Anda di halaman 1dari 7

SUMMARY TEORI AKUNTANSI

CHAPTER 6 : THE SEARCH OF OBJECTIVES


Luhur Anindito
13/349526/EK/19523
Akuntansi 2013
Pendekatan berdasarkan dalil dan prinsip seringkali mengabaikan objektif dari
pengguna laporan keuangan. Pada akhir 1960 objektif pengguna laporan keuangan
dianggap menjanjikan, dan beberapa organisasi mulai mengembangkan risalah dan
pernyataan, seperti AAA, AICPA, APB, dan FASB. Beberapa dokumen yang akan
dibahas pada bab ini adalah :

A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) 1966 oleh AAA


Basic Concepts and Accouning Principles Underlying Financial
Statements of Business Enterprises (APB Statement 4) 1970 oleh APB
Objectives of Financial Statements (Trueblood Committee Report)
1973 oleh AICPA
Statement of Accounting Theory and Theory Acceptance (SATTA)
1977 oleh AAA

Salah satu kritik terhadap dokumen-dokumen tersebut adalah mereka tidak benarbenar membahas sesuatu yang baru. Selanjutnya, kita membahas masing masing
dokumen dan laporan tersebut dari dua topik yaitu 1. Objektif pengguna dan 2.
Keragaman pengguna.
ASOBAT
Merupakan produk dari AAA, yang komitenya pada saat itu diberi tugas untuk
mengembangkan teori akuntansi dasar yang terintegrasi, yang dapat dijadikan
panduan untuk pengajar, praktisi, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan di
bidang akuntansi. Komite perlu memasukkan unsur aturan, sifat, dan batasan pada
akuntansi kedalamnya.
PERKEMBANGAN MENUJU PENDEKATAN PENGGUNA
Definisi akuntansi menurut ASOBAT adalah Proses mengidentifikasi, mengukur, dan
mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pengguna untuk memberikan
pertimbangan dan mengambil keputusan. Penekanan di definisi tersebut hanya
meliputi aktivitas akuntan dan tidak menyinggung dari sudut pandang pengguna.
Menurut pandangan sosiologi , definisi tersebut seakan membentengi akuntan
sebagai profesi terdidik, yang presentasinya harus dapat diterima, termasuk oleh
mereka yang tidak memiliki kualifikasi dan mandate yang setara.
Barulah pada tahun 1950an muncul literatur yang menyebutkan kebutuhan para
pengguna.
ORIENTASI PADA TEORI

Definisi teori oleh komite adalah Seperangkat aturan memaksa tentang suatu
hipotesis, prinsip-prinsip konseptual dan pragmatis yang mencakup secara umum
referensi atau bidang studi. Untuk menerapkannya terhadap bidang akuntansi, di
lakukan beberapa langkah seperti : identifikasi bidang akuntansi sehingga dibuat
suatu generalisasi dan dapat dikembangkan teori, membuat standar yang dapat
digunakan sebagai pertimbangan informasi akuntansi, melihat peluang untuk
memperbaiki praktik akuntansi, membuat suatu rerangka kerja yang
memungkinkan peneliti memperluas kegunaan akuntansi dan lingkup subjek
akuntansi. Definisi ASOBAT lebih sempit daripada definisi teori menurut buku di bab
pertama, karena tidak termasuk sistem valuasi dan pekerjaan empiris.
TUJUAN AKUNTANSI
Empat tujuan akuntansi :

Membuat keputusan mengenai penggunaan sumberdaya terbatas, dan


menentukan tujuan dan objektif.
Mengarahkan dan mengontrol sumberdaya manusia maupun bahan baku
yang dimiliki organisasi
Menjaga dan melaporkan pemeliharaan sumberdaya
Memfasilitasi fungsi dan kontrol sosial

STANDAR INFORMASI AKUNTANSI


Terdapat empat standar untuk mengevaluasi akuntansi yaitu relevansi, dapat
dibuktikan, bebas dari bias, dan dapat diukur.
PANDUAN UNTUK MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI AKUNTANSI
Yang pertama adalah kelayakan untuk penggunaan, dengan kata lain, relevan atau
tidaknya informasi yang disediakan dihubungkan dengan kebutuhan pengguna,
selain itu juga menyinggung soal aktualitas penyajian informasi. Yang kedua adalah
penjelasan mengenai hubungan yang signifikan, yang menyinggung masalah
pengumpulan agregat data data yang mungkin penting, namun tertimbun di dalam
laporan keuangan. Yang ketiga adalah memasukkan mengenai informasi
kelingkungan, menggambarkan dalam kondisi apa data dikumpulkan dan asumsi
penyedia informasi terkait penggunaannya. Yang keempat adalah keseragaman
praktik di dalam dan diantara entitas, yang berhubungan juga dengan konsistensi.

