Anda di halaman 1dari 35

HERPES ZOSTER

Pembimbing
dr. Rahimah, Sp.KK

Pendahuluan
infeksi varisela-zoster laten yang
timbul lagi
berhubungan dengan penurunan
sisitem imun selululer terhadap VZV.
Karakteristik vesikel yang nyeri
sesuai dengan dermatom.
sering mengenai dermatom
torakal dan servikal

Definisi
Penyakit yang disebabkan oleh virus
Varisela-Zoster yang sifatnya
localize, terutama menyerang orang
dewasa dengan ciri khas berupa
nyeri radikuler, unilateral, dan
gerombolan vesikel yang tersebar
sesuai dermatom yang diinervasi
oleh suatu ganglion
saraf
sensoris.

Sinonim
Shingles,
Dampa
Cacar ular

Epidemiologi
Usia 50-70 tahun
Pria dan wanita sama.
Regio thorakal (55%), kranial (20%),
dan sakral (5%).

Etiologi
Varicella-zoster virus (VZV), juga
dikenal sebagai Human Herpes Virus
3 (HHV3) merupakan keluarga
herpes virus (Herpesviridae).

Patogenesis
reaktivasi virus yang laten yang
terdapat pada ganglion dorsalis
(sensory ganglia) atau nervus
kranialis.
VZV berpindah dari lesi di kulit dan
mukosa mendekati ujung saraf
sensoris dan ditransport secara
sentripetal sampai jaras
sensoris
di ganglia sensoris

Patogenesis
Virus membentuk infeksi latent yang
dapat bertahan seumur hidup
Imun menurun sampai tingkat kritis
reaktivitas virus tidak dapat lagi
teratasi Virus bermutlipikasi dan
menyebar ke dalam ganglion
nekrosis neuronal dan
inflamasi

Gejala Klinis
Stadium Prodormal
gatal/nyeri ,disertai dengan panas,
malaise dan nyeri kepala
Stadium Erupsi
Papul atau plakat berbentuk urtika
gerombolan vesikel di atas
kulit yang
eritematous.

Gejala Klinis
Stadium Krustasi
Vesikel menjadi purulen, mengalami
krustasi dan lepas salam 1-2 minggu

Diagnosis

Gejala Klinis
Histo PA
Tzanck smear
direct imunofluorescence assay

Diagnosis Banding
Herpes Simpleks

Varicella

DKA

Dermatitis herpetivormis

Dermatitis venenata

Penatalaksanaan
Umum
Analgetika : Metampiron sehari 4 x 1 tablet
Bila ada infeksi sekunder :
Erytromycin 250-500 mg sehari 3 x 1 tablet
Dicloxacillin 125-250 mg sehari 3 x 1 tablet
Lokal :
Bila basah : kompres larutan garam faali
Bila erosi : salep sodium fusidate
Bila kering : bedak salycil 2%

Khusus
Acyclovir
Dosis:
Dewasa = 800 mg sehari 5 kali
selama 7-10 hari
Anak = 20 mg/kgBB sampai 800 mg
sehari 4 kali

NPH
Aspirin : 500 mg sehari 3 kali.
Anti depresan trisiklik : Amitriptylin
50-100 mg/hari
Hari pertama : 1 tablet (25mg)
Hari kedua : sehari 2 kali satu
tablet
Hari ketiga : sehari 3 kali satu
tablet
Carbamazepine : 200 mg
sehari 1-2 kali (untuk
trigeminal neuralgia).

Herpes Zoster ophtalmica


Acyclovir salep mata 5 kali setiap 4
jam, dan juga
Ofloxacin atau ciprofloxacin obat
tetes mata
Hari 1 dan 2 : 1 tetes per 2-4 jam
Hari 3 sampai 7 : 1 tetes, 4 kali
per hari.
Pencegahan
Pemberian vaksin varicella
virus vaccine (oka strain)

Komplikasi

Neuralgia Pasce Herpetica


Infeksi Sekunder
Kelainan pada mata
Ramsay Hunt Syndrome
Paralisis motorik
Disseminated herpes Zoster

Prognosisbaik

Case Report
Identitas
Nama : Ny. S
Usia : 38 tahun
Jenis Kelamin : Wanita
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Pacar kembang V/49, Sby
Tgl Pemeriksaan : 9 Mei 2016
No RM : 032919

