Anda di halaman 1dari 23

Blok 20 (Edentulous Penuh)

Pemicu 3
Gigi Palsu Tuan Veer Sering Patah

Kelompok 7

Ahli Kelompok
Wilson Hartanto

131

Theresia Marpaung

132

Roselyn Arvillia

133

Nurul Gendis Maharani 134


Devina Angga

135

Astrid Keisha Pascalina 137


Melika Pratiwi

138

Khairani Nasri

139

Firsty Nanquita S
Derek Wong Teck Lik
Cheong Chin

140
201
202

Skenario
Seorang pasien pria berkulit gelap berusia 58 tahun datang ke klinik
Prostodonsia RSGMP FKG USU dengan keluhan gigi tiruannya yang atas tidak
nyaman dipakai karena sakit dan patah. Hal ini sudah sering terjadi dan
diperbaiki, sedangkan gigi tiruan yang bawah longgar. Pasien menanyakan
apakah gigitiruannya dapat diperbaiki sehingga lebih nyaman digunakan.
Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik.
Pemeriksaan ekstra oral:
- Bentuk wajah pasien square
- Profil wajah cembung
Pemeriksaan intra oral:
- Relasi rahang normal (Klas I)
- Linggir rahang atas dan bawah berbentuk ovoid
- Frenulum labialis RA tinggi

- Torus palatinus besar


- Mukosa palatum merah terutama di daerah median line
- Terdapat jaringan hiperplastik berlipat pada vestibulum labiobukal RB.
Pemeriksaan gigitiruan yang lama:
- RA: Retensi (-), estetik (-), tidak ada post dam, tidak ada relief, dan
terdapat diskolorasi basis GTP di daerah median line
- RB: Retensi (-), estetik (-), perluasan tidak sampai retromolar pad,
overextension sayap labiobukal.

1. Jelaskan kemungkinan penyebab GTP RA sering patah dan


sakit bila dipakai !
Tidak ada relief dan postdam
pada gigitiruan lama serta
frenulum labialis tinggi

Gigitiruan tidak stabil


dan sering terjadi
ungkitan

Papila insisivum, fovea


palatina dan torus
palatinus menerima
tekanan pengunyahan

Tekanan terkonsentrasi
pada torus palatinus
besar

Timbulnya rasa sakit

Terjadi flexural fatigue


sehingga patah

2. Jelaskan diagnosis dan etiopatogenesis kelainan jaringan


lunak pada RA!

Diagnosis

: Denture Stomatitis Tipe II

i. Terdapat diskolorasi pada basis GTP di daerah median line

Tipe I

Tipe II

Tipe III

Etiopatogenesis:
Tidak ada relief jaringan
bawah GTP sehingga
mudah iritasi dan
trauma
Penumpukan sisa
makanan akibat tiada
postdam

Derajat keratinisasi
berkurang

Fungsi pertahanan
epitel berkurang

Memudahkan
penetrasi microbial
agen

Denture Stomatitis
Candida Associated

3. Jelaskan diagnosis dan etiopatogenesis kelainan jaringan


lunak pada RB!
Diagnosis : Fibrous Hiperplasia ( Epulis Fissuratum)
Etiologi

: Gigi tiruan yang tidak cekat/ sayap gigi tiruan yang panjang

Tekanan sayap
GT pada sulkus

Epulis
fissuratum

Iritasi kronis

Peningkatan
produksi
kolagen

Terjadi respon
hiperplastik

Gambaran Klinis : Terbentuk fisur yaitu satu sisi di bawah gigi


tiruan, sisi lain
antara
permukaan gigi tiruan
dengan bibir dan pipi.

