Anda di halaman 1dari 1

PELACAKAN KASUS GIZI BURUK

No. Dokumen
:
No. Revisi
:
SPO Tanggal Terbit :
Halaman

: 1/1

Dr. Adriyati Arief


Puskesmas Waihaong Kota
NIP.19640111
200604 2 002
Ambon
1. Pengertian
Pelacakan kasus gizi buruk adalah serangkaian kegiatan
penyelidikan atau investigasi terhadap faktor resiko terjadinya
gizi buruk dan penemuan kasus balita gizi buruk lainnya di
suatu wilayah kerja.
2. Tujuan
1. Ditemukannya kasus baru balita gizi buruk untuk dapat
ditangani secara cepat, tepat, dan konferhensif.
2. Teridentifikasinya faktor resiko gizi buruk di suatu wilayah
sebagai bahan informasi bagi sektor terkait dalam
penentuan intervensi.
3. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan
gizi buruk secara konferhensif.
3. Sasaran

Balita gizi buruk yang dilaporkan.

4. Kebijakan
5. Referensi

1. Buku pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk


2. Buku pedoman penanganan dan pelacakan kasus balita

gizi buruk, Depkes RI 2009.


3. Buku pegangan kader, Kemenkes 2012,
6. Langkah-Langkah

(Prosedur)

1. Persiapan
a) Mempelajari laporan gizi buruk
b) Menyiapkan alat (alat Antropometri)
c) Menyiapkan
instrumen pelacakan

(Form

pelacakan gizi buruk)


d) Berkoordinasi dengan petugas surveilans dan

dokter
Puskesmas
untuk
melaksanakan
pelacakan.
2. Pelaksanaan
a) Klarifikasi laporan balita gizi buruk.
b) Konfirmasi status gizi.
c) Bersama dengan petugas surveilans dan dokter
Puskesmas melakukan penyelidikan kasus balita
gizi buruk sesuai dengan form pelacakan kasus
gizi buruk (menimbang BB, mengukur TB, dan
memeriksa balita gizi buruk).
d) Pencatatan dan pelaporan kasus balita gizi buruk.
e) Membuat rencana tindak lanjut.
7. Unit Terkait

1. Dokter Puskesmas
2. Petugas Darbin
3. Kader Posyandu