Pada akhirnya, ASOBAT dikritik terlalu singkat dalam membahas keseluruhan topik.
Seharusnya lebih diperluas dan menggunakan terminology atau istilah-istilah yang
lebih tepat. Namun keberadaannya cukup penting dan berpengaruh terhadap
dokumen dan laporan yang muncul setelahnya.
APB STATEMENT 4
Dipublikasikan pada Oktober 1970 pada saat APB mengalamai tekanan terkait
dengan Opinion 16 dan 17 karena dianggap kurang melakukan riset, tidak
independennya anggota, dan kurangnya eksposur dari hasil pekerjaan sebelum

publikasi. Tujuannya adalah meyatakan konsep konsep dasar dalam pelaporan


keuangan yang dijadikan dasar dalam mengeluarkan opini APB.
ORIENTASI TENTANG DEFINISI
Definisi akuntansi disini lebih user oriented daripada yang ada di ASOBAT, dan
berbunyi Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas ekonomi yang
ditujukan untuk membuat keputusan ekonomi yang berguna. Pernyataan yang
dikeluarkan juga sangat menekankan perihal keberagaman pengguna. Para
pengguna informasi keuangan diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu yang
memiliki kepentingan langsung terhadap perusahaan, dan yang tidak memiliiki
kepentingan langsung. APB Statement 4 ini juga menyatakan bahwa pengguna
laporan keuangan hendaknya memiliki pengetahuan dan paham tentang
karakteristik dan limitasi dari laporan keuangan. Laporan keuangan dianggap
sebagai general purpose, dan tidak secara khusus ditujukan untuk sekelompok
pengguna tertentu.
Meski begitu, terdapat definisi-definisi lain yang dianggap kurang bermanfaat,
seperti elemen dasar akuntansi keuangan yaitu aset, liabilitas, modal pemiliki,
pendapatan, dan biaya. Definisi setiap elemen tersebut didasarkan pada apa yang
sudah ada di praktiknya.
ASPEK-ASPEK LAIN PADA APB STATEMENT 4
Meskipun terdapat kekurangan, masih banyak aspek baik dalam dokumen ini
seperti pernyataan bahwa akuntansi adalah disiplin pengukuran. Terdapat overlap
antara standard / guideline terhadap qualitative objectives yang ada pada APB
Statement 4. Qualitative objectives terdiri dari relevansi, dapat dipahami, dapat
dibuktikan, bersifat netral, aktualitas, dapat dibandingkan, dan kelengkapan.
Objektif tersebut mungkin saja bertentangan satu sama lain, dan apabila terjadi,
harus diselesaikan melalui rerangka metateoritis. APB Statement 4 juga menyoroti
perihal keseragaman laporan keuangan, dan mengakui cukup sulit untuk mencapai
tujuan tersebut. Namun dibanding ASOBAT, dokumen ini lebih berkonsentrasi pada
pendekatan user oriented.
THE TRUEBLOOD COMMITTEE REPORT
Komite dibentuk oleh AICPA pada April 1971. Komite ini ditugasi untuk
menyempurnakan tujuan laporan keuangan sebagai bagian dari struktur
metateoritif. Komite kemudian menghitung ada total 12 tujuan dari akuntansi
keuangan:
1. Objektif dasar laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang
berguna untuk membuat keputusan ekonomi.
2. Objektif laporan keuangan yaitu menyediakan para pemakai yang memiliki
otoritas terbatas, kemampuan, dan sumberdaya untuk mendapatkan
informasi, dan mereka yang bergantung pada laporan keuangan sebagai
sumber informasi utama tentang aktifitas ekonomi perusahaan.