4. Apakah diagnosis banding kelainan jaringan lunak tersebut dan


jelaskan alasannya!
Persamaan : 1) Tumor Jinak ( Benign Hiperplasia)
2) Bewarna Merah
Epulis Fissuratum

Hemangioma

Pemakaian Gigitiruan

Lesi kongenital

Lesi non vaskular

Lesi vaskular

Blanching test negatif

Blanching test positif

Diagnosa Banding Rahang Atas :


Persamaan:

i. ill Fitting Denture


ii. Candida Associated

Denture Stomatitis
Tidak dijumpai polip kecil

Inflammatory Papillary
Hiperplasia
Polip kecil < 3mm di bawah basis GT
Lesi rapuh sehingga mudah
berdarah

5. Apakah perlu dilakukan persiapan jaringan pendukung GTP


secara bedah untuk rahang atas dan rahang bawah? Jelaskan!
Perlu. Tujuan untuk menghasilkan fungsi prothesa yang optimal dari segi retensi,
stabilisasi, support dan estetik.
Rahang atas: Frenektomi pada frenulum labialis yang tinggi
Perlekatan frenulum yang dekat ke linggir alveolus akan menyulitkan proses
mendapat perluasan basis dan peripheral seal yang ideal. Oleh karena itu,
gigitiruan yang dibuat akan tidak stabil dan longgar.
Rahang bawah: Eksisi jaringan hiperplastik berlipat pada vestibulum
labiobukal
Keberadaan Epulis fissuratum tidak kondusive untuk menghasilkan gigitiruan
yang cekat dan sekiranya dibiarkan akan bertambah parah sehingga menjadi
ulser.

Indikasi pembuangan torus palatinus


An extremely large torus that fills the palatal vault and prevents the
formation of an adequately extended and stable maxillary denture.
An undercut torus that traps food debris, causing a chronic
inflammatory condition; surgical excision is necessary to create
optimal oral hygiene.
A torus that extends past the junction of the hard and soft palates
and prevents the development of an adequate posterior palatal seal.
A torus that causes the patient concern.

6. Jelaskan struktur anatomi pendukung dan pembatas GTP yang


harus terlihat pada hasil cetakan fisiologis!
Rahang Atas
Struktur pendukung
i. Tulang rahang dan palatum

Frenulum Labialis

ii. Linggir alveolus


iii. Papila insisivum
iv. Daerah posterior palatina

Vestibulum
Labialis

Frenulum
Bukalis

v. Tulang dari jaringan pendukung


vi. Rugae palatina

Vestibulum
Bukalis

Hamular
Notch

Fovea Vibrating Line


Palatine

Rahang Bawah
Struktur Pendukung
i. Puncak Linggir Alveolaris
ii. Linggir rahang bawah datar
iii. Bukal Shelf

Pterygomandibular
Raphe
Sulkus Alveololingual Retromolar
Pad

iv. Tulang daerah pendukung

Vestibulum
Bukalis

Struktur Pembatas

Frenulum
Bukalis

Frenulum Frenulum
Lingualis Labialis

Vestibulum
Labialis

7. Jelaskan prosedur muscle trimming dan pencetakan fisiologis


agar didapatkan batas jaringan pendukung GTP RA dan RB secara
tepat sehingga basis lebih retentive dan tidak overextension !
Passen sendok cetak pada
RM, pastikan jarak antara
tepi sendok cetak ke
forniks 1-2mm

Stick Compound
dipanaskan dan dioleskan
pada tepi sendok cetak

Untuk Rahang atas, pipi


ditarik ke depan dan
belakang untuk
menstimulasi frenulum
bukalis

Regio Labial, bibir ditarik ke


luar, bawah dan ke dalam
( Circular motion)

Regio posterior, pasien


diminta berucap Ah
sementara hidung ditutup

Mandibula digerakkan ke
kiri dan kanan, dan buka
lebar untuk mendapatkan
cetakan hamular notch

Untuk Regio Labial


Rahang Bawah, bibir
ditarik ke luar, atas ke
dalam

Tandai Ah line dengan


gentian violet dan
pindahkan garis ke cetakan

Regio lingual, pasien


diminta menggerakkan
lidah ke kiri dan kanan
dan diangkat sampai
menyentuh bagian
anterior dari palatum

Dengan teknik
mukokompresi,
pencetakan ditekan pada
daerah posterior lalu
lanjut ke daerah anterior

Regio posterior, pasien


diminta melakukan
gerakan membuka,
menutup dan gerakan ke
kiri dan kanan

Setelah border moulding,


wax spacer dibuang,
dibuat perforasi dan
melakukan pencetakan
fisiologis

8. Jelaskan desain basis GTP yang baru untuk pasien tersebut!

Rahang atas : Mencakup seluruh struktur pendukung dan pembatas


Relief Area
: Papilla insisivum, torus palatinus, raphe mediana,
fovea palatina, cuspid eminensia
Frenulum labialis dibebaskan dan membuatkan postdam untuk retensi
dan support.

