Anda di halaman 1dari 32

MANUFACTURING

MODELS AND METRICS

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Production Quantity & Product Variety

Jumlah produksi (product quantity) disimbolkan dengan huruf Q dan


Jenis Produk (product variety) disimbolkan dengan P.
Product quantity berkaitan dengan jumlah unit part/produk yang
dihasilkan tiap tahun oleh pabrik.
Product variety berkaitan dengan macam disain produk yang
diproduksi oleh pabrik.
Hubungan P & Q secara matematis sebagai berikut :
P

Qf Qj
j 1

dimana :

6/7/16

Qf = total jumlah part/produk yang dibuat oleh pabrik.


Qj = jumlah macam produk tiap tahun
P = jumlah total part/produk
J = 1, 2, 3, , P.

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Hard Product & Soft Product

Hard product variety, perbedaan produk cukup subtansial (besar).


Soft product variety jika perbedaan produk kecil
Jika P1 dan P2 merupakan hard product & soft product maka
hubungan matematis sbb :
P

P1

2j

j 1

Contoh :
Sebuah perusahaan photographic membuat produk kamera dan
proyektor (P1 = 2). Dalam lini produksi kamera terdapat 15 model
dan lini produksi proyektor terdapat 5 model. Maka untuk kamera
P21 = 15 dan proyektor P22 = 5. Maka total produk yang dihasilkan
sbb:
P1

j 1

j 1

P P2 j P2 j 15 5 20

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Product Complexity

Produk rakitan (assembled product) indikator kompleksitasnya


berupa jumlah komponen (np) yang akan dirakit menjadi suatu
produk.
Komponen fabrikasi (fabricated componen) indikator
kompleksitasnya adalah jumlah tahapan proses (no) yang
dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk.
Hubungan antara P, Q, np & no menunjukkan tingkat aktivitas
produksi (pabrik).
Total jumlah part yang dibuat oleh pabrik pertahun :
P

n pf Q j n pj
j 1

Dimana :
npf = total jumlah part yang dibuat (piece/tahun)
Qj = jumlah macam product tiap tahun (produk/tahun)
npj = jumlah part dalam produk j (piece/produk)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Total jumlah proses operasi yang dilakukan pabrik


pertahun sbb:
P

n pj

j 1

j 1

nof Q j n pj nojk

Dimana :

nof = total jumlah siklus operasi (operasi/tahun)

nojk = jumlah proses operasi untuk tiap part k

npj = jumlah part dalam produk j

Parameter nof provides a numerical value for the total


activity level in the factory.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Jumlah disain produk P diproduksi dalam kuantitas Q


dengan jumlah komponen (np) dan semua komponen
membutuhkan jumlah tahapan proses (no).

Total jumlah unit produk yang diproduksi :


Qf = PQ

Total jumlah part yang diproduksi:


npf = PQnp

Total jumlah siklus operasi manufaktur :


nof = PQnpno

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Contoh
Sebuah perusahaan ingin merencanakan produk baru dengan
membuat pabrik baru yang dapat memproduksi produk tersebut.
Lintasan produksi terdiri 100 macam produk dan dihasilkan 10.000
unit pertahun. Rata-rata dalam satu produk terdiri 1000 komponen
dengan tahapan proses yang dibutuhkan sebanyak 10 tahapan
dimana tiap tahapan membutuhkan waktu 1 menit.
Tentukan :
a. Jumlah produk yang diproduksi
b. Jumlah part yang diproduksi
c. Jumlah tahapan operasi tiap tahun.
d. Jumlah pekerja yang dibutuhkan (1 shift operasi=250 hari/th)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan
Jawab :
a. Total jumlah unit yang diproduksi
Q = PQ = 100 x 10.000 = 1.000.000 produk/th
b. Total jumlah part yang diproduksi
npf = PQnp = 1.000.000 x 1000 = 109 part/th
c. Jumlah operasi produksi
nof = PQnpno = 109 x 10 = 1010 operasi
d. Jumlah pekerja yang dibutuhkan
jika tiap operasi membutuhkan waktu = 1 menit (1/60) jam maka
total waktu yang dibutuhkan 1010 x 1/60 = 166.666.667 jam.
jika tiap pekerja bekerja 2000 jam/th (40 jam/minggu x 50
minggu/th) maka total pekerja yang dibutuhkan (W) =
166.666.667/2000 = 83,333 pekerja (84 pekerja).

