Anda di halaman 1dari 170

GENERATOR DC

Bambang Sugiyantoro
1

1. Definisi Generator
Generator ialah suatu mesin yang mengubah
tenaga mekanis menjadi tenaga listrik.
Energi Mekanis

GENERATOR

Energi Listrik

Tenaga mekanis disini digunakan untuk memutar


kumparan kawat penghantar dalam medan magnet
ataupun sebaliknya memutar magnet diantara
kumparan kawat penghantar.
Tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator
tersebut adalah arus searah (DC) atau arus bolakbalik (AC), hal ini tergantung dari susunan atau
konstruksi dari generator, serta tergantung dari
sistem pengambilan arusnya.
2

Generator DC pada dasarnya sama


dengan generator AC, kecuali generator
DC mempunyai suatu komutator.
Lilitan penghantar yang diputar memotong
garis-garis medan magnet yang diam
maka pada penghantar akan timbul
tegangan bolak-balik & disearahkan
dengan komutator
EKN
3

Komutator
Suatu alat yang berfungsi untuk
mengubah tegangan bolak-balik (AC)
menjadi tegangan searah (DC)

Penampang Sederhana
Gen.DC

Presentasi MLD : Generator DC

Presentasi MLD : Generator DC

2. Bagian-bagian / Struktur

1.

ROTOR : bagian Generator DC yang berputar, tersusun atas :

2.

STATOR : bagian Generator DC yang diam, tersusun atas :

3.

Poros
Inti
Komutator
Kumparan/Lilitan

Kerangka
Kutub Utama dan Belitan
Kutub Bantu dan Belitan
Bantalan dan Sikat

CELAH UDARA : ruangan antara Stator dan Rotor

Presentasi MLD : Generator DC

RANGKA
Secara umum fungsi dari rangka untuk Generator dc, yaitu :
1. Merupakan sarana pendukung mekanis untuk mesin secara
keseluruhan
2. Membawa flux magnetik yang dihasilkan kutub-kutub mesin
>> Untuk mesin kecil
rangkanya dari besi tuang
>> Mesin besar
rangkanya dari baja tuang

KUTUB
Magnet penguat / magnet medan (kutub) terdiri atas inti kutub &
sepatu kutub.
- Inti kutub terbuat dari lembaran2 besi tuang / baja tuang
- Sepatu kutub dilaminasi & dibaut ke inti kutub

KOMUTATOR DAN SIKAT


#
Komutator terbuat dari batang tembaga yang dikeraskan yang
berfungsi
untukmengumpulkan arus induksi dari konduktor
jangkar dan mengkonversinya
menjadi arus dc melalui sikat.
# Sikat terbuat dari karbon, grafit, logam grafit yang dilengkapi
dengan pegas penenkan dan kotak sikatnya

Presentasi MLD : Generator DC

Gambar Celah Udara :

Presentasi MLD : Generator DC

Presentasi MLD : Generator DC

10

Komponen
Gambar Stator :

Presentasi MLD : Generator DC

11

Gambar Rotor :

Presentasi MLD : Generator DC

12

Konstruksi Generator DC

2. Bagian-bagian/Struktur
Generator DC

Gambar bagian-bagian Generator DC

Presentasi MLD : Generator DC

14

KONSTRUKSI GENERATOR DC

Presentasi MLD : Generator DC

15

Prinsip Kerja Generator DC


Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi
pada generator ialah Percobaan Faraday.
Percobaan Faraday membuktikan bahwa pada
sebuah kumparan akan dibangkitkan GGL Induksi
apabila jumlah garis gaya yang diliputi oleh
kumparan berubah-ubah.
Ada 3 hal pokok terkait dengan GGL Induksi ini,
yaitu :

1. Adanya flux magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub


magnet.
2. Adanya kawat penghantar yang merupakan tempat
terbentuknya EMF.
3. Adanya perubahan flux magnet yang melewati kawat
penghantar listrik.
Presentasi MLD : Generator DC

16

Arus yang mengalir pada penghantar jangkar karena beban


tersebut, akan membangkitkan medan yang melawan atau
mengurangi medan utama yang dihasilkan oleh kutub sehingga
tegangan terminal turun ini disebut reaksi jangkar.
Dalam menentukan arah arus dan tegangan (GGL atau EMF)
yang timbul pada penghantar setiap detik berlaku hukum
tangan kanan Fleming

Presentasi MLD : Generator DC

17

PRINSIP KERJA GENERATOR


Apabila penghantar listrik dilalui
oleh medan magnet yang
berubah-ubah, maka pada
penghantar tersebut akan timbul
EMF (hk Faraday)
Ada 3 hal pokok :
1. Adanya fluks magnet yang
dihasilkan oleh kutub-kutub
magnet
2. adanya kawat penghantar yang
merupakan tempat
terbentuknya
EMF
3. Adanya fluk magnetik yang
berubah-ubah yang mengalir
Presentasi MLD : Generator DC
melewati penghantar listrik

18

aturan tangan kiri


-telunjuk >>arah
medan magnet
-ibu jari/jempol>>arah
gerak konduktor
-jari tengah>>arah
arus

Presentasi MLD : Generator DC

19

Biasanya jumlah penghantar lebih dari


satu dan jumlah kutubnya tidak hanya
sepasang. Kumparan-kumparan tersebut
dihubungkan 1. secara Seri (untuk
mendapatkan kapasitas
arus yang lebih besar)
2. secara Pararel (untuk mendapatkan
kapasitas arus yang lebih besar)
Presentasi MLD : Generator DC

20

Medan
Magnet
sikat

Tegangan

Komutator

Generator
Loop Tunggal

Waktu
Bentuk Tegangan Output dari Komutator
Presentasi MLD : Generator DC

21

Presentasi MLD : Generator DC

22

Tegangan

Generator
Multi Loop

Waktu
Presentasi MLD : Generator DC

23

Besarnya tegangan EMF yang dihasilkan


adalah :
zP
E=
N
, E = KN
A
E : Tegangan induksi
Z : Jumlah lilitan / kumparan
P : Jumlah pasang kutub
N : Kecepatan Rotor
: Fluks A : jumlah kumparan yang
diparalel
Presentasi
MLD : Generator DC
24

Presentasi MLD : Generator DC

25

3. Prinsip Kerja

B
A

B
C

Presentasi MLD : Generator DC

26

Prinsip Kerja Generator DC

Presentasi MLD : Generator DC

27

3. Prinsip Kerja

Keterangan gambar :

Pada gambar Generator DC Sederhana dengan sebuah penghantar


kutub tersebut, dengan memutar rotor ( penghantar ) maka pada
penghantar akan timbul EMF.
Kumparan ABCD terletak dalam medan magnet sedemikian rupa
sehingga sisi A-B dan C-D terletak tegak lurus pada arah fluks
magnet.
Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap
terhadap sumbu putarnya yang sejajar dengan sisi A-B dan C-D.
GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan sisi C-D besarnya
sesuai dengan perubahan fluks magnet yang dipotong kumparan
ABCD tiap detik sebesar :

E t N

d
dt

Volt

Presentasi MLD : Generator DC

28

Kenapa harus melalui


energi gerak ?
Ingat emf (induksi elektromagnetik)
= kuat medan listrik
N = jumlah lilitan
= fluks

Presentasi MLD : Generator DC

29

Dapat diperoleh dengan

1. dengan mengubah-ubah besar B (medan magnet)


2. dengan memvariasikan luas permukaan A (permukaan)
3. dengan memvariasikan besar sudut antara A dan B

Presentasi MLD : Generator DC

30

Pada generator, ketiga cara tersebut dapat dicapai dengan


memutar bidang lilitan terhadap Magnet ataupun sebaliknya
yang ada pada generator.

