Anda di halaman 1dari 16

SOAL ESSAY

KELOMPOK 1A
1. Hal apa saja yang diketahui tentang imunitas ? (Vini Handayani : 1101115)
Jawabannya :
Imunitas itu terbagi dua yaitu :
a. Imunitas alami
Yaitu kekebalan yang sudah dimiliki seseorang sejak lahir
Imunitas alami misalnya kekebalan manusia terhadap penyakit penyakit hewan atau
dikenal sebagai kekebalan spesies walaupun ada juga penyakit hewan yang dapat
menular pada manusia, misalnya penyakit tuberkolosis dari sapi yang ditularkan
melalui susu sapi, penyakit antraks dari biri-biri dan sapi beserta beberapa penyakit
lainnya.
b. Imunitas buatan
Yaitu kekebalan yang diperoleh seseorang selama hidupnya.
Imunitas ini dapat dibedakan lagi menjadi imunitas aktifdan imunitas pasif
Timbulnya imunitas aktif disebabkan oleh adanya rangsangan antigen tertentu
dari kuman atau benda

asing

yang masuk

kedalam tubuh secara kebetulan

atau sengaja sehingga tubuh menghasilkan antibody tertentu pula sesuai dengan
antigen yang harus di lawan. Misalnya karena terinfeksi kuman penyakit campak,
cacar air atau gondong.
2. Sebutkan sel dan molekul yang penting pada sistem imun non spesifik !
( Kurnia Ulfa Hardiyanti :1301044)
Jawabannya :
- Sel : sel fagosit, sel NK, sel K
- Molekul : komplemen, interferon
3. Sebut dan jelaskan 2 pertahanan biokimiawi dalam sistem imun ! (Della Aprila :
1301018)
Jawabannya :
- Lisozim dalam keringat, ludah, air mata melindungi tubuh terhadap berbagai
kuman postif-Gram oleh
-

karena dapat menghancurkan lapisan peptidoglikan

dinding bakteri.
Air susu ibu juga mengandung laktooksidase dan asam neuraminik yang
mempunyai sifat antibakterial terhadap E.koli dan stafilokokus

4. Sistem imun spesifik terbagi atas sistem humoral dan sistem seluler. Jelaskan
kedua sistem tersebut! (M. Ridho Abru : 1301046)
Jawabannya :
- Sistem humoral : bersifat tidak langsung dan dilaksanakan oleh imunoglobulin
-

spesifik (antibodi) yang dihasilkan sel B aktif


Sistem seluler : respon imun yang dilaksanakan oleh limfosit T

KELOMPOK IB
1. Apa sajakah fungsi dari sistem imun ? (Andri Arfaldi : 1301005 )
Jawaban:
Fungsi dari sistem imun diantaranya:
- Mengenali dan membedakan sel tubuh sendiri(self) dan se lasing (non-self)
- Membentuk kekebalan tubuh dari adanya paparan antigen.
- Menghancurkan mikroorganisme atau substansi asing di dalam tubuh
- Mendeteksi adanya sel abnormal yang membahayakan bagi tubuh
- Menjaga keseimbangan komponen dan fungsi tubuh
2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi sistem imun! (AtikaWahyuniSaebani :1301008)
Jawaban:
Sistem imun dibagi menjadi:
- Sistem imun non-spesifik (innate immunity) Yang merupakan sistem imun yang
telah ada sejak lahir dan disebut sebagai sistem imun alamiah. Sistem imun ini
menunjukkan respon yang cepat dan tidak membedakan antigen yang
-

diserangnya.
Sistem imunspesifik (adaptive immunity) Merupakan sistem imun yang bersifat
spesifik karena hanya mengikat antigen yang cocok dengan resepetornya saja,
dan sistem imun ini dapat mengenali antigen yang masuk kedalam tubuh karena
adanya immune memory. Serta menunjukkan respon imun yang lambat.