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Tingkat Produksi (Production Rate)

Tingkat produksi ditunjukkan dalam part perjam.


Tingkat produksi dibedakan menjadi 3 yaitu : job shop
production, batch production & mass production.
Waktu siklus produksi (operation cycle time, Tc)
didefinisikan sebagai waktu yang digunakan oleh unitunit kerja untuk melakukan aktivitas.
In a typical processing operation, such as machining,
(Tc) consists of :
Waktu operasi mesin aktual (actual machining
operation time).
Waktu pemindahan benda kerja (workpart handling
time)
Waktu pemindahan peralatan tiap pekerjaan.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Model waktu siklus produksi

Persamaan matematis dari waktu siklus produksi:


Tc =To + Th + Tth
dimana :
Tc = operation cycle time (menit/unit)
To = time of the actual processing (menit/unit)
Th = handling time (menit/unit)
Tth = tool handling time (menit/unit)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Model waktu siklus batch productrion

Persamaan matematis :
Tb = Tsu + QTc
dimana
Tb = batch processing time (menit)
Tsu = waktu set up tiap batch (menit)

Q = batch quantity (piece)


Tc = waktu siklus perunit kerja
Rata-rata waktu produksi perunit kerja (Tp) dirumuskan :
Tp = Tb/Q
Tingkat produksi (Rp) berbanding terbalik dengan waktu produksi
(Tp) diformulasikan :
Rp = 60/Tp
Dimana :

Rp = Tingkat produksi perjam (piece/jam)


Tp = rata-rata tingkat produksi permenit (menit/piece).
60 = konstanta (konversi menit ke jam)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Model waktu siklus Job shop production

Jika Q = 1 untuk waktu produksi perunit kerja maka :


Tp = Tsu + Tc
Dimana :
Tp = tingkat produksi permenit (menit/piece).
Tsu = waktu set up (menit)
Tc = waktu siklus

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Waktu siklus untuk mass production

Apabila nilai Q menjadi sangat besar maka


(Tsu/Q) mendekati nol maka :
Rp Rc = 60/Tc
Dimana
Rc = operation cycle rate of the machine
(unit/jam)
Tc = Waktu siklus operasi (menit/jam)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Flow line mass production

Aktivitas lini produksi menjadi komplek disebabkan


saling ketergantungan antar stasiun kerja sehingga
dapat terjadi bottleneck station.
Waktu siklus produksi dinyatakan dalam :
Tc = Tr + maxTo
Dimana :

Tc = waktu siklus lini produksi (menit/siklus)


Tr = waktu unit kerja antar stasiun tiap siklus (menit/piece)
Max To = waktu operasi pada stasiun bottleneck (menit/siklus).

Tingkat produksi dirumuskan sbb :


Rc = 60/Tc
Dimana :
Rc = tingkat produksi ideal (siklus/jam)
Tc = waktu siklus ideal (menit/siklus)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Production line dibedakan menjadi : manual & otomatis


(automated).
Untuk aktivitas lintasan produksi otomatis (automated
production line) faktor kompleksitasnya adalah reliability.
Reliabilitas yang rendah mengurangi ketersediaan waktu
produksi pada lintasan.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Production capacity

didefinisikan sebagai tingkat output maksimum yang


disediakan oleh fasilitas produksi (production line, work
center) berdasarkan pada kondisi operasi yang
ditetapkan.
Diformulasikan sbb:
PC = nSHRp
Dimana

