi dalam jurnal
Memposting dalam buku besar dan membuat kertas kerja
Menyusun laporan keuangan

2.2.2 Tujuan Laporan Keuangan


Kasmir (2012:10) menyatakan secara umum laporan keuangan bertujuan
untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu
maupun pada periode tertentu. Laporan keuangan juga dapat disusun secara
mendadak sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun secara berkala.
Menurut Hery, (2012:4) tujuan khusus laporan keuangan adalah
menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
mengenai posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan lain dalam posisi
keuangan.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia, 1998)
bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang

bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan


ekonomi. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua
informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan hanya menyediakan informasi yang bersifat historis, artinya
laporan keuangan berisi ringkasan kejadian yang terjadi pada periode sebelumnya.

2.2.3 Kegunaan Laporan Keuangan


Fahmi (2012:23) menyatakan laporan keuangan sangat diperlukan untuk
mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu dan
untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya.
2.2.4 Keterbatasan Laporan Keuangan
Menurut PAI (Prinsip Akuntansi Indonesia) dalam Irham Fahmi, (2012:10)
menyatakan bahwa sifat dan keterbatasan laporan keuangan yaitu:
1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian
yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap
sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan
keputusan ekonomi.
2. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk
memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran
dan berbagai pertimbangan.
4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula
penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu
mungkin tidak dilaksanakan jika hal itu tidak menimbulkan pengaruh yang
material terhadap kelayakan laporan keuangan.
5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian,
bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti
mengenai penilaian suatu pos, lazimnya dipilih alternative yang
menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.

10

6. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu


peristiwa/transaksi daripada betuk hukumnya (formalitas).
7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan
pemakai laporan di asumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan
sifat dari informasi yang dilaporkan.
8. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan
menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan
tingkat kesuksesan antar perusahaan.
9. Informasi yang bersifat kualitatif

dan

fakta

yang

tidak

dapat

dikuantifikasikan umumnya diabaikan.


2.2.5 Karakteristik Laporan Keuangan
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam Jumingan, (2005:5)
laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban kepada pihak eksternal (luar
perusahaan) harus disusun sedemikian rupa sehingga:
1. Memenuhi keperluan untuk:
a. Memberikan informasi keuangan secara kuantitatif mengenai
perusahaan tetentu, guna memenuhi keperluan para pemakai
laporan

keuangan

dalam

mengambil

keputusan-keputusan

ekonomi.
b. Menyajikan informasi yang dapat dipercaya mengenai posisi
keuangan dan perubahan kekayaan bersih perusahaan.
c. Menyajikan informasi keuangan yang dapat membantu para
pemakai

dalam

menaksir

kemampuan

perusahaan

dalam

memperoleh laba.
d. Menyajikan informasi lain yang diperlukan mengenai perubahan
dalam aset dan kewajiban, serta mengungkapkan informasi lain
yang sesuai dengan keperluan para pemakai.
2. Mencapai mutu sebagai berikut:
a. Relevan,
b. Jelas dan dapat dimengerti,
c. Dapat di uji kebenarannya,
d. Mencerminkan keadaan perusahaan menurut waktunya secara
tepat,
e. Dapat dibandingkan,
f. Lengkap,
g. Netral.

11

Menurut Prastowo dan Juliaty (2005:7) bahwa laporan keuangan yang


berguna bagi pemakai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahan untuk segera dapat dipahami oleh pemakai, maksudnya
yaitu pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang
aktivitas dan bisnis, akuntansi serta kemampuan untuk mempelajari
informasi dengan ketekunan yang wajar.
2. Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan
pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki
kualitas yang relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi
pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu,
masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi hasil evaluasi
mereka dimasa lalu.
3. Keandalan
Informasi memilik kualitas andal (realiable) jika bebas dari pengertian
yang

menyesatkan,

kesalahan

material,

dan

dapat

diandalkan

pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (faithful


representation) dari yang seharusnya disajikan atau secara wajar
diharapkan dapat disajikan.
4. Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuanga perusahaan atau
antar periode untuk mengindentifikasi kecenderungan (trend) posisi
kinerja keuangan. Implikasi penting dari karakteristik kualitas dapat
diperbandingkan bahwa pemakai harus mendapat informasi tenteng
kebijaksanaan akuntansi yang harus digunakan dalam perusahaan laporan
keuangan dan perubahan kebijaksanaan serta pengaruh perubahan tersebut.
2.2.6 Bentuk Laporan Keuangan
Analisis terhadap laporan keuangan, sangatlah penting bagi seorang analis
untuk mengetahui dan mengenal bentuk ataupun prinsip penyusunan laporan
keuangan serta masalah-masalah yang diperkirakan timbul dalam penyusunan
laporan keuangan.