3. Sebutkan dan jelaskan

komponen seluler yang terlibat dalam innate immunity

(imunitas non-spesifik)! (ErendaYuneistya : 1301032)


Jawaban:
Sel yang terlibat diantaranya:
- Sel fagosit yang berfungsi untuk menghancurkan antigen dengan cara fagositosis,
-

dimana sel fagosit ini terdiri dari neutrophil, makrofag, dan monosit
Sel natural killer (NK), yang merupakan salah satu leukosit yang terdapat pada
sistem pembuluh darah dan limfatik yang mampu melisis sel kanker dan sel-sel
yang terinfeksi virus atau antigen lainnya.

4. Sebutkan nama-nama organ yang di beri nomor diatas. Dan jelaskan masingmasing fungsinya! (Vicky kurniadewi : 1101114)

Jawaban:
- Tonsil : menghasilkan limfosit dan berfungsi melawan infeksi pada faring
-

dan saluran nafas bagian atas.


Timus : merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai tempat pematangan

limfosit menjadi sel T. Terdapat pada bagian faring.


Nodus limfa : berfungsi menyaring dan menghancurkan partikel asing

(misalnya bakteri) agar tidak menyebar kejaringan tubuh .


Limfa : merupakan organ limfoid terbesar dan berfungsi memproduksi sel
darah putih, memfagosit

eritrosit dan trombosit yang using serta sebagai

tempat persediaan limfosit dan sel plasma.


Sumsum tulang : berfungsi menghasilkan limfosit. Limfosit yang dihasilkan
adalah :
a. Limfosit B, pematangan di sumsum merah dan menghasilkan antibody.
b. Limfosit T, pematangan di kelenjar timus. Dan membunuh sel kanker dan
sel yang terinfeksi virus.

KELOMPOK 2A
1. Sebutkan fungsi dari sel-sel yang terlibat dalam sistem imun : (Ade Syafarullah :
1301002)
a. Makrofag
b. Neutrofil
c. Sel B Plasma
d. Sel T Killer
Jawaban
a. Makrofag : untuk memfagositosis zat asing
b. Neutrofil : dalam menelan dan membunuh MO secara intraseluler
c. Sel B plasma : berfungsi dalam menghasilkan antibodi

d. Sel T Killer :untukmelisis sel tubuh yang diserang antigen


2. Sebutkan sel-sel yang terdapat di dalam granulosit dan monosit! (Bella Ardhyati :
1301012)
Jawaban:
- Granulosit
Sel-sel yang terdapat di dalamnya yaitu:
a. Neutrophil
b. Eosinophil
c. Basophil
d. Sel Mast
- Monosit
Sel-seel yang terdapat di dalamnya yaitu:
a. Sel Makrofag
b. Sel Dendrit
c. Sel Kupffer
3. Apa fungsi dari Sel T Helper/CD4? (Dwi Muharrani : 1301026)
Jawaban :
Fungsi dari Sel T Helper/ CD4 yaitu untuk mengontrol pembelahan sel B,
pembentukan antibodi dan aktivasi sel T
4. Sebutkan jalur apa saja yang merangsang pengaktifan system komplemen! (Elza
Miaqsa : 1301030)
Jawaban:
Jalur yang merangsang pengaktifan system komplemenyaitu :
a. Jalurklasik (classic pathway)
b. Jaluralternatif (alternative pathway)
c. Jalurlektin (lectin pathway)

KELOMPOK 2B
1. Leukosit dibagi menjadi 2 bagian, sebutkan beserta kelompok setiap bagian
leukosit ? (Dewi Anisah : 1301023)
Jawaban :
- Granulosit, terdiri atas neutropil, eosinopil dan basopil.
- Agranulosit, terdiri dari limfosit, monosit, makrofag (monosit yang
telah berpindah ke dalam jaringan)
2. Sel mast terbagi menjadi dua dan sebutkan perbedaannya ? (Harry
Muchtadi : 1301039)
Jawaban :
- Sel mast ikat terdapat disekitar pembuluh darah.
- Sel mast jaringan terdapat disekitar saluran cerna dan nafas
3. Sebutkan fungsi utama limfosit T ? (Harry Hermawan : 1301038)
Jawaban :
- Membantusel B dalammemproduksiantibodi
- Mengenaldanmenghancurkansel yang terinfeksi virus
- Mengaktifkanmakrofagdalam proses fagositosis
- Mengontrolambangdankualitas system imun