Anamnesis
Keluhan utama
Bintil-bintil merah yang perih di
daerah tengkuk dan leher sebelah
kanan
Keluhan tambahan
Gatal,panas

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang pada hari Senin, tanggal 9 Mei 2016,
ke poli kulit dan kelamin RS Haji, dengan keluhan
terdapat bintil-bintil merah yang perih di daerah leher
belakang sebelah kanan. Keluhan tersebut dirasakan
pasien sejak 2 hari sebelumnya. Pasien mengaku saat
berlibur beberapa hari sebelumnya, pasien merasa
kelelahan, merasa badan kurang fit.
Setelah itu timbul bintil-bintil merah gatal di tengkuk.
Gatal dirasakan terus menerus. Selain gatal pasien
juga mengeluh perih. Pasien mengaku apabila berkeri
ngat maka area yang gatal tersebut semakin perih

Rasa perih yang dirasakan juga disertai


dengan rasa panas. Pasien sudah
mencoba menaburkan bedak herocin pada
area tersebut, pasien mengaku gatal bisa
sedikit berkurang tapi kemudian timbul
lagi. Pasien tetap mengeluh perih dan
panas pada area tersebut.
Pasien mengatakan keesokan harinya
bintil-bintil merah kemudian muncul di
daerah leher sebelah kanan. Pasien
mengatakan tidak ada bintil-bintil yang
muncul selain pada area yang disebutkan.

Pasien juga mengaku tidak pernah


sakit seperti ini sebelumnya. Pasien
juga mengaku tidak digigit serangga
sebelumnya di tengkuk maupun di
lehernya sebelum keluar bintil-bintil
tersebut

Riwayat penyakit dahulu


Pasien tidak pernah menderita penyakit
seperti ini sebelumnya.
Pasien pernah terkena cacar air saat
berusia 7 tahun.
Riwayat alergi disangkal
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat alergi disangkal
Tidak ada anggota keluarga yang
menderita sakit seperti ini

Riwayat Psikososial
ibu rumah tangga, memiliki 3 orang
anak laki-laki. Anak tertua berusia masih
bersekolah di SMP kelas VII dan anak
terkecil belum bersekolah.
tinggal bersama suami, anak dan
seorang pembantu. Sehari-hari sibuk
mengurusi anak-anak dan urusan rumah
tangga.
tinggal di area yang padat penduduk
(area perkampungan

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : baik
Kesadaran : compos mentis
Status gizi : overweight

Status generalis
dalam batas normal
Leher
: lihat status dermatologis

Status dermatologis
Lokasi:
Regio cervicalis posterior dextra, percabangan
dermatome C3/C4.

Efloresensi:
Pada regio cervicalis posterior dextra tampak
vesikel yang bergerombol dengan dasar makula
eritematosa. Ukuran vesikel bervariasi dengan
diameter kurang dari 1 cm, berisi cairan keruh.
Kulit di antaranya normal. Usia vesikel
gerombolan satu dengan yang lain tidak sama.
Lokasi lesi unilateral, tidak melewati garis
tengah tubuh.

Resume
Wanita IRT ,usia 38 thn,
bintil-bintil merah yang perih di daerah leher belakang
sebelah kanan. Dirasakan sejak 2 hari sebelumnya
Sebelumnya, kelelahan, badan kurang fittimbul bintilbintil merah gatal dan perih di tengkuk. Gatal terus
menerus.
Berkeringat semakin perih.
Panas.
Tabur bedak herocin berkurang,perih dan panas tetap
Keeseokan harinya bintil-bintil merah di leher sebelah
kanan.
Cacar dan diberi pengobatan pada usia 7 tahun.

Diagnosa
Diagnosa Kerja
Herpes Zooster Cervicalis dextra
Diagnosa Banding

Planning
Planning diagnosa
Tzank Smear
Planning terapi
Medikamentosa
Oral
Acyclovir tablet 5x800 mg / hari selama 7 hari
Metampiron 3 x 500 mg (p.r.n)

Topikal
Bedak salicyl 2% dipakai sehabis mandi

Planning monitoring
Keluhan
Komplikasi (PHN)
Planning edukasi
Menjelaskan kepada pasien untuk menaati aturan
terapi.
Menjaga stamina tubuh agar tidak menurun
dengan cara makan-makanan yang bergizi dan
istirahat yang cukup dan hindari stress

Prognosa
Baik bila pasien menaati aturan terapi.

Foto Kasus

THANK YOU