12

1. Neraca
Neraca terdiri atas tiga bagian:
a) Aktiva (asset)
Kasmir (2008:39) menyatakan aktiva merupakan harta atau kekayaan
yang dimiliki oleh perusahaan, baik pada saat tertentu maupun periode
tertentu. Komponen aktiva secara umum adalah sebagai berikut:
Aktiva Lancar (current asset)
Investasi (invesment)
Aktiva Tetap (fixed asset)
Aktiva Tidak Berwujud (intangible asset)
Aktiva Lain-lain (other asset)
b) Hutang/kewajiban (liabilities)
Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan oleh
perusahaan di masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva
atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi pada
masa sebelumnya. Komponen dari kewajiban secara umum adalah
sebagai berikut:
Kewajiban Lancar (current liabilities)
Kewajiban Jangka Panjang (long term liabilities/debt)
Kewajiban Lain-lain (other liabilities)
Kewajiban yang Disubordinasi (subordinated loan)
c) Modal (equity)
Komponen terakhir dari neraca adalah modal sendiri, yaitu selisih dari
aktiva dengan kewajiban (hutang). Modal ini adalah investasi yang
dilakukan oleh pemilik perusahaan. Komponen modal adalah:
Modal Saham (capital stock)
Agio Saham (surplus/premium)
Laba yang Ditahan (retained earning)
Laba Tahun Berjalan (profit of current year)
Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap
2. Laporan Laba-Rugi
Laporan laba-rugi adalah laporan yang memberikan informasi tentang
komposisi keuangan penjualan, harga pokok, dan biaya-biaya perusahaan
selama suatu periode tertentu. Melalui laporan laba-rugi dapat diketahui
jumlah keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang dialami oleh
perusahaan selama periode tersebut. Bentuk laporan laba-rugi yang biasa
digunakan menurut Kasmir (2008:49) sebagai berikut:
a) Bentuk single step

13

Single stepmerupakan gabungan dari jumlah seluruh penghasilan baik


pokok (operasional) maupun di luar pokok (non operasional) dijadikan
satu, kemudian jumlah biaya pokok dan di luar pokok juga dijadikan
satu.
b) Bentuk multiple step
Multiple step merupakan pemisahaan antara komponen usaha pokok
(operasional) dengan di luar pokok (non operasional).
2.3 Analisis Laporan Keuangan
2.3.1 Definisi Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) pada dasarnya
merupakan perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan
di masa lalu, saat ini dan kemungkinannya di masa depan. Analisis dan
interprestasi laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membantu
memecahkan masalah dan sekaligus menjawab masalah-masalah yang timbul
dalam suatu organisasi perusahaan maupun organisasi yang tidak bertujuan untuk
memperoleh laba.
Menurut Harahap (2011:190) mengungkapkan analisis laporan keuangan
berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih
kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai
makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data nonkuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang
sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.
Sedangkan menurut Saraswati, Dinastya (2013:3) analisis laporan
keuangan tidak lain merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan
kedalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur tersebut, dan menelaah
hubungan diantara unsur-unsur tersebut, dengan tujuan untuk memperoleh
pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.

2.3.2

Sifat Analisis Laporan Keuangan


Adapun sifat-sifat dari analisis laporan keuangan yang di ungkapkan

Harahap (2006:194) adalah sebagai berikut:

14

1. Fokus laporan adalah laporan laba rugi, neraca, arus kas, yang merupakan
akumulasi transaksi dari kejadian historis dan penyebab terjadinya dalam
suatu perusahaan.
2. Prediksi, analisis harus mengkaji implikasi kejadian yang sudah berlalu
terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan di
masa yang akan datang.
3. Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip
tersendiri sehingga hasil analisis sangat tergantung pada kualitas laporan
ini. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi, sangat diperlukan
2.3.3

dalam menganalisis laporan keuangan.


Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan
Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan

keuangan adalahsebagaiberikut:

1.

Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode


tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah

2.
3.
4.

dicapai untuk beberapa periode.


Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi
kekurangan perusahaan.
Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.
Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu
dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat

5.

ini.
Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu

6.

penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.


Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis
tentang hasil yang mereka capai.

2.3.4

Prosedur Analisis Laporan Keuangan


Prosedur analisis diperlukan agar proses analisis mudah untuk dilakukan.

Adapun langakah atau prosedur yang dilakukan dalam analisis laporan keuangan
adalah sebagai berikut:

15

1.

Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan

2.

selengkap mungkin, baik untuk satu periode maupun beberapa periode.


Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan
rumus-rumus tertentu, sesuai dengan standar yang biasa digunakan secara

3.

cermat dan teliti, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar tepat.


Melakukan perhitungan dengan memasukkan angka-angka yang ada dalam

4.

laporan keuangan secara cermat.


Memberikan interprestasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran yang

5.
6.
2.3.5

telah dibuat.
Membuat laporan tentang posisi keuangan perusahaan.
Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil
analisis tersebut.
Metode dan Tehnik Analisis Laporan Keuangan
Menurut Munawir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan (2004:36)

ada dua metode analisis yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan
keuangan, yaitu:
1. Analisa horizontal, yaitu analisa dengan mengadakan perbandingan
laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga
akan diketahui perkembangannya.
2. Analisa vertikal, yaitu apabila apabila laporan keuangan yang dianalisa
hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan
memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam
laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan
keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.
Adapun jenis-jenis teknik laporan keuangan yang dapat dilakukan adalah
sebagai berikut:

1.

Analisis perbandingan antara laporan keuangan merupakan analisis yang


dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan lebih dari satu

2.

periode.
Analisis trend atau tendensi merupakan analisis laporan keuangan yang
biasanya dinyatakan dalam persentase tertentu.

16

3.

Analisis persentase per komponen merupakan analisis yang dilakukan


untuk membandingkan antara komponen yang ada dalam suatu laporan

4.

keuangan, baik yang ada di neraca maupun laporan laba rugi.


Analisis sumber dan penggunaan dana merupakan analisis yang dilakukan
untuk mengetahui sumber-sumber dana perusahaan dan penggunaan dana
dalam suatu periode.
a. Analisis sumber dan penggunaan kas merupakan analisis yang
digunakan untuk mengetahui sumber-sumber kas perusahaan dan

b.

penggunaan uang kas dalam suatu periode.


Analisis rasio merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui
hubungan pos-pos yang ada dalam satu laporan keuangan atau pos-

c.

pos antara laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi.


Analisis kredit merupakan analisis yang digunakan untuk menilai
layak tidaknya sustu kredit dikucurkan oleh lembaga keuangan

d.

seperti bank.
Analisis laba kotor merupakan analisis yang digunakan untuk

e.

mengetahui jumlah laba kotor dari periode ke satu periode.


Analisis titik pulang pokok atau titik impas (break even point) tujuan
analisis ini adalah untuk mengetahui pada kondisi berapa penjualan
produk dilakukan dan perusahaan tidak mengalami kerugian.
Kegunaan analisis ini adalah untuk menentukan jumlah keuntungan
pada berbagai tingkat penjualan.

2.4. Analisis Rasio Keuangan


2.4.1 Definisi Rasio Keuangan
Pengertian rasio menurut Munawair (2002:64) adalah menggambarkan
suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah
tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa
perubahan rasio ini dapat menjelaskan atau memberikan gambaran kepada
penganalisa tentang baik dan buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu
perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka
rasio pembanding yang digunakan sebagai standar.
Menurut A. Sartono (2001:113) pengertian analisis rasio keuangan
merupakan analisis terhadap kelemahan dan kekuatan bidang finansial yang dapat

17

membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa
yang akan datang.
Sedangkan pengertian rasio keuangan menurut James C Van Home dalam
kasmin (2008:104) merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi
dan diperoleh dengan membagi suatu angka dengan angka lainnya. Rasio
keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja
perusahaan. Dari hasil rasio keuangan ini akan terlihat kondisi kesehatan
perusahaan yang bersangkutan.
Jadi, dari definisi di atas rasio keuangan merupakan suatu cara untuk
membandingkan angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan dengan
membagi satu angka dengan angka lainnya. Dilakukan untuk menganalisis
laporan keuangan tertentu dengan rasio-rasio dari laporan keuangan dalam satu
periode maupun beberapa periode. Dengan menggunakan analisa perubahan rasio
dapat memberikan gambaran tentang kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
2.4.2