KELOMPOK 3A
1. Sebutkan apa sajakah perbedaan antara antigen endogen dan antigen eksogen dan
berikan apa saja contoh kedua antigen tersebut ? (Ayu Sukarni Putri : 1301011)
Jawaban :
Perbedaan
Asal antigen

Antigen Endogen
Antigen Eksogen
Dihasilkan dalam sel Dari luar tubuh,
(masuk secara inhalasi/
tubuh, sebagai hasil
ingesti/injeksi)
dari metabolisme sel
normal, atau karena
adanya

bakteri

infeksi
Fagositosis

atau
virus

intraseluler
Aktif Tidak

Ya

terhadap antigen
Pengambilan Antigen Tidak. Karena antigen Ya
ke dalam APC
Jalur

dihasilkan

sitoplasma
pengolahan Dikenali

Antigen
Aktivasi Sel T

dalam
dalam Dikenali

dalam

asosiasi MHC kelas I


asosiasi MHC kelas II
Sel
T-helper sel
T
sitotoksik
(melibatkan CD4+)

(melibatkan CD8+)

2. Apakah Imunogen memiliki potensi untuk menginduksi terjadinya suatu respon imun
spesifik oleh tubuh? Ya/Tidak dan Bagaiamana cara hapten agar dapat bersifat
imunogenik ? serta beri 2 contoh dari hapten! (Jenny Novita : 1301043)
Jawaban :
Ya.
Hapten baru akan bersifat imunogenik apabila ia berikatan dengan Carrier
berukuran besar seperti protein (= protein carrier), dimana biasanya hapten dikenal
oleh sel B, sementara molekul pembawa/carrier dikenali oleh sel T. Sama seperti
halnya hapten, Carrier ini sendiri juga tidak dapat menimbulkan terjadinya respon
imun dengan sendirinya. Umumnya, hanya molekul berukuran sangat besar, agen
penyebab infeksi, atau zat/bahan asing yang insoluble yang dapat merangsang
timbulnya respon imun pada tubuh.
Contoh hapten : Sulfonat, Arsonat dan Carboxylate.
3. Apa yang dimaksud dengan Epitope yang anda ketahui? Apa sajakah klasifikasi
antigen menurut epitope beserta contohnya. Jelaskan ! ( Nasrullah : 1301055)
Jawaban :

Epitope/Determinan Ag merupakan bagian antigen yang dapat menginduksi


pembentukan antibody dan dapat diikat dengan spesifik oleh antibody /reseptor pada
limfosit.
Berdasarkan epitop yang dimiliki oleh suatu antigen diklasifikasikan menjadi :
a. Unideterminan, univalen.
Hanya satu jenis determinan/epitop pada satu molekul. Contoh : Hapten
b. Unideterminan, multivalen.
Hanya satu jenis determinan tetapi dua atau lebih determinan tersebut ditemukan
pada satu molekul. Contoh : Polisakarida
c. Multideterminan, univalen.
Banyak epitop yang bermacam-macam tetapi hanya satu dari setiap macamnya
(kebanyakan protein). Contoh : Protein
d. Multideterminan, multivalen.
Banyak macam determinan dan banyak dari setiap macam pada satu molekul
(antigen dengan berat molekul yang tinggi dan kompleks secara kimiawi. Contoh :
Kimia kompleks.
4. Sebutkan pembagian antigen menurut spesifitas? (Aidil Fitri : 1301004)
Jawaban :
a) Heteroantigen, yang dimiliki oleh banyak spesies
b) Xenoantigen, yang hanya dimiliki spesies tertentu
c) Aloantigen (isoantigen), yang spesifik untuk individu dalam satu spesies
d) Antigen organ spesifik, yang hanya dimiliki organ tertentu
e) Autoantigen, yang dimiliki alat tubuh sendiri
KELOMPOK 3B
1. Apa yang dimaksud dengan antigen dan antibody? (Ardani : 1301006)
Jawaban :
a. Antigen
Zat yang merangsang responimun,terutama dalam menghasilkanantibodi.
Biasanya berupaproteinataupolisakarida
Dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang
bergabung denganprotein-pembawa.
b. Antibodi
Merupakan glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap

