Anda di halaman 1dari 18

Bab ini mendiskusikan operasi pemrosesan informasi yang dilibatkan untuk

memperbarui buku besar dan membuat laporan yang meringkas hasil-hasil aktivitas
organisasi. Sistem buku besar dan pelaporan keuangan memainkan peranan penting dalam
SIA perusahaan.
Salah satu fungsi utamanya adalah mengumpulkan dan mengatur data dari sumber-sumber
berikut ini :

Setiap subsistem siklus akuntansi yang dijelaskan memberikan informasi mengenai

transaksi reguler. (hanya data utama yang mengalir dari setiap subsistem
yangdiperlihatkan).
Bendahara memberi informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi,

seperti pengeluaran atau pemberhentian penggunaan instrumen utang dan ekuitas


pembelian atau penjualan surat berharga investasi.
Bagian anggaran memberi jumlah anggaran.
Kontroler memberi ayat jurnal penyesuaian

Informasi ini harus diatur dan disimpan dalam cara yang memfasilitasi pemenuhan berbagai
kebutuhan informasi dan pemakai eksternal.Para menejer perlu informasi terinci mengenai
hasil-hasil operasi dalam bidang tanggung jawabmereka masing-masing.
Para investor dan kreditor menginginkan laporanm keuangan periodik untuk membantu
merekamenilai kinerja organisasi. semakin banyak dari mereka yang meminta laporan yang
lebih terincidan sering.
Lembaga
pemerintah
juga
memiliki
kebutuhan
informasi
periodik
yang
harusdipenuhi.Akibatnya sistem buku besar dan pelaporan harus didesain untuk
menghasilkan laporan periodik teratur dan untuk mendukung kebutuhan pertanyaan
real-time.
Contohnya : para menejer departemen harus sewaktu-waktu mampu menilai kinerja aktual
dengan yang direncanakan agar penyimpangan dapat diidentifikasikan sedini mungkin untuk
dapat dilakukan tindakan korektif.
Begitu pula dengan bendahara, dia harus mampu secara dekat mengawasi arus kas
agar penyimpangan dari prediksi dapat diidentifikasikan tepat pada waktunya, untuk
menyesuaikan peminjaman jangka pendek.

AKTIVITAS BUKU BESAR DAN PELAPORAN


Empat aktivitas dasar yang dilakukan dalam sistem buku besar dan pelaporanmenunjukkan
sistem online umum yang digunakan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebutuntuk. Dari
empat aktivitas tersebut tiga diantara aktivitas pertamanya yakni menyajikan langkah-langkah
dasar dalam siklus akuntansi, yang menghasilkan produksi rangkaian laporankeuangan
tradisional. Aktivitas menunjukkan bahwa, sebagai tambahan dari laporan keuanganuntuk
pemakai eksternal, SIA menghasilkan laporan untuk pihak manajemen internal juga.
Selanjutnya setiap aktivitas ini akan dipelajari secara lebih terinci.
A.

PERBARUI BUKU BESAR

Aktivitas pertama dalam sistem buku besar adalah memperbarui buku besar.
Aktivitasmemperbarui terdiri dari memasukkan ayat jurnal yang berasal dari dua sumber :
1. Subsistem Akuntansi.
Setiap subsistem akuntansi yang membuat ayat jurnal untuk memperbarui buku besar. Secara
teori, buku besar dapat diperbarui setiap saat tiapterjadinya transaksi. Akan tetapi praktiknya,
berbagai subsistem akuntansi biasanyamemperbarui buku besar dengan membuat ayat jurnal
ringkasan yang menyajikan hasildari semua transaksi yang terjadi selama suatu periode
waktu tertentu. Contohnya,subsistem siklus pendapatan akan menghasilkan ayat jurnal
ringkasan yang mendebit piutang usaha dan kas serta mengkredit penjualan untuk semua
penjualan yang dilakukanselama periode pembaruan.
2. Bendahara.
Bagian bendahara membuat ayat jurnal satu per satu untuk memperbarui buku besar atas
transaksi nonrutin seperti penerbitan atau pengeluaran utang, pembelianatau penjualan saham
investasi, atau perolehan saham perbendaharaan.

B.