3. Objektif dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna


bagi investor dan kreditur untuk memprediksi, membandingkan, dan
mengevaluasi aliran kas potensial, baik dari sisi jumlah, waktu, maupun
ketidakpastiannya.
4. Objektif dari laporan keuangan yaitu menyediakan informasi kepada para
pengguna, untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning
power perusahan.
5. Objektif laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna
sebagai dasar pertimbangan kemampuan perusahaan dalam penggunaan
dan pemanfaatan sumberdaya oleh perusahaan secara efektif, dalam
mencapai tujuan utama perusahaan.
6. Objektif laporan keuangan adalah menyediakan informasi faktual dan
interpretif mengenai transaksi-transaksi dan kejadian lain yang berguna
untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning power
perusahaan.
7. Objektifnya adalah untuk menyediakan laporan posisi keuangan perusahaan
yang berguna untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi
earning power perusahaan.
8. Objektifnya adalah untuk menyediakan laporan pendapatan periodik yang
berguna untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi earning
power perusahaan.
9. Objektif lainnya adalah untuk menyediakan laporan mengenai aktivitas
perusahaan yang berguna untuk memprediksi, membandingkan, dan
mengevaluasi earning power perusahaan. Laporan terutama mengenai
transaksi perusahaan yang terjadi maupun diharapkan akan terjadi, dan
memiliki dampak signifikan terhadap kas.
10.Objektif dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna
untuk proses memprediksi.
11.Objektif dari laporan keuangan pada pemerintahan dan organisasi non profit
adalah menyediakan informasi yang berguna dalam mengevaluasi efektifitas
pengelolaan sumberdaya dalam mencapai tujuan organisasi.
12.Objektif laporan keuangan adalah melaporkan aktivitas-aktivitas perusahaan
yang mempengaruhi masyarakat, yang dapat ditentukan dan dideskripsikan
atau diukur dan yang berperan penting dalam lingkungan masyarakat.
Komite tidak menentukan urutan hirarkis terhadap objektif-objektif tersebut,
namun kemudian Sorter dan Gans, kemudian Anton menyusunnya.

Objektif 1
Lapisan 1 (objektif dasar)

Kreditur dan
Investor (obj
3)

Pemerintah
dan lembaga
non profit (obj
11)

Masyarakat
(obj 12)

Lapisan 2 (Pengguna dan kebutuhannya)


Umum (obj 2)

Lapisan 3

Prediksi,
perbandinga
n, dan
evaluasi
(Kebutuhan
earning pengguna)
power
perusahaan
(obj 4)

Akuntabilitas
(obj 5)

Objektif 6
Lapisan 4 (Perusahaan memenuhi kebutuhan
tersebut)

Objektif 7 mengkomunikasikan
Objektif 8
Objektif
9
Objektif 10
Lapisan 5 (Laporan keuangan
informasi
tersebut)

Kritik yang muncul terhadap The Trueblood Committee Report adalah objektifnya
terlalu kentara dan tidak menjelaskan secara detail objektif operasional yang
dapat dipraktikan.Meski begitu, kritik tersebut dinilai tidak pas, karena objektif
justru merepresentasikan langkah penting untuk membangun rerangka
konseptual.
SATTA
Diberikan tugas oleh AAA pada tahun 1973. Tujuan keseluruhannya hamper
mirip dengan ASOBAT, yaitu menyediakan penelitian mengenai literature
akuntansi keuangan saat ini dan dan pernyataan yang mendasari pemahaman
para profesi tentang teori akuntansi. Hubungan SATTA dengan ASOBAT, yaitu
keduanya adalah produk dari komite AAA yang memiliki panduan luas. Di satu
sisi ASOBAT berusaha untuk mengembangkan panduan metateoritis dalam
mengevaluasi informasi akuntansi dan sistem valuasi/penilaian. Sedangkan
SATTA, fokus terhadap beberapa sistem valuasi akuntansi dan pertimbangan
teoritis lainnya, dan menyusun penyebab kenapa tidak akan ada sistem valuasi
tunggal yang benar-benar tepat untuk digunakan semua akuntan.
PENDEKATAN TEORI AKUNTANSI
Pendekatan Klasik

