Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN

DINAS KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS TAMBAKBOYO


Jalan Raya Tambakboyo NO.258 (0356) 411080

Email.puskesmas.iso.tambakboyo@gmail.com.

TUBAN 62353
KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS TAMBAKBOYO
Nomor : 400/046/414.051.009/2016
TENTANG
PEMULANGAN DAN TINDAK LANJUT PASIEN
KEPALA UPTD PUSKESMAS TAMBAKBOYO,
Menimbang :

a. bahwa dalam mencapai pelayanan klinis yang efektif dan


efisien

maka

pelaksanaan

pelayanan

klinis

harus

dilakukan secara berkesinambungan;


b; bahwa pemulangan dan tindak lanjut merupakan bagian
dari kesinambungan pelayanan klinis;
c; bahwa sehubungan hal tersebut di atas maka perlu
menetapkan keputusan Kepala UPTD Puskesmas tentang
Pemulangan dan Tindak Lanjut Pasien di UPTD
Puskesmas TAMBAKBOYO;
Mengingat :

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999


tentang Perlindungan Konsumen;
2; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
2009 tentang Pelayanan Publik;
3; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2004 tentang Praktik Kedokteran;
4; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan;
5; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun
2014 tentang Keperawatan;
6; Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun
2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional;
7; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013

tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan


Nasional;
8; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014
Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer;
9; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
MEMUTUSKAN
Menetapkan

: KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS TAMBAKBOYO


TENTANG PEMULANGAN DAN TINDAK LANJUT PASIEN

Kesatu

Kedua

: Pemulangan dan tindak lanjut pasien harus dilakukan


sesuai kriteria pemulangan pasien sebagaimana yang
tercantum dalam lampiran
: Dokter yang merawat bertanggung jawab atas pemulangan
pasien dan selanjutnya dilaksanakan oleh paramedis.

Ketiga

: Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan


apabila

dikemudian hari terjadi perubahan dalam

keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana


mestinya.
Ditetapkan di TAMBAKBOYO
Pada Tanggal 1 april 2016
KEPALA UPTD PUSKESMAS
TAMBAKBOYO,

Dr.Bambang Priyo UtomoLAMPIRAN I

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS


TAMBAKBOYO
NOMOR 440/046/414.051.009/
TENTANG PEMULANGAN DAN TINDAK LANJUT
PASIEN

RENCANA PEMULANGAN DAN TINDAK LANJUT PASIEN


1. PENGERTIAN
Rencana pemulangan atau discharge planning adalah suatu proses
yang berkesinambungan dan harus sudah dimulai sejak pasien masuk unit
rawat inap.

2; ASSESMEN AWAL SAAT PASIEN MASUK UNIT RAWAT INAP


1; Identifikasi, persiapan dan rancang discharge planning
2; Peninjauan ulang rekam medis pasien ( anamnesa, hasil pemeriksaan
fisik, diagnose dan tatalaksana)
3; Anamnesis : identifikasi alasan pasien dirawat, termasuk masalah
social dan perubahan terkini.
4; Asessmen kebutuhan perawatan pasien berdasarkan kondisi dan
penyakit yang dideritanya
5; Assesmen mengenai kemampuan fungsional pasien saat ini, misalnya
fungsi kognitif, mobilitas
6; Assesmen mengenai status pendidikan pasien
7; Assesmen mengenai status mental pasien
8; Assesmen mengenai kondisi rumah / tempat tinggal pasien
9; Tanyakan mengenai medikasi terkini yang dikonsumsi pasien saat di
rumah
10; Identifikasi siapa dari pihak keluarga yang bertanggung jawab atas
pasien
11;

Diskusikan mengenai kebutuhan pasien dan keluarga

12; Tanyakan mengenai keinginan / harapan pasien atau keluarganya


13; Libatkan mereka dalam perencanaan discharge planning (karena
pasien yang paling tahu mengenai apa yang dirasakan)
14; Gunakan bahasa awam yang dimengerti oleh pasien dan keluarga

Setelah assesmen awal pasien dilakukan, maka tim medis dan paramedis
harus melakukan :
1; Assesmen resiko : pasien dengan resiko tinggi membutuhkan discharge
planning yang baik dan adekuat
Kriteria pasien resiko tinggi :
a. Usia 65 tahun
b; Tinggal sendirian tanpa dukungan social secara langsung
c; Stroke,

serangan

jantung,

PPOK,

gagal

jantung

kongestif,

emfisema, demensia, alzheimer, AIDS atau penyakit lain yang


berpotensi mengancam nyawa
d; Alamat tidak diketahui atau berasal dari luar kota
e; Dirawat kembali dalam 30 hari
f; Pasien tidak dikenal / tanpa identitas
g; Korban kasus kriminal

