Anda di halaman 1dari 123

ANALISIS MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH ( RSUD ) TEBING TINGGI KABUPATEN


EMPAT LAWANG TAHUN 2015
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu persyaratan
Untuk memperoleh gelar SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT

Oleh :
INDIRA SARI
13.03.034.P

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


WIDYA DHARMA PALEMBANG
2015

LEMBAR PENGESAHAN
ANALISIS MOTIVASI KERJA PERAWAT
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD ) TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG TAHUN 2015

OLEH
Nama : INDIRA SARI
NPM : 13.03.034.P

Telah Dipertahankan Di Depan Dewan Penguji Pada


Tanggal 13 Juni 2015 dan Dinyatakan
Telah Lulus Serta Memenuhi
Syarat Untuk Diterima

SUSUNAN DEWAN PENGUJI


PENGUJI I

PENGUJI II

PENGUJI III

(M. Daud,S.Sos,M.Kes) (Dr.H.Syahrizal, M.Kes) (Herman Yasin, SKM,M.Epid)

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT


WIDYA DHARMA PALEMBANG
KETUA

(M. Daud, S.Sos, M.Kes)

ii

LEMBAR PERSETUJUAN

Skripsi ini telah dikoreksi dan telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan
Tim Penguji Skripsi dalam ujian Sarjana Kesehatan Masyarakat pada Sekolah Tinggi
Kesehatan Masyarakat (STKM) Widya Dharma Palembang.

Palembang,

Juni 2015

Pembimbing

Herman Yasin,SKM,M.Epid

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN


MOTTO :
-

Kesabaran dan Ketekunan adalah Kunci Kesuksesan Seseorang

Sesungguhnya atas Kehendak Allah Semua ini Terwujud, Tiada


Kekuatan Kecuali dengan Pertolongan Allah....( Al-Kahfi 39 )

Kupersembahkan skrisi ini sebagai karyaku kepada :


- Ayah dan mama yang tercinta
- Kakak dan adik-adikku tersayang (Kak Romi, Yosi, Pipit, Maya )
- Mak aji yang selalu memberikan nasehat dan doanya
- Teman-teman seperjuangan
- Almamater

iv

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat
dan karunia-Nya sehingga skripsi dengan judul Analisis Motivasi Kerja Perawat di
Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang
Tahun 2015 dapat terselesaikan dengan baik sebagai salah satu persyaratan dalam
rangka menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat Widya
Dharma palembang.
Skripsi ini ditulis dengan harapan akan berrnanfaat bagi penulis, bagi pihak
yang membutuhkan dan menjadi tambahan pengetahuan. Dalam hal ini, Penulis
sudah berusaha semaksimal mungkin, dan penulis menyadari sepenuhnya bahwa
Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik susunan maupun isinya. Karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca yang bersifat membangun demi untuk kesempumaan Skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan
berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasi kepada:
1. Bapak Sopyan Sitepu, SH, MM, selaku ketua yayasan pendidikan Widya Dharma
Palembang yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan dalam mengikuti
pendidikan.
2. Bapak M. Daud S.Sos,M.Kes sebagai ketua program Ilmu Kesehatan Masyarakat
Widya Dharma Palembang.

3. Bapak Dr. Syahrizal, M.Kes, Bapak M. Daud,S.Sos,M.Kes sebagai penguji


terimakasih atas masukkannya demi perbaikan skripsi ini
4. Bapak Herman Yasin,SKM,M.Epid selaku Pembimbing yang telah meluangkan
waktu dan pikirannya, memberi perhatian dan petunjuk, memberi arahan,
bimbingan, bantuan, dan dorongan kepada penulis sehingga Skripsi ini dapat
diselesaikan.
5. Tim Penguji, terima kasih atas masukan, kritik dan sarannya.
6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta tenaga non edukatif Sekolah Tinggi
Kesehatan Masyarakat Widya Dharma Palembang.
7. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Tebing Tinggi Kabupaten Empat
Lawang yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk
melakukan penelitian.
8. Kedua orang tuanku tercinta ( ayah mama ) yang telah banyak memotivasi dan
memberikan bantuan baik moril maupun spiritual serta ridho dan doanya kepada
penulis sehingga terlaksannya penyelesaian Skripsi ini dengan baik.
9. Kakak dan adik-adikku tersayang ( kak Romi, Yosi, Pipit, Maya ) yang telah
banyak memberikan bantuan, dorongan dan semangat kepada penulis sehingga
terselesainya Skripsi ini dengan baik.
10. Mak aji yang selalu memberikan nasehat dan doa kepada penulis.
11. Teman-temanku seperjuangan serta berbagai pihak yang telah membantu dalam
pembuatan Skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

vi

Penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam penulisan


Skripsi ini, oleh karena itu penulis meminta saran dan kritik kepada semua pembaca
demi kesempurnaan Skripsi ini di masa yang akan datang.
Demikianlah harapan penulis semoga Skripsi ini bermanfaat bagi kita semua,
Amin Ya Rabbal Allamin.

Palembang, Juni 2015

Penulis

vii

Daftar Riwayat Hidup


1. Nama

: Indira Sari,

2. Tempat Tanggal Lahir

: Palembang, 31 Oktober 1984

3. Agama

: Islam

4. Pekerjaan/Jabatan

: Stap.PNS di RSUD Tebing Tinggi Lintang

Empat Lawang
5. Alamat

: Jalan Swadaya Lr. Persatuan III RT.49 RW.14

No. 2891 Pakjo Palembang

Riwayat Pendidikan
1.

TK Cendrawasih Palembang Tamat Tahun 1991

2.

SLTP Negeri 22 Palembang tamat tahun 2003

3.

MI Negeri 2 Palembang Tamat Tahun 2000

4.

SMU Muhammadya 1 Palembang Tamat tahun 2003

5.

DIII.Gizi Depkes RI Palembang Tamat 2006

6.

STKM Widya Dharma Palembang Tamat Tahun 2015

viii

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DHARMA PALEMBANG
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
JUDUL :

ANALISIS MOTIVASI KERJA PERAWAT


DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD )
TEBING TINGGI KABUPATEN EMPAT LAWANG
TAHUN 2015
INDIRA SARI
NPM : 13.03.034.P
ABSTRAK
( xiii, 108 halaman, 4 tabel, 17 lampiran )

Jika ditinjau dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan
kedudukan Rumah Sakit adalah ujung tombak dari sistem pelayanan kesehatan di
Indonesia. Akhir - akhir ini timbul perhatian ketidakpuasan kerja dan menurunnya
kualitas kerja. Berdasarkan data pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD )
Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang tahun 2015 ada 113 orang, dan jumlah
perawat 26 orang, dan dilihat dari absensi perawat tiga bulan terakhir banyak yang
datang terlambat.
Penelitian ini bertujuan untuk memotivasi kerja perawat di Rumah Sakit
Umum Daerah ( RSUD ) Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang mana fokus
yang diteliti adalah faktor tanggung jawab, kemajuan dalam pekerjaan, status,
penghasilan, prosedur kerja, kondisi pekerjaan, keamanan kerja, hubungan
internasional, pengawasan dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah
Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan Metode Wawancara
mendalam dan observasi partisipasi dalam mengumpulkan data, dimana yang menjadi
informan dalam penelitian ini adalah Direktur Rumah Sakit, Kepala Sub Bagian
(KASUBAG) TU dan 13 orang perawat.
Berdasarkan penelitian bahwa adanya keterkaitan antar variable yang diteliti
dengan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada Rumah Sakit untuk
meningkatkan pelatihan dan diberikannya tanggung jawab sesuai dengan pekerjaan
masing-masing perawat.
Daftar Pustaka: 12 ( 2001 2012 )
Keyword
: Motivasi, Petugas Kesehatan,RSUD Tebing Tinggi

ix

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................

ii

HALAMAN PERSETUJUAN.........................................................................

iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................

iv

KATA PENGANTAR.......................................................................................

ABSTRAK........................................................................................................

viii

DAFTAR ISI ....................................................................................................

ix

DAFTAR TABEL ............................................................................................

xii

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................

xiii

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.......................................................................
1.2. Perumusan Masalah...............................................................
1.3. Tujuan Penelitian...................................................................
1.4. Manfaat Penelitian ................................................................
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Motivasi.................................................................................
2.1.1 Pengertian....................................................................
2.1.2 Teori Motivasi..............................................................
2.2. Motivasi Kerja.......................................................................
2.2.1 Pengertian Motivasi Kerja...........................................
2.2.2 Prinsip-prinsip dalam Motivasi Kerja...
2.2.3 Peranan dari fakto-faktor motivasi
dalam penciptaan kualitas kerja ..................................
2.3. Keperawatan..........................................................................
2.3.1 Pengertian Keperawatan..
2.3.2 Pengertian Perawat......................................................
2.3.3 Peran Perawat .............................................................
2.3.4 Fungsi Perawat.............................................................
2.4. Rumah Sakit ( RS )................................................................
2.4.1 Pengertian Rumah Sakit..............................................

1
3
3
5
6
6
7
11
11
11
13
15
15
16
16
18
20
20

2.4.2 Fungsi Rumah Sakit ....................................................

20

BAB III

KERANGKA KONSEP
3.1. Kerangka Konseptual ............................................................
3.2. Definisi Istilah ......................................................................

22
22
23

BAB IV

METODE PENELITIAN...............................................................
4.1. Rancangan Penelitian ..............................................................
4.2. Sumber Informasi ...................................................................
4.3. Jenis dan Keabsahan Informasi ..............................................
4.4. Metode Pengumpulan Informasi .............................................
4.5. Teknik Analisis Informasi........................................................

25
25
25
26
26
27

BAB V

HASIL PENELITIAN....................................................................
5.1. Gambaran Umum Rumah Sakit..............................................
5.1.1 Keadaan Geografis ..
5.1.2 Struktur Organisasi ..
5.1.3 Badan Struktur Organisasi...........................................
5.2. Visi dan Misi Rumah Sakit....................................................
5.2.1 Visi
5.2.2 Misi .
5.3. Tugas dan Fungsi
5.4. Karakteristik Informan...........................................................
5.5. Hasil Indepth Interview.........................................................
5.6. Hasil Observasi......................................................................

28
28
30
31
32
32
32
33
33
34
35
43

BAB VI

PEMBAHASAN.............................................................................
6.1. Keterbatasan Penelitian ........................................................
6.2. Karakteristik Informan...........................................................
6.3. Tanggung jawab terhadap motivasi kerja..............................
6.4. Kemajuan dalam pekerjaan terhadap motivasi kerja.............
6.5. Status terhadap motivasi kerja perawat.................................
6.6. Penghasilan terhadap motivasi kerja perawat .......................
6.7. Prosedur kerja terhadap motivasi kerja perawat ...................
6.8. Kondisi pekerjaan terhadap motivasi kerja perawat..............
6.9. Keamanan pekerjaan terhaap motivasi kerja perawat............
6.10 Hubungan interpersonal terhadap motivasi kerja perawat.....
6.11 Pengawasan terhadap motivasi kerja perawat.......................

45
45
45
46
36
47
47
48
49
50
50
51

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN


7.1. Kesimpulan ...........................................................................
7.2. Saran......................................................................................

53
54

xi

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul Tabel

Halaman

Tabel 4.2

Informan menurut sumber, metode dan jumlah informan...........

Tabel 4.4

Informan yang dikumpulkan menurut sumber, metode,


jumlah kegiatan dan jumlah informan.........................................

Tabel 5.6
Tabel 5.8

25
27

Karakteristik informan wawancara mendalam menurut


Jenis kelamin dan jabatan ..........................................................

34

Hasil checklist di RSUD Tebing Tinggi ......................................

43

xii

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

judul Lampiran

Halaman

Lampiran 1

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 1


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 2

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 2


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 3

70

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 8


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 9

68

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 7


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 8

66

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 6


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 7

64

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 5


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 6

62

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 4


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 5

60

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 3


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 4

58

72

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 9


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

74

Lampiran 10 Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 10


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

76

Lampiran 11 Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 11


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................
Lampiran 12

78

Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 12


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

xiii

80

Lampiran 13 Pedoman wawancara mendalam untuk perawat 13


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................
Lampiran 14

Pedoman wawancara mendalam untuk Direktur RSUD


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 15

Lampiran 17

84

Pedoman wawancara mendalam untuk KASUBBAG TU


di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.................

Lampiran 16

82

87

Checklist observasi dengan perawat di RSUD


Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang................................

90

Matrik hasil wawancara mendalam dengan informan..............