Presentasi MLD : Generator DC

31

Kutub elektro
magnet
keuntungan :
-memperkuat
meninkatkan
medan magnet
-mengontrol kuat
medan>>kontrol
tegangan
Presentasi MLD : Generator DC

32

PRINSIP PENYEARAHAN TEGANGAN


LISTRIK
Prinsip penyearahan yang dilakukan oleh komutator pada generator
dc dilakukan secara mekanis.
Pada dasarnya dalam prinsip penyarahan ini, terjadi perpindahan
arah arus yang terjadi pada kumparan jangkar yang berputar pada
medan magnet menyebabkan ggl induksi membentuk gelombang
searah.
Pada prakteknya, hasil penyearahan ini tidak sepenuhnya linear
karena adanya pengaruh induktansi kumparan dan tahanan sikat.
Solusi yang bisa dilakukan untuk membuatnya linear yaitu dengan
menetralkan ggm yg timbul akibat induktansi tsb., salah satunya dg
menambahkan kutub bantu, dimana ggm-nya sama dan berlawanan
dg ggm induktansi.

Presentasi MLD : Generator DC

33

Presentasi MLD : Generator DC

34

EMF yang di bangkitkan pada penghantar jangkar adalah


tegangan bolak-balik sebagai fungsi sudut rotasi (gambar a).
Tegangan bolak-balik tersebut disearahkan oleh komutator,
kemudian tegangan tersebut dikumpulkan oleh sikat kemudian
diberikan ke terminal generator untuk ditransfer ke beban
(gambar b).

Gambar a

Presentasi MLD : Generator DC

35

KOMUTATOR

Presentasi MLD : Generator DC

36

Gambar b

Presentasi MLD : Generator DC

37

Generator DC Generator yang menghasilkan


arus searah.
Searah=???

Presentasi MLD : Generator DC

38

JENIS BELITAN JANGKAR


1. BELITAN JERAT
2. BELITAN GELOMBANG

Presentasi MLD : Generator DC

39

Reaksi Jangkar pada Generator DC

Sikat berada di tengah tegak lurus fluks. Jangkar dalam


keadaan diam Maka : E=0 dan Ia=0
Kemudian jangkar diputar searah jarum jam maka : E0 ,
Ia0 , =f(Ia). Arah fluks tegak lurus fluks medan, disebut
fluks lintang.
Sikat tidak berada tegak lurus fluks magnet, maka pada sikat
timbul percikan bunga api karena perpindahan komutasi
tegangan 0.
Cara mengatasi bergesernya garis netral adalah dipasang
kutub bantu yang arah medannya melawan reaksi jangkar.

Medan Bantu
Medan Utama
Reaksi
Jangkar
atau
dipasang belitan
kompensasi yang akan menimbulkan
medan magnet, dan arahnya dibuat sedemikian rupa
sehingga melawan reaksi jangkar.
Presentasi MLD : Generator DC

40

REAKSI JANGKAR

Apabila generator beroperasi


dengan tanpa beban, garis
Netral terletak tepat antara
kutub-kutub.
Garis
Netral
Lama

Berbeban

N
Presentasi MLD : Generator DC

S
41

Reaksi Jangkar

Reaksi jangkar adalah pergeseran dari


bidang netral karena gangguan dari
medan magnetik yg ditimbulkan oleh
arus pada jagkar terhadap medan
42
utama. Presentasi MLD : Generator DC

Kompensasi Reaksi Jangkar

Compensating winding melekatkan gulungan kecil pada


permukaan kutub utama yg dirangkai secara seri dengan
jangkar sehingga menghasilkan medan magnet yg berubah
ubah thd arus jangkar.
Interpole dilakukan dengan menempatkan kutub kecil
tambahan diantara kutub medan magnet utama. Medan
yang dihasilkan interpole
menghasilkan
effek43yang sama
Presentasi MLD
: Generator DC
dengan yang dihasilkan oleh compensating winding.

Fluks yang dihasilkan oleh arus DC (If) yang


lewat kutub dituliskan sebagai fungsi : = f (If)
Hubungan antara arus DC (If) dengan fluks
tersebut tidak linear, tetapi membentuk suatu
kurva
Sehingga jika dengan alat yang sama dan
kecepatan putar konstan, maka hubungan antara
E dan If juga membentuk seperti kurva = f (If)
Hubungan Arus DC dengan Fluks () dan EMF (E)

E
If

If

Presentasi MLD : Generator DC

44

Jenis-jenis Generator DC
Berdasarkan penguatan nyang diberikan
pada belitan medan , generator DC
dibagi menjadi:
A. Generator DC dengan penguat terpisah
B. Generator DC dengan penguat sendiri
a. Generator DC Shunt
b. Generator DC Seri
c. Generator DC Kompon (campuran)
i. Generator DC Kompon Panjang
ii. Generator DC Kompon Pendek
Presentasi MLD : Generator DC

45

5. Jenis-jenis

A. Generator DC dengan penguat terpisah


Disebut sebagai Generator DC dengan
penguat terpisah, bila arus kemagnetan
diperoleh dari sumber tenaga listrik arus searah
di luar generator.
Generator DC dengan penguat terpisah
hanya dipakai dalam keadaan tertentu. Dengan
terpisahnya sumber arus kemagnetan dari
generator, berarti besar kecilnya arus
kemagnetan tidak terpengaruh oleh nilai-nilai
arus ataupun tegangan generator.
Presentasi MLD : Generator DC

46

GENERATOR DC PENGUATAN TERPISAH


Rangkaian Ekivalen

Ket : Vf = tegangan medan


Ib = arus beban
If = arus medan

IA = arus jangkar

Rf = hambatan medan
Lf = lilitan medan

EA = tegangan jangkar

RA = hambatan jangkar
VT = teg.terminal/beban

Jangkar

Medan

Rheostat

Karakteristik

1). Karakteristik kejenuhan tanpa beban


Perumusan secara matematis sbb :
E = k N
dg k = suatu konstanta
- Kutub medan belum jenuh : Arus medan naik flux magnet naik
EA naik
- Kutub medan sudah jenuh : diperlukan peningkatan arus medan
yg lebih
tinggi utk
menaikkan
tegangan EA yg sama dibanding saat belum jenuh
2). Karakteristik kejenuhan berbeban
- Pada keadaan berbeban, tegangan akan berkurang akibat efek
demagnetisasi
dari reaksi jangkar. Pengurangan ini dapat
diatasi dengan dengan peningkatan Ampere-lilitan medan yang
sesuai.

