Anda di halaman 1dari 34

Materi dalam diktat ini dipersiapkan berdasarkan atau dikutip langsung dari sumbersumber kepustakaan di bawah ini.

Untuk buku-buku teologi sistematik, utamanya


diambil pada bagian pneumatologinya. Bahan-bahan yang dikmaksud diantaranya:
A. Diktat Kuliah
|
1. Librech Anthony. Teologi V (Doktrin Roh Kudus dan Gereja). Bahan
untuk mengajar Program Sarjana Theologia, STII Jogjakarta.
2. Heru Susanto. Ekklesiohgi dan Pneumatohgi. Bahan untuk mengajar
Program Sarjana Theologia, STII Jogjakarta. .
3. Budi Asali. Karismatik. Bahan unfuk mengajar Program Diploma
Theologia. STRI Malang.
4. Denis Green. Tafsiran Surat I Korintus, Seri Diktat. Malang: Seminari
Alkitab Asia Tenggara, 2001.
B. Buku-buku
1. Charles C. Ryrie. Theologi Dasar II. Jogjakarta: Yayasan Andi. 1991.
2. J. Wesley Brill. Dasar Yang teguh. Bandung: Kalam Hidup, t.t.
3. Ichwei G. Indra. Teologi Sistematis. Bandung: Lembaga Dteratur Baptis,
1999.
.
4. Henry C. Thisssen. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas, 1992.
William W. Menzies dan Stanley M. Hoi-ton. Doktrin-doktnn Alkitab.
Malang Gandum Mas, 1998.
6. R.C. Sproul. Kehenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen. Malang:
Departemen Uteratur SAAT, 1997.
7. Donald Guthrie. Teologi Perjanjian Baru II. Jakarta: BPK Gunung Mulia,
1993
8. Billy Graham. Roh Kudus (Kuasa Allah dalam Hidup Anda). Bandung:
Lembaga Literatur Baptis, 2000
9. L. Sugiri SJ, dkk. Gerakan Kharismatik, Apakah itu? Jakarta: BPK
Gunung Mulia. 1995
10. GC van Niftrik dan BJ Boland. Dogmatika Masakini. Jakarta: 13PK
Gunung Mulia, 1990 .
11. J. Clyde Turner. Pokok-pokok Kepercayaan Kristen. Bandung:
Lembaga Uteratur Baptis, 1978
12. Stephen Tong. Baptisan dan Karunia Roh Kudus. Jakarta: Lembaga
Reformed Injili Indonesia, 1996
13. Elmer L Towns. Nama-nama Roh Kudus. Jogjakarta: Yayasan Andi.
1997
14. John Stott. Baptisan dan Kepenuban (Peranan dan Karya Roh Kuds.s
masa kini). Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1991

15. J.L. Ch. Abineno. Roh Kudus dan Pekerjaan-Nya. Jakarta- BPK Gunung
Mulia, 2000

16. Homan Rubyono. Dan Baptisan Roh Menuju Kepenuhan Roh.


Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2000
17. James A. Bever\ey. Holy Laughter dan Toronto Bless:ng. Jogjakarta:
Yayasan Andi. 1997
18. Traugott G.R. Boeker. Baptisan dalam Roh Kudus dan Second
Bllessing.,Malang: Institut Injili Indonesia, 1991
19. Aril Edvardsen. Baptisan dan Karunia Rohulkudus. Jakarta: Yayasan
Pekabaran Injil, 1991
20.Yunus Datu. Kontroversi. Baptisan Roh Kudus. Bandung: Lembaga
Literatur Baptis, 1999
21. Leslie B. Flynn. 19 Karunia Roh. Batam: Gospel Press, t.t.

PENDAHULUAN
Pertanyaan pengantar perkuliahan:
; Apa pengertian Roh?
; Allah disebut sebagai Roh (Yoh. 4:24). Donald Guthrie berasumsi bahwa para
pembaca Yohanes telah memahami bahwa pengertian Allah sebagai Roh sama
dengan bahwa Allah tidak bisa didefenisikan dengan kategori-kategori
jasmani.1
; Apakah pemahaman kekristenan tentang Allah sebagai Roh sebagai antithesis
pemahaman kuno yang menyembah kayu, dewa, batu, dll ?
; Posisi Roh Kudus dalam Trinitas
; Apakah Roh Kudus itu pribadi, kuasa, atau perwujudan Allah ?
; Latar belakang bahasa Roh dalam Alkitab dan perbandingannya dengan
sekarang ?

IA. Pengertian Matakuliah


IB. Arti Kamus. Pneumatologi berasal dari kata (Yun) Pneuma dan Logos.
Pneuma artinya Roh Kudus dan Logos adalah ilmu. Jadi pneumatologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang Roh Kudus.
2B. Arti Istilah. Pneumatologi adalah ajaran atau doktrin iman_Kristen
tentang Roh Kudus_Yang mana ajaran itu meliputi pribadi-Nya, karyaNya dan manifestasi-manifestasi-Nya.
3B. Arti Teologis. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Dia
adalah Ilahi setara dengan Allah Bapa dan Anak (Yesus Kristus). Bagi gereja
atau orang percaya Roh Kudus merupakan dinamika sentral dalam
pertumbuhan.
2A. Pentingnya.Matakuliah
IB. Ajaran Pokok Iman Kristen

1C. Trinitas. Keyakinan orang percaya terhadap Roh Kudus, berhubungan erat
Dengan ajaran Trinitas._Apabila doktrin Roh Kudusnya tidak
1 Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 1 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010), 61

benar, maka ajaran Trinitasnyapun salah.


2C. Bibliologi._Alkitab ditulis oleh para Penulis atas dorongan Roh Kudus.
"bukan karena hikmat manusia (2 Pet. 1:20-21). Oleh karena itu
pemahaman doktrin Roh Kudus setiap orahg percaya, menentukan, apakah
Alkitab itu Firman Allah atau bukan?
3C. Soteriologi. Roh Kudus mempunyai peranan yang sangat strategis dalam
doktrin keselamatan. Disamping Roh Kudus meyakinkan dunia akan dosa,
kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:7-11), juga melahirkan baru setiap
orang yang percaya (Tit 3:1-5). Kalau pengertian orang percaya terhadap
Roh Kudus itu benar, maka keyakinannya tentang keselamatan juga benar.
Begitu pula sebaliknya.

4C. Ekklesiologi. Roh Kudus adalah merupakan pusat kekuatan atau dinamika
sentral pertumbuhan atau kehidupan gereja_Gereja yang menempatkan Roh
Kudus sebagai pemimpinnya, maka gereja tersebut akan berkembang pesat.
Roh Kudus diposisikan sebagai apa di gereja, itu sangat dipengaruhi oleh
keyakinan dasar tentang siapa Roh Kudus itu?
2B. Adanya ajaran-ajaran sumbang tentang Roh Kudus
1C. Modalistic Monarchianism. Allah adalah satu pribadi dengan tiga nama atau
perwujudan. Dengan demikian pandangan ini menolak Roh Kudus sebagai
pribadi yang ilahi.
2C. Macedonius, Uskup Konstantinopel. Menolak keilahian Roh Kudus dan
menganggap sebagai makhluk yang di bawah Allah, sejajar dengan
malaekat yang melayani Allah.
3C. Arianisme. Roh Kudus adalah hal yang utama yang diciptakn oleh Putra,
karena segala sesuatu diciptakan oleh Putra.
4C. Abelard. Nama_Bapa untuk menyatakan kuasa; Putra untuk menyatakan
hikmat; Roh Kudus untuk menyatakan kebaikan.
5C.Karl Barth. Roh Kudus bukan Pribadi tetapi perwujudan Allah.