MEMASUKKAN AYAT JURNAL PENYESUAIAN

Aktivitas kedua dalam sistem buku besar adalah memasukkan berbagai ayat
jurnal penyesuaian (AJP). AJP berasal dari kantor kontroler, setelah neraca saldo dibuat.
Neraca Saldo
adalah Laporan yang mencantumkan saldo-saldo dari semua akun buku besar. Namanya
mencerminkan kenyataan bahwa apabila semua aktivitas dicatat dengan benar, makatotal
saldo debit dalam berbagai akun, harus sama dengan total saldo kredit. AJP terbagi dalamlima
kategori dasar :

1. Akrual
mencerminkan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mencerminkan
berbagai kegiatan yang terjadi tetapi kas belum diterima atau dikeluarkan.
Contohnya : pencatatan pendapatan bunga yang di dapat dan utang gaji.
2. Pembayaran di muka
mencerminakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansiuntuk mencerminkan
pertukaran kas sebelum kinerja kegiatan terkait. Contohnya : sewa, bunga, asuransi.
3. Perkiraan
mewakili jurnal yang mencerminkan sebagian dari biaya yang terjadi selama beberapa
periode akuntansi. Contohnya : meliputi beban depresiasi atau penyusutan dan beban piutang
tak tertagih.
4. Penilaian ulang
jurnal yang dibuat untuk mencerminkan perbedaan nilai yangsesungguhnya dengan yang
dicatat atas suatu aset atau perubahan dalam prinsip akuntansi.Contohnya : perubahan metode
yang digunakan untuk menilai persediaan, menguranginilai persediaan untuk mencerminkan
umur atau menyesuaikan catatan perdiaan unuk mencerminkan hasil yang di dapt selama
perhitungan fisik persediaan.
5. Perbaikan
mewakili jurnal yang dibuat untuk meniadakan pengaruh kesalahan yangditemukan dalam
buku besar.

C.

MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN

Aktivitas ketiga dalam sistem buku besar dan pelaporan adalah membuat laporanlaporankeuangan. Laporan laba-rugi dibuat pertama, dengan menggunakan data dari saldo
akun.
Pertama: membuat laporan laba rugi yang menggunakan data dari saldo akun pendapatan
biaya

Kedua:
1. Penggunaan label file internal dan eksternal untuk melindungi buku besar yang
terakhir dari kerusakan tanpe disengaja.
2. Melakukan pembuatan cadangan buku besar secara rutin. Paling tidak dua
salinancadangan buku besar harus ada. Satu salinan disimpan diluar lokasi perusahaan
untuk memberi perlindungan dari bencana besar seperti kebakaran atau gempa bumi.

D.

MEMBUAT LAPORAN MANAJERIAL

Aktivitas terakhir dalam sistem buku besar dan pelaporan menghasilkan berbagai laporan
manajerial.
Apakah dua kategori utama dari laporan manajerial itu
1.

Laporan pengendali buku besar

2.

Anggaran
Apakah contohnya dari laporan pengendalian itu ?
1. Daftar voucher jurnal berdasarkan urutan nomor, nomor akun, atau tanggal.
2. Daftar saldo akun buku besar.
Laporan tersebut digunakan untuk memverifikasi akurasi proses memasukkannya buku besar.

Apakah contohnya anggaran itu ?


1. Anggaran operasional(memperlihatkan pendataan dan pengeluaran yg direncanakan
utk setiap organisasi)
2. Anggaran pengeluaran modal (masuk dan keluarnya kas proyek

Ancaman dan Pengendalian dalam sistem Buku Besar dan Pelaporan


Proses/Aktivitas

Ancaman

Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan

Memperbarui
buku besar

Kesalahan-kesalahan

Pengendalian input dan pemrosesan,


rekonsiliasi dan pengendalian, jejak audit

Akses ke buku
besar

Kehilangan data rahasia dan/atau


penyembunyian pencurian

Pengendalian akses, jejak audit

Kehilangan atau
kehancuran buku
besar

Kehilangan data dan asset

Prosedur pembuatan cadangan dan pemulihan


bencana

Ancaman 1: Kesalahan dalam Memperbarui Buku Besar


Kesalahan yang dibuat sewaktu memperbarui buku besar dapat mengarah pada pembuatan
keputusan yang tidak benar berdasarkan informasi salah yang terdapat dalam laporan kinerja
keuangan.
Prosedur pengendalian untuk menangani ancaman ini terbagi dalam tiga kategori:
-

Pengendalian edit input dan pemrosesan

Laporan rekonsiliasi dan pengendalian

Pemeliharaan jejak audit yang mencukupi

Pengendalian 1 :
Edit Input dan Pemrosesan
Ada dua sumber ayat jurnal untuk memperbarui buku besar:
-

Ayat jurnal ringkasan dari siklus SIA

Ayat jurnal yang secara langsung dibuat oleh bendahara atau kontroler.