limfosit-B yang telah teraktivasi menjadisel plasma,


sebagai respon dariantigentertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.
Dapat ditemukan padadarahataukelenjartubuhvertebratalainnya
Dapat digunakan olehsistem kekebalan tubuhuntuk mengidentifikasikan dan

menetralisasikanbenda asing sepertibakteridanvirus.


2. Sebutkan dan jelaskan pembagian antigen menurup epitopenya (Ade Magdalena :
1301001)
Jawaban:

Unideterminan, univalent
Hanya satu jenis determinan/ epitop pada satu molekul.

Unideterminan, multivalent
Hanya satu jenis determinan tetapi dua atau lebih determinan tersebut
ditemukan pada satu molekul.

Multideterminan, univalent
Banyak epitop yang bermacam-macam tetapi hanya satu dari setiap macamnya
(kebanyaan protein).

Multideterminan, multivalent
Banyak macam determinan dan banyak dari setiap macam pada satu molekul

3. Sebutkan pembagian anti gen menurut ketergantungan terhadap selT ? (Maghfira Mauilani
Putri : 1301047)
Jawaban :
-

T dependen
Memerlukan pengenalan oleh sel dahulu untuk dapat menimbulkan respon
antibudi. Contoh : antigen Protein.
T independen
Dapat merangsang sel B tanpa bantuan sel T untuk membentuk Antibodi.
Contoh : lipopolisakarida, Dekstran, dll.

KELOMPOK 4A
1. Klasifikasi antibodi ada 5 yaitu IgG, IgM, IgD, IgA, dan IgE
Isilah pertanyaan berikut sesuai dengan karakteristik masing masing antibodi
(Mutya Octaviani : 1301052)
a. Antibodi yang akan pertama kali dibentuk ketika ada paparan antigen .
b. Antibodi dengan berat molekul paling kecil .
c. Antibodi yang memiliki waktu paruh terpanjang .
d. Antibodi yang berperan dalam reaksi hipersensitivitas penisilin.
e. Antibodi yang berperan dalam infeksi parasit .
Jawaban:
- IgM

- IgG
- IgG
- IgD
- IgE
2. Sebutkan apa saja fungsi utama dari imunoglobulin G ? (Arini Hafifah : 1301007)
Jawaban :
Imunoglobin g (IgG) berfungsi :
- Melindungi tubuh dari bakteri dan virus
- Menetralkan toksin bakteri
- Dapat merangsang sistem komplemen
- Meningkatkan efektivitas sel-sel fagosit apabila berikatan dengan antigen
3. Sebutkan varian isotipe pada rantai immunoglobulin yang membedakan aktivitas
biologisnya dengan immunoglobulin yang lain! (Delvi Rahmayani : 1301019)
Jawaban :
- IgG, memiliki rantai gamma
- IgD, memiliki rantai delta
- IgE, memiliki rantai epsilon
- IgA, memiliki rantai alfa
- IgM, memiliki rantai mu
KELOMPOK 4B
1. Apa sajakah fungsi dari IgA ? (Agin Delthia Sautaki : 1301003)
Jawaban :
Fungsi dari IgA diantaranya:
-

Mencegah kuman pathogen menyerang permukaan sel mukosa

Tidak efektif dalam mengikat komplemen

Bersifat bakterisida dengan kondisinya sebagai lysozim yang ada dalam cairan
sekretori yang mengandung IgA

Bersifat antiviral dan glutinin yang efektif.