104

xiv

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional,
pada hakekatnya adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk mencapai
kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut, diselenggarakan berbagai
upaya kesehatan yang didukung antara lainoleh sumber daya tenaga kesehatan yang
memadai sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pe,bangunan nasional. Demikian juga
dengan pembangunan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang akan didukung
tujuan pembangunan kesehatan tersebut (KEPMENKES RI, 2004).
Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi social dan
kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan penyakit (preventif) kepada
masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan
pusat penelitian medik ( WHO / World Health Organization ).
Akhir-akhir ini timbul perhatian terhadap ketidakpuasan kerja dan
menurunnya kualitas kerja. Sebagai respon terhadap hal itu, para ahli psikologi
terapan melakukan pencarian atas penyebab hal tersebut dan melakukan penataan
kembali (jobredesign) serta melakukan pengkayan tugas (job enrichment) sehingga

xv

memberikan arti lebih bagi individu dan kepuasan kerja yang lebih baik bagi
karyawan.Hal itu akan menghasilkan dampak positif bagi organisasi dan menurunkan
obsenteeism, turn over serta meningkatkan motivasi kerja yang akan berdampak pula
kepada produktivitas dan kualitas kerja (Soeroso, 2004:69).
Di era otonomi daerah, dituntut adanya pegawai yang berkualitas dan sesuai
dengan bidangnya agar dapat berkompetensi dalam era globalisasi. Demikian juga
dengan Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat
Lawang yang selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik dan prima kepada
masyarakat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Dalam upaya ini, ada aspek yang harus diperhatikan yaitu adanya upaya peningkatan
kinerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten
Empat Lawang itu sendiri. Pegawai yang ada di lingkungan Rumah Sakit Umum
Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang sekarang ini terdiri dari 113
orang, dari jumlah tersebut tenaga perawat berjumlah 26 orang. (Direktur RSUD
Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang,2015)
Dilihat dari absensi perawat di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing
Tinggi Kabupaten Empat Lawang tahun 2015, dalam tiga bula terakhir diperoleh
bahwa perawat sering datang terlambat bahkan pulang pun mereka lebih awal dari
waktu yang sudah ditentukan dari 26 perawat yang ada Rumah Sakit Umum Daerah /
RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang hanya setengahnya yang rajin
datang. Hal ini menunjukkan masih kurangnya motivasi kerja perawat Rumah Sakit
Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Salah satu masalah

xvi

yang dapat ditimbulkan karenanya kurangnya motivasi kerja perawat adalah


terjadinya kelalaian karena kurangnya perhatian dan tanggung jawab pada tugas dan
hal ini dapat berdampak negative bagi perawat itu sendiri mulai dari adanya keluhan
dari klien dan rekan kerja sampai kepada adanya teguran dari Direktur RSUD. Hal
inilah yang menarik minat peneliti untuk mengetahui secara lebih mendalam
mengenai motivasi kerja perawat dalam memberikan pelayanan perawatan kepada
pasien di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat
Lawang.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, masalah penelitian ini adalah
bagaimana motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing
Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai motivasi kerja
perawat di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten
Empat Lawang.
1.3.2. Tujuan Khusus
1.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor tanggung jawab


dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum
Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

xvii

2.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor kemajuan dalam


pekerjaan dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit
Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

3.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor status dalam


mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah /
RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

4.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor penghasilan


dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum
Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

5.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor prosedur kerja


dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum
Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

6.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor kondisi


pekerjaan dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit
Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

7.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor keamanan kerja


dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Diketahuinya informasi
yang mendalam mengenai factor hubungan interpersonal dalam
mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah /
RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

xviii

8.

Diketahuinya informasi yang mendalam mengenai faktor pengawasan


dalam mempengaruhi motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum
Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

1.4. Manfaat Penelitian


1.4.1. Bagi STIKES Widya Dharma
1. Diperoleh data dan informasi yang dapat digunakan dalam pengembangan
ilmu pengetahuan khususnya pelayanan kesehatan Rumah Sakit.
2. Sebagai bahan pustaka dalam pengembangan manajemen sumber daya
manusia.
1.4.2. Bagi RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang
Sebagai bahan pertimbangan atau masukan untuk dapat meningkatkan kualits
pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam upaya pencapaian mutu
pelayanan yang optimal.
1.4.3. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama
mengenai manajemen sumber daya manusia di Rumah Sakit.
1.4.4. Bagi Perawat
Sebagai

bahan

acuan

menuju

profesionalisme

keperawatan

serta

mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi tantangan


keperawatan di masa depan.

xix

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Motivasi
2.1.1

Pengertian Motivasi
Motivasi adalah memberikan rangsangan atau pendorong, atau suatu

kegairahan kepada seseorang atau kelompok agar mau bejerja dengan


semestinya dan penuh semangat, dengan kemampuan

(potensi) yang

dimilikinya untuk mencapai tujuan secara berdaya guna (Purba, 2004:47).


Motivasi merupakan daya dorong bagi seseorang untuk memberikan
kontribusi yang sebesar mungkin demi keberhasilan organisasi mencapai
tujuannya. Dengan pengertian, bahwa tercapainya tujuan organisasi bearti
tercapainya pula tujuan pribadi para anggota organisasi yang bersangkutan
(Siagian, 2003:102).
Motif sebagai sesuatu yang merupakan alasan mengapa seseorang
memulai tindakan. Motivasi adalah suatu set atau kumpulan perilaku yang
memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara
diarahkan kepada tujuan spesifik tertentu (specific goal directed way).
Memotivasi adalah menunjukkan arah tertentu kepada seseorang atau
sekelompok orang dan mengambil langkah yang perlu untuk memastikan
mereka sampai tujuan.

xx

Motivasi muncul dalam dua bentuk dasar yang saling terkait erat,
yaitu :
1.

Motivasi ekstrinsik (dari luar), dan

2.

Motivasi intrinsic (dari dalam diri seseorang / kelompok)


(Soeroso, 2004:69).
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi

merupakan suatu hal yang individual, di mana motivasi ini dilatarbelakangi


oleh adanya motif, yaitu kebutuhan dan keinginan seseorang yang berasal dari
dalam dirinya sendiri, baik hal itu disadari atau tidak disadari yang akan
memunculkan suatu perilaku tertentu. Motivasi ini jg dipengaruhi oleh factor
eksternal, yaitu kondisi yang ada di luar individu, seperti gaji dan lingkungan
kerja. Proses motivasionalini merupakan upaya penyelarasan antara kebutuhan
individu

dengan

sasaran

organisasi

yang

akan

berdampak

kepada

produktivitas dan kualitas kerja seseorang.

2.1.2

Teori Motivasi
1. Teori Hierarki Maslow
Menurut Abraham Maslow, kebutuhan manusia dibedakan atas lima
tingkat yakni :
a. Kebutuhan Pokok Faali ( physiological needs )

xxi

Yang dimaksud dengan kebutuhan pokok faali adalah kebutuhan untuk


melangsungkan kehidupan, seperti makanan, minuman, tidur, istirahat
dan seksual.
b. Kebutuhan Keamanan ( safety needs )
Yang dimaksud dengan kebutuhan keamanan adalah kebutuhan yang
ada kaitannya dengan kepastian untuk hidup yang bebas dari ancaman
dan bahaya yang di dalamnya termasuk ancaman dan bahaya dari
sudut ekonomi dan social.
c. Kebutuhan Sosial ( social needs )
Yang dimaksud kebutuhan sosial adalah kebutuhan seseorang sebagai
makhluk social, seperti perkawanan, pengakuan sebagai anggota
kelompok, simpati, dicintai dan disayangi. Kebutuhan social ini
disebut pula dengan nama the belonging and love needs.
d. Kebutuhan dihargai dan dihormati ( the esteem needs )
Yang dimaksud dengan kebutuhan untuk dihargai adalah kebutuhan
akan status, kehormatan, pengakuan, gengsi, sukses mencapai
kedudukan dan status social yang lebih tinggi.
e. Kebutuhan Penampilan Diri ( Self-actualization needs )
Yang dimaksud dengan kebutuhan penampilan diri adalah kebutuhan
untuk melakukan sesuatu sesuai dengan bakatnya, ingin berprakarsa,
mengeluarkan ide dan gagasan. Kebutuhan penampilan diri ini disebut
pula realization needs.

xxii

Kelima kebutuhan ini tersusun lapis demi lapis, di mana kebutuhan


dasar faali sebagai puncaknya. Disebutkan bahwa kebutuhan rasa aman baru
muncul jika kebutuhan dasar faali telah terpenuhi, sedangkan kebutuhan akan
cinta, saying dan kehidupan sosial baru muncul jika kebutuhan rasa aman
telah terpenuhi, demikian seterusnya (Azwar,1996).
2. Teori Motivasi Dua Faktor
Herzberg melakukan penelitian pada teori ini dengan diberi nama teori
dua factor motivasi, yaitu :
a. Faktor ekstrinsik / faktor higienis / ketidakpuasan
Di sini termasuk gaji, keselamatan kerja, kondisi pekerjan, status,
prosedur perusahaan, kualitas dari supervise teknis, dan kualitas dari
hubungan interpersonal dengan sesame teman, dengan penyelia dan
dengan bawahan. Mereka harus memelihara kuantitas dan kualitas
untuk mencegah ketidakpuasan. Mereka menjadi tidak puas apabila
tidak pantas dalam pengolahan, menyebabkan penampilan rendah dan
perilaku negatif.
b. Faktor intrinsik motivator atau yang memuaskan
Ini

termasuk

pencapaian,

pengenalan,

pertanggungjawaban,

kemajuan, pekerjannya dendiri dan kemungkinan untuk berkembang.


Mereka menciptakan kesempatan untuk kepuasan maksimal, motivasi
yang tinggi, dan penampilan yang sempurna. Setiap individu harus
mencapainya dengan bebas (Swanburg, 2001:283).

xxiii

3. Teori X dan Y
Menurut Douglas Mc Gregor dalam karya tulisnya dengan judul the
Human Side Of Enterprise menyimpulkan bahwa para manajer
menggolongkan bawahannya pada dua katagori berdasarkan asumsi
tertentu. Asumsi pertama adalah bahwa para bawahan tidak menyenangi
pekerjan, pemalas, tidak senang memikul tanggung jawab dan harus
dipaksa agar menghasilkan sesuatu. Para bawahan yang diasumsikan
berciri seperti itu dikatagorikan sebagai Manusia X dan sebaliknya
dalam organisasi terdapat pula para karyawan yang senang bekerja,
kreatif, menyenangi tanggung jawab dan mampu mengendalikan diri;
mereka dikatagorikan sebagai Manusia X . Implikasinya terhadap
motivasi pasti ada. Para manajer akan lebih mungkin berhasil
menggerakkan

manusia X, jika menggunakan

motivasi negatif,

sedangkan menghadapi para bawahan yang termasuk katagori Y, motivasi


positiflah yang akan lebih efektif. Misalnya upaya mendorong manusia X
meningkatkan produktivitasnya adalah berupa imbalan disertai dengan
ancaman bahwa jika yang bersangkutan tidak bekerja dengan lebih baik,
kepadanya akan dikenakan sanksi organisasi. Sebaliknya pujian atau
penghargaan senjata yang ampuh untuk mendorong manusia Y
meningkatkan produktivitasnya (Siagian, 2003:106).

xxiv

2.2

Motivasi Kerja
2.2.1

Pengertian Motivasi Kerja


Herbert Applebaum, seorang antropolog, menawarkan definisi bekerja:

Bekerja adalah suatu aktivitas produktif yang mengakibatkan perubahan fisik


dan social pada lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia(Arbi,
2010:22).
Yang dimaksud dengan motivasi kerja adalah sesuatu yang
menimbulkan dorongan atau semangat kerja, atau dengan kata lain pendorong
semangat kerja (Wikipedia, 2010).

2.2.2

Prinsip Prinsip dalam Motivasi Kerja Pegawai


Terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai, yaitu :

1.

