Anda di halaman 1dari 35

Manufacturing System

@TAUFIQ ROCHMAN, STP.MT.


TEKNIK INDUSTRI-UNS

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Components of a Manufacturing System


Production machines
Material handling system
Computer control system
Human resources

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Definisi Sistem Manufaktur

Integrasi peralatan dan sumber daya manusia


yang berfungsi untuk melaksanakan satu atau
lebih operasi perakitan dari bahan baku, part
atau kumpulan part.
Integrasi peralatan meliputi mesin-mesin
produksi, tools, material handling, alat bantu
kerja dan sistem terkomputer.
Penciptaan nilai tambah yang dilakukan pada
part atau produk.

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Diagram Manufacturing System


Enterprise
level

Producion
system

Factory
level

Manufacturing
systems

Automation and
Control
Technologies

06/07/16

Manufacturing
support
systems

Manufacturing
support systems
Quality
control
system

Material
Handling
technologies

Classification of Manufacturing
System

Facilities

Contoh sistem manufaktur


Satu pekerja mengoperasikan satu mesin

semi otomatis
Satu pekerja mengoperasikan
sekelompok mesin semi otomatis
Satu pekerja secara periodik mengawasi
satu mesin perakitan otomatis
Sekelompok mesin otomatis bekerja pada
siklus otomatis menghasilkan kumpulan
part yang sama.
06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Mesin-mesin produksi
Dioperasikan secara manual, dikendalikan oleh

pekerja, contoh : mesin bubut, mesin milling,


mesin bor tekan.
Semi otomatis,bekerja dengan kontrol program
dan pekerja mendatangi mesin tiap siklus untuk
loading dan unloading, contoh: mesin CNC yang
memerlukan bantuan pekerja untuk menaikkan
dan menurunkan part
Otomatis penuh,kapasitas pengoperasian untuk
periode waktu yag panjang tanpa diawasi
pekerja, contoh pabrik cetakan dengan injeksi
yang bekerja pada siklus otomatis.
06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Sistem pemindahan bahan


Kelengkapan sistem material handling yang
dikerjakan pada part atau produk diskrit :
Satuan kerja loading dan unloading
Satuan kerja positioning di stasiun kerja
Satuan kerja transpor antar stasiun
Temporary storage

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Loading, Positioning & Unloading

Loading meliputi gerakan satuan kerja ke dalam


mesin produksi atau peralatan proses dalam
stasiun kerja.
Positioning meletakkan part berada pada suatu
lokasi dan orientasi relatif terhadap peralatan
yang melakukan operasi.
Work holder adalah sebuah alat yang
menempatkan secara tepat , orientasi dan
menjepit part selama operasi dan menahan
berbagai gaya yag terjadi. Contoh : jigs, fixtures
& chucks.

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Transport antar stasiun kerja


Transpor antar stasiun kerja dibedakan
berdasarkan rute antar stasiun kerja, meliputi :
Variable routing
Fixed routing
Dalam rute variabel, unit kerja ditransport melalui
rangkaian stasiun kerja yang berbeda.
Transport rute variabel diaplikasikan pada system
produksi job shop dan batch.
Sistem manufaktur rute variabel meliputi : group
technology machine cells dan flexible
manufacturing system.
06/07/16

Classification of Manufacturing
System

Diagram Rute Sistem Manufaktur

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

10

Lanjutan
Dalam rute tetap, unit kerja mengalir

melalui urutan stasiun kerja.


Unit kerja identik dalam urutan
pemrosesannya.
Transport pada fixed routing digunakan
pada lintasan produkasi (production lines).

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

11

Peralatan material handling


Type of part routing
Variable routing

Fixed routing

Peralatan material handling


Automated guided vehicle system
Power and free overhead
conveyor
Monorail system
Powered roller conveyor
Belt conveyor
Drag chain conveyor
Overhead trolley conveyor

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

12

Computer Control System


Computer control system mengendalikan
peralatan semi otomatis dan otomatis penuh.
Fungsi computer control system
Instruksi ke para pekerja
Download program ke mesin computer control
Kendali sistem material handling
Penjadwalan produksi
Diagnosa kegagalan
Memonitor keselamatan kerja
Aktivitas kendali mutu.
06/07/16

Classification of Manufacturing
System

13

Sumber Daya Manusia


Suber daya manusia mempunyai fungsi :
Mengganti peralatan kerja
Mengoperasikan peralatan kerja
Mengontrol
Mengendalikan
Operation management

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

14

Dasar klasifikasi sistem manufaktur


Pengklasifikasian didasarkan pada :
Bentuk tipe operasi
Jumlah stasiun kerja dan tata letak
Tingkat otomatisasi
Macam produk/part

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

15

Klasifikasi Sistem Manufactur


Sistem manufaktur tipe I : Stasiun kerja

tunggal
Sistem manufaktur tipe II : Multi-station
cells
Sistem manufaktur tipe III : Lintasan
produksi

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

16

Faktor

Alternatif

Bentuk tipe operasi


Jumlah workstation
& lay out system
Level otomatisasi
Macam part/produk

06/07/16

Tipe aktivitas proses & tipe


aktivitas assembling
Satu stasiun atau lebih
Rute variabel atau rute tetap
Manual, semi otomatis atau
otomatis penuh
Unit kerja identik & unit kerja
bervariasi

Classification of Manufacturing
System

17

Klasifikasi

Keterangan

Tipe I
Stasiun tunggal

Terdiri satu stasiun kerja (n=1)


dengan sebuah mesin yang
dapat dioperasikan secara
manual, semi otomatis dan
otomatis penuh.