2. Sebutkan dan jelaskan variabilitas imunoglobulin! (Berry Ardianti : 1301013)


Jawaban:
Variabilitas imunoglobulin dibagi menjadi:
- Varian isotipe
Merupakan suatu varian antibodi dimana sifat determinan antigeniknya
tergantung pada kelas atau sub kelas dari bagian yang konstan dari rantai berat
(CH) dan tipe atau sub tipe dari bagian konstan dari rantai ringan (C L) pada suatu
-

jenis antibodi Sistem imun spesifik.


Varian alotipe
Merupakan suatu perbedaan dari determinan antigenik yang terdapat pada
imunoglobulin yang disebabkan oleh adanya variasi genetik pada masing-

masing individu.
Varian idiotipe

Merupakan determinan antigenik yang terdapat pada bagian variabel molekul


imunoglobulin
3. Jelaskan pembentukan antibodi mengenai teori seleksi klonal (burnet)! (Dinda
Pramitha : 1301024)
Jawaban :
Teori seleksi klonal merupakan teori yang didasarkan pada kemampuan mutasi
dan seleksi dari sel-sel tertentu di dalam tubuh. Teori ini juga menerangkan bahwa
sel yang berperan dalam roses imun, yaitu sel limfosit hanya dapat mengikat satu
antigen atau grup antigen yang berkerabat dekat yang hampir serupa sehingga
teori masih dipercayai hingga sekarang.
4. Sebutkan pembagian antibodi berdasarkan struktur monomernya! (Eka Saputri :
1301029)
Jawaban :
- Monomer
- Dimer
- Pentamer

: IgG, IGD, IGE


: IgA
: IgM

KELOMPOK 5A
1. Jelaskan Interaksi antigen antibodi secara in-vitro ? (Era Fazira : 1301031)
Jawaban :
1. Reaksi Primer
Interaksi antara antigen dan antibodi dalam tahap awal pertemuan antara
molekul antibodi dengan antigen melalui epitopnya.
2. Reaksi Sekunder
Reaksi sekunder sebagai kelanjutan reaksi primer dapat diidentifikasikan
melalui manifestasi gejala yang dapat diamati secara invitro dalam bentuk

presipitasi,flokulasi dan aglutinasi.


Presipitasi adalah adanya agregat senyawa antigen antibodi (senyawa kompleks
imun) yang berkumpul didasar tabung reaksi sebagai endapan karena adanya gaya

berat.
Flokulasi adalah adanya agregat senyawa antigen antibodi (senyawa kompleks
imun) yang berkumpul sebagai senyawa yang terbentuk melayang-layang seperti

awan.
Aglutinasi adalah pengendapan sebagai akibat reaksi antigen antibodi,tetapi

antigennya menempel pada permukaan partikel atau sel sebagai bagian integral.
3. Reaksi Tersier
Reaksi tersier adalah munculnya fenomena lain yang bermanifestasi sebagai
gejala klinik,seperti anaphylactic shock dan serum sicknes .
2. Jelaskan bagaimana mekanisme terjadinya respon imun inflamasi ? (Citra Amalia :
1301015)
Jawab :

Ketika terjadi kerusakan jaringan, bakteri dan patogen akan masuk


Sel-sel darah putih dan trombosit bermigrasi kedaerah radang melewati dinding
vascular yang melebar. Sel-sel darah putih akan mengelilingi sel yang rusak,
memfagositosis mokroorganisme dan sel-sel yang mati serta merangsang

terjadinya pembekuan darah untuk proses penyembuhan


Sel mast mensekresikan mediator yang menyebabkan vasodilatasi dan pelebaran
pembuluh darah. Mengirim darah, plasma dan sel kedaerah jaringan yang rusak.
Vasodilatasi akan meningkatkan persendian darah untuk mengalirkan banyak

molekul dan sel untuk memerangi patogen.


Neutrofil akan mensekresikan faktor mediator untuk membunuh pathogen
Neutrofil dan makrofag akan membunuh patogen dengan proses fagositosis
Makrofag yang menemukan mikroba akan melepaskan sitokin yang mengaktifasi
sel endotel sekitar venul untuk produksi selektin. Selektin akan menarik sel-sel

system kekebalan tubuh untuk memperbaiki jaringan


Respon inflamasi terjadi hingga semua patogen hilang atau mati dan

penyembuhan didaerah jaringan yang rusak.