Presentasi MLD : Generator DC

49

Karakteristik
Beban Nol (No Load)
Rangkaian Ekivalen Pengujian Beban Nol

Dipengaruhi oleh:
1. Arus Medan
(Fluks)
2. Putaran Rotor

Generator DC
Penguatan Terpisah

Karakteristik
Beban Nol (No Load)
Fungsi Fluks (Arus Medan) &
Putaran Konstan

Karakteristik
Beban Nol (No Load)
Fungsi Putaran & Fluks (Arus
Medan) Konstan

5. Jenis-jenis

B. Generator DC dengan penguat sendiri


Disebut sebagai Generator DC dengan
penguat sendiri, bila arus kemagnetan bagi
kutub-kutub magnet berasal dari generator DC
itu sendiri.
Pengaruh nilai-nilai tegangan dan arus
generator terhadap arus penguat tergantung
cara bagaimana hubungan lilitan penguat
magnet dengan lilitan jangkar. Berdasarkan
hubungan lilitan penguat magnet dengan lilitan
jangkar generator DC penguat sendiri dibedakan
menjadi :
Presentasi MLD : Generator DC

53

GENERATOR DC SHUNT
Karakteristik generator DC shunt :
Kumparan medan SHUNT dihubungkan
paralel dengan jangkar.
Terdiri dari banyak lilitan yang relatif kecil.
Tegangan awal yang diperlukan untuk build
- up dihasilkan oleh magnet sisa pada besi
dari kutub medan.
Tegangan output generator diatur oleh
resistor variable yang dipasang seri dengan
kumparan medan.
Presentasi MLD : Generator DC

54

PRINSIP KERJA DC SHUNT


Memerlukan fluks magnet residu pada stator.
Pada saat tegangan yang ditimbulkan naik,arus pada
kumparan medan juga naik.
Penambahan arus akan memperkuat medan magnet
dan memungkinkan generator untuk buildup pada
tegangan kerja output yang dirancang.
Penambahan beban mengakibatkan turunnya tegangan
output generator.

Presentasi MLD : Generator DC

55

B.1 Generator DC Shunt


Fluks medan diperoleh dari rangkaian medan yang
dihubungkan paralel dengan terminal generator

I A= Ifp + Ib
VT = EA - IA.RA
If = VT
Rfp

Presentasi MLD : Generator DC

56

Skema Shunt Generator

PENGHITUNGAN GENERATOR
DC SHUNT

ea vt

Bila saklar dibuka

Pada saklar tertutup ea menghasilkan arus, maka :

dif
ea ( Ra R f Re )if ( La L f )
dt
serta

dif
vt ( Re R f )if Lf
dt
Presentasi MLD : Generator DC

58

Untuk idealnya, (Re+Rf)>>Ra,,,maka :

vt ea

ea F (if )

vt ( Re R f )if

Maka :

vt F .if
Presentasi MLD : Generator DC

59

PERSAMAAN YANG MENGGAMBARKAN


KONDISI STEADY STATE DARI OPERASI
SEBELUMNYA

f (if )
ea k m F (if )
vt ( Re R f )if

vt RL .iL
vt ea Ra .ia
Maka,didapat :

ia iL if

Presentasi MLD : Generator DC

60

Karakteristik generator DC Shunt

Pembangkitan tegangan arus dc


paralel

Karakteristik terminal generator


dc paralel
Presentasi MLD : Generator DC

61

B.2 Generator DC Seri


Fluks medan diperoleh dari rangkaian medan
yang dihubungkan seri dengan kumparan
jangkar dari generator

VT = EA IA(RA+RFS)
IA = IFS = IB

Presentasi MLD : Generator DC

62

Generator Seri
Di dalam generator seri,
medannya terhubung
dalam rangkaian seri
dengan pelindung dan
rangkaian luar.
Generator jenis ini,
voltasenya meningkat
sebanding dengan
kenaikan bebannya.
Ketika arus masuk ke
dalam mesin, akan
menyebabkan medan
magnetik yang lebih kuat.
Presentasi MLD : Generator DC

63

Presentasi MLD : Generator DC

64

Karakeristik terminal generator dc seri

Presentasi MLD : Generator DC

65

Karakteristik
Saat Berbeban

Generator DC Seri

B.3. Generator Majemuk (Compound)


Merupakan rangkaian perpaduan antara
generator seri dan paralel (shunt).
Berdasarkan jenis rangkaian:
- Majemuk Pendek
- Majemuk Panjang
Berdasarkan cara kerja:
- Majemuk kumulatif/Cumulatively
Compounded
- Majemuk Differensial/Differentially
Compounded
Presentasi MLD : Generator DC

67

Generator compound
Merupakan gabungan
dari generator shunt
dan generator seri
pada kutub yang
sama.

Presentasi MLD : Generator DC

68

GENERATOR COMPOUND
Medan
Seri
Jangkar

Beban

Presentasi MLD : Generator DC

69

Medan Shunt

B.3.a. Generator DC Kompon Panjang


Generator DC kompon panjang adalah
generator DC kompon yang lilitan penguat
serinya terletak pada rangkaian jangkar.

Iz
Ia Is
Rs If
Rf
ERa

Z V
(beban)

Ia = Is
V = E Ia.Ra Is.Rs
V = E Ia.(Ra+Rs)
V = Iz.Z
Ia = If + Iz

B.3.b. Generator DC Kompon Pendek


Generator DC kompon pendek adalah generator DC
kompon yang lilitan penguat serinya terletak pada
rangkaian beban.

Is
Ia
If Rs
ERa Rf

Iz
Z V
(beban)

V = E Ia.Ra Is.Rs
V = Iz.Z
Ia = If + Iz
Is = Iz
Vf = If.Rf

GENERATOR DC KOMPON KUMULATIF


Rangkaian Ekivalennya ( Ada 2 bentuk ) ;
- Kompon Panjang
- Kompon Pendek

Ket : pelambangan sama dengan sebelumnya, penambahan huruf s berarti


pemasangannya seri sedang p berarti paralel

Presentasi MLD : Generator DC

72

Karakteristik
Generator kompon pendek
Dirumuskan sbb : V = Ea - Ia Ra Is Rs
V = IL . RL
Ia = IL + If
I s = IL
V f = If . R f
Generator kompon panjang
Dirumuskan sbb : V = Ea IaRa Is Rs
Is = Ia
V = Ea Ia ( Ra + Rs )
Vf = If Rf
Ia = IL + If
Presentasi MLD : Generator DC

73

Karakterisitik Generator DC Majemuk

Fenomena karakteristik :

1. IA naik IA.(RA + Rfs) naik Vt turun


2. IA naik gaya gerak magnet seri naik
Fluks meningkat Vt naik
Presentasi MLD : Generator DC

74

GENERATOR
KOMPON DIFFERENSIAL
Karakteristik

Rangkaian Ekivalennya :
- Sama dengan Generator kompon kumulatif hanya saja ggm-nya saling
mengurangi
Generator kompon differensial juga memiliki bentuk kompon panjang dan
pendek.
Peningkatan beban
arus beban naik (IL)
arus jangkar naik (Ia)
jatuh tegangan Ia ( Ra + Rs ) naik

tegangan terminal (V) turun

ggm kumparan serinya ( Fs ) naik


tegangan terminal (V) turun
Adapun perumusannya sbb :
F = Fp Fs Fj ( total ggm )

ggm total turunfluks dan Ea turun

Ket : Fp = ggm hasil kumparan medan parallel = Nf . If


Fs = ggm hasil kumparan medan seri = Ns . Ia
Fj = ggm hasil kumparan jangkar

Presentasi MLD : Generator DC

75

Karakteristik Generator DC Majemuk

Presentasi MLD : Generator DC

76

Karakteristik
Saat Berbeban

Generator DC Kompon
Panjang

Generator DC Kompon
Pendek

Pengaturan Tegangan
1. Change the speed rotation ()
2. Change the field current (IF)