Laporan rekonsiliasi dan pengendalian dapat mendeteksi apabila kesalahan dibuat selama proses
pembaruan buku besar. Termasuk contoh : Pembuatan neraca saldo
Membandingkan saldo rekening pengendali buku besar dengan saldo total buku pembantu
yang terkait.

lap

Jejak audit adalah memperlihatkan jejak sebuah transaksi di sepanjang sistem akuntansi.
Jejak audit khusunya memfasilitasi tugas-tugas berikut ini :
Menelusuri transaksi apa pun dari dokumen sumber aslinya hingga ke buku besar, dan ke
laporan apapun atau dokumen lainnya yang menggunakan data itu.

Ancaman 2: Akses Tanpa otorisasi ke Buku Besar


Beberapa pengendalian terhadap ancaman ini adalah : ID dan pasword pemakai hanya
membaca akses ke buku besar
Sistem tersebut harus memeriksa keberadaan kodeotorisasi yang valid untuk setiap catatan
voucher jurnal sebelum memasukkan transaksi tersebut ke buku besar.

Ancaman 3: Kehilangan atau Kerusakan Data Buku Besar


Menyediakan cadangan dan prosedur pemulihan dari bencana, yang memadai untuk
melindungi aset ini.
Pengendalian cadangan mencakup hal-hal berikut ini:
Penggunaan label file internal dan eksternal
Melakukan pembuatan cadangan buku besar secara rutin

Apakah manfaat dari model data yang terintegrasi itu ?


1. Meningkatkan dukungan yang diberikan untuk pembuatan keputusan manajerial.
2. Integrasi informasi keuangan dan non keuangan.
3. Meningkatkan pelaporan internal

Manfaat Model Data Terintegrasi


Model data keseluruhan perusahaan yang terintegrasi dapat secara signifikan meningkatkan
dukungan yang diberikan untuk pembuatan keputusan manajerial.

Pertimbangan Pengendalian Internal


Kebanyakan sistem ERP menggunakan database tersentralisasi. Sistem semacam ini biasanya
menguasakan banyak orang yang berbeda untuk memasukkan data yang berkaitandengan
aktivitas bisnis tertentu, tetapi hal ini mempersulit untuk memberikan tanggung
jawabmemelihara integritas data. Selanjutnya, sistem ERP sering kali menghasilkan efisiensi
prosesdengan memungkinkan seseorang untuk melakukan berbagai langkah dalam proses
bisnis,sehingga mengurangi pemisahan tugas. Terakhir, sifat sistem ERP yang terintegrasi dan
lintasfungsi dapat meningkatkan eksposur yang berasal dari kerusakan sistem. Akan tetapi
berbagaiancaman ini dapat dikurangi melalui desain dan implementasi yang benar.
Menggunakan Informasi untuk Pengambilan Keputusan
Fungsi utama SIA adalah memberikan para manajer informasi yang dibutuhkan
untuk membuat keputusan. Bagian-bagian ini mendiskusikan topic-topik penting yang
berkaitandengan penggunaan informasi untuk pengambilan keputusan:
1. balanced scorecard dan
2. gudang data untuk mendukung intelijen bisnis.