Prinsip Partisipatif
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan
kesempatan ikut berpartisipasi dalam menetukan tujuan yang
akan dicapai oleh pimpinan.
2. Prinsip Komunikasi
Pemimpin
berhubungan

mengkomunikasikan
dengan

xxv

segala

usahapencapaian

sesuatu
tugas,

yang
dengan

informasi yang jelas, pegawai akan lebih muda dimotivasi


kerjanya.
3. Prinsip Mengakui Andil Bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai
andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan
tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
4. Prinsip Pendelegasian Wewenang
Pemimpin akan memberikan otoritas atau wewenang kepada
pegawai bawahan untuk sewaktu waktu dapat mengambil
keputusan terhadap pekerjaanya yang dilakukannya, akan
membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi
untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pimpinan.
5. Prinsip Memberi Perhatian
Pemimpin

memberikan

perhatian

terhadap

apa

yang

diinginkan pegawai bawahan, akan memotivasi pegawai


bekerja apa yang diharapkan oleh pemimpin (Mangkunegara,
2009:61).

xxvi

2.2.3

Peranan dan Fakto-Faktor Motivasi Kerja dalam


Penciptaan Kualitas Kerja
Mulai dari adanya manusia di muka bumi, motivasi tersebut

sudah ada bertumbuh secara beriringan dengan pertumbuhannya (selama


manusia hidup). Keterkaitan dengan para pekerja dan organisasi, pada
masa sekarang ini motivasi tersebut sudah menjadi suatu hal yang sudah
tidak asing lagi, dan karenanya menjadi perhatian dari para manajer dalam
hal mengelolah sumber daya manusia yang di jadikan asset penting bagi
organisasi. Salah satu faktor yang dirasakan sangat penting di dalam
penentuan keberhasilan serta kelangsungan hidup organisasi adalah tingkat
kemampuan dan keterampilan dari para pekerjanya. Tapi secara
kenyataanya tidak semua karyawan yang memiliki kriteria tersebut sesuai
dengan harapanya dan juga terdapatnya pekerja yang memiliki kemampuan
dan keterampilan yang tinggi, tetapi tidak memiliki semangat kerja yang
tinggi, maka dengan demikian organisasi tersebut belum menciptakan
kualitas kerja yang baik atau prestasi yang sesuai dengan harapannya.
Secara garis besar, semua organisasi memiliki kepentingan serta tujuan
yang berbeda beda sama seperti yang dimiliki oleh organisasi. Maka
perhatian dari para manajer organisasi atau perusahaan sangat diperlukan
guna meningkatkan kualitas kerja sumber daya manusia yang dimiliki, agar
dapat mencapai tujuan dan dapat bersaing.

xxvii

Di samping itu juga terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan


alat pemotivasian karyawan atau pekerja sehingga mereka dapat terdorong
dan semangat dalam melaksanakan pekerjaanya, diantaranya adalah :
1.

Melibatkan

atau

mengikutsertakan

dengan

maksud

mengajak

karyawan untuk berprestasi secara efektif dalam proses operasi dan


produk organisasi.
2.

Komunikasi, yaitu melakukan penginformasian secara jelas terhadap


tujuan yang ingin dicapai, cara cara pencapaian dan kendala yang
sekitarnya akan dihadapi.

3.

Pengakuan, yang pada dasarnya berupa pemberian penghargaan dan


pengakuan yang tepat dan wajar pada karyawan atas prestasi kerja
yang dicapai.

4.

Wewenang pendelegasian, yaitu berkaitan dengan pendelegasian


sebagai wewenang dan kebebasan untuk mengambil keputusan serta
kreatifitas karyawan.

5.

Perhatian timbale balik, yaitu berkaitan dengan pengungkapan atas


harapan dan keinginan pemilik atau pemimpin dan pengelola
organisasi pada karyawan serta memahami, memperhatikan dan
berusaha memenuhi kebutuhan karyawannya. Karena melibatkan
individu dan organisasi, maka hal tersebut merupakan suatu kerumitan
dalam memotivasi pekerja untuk dapat bekerja agar sesuai dengan
harapan. Hal ini mengingatkan bahwa terdapatnya factor factor yang

xxviii

bersumber dari karyawan seperti kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan,


sikap dan kemampuan. Sedangkan factor-faktor yang bersumber dari
organisasi itu sendiri seperti, pembayaran atau gaji, keamanan pekerja,
hubungan sesama pekerja, pengawasan, puji-pujian dan pekerjan itu
sendiri (Kurnia, 2010).

2.3

Keperawatan
2.3.1

Pengertian Keperawatan
Ada beberapa definisi tentang keperawatan, yaitu
1.

Florence Nightingale 1895


Keperawatan adalah suatu proses penempatan pasien dalam
kondisi paling baik untuk beraktifitas.

2.

Martha Rogher 1970


Keperawatan

adalah

pengetahuan

yang

ditujukan

untuk

mengurangi kecemasan terhadap pemeliharaan dan peningkatan


kesehatan, pencegahan penyakit, perawatan dan rehabilitasi
penderita sakit, serta penyandang cacat.
3.

King 1971
Keperawatan adalah proses aksi dan interaksi, untuk membantu
individu dari berbagai kelompok umur dalam memenuhi
kebutuhannya dan menangani status kesehatan mereka pada saat
tertentu dalam suatu siklus kehidupan (Ali, 200:10).

xxix

2.3.2

Pengertian Perawat
Perawat adalah tenaga professional di bidang keperawatan

kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung


jawab untuk keoerawatan dan pemulihan orang yang luka atau pasien
penderita akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat dan
penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis
perawatan kesehatan (Wikipedia Indonesia, 2010).
2.3.3

Peran Perawat
1. Peran sebagai Pemberi Asuhan Keperawatan
Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan
perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar
manusia

yang

dibutuhkan

melalui

pemberian

pelayanan

keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga


dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bias direncanakan
dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat
kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat
perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan
dari yang sederhana sampai dengan kompleks.
2. Peran sebagai Advocat Klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga
dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi
layanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan

xxx

persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada


pasien, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi
hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya,
hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak
untuk menetukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti
rugi akibat kelalaian.
3. Peran Edukator
Peran

ini

dilakukan

dengan

membantu

klien

dalam

meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit


bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan
prilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehtan.
4. Peran Koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan
serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan
sehingga pemberian pelayanan dapat terarah serta sesuai dengan
kebutuhan klien.
5. Peran Kolaborator
Peran perawat di sini dilakukan karena perawat bekerja melalui
tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan
lain-lain

dengan

berupaya

mengidentifikasi

pelayanan

keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar


pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.

xxxi

6. Peran Konsultan
Peran di sini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah
atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini
dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang
tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.
7. Peran Pembaharu
Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan
perencanan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah
sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan.
Selain peran perawat menurut Konsorsium Ilmu Ksehatan,
terdapat pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya
keperawatan tahun 1983 yang membagi menjadi empat peran,
diantaranya

peran

perawat

sebagai

pelakana

pelayanan

keperawatan, peran perawat sebagai pengelola pelayanan dan


institusi keperawatan, peran perawat sebagai pendididik dalam
keperawatan

serta

peran

perawat

sebagai

peneliti

dan

pengembang pelayanan keperawatan (Hidayat. 2009:30)


2.3.4

Fungsi Perawat
Fungsi perawat merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai

dengan perannya. Fungsi tersebut dapat berubah disesuaikan dengan keadaan


yang ada. Dalam menjalankan perannya, perawat akan melaksanakan
berbagai fungsi, diantaranya :

xxxii

1.

Fungsi Independent
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, di
mana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara mandiri
dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti pemenuhan kebutuhan
fisiologis ( pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan
cairan dan elektrolit, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan
kebutuhan aktifitas dan lain-lain ), pemenuhan kebutuhan keamanan
dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta dan mencintain,
pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.

2.

Fungsi Dependent
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas
pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan
pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh
perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke
perawat pelakana.

3.

Fungsi Interdependent
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling
ketergantungan diantara tim satu dengan yang lainnya. Fungsi ini dapat
terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerjaama tim dalam
pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan
kepada penderita yang mempunyai penyakit kompleks. Keadaan ini

xxxiii

tidak dapat diatasi dengan tim perawat juga melainkan juga dari
dokter, ataupun lainnya, seperti dokter dalam memberikan tindakan
pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi
obat yang diberikan (Hidayat, 2009:32).
2.4

Rumah Sakit
2.4.1

Pengertian Rumah Sakit


Yang dimaksudkan dengan Rumah Sakit adalah Institusi pelayanan

kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara


paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat
darurat. (UU No.44 Tahun 2009).
2.4.2

Fungsi Rumah Sakit


Fungsi Rumah Sakit adalah :
a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan
sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
b.

Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui


pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai
kebutuhan medis.

c. Penyelenggaran pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia


dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan
kesehatan.
d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan
tekno;ogi di bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan

xxxiv

kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang


kesehatan.
(UU No.44 tahun 2009).

xxxv

BAB III
KERANGKA KONSEP
3.1

Kerangka Konseptual
Teori motivasi dua factor yang dikemukakan oleh Herzberg,
menyatakan bahwa mitivasi dipengaruhi oleh dua factor yaitu faktor intrinsik
dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik disebut juga factor motivator atau
penyebab kepuasaan, factor ini meliputi pencapaian, pengakuan, tanggung
jawab, kemajuan dalam pekerjaan itu sendiri. Faktor ekstrinsik disebut juga
factor higienis atau penyebab ketidakpuasan, factor ini meliputi gaji,
keamanan kerja, kondisi pekerjan, status, prosedur perusahaan, kualitas
pengawasan teknis dan kualitas hubungan interpersonal antar rekan kerja,
dengan pengawasan dan dengan bwahan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dirancang hanya
untuk meneiti beberapa variabel saja, hal ini disebabkan oleh keterbatasan
peneliti. Kerangka Konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Faktor Intrinsik :
- Tanggung Jawab
- Kemajuan dalam
pekerjaan
Motivasi Kerja
Pesawat

Faktor Ekstrinsik :
- Status
- Penghasilan
- Prosedur Kerja
- Kondisi pekerjaan
- Keamanan Kerja
- Hubungan
- Interpersonal
- Pengawasan
xxxvi

3.2

Definisi Istilah
1.

Motivasi kerja adalah dorongan atau hasrat yang dimiliki informan untuk
senantiasa

melakukan

upaya

terbaik

pada

pelaksanaan

pelayanan

keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi


Kabupaten Empat Lawang.
2. Tanggung jawab adalah kesungguhan informan untuk melaksanakan peran
dan fungsinya secara optimal.
3. Kemajuan dalam pekerjaan adalah kesempatan yang pernah diperoleh
informan untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan.
4. Status adalah latar belakang pendidikan dan status kepegawaian informan.
5. Penghasilan adalah pendapatan syah yang diterimanya dalam menjalankan
tugas di Rumah Sakit.
6. Proedur kerja adalah ketersediaan prosedur tetap dan uraian tugas yang
menjadi panduan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.
7. Kondisi pekerjan adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung
upaya pelayanan keperawatan sehingga pelayanan dapat lebih bermutu.
8. Keamanan kerja adalah jaminan keamanan selama informan melaksanakan
pekerjanya, meliputi keamanan lingkungan dan keamanan terhadap infeksi
nosokomial.
9. Hubungan Interpersonal adalah hubungan kerja yang dibina informan
dengan rekan kerja dan dengan atasan.

xxxvii

10. Pengawaan adalah upaya pengendalian yang bertujuan agar penggunaan


sumber daya dapat lebih diefisienkan dan tugas tugas untuk mencapai
tujuan program dapat lebih diefektifkan.

xxxviii

BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini merupakan studi Analisis Deskriptif dengan
menggunakan Pendekatan Kualitatif yang menggunakan metode indeft
interview dan observasi untuk mendapatkan informasi yang mendalam
tentang motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing
Tunggi Kabupaten Empat Lawang tahun 2015.
Penelitian ini dilakukan terhadap Direktur RSUD, KASUBBAG TU
dan Perawat, guna untuk mendapatkan informasi mengenai motivasi kerja
perawat di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi Kabupaten
Empat Lawang.

4.2. Sumber Informasi


Sumber informasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang terlibat
dalam pelaksanaan peran dan fungsi perawat Rumah Sakit Umum Daerah /
RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, yaitu :
Tabel 4.2

Informan menurut sumber, metode dan jumlah informan

No
1
2
3

Informan
Direktur RSUD
KASUBBAG TU
Perawat

Metode

Jumlah

Wawancara mendalam
Wawancara mendalam
WM & Observasi

1 orang
1 orang
13 orang
15 orang

Total

4.3. Jenis dan Keabsahan Informasi

xxxix

Informasi yang diperoleh merupakan informasi primer, karena peneliti


langsung

memperoleh

dari

sumber

informasi

yaitu

Direktur

RSUD,

KASUBBAG TU dan Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing


Tinggi Kabupaten Empat Lawang 2015. Untuk menjamin keabsahan dalam
penelitian ini, dilakukan Triagulasi Sumber dengan pengecekan ulang antara
informasi yang satu dengan yang lain dan selain itu dilakukan triagulasi metode
yaitu membandingkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam
dan observasi.
4.4. Metode Pengumpulan Informasi
Informasi dikumpulkan dengan menggunakan Tekhnik Observasi dan
Tekhnik Wawancara mendalam (Indepth Interview).
Dalam pengumpulan informasi penelitian dilakukan bertahap. Pertama
melakukan uji coba wawancara mendalam yang dibuat, kemudian hasil uji coba
tersebut digunakan untuk memperbaiki bahan, tingkat pemahaman informasi
terhadap isi pertanyaan dan diperbaiki alur topic pertanyaan. Selanjutnya yang
kedua, melakukan wawancara mendalam dengan informan interview untuk
mengetahui permasalahan tentang motivasi kerja perawat. Dalam pengumpulan
informasi berpedoman pada table, sebagai berikut :

Tabel 4.4 Informasi yang dikumpulkan menurut Sumber, Metode, Jumlah Kegiatan
dan Jumlah Informan

xl

Metode
No
1
2
3

Sumber
Informan

Wawancara
Mendalam

Observasi
Partisipasi

Jumlah
Informan

1
1
13

13

1 orang
1 orang
13 orang
15 orang

Direktur RSUD
KASUBBAG TU
Perawat
Total

4.5. Teknik Analisis Informasi


Informasi yang didapat segera diolah dan diproses. Informasi yang
diperoleh dengan mencatat, kemudian dibuat transkip dan matrik, setelah
dikelompokkan sesuai dengan pertanyaan tujuan peneliti. IInformasi dianalisis
dengan melihat permasalahan dengan konten atas isi yang disusun untuk
menemukan alternative pemecahan masalah.