6/7/16

PC = kapasitas fasilitas produksi (output unit/minggu)


n = jumlah work center dalam fasilitas
S = jumlah shift perperiode (shift/minggu)
H = jam/shift
Rp = tingkat produksi tiap work center (output unit/jam)
Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Contoh

Turrent lathe terdiri 6 mesin digunakan untuk


memproduksi part. Kelompok mesin beroperasi selama
10 shift/minggu. Besarnya waktu pershift 8 jam. Ratarata tingkat produksi tiap mesin sebesar 17 unit/jam.
Tentukan kapasitas produksi perminggu untuk kelompok
mesin ini.
Jawab :
PC = 6(10)(8)(17) = 8160 output unit/minggu
Jika tiap unit kerja dijalankan melalui no operasi, dengan
tiap operasi memerlukan set up, kapasitas perusahaan
menjadi :
PC = (nSHRp)/no
Dimana no = jumlah operasi yang berbeda yang dilalui
unit kerja.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Utilization

Utilisasi berkaitan jumlah output yang dihasilkan fasilitas


produksi berdasar kapasitasnya, dinyatakan :
U = Q/PC
Dimana :
U = utilisasi fasilitas
Q = jumlah produksi aktual (piece/minggu)
PC = kapasitas produksi (piece/minggu)
Utilisasi diukur berdasar inputan pabrik seperti fasilitas
mesin dan sumber produksi yang lain.
Utilisasi didefinisikan sebagai proporsi waktu dimana
aktivitas fasilitas berhubungan dengan ketersediaan
waktu dibawah batasan kapasitas.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Contoh :
Sebuah mesin produksi beroperasi selama 80 jam/minggu (2 shift
5 hari) dengan kapasitas penuh. Tingkat produksi 20 unit/jam.
Selama seminggu mesin memproduksi 1000 part, tentukan :
1. Kapasitas produksi mesin
2. Utilisasi mesin selama seminggu.

Jawab
1. Kapasitas ditentukan menggunakan asumsi 80 jam minggu
sbb : PC = 80 (20) = 1600 unit/minggu
2. Utilisasi ditentukan sebagai ratio jumlah part yang dihasilkan
dengan kapasitas : U = 1000/1600 = 0,625 (62,5%)
Cara alternatif :
Dengan waktu selama seminggu dengan mesin kerja aktual.
Untuk memproduksi 1000 unit, mesin beroperasi :
H = 1000 unit / 20 unit/jam = 50 jam
utilisasi ditetapkan sebagai ketersediaan waktu 80 jam :
U = 50/80 = 0,625 (62,5%)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Availability

Availability adalah ukuran realibilitas peralatan


Banyak digunakan untuk peralatan produksi yang terotomasi.
Ada dua istilah dalam konsep reliabilitas : mean time between
failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR).
MTBF menunjukkan panjang waktu rata-rata tiap peralatan diantara
kerusakan (break down).
MTTR menunjukkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk
perawatan peralatan bila terjadi kerusakan, dirumuskan :
A = (MTBF - MTTR) / MTBF
Dimana :
A = Availability (dalam persentase)
MTBF = mean time between failures (jam)
MTTR = mean time to repaire (jam)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Contoh :
Mesin bubut (turrent lathe) terdiri 6 mesin digunakan
untuk memproduksi part. Kelompok mesin beroperasi
selama 10 shift/minggu. Besarnya waktu pershift 8 jam.
Rata-rata tingkat produksi tiap mesin sebesar 17
unit/jam. Availability mesin A = 90% dan utilisasi mesin U
= 80%. Tentukan output yang dihasilkan oleh pabrik .
Jawab
Q = AU (nSHRp)
Q = 0,9 (0,80)(6)(10)(8)(17) = 5875 output unit/minggu.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Manufacturing Lead Time (MLT)