Presentasi MLD : Generator DC

78

Mengubah kecepatan
sudut()
EA = K
VT = EA IA RA

Presentasi MLD : Generator DC

79

Change the field


current (IF)
IF = VT / RF
= N F IF
&
EA = K
V T = E A IA R A

= magnetomotive force
Presentasi MLD : Generator DC

80

Presentasi MLD : Generator DC

81

6. Efisiensi Generator DC
a. Rugi-rugi Tembaga :
Rugi-rugi Jangkar, Pj = Ia . Ra Watt
Rugi-rugi Shunt, Psh = Ish . Rsh Watt
Rugi-rugi Seri, Ps = Is . Rs Watt
b. Rugi-rugi Inti :
Rugi-rugi Hysterisis
Rugi-rugi Eddy current
c. Rugi-rugi Mekanis :
Rugi-rugi gesekan poros
Rugi-rugi angin akibat putaran jangkar
Rugi-rugi gesekan akibat gesekan sikat
dengan komutator
Presentasi MLD : Generator DC

82

6. Efisiensi

Daya Masuk
mekanis
(Pm)

Daya yang
dibangkitkan
jangkar (Pj)
= E. Ia (watt)
Rugi besi
dan
gesekan

Daya keluar
generator
(Pout)
= V.I (watt)
Rugi besi
tembaga
total

Diagram aliran daya generator DC


Presentasi MLD : Generator DC

83

Perhitungan Daya
Rugi2 putaran tanpa
beban
+
Rugi2 beban tersebar

Input

output

Rugi2
armatur
Ia2Ra
+
Rugi2
kontak
sikat

Rugi2
medan
shunt
If2Rf

Rugi2 medan seri

Presentasi MLD : Generator


DC
I 2R
s

84

Rugi histerisis dan arus eddy dirumuskan:

Arus Eddy

Pe K Bmaks f

Rugi-rugi Histerisis

Ph KfB

K = tetapan pembanding
Bmaks = kerapatan fluks maksimum
f

= frekuensi
= tebal lapisan

Presentasi MLD : Generator DC

85

maks

6. Efisiensi

Rugi besi dan gesekan, Pg = Pm Pj


Rugi tembaga total,
Pt = Pj - Pout
Efisiensi mekanis,
m

Efisiensi listrik,
Efisiensi total,

Pj

x 100%

Pm
Pout
l
x 100%
Pj

Pout
x 100%
Pm

Presentasi MLD : Generator DC

86

Pengaturan Tegangan
VR

VNL VFL

X 100%
VNL

VR = Voltage Regulation
VNL = Tegangan tanpa beban
VFL = Tegangan beban penuh

Presentasi MLD : Generator DC

87

KERJA PARALEL GENERATOR DC


Adapun Beberapa generator DC dapat kita operasikan
secara paralel. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
menjaga kontinuitas pasokan daya listrik, dan
memasok beban yang cukup besar melebihi kapasitas
yang mungkin dipasok oleh satu generator saja.
syarat-syarat pengoperasian paralel generator sbb :
Terminal-terminal
generator
harus
dihubungkan
dengan kutub-kutub yang sama polaritasnya.
Tegangan kerja generator sama.
Jika 2 generator / lebih diparalel maka arusnya
menjadi ;
Ig1 + Ig2 = Itotal

Presentasi MLD : Generator DC

88

Kerja Paralel Generator


DC
Tujuannya apa?
1. Beban butuh daya yang besar
2. Maintenance mudah
3. Rusak bukan masalah
Syarat :
4. Rated tegangan sama
5. Rated putaran sama
6. Polaritas harus sama
7. Tipe generator sama (shunt,seri,kompon)
Presentasi MLD : Generator DC

89

Pertimbangan Kerja Paralel

Kontinyuitas pelayanan
Kepentingan perawatan
Penambahan kapasitas daya
Meningkatkan efisiensi

Presentasi MLD : Generator DC

90

Skema Kerja Pararel

Presentasi MLD : Generator DC

91

Langkah Kerja Paralel


1. Mengoperasikan generator pertama (G1) pada
tegangan dan putaran dasar, boleh berbeban atau
tidak.
2. Mengoperasikan generator kedua (G2) pada
putaran dasar.
3. Mengatur arus eksitasi generator G2 sampai
tegangannya sama dengan tegangan generator
G1.
4. Menaikkan arus eksitasi G1 sampai G1 mengambil
bagian sesuai prosen pembebanan yang
diinginkan. Presentasi MLD : Generator DC
92

Prinsip Kerja Paralel


Dua generator dirancang menghasilkan tegangan terminal
sama, jika tercapai kondisi :
1. Tidak ada beban luar tegangan saling meniadakan
tidak ada arus
2. Ada beban luar beban dibagi sesuai karakteristik
masing - masing generator bekerja optimal
3. Ketika tanpa beban eksternal karakteristik tegangan
mesin rendah
4. Jika karakteristik tegangan tinggi dengan beban tinggi
tegangan meningkat beban lebih lama mesin
membawa beban atau mesin lain sebagai motor
5. Jika karakteristik lemah tegangan turun mesin
Presentasi
MLD :yang
Generator
DC
93
bergantung pada
beban
sedikit

Aplikasi Generator DC
1. Hamster Night-Light
2. Tachometer
3. Wind Turbine
4. Magnetic Brake
5. HandHeld DC Generator
Presentasi MLD : Generator DC

94

Tachometer
Sering disebut RPM-meter
Menggunakan generator mini
Tegangan output generator sebagai
acuan tachometer

Presentasi MLD : Generator DC

95

Wind Turbine
Digunakan sebagai
pembangkit listrik yang
menghasilkan daya
besar dan rendah polusi

Presentasi MLD : Generator DC

96

Magnetic Brake

Presentasi MLD : Generator DC

97

Gimana Caranya?

Presentasi MLD : Generator DC

98

Dipasang di mana?

Presentasi MLD : Generator DC

99

HandHeld DC Generator
Sebuah generator DC mini yang dapat
digenggam oleh tangan. Bekerja dengan
cara diengkol terlebih dahulu.

Presentasi MLD : Generator DC

100

Penyelesaian
Diketahui :
E1 = 150V
N1 = 1800 rpm
Ditanya :
a.

E2?

N2= 2400 rpm

b.

E3?

N3= 1500 rpm


Presentasi MLD : Generator DC

101

Question 1
Hitung EMF yang dibangkitkan oleh 4
kutub, jangkar belitan gelombang yang
mempunyai 45 slot dengan 18 penghantar
per slot apabila dijalankan pada 1200 rpm.
Flux per kutub 0,016 weber

Presentasi MLD : Generator DC

102

Solution
Ea = zN P volt
60 a
= 0.016 wb
N = 1200 rpm
z = 45x18 = 810
P=4
a = 2 belitan gelombang
Ea = 0.016 x 810 x 1200 . 4
60 2
= 518,4 volt
Presentasi MLD : Generator DC

103

Question 2
Sebuah generator dengan penguatan
terpisah 150 V, 1800 rpm, diberi
penguatan tetap.
Tentukanlah tegangan tanpa beban
generator tersebut pada kecepatan 1500
rpm

Presentasi MLD : Generator DC

104

Solution
Ea = K n
Vf tetap tetap, maka Ea n, jadi
E2400 = n2400 . E1800 = 2400 . 150 = 200 V
n1800
1800
E1500 = n1500 . E1800 = 1500 . 150 = 125 V
n1800
1800

Presentasi MLD : Generator DC

105

Question 3
Sebuah generator kompound panjang 120
Kw, 600 V, Rf = 150 ohm, Ra = 0,03 ohm,
Rs = 0,01 ohm dan Id = 54 A
Tentukan :
tahanan divertor (RD) pada beban
penuh
tegangan yang dibangkitkan
generator pada beban penuh
Presentasi MLD : Generator DC

106

Solution

a.

b.