Hubungan Rasio Keuangan dan Kinerja Perusahaan


Fahmi (2012:50) menyatakan rasio keuangan dan kinerja perusahaan

mempunyai hubungan yang erat. Rasio keuangan sangat banyak jumlahnya dan
setiap rasio itu mempunyai kegunaannya masing-masing. Investor akan meliha
rasio dengan penggunaan yang paling sesuai dengan analisis yang akan ia
lakukan. Jika rasio tersebut tidak mempresentasikan tujuan dari analisis yang akan
ia lakukan maka rasio tersebut tidak akan dipergunakan, karena dalam konsep
keuangan dengan namanya fleksibilitas, artinya rumus atau berbagai bentuk
formula yang dipergunakan haruslah disesuaikan dengan kasus yang diteliti.

2.4.3

Manfaat Analisis Rasio Keuangan


Kegunaan analisis rasio keuangan sangat beragam tergantung dari sudut

pandang pengguna analisis tersebut. Menurut A. Sartono (2001:114) tujuan


analisis rasio keuangan adalah sebagai berikut:

18

1.

Bagi

manajemen

perusahaan,

rasio

keuangan

digunakan

untuk

perencanaan dan mengevaluasi performance (prestasi) manajemen


2.

dikaitkan dengan prestasi rata-rata industri.


Bagi manajer kredit, rasio keuangan digunakan untuk memperkirakan
risiko potensial yang dihadapi oleh para peminjam (debitur) dikaitkan
dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran tingkat keuntungan

3.

yang diminta.
Bagi investor, rasio keuangan digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi
nilai saham dan obligasi berbagai perusahaan dan digunakan untuk
mengukur adanya jaminan aas keamanan dana yang akan ditanamkan

4.

dalam perusahaan.
Bagi manajer perusahaan,

rasio

keuangan

digunakan

untuk

mengidentifikasi kemungkinan melakukan merger (penggabungan) dengan


perusahaan lain.
Sedangkan menurut Irham Fahmi (2012:109) manfaat analisis rasio
keuangan adalah:
1. Untuk dijadikan sebagai alat menilai kinerja dan prestasi perusahaan.
2. Sebagai rujukan untuk membuat perencanaan bagi pihak manajemen.
3. Sebagai alat untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dari perspektif
4.

keuangan.
Bagi pare kreditor dapat digunakan untuk memperkirakan potensi risiko
yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan

5.

2.4.4

pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman.


Dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pihak stakeholder organisasi.

1.

Jenis-Jenis Analisis Rasio Keuangan


Jenis-jenis rasio menurut John J. Wild, dkk (2010:44), yaitu:
Rasio likuiditas (liquidity ratio) untuk mengevaluasi kemampuan

2.

memenuhi kewajiban jangka pendek.


Rasio solvabilitas (leverage ratio) untuk mengetahui sampai seberapa jauh

3.

aktiva perusahaan dimodali oleh modal pinjaman.


Rasio aktivitas (activity ratio) untuk mengukur kecepatan dan efektivitas

4.

perusahaan dalam mengelola aset.


Rasio profitabilitas (profitability ratio) untuk mengetahui kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba.

19

Begitu juga dengan A. Sartono (2001:14) membagi 4 jenis analisis rasio


yang digunakan dalam penilainan kinerja keuangan perusahaan, yaitu rasio
likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas untuk
memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan sebelum pengambilan
keputusan terhadap suatu perusahaan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan prospek, pertumbuhan dan
potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Informasi kinerja keuangan
diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi, yang
mungkin dikendalikan dimasa depan dan untuk memperkirakan kapasitas
produksi dari sumber daya yang telah ada.
PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan (revisi 2009)
menyatakan laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi
keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Karakteristik laporan keuangan
mempunyai cirri-cirie yang relevan, jelas dan dapat dimengerti, dapat di uji
kebenarannya, mencerminkan keadaan perusahaan menurut waktunya secara
tepat, dapat dibandingkan, lengkap dan netral.
20

Manfaat dari analisis rasio keuangan dapat diketahui adanya kelemahankelemahan dari tahun-tahun sebelumnya. Manfaat lain adalah dapat memberikan
informasi apakah perusahaan dalam aspek keuangan tertentu berada di atas ratarata, pada rata-rata atau di bawah rata-rata. Apabila diketahui bahwa perusahaan di
bawah rata-rata maka pimpinan perusahaan akan mencari faktor-faktor yang
menyebabkannya

untuk

kemudian

diambil

kebijakan

sehingga

dapat

meningkatkan rasio keuangan perusahaan.