ROH KUDUS DAN HAKEKATNYA


1A. Pendahuluan
IB. Timbulnya berbagai kebingungan di kalangan orang-orang percaya,
sehubungan dengan pengajaran-pengajaran Roh Kudus yang menekankan
pada pengalaman, disebabkan karena tidak seimbangnya pengajaran Roh
Kudus
2B. Sebelum berbicara tentang pekerjaan dan manifestasi Roh Kudus, maka
pertanyaan kritis yang harus dijawab terlebih dahulu adalah "Siapakah Roh
Kudus itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut sangat mempengaruhi bahkan
menentukan pengertian kita tentang doktrin Roh Kudus.

2A. Roh Kudus adalah Allah


IB. Krusialnya keyakinan bahwa Roh Kudus adalah Allah:
1C. Berhubungan dengan doktrin Trinitas. Apabila Roh Kudus bukan Allah,
maka paham Trinitas menjadi tidak benar. Sebab dalam pengertian
Trinitas, antara Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sehakekat atau
setara. Ketiganya adalah Allah.
2C. Berhubungan dengan doktrin bibliologi. Apabila Roh Kudus bukan Allah.
maka keyakinan bahwa, Alkitab adalah Firman Allah, benar tanpa salah
dalam teks asli, menjadi gugur. Sebab Alkitab ditulis bukan berdasarkan
hikmat para penulis, tetapi oleh dorongan (hikmat) Roh Kudus (2 Pet.
1:20-21). Dan juga bahwa para penulis itu diilhami oleh Roh Kudus, pada
waktu menulis kitab atau kitab-kitab (2 Tim. 3:16).
3C. Berhubungan dengan praktek penginjilan. Penginjilan adalah kegiatan
memberitakan Yesus Kristus satu-satunya jalan ke surga, kepada setiap
orang yang belum percaya. Dalam penginjilan ini Roh Kudus turut
bekerja dalam hal meyakinkan orang yang sedang diinjili. Apabila Roh
Kudus bukan Allah, maka penginjilan tidak akan mempunyai dampak
kekekalan.

2B. Bukti-bukti bahwa Roh Kudus adalah Allah

1C. Roh Kudus memiliki nama-nama llahi

ID. Nama-nama yang berhubungan dengan Allah


IE. Roh Allah yang hidup (2 Kor. 3:3) .
2E. Roh Allah (1 Kor. 3:16; 2 Kor. 3:17)
3E. Roh-Mu (Maz. 104:30)
4E. Roh Tuhan (Yes. 11:2; 61:1; 2 Kor: 3:18)
2D. Nama-nama yang berhubungan dengan Yesus Kristus
IE. Roh Kristus (Rm. 8:9)
2E. Roh Anak-Nya (Gal. 4:6)
3E. Roh Yesus Kristus (Flp. 1:9)
4E. Roh Yesus (KPR 16:7}
2C. Roh Kudus Mamiliki sifat-sifat Allah
lD. Kekal (Ibr.9:14)
2D. Mahatahu (Yoh. 14:26; 16:13; 1 Kor. 2:10)
3D. Mahakuasa (Ayub 33:4; Zakh. 4:6)
4D. Mahahadir (Maz. 139:7)
.
5D. Kebenaran (Yoh. 14:6; 1 Yoh. 5:6)
6D. Roh pemberi hikmat (Yes. 40:13)
7D. Roh pemberi kehidupan (Rm. 8:2,11)
8D. Kudus (Luk. 11:13)
3C. Roh Kudus melakukan apa yang dikerjakan Allah
ID. Menciptakan (Kej. 1:2)
2D. Pewahyuan Alkitab (2 Pet. 1:21, 2 Tim. 3:16)
3D. Memperkandungkan Yesus Kristus (Luk. 1:35)
4D. Meyakinkan orang (Yoh. 16:8)
5D. Menghibur orang (Yoh. 14:16)
6D. Mengantarai (Rm. 8:26)
7D. Menyucikan (2 Tes. 2:13)
4C. Roh Kudus memiliki kesatuan dengan Allah
ID. Yahweh (Kis. 28:25-27 bdg Yes. 6:1-13 dan Ibr. 10:15-17 bdg
Yer.31: 31-34)
2D. Allah (Mat. 12:31-32; Kis. 5:3-4)
3D. Bapa dan Anak (Mat 28:19; 2 Kor. 13:13; 1 Kor. 12:4-6)

3A. Roh Kudus adalah Pribadi

1B. Bukti-bukti Roh Kudus Pribadi


1C. Roh_Kudus memiliki ciri-ciri kepribadian

1D. Memiliki intelek (Yoh. 14:26; 1 Kor. 2:10-11)


2D. Memiliki perasaan (Ef. 4:30)
3D. Mamiliki kehendak (I Kor. 12:11)
2C. Roh Kudus mengerjakan tindakan moral kepribadian
ID. Mengajar (Yoh. 14:26)
2D. Meyakinkan (Yoh. 16:13)
3D. Memimpin (Rm. 8:14)
4D. Mengutus (Kis.13:4)
5D. Memberi perintah (Kis. 8:29)
6D. Mengantarai (Rm. 8:26)
7D. Berbicara (Yoh. 15:26; 2 Pet. 1:21)
3C. Roh Kudus menerima perlakuan sebagai pribadi
ID. Didustai (Kis. 5:3-4)
2D. Didukakan (Ef. 4:30)
3D. Dipadamkan (1 Tes. 5:19)
4D. Ditentang (Kis. 7:51)
5D. Dihujat (Mat. 12:31) .
6D. Dihormati (Maz. 51:12-13)
7D. Dihina (Ibr. 10:29)
4C. Disejajarkan dengan pribadi manusia

1D. Roh Kudus dan kami (Kis. 15.08)


2D. Dipakaikan kata ganti orang yang maskulin (Yoh. 16:13-14; 15:26;
16:7-8)

ROH KUDUS DAN LAMBANG-LAMBANGNYA


1A. Pendahuluan
Perjanjian Baru memaparkan dukungan yang cukup, tentang tipologi dan ilustrasi.
Peristiwa (Ibr. 4:11), lembaga (Ibr. 8:5), pribadi-pribadi (Yak.5:10). Karena tipe atau
ilustrasi mengandung kelemahan dan sering menimbulkan salah tafsir, maka perlu
adanya batasan dan istilah-istilah itu. Yaitu bahwa tipe adalah gambaran
dengan maksud ilahi, yang digambarkan dikaitan dengan realitas. Sedangkan ilustrasi
adalah memperjelas gambaran itu.