Balanced Scorecard
Balanced scorecard adalah laporan yang memberikan perspektif multidimensi dari kinerja
organisasi. Balanced scorecard berisi berbagai ukuran yang mencerminkan empat perspektif
organisasi: keuangan, pelanggan, operasi internal, dan inovasi serta pembelajaran.untuk
setiapdimensi, balanced scorecard menunjukkan tujuan organisasi dan ukuran spesifik yang
mencerminkan kinerja berkaitan dengan tujuan-tujuan itu.
Bersama-sama, keempat dimensi balanced scorecard memberikan gambaran umum yang
lebih komprehensif atas kinerjaorganisasi daripada yang disediakan oleh ukuran keuangan
sendiri. Bahkan balanced scorecard yang didesain dengan baik akan mengukur berbagai
aspek penting dari strategi organisasi danmencerminkan hubungan sebab akibat yang penting
diantara keempat dimensi tersebut.Para pelanggan adalah kunci untuk mencapai tujuan
keuangan. Oleh karenanya, perspektif pelanggan di balanced scorecard AOE berisi dua tujuan
utama: meningkatkankepuasan pelanggan dan menjadi pemasok yang diutamakan untuk para
pelanggan utama.Selanjutnya, memenuhi tujuan yang berorientasi pelanggan tersebut
membutuhkan proses bisnisyang dilakukan secara efisien dan efektif. Akibatnya, bagian
perspektif internal dalam balancedscorecard AOE berfokus atas berbagai aktivitas yang
paling dapat secara langsungmempengaruhi persepsi pelanggan: kualitas layanan, kecepatan
pengiriman, dan kualitas produk.Terakhir, manajemen puncak AOE menyadari pentingnya

pengembangan berbagai produk barudan pelatihan tenaga kerjanya untuk terus meningkatkan
layanan dan hasil.

Menggunakan Gudang Data untuk Intelijen Bisnis


Akses tepat waktu ke informasi adalah hal yang penting. Di dalam ekonomi global saatini
yang berkembang cepat, pihak manajemen harus secara konstan mengawasi danmengevaluasi
kembali kinerja keuangan dan operasional dalam hal tujuan startegisnya.Perusahaan harus
mampu mengubah rencana mereka dengan cepat sebagai respon atas perubahan dalam
lingkungan mereka. Akibatnya, banyak organisasi yang mengadopsi sistem buku besar online. Ketika sistem semacam ini mencakup database berdesain baik, pihak manajemen
memiliki akses yang selalu siap ke informasi yang dibutuhkan untuk membuatkeputusan
operasional dan taktis secara tapat waktu.Guna memberikan kebutuhan informasi yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan strategis, organisasi membangun database terpisah
yang disebut sebagai gudang data. Gudang data berisi rincian dan ringkasan data untuk
beberapa tahun dan digunakan untuk analisisdaripada untuk pemrosesan transaksi. Organisasi
sering kali membangun gudang data terpisah untuk fungsi keuangan, lainnya untuk fungsi
sumber daya manusia, dan seterusnya, gudang datasemacam ini yang lebih kecil sering kali
disebut sebagai data mart. Gudang data dan data mart tidak menggantikan database
pemrosesan organisasi. Sebaiknya, mereka melengkapi database tersebut dengan memberikan
dukungan untuk pengambilan keputusan strategis. Gudang data berbeda dari database yang
digunakan untuk mendukung pemrosesan transaksi, tidak hanya dari segi ukuran, tetapi juga
cara merekadistrukturkan. Jika database pemrosesan transaksi di desain untuk meminimalkan
pengulangan dan karenanya memaksimalkan efisiensi pembaruannya untuk mencerminkan
hasil transaksi saatini, gudang data sering kali di desain untuk sengaja berulang-ulang agar
dapat memaksimalkan efisiensi pertanyaan. Proses mengakses mengakses data yang termasuk
dalam gudang data dan menggunakannya utuk pengambilan keputusan strategis sering kali
disebut sebagai intelijen bisnis.
Terdapat dua teknik utama yang digunakan dalam intelijen bisnis: pemrosesan analitikalonline (on-line analytical processing OLAP ) dan penggalian data.
Pemrosesan analitikal on-line (OLAP) menggunakan bahasa pertanyaan yang memungkinkan
pemakai mengarahkan penyelidikan hubungan yang dihipotesiskan dalam data tersebut.
Sedangkan Penggalian Data menggunakan anlisis statistik yang canggih termasuk
intelegency buatan seperti neural networks untuk menemukan hubungan yang belum
dihipotesiskan dalam data.