3. Sebutkan sel efektor yang bertindak pada respon imun terhadap protozoa baik
imunitas non spesifik maupun spesifik serta jelaskan bagaimana mekanisme respon
imun terhadap protozoa (Cacing) ? (Geby Orlance : 1301037)
Jawab :
Imunitas Nonspesifik
Fagositosis, Komplemen (Alternative)

Imunitas Spesifik
Antibodi (igE) dan sel T (Th2)

Mekanisme :
1. Cacing masuk kedalam tubuh akan

menembus kulit , sehingga apabila

terbentuk respon imun humoral, IgG akan mengikat permukaan cacing.


Demikian pula IgE yang membungkus mastosit mengikat permukaan cacing.
2. Adanya ikatan IgG dengan antigen cacing akan mengaktifkan komplemen.
3. Adanya mastosit dengan IgE yang terikat antigen cacing akan terjadi
degranulasi sehingga beberapa mediator mastosit lepas.
4. Mediator mastosit akan menarik sel-sel eosinofil dan peningkatan jumlah
reseptor untuk komplemen.
5. Kematian cacing disebabkan lisis oleh aktivasi komplemen dan mediator yang
dilepaskan oleh eosinofil.
KELOMPOK 5B
1. Efektor apa sajakah yang terlibat dalam respon imun non spesifik terhadap
bakteri intraseluler? Bagaimana mekanismenya? (Jayanti Pratiwi :
1301042)

Jawaban :
Efektor yang terlibat adalah Fagosit, sel NK. Mekanisme kerjanya sebagai
berikut:
- Fagosit menelan dan menghancurkan mikroba melalui proses fagositosis
- Bakteri intraselular mengaktifkan sel NK secara direk.
- Sel NK memproduksi IFN-Mengaktifkan makrofag dan meningkatkan daya
bunuh bakteri serta memakan bakteri.
2. Bagaimana mekanisme CD4+ dan CD8+ dalam respon imun spesifik pada bakteri
intraseluler? (Ayu Apriana Azmilda : 1301010)
Jawaban :
- CD4+ memberikan respon terhadap peptide antigen-MHC-II yang berasal dari
bakteri intravesikular lalu memproduksi IFN- yang mengaktifkan makrofag yang
-

berfungsi untuk menghancurkan mikroba dalam fogosom.


Sel CD4+ berdiferensiasi menjadi Th1 dan Th2. Th1 mengaktifkan fagosit untuk

membunuh mikroba dan Th2 mencegah aktivasi makrofag.


CD8+ memberikan respon terhadap MHC-I yang mengikat antigen sitosol dan

membunuh sek terinfeksi.


3. Sebutkan dan jelaskan tingkat reaksi antigen antibody! (Heny Haryani Ardi :
1301040)
Jawaban :
a. Primer
Interaksi tingkat primer adalah saat kejadian awal terikatnya antigen dengan
antibody pada situs identik yang kecil, bernama epitop. Reaksi ini dapat dilakukan
secara invivo maupun invitro
b. Sekunder
Interaksi tingkat sekunder terdiri atas beberapa jenis interaksi, di antaranya:
netralisasi, aglitunasi, fagositosis, sitotoxis, presipitasi . Reaksi ini berlangsung
secara invivo dan invitro
c. Tersier
Interaksi tingkat tersier adalah munculnya tanda-tanda biologic dari interaksi
antigen-antibodi yang dapat berguna atau merusak bagi penderitanya. Pengaruh
menguntungkan antara lain: aglutinasi bakteri, lisis bakteri, immnunitas
mikroba,dan lain-lain. Sedangkan pengaruh merusak antara lain: edema, reaksi
sitolitik berat, dan defisiensi yang menyebabkan kerentanan terhadap infeksi.
4. Jelaskan respon imun terhadap jamur ! (Sari Rahayu )
Jawaban:
- Saat jamur masuk melalui permukaan mukosa kulit akan di tanggapi oleh sel APC
(neutrofil, makrofag dan sel dendrit) melalui reseptor spesifik dari jamur yakni
-

pattern recognition receptor (PRRs).