2A. Hal-hal yang menggambarkan_Roh Kudus


lB. Angin (Yoh. 3:8). Gambaran ini dikaitkan dengan kelahiran baru seseorang.
Hal ini menjelaskan bahwa Roh Kudus itu bersifat:
1C. Tidak kelihatan tetapi ada akibatnya atau dapat dirasakan.
2C. Berkuasa. la menjamah yang dikehendaki-Nya, tidak seorangpun dapat
mengklaim agar Roh Kudus melahirkan kembali. la bekeja menurut
kehendak Allah dalam anugerah-Nya untuk memilih.
3C. Karya dalam kelahiran .baru bersifat sorgawi (dari atas), kontras dengan
kelahiran duniawi.

4C. Memiliki kekuatan, seperti angin menderu (Kis. 2:2).

2B. Pakaian (Luk. 24:49). Gambaran ini menjelaskan bahwa Roh Kudus sebagai
pribadi yang melindungi tubuh seperti layaknya pakaian.

1C. Diperkmgkapi: dari kata. Yunani endusesthe, artinya dipakaikan

2C. Menggambarkan kekuatan, karena Allah yang memakaikan bukan karena


kita
3C. Menggambarkan perlindungan, sebab pakaian itu menutupi.

4C. Menggambarkan kesucian, sebab ini berasal dari Allah (Ef. 4:24)

5C. Menggambarkan tanda kepemilikan Allah dan sekaligus mewakili Allah


(Luk. 15:22).
3B. Burung Merpati (Mat. 3:16; Mark. 1:10; Luk. 3:22; Yoh. 1:32). Hal ini
menggambarkan bahwa:
1C. Kemurnian (Mat 10:16: akeraios, artinya "tulus, murni, tak tercampur")
2C. Berasal dari surga. Sebab la turun dari langit
3C. Pembawa damai (burung merpati seringkali dipakai untuk even-even
yang bertajuk perdamaian).
4C. Catatan: Tidak semua burung merpati selalu menggambarkan Roh
Kudus, tergantung dari konteksnya.
4B. Panjar (2 Kor. 1:22, 5:5; Ef..l:14). Hal ini menggambarkan bahwa:
1C. Roh Kudus sebagai jaminan. Berbicara tentang semacam "pengikat"
untuk suatu transaksi atau janji.
2C. Roh Kudus sebagai meterai. Berbicara tentang kekuatan hukum, bahwa
suatu perjanjian yang bermeterai (atau apa saja), tidak bisa dibatalkan
demi hukum.

5B. Api (Kis. 2:3)


1C. Lidah-lidah api turun, perwujudan Roh Kudus yang tampak
ketika memenuhi murid-murid.
2C. Dalam Perjanjian Lama api melambangkan: kehadiran Allah (Kel. 3:2);
Berkat Tuhan (Im. 9:24); Perlindungan dan tuntutan Tuhan (Kel. 13:21):
Penghakiman dan penyucian (Im. 10:2; Yes. 6:1-8).
3C. Penggunaan Yohanes Pembaptis, Kristus akan membaptis dengan "Roh
Kudus dan api' (Mat- 3:11). Yang mana baptisan Roh Kudus terjadi pada
hari pentakosta dan baptisan api, pada penghakiman ketika Yesus
datang.
6B. Minyak (Luk. 4:18; Kis. 10:38; 2 Kor. 1:21; Yoh. 2:20). Minyak adalah tipe
Roh Kudus karena maksud ilahi dalam penggunaannya pada masa Perjjanjian
Lama. dikaitkan dengan pelayanan Roh Kudus, minyak menggambarkan tiga
hal:

IC. Pengurapan. Perlunya karya Roh Kudus dalam persiapan pelayanan


dicontohkan oleh Perjanjian Lama dengan pengurapan minyak pada
pelantikan para imam (Kel. 40:9-16; Im. 8; Yes. 61:1-2 bdg Luk. 4:18).
Pelayanan Roh Kudus atas orang-orang percaya sekarang sangat
diperlukan untuk pelayanan yang berbuah (Kis. 1:8).
2C.Penerang. Lampu dalam Tabemakel memakai minyak zaitun yang murni
(holy) untuk menerangi tempat dimana Allah disembah, yang merupakan
bayang-bayang karya Kristus (Kel. 27:20-21 bdg Yoh. 16:13-15; 1 Yoh
2:20).
3C. Penyucian. Minyak Juga dipakai dalam penyucian para imam dan
pembersihan bagi orang-orang yang sakit kusta (Im. 8:30; 14:17). Dalam
Perjanjian Baru Roh Kudus menyucikan orang-orang percaya masa kini
(Rm. 8:1-2).
7B. Meterai.(2 Kor. 2:3; Ef. 1:13; 4:30). Ketika orang percaya kepada Kristus,
Maka ia dimeteraikan oleh Roh Kudus. Secara teknis Roh Kudus adalah
meterai lebih dari sekedar orang yang dimeteraikan. Meterai adalah tanda
yang sah dalam transaksi yang dikenal dalam Perjanjian Lama (Yer. 32:910). Roh Kudus memeteraikan orang percaya mengandung pengertian:
1C. Tanda kepemilikan Allah (Gal. 2:20; I Kor. 6:19-20)
2C. Perlindungan keamanan, yaitu. jaminan yang utuh sebab hanya Allah
yang dapat membuka meterai dan Dia telah berjanji tidak akan melakukan
sekarang.
3C. Wewenang atas yang la miliki (wewenang pemilik)
4C. Realisasi semua janji berkat pada hari penebusan (Ef. 1:14; 4:30).
8B. Air. (Yoh. 4:14; 7:38-39). Tuhan Yesus membandingkan pelayanan Roh
Kudus di masa mendatang dengan air yang meluap dan mengalir dalam
kehidupan orang percaya. Lambang ini menggambarkan:
IC. Kehidupan kekal yang terpancar
2C. Berlimpahnya kehidupan dari hidup yang berlimpah dalam Kristus
3C. Pelayanan, sebab dari orang percaya akan mengalir kepada orang lain.

14

14

9B. Hamba (Kej. 24). Kisah seorang hamba Abraham dalam mencari istri untuk
Ishak menggambarkan banyak hal tentang pelayanan Roh Kudus.
1C. Tugas hamba adalah melayani dan berbicara dari tuannya. Roh Kudus
tidak berbicara tentang diri-Nya sendiri tetapi menyatakan Kristus (Yoh.
6:13).
2C. Tugas hamba hanya mencari mempelai perempuan bagi Ishak. Kini Roh
Kudus menambahkan orang-orang percaya kepada Tubuh Kristus dan
dikumpulkan dalam bentuk mempelai perempuan-Nya.
30. Hamba memberikan hadiah kepada mempelai perempuan.
Demikian juga Roh Kudus memberikan karunia-karunia Rohani
kepada orang-orang percaya (1 Kor. 12:11).