Langkah-langkah yang merupakan garis besar proses menyeluruh untuk menangani


kekhawatiran mengenai potensi keamanan dan integritas gudang data yaitu:
1. Identifikasi data, mendesain pengendalian yang tepat untuk gudang data atau data
mart membutuhkan pengetahuan mengenai apa yang disimpan didalamnya.
2. Klasifikasi data, begitu isi gudang sudah di identifikasi, pihak manajemen harus
mengklasifikasikan data dalam hal resiko kemanannya.
3. Penilaian data, mendesain tingkat optimmal atas data meliputi pembobotan biaya
pengendalian dengan manfaatnya.
4. Identifikasi kerentanan, langkah ini mencakup penilaian risiko.
5. Identifikasi pengendalian, potensi pengendalian harus di identifikasi untuk menangani
setiap ancaman yang sebelumnya diidentifikasi
6. Pemilihan pengendalian yang efektif biayanya. Setelah berbagai ancaman dan potensi
pengendalian telah diidentifikasi, analisis biaya manfaat dapat menyarankan metode
optimal untuk mengendalikan kemanan.
7. Evaluasi Begitu gudang data atau data mart digunakan, efektivitas keberadaan
prosedur pengendalian dalam menangani berbagai ancaman harus secara periodik
dinilai kembali.

STUDI KASUS
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER DANA SOSIAL
DIDUKUNG FASILITAS SMS (STUDI KASUS: PKPU CABANG SURABAYA)
Profil PKPU
PKPU atau Pos Keadilan Peduli Ummat cabang
No. 25 Surabaya. Untuk kantor pusat berada di
Timur. PKPU adalah Lembaga Kemanusiaan
masyarakat yang mengalami kesulitan, seperti
penyakit berkepanjangan, dan lainnya.

Surabaya yang terletak di Jl. Krukah Utara


Jl. Raya Condet 27 G Batu Ampar Jakarta
Nasional yang secara konsisten kepada
bencana alam, kelaparan, korban perang,

Identifikasi Masalah
Kegiatan penerimaan dana, penyaluran dana dan pembuatan laporan keuangan di PKPU
selama ini masih dilakukan secara manual, sedangkan kegiatan yang harus dilakukan setiap
hari sangat banyak seperti memasukkan data-data para donatur, data-data kategori donasi,
jenis donasi, data bank dan perkiraan. Pada saat ini masih diolah dengan menggunakan excel
yang sederhana. Sehingga perlu dikembangkan dengan menggunakan sistem komputer yang
memudahkan penghimpun dana dan bagian keuangan. Perbedaan sistem tersebut akan
menghasilkan perbedaan waktu penyajian laporan keuangan yang lebih cepat dan akurat.
Berdasarkan hal tersebut, salah satu faktor penting dalam sebuah sistem informasi general
ledger dana sosial didukung fasilitas SMS adalah kemudahan dalam penggunaan dan
pengendalian data master yang meliputi data-data donatur, data- data transaksi penerimaan
dana, data penyaluran dana dan data transaksi lainnya.
Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu bagian penghimpun dana, bagian
keuangan dalam memberikan laporan yang lebih baik kepada pimpinan, kemudian dengan
adanya SMS memberikan kemudahan donatur memperoleh informasi dana yang telah
tersalurkan.
Analisa Sistem
Setelah menganalisa permasalahan pada sub bab di atas, maka diperoleh entitas-entitas yang
terlibat dalam sistem evaluasi belajar ini, yang meliputi :
1. Penghimpun dana, sebagai pengguna utama dalam sistem yang melakukan aktifitas
dalam hal memasukkan data-data mengenai para donatur, jumlah donasi, kategori
dana, jenis dana. Penghimpun dana yang memiliki status sebagai orang yang
mengurusi penerimaan dana dari donatur adalah orang yang berperan sebagai
koordinator utama penghimpun dana.
2. Bagian keuangan, berfungsi sebagai pengontrol data yang masuk dan orang yang
berhak dalam pembuatan laporan keuangan. Entitas yang memiliki hak akses paling
tinggi dalam sistem ini adalah bagian keuangan yang memiliki status administrator.
Keuangan yang memiliki status administrator adalah orang yang berperan sebagai
koordinator utama dalam pembuatan laporan keuangan.