Setelah sel dendrit mengenal jamur , sel ini akan matur dan bermigarasi menuju
nodus limfa untuk menginduksi sistem imun adaptif (sel Thelper/CD4+

Sel Thelper/CD4+ akan mengenali jamur melalui MHC-II, sehingga Th

berpoliferasi dan berdiferensiasi menjadi Th1, Th2 dan Ts


Sel Th1 mensekresikan IFN- dan TNF untuk mengaktivasi respon imun
alamiah/non spesifik seperti fagositosis, degranulasi neutrofil (melepas bahan
fungisidal seperti ROI dan enzim lisosom yang akan menghancurkan jamur) dan

proses inflamasi untuk menghilangkan patogen intraseluler.


Sel Th2 akan menginduksi aktivasi sel plasma untuk mensekresikan
immunoglobulin pada permukaan selnya untuk menjadi antibodi (antibodi utama

pada infeksi jamur adalah IgE).


Sel Ts (Tsupressor) mensekresikan TGF- dan IL-10 untuk menekan respon imun
yang berlebihan.

KELOMPOK 6A
1. Jelaskan cirri-ciri sitokin yang dapat memeberikan efek langsung dan tidak langsung !
(Dwi Kartika Sari : 1301025)
Jawab :
- Sitokin dapat memberikan efek langsung dan tidak langsung. Sitokin yang berefek
langsung memiliki ciri ( Baratawidjaja, 2012) :
Lebih dari satu efek terhadap berbagai jenis sel (pleiptropi)
Autoregulasi (fungsi autokrin)
Terhadap sel yang letaknya tidak jauh (fungsi parakin)
Sedangkan Sitokin yang berefek tidak langsung mempunyai ciri-ciri sebagai

berikut :
Menginduksi ekspresi reseptor untuk sitokin lain atau bekerja sama dengan
sitokin lain dalam merangsang sel (sinergisme)
Mencegah ekspresi reseptor atau produksi sitokin (antagonisme)
2. Sebutkan efek biologis yang ditimbulkan dari sitokin TNF ! (Destaria Sisa Rossa :
1301020)
Jawaban :
Merangsng fagosit moninuklear untuk mensekresi IL- 1 dengan efek seperti TNF
Pengerahan neutrofil dan monosit ketempat infeksi serta mengaktifkan sel sel

tersebut untuk menyikngkirkan mikroba


Merangsang hipotalamus yang menginduksi panas dan oleh karena itu disebut

pirogen endogen.
Produksi TNF dalam jumlah besar dapat mencegah kontraktilitas miokard dan
tonus otot polos vaskular yang menurunkan tekanan darah atau syok dan sel
lemak yang menimbulkan kaheksia, gangguan metabolisme berat

3. Jelaskan pembagian sitokin berdasarkan jenis sel penghasilnya ! (Desy Rahmanisya :


1301021)

Jawab :
Monokin merupakan sitokin yang dihasilkan terutama oleh monosit dan

turunannya.
Limfokin merupakan sitokin yang dihasilkan terutama oleh limfosit.
interferon merupakan sitokin yang dihasilkan oleh sel yang terinfeksi virus
growrh factor Keluarga sitokin yang dikelompokkan dalam Growth factor banyak
terlibat dalam peradangan.