BAB V
HASIL PENELITIAN

5.1

Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi

xli

RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah RSUD milik


Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang yang berada di Kota Tebing
Tinggi Ibu kota Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan.
Pembentukan RSUD

Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

berdasarkan Peraturan Bupati Empat Lawang Nomor 17 Tahun 2010 tanggal


10 Juni 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit
Umum Daerah Tebing Tinggi dan Peraturan Bupati Empat Lawang Nomor 18
tahun 2010 tanggal 15 Juni 2010 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi
Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi yang telah ditindaklanjuti dengan
Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan
Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi Kabupaten Empat
Lawang.
Pembangunan Pertama RSUD Tebing Tinggi

Kabupaten Empat

Lawang yang berlokasi di Desa Terusan Baru Kec. Tebing Tinggi dimulai
pada tahun 2008 dengan membangun Gedung Instalasi rawat jalan, IGD dan
perkantoran dan

tahun 2009

dilanjutkan dengan pembangunan Gedung

Kebidanan dan Gedung rawat inap kelas III serta Master Plan berupa Studi
Kelayakan, Studi analisis dampak lingkungan dan perencanaan fisik .
Tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Empat lawang berkontribusi untuk
perluasan pembangunan dengan kegiatan Land clearing, jembatan sementara
dan tembok penahan.
Pada tahun 2011, sesuai dengan arahan Bapak Gubernur Sumatera
Selatan melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dan
persetujuan Bupati Empat Lawang, Pembangunan RSUD Tebing Tinggi
direlokasi sementara dengan memanfaatkan Puskesmas Rawat Inap Tebing
Tinggi yang berada di Kelurahan Kupang Kec. Tebing Tinggi dengan alasanalasan dan pertimbangan teknis lainnya.
Operasional RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang
berlokasi di Jl.Tebing Benteng No.1 Kel. Kupang Kec. Tebing Tinggi dimulai

xlii

pada tanggal 20 Mei 2012 bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Empat
Lawang yang ke 5.
Dengan kondisi bangunan dan jumlah ketenagaan yang masih sangat
kurang dan juga dengan status RSUD yang bersifat sementara karena belum
mendapatkan penetapan kelas, Pemerintah Kabupaten melakukan berbagai
upaya dalam rangka persiapan pembangunan relokasi RSUD secara permanen
dengan pemenuhan tenaga serta sarana dan prasarana lainnya.
Persiapan Pembangunan Relokasi RSUD Tebing Tinggi Kab.Empat
Lawang yang berlokasi di Jalan H.Noerdin Panji / Poros Tebing Tinggi
Pendopo KM 5, berupa Penyiapan Lahan seluas 3 Ha , Land Clearing ( Cut
and File ) dan Penyusunan Feasibility, Master plan, Detailed Engginering
Design ( DED ) dan juga Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya
Pemantauan Lingkungan ( UKL-UPL ).
Pembangunan RSUD Tebing

Tinggi

Kab.

Empat

Lawang

direncanakan secara bertahap selama selama 3 ( tiga ) tahun.


Pembangunan Relokasi RSUD Tebing Tinggi Kab.Empat Lawang
dilaksanakan pada tahun 2013, dengan melakukan berbagai upaya pendanaan
baik bersumber APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.
Pembangunan awal dimulai dengan pembangunan struktur gedung A,
Pembangunan Pagar pembatas samping dan belakang serta pembangunan
rumah dinas dokter sebanyak 2 unit

dengan pendanaan bersumber APBD

Provinsi Sumatera Selatan / bantuan keuangan Provinsi Sumatera Selatan


kepada Kab / Kota tahun anggaran 2013 senilai 15 Milyar dan

sumber

pendanaan APBN Tugas Perbantuan tahun 2013 senilai 5 milyar yang


digunakan untuk membangunan gedung Rawat Inap Kelas III dan Intensive
Care Unit ( ICU ) yang merupakan bangunan bertingkat dengan konstruksi II (
dua ) lantai.
Tahun 2014 dan 2015 Rencana Pembangunan RSUD Tebing Tinggi
Pembangunan akan dilanjutkan dengan cara Pembangunan Tahun Jamak
( Multy Years ) yang saat ini sedang dalam persiapan Peraturan Daerah.
Dengan demikian pada tahun 2016, Rencana Relokasi RSUD Tebing Tinggi

xliii

pada Jalan H.Noerdin Panji / Poros Tebing Tinggi Pendopo KM 5, dapat


terrealisasi secara penuh.
Lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi Kab.Empat Lawang
di Jln. Tebing Benteng No.1 Kel. Kupang Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat
Lawang Provinsi Sumatera Selatan Kode Pos 31453

dengan luas lahan

kurang lebih 10.000 M2 mempunyai dengan luas bangunan sekarang : 7.069


M2.
Cakupan area pelayanan meliputi Kecamatan : Tebing Tinggi, Muara
Saling, Talang Padang, Pendopo, Pendopo Barat, Sikap Dalam, Ulu Musi,
Paiker, Muara Pinang dan Lintang Kanan dengan batas sebagai berikut :
- Sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Musi Rawas Prov. Sumsel
- Sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Kepayang Prov. Bengkulu
- Sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Lahat Prov. Sumsel
- Sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Lahat Prov. Sumsel
Akses ke RSUD Tebing Tinggi Kabupaten dapat ditempuh dengan
kendaraan roda dua

dan roda empat

secara lancar, dan disamping itu

Kecamatan Tebing Tinggi juga dilalui Jalan Negara Lintas Sumatera serta
Jalur Kereta Api Lubuk Linggau Palembang, dengan kondisi Tebing Tinggi
yang rawan kecelakaan lalu lintas.
5.2

Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi


Susunan Organisasi dan Tata Kerja RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang
Kabupaten Empat Lawang sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bupati
Empat Lawang Nomor 17 tahun 2010 Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja
RSUD Tebing Tinggi dan Peraturan Bupati Empat Lawang Nomor 18 tahun
2010 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi RSUD Tebing Tinggi
adalah unsur penunjang Pemerintah Daerah di bidang Kesehatan dan
Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan

xliv

Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang
dengan Susunan Organisasi sebagai berikut :
1. Direktur
2. Bagian Tata Usaha :
-

Subbag. Umum dan Kepegawaian

Subbag. Keuangan

Subbag. Perlengkapan

3. Bidang Pelayanan :
-

Seksi Pengendalian , pelayanan dan penunjang medik

Seksi analisa dan pendayagunaan sarana

4. Bidang Keperawatan :
-

Seksi Profesi / SDM dan Asuhan Keperawatan

Seksi Logistik Keperawatan

5. Bidang Rekam Medis dan Perencanaan :


-

Seksi Rekam Medis dan Promosi Kesehatan

Seksi Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

6. Jabatan Fungsional
-

Komite Medik dan Staf Medis Fungsional

Komite Keperawatan dan Staf Keperawatan Fungsional

- Kelompok Kepala Instalasi dan Satuan Pengawas


BADAN STRUKTUR ORGANISASI
RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG

xlv

DIREKTUR

BAGIAN TATA USAHA

KEL. JABATAN FUNGSIONAL


Komite Medik & Staf
Medis Fungsioanal

Sub Bag Umum &


Kepegawaian

Komite Keperawatan &


Staf Keperawatan
Fungsional
Kelompok Kepala Instalasi
& Satuan Pengawas

Sub Bag Keuangan

Bidang Pelayanan

Seksi :
Dal,Yan,Jang
Medis

Seksi :Analisa
& Dayaguna Sar

Sub Bag Perlengkapan

Bidang Keperawatan

Seksi :
Profesi/SDM &
Askep

Seksi Logistik
Keperawatan

Bidang RM &
Perencanaan
Perencanaan
Seksi RM &
Promkes

Seksi Perenc,Eva
dan Pelaporan

5.3 Visi RSUD Tebing Tinggi


Menjadikan Rumah sakit Umum Daerah Tebing Tinggi Sebagai Pilihan
Pertama di Kabupaten Empat Lawang dengan pelayanan Prima demi
terwujudnya Derajat Kesehatan untuk semua Lapisan Masyarakat
5.4 Misi RSUD Tebing Tinggi
a.

Menyediakan sarana prasarana dan peralatan rumah sakit sesuai dengan


standar

xlvi

b.

Memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang profesional dengan selalu

c.

meningkatkan kualitas tenaga keehatan


Memberikan pelayanan kesehatan secara prima sesuai dengan standar

d.

operation prosedur dan dengan biaya yang terjangkau masyarakat


Memberikan rasa aman, nyaman dan kepuasan bagi pasien dan pengunjung
rumah sakit

5.5 Tugas dan Fungsi


a.

Tugas Pokok
RSUD Tebing Tinggi Kab.Empat Lawang sebagai tempat pelayanan
kesehatan mempunyai Tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan
secara paripurna. Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor
44 tahun 2009 BAB III Pasal 4 tentang Rumah Sakit yaitu yang dimaksud
dengan pelayanan kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit dan
memulihkan kesehatan.

b.

Fungsi
Untuk menjalankan tugas tersebut sebagaimana pasal 4 Juncto pasal 5
Undang Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit mempunyai
fungsi :
a.

Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai


dengan standar pelayanan rumah sakit.

b.

Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan


kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan
medis.

c.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam


rangka penigkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan .

xlvii

d.

Penyelenggaraan

penelitian

dan pengembangan

serta

penapisan

teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan


kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang
kesehatan.
e.

Tugas pokok dan fungsi ini diringkas dalam struktur organisasi


sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini.

5.6

Karakteristik Informan
Informan wawancara mendalam dapat dilihat pada table berikut ini
yang terdiri dari dari Direktur RSUD, KASUBBAG TU, dan 13 orang
perawat. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada table debagai berikut :

Tabel 5.6

Karakteristik informan wawancara mendalam menurut jenis kelamin


dan jabatan di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang 2015

5.7

NO

Informan

Jenis Kelamin

Jabatan

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Direktur RSUD
KASUBBAG TU
Perawat 1
Perawat 2
Perawat 3
Perawat 4
Perawat 5
Perawat 6
Perawat 7
Perawat 8
Perawat 9
Perawat 10
Perawat 11
Perawat 12
Perawat 13

Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki

Direktur RSUD
KASUBBAG TU
Perawat 1
Perawat 2
Perawat 3
Perawat 4
Perawat 5
Perawat 6
Perawat 7
Perawat 8
Perawat 9
Perawat 10
Perawat 11
Perawat 12
Perawat 13

Hasil Indepth Interview

xlviii

Wawancara mendalam dengan Direktur RSUD, KASUBBAG TU dan 13


orang perawat
1.

Tanggung Jawab
Petugas bertanggung jawab terhadap pekerjaanya jika ada sanksi
terhadap kelalaian dalam bekerja, tetapi ada juga yang bertanggung
jawabterhadap pekerjaanya karena ada uraian tugas dan ada juga karena
kepatuhan kepada pimpinan, hal ini terungkap dari hasil wawancra
berikut :
Supaya perawat bertanggung jawab dengan pekerjaanya
diadakannya sanksi perawat yang tidak masik kerja, memang benar
sanksi itu ditegakan di RSUD ini ! Ya, Benar sekali ! Sudah diberikan
sanksi perawat itu tidak mengulanginya lagi dan bekerja tambah tugas
(Direktur RSUD).
Tiap perawat diberikan tugas masing-masing jadi semua sudah
tahu akan tugasnya, mereka memang ada sanksinya tapi jarang yang
kena sanksi karena perawat di sini sudah baik dalam bekerja
(KASUBBAG TU).
Melakukan tugas dengan baik, apa yang diomongkan pimpinan
kami laksankan, dan tidak pernah menilaknya (perawat 1,4,7,10 dan
13).
Melaksanakan tugas yang diberikan pipmpinan, ikuti protap
yang ada di RSUD, agar tidak terjadi kesalahan (perawat 2,5,8 dan 11).

xlix

Kan sudah ada tugas masing-masing jadi kerjakan saja tugastugas itu (perawat 3,6,9 dan 12).