MLT didefinisikan sebagai total kebutuhan waktu untuk


memproses part atau produk dalam suatu pabrik.
Didalam pabrik aktivitas produksi terdiri :
Series of individual processing
Assembly operation
Operation and non operation element
Operation dilakukan pada unit kerja mesin produksi.
Non operation terdiri handling, temporary storage,
inspection, material menunggu (delay).
MLT terdiri waktu siklus operasi pada mesin, waktu non
operasi, tahapan proses melalui unit kerja, waktu set up
yang dibutuhkan.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Batch Production
Jika diasumsikan untuk batch production, Q unit kerja
dalam batch diformulasikan :
OJ

MLTJ (Tsuji Q j Tcji Tnoji )


I 1

Dimana :
MLTj = manufacturing lead time untuk part / produk (menit)
Tsuji = waktu set up operasi ke-i
Qj = jumlah part / produk j dalam batch (unit)
Tcji = waktu siklus operasi ke-i (menit/unit)
Tnoji = waktu non operasi berhubungan dengan operasi ke-i (menit)
i = urutan operasi, i = 1, 2, 3,., noj

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Untuk menyederhanakn model diasumsikan bahwa :


Semua waktu set up, waktu siklus dan waktu non
operasi sama untuk noj mesin.
Batch quantity untuk part / produk diproses melalui
pabrik yang sama sehingga noj = no maka :
MLT = no (Tsu + QTc + Tno)
MLT = manufacturing lead time rata-rata (menit)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Contoh :
Sebuah part diproduksi dalam ukuran batch 100 unit.
Batch diurutkan melalui 5 operasi untuk menyelesaiakn
suatu part, waktu set up rata-rata 3 jam/operasi. Ratarata waktu operasi 6 menit (0,1 jam). Waktu non operasi
rata-rata disebabkan handling, delays, inspeksi ,
mengantri adalah 7 jam tiap operasi. Tentukan berapa
hari untuk menyelesaikan part dalam batch jika
perusahaan beroperasi 8 jam/hari (1shift).
Jawab
MLT = 5(3 + 100x0,1 +7) = 100 jam
Dalam 8 jam/hari = 100/8 = 12,5 hari.

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Job shop production


Dalam job shop dimana ukuran batch = 1 atau Q = 1,
maka :
MLT = no(Tsu + Tc + Tno)

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Flow line mass production


Waktu non operasi diantara tahapan proses merupakan
waktu transfer Tr untuk memindah part atau produk dari
satu stasiun ke stasiun berikutnya.
Stasiun dengan waktu operasi sangat panjang
menetukan aktivitas stasiun yang lain, diformulasikan :
MLT = no (Tr + Max To) = noTc
Dimana :

6/7/16

MLT = waktu antara memulai dan menyelesaikan unit kerja pada


lintasan (menit).
No = jumlah operasi lintasan
Tr = transfer time (menit)
maxTo = waktu operasi pada stasiun yang mengalami bottle neck
(menit)

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

lanjutan

Tc = waktu siklus lintasan produksi (menit/unit)


Tc = Tr + MaxTo
Jika jumlah stasiun sama dengan jumlah operasi (n =
no) maka :
MLT = n(Tr + MaxTo ) = nTc

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Work in process (WIP)

WIP didefinisikan jumlah part atau produk yang mengalir


dalam fasilitas produksi untuk diproses.
WIP adalah inventori yang menyatakan perubahan dari
raw material ke produk akhir, diformulasikan :
WIP = [AU(PC)(MLT)]/SH
Dimana

6/7/16

WIP = work in process dalam fasilitas (unit)


A = Availability
U = Utilization
PC = production capacity (unit/minggu)
MLT = Manufacturing Lead Time (minggu)
S = jumlah shift perminggu (shift/minggu)
H = jumlah jam yang dibutuhkan tiap shift (jam/shift)
Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Soal latihan

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

6/7/16

Mathematical Model of
Manufacturing Operation

Ada

6/7/16

pertanyaan ?

Mathematical Model of
Manufacturing Operation