Ea = VL + IaRa + IsRs
Ia = If + IL
Ia = Is + Id
IL = P.1000 = 120 x 1000 = 200 A
VL
600
If = Vf = 600 = 4 A
Rf 150
Ia = If + IL = 4 + 200 = 204 A
IDRD = IsRs
RD = IsRs
ID
Is = Ia Id = 204 54 = 150 A
RD = 150 x 0.01 = 0.0278 ohm
54
Ea = VL + IaRa + IsRs
= 600 + (204 x 0.03) + (150 x 0.01)
= 607.62 V
Presentasi MLD : Generator DC

107

Question 4
Sebuah generator DC dengan belitan kompound
panjang memberi tegangan 240 V pada
keluaran beban penuh 100 A. Tahanan dari
belitan-belitan mesin adalah belitan jangkar 0,1
ohm. Belitan medan seri 0,02 ohm. Belitan
medan kutub bantu 0,025 ohm. Belitan medan
shunt 100 ohm. Rugi besi pada beban penuh
1000 watt. Rugi angin dan gesekan total 500
watt.
Hitung efisiensi beban penuh dari mesin!
Presentasi MLD : Generator DC

108

Solution
Keluaran = Pout = 240 x 100 = 24000 watt
Tahanan Untai Jangkar Total = Ra = 0.1 + 0.02 + 0.025 = 0.145
ohm
Ish = 240 = 2.4 A
100
Ia = IL + Ish = 100 + 2.4 = 102.4 A
Rugi Cu Untai Jangkar = Ia square.Ra = (102.4) square x 0.145 =
1521 watt
Rugi Cu medan Shunt = Ish.V = 2.4 x 240 = 576 watt
Rugi Besi = 1000 watt
Rugi Gesekan = 500 watt
Rugi Total = 1521 + 1500 + 576 = 3597 watt
=

24000
2400 + 3597

= 0.871 = 87.1 %

Presentasi MLD : Generator DC

109

Question 5
Sebuah generator shunt 100 Kw, 250 V,
pada jangkar diinduksikan tegangan 285
V,dengan rated load.
Tentukan tahanan jangkar dan VR jika
arus medan shunt 6 A dan tegangan tanpa
beban 264 V

Presentasi MLD : Generator DC

110

Solution
P = VI
IL = P = 100.1000 = 400 A
V
250
Ia = IL + If = 400 + 6 = 406 A
Ea = V + IaRa
285 = 250 + 406Ra
Ra = 0.086 ohm
VR = VNL VFL = 264 250 x 100 % = 5.6 %
VFL
250
Presentasi MLD : Generator DC

111

Question 6
Dua generator shunt A dan B bekerja paralel dan
karakteristik2 bebannya boleh diambil garis
lurus. Tegangan generator A turun dari 240 V
pada beban nol ke 220 V dengan 200 A,
sedangkan generator B turun 245 V pada beban
nol ke 220 V dengan arus 150 A.
Tentukan arus yang disediakan tiap-tiap mesin
untuk bebas 300 A dan tentukan pula tegangan
bus-bar pada beban ini
Presentasi MLD : Generator DC

112

Solution
Generator A
Jatuh Tegangan 200 A = 240 220 = 20 V
Jatuh Tegangan Per Ampere = 20 / 200 = 0.1 V // A
Generator B
Jatuh Tegangan Per Ampere = 245 220 = 1/6 V // A
150
V = 240 I1 dan V = 245 I2
10
6
240 I1 = 245 I2
10
6
5I2 3I1 = 150 .. (i)
I2 + I1 = 300
.. (ii)

Presentasi MLD : Generator DC

113

... Solution
I1 = 300 I2
5I2 3 (300 I2) = 150
I2 = 1050 = 131 A
8
I1 = 300 131 = 169 A
V = 240 169 = 223.1 V
10
I1 = 169 A ; I2 = 131 A ; V = 223.1 V

Presentasi MLD : Generator DC

114

Contoh soal dan penyelesaian


1. Suatu generator arus searah seri, 50
KW, 250 Volt, resistans kumparan jangkar
0,1 ohm, rugi tegangan pada sikat tidak
ada. Hitung
a. Arus jangkarnya bila bekerja pada beban
penuh
b. Resistans medan seri bila tegangan yang
dibangkitkan =300 Volt

Poutput = 50 kW; Vt = 250 Volt ; Ra = 0,1


ohm
Dan Eg = 300 Volt
a. Arus jangkarnya: 200 A
b. Resistans Medan Seri
Eg = Vt+IaRa+IRs+ si
300 = 250 + 200x0.1 + 200x Rs+0
300 = 270 + 200x Rs
Rs = 0,15 ohm

2. Generator DC seri mempunyai besar


hambatan armatur 25 , hambatan
kumparan seri 100 , serta rugi inti dan
rugi gesek 200 watt dengan tegangan
beban 250 V. Hitunglah :
a. GGL armatur
b. PO (daya output)
c. rugitotal
d. PIN (daya input)
e. ekonomis

Diketahui:
Ra = 25 Rs = 100 Vt = 250 V Rugi-rugi
= 200 watt
Jawab : Rtotal = Ra + Rs = 25 + 100 = 125

I = Ia = Is = IL = Vt / Rtotal = 250 / 125 = 2 A


a.) Ea = Ia . Ra + Is . Rs + Vt
= I . Ra + I . Rs + Vt
= I (Ra + Rs) + Vt
= 2 (125) + 250 = 500 V
b.) Po = Vt . IL

c.) rugi total = rugi armatur + rugi kumparan


seri + rugi-rugi
= (Ia).2 . Ra + (Is).2 . Rs +
rugi-rugi
= 22 . 25 + 22 . 100 + 200
= 100 + 400 + 200 = 700
watt
d.) PIN = Po + rugitotal
= 500 + 700 = 1200 watt
e.) ekonomis = Po / Pin x 100 %
= 500 / 1200 x 100 %

Tujuan dilakukannya perawatan :

Untuk menjaga kinerja generator agar tetap handal dan


efesien

Daftar periksa praktek perawatan yang baik


akan meliputi :
#1 Pemeriksaan generator
secara teratur

Bearings

#2 Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan


bahwa generator tidak kelebihan atau kekurangan
beban.
#3 Pemberian pelumas
secara teratur.
To be continue

#4 Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan


generator yang benar dan peralatan yang bergerak.
#5 Memastikan bahwa kawat
dan ukuran kotak terminal
dan pemasangannya benar.
Kotak
Terminal

#6 Memastikan adanya ventilasi yang cukup dan


menjaga agar saluran pendingin generator bersih.