2.

Kemajuan dalam Bekerja


Kemajuan dalam pekerjaan dikarenakan petugas kesehatan
mengikuti pelatihan di Kabupaten dan di Propinsi dan diberikan tugas
sesuai dengan pelatihan yang diikutinya sebagai pengelola program dan
ada juga karena danya uraian tugas yang diberikan Direktur RSUD, hal
ini terungkap dari hasil wawancara berikut :
Ya, diadakannya pelatihan di Kabupaten dan Provinsi ada juga
pelatihan untuk perawat yang memegang tugas sebagai pengelola
program (Direktur RSUD).
Ya, sesudah pelatihan perawat tersebut memegang yang
diikutinya di pelatihan, misalnya : pelatihan Indeks Kepuasan
Masyarakar / IKM perawat tersebut memegang program IKM
(KASUBBAG TU).
Banyak kemarin yang tidak tahu apa yang mau dikerjakan
sekarang sudah thu semua, jadi setiap perawat sudah ada tugasnya
(perawat 1,4,7,10 dan 13).
Ya, sesudah aku mengikuti pelatihan Indeks Kepuasan
Masyarakat / IKM (perawat 2,5,8 dan 11).

Ya, sesudah dilatih perawat jadi tahu apa yang akan


dikerjakan (perawat 3,6,9 dan 12).

3.

Status
Petugas yang berstatus tetap atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) belum
tentu bekerja dengan baik tergantung sikapnya dan yang lebih banyak bekerja
adalah Tenaga Kerja Sukarela (TKS), dan ada juga semangat bekerjanya
sesudah diangkat PNS karena sydah ada gaji tetap, kemantapan dan status
yang diberikan dan takut akan janji sesudah diangkat PNS atau sumpah
jabatan, hal ini terungkap dari hasil wawamcara berikut :
Tidak tentu, tergantung dengan orangnya masing-masing, kadang
orang yang sudah lama PNS tapi tidak baik dalam bekerjanya, dan yang
banyak bekerja adalah Tenaga Kerja Sukarela (Direktur RSUD).
Lihat orangnya dulu. Tapi kebanyakan perawat yang telah diangkat
PNS lebih malas dalam bekerja dibandingkan sebelum dia diangkat PNS, tapi
ama semuanya begitu (KASUBBAG TU).
Bila aku tambah semangat bekerjanya bila sudah diangkat PNS, kan
sudah ada gaji tetap (Perawat 1,4,7,10 dan 13).
Ya benar, orang bekerja perlu mencari kemantapan, jadi kapan dia
masih belum punya status yang tetap dia jadi tidak semangat melakukan
tugasnya, lebih banyak tidak bekerja atau bolos (pearawat 2,5,8 dan 11).

li

Ya, karena sumpah disumpah sesudah diangkat ONS, melaksanakan


tugas dengan baik, jadi tidak ada alasan tidak bekerja karena sudah digaji oleh
Negara (perawat 3,6,9 dan 12).
4.

Penghasilan
Petugas yang memegang suatu program walaupun dia belum
status PNS ada insentifnya atau gaji pengelola program dan memang
terjadi perbedaan gaji setiap petugas tergantung golongan, perbedaan
honor program bagi yang memegang program, dan karena gaji tersebut
perawat termitivasi untuk bejerja, hal ini terungkap dari hasil
wawancara :
Ya, memang ada perbedaan gaji bagi PNS tergantung
golongan, dan perbedaan honor karena bagi yang memegang program
ada honor tersendiri, dan system pembayaran gaji bagi PNS dibayar
tiap bulan, tapi honor pengelola data program diambil kapan uangnya
cair (Direktur RSUD).
Ya, pasti ada perbedaan karena perawat di sini ada yang
statusnya PNS dan non PNS, insentif yang diberikan tidak menentu jadi
kadang ada, kadang tidak (KASUBBAG TU).
Kapan gajinya besar kami bekerja tidak sungkan-sungkan
(perawat 1,4,7,10 dan 13).

lii

Gaji kan tergantung statusnya PNS apa tidak, kapan masih


TKS ada gaji dan insentifnya akmi bekerja enak, berarti kami bekerja
masih dihargai orang (perawat 2,5,8 dan 11).
Kalau sudah punya gaji tetap semangat juga saya dalam
bekerja (perawat 3,6,9 dan 12).
5. Prosedur Kerja
Petugas kesehatan bekerja berdasarkan protap yang diberikan
pimpinan dan karena protap dan uraian tugas tersebut banyak petugas
termotivasi untuk bekerja karena mereka mengetahui tugas untuknya, hal
ini terungkap dari hasil wawancara berikut :
Ya, memang ada uraian tugas dan protap di RSUD Tebing Tinggi ini
dan setiap perawat telah mempunyai tugas dan harus melakukan
berdasarkan uraian tugas yang di RSUD (Direktur RSUD).
Uraian tugas, protap ada di RSUD , tapi masih ke perawat masingmasing, apa mereka termotivasi apa tidak (KASUBBAG TU).
Ya, kapan sudah ada prosedurnya, aku bekerja berdasarkan protap
itu jangan mengambil tugas orang lain uraian tugas itu seperti struktur
organisasi (perawat 1,3,7,10 dan 13).
Di RSUD memang ada protap dan uraian tugas tapi tidak pula
mempengaruhi terlalu banyak (perawat 2,5,8 dan 11).

liii

Memang memotivasi perawat kapan ada protap dan uraian tugas,


uraian tugas adalah tugas yang diberikan ke setiap orang yang
mempunyai jabatan tertentu (perawat 3,6,9 dan 12).
6. Kondisi Pekerjaan
Kondisi pekerjan di RSUD Tebing Tinggi baik, dari alat kesehatan,
sampai ke karyawan dan ruangnya, hal ini terungkap dari hasil wawancara
berikut :
Kondisipekerjaan di RSUD Tebing Tinggi ini baik, ruang
perawatnya bagus, dan jumlah alat kesehatannya mencukupi (Direktur
RSUD).
Karena RSUD ini baru dibangun, jadi peralatan dan ruangnya
masih bagus dan barun untuk ssat ini semua perawat di sini dapat bekerja
sama dengan baik (KASUBBAG TU).
Kondisi ruangnya bagus, dan karyawannya baik-baik semua
(perawat 1,4,7,10 dan 13).
Kan RSUD nya baru direhab jadi ruang perawatannya bagus, dan
karywannya tidak pernah ada perkelahian (perawat 2,5,8 dan 11).
Wah.,jangan ditanya tapi dilihat sendiri bangunan RSUD inikan
baru direhab lihatlah ruang perawatannya bagusn alat-alatnya juga masih
baru (perawat 3,6,9 dan 12).
7. Keamanan Pekerjaan

liv

Keamanan pekerjaan di RSUD Tebing Tinggi sangat baik, karena


masyarakat menjaga fasilitas kesehatan yang ada dan menghargai petugas
kesehatannya dan tidak pernah terjadi infeksi terhadap bahan berbahaya, hal
ini terungkap dari hasil wawancara berikut :
Di RSUD Tebing Tinggi ini Alhamdulillah aman dan masyarakat di
sini menghormati perawat dan menjaga sarana kesehatan yang ada di
wilayahnya (Direktur RSUD).
Tidak pernah terjadi pencurian di RSUD Tebing Tinggi ini, amanaman saja, dan petugas di sini tidak pernah diusili oleh warga setempat
(KASUBBAG TU).
Di sini tersedia petugas keamanan, penampungan bahan-bahan
berbahaya tidak ada, tidak pernah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan
dari sampah adiktif tersebut, dan warga di sini baik semuanya (perawat
1,4,7,10 dan 13).
Tersedia tempat khusus pembuangan sampah bahan berbahaya, obat
yang sudah kadaluarsa dikubur saja (perawat 2,5,8 dan 11).
Aman aman saja kalau di RSUD Tebing Tinggi ini (perawat 3,6,9
dan 12).
8. Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal di RSUD Tebing Tinggi ini antara petugas sangat
baik, petugasnya saling tolong menolong dan tidak pernah terdengar adanya
perkelahian, hal ini terungkap dari hasil wawancara berikut :

lv

Baik, saling tolong menolong perawat di sini dan tidak pernah


terdengar adanya perkelahian antar pegawai di RSUD Tebing Tinggi ini
(Direktur RSUD).
Baik saja, tidak ada masala (KASUBBAG TU).
Sangat baik, dan kami saling tolong menolong antar pegawai
(perawat 1,4,7,10 dan 13).
Di sini seperti keluarga, sering saling bantu membantu sesame
pegawai (perawat 2,5,8 dan 11).
Pimpinan dengan atsan tidak ada beda, jadi enak bekerja di RSUD
ini (perawat 3,6,9 dan 12).
9.

Pengawasan
Pimpinan memberikan contoh untuk datang lebih awal dalam bekerja,
dan melakukan pengawasan setiap bulan dan diberikan peringatan bagi yang
sering membolos kerja, hal ini terungkap dari hasil wawancara berikut :
Datang lebih awal, agar pegawai yang ada di RSUD juga tidak
datang terlambat, karena dia malu kapan pimpinannya sudah datang duluan
sedangkan dia terlambat, kadang setiap bulan datang setiap ruangan
(Direktur RSUD).
Dilihat dari absensi pegawai yang ada di RSUD Tebing Tinggi, jika
ad yang banyak tidak masuk kerja diperingati terlebih dahulu, jika sampai
tiga kali masih tidak mengerti dikenakan sanksi (KASUBBAG TU).

lvi

Ya, Direktur kami sangat teliti dalam bekerja (perawat 1,4,7,10 dan
13).
Dengan adanya pengawasan dari pimpinan, hal ini jadi membuat
kami rajin bekerja (perawat 2,5,8 dan 11).
Pimpinan kami termasuk orang yang disiplin, terkadang masuk jam
kerja lebih awal disbanding dengan bawahannya, sehingga membuat kami
termotivasi untuk mengikutinya (perawat 3,6,9 dan 12).
5.8

Hasil Observasi
Observasi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tebing
Tinggi dengan menggunakan check list kepada 13 orang perawat dengan hasil
sebagai berikut :

Tabel 5.8

Hasil Check List di Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi

No
1

Indikator

Jumlah
Perawat

1. Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
2. Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
3. Status
PNS
Honor
4. Adanya gaji tiap bulan
5. Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi

lvii

Ya

Tidak

Adanya protap
Uraian tugas
6. Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
7. Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
8. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan
atasan dan teman sekerja
9.

Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

Dari hasil observasi di atas didapat semua perawat yang ada di Rumah
Sakit Umum Daerah / RSUD Tebing Tinggi bertanggung jawab atas
pekerjaanya dan diperlukannya pengawasan secara rutin, agar perawat
termotivasi dalam bekerja diperlukannya status, penghasilan dan keamanan.

