Anda di halaman 1dari 5

Teknik Penyerbukan pada Tanaman Terong.

Adapun teknik penyerbukan buatan pada tanaman terong yaitu :


1. Memilih bunga yang di jadikan betina, memilih bunga betina tersebut haruslah bunga betina
yang tepat serta baik untuk dilakukan persilangan.
2. Melakukan kastrasi yaitu dengan cara membuka kelopak bunga, memotong bunga jantan
( bunga yang berwarna putih ) dengan menggunakan pinset yang lembut.
3. Mengambil bunga jantan yang sudah mekar tetapi belum pecah ( mencari bunga jantan pada
tanaman yang sama tapi varietas yang berbeda ).
4. Mengambilnya dapat digunakan dengan pinset, kemudian di sentuhkan pada kepala putik, tutup
dengan kertas minyak , kemudian direkatkan dengan isolasi.
5. Persilangan dapat dikatakan berhasil apabila pada embrio saknya mengalami pembengkakkan.
akukan persilangan buatan atau hibridisasi adalah saat bunga telah setengah mekar sampai tiga
perempat bagian bunganya (bunga yang masih kuncup) dan kepala putiknya berwarna putih. Pada
saat itu, bunga jantan (benang sari) pada kotak sari tersebut belum masak atau pecah. Hal ini juga
dipengarui oleh morfologi dari masing-masing bungan yang akan disilangkan. Keberhasilan
persilangan ini karena dipengaruhi oleh dua faktor yaitu; suhu dan cahaya. Pada suhu udara yang
dingin, suaca gelap atau musim hujan, saat berbungan akan terhambat,hal ini disebabkan serbuk
sari tidak dapat menempel pada kepala putik secara keseluruhan.
Suhu yang panas, cuaca cerah, dan musim kemarau dapat mempercepat proses pembungaan.
Hal ini yang menyebabkan atau alasan mengapa hibridisasi dilakukan pada siang hari. Suhu dan
cahaya ketika siang hari terletak pada puncaknya. Cahaya matahari tepat berada di atas atau
kedudukannya hampir vertikal sebesar 180o sehingga suhu permukaan bumi juga akan naik.
Dengan demikian akan mempengaruhi keberhasilan dari penyilangan bunga yang akan
disilangkan. Jika hibridisasi dilakukan pada pagi hari atau siang hari kemungkinan bunga yang
disilangkan belum mengalami masak penuh, sehingga proses persilangan tidak akan berhasil.
Peningkatan suhu dan kelembapan akan membuat percepatan pemasakan tepung sari. Hal
tersebut yang menyebabkan perbedaan perlakuan kastrasi dan penyilangan tanaman.
Terung adalah tanaman menyerbuk sendiri sehingga keragaman genetiknya tidak beragam karena
bunganya memiliki morfologi yang menyebabkan hanya bunga jantan itu yang dapat meyerbuki
betina, putik terung tertutupi oleh kelopak bunga. Penyerbukan silang dapat dilakukan dengan cara
peyerbukan silang buatan (hibridisasi).
Teknik menyerbuk silang pada tanaman menyerbuk sendiri berbeda dengan tanaman menyerbuk
silang. Memilih 2 varitas tanaman yang ingin disilangkan, pemilihan bunga yang telah matang dan
menentukan bunga sebagai bunga jantan dan betina, melakukan kastrasi pada salah satu bunga
yang telah ditentukan sebagai tetua betina dengan pinset atau alat penghisap sampai benang sari
tidak terdapat pada bunga itu supaya tidak terjadi penyerbukan sendiri, bunga jantan yaitu serbuk
sari dioleskan ke kepala putik supaya terjadi penyerbukan. Kemudian bunga ditutup dengan
bungkus anti air.

A. Hasil Pengamatan

1 . H a s i l P e r s i l a n g a n Tan a m a n T er u n g ( S o l a n u m m e l o n g e n a )