Contoh Soal
Contoh soal 1
Generator arus searah kompon rata 10 Kw, 250
volt, rangkaian ekivalennya berupa kompon
panjang mempunyai resistans medan shunt
sebesar 125 ohm, resistans rangakaian jangkar
0,4, resistans medan seri 0,05 ohm, rugi rugi
beban sasar 540 watt, rugi tegangan pada sikat
waktu beban penuh sebesar 2 volt, hitung
efisiensinya.
Presentasi MLD : Generator DC

123

Penyelesaian:
Arus beban penuh
(I_FL )=10.000/250=40 Amper
Arus pada medan shunt
=250/125=2 Amper
Arus pada jangkar
=40+2=42 Amper
Rugi rugi daya :
Daya sasar 540 watt
Jangkar (42)^20,4 705 watt
Medan seri 42 ^20,05 88 watt
Medan shunt 250 x 2 500 watt
Kontak sikat 2 x 42 82 watt
Rugi rugi daya total 1.917 watt
Efesiensi=[1-1,917/(10.000+1.917)]100% =83,9 %
Presentasi MLD : Generator DC

124

Contoh Soal
Contoh soal 2
Motor arus searah 15 hp mempunyai rugi rugi total
sebesar 1.310 watt waktu bekerja dengan beban penuh.
Hitung efisiensinya.
Penyelesaian :
Efesiensi=[1-(watt rugi-rugi)/(Watt masukkan)]100%
=[1-(watt rugi-rugi)/(watt keluaran+watt rugi-rugi )]100%
=[1-1310/((15746)+1310)]100%
=89,5 %

Presentasi MLD : Generator DC

125

Contoh Soal
Motor arus searah dhunt 230 volt mempunyai
resistans jankar 0,5 ohm dan resistens medan
shunt 115 ohm.
Pada waktu beban nol kecepatannya 1200 rpm
dan arus jangkar 2,5 amper. Pada wakru beban
penuh kecepatannya turun menjadi 1120 rpm.
Hitung:
Arus jala jala pada waktu beban penuh.
Daya input waktu beban penuh,
Regulasi kecepatannya.
126
Presentasi MLD : Generator DC

Lanjutan...
Penyelesaian :
N_NL=1200 rpm; E_b=V_t-I_a R_a-V_si
=230-(2,50,5)
=228,75 volt
N_NL=1120 rpm; E_b=230- (I _a0,5)
N_FL/N_NL =E_b/E_b0 1120/1200=(230-(I_a0,5))/228,75
I_a=33 Amper
I_sh=230/115=2 amper;I=33+2=35 Amper
Arus jala jala pada waktu beban penuh = 35 amper
Daya input waktu beban penuh = 230 x 35 = 8,05 Kw
Regulasi
Presentasi MLD : Generator DC
127
=(N_NL-N_FL)/N_FL
100%

Contoh Soal

Suatu motor shunt, daya keluar = 6912 watt, tegangan terminal = 230 Volt, tahanan
jangkar dan tahanan medannya masing masing adalah 0,5 ohm dan 120 ohm,
efisiensi = 0,90, putaran = 600 rpm.
Tentukan besarnya tahanan mula yang di perlukan, jika di kehendaki arus jangkar
yang mengalir pada saat start sama dengan arus beban penuhnya.
Setelah motor berputar, tahanan mula dihilangkan dan disisipkan tahanan yang
dipasngkan seri dengan tahanan jangkar sebesar 2,5 ohm, sedangkan arus medan
dan arus jangkar tetap. Tentukanlah perputaran dan daya keluarnya.
Pemecahan
Pada beban penuh :
Daya masuk = 6912/0.90 = 7680 watt
Arus total =I_L= 7680/240 = 32 ampere
Arus medan =I_f= 240/120 = 2 ampere
Arus jangkar = 32 2 = 30 ampere
Pada keadaan start, n = 0 dan Ea = 0
Untuk motor shunt : V_t=E_a+I_a (R_a+R_m ) dan R_m = tahanan mula

Presentasi MLD : Generator DC

128

Lanjutan...
Maka:
(R_a+R_m )=V_t/I_a =240/30=8 ohm
Jadi,
R_m=8-0,5=7,5 ohm
Pada keadaan beban penuh : N_1=600 rpm
E_a1=V_t-I_a R_a=240-300,5=225 volt
Bila kemudian di pasangkan tahanan seri sebesar 2,5 ohm,
sedangkan arus medan dan arus jangkar tetap, maka
E_a2=240-30(0,5+2,5)=150 volt
Dan dari E_a=Cn, dimana C = konstanta, sedangkan fluks ( )
konstan (karena arus medan konstan), didapat hubungan:
E_a1/E_a2 =n_1/n_2
n_2=E_a1/E_a2 n_1=150/225600=400 rpm
Daya keluar
=n_2/n_1 P_1
129
(P_2 )=400/6006912=4612 watt
Presentasi MLD : Generator DC

Pada tegangan 230 volt, sebuah motor dc


shunt berjalan pada 1000 rpm dan
menaruik arus 5 Amp. Tahanan jangkar
dari motor 0,025 dan tahanan medan
shunt 230 ohm. Hitunglah rugi kecepatan
apabila motor tersebut di bebani dan
menarik arus dari jala 41 Amp. Reaksi
jagkar di abaikan.
Presentasi MLD : Generator DC

130

Jawab
Penyelesaian:
Dalam hal ini berlaku:
N_2/N_1 =E_b2/E_b1 _1/ _2
Pada kondisi awal :
I_sh=230/230=1 Amp
I_a=I_L-I_sh=5-1=4 Amp
Jadi
E_b1=V-I_a R_s=230-(40,025)
=229,9 volt
N_1=1000 rpm
Presentasi MLD : Generator DC

131

Cont..
Pada kondisi kedua :
I_sh=1 Amp
I_a=41-1=40 Amp
E_b2=230-(400,025)=229 volt
N_2= ..?
_1= _2, sebab mesin shunt, maka berlaku :
N_2/N_1 =E_(b_2 )/E_(b_1 ) atau
N_2=(E_(b_2 ).N_1)/E_(b_1 )
Jadi N_2=(2291000)/229,9=996,8 rpm
Presentasi MLD : Generator DC

132

Contoh Soal
Pada tegangan 230 volt, sebuah generato dc
shunt berjalan pada 1000 rpm dan menaruik
arus 5 Amp. Tahanan jangkar dari motor 0,025
dan tahanan medan shunt 230 ohm. Hitunglah
rugi kecepatan apabila motor tersebut di bebani
dan menarik arus dari jala 41 Amp. Reaksi
jagkar di abaikan.

Presentasi MLD : Generator DC

133

Lanjutan...
Penyelesaian:
Dalam hal ini berlaku:
N_2/N_1 =E_b2/E_b1 _1/ _2
Pada kondisi awal :
I_sh=230/230=1 Amp
I_a=I_L-I_sh=5-1=4 Amp
Jadi
E_b1=V-I_a R_s=230-(40,025)
=229,9 volt
N_1=1000 rpm
Presentasi MLD : Generator DC

134

Lanjutan...
Pada kondisi kedua :
I_sh=1 Amp
I_a=41-1=40 Amp
E_b2=230-(400,025)=229 volt
N_2= ..?
_1= _2, sebab mesin shunt, maka berlaku :
N_2/N_1 =E_(b_2 )/E_(b_1 ) atau
N_2=(E_(b_2 ).N_1)/E_(b_1 )
Jadi N_2=(2291000)/229,9=996,8 rpm
Presentasi MLD : Generator DC

135

Contoh Soal
Sebuah generator dc 230 volt menarik arus
pada beban nol 2 amp dan berputar pada
kecepatan 1200 rpm, jika arus beban penuh 40
amp, tentukanlah :
Kecepatan beban penuh.
Prosentase regulasi kecepatan. Angggap bahwa
fluksi sisa tetap. Tahanan jangkar 1,25 ohm.