4. Sebutkan sumber utama , sel sasaran dan efek biologic dari sitokin IL-1 ! (Melda
Rahmatul Karimah : 1301051)
Jawaban :
IL-1

Makrofag, endotel, beberapa sel Endotel:


epitel

(inflamasi,

aktivasi
koagulasi)

Hipotalamus: panas
Hati: sintesis APP

KELOMPOK 6B

1. Sebutkan klasifikasi sitokin berdasarkan sel yang mensekresi atau target aksinya,
sumber sitokin dan jenisnya ! (Fadhilatun Khoiriyah : 1301034)
Jawaban :
1. Limfokin
- Sumber sitokin : limfosit
- Jenis : IL-1, IL-2, IL-3
2. Monokin
- Sumber sitokin : monosit
- Jenis : IL-1, IL-6, TNF
3. Interferon
- Sumber sitokin : sel yang terinfeksi virus
- Jenis : IFN-, IFN-
4. Grown Factor
- Banyak terlibat dalam peradangan
- Jenis : TGF-, PDGF, EGF, KTGF, ENKGF
2. Sebutkan beberapa contoh sitokin berdasarkan fungsi pada imunitas spesifik dan
jelaskan aktivitas biologi masing-masingnya! (Frehmi Yulianti : 1301036)
Jawaban :
1. IL-2
Aktivitas biologis:

IL-2 merangsang proliferasi dan diferensiasi sel T, sel B dan NK.


IL-2 meningkatkan kematian apoptosis sel T yang diaktifkan antigen melalui
Fas. Fas adalah golongan reseptor TNF yang diekpresikan pada permukan sel

T.
2. IL-4
Aktivitas biologis :
Sitokin utama yang menstimulasi sel B meningkatkan produksi IgG dan IgE

dan ekspresi MHC-II


IL-4 merangsang isotope sel B dalam pengalihan IgE, diferensiasi sel T naifke

subset Th2.
IL-4 mencegah aktivasi makrofag yang diinduksi IFN- dan merupakan GF

untuk sel mast terutama dalam kombinasi dengan IL-3.


3. IL-5
Aktivitas biologis :

IL-5 merangsang sel B untuk memproduksi IgE yang diikat sel mast.

IL-5 mengaktifkan eosinofil

4. IFN-y
Aktivitas biologis :

Mengaktifkan makrofag untuk membunuh fagosit

Terhadap sel B dalam pengalihan subkelas IgG yang mengikat Fcy-R


pada fagosit dan mengaktifkan komplemen.

3. Sebutkan fungsi dan aktivitas biologis dari sitokin pada imunitas spesifik dari IFN-y ?
(Dea Suci Ramadhani : 1301017)
Jawaban:
IFN-y berfungsi sebagai sitokin utama dan berperan terutama dalam imunitas
nonspesifik dan spesifik seluler. Sedangkan aktivitas biologisnya yaitu mengaktifkan
makrofag untuk membunuh fagosit kemudian terhadap sel B dalam pengalihan
subkelas IgG yang mengikat Fcy-R pada fagosit dan mengaktifkan komplemen.
4. Sebutkan perbandingan ciri sitokin imunitas nonsspesifik dan spesifik! (Irma
Permatasari : 1301041)
Jawaban :
Ciri

Imunitas

Imunitasspesifik

nonspesifik
TNF, IL-1, IL-12,
Contoh

IFN-

Sel yang

Makrofag, sel NK

merupakan
sumber utama
Fungsi

IL-2, IL-4, IL-5, IFN

Sel T
Regulasi pertumbuhan limfosit

fisiologis

Mediator inflamasi
(Lokal dan sistemik)

utama

dan diferensiasi; aktivasi sel


efektor
(makrofag, eosinofil, sel mast)

LPS (Endoktoksin),
Rangsangan.

peptidoglikan
bakteri, virus RNA,

Antigen protein

sitokin asal sel T


(IFN).
Mungkin tinggi, di

Jumlah yang di

temukan dalam

produksi.

serum.

Efek lokal atau


sistemik.
Peran pada
penyakit.

Biasanya rendah, biasanya tidak


di temukan dalam serum

Keduanya

Biasanya lokal saja

Penyakit sistemik
(misalnya syok

Kerusakan lokal jaringan


(Inflamasi misalnya

sepsis).

granulomatosus).

KS

Siklosporin , FK-506

Dapat di
cegah.
IFN

Berperan penting dalam imunitas nonspesifik dan spesifik