T i d a k Ad a H a s i l P e r s i l a n g a n ( P e r s i l a n g a n G a g a l )
B.Pembahasan
Kastrasi adalah tindakan menghilangkan pollen atau benang sari dari
bunga betina lengkap dengan tujuan untuk mencegah terjadin ya
pen yerbukan sendiri. Kastrasi dilakukan sebagai pendahuluan untuk
m e l a k u k a n h i b r i d i s a s i . Tek n i k k h u s u s y a n g d i l a k u k a n u n t u k p e n g e b i r i a n
adalah termasuk memperlakukan bunga tanaman dengan panas, dingin,
a t a u b a h a n k i m i a s e p e r t i a l k o h o l . Tek n i k i n i d i d a s a r k a n b a h w a p o l l e n
mempunyai tingkat senstifitas yang lebih tinggi dibandingkan putik.
Karena itu seringkali dilakukan dengan merusak daya tahan pollen tanpa
melukai secara berlebihan organ tanaman lain yang penting. Salah satu
cara lain adalah dengan menggunakan sedotan. Dalam metode ini lubang
hampa kecil digunakan untuk menyedot pollen yang melekat pada stigma
(Allard, 2002).
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai
j e n i s s p e s i e s p a d a s e t i a p t a n a m a n . Yan g m e m p u n y a i t u j u a n u n t u k
memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan dan dapat
bervariasi jenisnya.Pada peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi
genetik yang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang
berbeda genotipnya. Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan
pengambilan tepung sari pada kelamin jantan agar tidak terjadi
pen yerbukan sendiri. Dalam proses pengambilan tepung sari tersebut
dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan
m e m p e r k e c i l k e m u n g k i n a n t e r j a d i n y a p e n y e r b u k a n ( Wi b o w o , 2 0 0 8 ) .
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis
s p e s i e s p a d a s e t i a p t a n a m a n . Yan g m e m p u n y a i t u j u a n u n t u k m e m p e r o l e h
organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan dan dapat berfariasi
jenisnya.
Pad peristiwa
hibridisasi
akan
memperoleh
kombinasi
genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang
berbeda genotipnya. Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan
pengambilan tepung sari pada kelamin jantan agar tidak terjadi
pen yerbukan sendiri. Dalam proses pengam,bilan tepung sari tersebut
dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan
memperkecil kemungkinan terjadinya pen yerbukan.Persilangan adalah
suatu teknik perkawinan bunga dengan meletakkan serbuk sari pada stigma
(rongga dangkal berisi cairan kental agak lengket sebagai tempat
meletakkan serbuk sari dan masukn ya tabung serbuk sari ke dalam
o v a r y / b a k a l b u a h p a d a w a k t u p e n y e r b u k a n ) ( Wal u y o , 2 0 1 2 ) .
Perbaikan genetik dilakukan untuk menambah keragaman
karakteristik tanaman anggrek dan untuk memenuhi persyaratan tentang
kualitas
anggrek
tersebut,
baik
secara
konvensional
maupun
inkonvensional. Secara konvensional dilakukan dengan cara persilangan
atau mengawinkan bunga dengan cara meletakkan pollen pada stigma.
Hasil dari persilangan adalah terjadin ya proses pembentukan buah dan

biji. Secara inkonvensional yaitu seleksi mutan, produksi tanaman


homozigot, hibridisasi somatik, transfer gen, atau perbaikan varietas
( Wi l l m e r, 2 0 1 1 ) .
1.
Persiapan
Proses ini meliputi :
A.Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan saat melakukan persilangan
terung
B.Mengetahui morfologi terung dan reproduksi terung
C.Pemilihan tetua betina dan tetua jantan yang ingin disilangkan
2. Pemilihan kuncup bunga
Pemilihan kuncup bunga dilakukan dengan memilih bunga yang
masih kuncup. Ini bertujuan agar bunga yang akan dijadikan induk betina
belum mengalami pen yerbukan dengan serbuksari yang lain.
3.
Kastrasi
Pembersihan/ pembuangan bagian tanaman yang ada disekitar bunga yang
akan diemaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup-kuncup bunga yang
tidak dipakai, organ tanaman lain yang menggangu persilangan, serta
pembuangan mahkota dan kelopak terong.Selain itu bagian bunga yang
dihilangkan adalah benangsari.
4.
Emaskulasi
Yai t u k e g i a t a n m e m b u a n g a l a t k e l a m i n j a n t a n ( s t a m e n ) p a d a t e t u a b e t i n a
yang akan disilangkan. Metode emaskulasi yang digunaan pada praktikum
persilangan terung ini adalah Metode Kliping atau Pinset
5.
Pengumpulan serbuk sari
Yai t u k e g i a t a n m e n g a m b i l s e r b u k s a r i d a r i t e t u a j a n t a n y a n g t e l a h d i p i l i h
sebelumnya. Pada praktikum ini alat yang digunakan untuk mengambil
serbuk sari adalah pinset.Serbuk sari dari benang sari diambil dengan
pinset yang steril/bersih dan dikumpulkan dengan kantong plastik
6.
Pen yerbukan
Yai t u m e l e t a k k a n s e r b u k s a r i y a n g t e l a h d i a m b i l d a r i t e t u a j a n t a n k e k e p a l a
putik tetua betina. Hal tersebut harus dilakukan dengan hati-hati supaya
tidak
terjadi
luka
pada
kepala
putik,
agar
tidak
terinfeksi
pen yakit.Penyerbukan harus dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00
-09.00
karena
pada
waktu
tersebut
angin
belum
berhembus
kencang.Penyerbukan dilakukan pada waktu tersebut agar serbuk sari yang
ditaburkan pada putik tidak berhamburan ke arah yang tidak
diiinginkan.Peletakan serbuk sari ke kepala putik dilakukan dengan teliti
agar persilangan dapat terjadi.
7.
Isolasi
Isolasi adalah kegiatan menutup bunga tetua betina yang telah dilakukan
persilangan dengan menggunakan solatip atau sejenisnya, dengn tujuan
serbuk sari dari tanaman yang lain tidak menempel pada putik tetua betina
yang disilangkan.Proses isolasi dilakukan dengan memberi sungkup