Dalam menganalisis laporan keuangan terdapat empat rasio keuangan
yang digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Keempat rasio tersebut
yaitu likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas.
3.2 Saran
Perusahaan harus terus menerus melakukan analisalaporan keuangan untuk
menilai

dan

memutuskan

langkah-langkah

yang

akan

diambil

dalam

mempertahakan dan meningkatkan kinerjan perusahaan. Selain itu untuk


meningkatkan kinerja keuangan, Perusahaan harus tetap mempertahankan Good
Corporate Governance untuk menciptakan manajemen yang baik dan bersih.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting, EdisiKedelapan.CetakanPertama.


BPFE Universitas Gajah Mada. Yogyakarta
Fahmi, Irham. 2011. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Alfabeta. Bandung.
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Cetakan ke-2. Bandung:
Alfabeta.
Fidhayatin, Septi Kurnia. 2012. Analisis Nilai Perusahaan, Kinerja Perusahaan
Dan

Kesempatan Bertumbuh Perusahaan Terhadap Return Saham

Pada Perusahaan

Manufaktur Yang Listing di BEI. Jurnal Akuntansi.

Vol.2, No.2:205, Juli 2012.


21

Harahap,Sofyan Syafri.2004. AnalisisKritisLaporanKeuangan,Edisi 1. PT Raja


GrafindoPersada.Jakarta
Harahap, SofyanSyafri. 2007. AnalisisKritisatasLaporanKeuangan. PT. Raja
GrafindoPersada. Jakarta.
Hery. 2012. AnalisisLaporanKeuangan. Jakarta: PT. BumiAksara.
IkatanAkuntansi Indonesia. 1998. StandarAkuntansi Indonesia PSAK No 31.
Buku 2. SalembaEmpat.Jakarta
IkatanAkuntan Indonesia. 2009. StandarAkuntansiKeuangan: PSAK No. 1
PenyajianLaporanKeuangan. SalembaEmpat. Jakarta. Hal. 3.
Jumingan. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kasmir. 2008. AnalisisLaporanKeuangan. Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada.
Kasmir. 2012. AnalisisLaporanKeuangan. PT. RajagrafindoPersada. Jakarta.
Kasmir. 2014. ManajemenPerbankan. EdisiRevisi. Cetakan ke-12. Jakarta: PT.
Raja GrafindoPersada.
Munawir,S, 2002. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Cetakan
Kesebelas, Penerbit Liberty, Yogyakarta.
Orniati, Yuli. 2009. Laporan Keuangan sebagai Alat untuk Menilai Kinerja
Keuangan. Jurnal Ekonomi: Universitas Gajayana Malang.
Praytino, Ryanto Hadi. 2010. Peranan Analisa Laporan Keuangan dalam
Mengukur Kinerja

Keuangan Perusahaan: Studi Kasus pada PT. X.

Jurnal Manajemen UNNUR Bandung

Volume 2 No.1. Universitas Nurtanio.

Bandung. Hal. 9.
Prastowo,

dan

R.

Yuliaty.2005.

AnalisisLaporanKeuangan

(konsep)

danAplikasi. EdisiKedua. CetakanPertama. UDP-ANP YKPN. Yogyakarta


S,Munawir.2004.AnalisaLaporanKeuangan, Liberty. Yogyakarta

22

Sartono, Agus, 2001, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi Keempat,
Cetakan Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Susilo, Bambang. 2009. AnalisaLaporanKeuanganuntukMenilaiKinerjaKeuangan
Perusahaan. Skripsi. UniversitasMuhammadiyah. Surakarta.
Wild, J. John, K. R. Subramanyam, dan Robert F. Halsey. 2010. Analisis Laporan
Keuangan. Edisi Delapan, Jakarta : Salemba Empat
.

23