Tipe II
Stasiun ganda dengan
rute variabel

Terdiri dua atau lebih stasiun


kerja(n>1) yang dirancang
berdasarkan proses/assembly
dari jenis part/produk yang
berbeda.

Tipe III
Stasiun ganda dengan
rute tetap

Terdiri dua atau lebih stasiun


kerja (n>1) yang disusun sebagai
sebuah lintasan produksi

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

18

Tingkat otomatisasi
Manning level (Mi), indikator yang

menunjukkan tingkat otomatisasi


Yaitu proporsi waktu dimana tenaga kerja
langsung berada pada tiap stasiun secara
kontinyu atau periodik.
Bila Mi 1 menunjukkan operasi manual
dalam stasiun kerja
Bila Mi < 1 menunjukkan operasi bersifat
otomasi.
06/07/16

Classification of Manufacturing
System

19

Manning level

Nilai rata-rata manning level digunakan sebagai indikator tenaga


kerja langsung terlibat dalam sistem.
Nilai manning level dirumuskan :

Wu

W
i 1

M = Nilai rata-rata manning level sistem


Wu = Jumlah utility pekerja dalam sistem
Wi = jumlah pekerja yang bertugas secara spesifik pada stasiun,
i = 1,2,,n.
W = Total jumlah pekerja yang bertugas pada sistem

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

20

Utility Pekerja
Merupakan pekerja yang tidak ditempatkan

pada aktivitas proses/assembling tetapi


melakukan fungsi tertentu, seperti:
Menggantikan pekerja yang tidak produktif
Perawatan dan perbaikan sistem
Perubah peralatan
Aktivitas loading dan unloading

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

21

Otomasi dalam pola klasifikasi

Tipe I M ,Single station manned cell


Tipe ini terdiri satu mesin dan satu pekerja (n=1, W=1),
mesin merupakan mesin manual atau semi otomatis dan
pekerja secara kontinyu berada dimesin.
Tipe IA, Single station automated cell
Tipe ini merupakan full mesin otomatis yang beroperasi
dalam periode waktu lama dari siklus mesin, peran pekerja
secara periodik melakukan loading dan unloading atau
memperbaiki mesin bila mengalami kerusakan.
Tipe II M, Multi-station manual system with variable routing
Tipe ini memiliki mesin manual atau semi otomatis, layout
dan sistem aliran kerja bervariasi, aliran kerja manual &
otomatis.

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

22

Lanjutan

Tipe II A, Multi-station automated system with variable


routing
Tipe ini sama dengan tipe IA tetapi terdiri banyak stasiun
kerja yang bekerja secara full otomatis (n>1, Wi=0, M<1),
aliran kerja full otomatis.
Tipe II H, Multi station hybrid system with variable routing
Sistem ini terdiri dari mesin yang manual dan otomatis
dengan aliran kerja manual, otomatis dan campuran
(hybrid).
Tipe III M, Multi station manual system with fixed route
Tipe ini terdiri dua atau lebih stasiun (n>1) dengan satu
atau lebih pekerja yang berada dimasing-masing stasiun
(W1). Pengoperasiannya berbentuk rangkaian atau urutan
tertentu dengan aliaran kerja antara manual dan mekanis.

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

23

Lanjuatan

Tipe III A, Multi station automated with fixed


routing
Tipe ini terdiri dua atau lebih stasiun yang
otomatis (n>1, Wi=0, M<1) tersusun dari aliran
produksi dengan konfigurasi sama, aliran kerja
full otomatis.
Tipe III H, Multi station hybrid system with fixed
routing
Sistem ini terdiri manual dan otomatis (n>1,Wi1
dan Wi=0, M>1) dengan aliran kerja manual,
otomatis dan campuran (hybrid).

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

24

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

25

Part or Product Variety

variations in type and/or color of plastic of molded parts


in injection molding
variations in electronic components placed on a standard
size printed circuit board
variations in the size of printed circuit boards handled by
a component placement machine
variations in geometry of machined parts
variations in parts and options in an assembled product
on a final assembly line

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

26

Manufacturing System and Product Variety

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

27

Batch Model Case

Changeover of the manufacturing system is required


because the differences in part or product style are
significant
It is a case of hard product variety

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

28

Flexibility in Manufacturing System

Flexibility is the term used for the attribute that allows a


mixed model manufacturing system to cope with a
certain level of variation in part or product style without
interruptions in production for changeovers between
models.
Flexibility is generally a desirable feature of a
manufacturing system.
They can produce different part styles or can readily
adapt to new part styles .

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

29

To be flexible, a manufacturing system must possess the


following capabilities :
Identification of the different work units.
Quick changeover of operating instructions.
Quick changeover of physical setup

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

30

Classification Schemes

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

31

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

32

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

33

06/07/16

Classification of Manufacturing
System

34

Referensi
Groover, Mikell P, 2001, Automation,
Production system, and Computer
Integrated Manufacturing, Prentice hall,
New Jersey, USA.
Groover, Mikell P, 2008, Automation,
Production system, and Computer
Integrated Manufacturing, Prentice hall,
New Jersey, USA.
06/07/16

Classification of Manufacturing
System

35