BAB VI
PEMBAHASAN

lviii

6.1 Keterbatasan Penelitian


Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan maksud untuk
menemukan informasi yang mendalam mengenai motivasi kerja perawat dan
secara tidak langsung dapat menemukan permasalahan yang ada di RSUD Tebing
Tinggi. Namun hasil penelitian ini sangat rawan terhadap bias dan subjektifitas
peneliti.
Pengumpulan informasi dilakukan sendiri oleh peneliti. Instrumen yang
digunakan adalah pedoman wawancara mendalam dan observasi partisipasi.
Faktor situasi, kondisi dan lingkungan tempat melakukan wawancara mendalam
dan observasi partisipasi sangat berpengaruh, karena informasi bias saja terjadi
lupa atau bias.
6.2 Karakteristik Informan
Peserta wawancara mendalam umumnya berumur antara 22-45 tahun.
Dalam hal ini peneliti sengaja tidak mengelompokkan informan berdasarkan
kelompok umur, karena berdasarkan hasil penelitian Sumarsih (1990) dalam
penelitiannya di Malang Pamengkasan menyatakan bahwa umur tidak
mempunyai hubungan yang signifikan dengan semua pengetahuan kesehatan.
Kelompok informan di RSUD Tebing Tinggi rata rata D3. Berdasarkan
hasil penelitian Sumarsih (1990) di Malang Pamengkasan menyatakan bahwa
pendidikan memiliki hubungan yang cukup signifikan dengan pengetahuan
kesehatan khususnya tentang bertanggung jawab dalam pekerjaanya.

lix

6.3 Tanggung Jawab terhadap Motivasi Kerja


Dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan pada Direktur RSUD,
KASUBBAG TU dan 13 orang perawat didapat semua orang bertanggung jawab
dengan pekerjaanya mereka, dan jabatan yang mereka dapat.
Demikian mereka sudah bertanggung jawab dalam pekerjaan yang mereka
dapat dan jika terjadi suatu kesalahan mereka dikenakan sanksi terhadap
kesalahan tersebut agar terdapat sikap jera dan tidak mengulanginya lagi di
kemudian hari. Sesuai dengan (Mangkunegara, AP,2003:93), motivasi penting
karena dengan motivasi ini diharapkan setiap individu atau karyawan mau bekerja
keras dan antusias untuk mencapai produktivitas yang tinggi.
Ernest J.Mc Cornick (1985:268) mengemukakan bahwa motivasi kerja
didefinisikan

sebagai

kondisi

yang

berpengaruh

membangkitkan

dan

mengarahkan serta memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan


kerja terutama bertanggung jawab dalam bekerja atau suatu pekerjaan yang dia
dapatkan.
6.4 Kemajuan dalam Pekerjaan terhadap Motivasi Kerja
Informan di RSUD Tebing Tinggi menunjukkan sikap positif terhadap
kemajuan dalam pekerjaan. Mereka menunjukkan ada peningkatan atau adanya
kemajuan setelah diadakannya pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Empat Lawang atau yang diselenggarakan oleh Dinas kesehatan
Provinsi Sumatera Selatan. Mereka menunjukkan sikap yang positsif setelah
mengikuti pelatihan. Hal ini sejalan dengan pendapat A.Maslow : Kebutuhan

lx

aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk mengembangkan diri dan potensi,


mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian kritik dan berprestasi. Dalam
hubungannya dengan kebutuhannya ini, menurut Abraham Maslow, pemimpin
perlu memberikan kesempatan kepada pegawai bawahan agar mereka dapat
mengaktualisasi diri secara baik dan wajar di tempat kerjanya seperti dengan
memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pegawainya.
6.5 Status terhadap Motivasi Kerja Perawat
Status yang diberikan kepada perawat sangat mempengaruhi motivasi
kerja perawat yang ada di RSUD Tebing Tinggi, hal ini dapat dilihat pada
wawancara mendalam di penelitian ini.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasibuan,
SP.1996:95, motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan
kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan
integrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasaan, misalnya status
yang tetap dalam pekerjaanya.
6.6 Penghasilan terhadap Motivasi Kerja Perawat
Dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan pada para perawat di
RSUD Tebing Tinggi, penghasilan sangat mempengaruhi terhadap motivasi kerja
perawat, karena perawat yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela tidak ada
penghasilan yang tetap di RSUD. Hal ini sesua dengan pendapat yang
dikemukakan Abraham Maslow tentang kebutuhan Fisiologis atau kebutuhan
makan, minum, perlindungan fisik, bernapas dan seksual. Kebutuhan ini

lxi

merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Dalam hubungannya dengan


kebutuhan ini, pemimpin perlu memberikan gaji yang layak kepada pegawai. Gaji
merupakan uang yang dibayarka kepada pegawai atau jasa pelayanannya yang
diberikan secara bulanan.
Menurut pendapat Mangkunegara AP (2004) pemimpin tidak boleh
sewenang wenang memperlakukan pegawai karena mereka perlu dihormati,
diberikan penghargaan terhadap prestasi kerjanya, salah satunya dengan
menberikan insentif kepada karyawan yang berprestasi. Insentif adalah suatu
penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan oleh pihak pemimpin organisasi
kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi tinggi dan berprestasi
dalam mencapai tujuan tujuan organisasi atau dengan kata lain, insentif kerja
merupakan pemberian uang di luar gaji yang dilakukan oleh pihak pemimpin
organisasi sebagai pengakuan terhadap prestasi kerja dan kontribusi karyawan
kepada organisasi.
6.7 Prosedur Kerja terhadap Motivasi Kerja Perawat
Prosedur kerja sangat diperlukan semua perawat, protap dan uraian tugas
dalam bekerja hal ini dapatdiketahui dari hasil wawancara mendalam yang
dilakukan kepada perawat Rumah Sakit Umum Daerah Tebing Tinggi misalnya
karena perlu adanya uraian tugas yang jelas, jadi perawat mengetahui
pekerjaanya.
Menurut pendapat (Azrul Azwar,1996:288), motivasi berasal dari kata
(motive) yang artinya adalah rangsangan, dorongan, dan ataupun pembangkit

lxii

tenaga yang dimiliki seseorang sehingga orang tersebut memperlihatkan perilaku


tertentu. Sedangkan yang dimaksud motivasi adalah upaya untuk menimbulkan
rangsangan, dorongan, dan ataupun sekelompok masyarakat tersebut mau berbuat
dan bekerja sama secara optimal melaksanakan sesuatu yang direncanakan atau
mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
6.8 Kondisi Pekerjaan terhadap Motivasi Kerja Perawat
Dalam kondisi pekerjaan dodapat bahwa semua perawat kondisi ruangan
baik semua hal ini dapat diketahui dari hasil wawancara mendalam dan kondisi
pekerjaan sangat menentukan dalam memotivasi perawat untuk bekerja dengan
baik di RSUD Tebing Tinggi, jika ruangannya tidak layak maka pekerjaanya
kurang optimal.
Menurut pendapat (Azrul Azwar,1996:288), motivasi yang diberikan
hanya merupakan fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja /
kelancaran tugas, sehingga para karyawan betah dan semangat dalam melakukan
pekerjaan. Misalnya kursi yang empuk, ruangan terang dan nyaman, alat alat
lengkap, suasana lingkungan kerja yang baik.

6.9 Keamanan Pekerjaan terhadap Motivasi Kerja Perawat

lxiii

Dalam keamanan kerja didapat bahwa semua perawat aman dalam bekerja
di RSUD Tebing Tinggi. Hal ini dapat diketahui dari hasil wawancara mendalam,
dan tidak pernah terjadi infeksi dari bahan bahan berbahaya yang telah
kadaluarsa, keamanan di lingkungan kerja di RSUD ini sangat aman, dikarenakan
warga setempat menghargai petugas kesehatan dan menjaga sarana kesehatan
yang ada di RSUD Tebing Tinggi.
Dengan keamanan yang baik di RSUD Tebing Tinggi memotivasi kinerja
perawat untuk melakukan pekerjaan dengan baik, hal ini sependapat dengan teori
Abraham Maslow yang mengemukakan bahwa kebutuhan rasa aman yaitu
kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan
hidup. Dalam hubungan dengan kebutuhan ini, pemimpin perlu memberikan
tunjangan kesehatan, asuransi kecelakaan, perumahan, pengawasan dan dana
pension.

6.10

Hubungan Interpersonal terhadap Motivasi Kerja Perawat


Dalam penelitian ini Hubungan Interpersonal ini didapat bahwa semua

perawat di RSUD mempunyai hubungan interpersonal yang baik antar petugas


kesehatan di lingkungan kerja RSUD Tebing Tinggi, hal ini dapat diketahui dari
hasil wawancara mendalam.
Hal ini sesuai dengan teori Abraham Maslow, tentang kebutuhan social
atau rasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima dalam kelompok unit kerja,
berinteraksi, serta rasa dicintai dan mencintai. Dalam hubungan dengan

lxiv

kebutuhan ini, pemimpin perlu menerima eksistensi / keberadan pegawai sebagai


anggota kelompok kerja, melakukan interaksi kinerja yang baik, dan hubungan
kerja yang harmonis.
Hal ini sependapat dengan penelitian Hasibuan, SP.1996:95, hubungan
interpersonal memberikan daya gerak yang menciptakan kegairahan kerja
seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegritas dan
dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.
6.11

Pengawasan terhadap Motivasi Kerja Perawat


Dalam pengawasan didapat bahwa pengawasan yang dilakukan oleh

Direktur RSUD berdampak positif terhadap kinerja perawat. Hal ini dapat
diketahui dari hasil wawancara mendalam dalam penelitian ini.
Menurut teori X yang dikemukakan oleh Douglas Mc Greger,
seseorang pemimpin perlu memberikan pengawasan kepada bawahannya.
Pengawasan adalah proses untuk mengukur penampilan suatu program yang
kemudian dilanjutkan dengan mengarahkannya sedemikian rupa sehingga tujuan
yang telah ditetapkan dapat tercapai. Manfaat pengawasan adalah agar tujuan
yang telah ditetapkan dapat diharapkan pencapaiannya dan selanjutnya
pencapaian tersebut adalah kualitas dan kuantitas tertinggi yang direncanakan dan
pengawasan yang baik akan dapat memacu karyawan berprestasi dan berkreasi
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

lxv

Hal ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan, Rumzah A,H


(2008), adanya hubungan anatara pengawasan dengan motivasi kerja perawat
Rumah Sakit Umum Daerah Lahat tahun 2008.

lxvi

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

7.1

Kesimpulan
Berasarkan hasil penelitian dan pembahasan tadi penulis mengambil beberapa
simpulan sebagai berikut :
a.

Tanggung jawab yang diemban oleh seorang perawat dan seorang


pimpinan dapat memotivasinya agar bekerja lebih bertanggung jawab
karena jika terjadi suatu kesalahan dapat menyebabkan dikenakannya
sanksi.

b.

Kemajuan pekerjaan adalah dampak dari motivasi yang diberikan oleh


pimpinan atau petugas lainnya yang memberikan semangat untuk
melakukan tugas lebih baik dari sebelumnya.

c.

Status yang diberikan ke perawat nerdampak positif ke motivasi kerja


perawat di dalam penelitian ini tapi masih kembali le sifat masing
masing orang tersebut.

d.

Di dalam penelitian ini penghasilan tidak terlalu berdampak terhadap


motivasi kinerja perawat di RSUD Tebing Tinggi.

e.

Prosedur kerja di RSUD Tebing Tinggi ini sudah ada tetapi tidak terlalu
berdampak terhadap motivasi kerja perawat di Rumah Sakit.

lxvii

f.

Kondisi pekerjaan di RSUD Tebing Tinggi ini cukup baik, dan dengan
kondisi yang baik tersebut berdampak terhadap motivasi kerja perawat di
RSUD Tebing Tinggi.

g.

Hubungan antara petugas kesehatan di RSUD Tebing Tinggi ini sangat


baik, sehingga dampak hubungan baik antar petugas kesehatan tersebut
memotivasi perawat untuk bekerja lebih baik lagi.

h.

Pengawasan sangat berpengaruh terhadap motivasi kerja perawat di


RSUD Tebing Tinggi, karena dilakukannya pengawasan yang
berkesinambungan membuat petugas di RSUD Tebing Tinggi ini giat
untuk bekerja.

7.2

Saran
1.

Untuk lebih meningkatkan tanggung jawab perawat dalam bekerja sanksi


yang diberikan dilaksanakan dengan benar jangan pilih-pilih orang yang
dikenakan sanksi karena berdampak bagi motivasi petugas kesehatan
yang lainnya.

2.

Agar perawat termotivasi dalam bekerja sebaiknya petugas kesehatan


diberikan pendidikan / pelatihan yang harus dilaksanakan secara rutin dan
sebagainya dibuat prosedur yang baik.

3.

Untuk meningkatkan kinerja dan supaya perawat atau petugas kesehatan


yang lainnya termotivasi untuk kepentingan RSUD Tebing Tinggi agar

lxviii

pemberian insentif bagi petugas kesehatan dan system penggajian yang


baik dan pemberian suatu penghargaan (reward) bagi yang berprestasi.
4.