ROH KUDUS DAN KARYANYA


1A. Pendahuluan
Untuk memudahkan memahami karya Roh Kudus, maka sebaiknya dibuat duapembagian. Yaitu karya Roh Kudus dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru.
2A. Karya Roh Kudus dalam Perjanjian Lama
IB.Berhubungan Alam Semesta

15

15

1C. Roh Kudus menciptakan. Dunia (Kej. 1:2); Manusia (Kej. 1:26) .
2C. Memberikan kehidupan (Maz. 104:30; Ayub 33:4; Maz. 33:6)
3C. Memberikan ketertiban (Yes. 40:13; Ayub 26:13)
4C. Memberikan keindahan (Maz. 33:6; Ayub 26:13).
5C. Memberikan pemeliharaan (Maz. 104:30)
2B. Berhubungan Manusia. Perjanjian Lama menyuguhkan data, bahwa
Roh Kudus bekerja atas orang-perorang atau kelompok orang.
Dimana orang" perorang atau kelornpok orang yang Roh Kudus
berkenan berkarya atasnya, punya tujuan yang khusus. Berikut ini
adalah karya Roh Kudus kepada pribadi-pribadi dalam Perjanjian
Lama, serta istilah-istilah bahasa Ibrani yang dipakainya.
1C. Roh Kudus Memenuhi Bazaleel (Kel. 31:3; 35:31) dan Yosua
(UI. 34:9). Istilah yang dipakai adalah MALE sedangkan
posisinya, adalah bersama dengan.
2C. Roh Kudus ditaruh pada 70 tua-tua Israel (Bil. 11:17). Istilah yang
dipakai adalah SIM sedangkan posisinya adalah atas. atau pada.
3C. Roh Kudus Menghinggapi 70 tua-tua Israel (Bil. 11:25-26), Elisa (2 Raj.
2:15). dan Yesus Kristus (Yes. 11:2). Istilah yang dipakai adalah NUAH
Sedangkan posisinya adalah atas, alau pada.
4C. Roh Kudus Ada (pada) Bileam (Bil. 24:2D). Otniel (Hak. 3:10); Yefta
(Hak. 11:29); Utusan (I Sam. 19:20. 23); Amasai (1 Taw. 12:18); Azaria
(2 Taw. 15:l) Yahaziel (2 Taw. 20:14); Kristus (Yes. 61:1). Istilah yang
dipakai adalah HAYAH sedangkan posisinya adalah atas, utau pada.
5C. Roh Kudus Menguasai. Gideon (Hak. 6:34); Simson (Hak. 14:6,19;
15:14); Saul (1 Sam. 10:6,10; 1:6); Daud (1 Sam. 16:13); Zakharia (2
Taw. 24:20). Istilah yang dipakai adalah LABASH atau TSALAH
sedangkan posisinya adalah atas, atau pada.
6C. Roh-Kudus Menggerakkan; Simson (Hak: 13:25). Istilah yang dipakai
adalah PA 'AM sedangkan posisinya adalah atas, atau pada.
7C. Roh Kudus dicurahkan (atas) Israel. Dalam Yesaya 32:15 istilah yang
dipakai adalah ARAH, sedang dalam Yesaya 44:3 dipakai kata YATSAA,
dan dalam Yoel 2:28 dan Zakharia 12:10 digunakan istilah
SHAPHAK. Untuk semua istilah itu dijelaslan bahwa posisinya adalah
atas, atau pada.
8C. Roh Kudus diberikan (kepada) Kristus (Yes. 42:1) dan Israel (Yeh.
36:27). Istilah yang dipakai adalah NA THAN sedangkan posisinya
16

16

adalah atas, atau pada.


9C. Roh Kudus mendatangi Yehezkhiel (Yeh. 2:2; 3:24). Istilah yang dipakai
adalah BO' sedangkan posisinya adalah dalam.
10C. Roh Kudus turun (atas) Yehezkhiel (Yeh. 11:5). Istilah yang dipakai
adalah NAPHAL sedangkan posisinya adalah atas, atau pada.
3B. Kesimpulan
1C. Hubungan Roh Kudus dan manusia dalam Perjanjian Lama
bersifat terbatas dan temporal. Terbatas karena tidak semua
orang mengalami karya-Nya secara khusus. Temporal
karena karya Roh Kudus pada manusia di PL tidak
permanen. Ini terbukti dari beberapa istilah yang dipakai
dalam bahasa Ibrani dengan posisi, lebih umum menunjuk
pada: atas atau pada. (bandingkan Maz. 51:11).
2C. Pada umumnya ketika Roh Kudus berkarya pada orang-orang tertentu.
maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk pelayanan (Kel.
31:3; Hak. 14:6)
3A. Karya Roh Kudus dalam Perjanjian Baru
IB. Dalam Pengilhaman atau pewahyuan Alkitab

17

17

1C. Semua nubuat tidak dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi


para penulis kitab suci didorong atau diilhami oleh Roh Kudus
(2 Pet. 1:20-21; 2 Tim. 3:16).
2C. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa para nabi berbicara karena
Roh Kudus (2 Sam. 23:2; Mikha 3:8).
3C. Perjanjian Baru menyebutkan bahwa kutipan-kutipan tertentu
dari PL ditulis oleh Roh Kudus (Maz. 110 bdg. Mat. 22:43;
Maz.-41 bdg. Kis. 1:16; Maz. 2 bdg. Kis. 4:25; Yes. 6:9-10 bdg.
Kis. 28:25; Ibr. 3:7; 10:15-16). Roh Kudus berperan aktif dalam
menyampaikan kebenaran Allah di masa PL.
2B. Dalam Yesus Kristus
1C. Kelahiran-Nya. Kelahiran Yesus Kristus melalui seorang perawan,
disebabkan oleh karena karya ajaib dari Roh Kudus (Luk. 1:35).
2C. Kehidupan-Nya. Karya Roh Kudus dalam kehidupan Yesus,
meliputi:
mengurapi (Luk. 4:18; Kis. 4:27; 10:38; Ibr. 1:9); memenuhi
(Luk. 4:1;
Yoh. 3:34; bdg. Yes. 11:2; 42:1); memeteraikan (Yoh. 6:27);
memimpin (Luk.4:l;Yoh.8:29).
3C. Kebangkitan-Nya (Rm. 8:11; 1 Tim. 3:16; 1 Pet. 3:18);
3B. Dalam Keselamatan Manusia
1C. Sebelum Lahir Baru
ID. Meyakinkan (Yoh. 16:8-11). Artinya, Roh Kudus membuat
kebenaran Injil itu sedemikian rupa terang dan jelas bagi
orang yang belum bertobat, sehingga Injil itu diakui sebagai
kebenaran. Tidak menjadi soal apakah mereka menerima
Kristus sebagai Juruselamat atau tidak. Ada tiga hal yang
dinsafkan Roh Kudus, yaitu; dosa karena tidak percaya (ay.9);
kebenaran (ay. 10); penghakiman (ay. 11).
2D. Mengendalikan/menahan kedurhakaan (2 Tes. 2:7). Secara umum
Roh Kudus bekeria untuk semua manusia dalam hal
mengendalikan kedurhakaan di dunia
2C.Saat LahirBaru
ID. Melahirkan Baru (Titus 3:5). Artinya, manusia dilahirkan secara