3. Pimpinan, berfungsi sebagai orang yang bertanggung jawab atas segala hal yang
terjadi di dalam PKPU dan yang memberikan persetujuan untuk penyaluran dana.
4. Donatur, berfungsi sebagai orang mampu yang dengan rela dan ihklas
menyumbangkan sebagian dari hasil pendapatannya untuk para masyarakat yang
membutuhkan pertolongan, baik berupa uang tunai maupun barang. Sistem terdiri
dari beberapa sub sistem yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Sub sistem penerimaan dana Sub sistem ini memproses sistem penerimaan
dana yang berasal dari para donatur, yang nantinya akan menghasilkan laporan
penerimaan dana dan untuk pembuatan laporan neraca serta laporan keuangan
lainnya.
b. Sub sistem penyaluran dana Sub sistem ini yang memproses pengeluaran arus
dana, dimana bagian keuangan akan mengeluarkan dana sesuai dengan
persetujuan dari pimpinan. Kemudian dari data tersebut akan menghasilkan
laporan penyaluran dana dan juga dapat menghasilkan laporan keuangan
lainnya.
c. Sub sistem pengiriman sms Sub sistem ini akan mengirimkan data saldo
dengan media SMS dan dikirimkan ke para donatur. Data diambil dari
database donatur.
Alur Proses
Aplikasi Flowchart alur proses menjelaskan rancangan urutan proses yang terjadi pada sistem
ini. Dimulai dari proses penerimaan dana dan penyaluran dana sampai menghasilkan laporan
keuangan seperti laporan jurnal umum, buku besar, neraca dan lain- lain. Data donatur
dimasukkan oleh penghimpun dana beserta kategori dana dan jenis donasi dan data donatur
kemudian donatur akan memperoleh bukti berupa kuitansi. Sistem informasi akan mengecek
apakah data donatur sudah ada jika sudah ada, dilihat apakah donatur ingin menyumbang
dengan beda kategori dana jika ya maka masukkan data baru dengan kategori dana dan jenis
dana setelah itu baru masuk ke penerimaan dana dimana penghimpun dana akan memasukkan
jumlah donasi yang disumbangkan donatur. Setelah itu data akan disimpan dan langsung di
proses untuk masuk ke jurnal umum secara otomatis. Sedangkan untuk bagian keuangan akan
memasukkan data penyaluran dana berdasarkan kategori dana dan jenis dana. Penyaluran
dana akan terjadi jika mendapatkan persetujuan dari pihak pimpinan. Dari memasukkan data
penyaluran dana maka akan secara otomatis sistem yang dapat mendeteksi masuk jurnal
umum. Tetapi jika transaksi selain yang berhubungan dengan dana seperti biaya foto copy
maka keuangan harus memasukkan pengeluaran ke transaksi lainnya. Dari jurnal umum akan
dapat dihasilkan buku besar, kemudian data-data tersebut akan dapat menghasilkan laporan
keuangan seperti laporan neraca, aktifitas, arus kas dan sebagainya.

Proses Penerimaan Dana


Penghimpun dana akan memasukkan data- data yang berkaitan dengan penerimaan dana
seperti data donatur, kategori dana, jenis dana kemudian memasukkan data jumlah dana yang
diterima dari donatur. Setelah itu sistem akan memproses untuk masuk ke perkiraan dengan
status uang dalam debit atau kredit atau juga dapat berupa barang dan dilakukan
penyimpanan data.

Proses Penyaluran Dana


Penyaluran dana yaitu memasukkan data-data yang berkaitan dengan penyaluran dana sesuai
dengan kategori dana atau dapat memasukkan data transaksi lainnya. Setelah itu sistem akan
memproses untuk masuk ke perkiraan dengan status uang dalam debit atau kredit dan
dilakukan penyimpanan data. Untuk selanjutnya sistem yang akan mengolah sesuai dengan
jenis perkiraan seperti gambar berikut.

Proses Pengiriman SMS


Pengiriman sms dilakukan dengan mengambil data donatur, selanjutnya lakukan pengiriman
sms dan data disimpan untuk mengetahui apakah sms telah berhasil terkirim atau tidak seperti
gambar berikut.

Context Diagram
Dalam perancangan Context Diagram yang merupakan bagian Data Flow Diagram (DFD)
dari sistem informasi general ledger dana sosial didukung fasilitas SMS digunakan aplikasi
ProcessAnalyst dari paket tool desain sistem Power Designer berikut.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada awal sistem informasi general ledger dana sosial dijalankan, pengguna terlebih dahulu
harus melalui proses login. Proses login ini dimaksudkan untuk menciptakan keamanan pada
sistem dan data.