Dalam hubungan interpersonal antar pegawai lebih baik, supaya pegawai


yang relative muda dapat menyesuaikan diri terhadap pegawai yang lebih
tua dan berpengalaman dalam pekerjaannya, supaya tidak ada
kesenjangan sosial antara petugas kesehatan berumur lebih muda terhadap
yang tua. Sikap yang baik antara atasan dan bawahan dan supaya ada
petugas keamanan yang menjaga di lingkungan RSUD Tebing Tinggi.

lxix

DAFTAR PUSTAKA

1. Ali Zaidin, 2003. Dasar dasar Keperawatan Profesional. Widya Medika. Jakarta.
2. Profil RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, 2012.
3. Bungin, Burhan, 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Raja Grafindo Persada.
Jakarta.
4. Hidayat, A.Aziz Alimul, 2009. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Salemba
Medika. Jakarta.
5. Kurnia, Ahmad, 2010. Motivasi Kerja.www.Geogle,co,id.
6. Mangkunegara, A. Anwar Prabu, 2009. Evaluasi Kinerja SDM. Rafika Aditama.
Bandung.
7. Munginjaya, A.A. Anwar Gde, 2005. Manajemen Kesehatan. EGC. Jakarta.
8. Soeroso, Santoso, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit.
EGC. Jakarta.
9. Swamburg, Russel C, 2001. Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen
Keperawatan untuk Perawat Klinis. EGC. Jakarta.
10. www.geogle.com
11. Nopi Timoria, 2011. Analisis Motivasi Kerja Perawat di Puskesmas Rawat Inap
Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
12. STIKM Widya Dharma, 2009. Pedoman Penyusunan Skripsi, STIKM Widya
Dharma, Palembang.

lxx

LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN SKRIPSI


NAMA
NIM
PROGRAM STUDI
PEMBIMBING I
PEMBIMBING II
PEMBIMBING III
JUDUL SKRIPSI

N
O

:
:
:
:
:
:
:

TANGGAL

INDIRA SARI
13.03.034.P
KESEHATAN MASYARAKAT
M. Daud, S. Sos, M. Kes
Dr. H. Syahrizal M. Kes
Herman Yasin, SKM, M.Epid
ANALISIS MOTIVASI KERJA PERAWAT
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD )
TEBING TINGGI KABUPATEN EMPAT LAWANG
TAHUN 2015

MATERI

KETERANGAN

PARAF
PEMB. I

Palembang,
Pembimbing I

M. Daud, S.Sos, M.Kes

Pembimbing II

Dr. H. Syahrizal M. Kes

lxxi

PARAF
PEMB. II

PARAF
PEMB. III

Juni 2015

Pembimbing III

Herman Yasin,SKM,M.Epid

Lampira 1
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 1
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
-

PNS

Non PNS

4. Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?

lxxii

Insentif

Gaji

5. Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam bekerja

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di RSUD ini ?

Kondisi ruangan

Karyawan

7. Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8. Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar


rekan kerja anda di RSUD ini ?

9. Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxiii

Lampira 2
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 2
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
b. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS
4. Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?

lxxiv

Insentif

Gaji

5. Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam bekerja

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di RSUD ini ?

Kondisi ruangan

Karyawan

7. Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8. Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar


rekan kerja anda di RSUD ini ?

9. Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxv

Lampira 3
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 3
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1.

Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?

2.

Kemajuan dalam pekerjaan


a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?

3.

Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS

4.

Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?

lxxvi

- Insentif
- Gaji
5.

Prosedur Kerja
a. Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam
bekerja
- Jelaskan uraian tugasnya ?

6.

Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

- Kondisi ruangan
- Karyawan
7.

Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat
bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
- Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8.

Hubungan Interpersonal
a. Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar
rekan kerja anda di RSUD ini ?

9.

Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxvii

Lampira 4
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 4
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1.

Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?

2.

Kemajuan dalam pekerjaan


a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?

3.

Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS

4.

Penghasilan

lxxviii

a. Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?


- Insentif
- Gaji
5.

Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam


bekerja
- Jelaskan uraian tugasnya ?

6.

Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?
- Kondisi ruangan
- Karyawan

7.

Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
- Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8.

Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar


rekan kerja anda di RSUD ini ?

9.

Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxix

Lampira 5
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 5
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1.

Tanggung Jawab
a.Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?

2.

Kemajuan dalam pekerjaan


a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?

3.

Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS

lxxx

4.

Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?

- Insentif
- Gaji
5.

Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam


bekerja
-

6.

Jelaskan uraian tugasnya ?

Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

7.

Kondisi ruangan

Karyawan

Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
-

8.

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama


antar rekan kerja anda di RSUD ini ?

9.

Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxxi

Lampira 6
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 6
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a.

Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?

2. Kemajuan dalam pekerjaan


b. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
-

PNS

lxxxii

Non PNS

4. Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?

Insentif

Gaji

5. Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam bekerja

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di RSUD ini ?

Kondisi ruangan

Karyawan

7. Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8. Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar


rekan kerja anda di RSUD ini ?

9. Pengawasan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh


Direktur RSUD ?

lxxxiii

Lampira 7
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 7
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?

lxxxiv

- PNS
- Non PNS
4. Penghasilan
a. Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?
-

Insentif

Gaji

5. Prosedur Kerja
a. Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam
bekerja
- Jelaskan uraian tugasnya ?
6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

- Kondisi ruangan
- Karyawan
7. Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat
bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
- Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?
8. Hubungan Interpersonal
a. Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar
rekan kerja anda di RSUD ini ?
9. Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxxv

Lampira 8
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 8
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a.

Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?

2. Kemajuan dalam pekerjaan


a.

Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?

3. Status

lxxxvi

a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?


-

PNS

Non PNS

4. Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?

Insentif

Gaji

5. Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam bekerja

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di RSUD ini ?

Kondisi ruangan

Karyawan

7. Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8. Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar


rekan kerja anda di RSUD ini ?

9. Pengawasan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh


Direktur RSUD ?

lxxxvii

Lampira 9
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 9
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status

lxxxviii

a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?


-

PNS

Non PNS

4. Penghasilan
a.

Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?


- Insentif
- Gaji

5. Prosedur Kerja
a. Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam
bekerja
- Jelaskan uraian tugasnya ?
6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

- Kondisi ruangan
- Karyawan
7. Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat
bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
- Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?
8. Hubungan Interpersonal
a. Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar
rekan kerja anda di RSUD ini ?
9. Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

lxxxix

Lampira 10
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 10
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?

xc

3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS
4. Penghasilan
a. Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?
- Insentif
- Gaji
5. Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam


bekerja

- Jelaskan uraian tugasnya ?


6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

- Kondisi ruangan
- Karyawan
7. Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?

- Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?


8. Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar


rekan kerja anda di RSUD ini ?

9. Pengawasan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh


Direktur RSUD ?

xci

Lampira 11
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 11
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?

xcii

2. Kemajuan dalam pekerjaan


a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS
4. Penghasilan
a. Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?
-

Insentif

Gaji

5. Prosedur Kerja
a. Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam
bekerja
-

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

- Kondisi ruangan
- Karyawan
7. Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat
bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
- Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?
8. Hubungan Interpersonal
a. Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar
rekan kerja anda di RSUD ini ?
9. Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh
Direktur RSUD ?

xciii

Lampira 12
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 12
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab

xciv

a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?


2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS
4. Penghasilan
.

a. Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?


- Insentif
- Gaji
5. Prosedur Kerja
a. Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda dalam
bekerja
-

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan


di RSUD ini ?

- Kondisi ruangan
- Karyawan
7. Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat
bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?
-

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8. Hubungan Interpersonal
a. Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama antar
rekan kerja anda di RSUD ini ?
9. Pengawasan

xcv

a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan oleh


Direktur RSUD ?

Lampira 13
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK PERAWAT 13
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

xcvi

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana saudara bertanggung jawab atas pekerjaan anda ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana kemajuan pekerjaan anda ?
3. Status
a. Bagaimana status dalam memotivasi kerja saudara?
- PNS
- Non PNS
4. Penghasilan
.

a. Bagaimana penghasilan memotivasi anda dalam bekerja ?


- Insentif
- Gaji
5. Prosedur Kerja
a.

Bagaimana prosedur tetap yang diberikan memotivasi anda


dalam bekerja

Jelaskan uraian tugasnya ?

6. Kondisi Pekerjaan
a.

Sebagai perawat, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di RSUD


ini ?

Kondisi ruangan

Karyawan

7. Keamanan Pekerjaan
a.

Sebagai perawat yang bekerja di RSUD ini, bagaimana pendapat


bapak/ibu mengenai keamanan di RSUD ?

Penampungan sampah, bahan berbahaya / infeksius ?

8. Hubungan Interpersonal
a.

Sebagai perawat, bagaimana pendapat anda mengenai kerjasama


antar rekan kerja anda di RSUD ini ?

xcvii

9. Pengawasan
a. Sebagai perawat, bagaimana dampak pengawasan yang diberikan
oleh Direktur RSUD ?

Lampira 14
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK DIREKTUR RSUD
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

xcviii

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana bapak/ibu menggerakkan perawat supaya bertanggung
jawab dalam pekerjaan yang diberikan di RSUD Tebing Tinggi ?
- Apakah ada sanksi yang diberikan ?
- Apakah sesudah diberikan sanksi perawat tersebut termotivasi agar
tidak mengulanginya lagi ?
2. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana bapak/ibu supaya perawat di RSUD Tebing Tinggi ada
peningkatan dalam pekerjaanya ?
- Apakah mengikuti pelatihan
- Apakah sesudah mengikuti pelatihan perawat tersebut diberikan
jabatan yang sesuai dengan pelatihan yang diikutinya ?
- Apakah sesudah mengikuti pelatihan perawat tersebut termotivasi agar
bekerja lebih baik ?
3. Status
a.

Bagaimana status yang diberikan ke perawat mempengaruhi


motivasi kerja perawat ?

- Apakah perawat yang berstatus PNS lebih baik pekerjaanya dari


honorer ?
- Apakah perawat yang berstatus honorer lebih banyak pekerjaanya dari
yang PNS ?
4. Penghasilan
a. Bagaimana penghasilan lebih besar memotivasi perawat agar
pekerjaanya lebih baik ?
- Apakah ada perbedaan gaji ?
- Apakah ada insentif ?
- Apakah waktu pembayarannya tepat ?

xcix

- Apakah gaji yang diberikan sesuai dengan pekerjaannya dan


jabatannya ?
5. Prosedur Kerja
a. Bagaimana bapak/ibu mempunyai uraian tugas dan prosedur tetap
yang diberikan kepada perawat ?
- Apakah sesudah ada uraian tugas, perawat tersebut melakukan
pekerjaan sesuai dengan uraian tugas yang diberikan ?
6. Kondisi Pekerjan
a. Sebagai Direktur RSUD, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di
RSUD ini ?
- Ruang perawatan yang digunakan ?
- Kecukupan jumlah alat kesehatan ?
7. Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai Direktur RSUD, bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai
keamanan di RSUD ?
8. Hubungan Interpersonal
a. Sebagai Direktur RSUD, bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai
kerjasama antar perawat kesehatan di RSUD ini ?
9. Pengawasan
a. Sebagai Direktur RSUD, bagaimana upaya bapak/ibu melakukan
pengawasan terhadap perawat di arsud ?

Lampira 15
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK KASUBBAG TU
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG 2015

Tanggal Wawancara :
Pewawancara

IDENTITAS INFORMAN
Nama

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Lama Bertugas

Jabatan

ci

Pertanyaan
1. Tanggung Jawab
a. Bagaimana bapak/ibu menggerakkan perawat supaya bertanggung jawab
dalam pekerjaan yang diberikan di RSUD Tebing Tinggi ?
- Apakah ada sanksi yang diberikan ?
- Apakah sesudah diberikan sanksi perawat tersebut termotivasi agar
tidak mengulanginya lagi ?
b. Kemajuan dalam pekerjaan
a. Bagaimana bapak/ibu supaya perawat di RSUD Tebing Tinggi ada
peningkatan dalam pekerjaanya ?
- Apakah mengikuti pelatihan
- Apakah sesudah mengikuti pelatihan perawat tersebut diberikan
jabatan yang sesuai dengan pelatihan yang diikutinya ?
- Apakah sesudah mengikuti pelatihan perawat tersebut termotivasi agar
bekerja lebih baik ?
c. Status
a. Bagaimana status yang diberikan ke perawat mempengaruhi motivasi
kerja perawat ?
- Apakah perawat yang berstatus PNS lebih baik pekerjaanya dari
honorer ?
- Apakah perawat yang berstatus honorer lebih banyak pekerjaanya dari
yang PNS ?
d. Penghasilan
a. Bagaimana penghasilan lebih besar memotivasi perawat agar
pekerjaanya lebih baik ?
- Apakah ada perbedaan gaji ?
- Apakah ada insentif ?
- Apakah waktu pembayarannya tepat ?

cii

- Apakah gaji yang diberikan sesuai dengan pekerjaannya dan


jabatannya ?
e. Prosedur Kerja
a. Bagaimana bapak/ibu mempunyai uraian tugas dan prosedur tetap
yang diberikan kepada perawat ?
- Apakah sesudah ada uraian tugas, perawat tersebut melakukan
pekerjaan sesuai dengan uraian tugas yang diberikan ?
f. Kondisi Pekerjan
a. Sebagai KASUBBAG TU, bagaimana dengan kondisi pekerjaan di
RSUD ini ?
- Ruang perawatan yang digunakan ?
- Kecukupan jumlah alat kesehatan ?
g. Keamanan Pekerjaan
a. Sebagai KASUBBAG TU, bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai
keamanan di RSUD ?
h. Hubungan Interpersonal
b. Sebagai KASUBBAG TU, bagaimana pendapat bapak/ibu mengenai
kerjasama antar perawat kesehatan di RSUD ini ?
i. Pengawasan
b. Sebagai KASUBBAG TU, bagaimana upaya bapak/ibu melakukan
pengawasan terhadap perawat di arsud ?