baru dengan diberikan kehidupan yang kekal. Caranya, percaya


(iman) kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ini
merupakan persyaratan satu-satunya untuk memiliki kehidupan
baru
dan kekal. Cirinya, seketika bukan berdasarkan pengalaman.
Akibatnya, menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:17); memiliki kehidupan
yang baru (1 Yoh. 2:29).
2D. Membaptiskan (1 Kor. 12:13). Artinya: kegiatan Roh. Kudus yang
menggabungkan orang-orang percaya ka dalam tubuh
Kristus pada saat lahir baru. Ciri-cirinya terjadi hanya pada
masa gereja, meliputi semua orang percaya, terjadi hanya
satu kali (aorist tense). Syaratnya: (lahir baru. Akibatnya:
orang percaya menjadi anggota Tubuh Kristus (bdg. Gal.
3:27); mempersatukan orang percaya dengan Kristus dalam
kematian, sehingga mereka mati terhadap dosa (Roma 6:110;Ef. 3:26). Elemennya: pelaku baptisan Yesus Kristus,
sarana baptisan Roh Kudus, obyek baptisan orang-orang
percaya pada saat lahir baru. Bagaimana dengan paham
second blessing dan bahasa roh sebagai tanda phisik awal?
3D. Mendiami (1 Kor. 6:19). Artinya: Roh Kudus tinggal dan menetap
dalam hati (hidup) orang percaya. Obyeknya, semua orang percaya
pada saat lahir baru (bdg. Roma 5:5). Sifatnya, permanen,. Berbeda
dengan karya Roh Kudus pada masa PL. Dalam PL Roh Kudus
menghinggapi, orang-orang percaya tertentu, yang mana
penghinggapan itu bersifat temporal. Sedang dalarn PB, Roh Kudus
mendiami semua orang percaya, yang mana pendiaman itu bersifat
permanen. Akibatnya: rasa aman dalam hubungan dengan Allah,
dorongan yang kuat untuk menghadirkan Allah; kepekaan terhadap
dosa, bahwa dosa adalah sama dengan melawan Allah. Bagaimana
dengan orang percaya yang jatuh dalam dosa, apakah mereka tetap
didiami Roh Kudus?
4D. Mengurapi (2 Kor.. 1:21). Artinya, Roh Kudus memberikan
kuasa kepada orang percaya untuk melayani (Kis. 1:8) dan
kemampuan untuk memahami kebenaran (1 Yoh. 2:20,27).
Sifatnya: permanen, terjadi satu kali pada waktu lahir baru.
Pengurapan Roh Kudus dalam PB berbeda dengan di dalam
PL. Pengurapan dalam PL hanya diberikan kepada orangorang tertentu saja, sedang dalam PB meliputi semua orang
percaya. Sebab pengurapan dalam PL identik dengan

kepenuhan Roh Kudus, sedangkan dalam PB identik dengan


pendiaman. Bagaimana dengan doa yang selalu minta
pengurapan baru? Perlu atau tidak?
5D. Memeteraikan (2 Kor. 1:22). Artinya, bahwa Roh Kudus
memproteksi setiap orang percaya pada saat lahir baru (bdg.
Ef.l:13); Masa berlakunya pemeteraian sampai pada hari
penyelematan penuh (Ef.4:30 bdg. Rm. 8:23). Pelaku pemeteraian
adalah Bapa sendiri dan Roh Kudus adalah bahannya. Tujuannya:
pemeteraian berarti kepastian bahwa seseorang dimiliki Allah dan
terlindung sampai hairi penyelamatan sempurna.
6D Kesimpulan: point 2D-5D adalah anugerah yang diberikan oleh
Allah dalam satu paket dan kelahiran baru merupakan pintu utama
untuk mengalami berkat-berkat tersebut.
3C. Setelah Lahir Baru .
ID. Momenuhi (Ef. 5:18). Artinya, Roh Kudus mengontrol, memimpin,
menguasai orang percaya. Ciri-cirinya; pemenuhan dituntut dari
semua orang percaya; pemenuhan menghasilkan keserupaan dengan
Kristus (Gal. 5:22-23); pemenuhan dapat terjadi secara berulangulang (Kis. 2:4; 4:31). Syaratnya: penyerahan hidup secara terus
menerus (Rm. 12:1-2; 8:14); hidup berkemenangan terhadap dosa (1
Yoh. 1:17); hidup yang bergantung penuh kepada Allah (Gal. 5:16).
Hasilnya: memiliki karakter ilahi (Gal. 5:22-23); hidup dalam
ibadah dan puji-pujian (Ef. 5:18-20); hidup dalam ketaatan (Ef.
5:21).
2D. Memberikan iluminasi (1 Kor. 2:12). Artinya, Roh Kudus
rnemberikan penerangan pada saat membaca dan merenungkan
Firman Allah. Akibatnya, mengerti serta memahami apa yang
menjadi maksud Tuhan dalam firman-Nya. Syaratnya, renda.h hati
dan mau minta pertolongan kepada Roh Kudus.
'
3D. Membantu berdoa (Rm. 8:26-27). Artinya, Roh Kudus
membantu menyampaikan keluhan-keluhan orang percaya
kepada Allah, ketika sedang dalam pergumulan. Roh Kudus
ambil bagian beban persoalan orang percaya dan
mendampinginya dalam doa kepada Allah.
4D. Mengajar (Yoh. 16:12-15). Proses mengajar dan belajar Roh
Kudus kepada orang percaya, dimulai dari hari Pentakosta
sampai sepanjang abad gereja. Materi yang diajarkan-Nya

adalah seluruh kebenaran Allah (ay. 13). Karya Roh Kudus


ini menghasilkan kemuliaan bagi Kristus (ay. 14). Alkitab
harus diajarkan dengan kuasa Roh Kudus agar hasilnya
menjadi kenyataan. Prosedurnya: dalam 1 Yoh. 2:27
dikatakan bahwa, Roh Kuduslah yang mengajar orang
percaya tentang kebenaran. .Tetapi Roh Kudus juga
memakai guru-guru Alkitab sebagai alat-Nya untuk
mengajar umat.
5D. Memimpin (Rm. 8:14). Dipimpin Roh Kudus adalah bukti orang
percaya anak Allah. Contoh Kis. 8:29; 10:19-20; 13:2,4; 16:6-7: 20:2223. Anak-anak Allah tidak harus berjalan dalam kegelapan. la harus
selalu bebas untuk meminta dan menerima tuntunan dari Roh Kudus.