Presentasi MLD : Generator DC

136

Lanjutan...
Penyelesaian:
Tahanan medan shunt tidak di berikan, arus
medan shunt tidak dapat dihitung, maka kedua
hal ini diabaikan.
E_(b_1 )=V-I_a1 R_a=230-(20,25)=229,5 volt
E_b2=V-I_a2 R_a=230-(400,25)=220 volt
N_1=1200 rpm; N_(2=)..?

Presentasi MLD : Generator DC

137

Lanjutan...
Berlaku :
N_2/N_1 =E_b2/E_b1 _1/_2
Jika _1=_2, mesin shunt, maka :
N_2/1200=220/229,5
Jadi
N_2=1200220/229,5=1150 rpm.
Jadi % regulasi kecepatan
=(1200-1150)/1150100%
=4,3 %
Presentasi MLD : Generator DC

138

Contoh Soal
Sebuah generator dc shunt mengirimkan daya 50 Kw
pada 250 volt apabila berputar pada kecepatan 400 rpm.
Tahanan jangkar dan medan berturut turut 0,02 ohm dan
50 ohm. Hitunglah kecepatan mesin apabila di jalankan
sebagai motor shunt dan mengambil daya 50 Kw pada
tegangan 250 volt. Ambil rugi tegangan kontak 1 volt
persikat.

Presentasi MLD : Generator DC

139

Lanjutan...
Penyelesaian :
Sebagai generator
I_sh=250/50=5 Amp
I_a=I_L+I_sh
=200+5=205
I_a R_a=2050,02=4,1 volt
E_s= rugi tegangan sikat
2 x 1 = 2 volt.
Jadi E_a=250+4,1+2
=256,1 volt
N_1=400 rpm
Presentasi MLD : Generator DC

140

Lanjutan...

Sebagai motor :
E_b=V-I_a R_a-E_s
I_sh=250/50=5 Amp
I_a=I_L-I_sh
=200-5=195 Amp
E_b=250-(1950,02)-2=244,1 Volt
N_2/N_1 =E_b/E_a _1/_2
N_(1 )= kecepatan sebagai generator.
N_(2 )= kecepatan sebagai motor
_1=_2, (mesin shunt)
Maka :
N_2/N_1 =E_b/E_a
N_2/400=244,1/256,1
Jadi
N_2=(400244,1)/256,1=381,4 rpm
Presentasi MLD : Generator DC

141

Contoh Soal
Motor shunt berputar 1000 rpm, dengan numerik arus 25
ampere dari sumber. Jika tegangan sumber 250 volt dan
tahanan jangkar serta tahanan medan berturut turut 1
ohm dan 250 ohm, hitunglah fluks / kutub, jangkar
mempunyai 48 alur dengan 4 konduktor/alur dan
dihubungkan gelung. Juga hitung efisiensi jika rugi rugi
besi, gesekan dan belitan adalah 800 watt.

Presentasi MLD : Generator DC

142

Lanjutan

Pemecahan
Di ketahui bahwa :
E_a=V-I_a R_a=250-(I_L-I_f )
Arus sumber = 25 ampere
Tahanan medan 250 ohm. Sehingga :
I_f=250(250=1 ampere)
E_a=250-241=226 volt
E_a=ZNP/460
=((22660))/4841000 weber
=0,0706 weber/kutub
(Karena merupakan belitan gelung P = A)
Daya masuk ke mesin = 250 x 25 = 6250 watt
Daya masuk ke jangkar = 226 x 24 = 5424 watt
Jika rugi rugi gesekan, belitan, histerisis, dan arus eddy sebesar 860 watt,
maka daya keluara = 5424 800 = 4624 watt
Sehingga efisiensi = 4625/6250 x 100%
=74 %
Presentasi MLD : Generator DC

143

Contoh Soal
Generator DC seri mempunyai besar hambatan
armatur 25 , hambatan kumparan seri 100 ,
serta rugi inti dan rugi gesek 200 watt dengan
tegangan beban 250 V. Hitunglah :
a. GGL armatur
b. PO (daya output)
c. rugitotal
d. PIN (daya input)
e. ekonomis
Presentasi MLD : Generator DC

144

Diketahui:

Ra = 25
Rs = 100
Vt = 250 VRugi-rugi = 200 watt
Presentasi MLD : Generator DC

145

Jawab
:Rtotal = Ra + Rs= 25 + 100 = 125
I = Ia = Is = IL = Vt / Rtotal = 250 / 125 = 2 A
a.) Ea = Ia . Ra + Is . Rs + Vt= I . Ra + I . Rs + Vt= I (Ra
+ Rs) + Vt= 2 (125) + 250= 500 V
b.) Po = Vt . IL= 250 . 2= 500 watt
c.) rugitotal = rugiarmatur + rugikumparan seri + rugirugi= (Ia)2 . Ra + (Is)2 . Rs + rugi-rugi= 22 . 25 + 22 .
100 + 200= 100 + 400 + 200= 700 watt
d.) PIN = Po + rugitotal= 500 + 700= 1200 watt
e.) ekonomis = Po / Pin x 100 % = 500 / 1200 x 100
%= 41,67 %
Presentasi MLD : Generator DC
146

Suatu Generator DC berpenguatan bebas melayani


beban 450 A pada tegangan terminal 230 Volt. Tahanan
jangkar 0,03 . Rugi total tegangan pada sikat 2 V.
Hitung tegangan yang dibangkitkan
Dik : I
= 450 A
Vt
= 230 V
Ra = 0,03
Vsi = 2 V
Dit
: Eg ..............?

Presentasi MLD : Generator DC

147

Jawab
Eg = Vt + Ia Ra + Vsi
= 230 + (450.0,03)+2
= 245,5 V

Presentasi MLD : Generator DC

148

Generator DC 4 kutub mempunyai belitan jangkar yang


terdiri dari 648 penghantar (konduktor) total yang
dihubungkan dalam dua garis edar paralel. Hitung
besarnya tahanan pengatur arus masuk kumparan
medan, jika : Arus medan untuk membangkitkan flux
sebesar 4 A, tegangan sumber arus searah untuk
penguatan 220 V dan tanahan medan 50 .
Dik : If = 4 A
Rf = 50
Vf = 220
Dit : R...................?
Presentasi MLD : Generator DC

149

Jawab

Vf = If (Rf + R )
220 = 4 ( 50+R)
220 = 200 + 4R
4 R = 20
R =5

Presentasi MLD : Generator DC

150

1)Suatu generator arus searah seri, 50 KW,


250 Volt, resistans kumparan jangkar 0,1
ohm, rugi tegangan pada sikat tidak ada.
Hitung resistans medan seri bila tegangan
yang dibangkitkan =300 Volt
Poutput= 50 kW; Vt= 250 Volt ; Ra= 0,1
ohm
Dan Eg= 300 Volt
Presentasi MLD : Generator DC

151

Jawab

Resistans Medan Seri


Eg= Vt+IaRa+IRs+si
300 = 250 + 200x0.1 + 200x Rs+0
300 = 270 + 200x Rs
Rs= 0,15 ohm

Presentasi MLD : Generator DC

152

3).Suatu generator kompon panjang melayani beban 50


amper pada tegangan terminal 500 volt, mempunyai
resistans jangkar, medan seri dan medan shunt masingmasing 0,05 ohm; 0,03 ohm dan 250 ohm. Rugi
tegangan sikat 1 volt per sikat. Jika output prime mover
atau penggerak mula 27,5 kW, hitung :
a. Tegangan yang dibangkitkan oleh jangkar.
b. Efisiensi dari generator.
Penyelesaian :
I = 50 Amp ; Vt
= 500 volt; Ra = 0,05 ohm
Rs= 0,03 ohm ; Rah= 250 ohm
Presentasi MLD : Generator DC