2; Identifikasi dan diskusi pilihan perawatan apa yang tersedia untuk


pasien

3. SAAT PASIEN AKAN DIPULANGKAN


Saat

pasien

tidak

lagi

memerlukan

perawatan

pasien

sebaiknya

dipulangkan dan memperoleh discharge planning yang sesuai.Yang berhak


untuk memutuskan pasien pulang atau tidak adalah Dokter Penanggung
Jawab Pasien (DPJP). Pasien dan keluarga berperan aktif dalam perencanaan
dan pemulangan pasien. Petugas melakukan penilaian pasien secara
menyeluruh
Hak pasien sebelum dipulangkan :
a; Memperoleh informasi yang lengkap mengenai diagnosis, assesmen
medis, rencana perawatan selanjutnya
b; Diberikan surat pemulangan resmi dan berisi detil layanan yang sudah
diterima
Pada pasien yang ingin pulang dengan sendirinya atau pulang paksa (dimana
bertentangan dengan saran dan kondisi medisnya) dapat dikondisikan
sebagai berikut :
a; Pasien memahami resiko yang dapat timbul akibat pulang paksa
b; Pasien tidak kompeten untuk memahami resiko yang berhubungan

dengan pulang paksa, dikarenakan kondisi medisnya


c; Pasien tidak kompeten untuk memahami resiko yang berhubungan
dengan pulang paksa, dikarenakan gangguan jiwa.

Rencana pemulangan pasien didokumentasikan di rekam medis dan petugas


membuat resume medis yang berisi tentang :
a; Resume perawatan pasien selama di unit rawat inap
b; Resume penanganan dan tatalaksana pasien selanjutnya
c; Regimen pengobatan pasien
d; Detail mengenai pemeriksaan lebih lanjut yang diperlukan dan terapi
selanjutnya

Ditetapkan di TAMBAKBOYO
Pada Tanggal 1 april 2016
KEPALA UPTD PUSKESMAS
TAMBAKBOYO,

Dr.Bambang Priyo UtomoLAMPIRAN II


KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS
TAMBAKBOYO
NOMOR 440/046/414.051.009/2015
TENTANG PEMULANGAN DAN TINDAK LANJUT
PASIEN

KRITERIA PEMULANGAN PASIEN UPTD PUSKESMAS


TAMBAKBOYO
A; RAWAT JALAN
Kriteria Pemulangan Pasien di Rawat jalan :
1; Pasien dalam kondisi stabil
2; Tidak didapatkan tanda-tanda kegawatdaruratan
3; Prognosis baik
4; Mampu minum obat
5; Disarankan kontrol apabila obat habis
B; UGD
Kriteria Pemulangan Pasien di UGD :
1; Pasien dalam kondisi stabil, GCS 4 5 6
2; Tidak didapatkan tanda gawat darurat yang mengancam jiwa
3; Prognosis pasien baik
4; Mampu minum obat dan mematuhi petunjuk dokter pemeriksa
5; Apabila terjadi tanda-tanda penurunan kondisi, seggera kembali
memeriksakan diri
6; Mampu kontrol apabila obat habis
C; RAWAT INAP
Kriteria pemulangan Pasien di rawat Inap :
1; Pasien secara klinis sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan,
misalnya : tidak panas dalam waktu 24 jam tanpa pemberian obat
antipiretik, GDS dalam keadaan stabil, tensi dalam keadaan stabil,
dehidrasi sudah teratasi, dsb.
2; Pasien sudah bisa minum obat secara per oral
3; Tidak didapatkan tanda-tanda kegawatdaruratan yang mengancam
jiwa

4; Kondisi pasien sudah stabil


5; Mampu kontrol apabila obat habis
D; PONED
1; Ibu dalam kondisi yang stabil, misalnya : kontraksi uterus bagus,
keras, perdarahan tidak masif, BAK normal
2; Tanda-tanda vital bagus
3; Ibu mampu minum obat secara per oral
4; Bayi : kondisi stabil, bayi sudah BAB dan BAK
5; Bayi mampu menetek
6; Ibu dan keluarga mampu melakukan perawatan secara mandiri
rumah
7; Mampu kontrol apabila obat habis
8; 1x24 jam sejak pasien melahirkan baru boleh dipulangkan
Ditetapkan di TAMBAKBOYO
Pada Tanggal 1 APRIL 2016
KEPALA UPTD PUSKESMAS
TAMBAKBOYO,

di

Dr.Bambang Priyo Utomo