Rahang bawah
Relief area

: Mencakup seluruh struktur pendukung dan


pembatas
: Puncak linggir tajam, mylohyoid ridge, foramen
mental, genial tubercle, torus mandibularis

9. Jelaskan prosedur apa yang dapat dilakukan pada GTP RA-RB


yang lama agar dapat digunakan sementara sampai GTP yang
baru selesai dibuat!
Rahang Atas

: Dilakukan prosedur reparasi


i. Tempatkan komponen yang patah pada posisi yang tepat
ii. Satukan komponen dengan semen wax
iii. Stabilisasi dengan impression of plaster
iv. Trimming permukaan yang patah dan haluskan
v. Aplikasi bahan resin akrilik dan dibiarkan setting dan

poles
Rahang Bawah

: Dilakukan prosedur relining


i. Gunakan pasta penunjuk tekanan.
ii. Lapiskan bahan relining pada bagian longgar.
iii. Mengrinding sayap labiobukal yang overextension dan
melakukan muscle trimming

10.Jelaskan pemilihan anasir gigi tiruan terkait dengan bentuk,


warna dan ukuran anasir gigi tiruan yang akan digunakan pada
kasus di atas
Warna Anasir Gigitiruan
Seiring usia, warna semakin kuning tetapi warna kulit gelap diindikasi anasir
gigitiruan yang terang. Oleh itu, butuh persetujuan pasien dalam pemilihan warna.
Bentuk Anasir Gigitiruan
Jenis Kelamin :

I. Pemilihan gigitiruan yang lebih bersudut persegi

ii. Permukaan kontur labial yang datar


Profil wajah

i. Anasir lebih cembung ke depan

Ukuran Anasir Gigitiruan


Pajnjang gigi : Tepi insisal gigi depan atas kelihatan 2-3mm tergantung
saat tertawa kelihatan 2/3 panjang gigi
Lebar gigi

Pedoman dari alanasi dan sudut mulut

Pemilihan gigi posterior yang anatomis karena linggir yang berbentuk ovoid.

usia,

11. Jelaskan instruksi yang harus diberikan kepada pasien


tersebut setelah pemasangan GTP.
a) Individuality of patients
i. Waktu adaptasi dengan gigi tiruan penuh berbeda untuk setiap orang
dipengaruhi oleh usia dan pengalaman Sabar
ii. Bersiap menghadapi orang lain
b) Mastication with new denture
iii. Antisipasi waktu dibutuhkan untuk belajar sekitar 6-8 minggu untuk
belajar
iv.

Mengunyah dengan dua sisi untuk mengurang tendensi GTP


mengungkit

c) Perbicaraan
i. Latihan membaca dan mengulangi huruf yang sulit diucapkan

d) Preserving the residual ridge


i.

Pasien disuruh untuk mengeluarkan GTP sekiranya ada iritasi

ii. Pasien diedukasi untuk mengeluarkan GTP sebelum tidur untuk memberi
istirahat cukup untuk mukosa dibawah GTP
iii. Diajar cara lepas dan pasang
e) Oral Hygiene with denture
iv. Menjaga oral hygiene dengan membilas GTP dengan air mengalir setelah makan
v.

Dilakukan 2 kali sehari, penggosokan GTP tanpa pasta di atas basin penuh air
untuk mencegah jatuh dan patah

vi. Permukaan residual ridge dan dorsal lidah digosokkan untuk eliminasi plak dan
debris
Kunjungan berkala dilakukan 1-3 hari, beberapa minggu dan 12 bulan pasca
pemasangan GTP.

Terima
Kasih!!!