Merupakan sekumpulan sistem valuasi yang digolongkan lama atau tua dari segi
sejarahnya. Sebagian besar memiliki karakteristik normative dan deduktif, dan
tidak memperhatikan kebutuhan pengguna untuk mengambil keputusan. Dalam
beberapa hal, pembuat teori klasik sebenarnya menggunakan pendekatan
induktif, namun induktif disini dalam arti khusus : mengambil dari literature
akuntansi dan observasi praktik akuntansi.
Pendekatan Kegunaan Keputusan (Decision Usefulness Approach)
Banyak pendekatan saat ini yang utamanya berfokus pada pengguna laporan
akuntansi, termasuk keputusan mereka, informasi yang dibutuhkan dan
kemampuan mengolah informasi. Pendekatan Kegunaan Keputusan
lalu
didikotomi menjadi Orientasi Model Keputusan dan Orientasi Pembuat
Keputusan.

Orientasi Model Keputusan


Terdapat beberapa karakteristik:
Bersifat normative dan deduktif untuk memenuhi sistem
teoritis.
Penekanan pada beberapa bentuk relevansi keputusan
khusus oleh pengguna khusus.
Kriteria relevansi membantu dalam memilih atribut aset,
liabilitas, dan transaksi pendapatan.
Masalah yang kemudian muncul adalah ketika para pengguna tidak
memahami atau tidak ingin menggunakan sistem ini.

Orientasi Pembuat Keputusan


Lebih bersifat desktiptif karena berusaha untuk menemukan informasi
yang diinginkan, yang kemudian harus dan perlu untuk disediakan oleh
laporan akuntansi. Karena bersifat desktiptif, riset yang dilakukan
adalah induktif/empiris.

Pendekatan Informasi Ekonomi


Informasi ekonomi dalam teori akuntansitidak berhubungan langsung dengan
sistem penilaian, namun lebih fokus pada masalah kos dan keuntungan dari
pembuatan dan penggunaan informasi tersebut. Informasi ekonomi dianggap
sebagai barang ekonomi.
KEKURANGAN PENDEKATAN-PENDEKATAN TERSEBUT KEPADA TEORI
Masalah utama yang ingin dikemukakan SATTA adalah keragaman pengguna dari
segi keputusan dan perbedaan kebutuhan informasi. Seperti pada ASOBAT, yang
berusaha menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan beberapa ukuran,
namun pada kenyatannya tidak menyelesaikan maslaah karena para pengguna pun
punya batas kemampuan untuk mengolah tambahan informasi tersebut. Kemudian
The Trueblood Committee berpendapat bahwa walaupun terdapat beragam

pengguna laporan keuangan, namun sebenarnya keputusan yang mereka buat dan
kebutuhan informasinya adalah sama. Yang terakhir inilah yang sangat mirip dan
berhubungan dengan orientasi model keputusan.
SATTA melihat masalah ini melalui homogenitas pengguna. Pada homogenitas
pengguna yang tinggi, terdapat banyak kesaaan kebutuhan informasi, sebaliknya
terjadi pada homogenitas pengguna yang rendah. Kemudian dilihat sifat informasi
akuntansi sebagai suatu barang milik umum.

OBJEKTIF PENGGUNA DAN KERAGAMAN PENGGUNA


Disini dibahas objektif pelaporan perusahaan, dan mengaitkan masalah keragaman
pengguna kepada objektif tersebut.
OBJEKTIF PENGGUNA
Kemampuan Prediksi dan Akuntabilitas adalah dua area utama yang paling sering
diaplikasikan pengguna informasi akuntansi.

Kemampuan Prediksi
Akuntabilitas
Objektif sekunder

KERAGAMAN PENGGUNA
Berikut merupakan daftar kelompok yang merupakan pengguna laporan keuangan:

Pemilik saham
Kreditur
Analis dan penasihat keuangan
Karyawan
Perserikatan buruh
Pelanggan
Pemasok
Asosiasi dagang
Agen pemerintahan
Kelompok kepentingan umum
Peneliti dan pembuat standar
Auditor
Manajemen
Komunitas