ciii

Lampiran 16
CHECKLIST OBSERVASI DENGAN PERAWAT
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH / RSUD TEBING TINGGI
KABUPATEN EMPAT LAWANG TAHUN 2015

A. Petunjuk Observasi
Ucapkan terima kasih atas waktu kesediaan ditemui dan diwawancarai
B. Indentitas Informan
1. Nama
2. Umur
3. Jenis Kelamin
4. Pendidikan
5. Pekerjaan
6. Status Perkawinan

:
:
:
:
:
:

C. Keterangan Pewawancara
1. Nama pemandu/fasilitator :

civ

2. Tanggal Observasi
3. Lama Observasi
4. Situasi Observasi

:
:
:

A. Checklist Observasi dengan Perawat


No
1

Perawat

Indikator
2. Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
3. Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
4. Status
PNS
Honor
5. Adanya gaji tiap bulan
6. Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
7. Kondisi Pekerjaan

cv

Ya

Tidak

Mempunyai ruang perawatan yang


nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
8. Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
9. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
10. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
2

Perawat

Indikator
11.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
12.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
13. Status
PNS
Honor
14.Adanya gaji tiap bulan
15.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
16.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan

cvi

Ya

Tidak

17.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
18. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
19. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
3

Perawat

Indikator
20.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
21.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
22. Status
PNS
Honor
23.Adanya gaji tiap bulan
24.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
25.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
26.Keamanan Kerja

cvii

Ya

Tidak

Ada petugas keamanan


Adanya petugas K3
27. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
28. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
4

Perawat

Indikator
29.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
30.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
31. Status
PNS
Honor
32.Adanya gaji tiap bulan
33.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
34.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
35.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3

cviii

Ya

Tidak

36. Hubungan Interpersonal


Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
37. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
5

Perawat

Indikator
38.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
39.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
40. Status
PNS
Honor
41.Adanya gaji tiap bulan
42.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
43.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
44.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3

cix

Ya

Tidak

45. Hubungan Interpersonal


Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
46. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
6

Perawat

Indikator
47.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
48.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
49. Status
PNS
Honor
50.Adanya gaji tiap bulan
51.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
52.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
53.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
54. Hubungan Interpersonal

cx

Ya

Tidak

Mempunyai hubungan baik dengan atasan


dan teman sekerja
55. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
7

Perawat

Indikator
56.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
57.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
58. Status
PNS
Honor
59.Adanya gaji tiap bulan
60.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
61.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
62.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
63. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan

cxi

Ya

Tidak

dan teman sekerja


64. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
8

Perawat

Indikator
65.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
66.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
67. Status
PNS
Honor
68.Adanya gaji tiap bulan
69.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
70.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
71.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
72. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja

cxii

Ya

Tidak

73. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
9

Perawat

Indikator
74.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
75.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
76. Status
PNS
Honor
77.Adanya gaji tiap bulan
78.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
79.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
80.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
81. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja

cxiii

Ya

Tidak

82. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

No
10

Perawat

Indikator
83.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
84.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
85. Status
PNS
Honor
86.Adanya gaji tiap bulan
87.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
88.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
89.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
90. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
91. Pengawasan

cxiv

Ya

Tidak

Adanya pengawasan secara rutin

No
11

Perawat

Indikator
92.Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
93.Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
94. Status
PNS
Honor
95.Adanya gaji tiap bulan
96.Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas
97.Kondisi Pekerjaan
Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
98.Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
99. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
100. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

cxv

Ya

Tidak

No
12

Perawat

Indikator
101. Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
102. Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
103. Status
PNS
Honor
104. Adanya gaji tiap bulan
105.

Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas

106. Kondisi Pekerjaan


Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
107. Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
108. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
109. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

cxvi

Ya

Tidak

No
13

Perawat

Indikator
110. Tanggung Jawab
Memasang infuse
Melakukan injeksi ke pasien
111. Kemajuan dalam bekerja
Mempunyai pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik dari
sebelumnya
112. Status
PNS
Honor
113. Adanya gaji tiap bulan
114.

Prosedur Kerja
Ada struktur organisasi
Adanya protap
Uraian tugas

115. Kondisi Pekerjaan


Mempunyai ruang perawatan yang
nyaman
Adanya kecukupan alat kesehatan
116. Keamanan Kerja
Ada petugas keamanan
Adanya petugas K3
117. Hubungan Interpersonal
Mempunyai hubungan baik dengan atasan
dan teman sekerja
118. Pengawasan
Adanya pengawasan secara rutin

cxvii

Ya

Tidak

Lampiran 17
MATRIX
HASIL WWANCARA MENDALAM DENGAN INFORMASI
N
Variabel
o
1 Tanggung
Jawab

Direktur
RSUD
Supaya perawat
bertanggung
jawab dengan
pekerjaanya
diadakannya
sanksi perawat
yang tidak masuk
kerja, memang
benar sanksi itu
ditegakkan di
RSUD ini ! Ya
benar sekali !
Sudah diberikan
sanksi perawat itu
tidak
mengulanginya
lagi.

KASUBBAG
TU
Tiap perawat
diberikan tugas
masing-masing
jadi semua
sudah tau akan
tugasnya,mere
ka memang
ada sanksinya
tapi jarang
yang kena
sanksi karena
perawat di sini
sudah baik
dalam bekerja.

Perawat
1,4,7,10,13
Melakukan
tugas dengan
baik, apa
yang
diomongkan
pimpinan
kami
laksanakan,
dan tidak
pernah
menolaknya.

Perawat
2,5,8,11
Melaksana
kan tugas
yang
diberikan
pimpinan,i
kuti protap
yang ada
di RSUD,
agar tidak
terjadi
kesalahan.

Perawat
3,6.9,12
Kan sudah
ada tugas
masingmasing
jadi
kerjakan
saja tugastugas itu.

Ya,diadakannya
pelatihan di
Dinkes
Kabupaten dan di
Dinkes Provinsi
ada juga pelatihan
untuk perawat
yang memegang
tugas sebagai
pengelola
kegiatan/program

Ya,sesudah
pelatihan
perawat
tersebut
memegang
yang
diikutinya di
pelatihan.

Banyak,kema
ren yang
tidak tau apa
yang mau
dikerjakan
sekarang
sudah tahu
semua,jadi
setiap
perawat
sudah ada

Ya,sesuda
h aku
mengikuti
pelatihan
aku jadi
tau.

Ya,sesuda
h dilatih
perawat
jadi tau
apa yang
akan
dikerjakan
.

Kemajuan
dalam
bekerja

cxviii

tugasnya.

Status

Tidak
tentu,tergantung
orangnya masingmasing,kadang
orang yang sudah
lama PNS tapi
tidak baik dalam
pekerjaanya,dan
yang banyak
bekerja adalah
TKS.

Lihat orangnya
dulu,tapi
kebanyakan
perawat yang
telah diangkat
PNS lebih
malas dalam
bekerja
dibandingkan
sebelum dia
diangkat PNS,
tapi sama
semuanya
begitu.

Bila aku
tambah
semangat
bekerjanya
bila sudah
diangkat
PNS, kan
sudah ada
gaji tetap.

Ya
benar,oran
g bekerja
perlu
mencari
kemantapa
n,jadi
kapandia
masih
belum
punya
status
yang tetap
dia jadi
tidak
semangat
melakukan
tugasnya,l
ebih
banyak
tidak
bekerja/bo
los.

Ya,karena
sudah di
sumpah
sesudah
diangkat
PNS,mela
ksanakan
tugas
dengan
baik,jadi
tidak ada
alasan
tidak
bekerja
karena
sudah
digaji oleh
Negara.

Penghasilan

Ya,memang ada
perbedaan gaji
bagi PNS
tergantung
golongan,perbeda
an honor karena
bagi pemegang
kegiatan ada
honor
tersendiri,dan
system
pembayaran gaji
PNS dibayar tiap
bulan,tapi honor

Ya,pasti ada
perbedaan
karena perawat
di sini ada
yang statusnya
PNS dan Non
Pns,insentif
yang diberikan
tidak menentu
jadi kadang
ada,kadang
tidak.

Kapan
gajinya besar
kami bekerja
tidak sungkan
sungkan.

Gaji kan
tergantung
statusnya
PNS apa
tidak,kapa
n masih
TKS ada
gaji dan
insentifny
a kami
bekerja
enak,berar
ti kami
bekerja

Kalau
sudah
punya gaji
tetap
semangat
juga saya
dalam
bekerja.

cxix

pengelolah
kegiatan diambil
kapan uang
dicairkan.

masih
dihargai
orang.

Prosedur
kerja

Ya,memang ada
uraian tugas dan
protap di RSUD
ini dan setiap
perawat telah
mempunyai tugas
dan harus
melakukan
berdasarkan
uraian tugas yang
di RSUD.

Uraian
tugas,protap
ada di
RSUD,tapi
masih ke
perawat
masingmasing,apa
mereka
termotivasi
apa,tidak.

Ya,kapan
sudah ada
prosedurnya,
aku bekerja
berdasarkan
protap itu
jangan
mengambil
tugas orang
lain,uraian
tugas itu
seperti
struktur
organisasi.

Di RSUD
memang
ada protap
dan uraian
tugas tapi
tidak pula
mempenga
ruhi terlalu
banyak.

Memang
memotivas
i perawat
kapan ada
protap dan
uraian
tugas,uraia
n tugas
adalah
tugas yang
diberikan
ke setiap
orang
yang
mempunya
i jabatan
tertentu.

Kondisi
pekerjaan

Kondisi pekerjaan
di RSUD ini
baik,ruang
perawatannya
bagus,dan jumlah
alat kesehatannya
mencukupi.

Karena RSUD
ini baru di
rehab,jadi
peralatan dan
ruangannya
masih bagus
dan baru,untuk
saat ini semua
perawat di sini
dapat bekerja
sama dengan
baik.

Kondisi
ruangnya
bagus, dan
karyawannya
baik-baik
semua.

Kan
RSUD nya
baru di
rehab,jadi
ruang
perawatan
nya bagus
dan
karyawann
ya tidak
pernah ada
perkelahia
n.

Wah.,ja
ngan
ditanya
tapi lihat
sendiri
bangunan
RSUD ini
kan bru di
rehab
lihatlah
ruang
perawatan
nya
bagus,alatalatnya
juga masih
baru.

Keamanan

Di RSUD ini

Tidak pernah

Di sini ada

Kapan di

Aman

cxx

kerja

aman,karena
masyarakat di sini
menghormati
perawat dan
menjaga sarana
kesehatan yang
ada di
wilayahnya.

terjadi
pencurian di
RSUD
ini,aman-aman
saja,dan
petugas di sini
tidak pernah
diusili oleh
warga
setempat.

petugas
keamanan,pe
nampungan
sampah
bahan-bahan
berbahaya
tidak
ada,tidak
pernah terjadi
sesuatu hal
yang tidak
diinginkan
dari sampah
adiktif
tersebut,dan
warga di sini
baik
semuanya.

sini tidak
ada tempat
khusus
pembuang
an sampah
bahan
berbahaya,
tapi kapan
obat sudah
kadaluarsa
dikubur
saja.

aman saja
kalau di
RSUD
Tebing
Tinggi ini.

Di sini
seperti
keluarga,s
ering
saling
bantumembantu
sesame
pegawai.
Dengan
adanya
pengawasa
n dari
pimpinan,
hal ini jadi
membuat
kami rajin
bekerja.

Pimpinan
dengan
atasan
tidak ada
beda, jadi
enakbekerj
a di RSUD
ini.

Hubungan
Baik,saling
Interpersona tolong-menolong
l
perawat di sini
dan tidak pernah
ada perkelahian
antar pegawai di
RSUD Tebing
Tinggi ini.

Baik saja,
tidak ada
masalah.

Sangat baik,
dan kami
saling tolongmenolong
antar
pegawai.

Pengawasan Datang lebih


awal,agar
pegawai yang ada
di RSUD juga
tidak datang
terlambat,karena
dia malu kapan
pimpinannya
sudah datang
duluan sedangkan
dia terlambat.

Dilihat dari
absensi
pegawai yang
ada di
RSUD,jika ada
yang banyak
tidak masuk
kerja
diperingati
terlebih
dahulu,jika
sampai tiga
kali masih
tidak mengerti

Ya,pimpinan
kami sangat
teliti dalam
bekerja,bila
ada waktu
sering
mengadakan
rapat.

cxxi

Direktur
kami
termasuk
orang
yang
disiplin,ter
kadang
masuk jam
kerja lebih
awal
disbanding
dengan
bawahann
ya,sehingg

dikenakan
sanksi.

cxxii

a membuat
kami
termotivas
i untuk
mengikuti
nya.

cxxiii