ROH KUDUS DAN KARUNIANYA


1A. Pengertian
IB. Beberapa definisi. Karunia rohani adalah suatu kemampuan yang
diberikan Allah untuk melayani (Charles C. Ryrie). Suatu kemampuan
rohani dengan pengurapan ilahi yang melaluinya Kristus
memampukan gereja-Nya untuk menunaikan tugasnya dibumi (Leslie
B. Flynn). Yang lain ada yang mengartikan bahwa karunia adalah
anugerah luar biasa yang diberikan oleh Roh Kudus dengan kuasa
yang tidak selayaknya kepada orang-orang percaya sebagai perkakas
bagi pelayanan Kristen dan pembangunan gereja. Definisi ini dapat
disederhanakan, bahwa karunia adalah suatu kemampuan pemberian
Kudus untuk pelayanan Kristen.
2B.Fakta-fakta tentang Karunia. Sumber karunia adalah rahmat istimewa dari
Roh Kudus. Sifat karunia adalah kemampuan rohani, anugerah, dan kuasa.
Tujuan karunia adalah pelayan, untuk membangun orang-orang kudus.
2A. Hal-hal Penting yang Harus Diketahui tentang Karunia
IB. Karunia rohani tidak bersifat tunggal. Ada sebagian kelompok orang
Kristen yang berpikir bahwa karunia rohani itu hanya terbatas pada
bahasa lidah yang disertai dengan mujizat dan kesembuhan.
Penggunaan yang terbatas seperti itu. tidaklah Alkitabiah, sebab
karunia rohani itu jamak (karisma). Disamping itu menganggap
bahwa karunia yang tidak penting.
2B. Karunia rohani bukanlah bakat. Orang-orang yang tidak percaya
memiliki bakat melalui rahmat biasa, diberikan sejak lahir. Misalnya
berpidato, melukis, main musik dll. Tetapi hal-hal itu merupakan
bakat, bukan karunia. Tidak ada
Orang yang belum percaya memiliki karunia rohani. Bakat berkaitan
dengan teknik dan metode, sedangkan karunia berkaitan dengan
kemampuan rohani Bakat bergantung pada kekuatan alami, karunia
pada anugerah rohani. Bakat lebih bersifat dan bertujuan umum, tetapi
karunia bersifat dan bertu.iuan khusus.
3B. Karunia rohani bukanlah jabatan. Banyak jabatan yang disebutkan
dalam Perjanjian Baru: rasul, nabi, penginjil, imam. guru, penatua,
dan diaken. Jabatan-jabatan ini berbeda dengan karunia rohani. Sebab
seseorang yang diberi jabatan ilahi sebagai rasul atau nabi dll-nya,

secara otomatis mereka diberi karunia yang berhubungan dengan


jabatannya tersebui. Misalnya kalau dia seorang yang berjabatan
sebagai. nabi, pasti dapat bernubuat. Tetapi karunia rohani diberikan
kepada setiap orang percaya, tanpa melihat jabatannya. Bisa saja
seseorang mempunyai karunia nubuat, tetapi dia tidak memangku
jabatan nabi. Atau seseorang punya karunia mengajar, namun dia
tidak harus berjabatan sebagai dosen atau guru.
4B. Karunia rohani bukanlah_pelayanan. Karunia-karunia rohani harus
digunakan. Kekhususan, bidang, atau area di mana suatu karunia digunakan
merupakan suatu pelayanan. Jadi, suatu pelayanan bukanlah suatu karunia,
tetapi suatu saluran bagi penggunaan suatu karunia.
5B. Karunia rohani bukanlah buah. Karunia-karunia Roh berbeda dengan
buah Roh. Karunia rohani adalah kemampuan untuk melayani yang
diberikan pada saat lahir baru. Sedangkan buah Roh adalah suatu
karakter ilahi yang dimiliki orang percaya ketika hidupnya dipenuhi
Roh Kudus. Kepemilikan karunia rohani tidak mengindikasikan
kesalehan hidup. Namun buah roh memberikan indikasi bahwa orang
tersebut sangat rohani.
3A. Pembagian Karunia Rohani .
IB. Dibagikan oleh Yesus Kristus (Ef. 4:11). Setelah bangkit dari
kematian dan naik ke surga, la membagikan karunia rohani kepada
orang-orang percaya. Yesus sebagai Kepala tubuh, membagikan
karunia-karunia kepada tubuh-Nya (gereja) supaya saling membangun.
2B. Dibagikan oleh Roh Kudus (l Kor. 12:11,18). Pemberian karunia oleh
Roh Kudus kepada orang percaya dilakukan berdasarkan kehendakNya sendiri. Sebab hanya Roh Kudus yang tahu kemampuan orang
percaya masing-masing. Dengan demikian kita tidak bisa memaksa
Roh Kudus untuk memberi karunia yang mungkin memang, tidak
cocok. Kapan Roh Kudus memberikan karunia rohani kepada orang
percaya? Bisa jadi sebagian diberikan pada saat lahir baru atau semua
diberikan pada saat lahir baru.
3B. Dibagikan kepada semua orang percaya (1 Pet. 4:10 bdg. 1 Kor. 7:7).
Tidak ada seorang percaya yang tidak memiliki karunia rohani.
Setiap orang percaya paling tidak pasti memiliki satu karunia. Tetapi
tidak ada orang percaya yang memiliki semua karunia. Jika demikian,
maka kiasan dalam 1 Kor. 12:12-27 akan menjadi tidak berarti sama
sekali.

4A. Daftar Karunia Rohani .


IB. Menurut Roma 12:3-8
1C. Bernubuat

.'

2C. Melayani (menolong)


3C. Mengajar
.
4C. Menasehati
5C. Memberi
6C. Memimpin (mengatur)
7C. Menunjukkan kemurahan
2B. Menurut 1 Korintus 12:8-10, 28-30 .
1C. Kata-kata hikmat
2C. Kata-kata pengetahuan
3C. Iman
4C. Menyembuhkan
5C. Mengadakan mujizat
6C. Bernubuat
7C. Mernbedakan roh
8C. Berbahasa roh
9C. Menafsirkan
10C. Kerasulan
11C. Mengajar
12C. Pelayanan (pertolongan)
13C. Kepemimpinan (mengatur)
3B. Menurut Efesus 4:11
1C. Kerasulan
2C. Kenabian
3C. Penginjilan
4C. Penggembalaan
5C. Pengajaran

5A. Penjabaran Karunia-karunia Rohani


IB. Kerasulan. Dari arti apostolos yang berarti utusan/rasul, secara teknis
berarti dua belas murid Yesus dan yang lain seperti Barnabas dan paulus.
Mereka diutus untuk mendirikan jemaat dan mereka diteguhkan dengan
tanda-tanda khusus (Kor, 12:12; EL 2:20)
2B. Bernubuat. Karunia nubuat adalah menerima berita secara langsung dari
Allah
melalui penyataan khusus, dituntun dalam menyatakan kepada umat. dan
berita itu dinyatakan dengan berbagai cara oleh Allah sendiri.

3B. Mujiizat - kesembuhan. Karunia untuk melaksanakan tanda-tanda khusus.


Karunia kesembuhan termasuk dalam karurua mujizat (Kis. 13:11).
Pertimbangkan Kis. 19:11-12; Flp. 2-.27, 1 Tim. 5:23; 2 Tim. 4:20; 2
Kor. 12:8-9.
4B. Bahasa Lidah dan penafsirannya. Karunia bahasa lidah adalah
kemampuan yang diberikan Allah untuk berbicara dalam bahasa lain.
Menafsirkan bahasa lidah adalah kemampuan yang diberikan Allah
untuk menafsirkan bahasa tersebut ke dalam bahasa yang dapat
dimengerti oleh para pendengar. Tujuannya untuk menyampaikan
kebenaran dari Allah, dan untuk membuktikan kebenaran itu, terutama
kepada orang-orang Yahudi (1 Kor. 14:5).
5B. Penginjilan. Kemampuan untuk mengabarkan berita Injil dengan
kejelasan yang luar biasa, hal ini juga termasuk pengertian berita Injil
Keliling.
6B. Gembala. Kemampuan untuk menggembalakan, mengurus, memelihara; dan
melindungi umat Allah. Mengajar dihubungkan dengan penggembalaan (Kis.
20:28).
7B. Melayani. Kemampuan untuk melayani orang lain dalam pengertian
yang luas
8B. Mengajar. Kemampuan untuk menjelaskan penyataan Allah secara rinci dan
serasi.
9B. Iman. Kemampuan untuk percaya akan kuasa Allah dalam menyediakan
keperluan khusus. Setiap orang memiliki ukuran iman (Rm. 12:7).
10B. Menasehati. Kemampuan untuk membesarkan hati. menghibur, dan menegur
orang lain.
11B. Membedakan Roh. Kemampuan untuk membedakan antara sumbersumber penyataan supranatural yang benar dan yang palsu pada waktu
karunia tersebut disampaikan dalam bentuk lisan. Karunia ini diperlukan
sebelum Firman Allah ditulis, sebab ada yang mengaku membawa
penyataan dari Allah tetapi bukan nabi sejati.
12B. Menunjukkan kemurahan. Kemampuan untuk melayani, khususnya
memberi pertolongan terhadap orang-orang yang menderita.
13B. Memberi. Kemampuan untuk menjadi orang yang sangat bermurah
hati.