Laporan
Setelah proses transaksi penerimaan dana, transaksi penyaluran dana dan transaksi-transaksi
lainnya maka akan dibuat laporan-laporan keuangan.
Laporan ini terdapat 8 jenis laporan yang dapat diproses yaitu :
1. Penerimaan Dana untuk menampilkan laporan berupa seluruh penerimaan dana pada
bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.
2. Penyaluran Dana untuk menampilkan laporan berupa seluruh penyaluran dana pada
bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.
3. Arus Kas untuk menampilkan laporan berupa seluruh pencatatan yang berkaitan
dengan keluar masuk kas dari seluruh transaksi pada bulan terterntu maupun periode
tertentu sesuai kebutuhan.
4. Jurnal Umum untuk menampilkan laporan berupa jurnal umum dari seluruh transaksi
secara umum pada bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.
5. Buku Besar untuk menampilkan laporan berupa buku besar yang diproses dari
kumpulan jurnal umum dan dikelompokkan secara khusus berdasarkan perkiraanperkiraan akuntansi yang terdapat pada PKPU. Buku besar ditampilkan pada bulan
terterntu. 6.
6. Neraca untuk menampilkan laporan berupa neraca pada bulan terterntu.
7. Neraca saldo untuk menampilkan laporan berupa neraca saldo pada bulan terterntu.
8. Laporan Aktivitas untuk menampilkan laporan berupa laporan aktivitas penerimaan
dan penyaluran dana serta perubahan saldo dana pada bulan terterntu.

SIMPULAN
Setelah dilakukan analisis, perancangan sistem, pembuatan aplikasi dan dilakukan evaluasi
hasil Sistem Informasi General Ledger Dana Sosial Didukung Fasilitas SMS, dapat
disimpulkan bahwa Sistem ini merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan yang ada
pada kegiatan penerimaan dana dan penyaluran dana.

Kelebihan sistem informasi yang dibuat ini antara lain sebagai berikut:
1. Sistem Informasi General Ledger Dana Sosial Didukung Fasilitas SMS yang dibuat
dapat menangani proses penerimaan dana dan penyaluran dana sampai dengan
laporan saldo dana.
2. Sistem Informasi General Ledger Dana Sosial Didukung Fasilitas SMS yang dibuat
mampu menghasilkan laporan penerimaan dana, penyaluran dana neraca, neraca
saldo, aktivitas dan arus kas secara otomatis.
3. Fasilitas SMS yang dibuat mampu mengirimkan data saldo.

Kekurangan sistem informasi ini antara lain sebagai berikut :


a. Karena merupakan aplikasi desktop, maka diharuskan melakukan proses instalasi
program.
b. SMS yang dipakai adalah SMS Broadcast sehingga, donatur tidak dapat membalas
SMS.
c. ATSMS yang digunakan hanya support pada handphone tertentu disini memakai
E398.
SARAN
1. Di era modern ini kami sarankan untuk pihak PKPU menyajikan web untuk
mengakses secara online agar lebih mudah.
2. SMS Broadcast yang dikirimkan oleh pihak PKPU tidak dapat dibalas oleh pihak
donator, sehingga kami menyarankan untuk memberikan contact person sehingga
domatur dapat mengkonfirmasi langsung atas transaksi yang dilakukan.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


SISTEM BUKU BESAR DAN PELAPORAN

(STUDI KASUS : RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER


DANA SOSIAL DIDUKUNG FASILITAS SMS PKPU CABANG SURABAYA)

OLEH
KELOMPOK 1
1
2
3

DEWI KUSUMAWATI
LAVIONA
MOH ADITYA R.S

1341031010
1341031027
1341031031

S-1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Alloh SWT.atas segala kemudahan dan karunia yang dilimpahkan-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul SISTEM BUKU BESAR
DAN PELAPORAN (STUDI KASUS : RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
GENERAL LEDGER DANA SOSIAL DIDUKUNG FASILITAS SMS PKPU CABANG
SURABAYA) Tugas ini disusun guna memenuhi tugas kelompok Sistem Informasi
Akuntansi. Penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan bantuan dari semua pihak.Untuk
itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepadasemua pihak yang
banyak membantu.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..

DAFTAR ISI

ii

I LANDASAN TEORI
System Buku Besar dan Pelaporan

Memperbarui Buku Besar..

Posting Jurnal Penyesuaian

Menyiapkan Lapporan Keuangan..

Menghasilkan Laporan Manajerial.

II

PEMBAHASAN..

VI KESIMPULAN DAN SARAN...

9
15