153

Jawab
a) Eg= Vt+ IaRs+ IaRa+ v s
= 500 + (52 x 0,03) + (52 x 0,05) + (2 x 1)
= 506,16 volt
b) Output penggerak mula menjadi daya
input (Pinput) dari generator = 27,5 Kw ;
sedangkan daya output generator
(Poutput) = I x V =500 x 50 = 25 kW
Efisiensi () = 25/27,5 x 100% = 90,0%
Presentasi MLD : Generator DC

154

4)Jangkar sebuah generator DC tegangan 230 volt


dengan tahanan 0.312 ohm dan mengambil arus 48 A
ketika dioperasikan pada beban normal.
a.
Hitunglah GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul
pada jangkar.
b.
Jika tahanan jangkar 0.417 ohm, keadaan yang
lain sama. Berapa GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul
pada jangkar. Penurunan tegangan pada sikat-sikat
sebesar 2 volt untuk soal a dan b.

Presentasi MLD : Generator DC

155

Jawab
Jawaban:
a.
Ea = V Ia Ra 2E
= (230 2 ) (48 x 0.312) = 213 volt
Daya yang dibangkitkan pada jangkar = Ea Ia
= 213 x 48
= 10.224 watt
b. Eb = V Ia Ra 2E
= (230 2) (48 x 0.417) = 208 volt
Daya yang dibangkitkan pada jangkar = Ea Ia
= 208 x 48
= 9984 watt

Presentasi MLD : Generator DC

156

5) Suatu generator arus searah kompon pendek


20kW bekerja dengan beban penuh pada
tegangan terminal 250 Volt. Resistans kumparan
jangkar, kumparan medan seri, dan kumparan
medan shunt masing-masing sebesar 0,05 ohm,
0,025 ohm, dan 100 ohm. Hitung tegangan yang
harus dibangkitkan oleh jangkar.

Presentasi MLD : Generator DC

157

Jawab
Penyelesaian:
Poutput= 20kW; Vt=250 Volt
Rs= 0,05 ohm; Rs= 0,025 ohm dan Rsh= 100 ohm
Ia= Ish+ I=80+2,48=82,48 Amper
Tegangan yang dibangkitkan oleh jangkar :
Eg= Vt+IaRa+IRs+si
= 250 + (82,48x0,05)+(80x0,025)+0
= 250+4,12+2 = 256,12 Volt

Presentasi MLD : Generator DC

158

6) Suatu generator arus searah berpenguatan bebas


melayani beban 450 Amper pada tegangan terminal
230volt. Resistans jangkar 0.03 Ohm, rugi tegangan
pada sikat seluruhnya 2 volt, hitung tegangan yang
dibangkitkan. Jika arus medan untuk membangkitkan
fluks dipertahankan sebesar 4 Amper, tegangan sumber
arus searah untuk penguatan sebesar 220 volt serta
resistans kumparan medan 50 ohm, berapa besarnya
resistans pengatur arus masuk kumparan medan?.

Presentasi MLD : Generator DC

159

Jawab
Penyelesaian :
datanya :
Ia= I = 450 Amper ;
Ra= 0.03 Ohm
Vt= 230 Volt ; V
ft =220Volt
Rf = 50 Ohm ;
If = 4 Amper
Tegangan yang dibangkitkan oleh jangkar (Eg) :
Eg= Vt+ IaRa+vsi
= 230 + (450 x 0.03) + 2 = 245.5 volt
Resistans yang dibutuhkan untuk mengatur arus medan :
Vf = If + (Rf + R)
230 = 4(50 + R)
R = 75 Ohm
Presentasi MLD : Generator DC

160

7) Suatu generator arus searah shunt, 4 kutub,


mempunyai 55 alur jangkar, tiap alur berisi 8
penghantar. Bila kecepatan generator 900 rpm,
fluks/kutub 5.6 x106 maxwell dan garis edar
paralel 4, hitung EMF/tegangan yang
dibangkitkan oleh jangkar, jika arus jangkar 100
Amper, resistans kumparan jangkar 0.05Ohm,
rugi tegangan pada semua sikat 2 Volt, hitung
tegangan terminal generator!.
Presentasi MLD : Generator DC

161

Jawab
Penyelesaian :
EMF yang dibangkitkan oleh jangkar :
Eg= 369,6 volt
ditanya :
Eg= 369.6 Volt; R
la= 0.05 ohm,
Tegangan terminalnya :
Vt = Eg-IaRa-si
= 369,6-(100x0,05)-2 = 362,6 Volt
A = 100 Amper
Tegangan terminalnya :
Vt = Eg-IaRa-si
= 369,6-(100x0,05)-2 = 362,6 Volt
Presentasi MLD : Generator DC

162

8) Suatu generator arus searah berpenguatan bebas


melayani beban 450 Amper pada tegangan terminal
230volt. Resistans jangkar 0.03 Ohm, rugi tegangan
pada sikat seluruhnya 2 volt, hitung tegangan yang
dibangkitkan. Jika arus medan untuk membangkitkan
fluks dipertahankan sebesar 4 Amper, tegangan sumber
arus searah untuk penguatan sebesar 220 volt serta
resistans kumparan medan 50 ohm, berapa besarnya
resistans pengatur arus masuk kumparan medan?.

Presentasi MLD : Generator DC

163

Jawab

Penyelesaian :
Ia= I = 450 Amper ; Ra= 0.03 Ohm
Vt= 230 Volt ; Vf =220Volt
Rf = 50 Ohm ; If = 4 Amper
Tegangan yang dibangkitkan oleh jangkar (Eg) :
Eg= Vt+ IaRa+vsi
= 230 + (450 x 0.03) + 2 = 245.5 volt
Resistans yang dibutuhkan untuk mengatur arus medan :
Vf = If + (Rf + R)
230 = 4(50 + R)
R = 75 Ohm

Presentasi MLD : Generator DC

164

Soal
Sebuah 100 kW,230V generator shunt
mempunyai nilai Ra=0,05 dan Rf=57,5
jika generator beroperasi pada teganga
230V, hitung besar tegangan induksi pada
(a) beban penuh
(b) setengah beban penuh

Rangkaian Ekivalen

If = 230/57,5 = 4 A

Jawab
(a) IL = = 434,8 A
Ia = IL + If = 434,8+4 = 438,8 A
IaRa = (438,8)(0,05) = 22 V
E = V + IaRa = 230+22 = 252 V
(b) IL = 434,8/2 = 217,4 A
Ia = 217,4+4 = 221,4 A
IaRa = (221,4)(0,05) = 11 V
E = 230+11 = 241 V

Soal
Sebuah generator shunt compound
pendek 50 kW,250 V memiliki Ra = 0,06
, Rse = 0,04 , dan Rf =125 . Hitung
tegangan induksi armatur pada beban
penuh dan tegangan terminal. Ambil 2 V
sebagai drop tegangan total sikat.

Rangkaian Ekivalen

Jawab
IL = = 434,8 A
ILRse = (200)(0,04) = 8 V
Vf = 250 + 8 = 258 V
Ia = 200 + 2,06 = 202,06 A
IaRa = (202,06)(0,06) = 12,12 V
E = 250+12,12+8+2 = 272,12 V