Menyumbangkan kekayaannya sendiri untuk orang lain. la berikan


dengan iklas tanpa.mengharapkan balasan apapun.
14B. Memimpin. Kemampuan untuk mengatur orang lain dalam
gereja atau organisasi-organisasi Kristiani.
15B. Hikmat dan Pengetahuan. Kemampuan untuk memahami dan
menyampaikan
kebenaran Allah kepada umat-Nya.
6A. Bagaimana Mengenal Karunia Rohani
IB. Sadar Karunia. Setiap orang percaya harus menyadari bahwa ia memiliki
minimal satu karunia rohani untuk melayani. Artinya tidak ada orang percaya yang
tidak diberi kepercayaan untuk melayani.

2B. Giat dalam pelayanan Tuhan. Setiap orang percaya harus aktif
dalam
pelayanan di gereja, dangan demikian Tuhan akan meneguhkan
karunia apa yang dia miliki.
3B. Ketaatan mutlak kepada Allah. Artinya setiap orang percaya harus mau
tunduk kepada apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidupnya.

ROH KUDUS DAN BUAH ROH


IA. Pendahuluan
IB. Buah dalam Galatia 5:22-23 adalah dalam bentuk tunggal, sedangkan
perbuatan daging adalah jamak. Ada yang mengatakan bahwa buah
Roh itu hanya satu, yaitu kasih (bdg. 1 Kor. 13), dan yang delapan itu
adalah aspek-aspeknya.
2B. Istilah buah menunjuk kepada kebaikan-kebaikan yang dihasilkan oleh
orang-orang percaya, yang semuanya produk Roh Kudus.
3B. Buah ini menyatakan unsur proses, yaitu sesuatu yang harus terus menerus
terjadi seumur hidup.
2A. Nama Buah Roh (Gal 5:22-23)
IB. Kasih (Yun. _agape_) yaitu, memperhatikan dan mencari yang terbaik
bagi orang lain tanpa alasan pamrih (Rm 5:5; I Kor. 13:1-13; Ef 5:2; Kol
3:14).
2B. Sukacita (Yun. _chara_) yaitu, perasaan senang yang berlandaskan
kasih, kasih karunia, berkat, janji, dan kehadiran Allah yang dimiliki
orang yang percaya pada Kristus (Mzm. 119:16; 2Kor 6:10; 12:9; IPet
1:8)
3B. Damai sejahtera (Yun. _eirene_) yaitu, ketenangan hati dan pikiran yang
berlandaskan pengetahuan bahwa semua beres diantara orang percaya
dengan Bapanya di sorga (Rm. 15:33; Flp. 4:7; I Tes 5:23;Ibr 13:20).
4B. Kesabaran (Yun. _makrothumia_) yaitu, ketabahan, panjang sabar,
tidak mudah marah atau putus asa (Ef 4:2; 2Tim 3:10; Ibr 12:1).
5B. Kemurahan (Yun. _chrestotes_) yaitu, tidak mau menyakiti orang lain
atau menyebabkan penderitaan (Ef 4:32; Kol 3:12; IPet 2:3).
6B. Kebaikan (Yun. _agathosune_) yaitu, bergairah akan kebenaran dan
keadilan serta membenci kejahatan; dapat terungkap dalam
perbuatan baik (Lul; 7:37, 50) atau dalam menegur dan memperbaiki
kejahatan (Mat 21:12-13).

7B. Kesetiaan (Yun. _pistis_) yaitu kesetiaan yang teguh dan kokoh terhadap
orang yang telah dipersatukan dengan kita oleh Janji, komitmen, sifat layak
dipercayai dan kejujuran (Mat. 23:23; Rm. 3:3; ITim. 6:12; 2Tim 2:2;
4:7: Tit 2:10).
8B. Kelemahlembutan (Yun. _prautes_) yaitu, pengekangan yang berpadu
dengan kekuatan dan keberanian; menggambarkan seorang yang bisa
marah pada saat diperlukan dan bisa tunduk dengan.rendah hati apabila
itu diperlukan (2Tim 2:25; lPet.3:15); mengenai kelembutan dalam
Yesus, bd. Mat 11:29 dengan Mat 23:1-36 dan Mrk. 3:5; dalam diri
Paulus. bd. 2Kor .10:1 dengan 2Kor 10:4-6-dan Gal 1:9; dalam diri
Musa, bd. Bil 12:3 dengan Kel 32:19-20).
9B. Penguasaan diri (Yun. _egkrciteia_) yaitu, menguasai keinginan dan
nafsu diri sendiri, termasuk kesetiaan terhadap ikrar pernikahan; juga
kesucian (IKor 7:9; 9:25; Tit 1:8; 2:5). Perkataan Paulus yang terakhir
mengenai buah Roh menunjukkan bahwa gaya hidupseperti ini tidak
dibatasi. Orang Kristen dapat. bahkan harus, mempraktikkan sifat-sifat
baik ini berkali-kali; mereka tidak akan menemukan hukum yang
melarang mereka hidup menurut prinsip-prinsip ini.
3A. Lawan dari Buah Roh (Gal. 5: 16-21)
IB. Tidak ada bagian ayat dalam Alkitab yang menampilkan kontras yang lebih
jelas di antara gaya hidup orang percaya yang dipenuhi Roh dengan gaya hidup
orang yang dipimpin oleh tabiat manusia yang berdosa, selain Galatia 5:16-26.
Paulus tidak hanya membahas perbedaan gaya hidup secara umum dengan
menekankan bahwa Roh dan tabiat berdosa itu saling bertentangan, tetapi iajuga
mencantumkan daftar khusus baik dari perbuatan tabiat berdosa maupun buah
Roh.
2B. Perbuatan daging (Yun. _sarx_) menggambarkan tabiat manusia dengan
semua keinginan yang buruk. Perbuatan daging disebut juga sebagai tabiat
berdosa. Tabiat berdosa tetap tinggal dalam orang Kristen setelah mereka
bertobat dan menjadi musuhnya yang berbahaya (Rm 8:6-8,13; Gal
5:17,21). Mereka yang melakukan perbuatan tabiat berdosa "tidak akan
mendapat bagian dalam Kerajaan Allah" (Gal 5:21). Oleh karena itu,
tabiat berdosa ini harus dilawan dan dimatikan dalam peperangan yang
terus-menerus oleh orang percaya melalui kuasa Roh Kudus (Rm 8:414; Gal 5:17). Perbuatan tabiat berdosa (Gal 5:19-21) meliputi:
1C. Percabulan (Yun. (_porneia_) yaitu, kelakuan dan hubungan
seksual amoral (pornoaksi); termasuk menyenangi gambar, film,
atau bacaan porno (bd. Kel 20:14; Mat 5:31-32; 19:9; Kis
15:20,29; 21:25; I Kor
5:1). Kata pornografi berasal dari kata ini. Percabulan adalah pintu
kepada perzinahan, yaitu hubungan seks yang diharamkan.