plastik pada bunga yang sebagai betina.Sungkup plastik dirapatkan dengan


bantuan staples.Pada plastik diberi lubang kecil untuk pertukaran udara.
8.
Pelabelan
Pelabelan dilakukan untuk membedakan tanaman mana yang sudah
disilangkan.
Pada persilangan terong yang telah dilakukan yang berperan sebagai
jantan() adalah varietas ungu rumah kawat dan yang sebagai betina()
adalah varietas tanteloh.Setelah beberapa hari disilangkan,terong yang
disilangkan tidak berhasil tumbuh menjadi terong karena disebabkan oelh
beberapa faktorAdapun faktor yang menyebabkan keberhasilan dan
kegagalan dari persilangan tersebut antara lain sebagai berikut:
A . Wak t u p e l a k s a n a a n .
Wak t u m e l a k u k a n p o l i n a s i a d a l a h p a g i h a r i ( k i r a - k i r a 0 8 . 0 0 - 0 9 . 0 0 w i b )
dimana bunga betina belum mekar sempurna tetapi bunga jantan sudah
menunjukkan kematangan serbuk sari.
B.Kondisi bunga jantan dan bunga betina (matang atau tidaknya/ siap atau
tidaknya dilakukan persilangan).
Untuk bunga jantan dikatakan matang bila bungan ya sudah mekar
sempurna, dan warna serbuk sarin ya kuning agak jingga sedangkan untuk
bunga betina, bunga yang belum mekar atau masih kuncup.Karena apabila
bunga tersebut sudah mekar dapat dikatakan sudah melakukan polinasi
sendiri.Pada persilangan yang telah dilakukan,kegagalan pada persilangan
terong disebabkan karena pemilihan kuncup(betina) yang terlalu muda
sehingga kematangan antara organ jantan dan betina pada bunga tidak
bersamaan sehingga persilangan tidak terjadi.
C.Angin
Angin yang kencang dapat men yebabkan pada serbuk sari yang ada
dikepala putik yang telah diberi sungkup jatuh kebawah sehingga proses
hibridisasi tidak terjadi.
D.Ketelitian peletakan serbuk di atas putik.
Dalam meletakkan serbuk sari di atas kepala putik haruslah sesuai dan
tepat. Keban yakan terjadi keidakberhasilan persilangan karena para
pemulia tidak tepat dalam meletakkan serbuk sari dari bunga
jantan.Kegagalan persilangan terong yang telah dilakukan juga dapat
disebabkan kurangn ya ketelitian dalam menempatkan serbuk sari pada
kepala putik.

Kesimpulan
1. Kastrasi adalah tindakan menghilangkan pollen atau benang sari
dari bunga betina lengkap dengan tujuan untuk mencegah terjadinya
penyerbukan sendiri. Kastrasi dilakukan sebagai pendahuluan untuk
melakukan hibridisasi.

2.

. Tah a p t e k n i k h i b r i d i s a s i a d a l a h p e m i l i h a n t e t u a j a n t a n d a n
betina,kastrasi,emaskulasi,pengumpulan serbuk sari,penyerbukan
serbuk sari pada kepala putik,dan pen yungkupan dengan plastik.
3. Persilangan terong mengalami kegagalan karena disebabkan oleh
factor internal dan eksternal.

Daftar Pustaka
A l l a r d , R . W.2 0 0 2 . P r i n c i p l e s o f P l a n t B r e e d i n g . B i n a Ak s a r a , J a k a r t a .
Wal u y o , D a r s o . 2 0 1 2 . P e r s i l a n g a n K o m o d i t a s ( L a p o r a n Ak h i r P r a k t i k u m
Pemuliaan
Tan a m a n ) P e r t a n i a n . < h t t p : / / d r s o e y o . b l o g s p o t . c o m / 2 0 1 2 / 0 6 / p e r s i l a n g a n
-komoditas-pertanian-laporan.html >.Diakses tanggal 5 Juni 2014
W ib o w o , P u j i . 2 0 0 8 . M a c a m - m a c a m
perban yakan
tanaman.
<http://wibowopuji.blogspot.com/2008/02/hibridisasi-merupakansuatu-perkawinan.html >. Diakses tanggal 5 Juni 2014.

Anda mungkin juga menyukai