Anda di halaman 1dari 26

POLA PENDIDIKAN DI FINLAND

Rickman Roedavan

Author , Lecturer & Software Engineer

ngapa Pola Pendidikan Finlandia berbeda


gan negara lain, bahkan Amerika dan Cin
Karena pemerintah
Finlandia percaya
jika kemajuan
sebuah bangsa
berawal dari
karakter
penduduknya, dan
bukan dari
pendapatan nasional
atau kekuatan

landia: Anak-anak baru bersekolah saat


a 7 tahun.
Pemerintah Finlandia
memberi tugas kepada
kedua orang tua untuk
melakukan pendidikan
usia dini. Karena usia
bayi hingga 6 tahun
merupakan masa kritis
tahap awal
perkembangan anak.

onesia: Anak usia 2 tahun sudah masuk


ygroup.
Terkadang di asuh oleh
babysitter dan orang
tua tidak mengikuti
perkembangannya
dengan seksama.

andia: Tidak ada tes sampai usia 16 tahu


Finlandia tidak
menganut GERM
(Global Education
Reporm Movement)
yang menekankan
pendidikan ke arah
kompetisi dan
persaingan.
Pembelajaran pun
berlangsung rileks

onesia: Untuk memasuki SD negeri saja h


ngikuti tes dan bersaing dengan temanny
Persaingan di usia dini
akan memicu kelabilan
emosi dan juga
memupuk stress dan
tekanan batin.
Dampak dari hal ini
tidak akan terlihat
spontan namun baru
akan terlihat di usia
menjelang dewasa.

nlandia: Tidak banyak tugas dan PR


Anak-anak Finlandia
tidak pulang dengan
membawa PR yang
tidak sesuai dengan
hobi dan
kesenangannya. Mereka
cukup menggali potensi
dan mengembangkan
bidang yang mereka
sukai.

onesia: Siswa pulang dengan setumpuk P


Siswa disibukkan
dengan tugas-tugas
dan PR yang tidak
mereka sukai.
Kegiatan di kelas pun
kadang hanya
ceramah dan
mengerjakan puluhan
soal-soal.

andia: Guru bebas merumuskan kurikulu


uai dengan karakteristik muridnya
Para guru wajib
menerapkan
metode belajar aktif dan
menyenangkan serta
memberi motivasi bagi
para
muridnya. Kekuasaan
penuh kegiatan belajar
berada di tangan guru
bukan di tangan

onesia: Banyak guru yang tidak memaha


kologi perkembangan anak.
Kebanyakan guru
terlalu
sering memberikan
komando sehingga
memberikan tekanan
dan membuat suasana
kelas menjadi tidak
menyenangkan.

andia: Tidak mengelompokkan siswa den


stasi apalagi tingkat ekonomi
Tidak ada kelas reguler
dan
tidak ada pula kelas VIP.
Seluruh biaya
pendidikan di tanggung
pemerintah Finlandia
sampai Strata 1.
Dukungan pemerintah
adalah dana dan
legalitas.

nesia: Siswa dibagi ke dalam beberapa


kan ada istilah sekolah anak pintar.
Pengklasifikasian
seperti ini
akan membuat
kemajuan kualitas di
setiap sekolah
berbeda-beda. Kalau
sudah begitu, lucu
rasanya jika masih
dilakukan ujian dengan
standar yang sama.

Hal lain dalam pola pendidikan Finlandia

- Para siswa diminta untuk


membandingkan hasil mereka dengan
nilai sebelumnya, dan TIDAK dengan
siswa yang lain.

Hal lain dalam pola pendidikan Finlandia

- Guru menghindari kritik dari pekerjaan


siswa. karena setiap siswa
diperbolehkan untuk salah. Bahkan
kalau mendapat PR, siswa tidak harus
menjawab benar, yang penting mereka

l lain dalam pola pendidikan Indonesia

- PR, tugas-tugas berat dan les


tambahan yang dilakukan setiap hari.
Padahal nuansa bisnisnya jauh lebih
kentara ketimbang urgensinya bagi
para siswa.

l lain dalam pola pendidikan Indonesia

- Sistem ujian yang ketat, UN +


pemantauan ujian dengan CCTV. Siswa
hanya dihargai kemampuannya dalam
menjawab soal, bukan minat dan
bakatnya.

l lain dalam pola pendidikan Indonesia

- Tekanan pendidikan yang berat


menyebabkan siswa terpaksa untuk
mencontek. Bahkan cara curang ini
bahkan dilegalkan oleh pihak sekolah
demi reputasi.

dahal mencontek dan mengakibatkan:


- Menumbuhkan sikap malas belajar
- Tidak terlatih dalam menghadapi
masalah
- Menghancurkan kreativitas
- Menimbulkan perasaan takut dan
cemas
- Menumbuhkan sikap tidak jujur
- Menumbuhkan sikap Memaksa
Kehendak
- Calon koruptor di masa depan.

Karena KORUPSI itu di mulai dari


ruang KELAS,
Dan sistem pendidikan adalah

TAHUKAH ANDA?

Ruang kelas bagaikan sebuah


gedung
pertunjukan orkestra megah. Di
dalamnya terdapat belasan pemain

Seluruh pemain membaca partitur


yang berbeda-beda sesuai dengan
alat musik yang mereka kuasai

Tugas sang konduktor untuk


menulis puluhan partitur itu untuk
seluruh pemainnya secara adil.
Sehingga tercipta musik yang

Begitu pun dengan kelas. Tugas


Sang Guru lah yang harus
memahami karakter anak. Karena
mereka harus mendapatkan
perlakuan yang adil BUKAN

Setiap anak itu unik. Dan masingmasing dari mereka memiliki


potensi yang luar biasa.

good teacher is not a person who can


give a difficult examination, but a person
who can give an easy comprehension
(roedavan)