2C. Kecemaran (Yun. _akatharsia_) yaitu, dosa-dosa seksual,


perbuatan yang jahat dan kotor, termasuk pikiran dan keinginan
hati (Ef 5:3; Koi 3:5). Kata ini dapat dipakai dalam pengertian
lain, misalnya: nanah pada luka yang belum sembuh
(menjijikan); tanaman yang belum pernah dirapikan (liar); atau
barang-harang yang tidak pernah diatur (kotor).
3C. Hawa nafsu (Yun. _aselgeia_) yaitu, sensualitas, mengikuti
nafsu dan . keinginan sedemikian rupa sehingga tidak lagi
merasa malu dan tidak sopan (2Kor 12:21). Pengertian
harafiahnya adalah keseiapan untuk setiap kesenangan. Gagasan
yang terkandung di dalamnya adalah adanya seseorang yang
begitu bernafsu, sehingga ia tidak peduli lagi terhadap apa yang
akan dikatakan atau pikirkan orang tentang dia. Hawa nafsu
terhadap materi disebut keangkaramurkaan dan terhadap
keinginan seks adalah kebejatan moral.
4C. Penyembahan berhala (Yun. _eidololatria_) yaitu, menyembah
roh-roh. orahg atau patung berhala; kepercayaan pada
seseorang, lembaga, atau benda yang dianggap berkuasa setara
dengan atau lebih daripada Allah dan Firman-Nya (Kol. 3:5).
Ini adalah dosa di mana benda-benda mati telah mengambil alih
tempat Allah. Sebagai orang percaya kita harus menyembah
Allah, mengasihi manusia, dan menggunakan benda bukan
sebaliknya.
5C. Sihir (Yun: _pharmakeia_) yaitu, ilmu sihir, spiritisme, sihir
hitam, menyembah setan-setan dan penggunaan obat bius untuk
memperoleh pengalaman-pengalaman "rohani" (Kel 7:11,22;
8:18; Wahy 9:21;
18:23). Kata farmasi berasal dari kata ini. Para ahli sihir pada zaman
Paulus sering memakai obat bius untuk mendatangkan efek-efek
kejahatan mereka. Sihir adalah salah satu bentuk praktek okultisme
yang dilarang Tuhan (Ul 18:9-22).
6C. Perseteruan (Yun. echthra) yaitu, maksud dan perbuatan
bermusuhan yang hebat; kebencian atau permusuhan yang
sangat terhadap sesamanya manusia. Ini adalah suatu sikap
yang berlawanan dengan azas kekristenan.
7C. Perselisihan. (Yun. _eris_) yaitu, bertengkar, antagonisme, perebutan
keunggulan (Rm 1:29: IKor 1:11; 3:3). Sebetulya mula-mula kata ini
dipakai dalam kaitannya suatu persaingan untuk merebut hadiah.

Namun kemudian kata ini selalu dipakai untuk persaingan yang


berakhir dengan perselisihan atau pertengkaran.
8C. Iri hati (Yun. _zelos_) yaitu, benci, marah, cemburu akan keberhasilan
orang lain (Rm. 13; 13; IKor 3:3).
9C. Amarah (Yun. _thumos_) yaitu, kemarahan meledak yang berkobarkobar dengan kata-kata atau tindakan yang keras (Kol 3:8). Istilah
yang sama yang dipakai untuk menterjemahkan kata thumos adalah
geram atau kegeraman.
10C. Ambisi yang mementingkan diri (Yun. _entheia_) yaitu,
mencari kekuasaan (2Kor 12:20; Flp. 1:16-17). Istilah ini mulamula berarti pekerjaan seorang tenaga upahan (erithos), atau
pekerjaan yang harus diupah. Kemudian arti itu berubah
menjadi usaha untuk memperoleh suatu kedudukan dalam dunia
politik atau usaha. Artinya kedudukan itu diingini bukan karena
adanya motivasi yang baik, melainkan karena adanya pamrih
pribadi.
11C. Percideraan (Yun. _dichostasia_) yaitu, memperkenalkan ajaran
yang memecah-belah yang tidak didukung Firman Allah (Rm
16:17). Arti harafiahnya adalah menyendiri atau memisahkan
diri karena menganggap diri lebih mampu daripada yang lain.
12C. Roh pemecah (Yun. _hairesis_) yaitu, pemisahan jemaat ke
dalam
berbagai kelompok tertutup yang menghancurkan persatuan
gereja (IKor 11:19). Ini adalah bentuk yang nyata dari
percerideraan. Kata hairesis sesungguhnya berarti bidat dan
akar katanya berarti memilih. Istilah ini pada dasarnya tidak
mempunyai arti yang negatif. Dahulu digunakan untuk
menyebut para penggemar ilmu filsafat atau sekelompok
manusia yang memiliki keyakinan yang sama.
13C. Kedengkian (Yun; _phthonos_) yaitu, perasaan tidak suka,
bercampur benci, terhadap orang lain yang memiliki sesuatu
yang kita inginkan. Sifat ini sering disebut sebagai sakit hati
atas milik orang lain atau sakit hati atas keuntungan.yang
diperoleh sesamanya. Bukan iri hati yang terkandung di
dalamnya, tetapi sakit hati melihat kenyataan bahwa orang lain
dapat memiliki sesuatu.
14C. Kemabukan (Yun. _methe_) yaitu, merusak penguasaan mental

atau fisik dengan minuman keras.

15C. Pesta pora (Yun. _komos_) yaitu, berpesta dan bersukaria secara
berlebihan, suasana pesta dengan minuman keras, obat bius;
acara seks atau yang semacam itu.

3B. Akibat Perbuatan Daging. Perkataan terakhir Paulus tentang


perbuatan tabiat berdosa adalah keras dan tegas: setiap orang
Kristen yang melakukan aktivitas semacam ini mencegah dirinya
masuk Kerajaan Allah, yaitu mereka tidak memiliki damai sejahtera
Allah (Gal 5:21; Rm. 14:17; IKor 6:9)
4B. Cara Mengalahkan Perbuatan Daging.

Sebagai orang yang dimerdekakan Kristus dari segala kuasa dosa dan telah didiami
Roh Kudus, maka kita harus berjuang untuk mematikan perbuatan daging atau tabiat
dosa dalam hidup kita. Caranya adalah hidup oleh Roh Kudus (Gal 5:16; Ef 5:18);
mengenakan selengkap senjata Allah (Ef 6:10-20); menawan Pikiran dengan Pikiran
Kristus (Fil 4:8); berdoa (Mat 26:41)